Komponen Pemasaran


Menerapkan dan memantau program yang dirancang untuk membangun dan
mempertahankan perdagangan yang menguntungkan dengan pasar sasaran
(Laksana, 2019).

  1. Produk
    Penanganan unsur produk melibatkan merencanakan dan mengembangkan produk
    atau kursus yang cocok untuk dibawa ke pasar dengan memodifikasi produk atau
    jasa dengan menambahkan berbagai jenis produk atau jasa. Produk mengacu pada
    barang yang dimaksudkan untuk dijual kepada pelanggan, mulai dari perencanaan,
    pengembangan hingga pemasaran. Produk harus memenuhikebutuhan pelanggan
    akan lebih banyak produk yang ada tersedia atau memenuhiketidak hadiran produk
    di pasar.
  2. Harga
    Sistem yang bertanggung jawab untuk mengelola perusahaan akan
    menentukan.harga standar yang tepat untuk barang atau jasa yang diproduksi oleh
    perusahaan atau pemasaran akan ditentukan oleh sistem manajemen bisnis. Sistem
    ini juga harus menetapkan strategi untuk berbagai potongan harga, pembayaran,
    pengangkutan mobil, dan variabel biaya lain yang terkait.
  3. Tempat
    Mayoritas Produsen menggunakan perantara pemasaran untuk memasarkan
    barang mereka. terutama barang melalui pembentukan saluran distribusi, yaitu
    sekelompok perusahaan saling ketergantungan dalammenyediakan produk yang
    dimaksudkan untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna
    bisnis. Beberapa faktor utama yang diperhatikan termasuk bisnis menjual
    produknya melalui toko fisik, situs web, atau keduanya? Pengembangan sistem
    distribusi dan pemilihan lokasi yang strategis adalah dua contohnya.
  4. Promosi
    Perusahaan Pemasaran adalah tidak hanya berbicara tentang produk,
    harganya, dan bagaimana produk didistribusikan; mereka juga membuat produk
    dikenal oleh masyarakat sehingga mereka ingin membeli barang tersebut. Promosi
    berbeda-beda tergantung pada tahap siklus produk.

Pemasaran


Menurut (Yulian 2019) sebuah proses untuk produksi, distribusi, promosi, dan
menentukan harga barang yang dapat memuaskan aktivitas dan pencapaian (Fandy
dan Diana 2020) adalah proses menciptakan, mendistribusikan, mengiklankan, dan
menentukan harga barang dan jasa.
Bagaimana membantu, menciptakandan menjaga hubungan baik dengan
pemangku kepentingan dalam lingkungan yang dinamis. Manajemen dan
pemasaran adalah dua kata yang membentuk manajemen pemasaran. Kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian disebut manajemen.
Menurut Yulia (2019), manajemen pemasaran adalah analisis perencanaan,
pelaksanaan, dan pengendalian program yang dirancang untuk mencapai tujuan
perusahaan, manajemen pemasaran menganalisi pengembangan

Pengertian UMKM (usaha Mikro Kecil, dan Menegah)


adalah perusahaan perseorangan dan dijalankan oleh perorangan sebagai
usaha perusahaan yang dimikili dan dioperasikan oleh orang-orang atau badan
usaha dengan aset dan pendapatan tertentu. Sementara itu, pengertian usaha mikro,
kecil, dan menengah yang disebutkan dalam undang-undang Republik Indonesia
(2008) adalah usaha ekonomi produktif mandiri yang dioperasikan oleh orang
perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau
afiliasi dari perusahaan tersebut dan dimiliki, dikuasai, atau baik langsung maupun
tidak langsung menjadi bagian dari usaha menengah atau besar yang memenuhi
persyaratan usaha kecil dan menengah atau dengan sejumlah besar kekayaan bersih
atau hasil penjualan tahunan. Setiap pelaku UMKM memiliki strategi masing-
masing agar bisnis yang dipimpinnya dapat mengatasi setiap tantangan yang ada.
Agar bisnis para pelaku UMKM dapat bertahan, para pelaku selalu berorientasi
pasar dan selalu melakukan inovasi barang atau jasanya(Chitra et al., 2023)

Manfaat Penerapan Digital Marketing


Sebelum membeli produk dari sebuah
perusahaan, individu cenderung memperoleh informasi
dan melakukan pencarian online melalui platform media
sosial. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kehadiran
online organisasi di berbagai platform media sosial
(Ayesha et al., 2022). Manfaat dari pemasaran digital
adalah menyederhanakan proses identifikasi merek
produk.
Pemanfaatan informasi digital menawarkan
banyak keuntungan bagi masyarakat, termasuk
peningkatan efisiensi, kenyamanan, informasi yang lebih
relevan, harga yang kompetitif, dan pengurangan biaya
(Indrapura dan Fadli, 2023). Pemasaran digital sebagai
strategi pemasaran menawarkan keuntungan seperti
interaktivitas, pembaruan secara real-time, aksesibilitas
yang mudah, peningkatan keterlibatan dan keterlibatan
audiens, serta ruang dan waktu yang tidak terbatas.
Keuntungan dari pemasaran digital bagi
perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran produk
atau jasa adalah sebagai berikut, menurut (Pangestika,
2018):
a) Kecepatan penyebaran. Strategi pemasaran media
digital dapat dieksekusi hanya dalam hitungan detik.
Selain itu, pemasaran digital dapat diukur secara
tepat dan real-time.
b) Kemudahan penilaian. Hasil dari kegiatan
pemasaran dapat segera ditentukan melalui
penggunaan media online. Informasi seperti durasi
penayangan produk, persentase konversi penjualan
dari setiap iklan, dan lain sebagainya.
c) Cakupan yang lebih luas. Dengan menggunakan
internet, pemasaran digital memfasilitasi penyebaran

Bauran Pemasaran


Beberapa komponen dari bauran pemasaran,
seperti yang didefinisikan oleh (Utama, 2019) yaitu:
1) Produk (product)
Kombinasi produk dan layanan yang
diberikan perusahaan kepada pasar yang dituju. Hal
ini berkaitan dengan produk, yang meliputi variasi
produk atau jasa, kualitas, desain, fitur, nama merek
produk atau jasa, kemasan, dan layanan. Produk
adalah komponen penting dari strategi pemasaran.
Strategi pemasaran lainnya dapat dipengaruhi oleh
strategi produk. Akuisisi suatu produk tidak semata-
mata hanya tentang memilikinya; ini juga
melibatkan pemenuhan kebutuhan dan keinginan
konsumen.
2) Harga (Price)
Jumlah uang yang dibayarkan konsumen
untuk mendapatkan produk atau jasa. Diskon, syarat
pembayaran, syarat kredit, dan daftar harga adalah
faktor-faktor yang terkait dengan harga. Harga
adalah jumlah nilai (mata uang) yang harus
dibayarkan konsumen untuk mendapatkan atau
memanfaatkan produk atau layanan yang disediakan.
Sangat penting untuk mempertimbangkan strategi
penetapan harga, karena harga produk merupakan
faktor yang berkontribusi terhadap penjualan produk
atau layanan.
3) Promosi (promotion)
Aktivitas bisnis yang bertujuan untuk
membujuk target pasar untuk membeli produk atau
layanan dengan mengkomunikasikan keunggulan
dan manfaat produk. Periklanan, promosi penjualan,
hubungan masyarakat, dan penjualan personal
adalah objek yang berhubungan dengan penjualan.
Pemasaran sering kali menggunakan iklan sebagai
media komunikasi. Promosi penjualan adalah
komponen penting dari proses promosi produk, dan
termasuk dalam bauran promosi.
4) Tempat (place)
Kegiatan Perusahaan yang memungkinkan
produk atau jasa tersedia di pasar dengan harga yang
sesuai dengan target Perusahaan. Jaringan distribusi,
jangkauan pemasaran, lokasi, persediaan, logistik,
dan transportasi adalah beberapa faktor yang terkait
dengan tempat (Utama, 2019)

Langkah-Langkah Penerapan StrategiPemasaran (Marketing Strategy)


1) Segmentasi Pasar (Market Segmentation)
Segmentasi pasar adalah proses dimana
pasar membagi konsumen ke dalam kategori-
kategori berdasarkan kebutuhan dan
karakteristik mereka, dan mengarahkan
perusahaan UMKM untuk mengatasinya
dengan penawaran produk. Pasar terdiri dari
berbagai konsumen yang menunjukkan satu
atau lebih karakteristik yang berbeda. Situasi
keuangan, sumber daya, kebiasaan membeli,
dan persyaratan masing-masing individu
berbeda. Segmentasi pasar adalah proses
mempartisi pasar ke dalam kategori konsumen
yang berbeda berdasarkan kebutuhan,
karakteristik, dan perilaku mereka, yang
mungkin memerlukan pengembangan produk
dan strategi pemasaran yang berbeda. Faktor
geografis, demografis, emoji, dan perilaku
dapat menjadi dasar untuk klasifikasi ini
(Dayat, 2019).
Pembagian pasar adalah strategi
pemasaran yang didasarkan pada prinsip
manajemen pemasaran yang berpusat pada
konsumen. Kegiatan pemasaran memungkinkan
para pemangku kepentingan bisnis untuk
menargetkan upaya pemasaran secara lebih
efektif dan mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya pemasaran Perusahaan.
Segmentasi ini membagi berbagai pasar ke
dalam kelompok-kelompok produsen atau
konsumen yang memiliki kualitas yang
konsisten dan berpotensi menghasilkan nilai
bagi Perseroan (Amri, 2015).
Segmentasi pasar adalah proses
pengorganisasian pasar ke dalam kategori
konsumen yang berbeda berdasarkan
kebutuhan, karakteristik, atau perilaku mereka,
yang mungkin memerlukan produk atau strategi
pemasaran yang berbeda.

Konsep Dasar Pemasaran


Pemasaran mencakup semua aspek dari proses
pengembangan, pendistribusian, dan pengkomunikasian
nilai dari suatu produk atau jasa kepada konsumen. Hal
ini mencakup pemahaman tentang pasar, pelanggan
produk, promosi, dan distribusi untuk memuaskan
kebutuhan konsumen dan mencapai tujuan bisnis.
Tujuan pemasaran adalah untuk membangun hubungan
antara organisasi dan pelanggannya. Perencanaan dan
pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan
distribusi ide, komoditas, dan jasa untuk memfasilitasi
pertukaran yang sesuai dengan tujuan individu dan
organisasi dikenal sebagai pemasaran (Lukitaningsih,
2014).
Dalam pemasaran, konsep-konsep yang
dikembangkan adalah sebagai berikut:
1) Konsep Produksi
Konsep yang berorientasi pada produksi
menggarisbawahi perlunya memprioritaskan dan
melakukan kegiatan produksi dalam jumlah yang
besar untuk memenuhi permintaan. Tujuannya
adalah untuk mencapai distribusi massal, biaya
minimal, dan efisiensi produksi.
2) Konsep Produk
Konsep yang menggarisbawahi pentingnya
kualitas produk perusahaan dalam menentukan
keberhasilan pemasaran. Konsep ini secara
konsisten digunakan oleh perusahaan untuk
mendorong persaingan dengan menghasilkan
produk yang unggul. Perusahaan berkomitmen
untuk terus meningkatkan kualitas produknya.
3) Konsep Penjualan
Menegaskan bahwa konsumen tidak akan
membeli produk dari suatu perusahaan jika
perusahaan tersebut gagal menerapkan inisiatif
penjualan dan promosi yang proaktif.
4) Konsep Pemasaran
Konsep yang menekankan pada kepuasan
konsumen dan kepentingan pelanggan.
5) Konsep Pemasaran Kemasyarakatan
Konsep ini merupakan penyempurnaan dari
konsep pemasaran yang asli, yang telah
dimodifikasi untuk mencerminkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan
sosial dan kesejahteraan individu

Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian


Menurut Beig dan Nika dalam Febrian dan Ahluwalia (2020:255) mengatakan
bahwa ekuitas merek bagi konsumen memberikan rasa percaya diri pada saat proses
pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk yang disebabkan adanya
pengetahuan tentang merek atau hasil pengalaman masa lalu yang memuaskan
penggunanya. Berdasarkan penelitian Agustini dan suasana (2020) menyebutkan
bahwa ekuitas merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian . Ekuitas
merek mempengaruhi keputusan pembelian terhadap suatu merek karena membantu
konsumen memperoleh pandangan atas merek untuk dapat menimbulkan sikap
positif

Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian


Oppenheim dan ward (2006), menjelaskan bahwa alasan utama saat orang
berbelanja melalui internet adalah kenyamanan. Mereka juga mengakui bahwa
alasan utama untuk berbelanja online adalah harga. Hal ini tentu menunjukkan
bahwa informasi mengenai harga diterima melalui indra penglihatan dan
pendengaran lalu informasi tersebut dipahami, yang kemudian ditafsirkan dan
memiliki daya Tarik terhadap keputusan pembelian. .Humam, Lestari dan
Nurwulandari (2022) menyebutkan persepsi harga yang ditetapkan perusahaan
berpengaruh terhadap kepercayaan dalam membentuk keputusan pembelian.

