Definisi Individual Creativity


Melalui penelitian yang dilakukan oleh Hussain & Wahab
(2021) dijelaskan beragam definisi dari individual creativity
menurut para ahli, diantaranya sebagai berikut:
a. Zhou & George (2001) mendefinisikan individual creativity
sebagai ide kreatif yang harus memiliki dua hal penting
didalamnya yaitu kegunaan dan penemuan baru.
b. Joo et al. (2013) dan Gardner (1993) menekankan perbedaan
antara ”big C” creativity yang mengacu pada terobosan besar
yang terjadi secara sesekali dalam pengembangan produk atau
layanan, sementara “little C” creativity yang mendefinisikan
kreativitas merupakan langkah yang dilakukan untuk
menambah sesuatu secara kecil atau menyelesaikan masalah
dalam kehidupan sehari hari.
c. Boden (1991) dan (Nickerson 1999) membedakan antara
historical creativity dan psychological creativity. Historical
creativity merupakan penciptaan ide-ide yang benar benar baru
dalam sejarah manusia secara keseluruhan, sedangkan
psychological creativity lebih berfokus dengan ide-ide yang
dihasilkan pada tingkat individu.
Secara sederhana, definisi dari individual creativity dijelaskan
dalam penelitian Xu et al. (2022) yang menggambarkan individual
creativity sebagai kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu
dari ide yang dihasilkan dimana sifatnya fleksibel dan dinamis. Oleh
karena itu, kreativitas pada setiap individu cenderung memiliki
karakteristik yang berbeda-beda dan tersebar di seluruh individu
dalam organisasi. Ijaz & Nawaz (2022) mengatakan bahwa
creativity mendorong karyawan untuk memiliki kepribadian
proaktif untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap solusi pemecahan
masalah yang baru terhadap pekerjaan mereka. Melalui individual
creativity, karyawan diberikan ruang tersendiri untuk mengatasi
pekerjaan dengan cara unik yang dimiliki oleh masing masing
karyawan sehingga hasil yang diberikan cenderung memiliki output
berbeda yang mengarah pada inovasi perusahaan.
Individual creativity tidak hanya akan menciptakan ide-ide baru
saja tetapi memperkuat hubungan antar anggota tim karena adanya
pemahaman bersama mengenai kapabilitas individu dimana anggota
tim dapat meminta pendapat yang lebih solutif dari rekan kerja
mereka yang efektif (Robbins & Judge, 2023). Oleh karena itu,
individual creativity bermula pada lingkungan kerja yang
mendukung di mana karyawan merasa bebas untuk mengeksplorasi
ide, mengajukan solusi baru, dan berkolaborasi dengan rekan kerja
tanpa takut akan kegagalan atau kritik yang menghambat. Penelitian
yang dikaji oleh Alanc & Kitapci (2024) menyatakan bahwa
organizational climate memiliki pengaruh yang signifikan dan
positif terhadap creative work involvement. Hal ini menunjukkan
bahwa iklim organisasi yang didukung oleh keterlibatan karyawan
untuk memberikan usahanya dalam proses kreatif dalam
pekerjaannya memberikan realisasi yang lebih baik terhadap ide-ide
yang diimplementasikan.