Menurut Robbins (2017) Kepemimpinan Transformasional adalah para
pemimpin yang dapat memotivasi para pengikut untuk melaksanakan dan
mengelola kepentingan mereka sendiri untuk kepentingan organisasi dengan
keramahan secara individual, stimulasi intelektual, dan pengaruh yang ideal
semuanya akan menghasilkan upaya ekstra dari pekerja untuk efektivitas organisasi
yang lebih baik.
Suwatno (2019) memberikan pendapat yakni kepemimpinan
transformasional ialah kepemimpinan yang mempengaruhi pegawai hingga
membuat pegawai merasa sebuah rasa percaya diri, bangga, loyalitas dan rasa
hormat kepada pimpinannya dan juga memiliki motivasi untuk melakukan lebih
dari yang diharapkan.
Menurut Sodikin (2017) kepemimpinan transformasional merupakan
kepemimpinan yang lebih menekankan pada pergeseran nilai dan kepercayaan
pemimpin, serta untuk melihat kebutuhan pengikutnya.
Menurut Fuad Abdillah (2020) Pemimpin transformasional adalah seorang
agen perubahan. Fungsi utamanya adalah berperan sebagai katalis perubahan
bukannya sebagai pengontrol perubahan. Seorang pemimpin transformasional
memiliki visi yang jelas, memiliki gambaran masa depan organisasi yang
dipimpinnya ketika semua tujuan dan sasarannya tercapai.
Kepemimpinan Transformasional lebih dipahami sebagai suatu gaya
kepemimpinan yang melibatkan para pengikut,memberikan dorongan serta
inspirasi kepada para pengikutnya,berkomitmen untuk mewujudkan visi bersama
dan tujuan organisasi,menentang pengikutnya untuk menjadi pemecah perosalan
secara inovatif, dan juga mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui
pelatihan,pendampingan, dengan berbagai tantangan dan dukungan-dukungan.
(Achmad Kosasih, 2020).