Pengaruh Pemasaran Digital Terhadap Keputusan Pembelian


Dengan berkembangnya teknologi, masyarakat sudah terbiasa memanfaatkan
teknologi internet sebagai sumber informasi. Seperti yang dijelaskan oleh alalwan
et al.(2017) ada beberapa praktek pemasaran berbeda yang dapat diterapkan oleh
perusahaan melalui platform media social yaitu iklan, manajemen hubungan
pelanggan, dan branding). Survei yang dilakukan oleh Pradani (2017) menemukn
bahwa 132,7 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, dimana saat ini
internet memegang peran penting dalam penentuan keputusan pembelian
konsumen.
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elbahar dan Syahputra (2021)
menyebutkan bahwa digital marketing mempengaruhi keputusan pembelian.
Konsumen merasa termotivasi untuk membeli produk akibat dari pemasaran digital
yang dilakukan oleh perusahaan. Konsumen menganggap digital marketing lebih
informatif dalam menjelaskan produk , mudah ditelusuri dan lebih menarik. Untuk
itu, perusahaan dapat memanfaatkan digital marketing untuk mempengaruhi
keputusan pembelian calon konsumen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
pemasaran digital berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Indikator Keputusan Pembelian


Ada tiga indikator dalam menentukan keputusan pembelian (Kotler, 2018), yaitu:
a. Kemantapan pada sebuah produk
Pada saat melakukan pembelian, konsumen memilih salah satu dari beberapa
alternatif. Pilihan yang ada didasarkan pada mutu, kualitas dan factor lain yang
memberikan kemantapan konsumen dalam melakukan pembelian.
b. Kebiasaan dalam membeli produk
Merupakan pengulangan sesuatu secara terus-menerus dalam melakukan pembelian
produk yang sama dan manfaat produk yang sudah dirasakan konsumen. Konsumen
akan merasa tidak nyaman jika membeli produk lain.
c. Kecepatan dalam membeli sebuah produk
Merupakan proses yang dilakukan seseoraang dalam mengambil sebuah keputusan
secara cepat, menggunakan sebuah pedoman umum dalam Sebagian informasi saja.

Faktor -Faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian


Menurut Kotler (2012:166), factor-faktor yang mempengaruhi keputusan
pembelian terdiri dari :
a. Pengenalan Masalah
Tahap ini dipengaruhi oleh bagaimana pengetahuan konsumen akan pembelian
dengan informasi berkenaan dengan keputusan tentang dimana produk tersebut
harus dibeli dan kapan pembelian harus terjadi.
b. Pencarian Informasi
Secara tidak langsung seorang konsumen yang mulai tertarik dengan suatu produk
mungkin akan mencari informasi. Jika dorongan informasi memuaskan konsumen,
kemungkinan besar mereka akan melakukan pembelian. Namun jika tidak,
konsumen akan menyimpan kebutuhanya dalam ingatan atau melakukan pencarian
informasi yang berkaitan dengan kebutuhan itu.
c. Evaluasi Alternatif
Konsumen tentu melakukan penilaian tentang berapa alternatif yang tersedia,
dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek-merek
alternatif dalam satu susunan pilihan.
d. Keputusan Pembelian
Tahap apakah dalam proses pengambilan keputusan konsumen memutuskan
membeli produk atau tidak.
e. Perilaku pasca pembelian
Dimana konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan
kepuasan yang mereka rasakan. Konsumen akan mengalami beberapa tingkat
kepuasan atau tidak merasa puas sama sekal

Pengertian Keputusan Pembelian


Menurut Kotler (2012:166), keputusan pembelian adalah proses pengambilan
keputusan dalam membeli sebuah produk yang dimulai dari pengenalan masalah,
pencarian informsi, penilaian alternatif, dimana terjadi keputusan membeli dan
didapatkan perilaku pasca membeli yaitu puas atau tidak puasnya produk yang telah
dibeli.
Sejalan dengan pengertian tersebut, Kotler dan Armstrong (2012:128)
menyatakan bahwa “Customer buyer behavior refers to the buying behavior of final
consumers individual and house-holds who buy goods and services for personal
consumption”. Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan bahwa perilaku
konsumen selalu melihat perilaku dari tiap individu, rumah tangga ataupun sebuah
organisasi tentang bagaimana mereka berproses sebelum melakukan pembelian,
serta tindakan konsumen setelah mengkonsumsi produk.

Indikator Ekuitas Merek


Ekuitas merek diartikan sebagai total keseluruhan nilai dan manfaat dari sebuah
merek yang memberikan kontribusi untuk perusahaan. Menurut Kotler dan Keller
(2017:267-268) indikator ekuitas merek terdiri dari :
Keutamaan merek, Seberapa sering dan seberapa mudah pelanggan memikirkan
merek dalam berbagai situasi pembelian atau konsumsi.
a. Kinerja merek, Seberapa baik produk atau jasa memenuhi kebutuhan fungsional
pelanggan.
b. Pencitraan merek, Menggambarkan sifat ekstrinsik produk atau jasa, termasuk cara
dimana merek berusaha memenuhi kebutuhan psikologis atau social pelanggan.
c. Penilaian merek, berfokus pada pendapat dan evaluasi pribadi pelanggan sendiri.
d. Perasaan merek, merupakan respon dan reaksi emosional pelanggan terhadap
merek.
e. Resonasi merek, Mengacu pada hubungan yang dimiliki pelanggan dengan merek
dan sejauh mana mereka “sinkron” dengan merek.

Faktor yang mempengaruhi Ekuitas Merek


Menurut Aeker (2011:196), dibentuk dari lima Faktor yaitu :
a. kesadaran merek (brand awareness)
Menunjukkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat
Kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu.
b. asosiasi merek (brand association)
Mencermikan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitanya
dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut produk, geografis, harga pesaing.

    Pengertian Ekuitas Merek


    Menurut (Kotler,2009:263), Ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan
    pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir,
    merasa dan bertindak dalam hubunganya dengan merek, harga , pangsa pasar dan
    profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan.
    Aeker (2001), mendefinisikan ekuitas merek sebagai serangkaian asset merek
    dan aktiva lainya yang berhubungan dengan sebuah brand-merek, yang dapat
    meningkatkan nilai produk bagi pelanggan.ekuitas merek dapat mempengaruhi
    kepercayaan diri konsumen dalam mengambil keputusan pembelian baik itu
    dikarenakan ada pengalaman di masa lalu dalam menggunakan merek tersebut
    maupun kedekatan dengan merek dan karakteristiknya.

      Indikator dari persepsi harga


      Menurut Kotler et al., (2018) :
      a. Harga berbasis nilai pelanggan
      Merupakan strategi penentuan harga yang didasarkan pada pendapat pelanggan
      mengenai berapa nilai yang mereka tentukan untuk sebuah produk.
      b. Harga yang diminta sepadan
      Masalah harga tidak hanya ditentukan secara sembarangan tanpa
      mempertimbangkan berbagai hal dalam usaha, namun harus sesuai dengan barang
      dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
      c. Harga nilai tambahan
      Merupakan nilai ekonomi yang ditambahkan ke suatu produk atau jasa yang
      ditawarkan pada konsumen. Penambahan ini penting untuk membuat produk terlihat
      lebih berkualitas dan unggul sehingga perusahaan bisa meningkatkan hargajualnya.
      d. Penetapan harga kompetitif
      Kemampuan pelaku usaha dalam menyesuaikan harga produknya dengan harga
      pasar. Pebisnis mungkin akan menetapkan harga yang lebih tinggi atau lebih rendah
      daripada rata-rata pesaing

      Faktor yang mempengaruhi Persepi Harga


      Manroe dalam harjati dan Vanesia (2015:67), persepsi harga dibentuk oleh dua
      dimensi utama, yaiitu :
      a. Perceived Quality (Persepsi Kualitas)
      Konsumen cenderung lebih menyukai produk yang harganya mahal ketika
      informasi yang didapat hanya harga produknya.
      b. Perceived Monetary Sacrifice (Persepsi Biaya yang Dikeluarkan)
      Secara umum konsumen menganggap bahwa harga merupakan biaya yang
      dikeluarkan untuk mendapatkan produk.
      Persepsi harga dalam penelitian ini adalah sejumlah uang yang dibebankan atas
      jumlah dan nilai produk yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat yang dimiliki
      dan dapat dibandingkan dengan cara pembelian yang lain

      Pengertian Persepsi Harga


      Menurut Schiffman dan Kanuk (2011:137) persepsi merupakan suatu proses
      seseorang individu dalam menyeleksi, mengorganisasikan dan menterjemahkan
      stimulus informasi yang datang menjadi suatu gambaran yang menyeluruh, persepsi
      harga ialah bagaimana cara konsumen melihat harga sebagai harga yang tinggi,
      rendah dan adil. Di dalam pemasaran, persepsi akan lebih penting dari realita
      dikarenakan harga adalah elemen termudah dalam program pemasaran untuk
      disesuaikan fitur produk, saluran dan juga media komunikasi untuk disampaikan
      kepada target konsumen. (Kotler dan Keller, 2012 : 67).
      Menurut Widyaningrum R R (2019:7) persepsi harga menggambarkan suatu
      pendekatan untuk menjelaskan dampak harga untuk sebuah produl atau situasi
      pembelian yang tingkat keterlibatanya tinggi. Seperti yang dijelaskan oleh
      firmansyah (2019:189), mendefinisikan persepsi harga adalah sebagai suatu proses
      dimana pelanggan menerjemahkan nilai harga dan atribut ke barang ataupun jasa
      yang diinnginkanya. Persepsi harga menjadi penilaian konsumen tentang
      perbandingan besarnya pengorbanan denga napa yang didapatkan dari produk dan
      jasa

      Indikator Pemasaran Digital


      menurut Yazer Nasdini (dalam Aryani, 2021), yaitu :
      a. Accessbility (Aksebilitas)
      Aksebilitas dalam pemasaran adalah sejauh mana segmen pasar dapat dijangkau dan
      dilayani oleh perusahaan melalui berbagai metode penjualan seperti program
      komunikasi pemasaran.
      b. Interactivity (Interaktivitas)
      Interaktivitas merupakan metode pemasaran yang menghubungkan konsumen
      secara langsung dengan pebisnis. Mekanismenya adalah konsumen menyampaikan
      kebutuhan mereka secara langsung pada pemilik usaha yang bertujuan agar apa
      yang menjadi konsen konsumen dapat diketahui pemilik bisnis.
      c. Entertaiment (Hiburan)
      Entertaiment memegang peran kunci dalam menyukseskan strtaegi pemasaran pada
      brand. Konten hiburan yang mengedepankan storytelling atau edukasi, menciptakan
      tren dan memberikan rekomendasi serta menghibur tidak memberikan kesan
      memaksa untuk konsumen membeli sebuah produk.
      d. Credibility (Kepercayaan)
      Sebuah brand memerlukan kredibilitas untuk mendorong interaksi dikarenakan
      pelanggan membeli produk berdasarkan keyakinan mereka. Seperti halnya
      menjanjikan keamanan data dan kemudahan bertransaksi, Kepercayaan juga bisa
      didapat dengan sebuah brand dapat konsisten dengan pemasaranya dan memberikan
      respon yang cepat.
      e. Informativeness (Informatif)
      Pemasaran informatif adalah iklan yang bertujuan untuk memberikan informasi
      kepada target audiens yang dituju yang bertujuan untuk menaklukan audiens dari
      sisi rasionalnya. Dalam memberikan informasi kata-kata yang digunakan harus
      jelas, bersahabat dan tidak bertele-tele

      Faktor yang mempengaruhi Pemasaran Digital


      a. Faktor Kondisi Pasar
      Terdapat trend pasar tertentu dimana kondisi pasar menjadi lesu dan tidak, pasar
      sebagai kelompok pembelian atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan
      dapat mempengaruhi kegiatan penjualan dan hal yang perlu diperhatikan yaitu
      terkait frekuensi pembeli, keinginan dan kebutuhanya serta kelomok pembeli atau
      segmen pasarnya.
      b. Faktor diskon dan kampanye
      Kampanye pemasaran ini merupakan strategi untuk mempromosikan suatu aspek
      dalam bisnis untuk mendapatkan feedback dari konsumen sehingga semakin banyak
      orang yang tertarik pada produk yang dipasarkan yang mana hal ini bisa menjadi
      potensi besar untuk menjadi pelanggan ke depanya.
      c. Faktor Kualitas Produk
      Bagi perusahaan, dengan adanya pergerakan bisnis yang dinamis membuat setiap
      perusahaan untuk bisa terus meningkatkan inovasi dalam mengembangkan produk
      yang ditawarkan sehingga perusahaan terus memperbarui dan mengembangkan
      kualitas produk

      Pengertian Pemasaran Digital


      Internet berfungsi sebagai sarana untuk menghasilkan permintaan, megarahkan
      pelanggan untuk memenuhi pesana, melakukan aktivitas pembelian serta
      menyediakan layanan pelanggan. Menurut Tresnavati dan Prasetyo (2018), dengan
      perkembangan teknologi saat ini, perubahan strategi pemasaran mulai berubah ke
      arah yang lebih modern. Di masa lalu, pemasar beriklan di surat kabar, majalah dan
      radio. Namun, sekarang pemasaran lebih berkembang menggunakan teknologi
      internet dan disebut pemasaran digital.
      Pemasaran digital adalah proses mempromosikan dan mencari pasar melalui
      media digital online menggunakan berbagai alat seperti jejaring social
      (Purwana,2017). Dengan pemasaran digital, dapat membantu penjual dalam
      menciptakan produk yang memiliki kualitas, pelayanan, serta memberikan
      pengalaman yang lebih baik bagi konsumen (Abdu,2018). Pemasaran digital
      digunakan untuk memperluas pemasaran dari cara konvensional menjadi serba
      digital untuk dijangkau konsumen secara tepat waktu dan fleksibel.

