a. Faktor retensi karyawan menurut Armstrong menyatakan beberapa
faktor yang mempengaruhi retensi karyawan yaitu (18):
- kepuasan kerja, karyawan yang merasa puas dengan pekerjaan
mereka cenderung memiliki keterikatan emosional yang lebih kuat
terhadap organisasi, lebih termotivasi, dan lebih produktif. - Kompensasi dan tunjangan, gaji yang kompetitif dan tunjangan yang
menarik dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan mendorong
mereka untuk tetap di Perusahaan. - Kesempatan pengembangan karier, karyawan cenderung bertahan
lebih lama jika mereka melihat adanya peluang untuk
pengembangan karir, seperti pelatihan, promosi, dan peningkatan
keterampilan. - Keseimbangan kerja dan kehidupan, fleksibilitas dalam jam kerja
dan kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan
kehidupan pribadi dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan
mengurangi tingkat turnover. - Management and leadership, manajemen yang baik memastikan
bahwa proses dan tugas berjalan dengan lancar, sementara
kepemimpinan yang efektif menciptakan lingkungan yang
mendukung inovasi dan keterlibatan karyawan. - Organizational culture, budaya yang positif dan inklusif dapat
menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, di mana karyawan
merasa dihargai dan terlibat. - Keterlibatan karyawan, karyawan yang merasa terlibat dalam
pengambilan keputusan dan memiliki suara dalam organisasi
cenderung lebih loyal dan berkomitmen untuk tetap bekerja di
perusahaan.
b. Faktor retensi karyawan menurut Robert L. Mathis menyatakan
beberapa faktor yang mempengaruhi retensi karyawan yaitu (5): - Kompensasi dan manfaat, karyawan cenderung bertahan jika mereka
merasa mendapatkan kompensasi yang adil dan manfaat yang
memadai, seperti asuransi kesehatan, cuti, dan pensiun. - Lingkungan kerja, lingkungan kerja yang positif, termasuk
hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan, dapat
meningkatkan kepuasan kerja dan mendorong karyawan untuk tetap
bertahan. - Kesempatan pengembangan karir, karyawan yang melihat peluang
untuk berkembang dan belajar dalam organisasi lebih cenderung
untuk tetap bertahan. Program pelatihan dan pengembangan yang
baik dapat meningkatkan loyalitas karyawan. - Budaya perusahaan, budaya yang mendukung inklusi, keberagaman,
dan keseimbangan kerja-hidup dapat menarik dan mempertahankan
karyawan. Karyawan lebih cenderung bertahan di perusahaan yang
memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan nilai pribadi mereka. - Manajemen dan kepemimpinan, gaya kepemimpinan yang baik dan
manajemen yang efektif dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan
karyawan. Karyawan yang merasa dihargai dan didengar oleh
manajemen cenderung lebih loyal. - Kesejahteraan karyawan, program kesejahteraan yang mendukung
kesehatan fisik dan mental karyawan dapat berkontribusi pada
retensi. Karyawan yang merasa diperhatikan dalam hal
kesejahteraan mereka lebih mungkin untuk tetap di Perusahaan
