Faktor yang mempengaruhi Abusive Supervision


Menurut Tepper et al. (2015), ada tiga faktor yang memengaruhi supervisi
lanjutan:

  1. Social learning
    Dengan melihat lingkungan mereka, seseorang belajar perilaku dan
    sikap yang dianggap tepat dalam berbagai konteks. Ini menjelaskan
    mengapa supervisor berperilaku kasar karena mereka menjadi percaya
    bahwa itu dapat diterima dan bermanfaat melalui proses pembelajaran
    sosial.
  2. Identity threat
    Ketika seorang atasan menghadapi ancaman identitas atau krisis
    identitas, mereka lebih cenderung menyalahgunakan bawahan
    langsung mereka. Ini terjadi karena mereka mengalami ancaman
    terhadap identitas mereka sebagai seorang pemimpin, rasa kekuasaan
    atau kendali mereka, atau kemampuan mereka untuk memenuhi
    tanggung jawab mereka dengan baik.
  3. Self-regulation impairment
    Kemampuan seseorang untuk mengelola pikiran, emosi, dan
    keinginan mereka dengan cara yang menghasilkan korelasi antara
    perilaku dengan tujuan dikenal sebagai gangguan regulasi diri.