      Strategi Pemasaran


      Dalam menentukan keseluruhan misi dan tujuan perusahaan, diperlukan rencana
      strategis. Strategi pemasaran ini adalah wujud rencana yang terarah dalam
      pemasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Dalam pemasaran mengandung
      dua poin terpisah yang berhubungan erat, yaitu :
      a. Target KonsumStrategi Pemasaran
      Dalam menentukan keseluruhan misi dan tujuan perusahaan, diperlukan rencana
      strategis. Strategi pemasaran ini adalah wujud rencana yang terarah dalam
      pemasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Dalam pemasaran mengandung
      dua poin terpisah yang berhubungan erat, yaitu :
      a. Target Konsumen, yaitu kelompok konsumen yang homogeny, yang merupakan
      “sasaran” perusahaan.
      b. Bauran Pemasaran, yaitu variabel-variabel pemasaran yang dapat dikontrol yang
      dikombinasikan oleh perusahaan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
      Perusahaan tentu merancang bauran pemasaran terintegrasi yang terdiri dari
      (Product, Price, Place, Promosi).

      Pengerian Manajemen Pemasaran
      Seperti yang di kemukakan Kotler & Keller (2012), “ manajemen pemasaran
      termasuk ke dalam penganalisaan, pelasanaan, dan pengawasan program- program
      yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini sudah pasti sangat
      tergantung pada penawaran organisasi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
      pasar serta menentukan nilai harga, mengadakan komunikasi dan distribusi yang
      efektif untuk memberitahu, mendorong serta melayani pasaren, yaitu kelompok konsumen yang homogeny, yang merupakan
      “sasaran” perusahaan.
      b. Bauran Pemasaran, yaitu variabel-variabel pemasaran yang dapat dikontrol yang
      dikombinasikan oleh perusahaan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
      Perusahaan tentu merancang bauran pemasaran terintegrasi yang terdiri dari
      (Product, Price, Place, Promosi).

      1. Pengerian Manajemen Pemasaran
        Seperti yang di kemukakan Kotler & Keller (2012), “ manajemen pemasaran
        termasuk ke dalam penganalisaan, pelasanaan, dan pengawasan program- program
        yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini sudah pasti sangat
        tergantung pada penawaran organisasi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
        pasar serta menentukan nilai harga, mengadakan komunikasi dan distribusi yang
        efektif untuk memberitahu, mendorong serta melayani pasar

      Konsep Pemasaran


      Dalam konsepnya, pemasaran adalah proses untuk mencapai tujuan dari
      perusahaan dengan mengetahui dan menentukann kebutuhan, keinginan dan
      memberikan kepuasaan kepada konsumen guna produk yang dipasarkan dapat
      diterima dan menjadi pilihan utama target pasar. Perusahaan juga tentu harus
      memperhatikan kualitas produk yang merupakan titik sentral dari kegiatan
      pemasaran. Bagaimanapun hebatnya usaha dalam melakukan pemasaran dan harga
      yang baik jika tidak diikuti oleh produk yang berkualitas dan disenangi oleh
      konsumen maka kegiatan ini tidak akan berhasil. Inti dari pemasaran bukanlah
      mencari pelanggan yang tepat untuk produk yang diciptakan, melainkan
      menemukan produk yang tepat untuk pelanggan

      Pengertian Pemasaran


      Pemasaran merupakan ilmu dan seni dimana pribadi atau suatu organisai
      memperoleh apa yang mereka butuhkan dengan menciptakan, menawarkan dan
      mempertukarkan produk kepada pihak lain yang bertujuan untuk membangun
      hubungan dan memperoleh nilai dari konsumen. Menurut American Marketing
      Assosiation (AMA) , pemasaran adalah kapasitas hierarkis dan menyampaikan nilai
      kepada pembeli dan mengawasi hubungan klien yang hebat dengan cara yang
      menguntungkan organisasi dan investornya.

      Segmentation, Targeting dan Positioning


      Menurut Section & Hospital (2013) dalam jurnal yang membahas
      mengenai strategi marketing dijelaskan berikut pengertian segmentation,
      targeting, positioning:
      Segmentation (segmentasi) adalah bagian dari proses membagi pasar
      menjadi kelompok-kelompok konsumen yang lebih homogen, dimana
      setiap kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar untuk dicapai
      perusahaan dengan strategi bauran pemasarannya.
      Targeting (target) adalah memilih satu atau lebih segmen pasar yang
      akan dimasuki atau bagaimana cara perusahaan mengoptimalkan suatu
      pasar dan dalam penentuan target pasar perusahaan harus menggunakan
      konsep prioritas, variabilitas dan fleksibilitas.
      Positioning (posisi) adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
      perusahaan ketika mendesain produk-produk mereka sehingga dapat
      menciptakan kesan dan image tersendiri dalam pikiran konsumennya sesuai
      dengan yang diharapkan

      Content Marketing


      Content Marketing didefinisikan sebagai teknik pemasaran dalam membuat
      dan mendistribusikan konten yang konsisten, relevan, dan bernilai dengan tujuan
      menarik dan mendapatkan audiens sesuai target pasar yang telah disesuaikan
      (Content Marketing Instituate). Content Marketing dilakukan dengan tujuan
      membangun basis audiens yang turut membangun bisnis dan apa yang dilakukan
      oleh audiens dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Content marketing
      saat erat hubungannya dengan produk yang ditawarkan. Konten yang dipasarkan
      dapat diidentifikasi saat mampu menarik audiens. Saat terpapar, audiens tidak
      menghindari konten tersebut namun memungkinkan untuk melakukan actions
      sesuai tujuan yang direncanakan. Tujuan content marketing dilakukan adalah untuk
      mengedukasi audiens mengenai produk yang dipasarkan. Hal ini dipilih karena
      menjadi cara mudah karena dapat diakses melalui media digital berdasarkan
      penelusuran kata kunci di internet, mempelajari perilaku membaca di dunia digital,
      dan mengetahui cara menyusun konten internet yang menarik sekaligus mengikat
      (Ramadhayanti, 2021).
      Berikut adalah bagaian dari content marketing yang dilakukan oleh penulis
      selama melakukan jobdesknya :
      a) Content Pillar
      Konten pilar merupakan konsep dalam strategi konten digital marketing
      yang berfokus pada pembuatankonten utama yang berkualitas dan
      20
      terstruktur dengan baik. Konten utama inilah yang nantinya akan berfungsi
      sebagai landasan atau fondasi dalam pembuatan konten yang spesifik dan
      detail. Konten pilar dianalogikan sebagai pilar utama yang menopang
      struktur konten secara keseluruhan dan memastikan keselarasan antara
      berbagai konten yang dibuat. Menurut website
      (https://glints.com/id/lowongan/content-pillar-adalah/) konten pilar
      memiliki beberapa manfaat yaitu yang pertama, membantu menyusun
      strategi konten menjadi lebih terarah dan sistematis serta membantu dalam
      perencanaan ide. Kedua, meningkatkan konsistensi dan relevansi,
      memastikan konten yang dibuat sesuai dengan target audiens dan
      konsistensi dengan produk. Ketiga, Mengoptimalkan SEO, dengan adanya
      konten pilar struktur konten dapat menjadi rapi susunan navigasinya.
      Semakin jelas navigasi yang diberikan maka SEO berkerja dengan optimal.
      Keempat, Identitas brand menjadi lebih kuat dan konsisten, dengan adanya
      konten pilar yang terstruktur dan jelas dapat menavigasi audiens untuk
      mengikuti media sosial kita karena alasan yang kuat.
      b) Content Plan
      Content plan atau perencanaan konten adalah perencanaan pengembangan
      konten agar tujuan akhir dapat tercapai. Menurut
      (https://glints.com/id/lowongan/content-plan-adalah/) Fungsi content plan
      diantaranya adalah menentukan tujuan konten untuk meningkatkan brand
      awareness, mendorong penjualan, atau membangun komunitas online.
      Kedua, membuat ide dan kalender konten. Content plan menghasilkan ide
      konten yang kreatif dan menyusun jadwal untuk publikasi konten di
      platform media sosial yang ditentukan.

      Pasca Produksi


      Pasca produksi merupakan tahap akhir dari produksi dan lebih
      condong kepada proses publikasi konten dan analisa matriks setiap konten
      yang telah diupload. Publikasi dilakukan pada platform media sosial yang
      digunakan oleh FitAcademy yaitu Instagram dan TikTok. Proses publikasi
      melalui tahap review dan pengecekan kualitas terakhir. Pembuatan caption
      juga dilakukan pada tahap ini. Publikasi konten juga dilakukan dengan
      menambahkan fitur-fitur yang ada pada platform media sosial seperti
      polling, stiker, musik, dan lain sebagainya.
      Sedangkan analisa matriks dilakukan dalam satu minggu sekali
      setelah seluruh jenis konten dalam content pillar dipublikasikan. Rekap dan
      analisa juga dilakukan dalam satu bulan untuk mengetahui perkembanagan
      jenis konten yang diminati oleh audiens. Rekap berisi engagement,
      impression, reach yang dapat terlihat action yang dilakukan oleh audiens
      (Sukmawati, 2023:173)

      Media Sosial Sebagai Media Baru Komunikasi Pemasaran Kreatif


      Perkembangan infrastruktur dan kemudahan dalam mendapatkan akses
      internet dan perangkat pintar seperti smart phone maka membuka banyak peluang
      bagi pelaku industri kreatif untuk dapat memanfaatkan media sosial sebagai media
      memperkenalkan produk atau jasanya. Saat ini dapat banyak ditemui media sosial
      sebagai sarana perkembangan perekonomian. Media sosial sebagai media baru
      dapat memberi angin segar bagi Contoh nyata yang dapat dilihat adalah media
      sosial Facebook yang dulu berfungsi sebagai situs pertemanan dan pertukaran
      informasi, saat ini beralih fungsi sebagai lahan marketing bagi perusahaan kecil atau
      menengah. Tidak hanya Facebook, media sosial lain seperti Instagram, Blog, X,
      dan aplikasi marketplace kini menjadi jalur strategi komunikasi pemasaran yang
      dapat langsung dapat diterima oleh pengguna internet. Tidak heran, aktifitas digital
      yang sedang terjadi dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat
      dan memudahkan manusia dalam melakukan berbagai hal.
      Kehadiran media sosial dalam pemasaran era digital bisa dilihat dari dua
      sisi, yakni sisi pengiklan dan sisi pengguna media sosial. Dari sisi pengiklan, media
      sosial memberikan tawaran dengan konten yang beragam. Iklan tidak hanya bisa
      diproduksi dalam bentuk teks, tetapi juga audio, visual, sampai audio visual.
      Produksi iklan dan juga pemanfaatan media sosial juga cenderung membutuhkan
      biaya yang lebih murah dan target terhadap calon konsumen juga bisa ditentukan
      berdasarkan prosedur dari perangkat yang ada di media sosial (Nuriyanti, 2019).

