Indikator Kepemimpinan Otentik


Menurut Imam et al. (2020) Kepemimpinan Otentik Dapat
diargumentasikan bahwa, karena karyawan atau pengikut mencari
keaslian dalam konteks relasional, hal ini juga dapat dicapai melalui
kepemimpinan otentik, di mana pemimpin membangun interaksi melalui
pengaruh dari 4 Indikator yang berbeda:

  1. Kesadaran Diri
    Keahlian pada pemimpin untuk menyadari dengan jelas dan baik
    untuk memahami dirinya secara personal. Pemimpin yang memiliki
    dengan jelas kesadaran diri yang cukup mampu mengidentifikasi
    dengan baik kekuatan, kelemahan, nilai-nilai, dan keyakinan
    pribadinya. Dengan pemahaman yang mendalam tentang diri sendiri,
    pemimpin dapat membuat keputusan yang tepat, mengelola emosi
    dengan baik, dan memahami bagaimana perilaku dan keputusan
    mereka memengaruhi orang lain.
  2. Pemrosesan informasi yang seimbang
    Ini mengacu pada kemampuan seorang pemimpin untuk
    mengevaluasi informasi secara objektif dan seimbang sebelum
    mengambil sebuah Tindakan atau keputusan. Seorang pemimpin
    yang dapat menjalani pemrosesan informasi dengan baik akan
    mencari berbagai sudut pandang, mendengarkan dengan teliti, dan
    menghindari kecenderungan untuk mempengaruhi keputusan
    mereka oleh pendapat pribadi atau opini subjektif.
  3. Perspektif Moral yang Terinternalisasi
    Ini mencakup adanya nilai-nilai moral dan etika yang kuat dalam diri
    seorang pemimpin. Pemimpin dengan perspektif moral yang
    terinternalisasi akan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang benar
    dan prinsip-prinsip etika yang tinggi dalam segala aspek
    kepemimpinan mereka. Mereka akan menunjukkan integritas,
    kejujuran, dan keadilan dalam setiap tindakan dan keputusan yang
    mereka buat.
  4. Transparansi dalam Hubungan.
    Ini mengacu pada kemampuan seorang pemimpin untuk
    berkomunikasi secara terbuka, jujur, dan transparan dengan
    para pengikutnya. Pemimpin yang transparan akan berbagi
    informasi dengan jelas dan tepat waktu, tidak
    menyembunyikan masalah atau informasi penting, dan
    mendorong komunikasi dua arah yang terbuka. Hal ini
    menciptakan lingkungan di mana kepercayaan, kolaborasi,
    dan keterlibatan dapat tumbuh di antara pemimpin dan timnya.