Menilai kinerja suatu organisasi dapat dilakukan dengan berbagai
cara dan indikator, seperti yang dijelaskan oleh Budiasa (2021) 8
Indikator Kinerja Karyawan adalah :
Pengetahuan, yaitu pemahaman karyawan tentang prosedur dan
informasi terkait pekerjaannya
Kuantitas kerja, yaitu jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan
dalam suatu periode waktu.
Kualitas kerja, yaitu tingkat hasil kerja yang dihasilkan oleh
seorang pekerja.
- Kreativitas, kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai
kondisi dan tetap produktif dalam lingkungan kerja. - Kerjasama, kemampuan untuk bekerjasama dengan rekan kerja
dalam satu organisasi. - Kemandirian, kemampuan untuk bekerja secara mandiri tanpa
bergantung pada pihak lain. - Inisiatif, kemampuan untuk mengemukakan ide-ide dan konsep
baru dalam pekerjaan. - Kehandalan, kemampuan untuk mengatasi berbagai kondisi
dan masalah yang muncul dalam pekerjaan.
Sedangkan menurut Penelitian oleh Kristanti (2017)
menggunakan berbagai indikator untuk mengevaluasi kinerja
karyawan, seperti: - Kualitas Hasil Kerja, yang melibatkan persepsi karyawan
terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan dan sejauh mana
tugas-tugas diselesaikan dengan baik. - Ketepatan Waktu, dalam menyelesaikan pekerjaan, yang sering
digunakan sebagai ukuran kinerja kerja. - Tingkat Kehadiran Karyawan, yang digunakan untuk menilai
seberapa sering karyawan hadir dan bekerja. - Efisiensi dalam Menyelesaikan Pekerjaan, yang mencakup cara
atau metode untuk menyelesaikan tugas dengan efisien. - Efektivitas dalam Menyelesaikan Pekerjaan, yang mengacu pada
kemampuan menghasilkan output sesuai rencana dan tepat waktu