      Bentuk Integrated Marketing Communication (IMC)


      Menurut jurnal Lubis & Sulviawati (2013) menjelaskan bahwa
      terdapat beberapa jenis bentuk utama dalam konsep Integrated Marketing
      Communication (IMC) yaitu :

      1. Iklan (Advertising)
        Iklan adalah bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu
        organisasi, produk, servis, atau ide yang dibayar oleh satu sponsor yang
        diketahui. Maksud dibayar dalam konteks tersebut adalah fakta bahwa
        ruang atau waktu bagi suatu pesan iklan pada umumnya harus dibeli.
        Sedangkan maksud nonpersonal berarti iklan pada umumnya tidak
        tersedia kesempatan untuk mendapatkan umpan balik yang segera dari
        penerima pesan kecuali dalam hal direct response advertising.
        Pemasangan iklan juga mempunyai pengaruh yang kuat karena iklan
        memungkinkan perusahaan untuk mendramatisasi produk-produknya
        melalui penggunaan citra visual, cetak, suara, dan warna yang cerdik
        (Darmawangsa, 2016). Media penyampaian pesan dalam periklanan
        terdapat dua jenis yaitu iklan Above The Line (ATL) dan Below The
        Line (BTL). Iklan media above the line adalah media yang bersifat
        massa dimana khalayak sasaran berjumlah besar dan pesan iklan
        menerpa secara serempak. Contohnya seperti iklan media cetak,
        majalah, surat kabar, televisi, film, tabloid, radio, internet. Sedangkan
        iklan below the line merupakan iklan yang menggunakan media khusus
        yaitu spanduk, poster, baliho, x-banner, point of purchase (POP),
        pamphlet, stiker, dan lain sebagainya. Untuk iklan jenis ini kegiatan
        promosi biasanya berupa pengadaan event.
      2. Promosi Penjualan (Sales Promotions)
        Jenis ini berorientasi pada aksi yang mendorong para pembeli untuk
        membeli atau paling sedikit mencoba produk ataupun jasa yang
        ditawarkan.
      3. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
        Kegiatan pemasaran langsung atau direct marketing dilakukan dengan
        cara mengirim surat secara langsung (direct mail) yang telah diterapkan
        juga pada internet.
      4. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
        Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan publik yang
        berbeda-beda.
      5. Sponsorship
        Sponsorship bertujuan untuk membantu pihak lain dengan sungguh
        sungguh secara terus menerus untuk mencapai tujuan khusus dari
        sebuah tujuan komunikasi.
      6. Pameran (Exhibition)
        Sebuah media yang yang membawa seluruh pasar (pembeli, penjual dan
        kompetitor) berada pada satu tempat untuk beberapa hari. Disini para
        pnejual produk dan jasa bertemu dan mendemontrasikan atau
        mencobanya serta mendapatkan kontak baru dalam pengambilan
        keputusan yang berjumlah besar dalam satu waktu yang singkat.

      Integrated Marketing Communication (IMC)


      Terdapat beberapa pengertian mengenai Integrated Marketing
      Communication menurut ahli. Menurut jurnal Fajar (2017) seorang ahli
      bernama Fitzerpatrik, Integrated Marketing Communication adalah sebuah
      langkah yang melalui satu pendekatan terintegrasi untuk mencapai efisiensi
      melalui sinergi dengan memadukan fungsi-fungsi komunikasi yang berbeda
      sehingga organisasi dapat berbicara dengan satu suara dan satu pandangan.
      Sedangkan menurut Smith, P.R & Ze Zook Integrated Marketing
      Communication merupakan bentuk dari komunikasi pemasaran yang
      terpadu dalam sebuah organisasi. Semua organisasi modern baik perusahaan
      bisnis maupun nirlaba, menggunakan berbagai bentuk komunikasi
      pemasaran untuk mempromosikan apa yang mereka tawarkan dan mencapai
      tujuan finansial maupun non finansial. Bentuk utama dari komunikasi
      pemasaran meliputi : 1. Iklan (advertising), 2. tenaga penjualan (sales
      promotion), 3. Pemasaran langsung (direct marketing), 4. Hubungan
      masyarakat (public relations), 5. Sponsorship, 6. Pameran (exhibitions), 7.
      Kemasan (packaging), 8. Merchandising, 9. Selling & sales manajemen, 10.
      Media sosial dan Websites.

      Komunikasi Pemasaran Digital (Digital Marketing Communication)


      Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah kegiatan
      komunikasi yang menggunakan media digital untuk menyampaikan pesan kepada
      konsumen dan bertujuan untuk membawa perubahan yang diinginkan dalam aspek
      pengetahuan, sikap dan perubahan. (Ri’aeni, 2017). Komunikasi pemasaran
      dimaksudkan semata-mata untuk menyampaikan pesan mengenai produk yang
      ditawarkan, sehingga tepat sasaran. Didalamnya terdapat beberapa unsur yang
      dapat dikatakan komunikasi pemasaran yang efektif yaitu 1) Mengidentifikasi pasar
      sasaran, 2) Menentukan tujuan penyampaian produk, 3) Merancang pesan
      komunikasi, 4) Memilih saluran komunikasi, 5) Menetapkan anggaran biaya
      promosi, 6) Memutuskan bauran media, 7) Mengukur hasil promosi, 8) Mengelolah
      proses komunikasi pemasaran terintegrasi (Mikke, Vekky, 2020).
      Seiring perkembangan zaman, komunikasi pemasaran mengalami adaptasi
      dengan adanya penggabungan sistem antara konvensional dan digital sehingga
      terkonversi menjadi komunikasi pemasaran digital (digital marketing). Digital
      Marketing adalah media yang di gunakan untuk mempromosikan merek atau
      produk seseorang. Dengan memanfaat kan digital marketing, maka seseorang akan
      mendapat keuntungan dari bisnis yang di jalankan (Ri’aeni, 2017). Digital
      Marketing saat ini lebih banyak memanfaatkan internet yang digunakan sebagai
      media utama promosi produk yang dijual. Dengan adanya digitalisasi pada
      pemasaran, proses promosi dan jual beli menjadi praktis dan efisien

      Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Penjualan


      Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Swastha dan
      Irawan adalah sebagai berikut:
      a. Kondisi dan kemampuan penjual
      Disini penjual harus dapat meyakinkan kepada pembelinya agar dapat
      berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.Untuk maksud
      tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat
      berkaitan dengan jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan harga
      produk dan syarat penjualan.
      b. Kondisi Pasar
      Adapun faktor-faktor kondisi pasar, kelompok pembeli, daya belinya,
      frekuensi pembeliannya , keinginan dan kebutuhannya.
      c. Modal
      Untuk memperkenalkan barang kepada pembelinya maka penjual
      memerlukan sarana serta usaha seperti: alat transportasi, tempat peragaan
      baik didalam perusahaan maupun diluar perusahaan, usaha promosi, dan
      sebagainya. Dan semua ini hanya dapat dilakukan oleh penjual apabila
      memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk melaksanakan maksud
      tersebut.
      d. Kondisi Organisasi perusahaan
      Biasanya didalam perusahaan besar masalah penjualan ditangani oleh
      bagian penjualan yang dipegang orang-orang tertentu/ahli dibidang
      penjualan. Lain halnya perusahaan kecil, masalah penjualan ditangani
      oleh orang yang juga melakukan fungsifungsi lain.
      e. Faktor lain
      Faktor-faktor lain, seperti periklanan, peragaan, kampanye pemberian
      hadiah, sering mempengaruhi penjualan

      Cara Meningkatkan Penjualan


      Meningkatkan penjualan produk atau jasa, dalam jangka panjang akan
      bergantung pada serangkaian sesuatu promosi yang paling mendasar.
      a) Produk
      Produk artinya kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh
      perusahaan kepada pasar sasaran yang merupakan salah satu faktor yang
      mempengaruhi pemasaran termasuk penjualan yang berada di dalam
      perusahaan.
      b) Harga Jual
      Faktor harga jual merupakan hal-hal yang sangat penting dan
      mempengaruhi penjualan atas barang atau jasa yang dihasilkan. Apakah
      barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan dapat dijangkau oleh
      konsumen sasaran.
      c) Mutu
      Mutu dan kualitas barang merupakan salah satu faktor yang
      mempengaruhi meningkatkan penjualan. Dengan mutu yang baik maka
      konsumen akan tetap loyal terhadap produk dari perusahaan tersebut.
      Begitu pula sebaliknya apabila mutu produk yang ditawarkan tidak bagus
      maka konsumen akan berpaling pada produk lain

      Kesalahan Dalam Digital Marketing


      Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para marketer online
      yang mempraktekkan strategi marketing ini yaitu:
      a. Tidak memberikan respon terhadap feedback yang datang di sosial
      media. Salahsatu kesalahan utama yang banyak dilakukan online
      marketer adalah tidak menjawab komentar, saran atau pertanyaan yang
      diajukan oleh orang-orang melalui website, blog atau akun sosial media
      mereka. Gagal untuk memberikan respond untuk semua feedback. Ini
      berarti mereka gagal untuk menjalin hubungan dengan para calon
      konsumen dan bisa menurunkan tingkat kepercayaan.
      b. Terlalu berpusat pada promosi produk dan bukan pada konsumen.
      Membuat post mengenai produk atau penawaran yang sedang ada tentu
      saja perlu dilakukan tapi bila hal ini terus menerus dilakukan maka para
      calon konsumen akan jenuh. Tingkatkan kualitas post yang ada dengan
      melibatkan konten yang menarik dan akan membuat para pembaca
      tertarik untuk datang lagi baik dengan menyediakan cerita, menulis
      artikel bermanfaat, menggunakan humor dan masih banyak lagi.
      c. Tidak mengakui kesalahan. Sebuah bisnis tidak lepas dari kesalahan dan
      bila hal itu terbukti maka sebaiknya pemilik bisnis maju untuk mengakui
      kesalahan dan melakukan perbaikan untuk hal tersebut. Tidak akan ada
      gunanya untuk menyangkal atau bahkan mencoba memutarbalikkan fakta
      karena hal itu akan lebih memperburuk suasana.
      d. Membawa konten yang sudah pernah dibahas sebelumnya. Pastikan
      untuk selalu membawa hal-hal baru dalam setiap konten, sesuatu yang
      menarik yang sebelumnya tidak pernah dibahas dan hal ini akan
      membawa pada kesuksesan

      Jenis – Jenis Digital Marketing


      a. Push digital marketing
      Menurut Chaffey, dan Smith menentukan strategi pemasaran bisa
      menggunakan konsep marketing mix yang artinya suatu kerangka kerja
      yang menyiapkan konseptual membantu pemasar untuk menstruktur
      pendekatan mereka kepada setiap pasar. Ini harus diterapkan kembali
      dalam dunia online. Marketing mix ini dibagi menjadi 5P yaitu sebagai
      berikut :

      1. Product (Content, Customisation, Community)
        Pelayanan yang baru melalui media digital marketing yang sudah
        dibangun dapat memberikan pengalaman yang bagus pada pelanggan
        mengenai merek yang dijual perusahaan, contohnya penyediaan
        pelayanan pelanggan secara online, penyediaan informasi yang lengkap
        tentang produk dan membentuknya komunitas melalui media internet,
        dan juga menambah nilai pada produk/jasa yang ditawarkan.
      2. Price (Cost reduction)
        Penawaran harga yang lebih murah dalam melalui media internet,
        seperti memberi diskon pada barang yand di beli secara Online atau
        layanan extra dalam pembelian pada jumlah tertentu.
      3. Place
        Media internetdapat menyediakan channel yang baru dan relatif lebih
        praktis untuk digunakan dalam berinteraksi dan juga berkomunikasi
        dengan perusahaan.
      4. Promotion
        Media Internet telah menyediakan kesempatan dan juga kemudahan
        kepada perusahaan untuk melakukan promosi dengan cepat, murah dan
        juga dapat menjangkau masyarakat yang luas secara efektif. Yang
        terutama dalam mix promosi ini adalah mengkombinasikan alat yang
        sudah tersedia untuk dapat membantu keberhasilan digital marketing
        yang telah diluncurkan
      5. Physical evidence, People
        Process Poin marketing mix berikut ini merupakan sangat penting
        perannya karena dalam membentuk pengalaman bagi pelanggan. People
        ini berperan penting karena dalam mensukseskan pelayanan pelanggan,
        process dan physical berperan penting dalam mengembangkan digital
        marketing di karenakan kualitas proses dan feedback dari
        pelanggannya. Sehingga dalam mengembangkan digital marketing yang
        baik, marketing mix ini harus di perhatikan dan di utamakan

