Scott & Bruce (1994) menyebutkan bahwa terdapat tiga
dimensi dari individual innovative behavior yang meliputi idea
generation, idea promotion, dan idea implementation. Namun,
dimensi ini dikembangkan oleh Lambriex-Schmitz et al. (2020)
dimana dimensi individual innovative behavior terbagi menjadi lima
tahapan, diantaranya adalah:
a. Opportunity Exploration
Opportunity exploration mengacu pada upaya mengidentifikasi
peluang inovasi dengan memahami tren, kebutuhan perubahan,
atau masalah yang dapat diselesaikan melalui pendekatan
inovatif.
b. Idea Generation
Idea generation merupakan proses mengembangkan dan
mengusulkan ide-ide baru yang berpotensi meningkatkan
efisiensi kerja, produk, atau layanan dalam organisasi.
c. Idea Promotion
Pada tahap ini, karyawan berusaha mendapatkan persetujuan
serta dukungan dari rekan kerja maupun atasan untuk
merealisasikan inovasi yang diusulkan.
d. Idea Realization
Idea realization merupakan konsep inovatif diwujudkan
menjadi tindakan nyata dan diuji efektivitasnya. Tahap ini
mencakup dua aspek penting, yaitu:
- Criterion-based implementation yang berfokus pada
penerapan inovasi sesuai dengan standar tertentu. - Learning-based communication yang memastikan adanya
pertukaran informasi dan pembelajaran selama proses
implementasi.
e. Idea Sustainability
Dimensi terakhir dari individual innovative behavior adalah
perusahaan menjaga agar inovasi tetap berjalan secara
berkelanjutan. Adapun, dimensi ini terdiri dari 2 bagian yaitu: - External dissemination yaitu penyebaran inovasi ke luar
tim atau organisasi. - Internal embedding yang berfokus pada pengintegrasian
inovasi ke dalam sistem kerja internal agar menjadi bagian
dari budaya organisasi
