Kenikmatan kerja mengacu pada tingkat kesenangan yang berasal
dari pekerjaan (Johnstone & Johnston, 2005, dalam Fosen 2010).
Kenikmatan, sebagai emosi positif, dapat bertindak untuk memperkuat
perilaku. Dalam konteks karir, Hall (2002, dalam Fossen) menduga bahwa
psikologis sukses membuat pola siklus yaitu sebagai pemenuhan dari sebuah
tujuan, harga diri meningkat bersama dengan kompetensi dan keterlibatan
dalam pekerjaan seseorang, hal tersebut meningkatkan kinerja dan
memperkuat perilaku. Siklus yang sama mungkin terjadi dengan kenikmatan
pekerjaan seseorang sebagai salah satu kenikmatan bekerja, peningkatan
kompetensi, dan memperkuat orientasi kerja seseorang.
Kenikmatan kerja tidak muncul untuk mengembangkan makna
kehidupan. Dalam sebuah penelitian Bonebright, Clay, dan Ankenmann
(2000, Dalam Fossen 2010), menjelaskan bahwa dari 171 karyawan IT,
ditemukan individu yang dinilai lebih tinggi dalam drivenness untuk bekerja
dan kenikmatan kerja memiliki keterlibatan kerja yang tinggi, tetapi tidak
memiliki nilai yang berbeda secara signifikan untuk kepuasan hidup atau
perasaan tentang tujuan.
Seseorang dengan karir atau orientasi pekerjaan yang lebih tinggi
dapat menikmati pekerjaan, tetapi menemukan kebermaknaan dari peran
kehidupan lainnya (Fossen, 2010)