      Pengertian Digital Marketing


      Konsep digital marketing berasal dari internet dan mesin pencari
      (search engines) pada situs. Ketika penggunaan internet meledak di tahun
      2001, pasar didominasi oleh google dan yahoo sebagai search engine
      optimization (SEO). Penggunaan pencarian melalui internet berkembang
      pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 penggunaan perangkat mobile
      meningkat drastis yang juga meningkatkan penggunaan internet dan
      masyarakat dari berbagai penjuru dunia mulai berhubungan satu sama lain
      melalui media sosial.
      Digital marketing didefinisikan sebagai kegiatan marketing termasuk
      branding yang menggunakan berbagai media web seperti blog, website, e-
      mail, adword, ataupun jejaring sosial. Digital marketing sebagai media
      promosi bertujuan untuk menyampaikan atau menyebarluaskan atau
      memasarkan tentang suatu pro duk sehingga dapat memengaruhi konsumen
      untuk membelinya.
      Definisi digital marketing menurut American Marketing Association
      (AMA) adalah aktivitas, institusi, dan proses yang difasilitasi oleh teknologi
      digital dalam menciptakan, mengomunikasikan, dan menyampaikan
      nilaionilai kepada konsumen dan pihak yang berkepentingan lainnya.
      Chaffey mendefinisikan digital marketing sebagai penggunaan teknologi
      untuk membantu aktivitas pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan
      pengetahuan konsumen dengan cara menyesuaikan dengan kebutuhan
      mereka.
      Digital marketing didefinisikan juga sebagai kegiatan pemasaran yang
      menggunakan media berbasis internet. Internet adalah alat yang cukup
      berpengaruh untuk bisnis. Roger dalam Rahardjo mengungkapkan ciriociri
      internet adalah sebagai berikut:

      1. Interactivity, kemampuan perangkat teknologi memfasilitasi komunikasi
        antar individu seperti bertatap muka langsung. Komunikasi terjalin
        sangat interaktif sehingga para partisipan bisa berkomunikasi dengan
        lebih akurat, efektif, dan memuaskan.
      2. Demassification, pesan dapat dipertukarkan kepada partisipan yang
        terlibat dalam jumlah besar.
      3. Asynchronous, teknologi komunikasi mempunyai kemampuan untuk
        mengirimkan dan menerima pesan pada waktu yang dikehendaki setiap
        peserta. Media sosial memungkinkan pelaku usaha untuk mencapai
        konsumen dan membangun hubungan yang lebih personal.
        Zhu dan Chen membagi media sosial ke dalam dua kelompok sesuai dengan
        sifat dasar koneksi dan interaksi:
      4. Profile based, yaitu media sosial berdasarkan profil yang fokus kepada
        anggota individu. Media sosial kelompok ini mendorong koneksi yang
        terjadi karena individu tertarik kepada pengguna media sosial tersebut
        (Facebook, Twitter, WhatsApp).
      5. Content based, yaitu media sosial yang fokus kepada konten, diskusi, dan
        komentar terhadap konten yang ditampilkan. Tujuan utamaya adalah
        menghubungkan individu dengan suatu konten yang disediakan oleh
        profil tertentu karena individu tersebut menyukainya (youtube,
        instagram, pinterest). Media sosial telah membuka pintu bagi pelaku
        usaha untuk berkomunikasi dengan jutaan orang mengenai produk
        mereka dan telah menciptakan peluang pemasaran baru

      Indikator Kepuasan Konsumen


      Sedangkan menurut Tjiptono dalam Indrasari (2019:92) menyatakan program
      kepuasan memiliki beberapa indikator- indikator yakni:

      1. Kesesuaian harapan
        Merupakan tingkat kesesuaian antara kinerja jasa yang diharapkan oleh konsumen
        dengan yang dirasakan oleh konsumen
      2. Minat bekunjung kembali
        Merupakan kesediaan konsumen untuk berkunjung kembali atau melakukan
        pemakaian ulang terhadap jasa terkait.
      3. Kesediaan merekomendasikan
        Merupakan kesediaan konsumen untuk merekomendasikan jasa yang telah
        dirasakan kepada teman dan keluarg

      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen


      Kepuasan pelanggan memiliki banyak manfaat bagi perusahaan. Oleh sebab itu,
      perusahaan juga harus memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
      kepuasan.
      Menurut Kotler dan keller dalam Indrasari (2019:90), menyatakan terdapat lima faktor
      yang mempengaruhi tingkat kepuasan yaitu:

      1. Kualitas produk dan jasa
        Konsumen akan merasa puas bila hasil evaluasi menunjukkan bahwa produk dan
        jasa yang mereka gunakan berkualitas.
      2. Kualitas pelayanan
        Terutama untuk industri jasa. Konsumen akan merasa puas bila mereka
        mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan. Dalam
        dunia persaingan bisnis, para pembisnis terus bersaing untuk mendapatkan
        konsumen yang loyal terhadap usaha mereka.
      3. Emosional
        Konsumen akan mersa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain akan
        kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan jasa dengan merek tertendu
        yang cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebiih tinggi

      Kepuasan Konsumen


      Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan
      (kinerja atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Konsumen dapat
      mengalami salah satu dari tiga tingkat kepuasan umum yaitu kalau kinerja di bawah
      harapan, konsumen akan merasa kecewa tetapi jika kinerja sesuai dengan harapan
      pelangganakan merasa puas dan apa bila kinerja bisa melebihi harapan maka
      pelanggan akan merasakan sangat puas senang atau gembira.
      Kotler dan Keller (2018:138), menyatakan bahwa kepuasan konsumen adalah
      perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul karena membandingkan kinerja
      yang dipersepsikan produk (atau hasil) terhadap ekspetasi mereka. Kepuasan
      konsumen juga menjadi salah satu penentu keberlangsungan hidup suatu bisnis,
      sedangkan Sedangkan menurut Tjiptono (2019:76), kepuasan konsumen dapat
      diartikan sebagai perbandingan antara harapan atau ekspektasi sebelum pembelian dan
      presepsi terhadap kinerja setelah pembelian. Menurut Kotler dan Keller dalam
      Indrasari (2019:82-83) mengatakan bahwa kepuasaan konsumen adalah perasaan
      senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil)
      produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang di harapkan. Memuaskan kebutuhan
      konsumen adalah keinginan setiap perusahaan. Selain faktor penting bagi
      kelangsungan hidup perusahaan, memuaskan kebutuhan konsumen dapat
      meningkatkan keunggulan dalam persaingan.

      Jenis – jenis promosi


      Adapun pengelompokan jenis-jenis promosi penjualan menurut Kotler dan
      Keller (2016:623)

      1. Promosi konsumen (consumer promotion)
        adalah upaya mendorong pembelian unit-unit yang lebih besar, meciptakan
        pengujian produk di antara nion pemakai, dan menarik orang beralih merek dari
        pesaing. Alat yang di gunakan seperti sample, kupon, penawaran uang kembali,
        pengurangan harga, hadiah, premi, peragaan, stiker.
      2. Promosi dagang (trade promotion)
        adalah upaya membujuk pengecer menjual produk baru dan mempunyai tingkat
        persediaan dan mendorong pembelian di luar musim. Alat yang digunakan seperti
        jaminan pembelian, hadiah barang, iklan bersama, kerja sama iklan dan
        pemajangan, pengembalian uang, kontes penjualan para penyalur.
      3. Promosi wiraniaga (sales force promotion)
        adalah upaya mendorong dukungan terhadap produk atau model baru dan
        mendorong pencarian calon pelanggan yang lebih banyak. Alat yang digunakan
        seperti memberi bonus, kontes dan kereta penjualan

      Promosi


      Promotion adalah suatu tindakan yang diambil untuk meningkatkan
      perkembangan sesuatu. Pengembangan pemasaran berbeda dengan pekerjaan,
      pemasaran menekankan pada pengembangan diri suatu merek, produk atau
      perusahaan.
      Laksana (2019:129) “promosi adalah suatu komunikasi dari penjual dan
      pembeli yang berasal dari informasi yang tepat yang bertujuan untuk merubah sikap
      dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga
      menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut, sedangkan menurut Kotler dan
      Amstrong (2017:177) berpendapat promosi ialah insentif jangka pendek untuk
      meningkatkan penjualan maupun pembelian produk atau jasa. Kemudian menurut
      Praestuti (2020:65) menyatakan bahwa, promosi merupakan sebuah upaya bujukan
      (persuasi) yang digunakan untuk membujuk atau mendorong konsumen untuk mau
      membeli produk maupun jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Kemudian
      Suryati (2019:60), promosi merupakan alat yang diandalkan untuk memastikan bahwa
      audiens sasaran mengikuti tawaran anda, mereka per

      . Indikator Digital Marketing


      Menurut Aryani, (2021) pengukuran indikator pada variabel digital marketing
      akan mendefinisikan 6 indikator dari sebagai berikut :

      1. Accessibility (Aksesibilitas)
        Accessibility adalah kemampuan bagi pengguna untuk mengakses informasi dan
        layanan yang diberikan secara daring, termasuk dalam konteks periklanan Istilah
        aksesibilitas biasanya terkait dengan cara di mana pengguna dapat mengakses situs
        media sosial.
      2. Interactivity (Interaktivitas)
        Interaktivitas merujuk pada tingkat komunikasi dua arah yang mencerminkan
        kemampuan responsif antara pengiklan dan konsumen, serta kemampuan untuk
        merespons input yang diterima.
      3. Entertaiment (Hiburan)
        Entertainment mengacu pada kemampuan periklanan untuk memberikan
        kesenangan atau hiburan kepada konsumen. Secara umum, banyak iklan yang
        menawarkan hiburan sambil menyertakan pesan-pesan informasi.
      4. Credibility (Kepercayaan)
        Credibility merujuk pada tingkat kepercayaan konsumen terhadap iklan online,
        atau seberapa dipercayainya iklan dalam memberikan informasi yang dianggap
        dapat dipercaya, tidak memihak, memiliki kompetensi, kredibilitas, dan kejelasan
        yang spesifik.
      5. Irritation (Kejengkelan)

      Manfaat Digital Marketing


      Manfaat dari digital marketing menurut Chole dan Dharmik (2018), Sebagai
      berikut :

      1. Melalui situs social, channels media, dan personal email menjadi tidak mahal.
        Informasi Produk dan Layanan yang Transparan Dengan adanya informasi digital
        yang hanya membutuhkan sekali klik (internet) sehingga masyarakat mampu
        mendapatkan informasi yang detail, jelas dan transparan mengenai produk atau
        servis.
      2. Kemudahan update informasi produk atau jasa, sehingga pelanggan dapat
        memperoleh pembaharuan langsung. Pelanggan dapat memperoleh pembaharuan
        informasi dengan mudah dan cepat mengenai produk atau jasa dengan tersedianya
        pembaruan informasi produk atau jasa yang terus ditingkatkan secara
        berkelanjutan.
      3. Analisis Komparatif dengan pesaing, mudah untuk membandingkan produk atau
        jasa sendiri dengan produk orang lain. Kemajuan teknologi yang terjadi saat ini
        memberikan kemudahan bagi sebuah pemilik usaha yang melakukanpemasaran
        secara digital untuk membandingkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan
        produk atau jasa dari perusahaan lain. Hal ini dapat membantu dalam meningkatkan
        kualitas produk atau jasa sendiri.
      4. Biaya lebih murah. Dengan bantuan digital, biaya yang diperlukan untuk
        mempromosikan produk atau jasa.

      Digital Marketing


      Digital marketing merupakan sistem pemasaran yang saat ini banyak digunakan
      oleh perusahaan untuk memperkenalkan produk maupun jasa. Dengan adanya digital
      marketing akan semakin memperdalam literasi terhadap teknologi informasi sehingga
      akan memudahkan kita mendapatkan, membeli atau memasarkan barang atau jasa
      secara mudah.
      Menurut Rachmadi (2020:3), digital Marketing, Pemasaran digital adalah
      produk populer yang menghasilkan media digital dan media digital. Media yang biasa
      digunakan untuk pemasaran digital memisahkan situs web, media sosial, pemasaran
      email, pemasaran video, iklan dan lain-lain, sedangkan menurut Rachmadi dalam
      Khoziyah dan Lubis (2021:40), digital marketing adalah teknologi dalam memasarkan
      produk serta layanan dengan memanfaatkan media digital, sedangkan menurut
      Muljono (2018:5) digital marketing merupakan internet dan teknologi informasi
      sebagai media pemasaran. Kebutuhan untuk menggunakan media internet sebagai
      media pemasara untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing tradisional.
      Definisi ini berkonsentrasi pada seluruh marketing tradisional. Kemudian digital
      marketing diartikan sebagai kegiatan marketing yang menggunakan berbagai media
      berbasis web (Saputra et al., 2020). E-marketing merupakan suatu proses pemasaran
      yang menggunakan teknologi komunikasi elektronik, khususnya internet.

