Definisi Kompensasi


Kompensasi dapat didefinisikan sebagai imbalan atas
kontribusinya kepada perusahaan. Kompensasi menurut (29) mengacu
pada semua bentuk pengembalian finansial dan layanan serta manfaat
nyata yang diterima karyawan sebagai bagian dari hubungan kerja. (30)
Berpendapat bahwa kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima
karyawan sebagai balas jasa atas kinerja mereka. Kompensasi juga
merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan prestasi kerja,
motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Dengan menerapkan sistem
kompensasi yang baik perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada
karyawan sehingga tidak hanya dapat mempekerjakan karyawan tetapi
juga mempertahankannya.
Sedangkan (31) mengemukakan bahwa kompensasi merupakan
segala bentuk pendapatan ataupun penghargaan yang diberikan
perusahaan kepada karyawannya baik yang bersifat material maupun non
material sebagai bentuk pengganti kontribusi jasa mereka kepada
perusahan. Pemberian kompensasi yang adil dan layak merupakan kunci
solusi untuk permasalahan antara individu karyawan dengan perusahaan,
sehingga kepentingan perusahaan dan karyawan dapat berjalan secara
beriringan. Kompensasi atau imbalan kerja dapat berupa gaji dan
tunjangan yang memiliki hubungan erat dengan evaluasi prestasi,
karyawan yang melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik akan
cenderung memperoleh kenaikan kompensasi yang lebih besar (32).
Gaji merupakan balas jasa dalam bentuk uang yang diterima
karyawan sebagai hasil dari kedudukannya sebagai seorang karyawan
yang berkontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan (33). Di sisi lain
tunjangan merupakan kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada
karyawan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan kata lain
tunjangan adalah bentuk kompensasi tambahan dari gaji pokok karyawan
(34). Sedangkan Insentif adalah kompensasi khusus yang diberikan
perusahaan kepada karyawannya di luar gaji utama untuk membantu
memotivasi atau mendorong karyawan tersebut lebih giat dalam bekerja
dan terus berusaha memperbaiki prestasi kerja di perusahaan (35).
Kompensasi diartikan sebagai pemberian balas jasa langsung
(direct), dan tidak langsung (indirect) baik berupa uang maupun barang
kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan
(36). Kompensasi merupakan salah satu alasan karyawan untuk bekerja,
bukan hanya semata-mata ingin menunjukan pengetahuan, keterampilan
dan komitmenya tetapi memiliki tujuan lain yang ingin diraihnya yaitu
mengharapkan imbal jasa atas produktivitas yang dihasilkannya.
Pemberian kompensasi merupakan salah satu wujud pelaksanaan fungsi
manajemen sumber daya manusia yang berhubungan dengan pemberian
segala penghargaan individu sebagai pertukaran dalam melaksanakan
kontribisinya di organisasi.
(37) menyatakan kompensasi memiliki beberapa jenis diantaranya
adalah sebagai berikut :
1.) Kompensasi finansial langsung (kompensasi inti)
Pembayaran yang diterima individu dalam bentuk upah, gaji, insentif,
komisi dan bonus.
2.) Kompensasi finansial tidak langsung (tunjangan inti)
Pembayaran dalam bentuk manfaat finansial. Semua penghargaan
finansial yang tidak termasuk dalam kompensasi langsung, seperti :
cuti sakit, hari liburan dan tunjangan medis.
3.) Kompensasi non finansial
Kompensasi ini dapat berupa kepuasan yang diterima individu dari
pekerjaannya sendiri atau dari lingkungan psikologis atau fisik tempat
bekerja.
Adapun menurut (38) tujuan dari program pemberian jasa pada
dasarnya untuk kepentingan perusahaan, karyawan dan
pemerintah/masyarakat, diantaranya adalag sebagai berikut :
1.) Ikatan kerja sama
Dengan pemberian kompensasi maka terjalinlah ikatan kerja sama
formal antara pihak pekerja dan pihak pemberi kerja. Dimana
pekerja/karyawan harus mengerjakan tugas-tugas dengan baik
sedangkan pengusaha/perusahaan wajib membayar kompensasi yang
telah disepakati.
2.) Kepuasan kerja
Dengan balas jasa karyawan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya
sehingga akan diperoleh kepuasan kerja dari jabatan yang diembannya.
3.) Motivasi
Jika balas jasa yang diberikan sesuai maka manajer akan lebih
memotivasi karyawannya, yang pada gilirannya akan berdampak pada
peningkatan produktivitas.
4.) Stabilitas karyawan
Dengan pemberian kompensasi yang berdasar dengan prinsip adil dan
layak maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover
cenderung kecil.
5.) Peningkatan disiplin
Pemberian kompensasi yang sesuai prosedur akan berdampak pada
peningkatan disiplin karyawan