      Fungsi manajemen pemasaran


      Menurut Panjaitan (2018:19), ada tiga fungsi Manajemen Pemasaran, sebagai
      berikut :

      1. Perencanaan pemasaran
        Perencanaan segala sesuatu sebelum melakukan kegiatan pemasaran yang meliputi
        tujuan, strategi, kebijaksanaan, dan taktik yang akan dijalankan.
      2. Implementasi pemasaran
        Implementasi pemasaran adalah proses yang mengubah strategi dan rencana
        pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran. Implementasi
        mencakup aktivitas sehari-hari secara efektif dalam pelaksanaan rencana
        pemasaran. Kegiatan ini dibutuhkan tindakan yang menarik semua orang atau
        semua aktivitas serta struktur organisasi formal yang dapat memainkan peranan
        penting dalam mengimplementasikan strategi pemasaran.
      3. Pengendalian/evaluasi kegiatan pemasaran
        Usaha memberikan petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu bertindak
        sesuai dengan rencana

      Definisi Manajemen Pemasaran


      Pemasaran merupakan kriteria sukses dari suatu perusahaan, bahkan manajemen
      pemasaran merupakan benefit generating process bagi perusahaan, sedangkan fungsi
      manajerial yang lainnya adalah cost generating process. Pemasaran juga merupakan
      solusi baik bagi perusahaan agar kelanjutan bisnisnya terus berkembang maupun
      masyarakat konsumen yang terpenuhi kebutuhan, keinginan, dan permintaannya.
      Menurut Basu Swastha (2018:5) pemasaran merupakan kegiatan manusia yang
      diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia melalui
      proses pertukaran.
      Menurut Sudarsono (2020:2), manajemen pemasaran adalah proses
      perencanaan, pelaksanaan (yang meliputi pengorganisasian, pengarahan, dan
      koordinasi) operasi pemasaran di dalam perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi
      secara efisien dan efektif

      Pengertian Keputusan Pembelian


      Menurut Kotler dan Keller (2015: 170), proses psikologis dasar yang
      kita amati memiliki peran penting dalam keputusan pembelian konsumen.
      Perusahaan mencoba untuk sangat memahami proses keputusan pembelian
      melalui semua pengalaman dari saat mencari tahu informasi, memilih,
      menggunakan, dan sampai menempatkan sebuah produk. Konsumen
      memiliki pereferensi diantara semua pilihan merek yang ditetapkan dan bisa
      juga membentuk intensitas pembelian dari merek yang paling disukai.
      Dari penjelasan diatas, keputusan pembelian merupakan kegiatan
      individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk
      melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh
      penjual.

      Pengertian Keputusan


      Menurut Amirullah dalam jumal Lili Widyawati (2015), keputusan
      dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai
      altematif sesuai dengan kepentingan-kepentingan tertentu dengan
      menetapkan suatu pilihan yang di anggap paling menguntungkan

      Dimensi Harga


      Menurut Kotler dan Armstrong dalam dalam jurnal Riyono dan Gigih
      Erlik Budiharja (2016:10), beberapa dimensi yang bisa menjadi ciri suatu
      harga diantaranya yaitu:
      (1) Keterjangkauan harga
      Konsumen bisa mencapai harga yang ditetapkan oleh
      perusahaan. Produk-produknya biasanya memiliki beberapa jenis
      dalam satu merek, dan harganya pun berbeda-beda dari yang paling
      murah sampai yang paling mahal. Dengan harga yang ditetapkan,
      banyak konsumen yang membeli produk/jasa tersebut, karena harga
      tersebut sesuai dengan keterjangkauan masing-masing konsumen dan
      variasi harga tergantung jenis barang yang dipilih.
      (2) Kesesuaian harga dengan kualitas
      Harga sering dijadikan indikator kualitas bagi konsumen.
      Orang sering kali memilih harga yang lebih tinggi di antara dua
      produk karena mereka melihat perbedaan kualitas. Namun, ada juga
      produk yang membayar harga lebih rendah untuk menciptakan citra
      tertentu. Konsumen akan dinilai apakah harga sesuai dengan kualitas,
      meskipun harga sesuai dengan hasil yang diinginkan.
      (3) Daya saing harga
      Konsumen sering membandingkan harga suatu produk
      dengan produk lainnya. Dalam hal ini, konsumen memperhitungkan
      tingginya harga suatu produk ketika mereka membeli produk tersebut.
      Selain membandingkan dengan produk pesaing, konsumen seringkali
      tertarik dengan potongan harga yang ditawarkan produk tersebut.
      (4) Kesesuain harga dengan manfaat
      Jika konsumen merasa bahwa nilai produk lebih kecil dari
      uang yang dikeluarkan, konsumen akan berpikir bahwa produk
      tersebut mahal dan akan berpikir dua kali untuk mengulang
      pembelian

      Menentukan Harga


      Menurut Kotler dan Keller (2018:389) sebuah perusahaan harus
      menentukan harga untuk pertama kali ketika sedang mengembangkan produk
      baru. Ada 6 langkah yang harus dilakukan untuk menentukan suatu harga,
      sebagai berikut :
      (1) Menetapkan harga objektif
      Perusahaan pertama kali memutuskan dimana dia ingin menempatkan
      posisi di penawaran pasar. 5 hal utama adalah keselamatan,
      memaksimalkan keuntungan saat ini, memaksimalkan pangsa pasar,
      memaksimalkan market skimming, dan kepemimpinan kualitas produk.
      (2) Menentukan Permintaan
      Setiap harga akan menuju tingkat permintaan yang berbeda dan memiliki
      pengaruh yang berbeda pada tujuan pemasaran perusahaan. 3 isu utama
      mengenai penetapan permintaan adalah sensitivitas harga, perkiraan
      kurva permintaa, dan elastisitas harga permintaan.
      (3) Memperkirakan Harga
      Permintaan ditetapkan pada batas atas harga yang diberikan perusahaan
      yang bisa diubah untuk produk tersebut, sedangkan biaya ditetapkan pada
      batas bawah. 3 hal yang harus diperhatikan untuk memperkirakan harga
      adalah tipe biaya dan tingkat produksi, akumulasi produksi, dan target
      biaya.
      (4) Menganalisa biaya, harga, dan penawaran pesaing
      Selama dalam jangka yang memungkinkan, harga ditentukan oleh
      permintaan pasar dan biaya perusahaan dimana perusahaan harus
      mengambil biaya, harga, dan reaksi harga yang masuk akal.
      (5) Menentukan metode penetapan harga
      Ada 6 metode untuk melakukan penetapan harga, diantaranya adalah
      Markup Pricing, Target-Return Pricing, Perceived-Value Pricing, Value
      Pricing, Going-Rate Pricing, dan Auction-type Pricing.
      (6) Menentukan harga akhir
      Metode penetapan harga memperkecil pilihan dimana perusahaan dapat
      memutuskan harga akhir. Dalam menetapkan harga akhir, perusahaan
      harus mempertimbangkan faktor tambahan termasuk dampak dari
      aktivitas pemasaran lainnya, kebijakan penetapan harga perusahaan,
      keuntungan dan risiko harga. Kualitas relatif, dan dampak dari harga
      pesaing

      Pengertian Harga


      Kotler & Amstrong (2018:308) mendefinisikan bahwa : “Price the
      amount of money charged for a product or service, or the sum of the value
      that customers exchange for the benefits or having or using the product or
      service.” Artinya harga merupakan sejumlah uang uang yang dikeluarkan
      untuk sebuah produk atau jasa, atau sejumlah nilai yang ditukarkan oleh
      konsumen untuk memperoleh manfaat atau kepemilikan atau penggunaan
      atas sebuah produk atau jasa)

      Pengertian kesadaran merek


      Menurut Durianto, dkk (2017:54) kesadaran merek adalah kesanggupan
      seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali suatu
      merek sebagai bagian dari suatu kategori produk atau jasa terbaru. Kesadaran
      merek sangat berpengaruh pada keputusan pembelian dan juga dapat
      meningkatkan penjualan. Berdasarkan penjelasan diatas, penulis
      menyimpulkan membangun kesadaran merek dapat melalui sosial media,
      konten pemasaran, pemasaran video, influencer, acara pemasaran, sponsor,
      dan lain sebagainya. Brand awareness memiliki beberapa tingkatan dari
      tingkatan yang paling rendah (tidak menyadari brand) sampai tingkatan yang
      paling tinggi yaitu Top of Mind (Aaker 2018:91).

      Dimensi Pemasaran Digital


      Pemasaran digital sangatlah penting di era 4.0 dimana segalanya telah
      digitalisasi atau menggunakan elektronik dan internet. Pemasaran digital
      sangat efektif untuk menjangkau para konsumen. Menurut Aditya M Salya
      (2010: 4), disebutkan beberapa alat yang dapat digunakan dalam internet /
      pemasaran digital, antara lain:
      (1) Website, yaitu membuat website perusahaan atau organisasi yang
      bertujuan untuk memberikan informasi penting dan menarik kepada
      konsumen.
      (2) Search Engine Marketing, yaitu pemanfaatan business directory
      untuk menjaring pengunjung dengan berkerjasama dengan search
      engine. seperti: Google dan yahoo.
      (3) Web Banner, yaitu membuat kotak atau bendera iklan yang menarik
      di dalam suatu website perusahaan atau organisasi.
      (4) Social Networking, yaitu masuk ke dalam suatu forum sosial gratis
      (social media) yang membahas akan suatu topik-topik terkini. seperti:
      WordPress, Facebook dan Twitter.
      (5) Email Marketing, yaitu menyebarkan pesan promosi langsung ke
      email sasaran. Dengan menggunakan strategi mailing list atau
      menggunakan database email dari program ECRM (Electronic
      Customer Relationship Management).
      (6) Viral Marketing, yaitu menggunakan metode viral, yang membuat
      pengunjung mau dan tertarik untuk terus berkunjung.
      (7) Affiliate Marketing, yaitu berafiliasi dengan website suatu perusahaan
      atau organisasi yang berbasis pada metode pay per click. Online
      Avdvertising.Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran merek
      yang berperan besar dalam pemasaran.

      Pengertian Pemasaran Digital


      Dedi Purwana (2017:2) digital marketing merupakan kegiatan pemasaran
      yang menggunaan media digital dengan menggunakan internet yang
      memanfaatkan media berupa web, social media, e-mail, database,
      mobile/wireless dan digital tv guna meningkatkan target konsumen dan untuk
      mengetahaui profil, perilaku, nilai produk, serta loyalitas para pelanggan atau
      target konsumen untuk mencapai tujuan pemasaran.
      Menurut American Marketing Association (dalam Claesson & Jonsson,
      2017, p.7) mendefinisikan pemasaran sebagai sebuah aktifitas, kumpulan
      institusi, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan,
      menyampaikan, dan menawarkan pertukaran yang memiliki nilai bagi
      pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat luas. menghabiskan waktu di online

      Jenis-Jenis Digital Marketing


      Adapun jenis-jenis digital marketing menurut (kelly Sawlani, SE. & Dhiraj, 2021)
      1) Banner Advertisement (iklan melalui banner), iklan melalui banner ini berupa
      file grafis yang mempunyai ukuran yang diberi nama pixel untuk diposting
      pada website penyedia iklan. Banner dibuat semenarik mungkin agar calon
      pembeli melirik dan membeli produk yang di tawarkan dengan cara mengklik
      iklan dan mengarah ke website atau media sosial produk tersebut.
      2) Sponsorship (sponsor), dengan melakukan kegiatan sponsorship sangat
      membantu dalam pemasaran digital karena peserta dari kegiatan dapat
      memikat calon pembeli agar mau dan bersedia membeli produk yang telah di
      tawarkan dan dapat meningkatkan penjualan.
      3) Classified Listings (daftar produk terklasifikasi), jenis digital marketing ini
      adalah mengklasifikasi produk yang telah di sebar di surat kabar, koran
      maupun majalah. Klasifikasi online adalah terbilang cara yang sangat baik
      digunakan untuk memposting bisnis yang telah ditujukan kepada orang-orang
      yang ingin membeli produk tersebut. Keunggulan dari klasifikasi online yaitu
      dapat mempermudah konsumen dalam mencari dan melihat produk dengan
      cepat dan tepat yang telah di tawarkan.
      4) Email Marketing (pemanfaatan email), jenis digital marketing ini adalah berupa
      pemasaran dengan memanfaatkan email guna untuk melakukan penyebaran
      iklan dimana ada 2 cara atau tahap. Tahap pertama dengan menempatkan
      iklan atau pesan dalam email newslatter. Tahap kedua dengan mengirimkan
      email penawaran kepada calon konsumen
      5) Partnertship/affiliate marketing (pemasaran metode afiliasi), metode jenis ini
      merupakan pemanfaatan untuk mengiklankan. Para pebisnis yang menjual
      produk atau jasanya dengan menggunakan cara online. Dengan metode ini
      melibatkan beberapa orang atau penjual produk atau jasa yang ada.
      6) Search engine marketing (pemasaran menggunakan mesin pencari), metode
      ini biasanya digunakan untuk mencari informasi melalui google, yahoo dan
      sebagainya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencari informasi tetapi
      para pelaku bisnis harus memastikan bahwa situs yang dimilikinya terdaftar
      atau terlampir dalam mesin pencari google, yahoo dan sebagainya.
      7) Social media (metode pemasaran menggunakan situs jejaring media sosial),
      dengan banyaknya berbagai situs media sosial yang ada seperti facebook,
      twitter, instagram, my space dan lain-lain, merupakan senjata yang bisa
      digunakan untuk melakukan pemasaran melalui jejaring sosial. Begitu banyak
      situs jejaring sosial yang menyediakan sarana dan fasilitas untuk melakukan
      sosialisasi atau berkomentar.
      8) Website (situs web), sekumpulam dokumen dimana untuk dipublikasikan
      melalui internet sehingga dapat di akses oleh pengguna melalui web browser.
      c. Manfaat dalam menggunakan Digital Marketing
      Adapun manfaat digital marketing menurut (Rachmadi, 2020), yaitu:
      1) Menghubungkan anda dengan konsumen di internet, konsumen
      menggunakan internet untuk memperoleh informasi mengenai produk
      ataupun jasa yang diinginkan, dengan banyaknya situs jejaring sosial di
      internet para pebisnis dapat berinteraksi atau bertukar pesan dengan
      konsumen melalui internet.
      2) Menghasilkan penjualan yang tinggi, dengan adanya digital marketing
      para pebisnis dapat menjangkau lebih banyak konsumen, pebisnis juga
      dapat menghasilkan prospek atau meningkatkan penjualan. Dalam
      membuka pemasaran digital akan membuahkan hasil yang
      menguntungkan bagi para pebisnis.
      3) Lebih hemat, dengan adanya pemasaran digital membuat para pebisnis
      mendapatkan banyak keuntungan dari pemasaran digital. Pemasaran
      digital juga memberikan kemudahan untuk para pebisnis baik dalam
      menghasilkan pemasukan serta dapat membantu para pebisnis untuk
      menghemat pengeluarannya.
      4) Mengaktifkan layanan pelanggan real-time, dengan adanya layanan ini
      memudahkan pelaku bisnis dan konsumen dalam berkomunikasi yang
      memberikan dampak besar pada keberhasilan untuk para pelaku pebisnis
      serta mempertahankan pelanggan dan memberikan kepuasan layanan
      terhadap konsumen.
      5) Mengjangkau pengguna mobile (smartphone), dalam digital marketing
      membawa para pebisnis memasuki pasar digital yang luas untuk
      menjagkau para konsumen atau target yang diinginkan.
      6) Membantu menghasilkan peningkatan pendapatan, dengan
      menggunakan digital marketing para pebisnis dapat memudahkan
      konsumen untuk melakukan transaksi baik secara offline maupun online
      sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagi pebisnis

      Definisi Pemasaran Digital (Digital Marketing)


      Pemasaran digital atau digital marketing merupakan bentuk pemasaran
      barang atau jasa yang menggunakan media sosial yang dimana penggunaannya
      menggunakan internet sehinggah dapat menjangkau target pasar yang lebih luas.
      Menurut (Lestari & Saifuddin, 2020) Digital Marketing adalah bentuk
      pemasaran modern sekaligus merupakan harapan baru dan dobrakan
      baru bagi perusahaan dan diharapkan memberikan dampak positif
      bagi perusahan. Digital marketing memungkinkan pengiklanan
      berkomunikasi langsung dengan konsumen potensial tanpa terhalang
      oleh waktu dan lokasi geografis. Salah satu cara terbaik dalam
      mengatasi dan meminimalisir kekacauan dan berkomunikasi langsung
      dengan konsumen yaitu dengan pemasaran digital (digital marketing).
      Menurut (Lestari & Saifuddin, 2020) Pemasaran digital adalah sebuah
      penggunaan teknologi elektronik terutama dalam bentuk teknologi
      informasi untuk melakukan segala proses bisnis termasuk didalamnya
      kegiatan jual beli produk, jasa dan informasi, meningkatkan
      permintaan, melayani pelanggan dengan sentuhan digital

      Jenis-Jenis Promosi


      Menurut (Cinthya, 2021) terdapat beberapa jenis jenis promosi, yaitu:
      1) Promosi secara fisik, promosi ini dapat ditemukan dengan mudah pada acara
      event ataupun kegiatan tertentu (Bazar, konser, dan lain-lain) kegiatan
      promosi ini bisa juga dilakukan dengan membuka booth dengan begitu dapat
      menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Pada
      promosi ini memiliki kelebihan ataupun kekuran dimana kelebihannya dapat
      menjangkau dan melakukan interaksi kepada konsumen secara langsung
      sedangkan kekurangannya terbatasnya calon konsumen yang bisa di
      jangkau. Adapun kegiatan promosi ini diselenggarakan pada lokasi khusus
      saja seperti sekolah, mall, kampus dan lain-lain, dengan begitu dilokasi
      tersebut akan mudah menjangkau konsumen.
      2) Promosi melalui media tradisional, dimana promosi ini dulunya sangat efektif
      dalam meningkatkan penjualan ataupun promosi seperti melakukan promosi
      di TV, media cetak, billboard, dan lain-lain. Jenis promosi ini memiliki
      keuntungan tersendiri dari pada promosi fisik yang telah dipaparkan di atas
      dimana promosi ini dapat menjangkau konsumen dalam jangka Panjang.
      Tetapi jenis promosi ini juga memiliki kekurangan karena biaya promosinya
      yang mahal baik dari segi media atau promosinya sendiri.
      3) Promosi melalui media digital, dalam promosi ini dilakukan dengan cara
      memakai jaringan website, media sosial, aplikasi, email, dan lain-lain. Setiap
      pebisnis yang sudah mengerti tentang teknologi akan cenderung memilih
      internet sebagai sarana promosi bisnisnya selain lebih mudah dan murah
      promosi juga menjangkau banyak orang serta promosinya lebih cepat, mudah,
      dan murah. Namun pada promosi ini diperlukan tingkat kreativitas untuk
      melakukan promosi secara kelanjutan karena terdapat banyak pesaing yang
      dimana artinya kunci utama dalam promosi digital yaitu keunikan dan juga
      target pasar yang tepat.

      Bauran Promosi


      Promosi merupakan bagian dari proses strategi pemasaran sebagai alat
      berkomunikasi dengan konsumen dan menggunakan bauran promosi
      (promotional mix). Menurut (Tasruddin, 2015), bauran promosi adalah gabungan
      arus informasi yang secara menyeluruh dan hanya di lakukan oleh satu organisasi
      dan individu. Adapun upaya dalam memperkenalkan produk dan mempengaruhi
      konsumen sehingga konsumen menjadi senang dan membeli produk tersebut.
      Berikut menurut (Tasruddin, 2015) bauran promosi yang di kelompokkan menjadi
      4 bagian, yaitu:
      1) Periklanan adalah komunikasi non individu, dengan sejumlah biaya
      melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, Lembaga
      non laba, serta individu-individu. Periklanan bersifat menjangkau
      masyarakat luas (massal), tidak pribadi namun secara langsung
      dengan audiens dan dalam menyampaikan gagasan secara
      meyakinkan dan menimbulkan efek dramatif.
      2) Publikasi merupakan cara yang biasanya digunakan oleh pengusaha
      untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen
      agar konsumen menjadi tahu dan menyenangi produk tersebut.
      3) Promosi penjualan penjualan merupakan kegiatan perusahaan untuk
      menjajakan produk yang dipasarkan sedemikian rupa sehingga
      konsumen akan mudah melihat dan mengetahui bagaimana cara
      penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan
      menjadi daya tarik konsumen untuk melihatnya.
      4) Penjualan Personal merupakan interaksi antar individu, saling bertemu
      muka yang dirujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai
      dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling
      menguntungkan antara satu pihak dan pihak yang lain.
      d. Strategi Promosi
      Strategi promosi merupakan tujuan dalam meningkatkan penjualan. Konten
      promosi yang memunculkan minat konsumen sehingga menimbulkan permintaan
      terhadap suatu produk. Peningkatan permintaan yang diakibatkan kenaikan
      penjualan dapat mendorong proses produksi. Strategi promosi merupakan bentuk
      11
      dasar dari komunikasi pemasaran antara lain media massa tradisional (televisi,
      majalah dll), iklan online (situs, SMS dll), promosi penjualan (barang-barang
      premium, sampel dll). Publikasi, iklan rilis, sponsorship, presentasi bagian
      penjualan dan berbagai bentuk jaminan sebagai sarana komunikasi (Khairani &
      Pratiwi, 2018)

      Tujuan promosi


      1) Memberitahu, dengan tujuan untuk memberitahu target pasar yang dituju
      terkait penawaran. Hal ini sangat penting dalam meningkatkan permintaan,
      Sebagian orang tidak akan membeli barang atau jasa yang mereka tidak
      ketahui.
      2) Membujuk, promosi yang bertujuan untuk membujuk dan mendorong minat
      masyarakat untuk melakukan pembelian terkait produk atau jasa yang di
      tawarkan.
      3) Modifikasi tingkah laku, yang dimana penjual selalu menciptakan kesan baik
      karena orang-orang yang melakukan komunikasi mempunyai alasan tertentu
      seperti mencari kesenangan, memberikan pertolongan, memberikan
      informasi dan mengemukakan ide serta pendapat
      4) Mengingatkan, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan brand
      dari suatu bisnis. (Swasta D & Irawan, 2017)

      Definisi Promosi


      Promosi merupakan bentuk komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran
      adalah suatu aktivitas pemasaran yang menyebarkan informasi, membujuk atau
      mempengaruhi pasar yang di targetkan atas produknya sehingga konsumen
      bersedia membeli produk yang ditawarkan (Siagian & Cahyono, 2021).
      Pengertian Promosi Menurut Fandy Tjiptono dalam (Riki dkk., 2023),
      Promosi adalah komunikasi pemasaran yang dilakukan untuk
      menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, atau
      meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan juga produknya
      agar masyarakat bisa menerima, membeli dan juga loyal pada produk
      yang ditawarkan oleh perusahaan

      Wilayah Pemasaran


      Wilayah pemasaran adalah unsur yang akan dikaji selanjutnya untuk
      mengetahui dampak penggunaan platform jual-beli online. Seperti yang
      dinyatakan oleh Tandjung (2011) bahwa dengan internet dapat memberikan
      efisiensi anggaran pemasaran, internet memiliki jangkauan yang luas, akses
      mudah dan biaya murah. Salah satu bukti bahwa penggunaan internet seperti
      aplikasi Online Shop memiliki dampak positif bagi pelaku UMKM adalah
      banyaknya pelaku usaha yang mulai mencoba menawarkan berbagai macam
      produknya dengan menggunakan media internet. Dengan menggunakan e-
      commerce atau Online Shop maka kegiatan usaha kecil dan menengah dapat
      mengurangi jumlah saluran distribusi dan akan berdampak pada pengurangan
      harga. Biaya operasional yang murah akan diikuti dengan harga jual produk yang
      murah juga. Harga produk yang murah akan menarik minat calon pembeli untuk
      membeli produk tersebut karena para konsumen merasa memiliki kemampuan
      untuk membeli, dan lebih daripada itu mereka merasa daya beli mereka
      meningkat, dan akhirnya akan meningkatkan penjualan dan pendapatan produsen.

      Laba


      Unsur ketiga yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah laba yang
      kaitannya dengan penggunaan platform jual-beli online. Mendapatkan keuntungan
      atau laba sebanyak-banyaknya merupakan tujuan dari setiap perusahaan. Secara
      sederhana Kuswadi (2008:46) mendefinisikan laba (rugi) adalah pendapatan
      dikurangi seluruh beban/biaya yang telah dikeluarkan. Sedangkan menurut
      Soemarso (2010) definisi laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban
      sehubungan dengan kegiatan usaha. Apabila beban lebih besar dari pendapatan,
      maka selisihnya disebut rugi.
      Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa laba adalah selisih
      lebih kenaikan manfaat ekonomi/pendapatan setelah dikurangi seluruh beban
      sehubungan dengan kegiatan usaha selama suatu periode akuntansi.
      Indikator laba bersih yang dikemukakan oleh Putra (2017:185) adalah:
      Laba Bersih = Pendapatan – Beban
      Dimana penjelasan dari rumus di atas menurut Sujarweni (2017:27) yaitu:

      1. Pendapatan, adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban
        perusahaan, yang berasal dari penjualan barang atau jasa pada satu periode
        akuntansi. Umumnya pendapatan untuk perusahaan manufaktur dan dagang
        menggunakan istilah “penjualan”.
      2. Beban, adalah biaya yang dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan satu
        periode

      Sumber-sumber Pendapatan


      Menurut Greuning, et al. (2013:289) menyebutkan bahwa pendapatan dapat
      berasal dari beberapa sumber, diantaranya adalah penjualan barang, pemberian
      jasa, penggunaan aset entitas oleh entitas lain yang menghasilkan bunga, royalti
      dan dividen.
      Berdasarkan teori Greuning, dapat disimpulkan bahwa kegiatan normal
      perusahaan seperti penjualan barang ataupun jasa yang berhubungan dengan
      kegiatan utama perusahaan akan mendatangkan hasil yang disebut pendapatan.
      Adapun pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan normal perusahaan disebut
      hasil non operasi.

      Indikator Pendapatan


      Pendapatan sebagai unsur kedua yang akan dikaji kaitanya dengan
      penggunaan platform jual-beli online harus memiliki indikator yang jelas.
      Menurut Kuswadi (2008:45) ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai
      indikator dalam menentukan pendapatan yaitu :

      1. Modal usaha. Modal usaha merupakan sesuatu yang digunakan untuk
        mendirikan atau menjalankan suatu usaha. Modal ini dapat berupa uang dan
        juga tenaga atau keahlian.
      2. Lama usaha. Lama pembukaan usaha dapat mempengaruhi tingkat
        pendapatan, lama seorang pelaku bisnis menekuni bidang usahanya akan
        mempengaruhi produktivitasnya sehingga dapat menambah efisiensi dan
        menekan biaya produksi lebih kecil daripada penjualan.
      3. Jam kerja pedagang. Analisis jam kerja merupakan bagian dari teori ekonomi
        mikro, khususnya pada teori penawaran tenaga kerja yaitu tentang kesediaan
        individu untuk bekerja dengan harapan memperoleh penghasilan atau tidak
        bekerja dengan konsekuensi mengorbankan penghasilan yang seharusnya
        didapatkan

      PePendapatanndapatan


      Pendapatan merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan suatu
      perusahaan, karena besar kecilnya pendapatan yang dihasilkan akan
      mempengaruhi tingkat laba yang didapatkan perusahaan tersebut. Menurut
      Kartikahadi, et.al (2012:186) pendapatan adalah kenaikan manfaat ekonomi
      selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset
      atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak
      berasal dari kontribusi penanam modal. Sedangkan Martani, et.al (2016:204)
      menyebutkan definisi penghasilan dan pendapatan adalah kenaikan manfaat
      ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau
      penambahan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas
      yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Pendapatan adalah penghasilan
      yang berasal dari aktivitas normal dari suatu entitas dan merujuk kepada istilah
      yang berbeda-beda seperti penjualan (sales), pendapatan jasa (fees), bunga
      (interest), dividen (dividend), dan royalti (royalty).

      Penjualan


      Unsur kedua yang akan dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan
      penggunaan platform jual-beli online adalah penjualan. Berikut ini adalah
      beberapa definisi penjualan yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Menurut
      Moekijat (2011:488) penjualan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk
      mencari pembeli, mempengaruhi serta memberikan petunjuk agar pembeli dapat
      menyesuaikan kebutuhannya dengan produksi yang ditawarkan serta mengadakan
      perjanjian mengenai harga yang menguntungkan untuk kedua belah pihak.
      Sedangkan menurut Wijaya (2011: 92) penjualan adalah sebuah transaksi
      pendapatan barang atau jasa yang dikirim pelanggan untuk imbalan kas suatu
      kewajiban untuk membayar. Assuari (2004: 5) berpendapat bahwa “penjualan
      ialah sebagai kegiatan manusia yang mengarahkan untuk memenuhi dan
      memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran”. Swastha
      (2014:9) menyatakan “penjualan merupakan satu bagian dari promosi dan
      promosi adalah satu bagian dari program pemasaran secara keseluruhan”.
      Dalam sebuah perusahaan, kegiatan penjualan merupakan kegiatan yang
      paling penting karena dengan adanya kegiatan penjualan tersebut maka akan
      terbentuk laba yang dignakan untuk menjamin keberlangsungan perusahaan
      tersebut. Penjualan harus menghasilkan suatu aliran pendapatan yang cukup agar
      dapat digunakan untuk menutup biaya operasi perusahaan dan dapat memberikan
      suatu keuntungan bagi investor. Pada umumnya tujuan penjualan adalah untuk
      mencapai laba optimal dengan modal yang minima

      Biaya


      Definisi biaya menurut Darsono (2015:15) “biaya adalah kas atau setara kas
      yang dikorbankan untuk memproduksi atau memperoleh barang atau jasa yang
      diharapkan akan memperoleh manfaat atau keuntungan di masa yang akan
      datang”. Selanjutnya adalah definisi efisiensi biaya yang dikemukakan oleh
      Adisasmita (2006:43) “efisiensi adalah input yang digunakan, dialokasikan secara
      optimal dan baik untuk mencapai output yang menggunakan biaya terendah”.
      Sedangkam efisiensi menurut Mulyadi (2007: 63) adalah ketepatan cara (usaha,
      kerja) dalam menjalankan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga
      dan biaya. Efisiensi juga berarti perbandingan antara pemasukan dan pengeluaran
      atau antara biaya dan keuntungan. Kaitan antara biaya dan efisiensi dikemukakan
      oleh Wakidi (2012) yang mengartikan efisiensi biaya penjualan online sebagai
      “ukuran pencapaian terbaik dari perbandingan antara biaya yang dikeluarkan
      untuk usaha mendapatkan calon pembeli dan usaha menawarkan produk secara
      online kepada pembeli sehingga terjadi penjualan online sampai pada usaha untuk
      pengiriman barang kepada pembeli dengan pencapaian hasil yang sudah diraih”.
      Berdasarkan beberapa teori tentang efisiensi dan biaya di atas, maka dapat
      disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara efisiensi dan biaya. Dalam
      pengelolaan sebuah usaha sangatlah penting mengutamakan efisiensi dalam
      pembiayaan operasional perusahaan. Hal ini tidak lain adalah untuk meningkatkan
      pendapatan perusahaan melalui perhitungan dan proses tertentu. Biaya pemasaran
      yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan merupakan bagian dari biaya variabel
      atau dapat disebut variabel cost dan merupakan bagian dari total cost atau biaya
      total dari sebuah produk. Jika perusahaan memiliki dan menggunakan teknologi
      yang efektif dalam melakukan pemasaran produk, maka akan dapat menekan
      biaya pemasaran itu sendiri dan efek positif nya akan mengurangi harga jual
      produk. Dengan begitu maka harga produk dapat dijual dengan harga yang lebih
      murah. Harga produk yang lebih murah, menjadikan produk tersebut memiliki
      peluang yang besar untuk bisa terjual dan pada akhirnya akan meningkatkan
      penjualan dan pendapatan.
      Untuk dapat mengukur tingkat efisiensi biaya maka perlu diketahui
      beberapa indikator biaya. Indikator Biaya Pemasaran Menurut Tjiptono, dkk,
      (2015:3), yaitu:

      1. Biaya Periklanan (advertising cost)
      2. Biaya Promosi Penjualan (sales promotion cost)
      3. Biaya Publisitas
      4. Biaya Pemasaran Personal (personal selling cost)

      Keputusan Pembelian


      Menurut Peter Jerry C. Olson (2013) berpendapat bahwa suatu keputusan
      mencakup suatu pilihan diantara dua atau lebih tindakan atau prilaku alternatif.
      Pemasar secara khusus akan tertarik dengan perilaku Pembeli, terutama pilihan
      konsumen akan merek-merek yang akan dibeli. Proses inti dari pengambilan
      keputusan konsumen adalah proses integrasi yang digunakan untuk
      mengkombinasikan pengetahuan guna untuk mengevaluasi dua atau lebih
      perilaku alternatif dan memilih satu diantaranya. Hasil dari proses integrasi
      tersebut merupakan suatu pilihan, serta kognitif menunjukan intensi prilaku.
      Keputusan pembelian akan suatu produk merupakan kegiatan yang sering
      dilakukan oleh konsumen. Menurut Kotler dan Amstrong (2012) dipengaruhi
      oleh beberapa faktor, yaitu: Faktor budaya, faktor social, faktor pribadi, faktor
      psikologis. Menurut Kotler dan Amstrong (2012) terdapat lima tahapan yang
      dilalui oleh konsumen dalam pengambilan keputusan: Tahapan pengenalan
      masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative, keputusan pembelian,
      perilaku pasca pembelian.
      Keputusan pembelian konsumen merupakan penyeleksian terhadap dua
      pilihan alternatif atau lebih konsumen pada pembelian di Shopee. Indikator
      indikator keputusan pembelian dikembangkan dari indikator yang digunakan
      menurut Lina (2019) sebagai berikut sebagai berikut: Pilihan Merek, Pilihan
      Penyalur, Jumlah Pembelian.

      Kepercayaan


      Kepercayaan (Trust) didefinisikan oleh Kotler dan Keller (2016) sebagai
      kesediaan perusahaan untuk mengandalkan mitra bisnis yang tergantung pada
      sejumlah faktor interpersonal dan antar organisasi, seperti kompetensi,
      integritas, kejujuran, dan ketulusan yang dirasakan perusahaan. Jika melihat
      pada konteks online, Beldad et al. (2010) mengutarakan kepercayaan sebagai
      sikap ekspektasi percaya diri seseorang mengenai situasi risiko online di mana
      kerentanan seseorang tidak akan dimanfaatkan. Kemudian Sharma et al.
      (2019) menganggap bahwa kepercayaan sebagai faktor penting dalam
      membangun dan memelihara hubungan jangka panjang, oleh sebab itu
      dianggap sebagai pelopor utama konsumen dalam memiliki niat membeli
      menggunakan platform online.
      Menurut Ha et al. (2019) kepercayaan adalah kesediaan seseorang untuk
      menerima kemungkinan terburuk yang tidak menguntungkan untuk
      melakukan transaksi belanja dengan penjual online dengan harapan akan
      sesuai dengan keinginan konsumen. Ia juga menambahkan bahwa kepercayaan
      merupakan faktor yang berpengaruh terhadap niat belanja online konsumen.
      Oleh karena itu, untuk meningkatkan niat tersebut, perusahaan
      perlu membangun kepercayaan dengan konsumennya. Oliveira et al. (2017)
      mengungkapkan terdapat tiga dimensi pada variabel kepercayaan yaitu
      Competence, Integrity, dan Benevolence. Competence (kemampuan)
      mengarah kepada kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmen yang
      diberikannya kepada konsumen. Integrity (integritas) mengacu pada
      perusahaan yang bertindak secara konsisten, jujur dan andal. Benevolence
      (ketulusan) merupakan kemampuan perusahaan untuk mengutamakan
      kepentingan konsumen daripada kepentingan pribadi, dan menunjukkan
      kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan konsumen

      Electronic Word of Mouth (E-WOM)


      Electronic word-of-mouth (eWOM) merupakan perkembangan baru dari
      Word-of Mouth (WOM) yaitu bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan
      melalui jaringan internet. eWOM pada dasarnya terjadi karena adanya
      perpindahan informasi (Farzin & Fattahi, 2018). Menurut Hennig-Thurau et al.
      (2004) eWOM merupakan pernyataan positif atau negatif apapun yang
      terbentuk oleh calon konsumen, konsumen aktual, atau konsumen sebelumnya
      tentang suatu produk atau perusahaan yang tersedia untuk banyak orang atau
      lembaga melalui internet.
      Persebaran eWOM dilakukan dengan menggunakan media internet
      sebagai media perantara, dengan adanya komunikasi sosial secara online ini
      secara otomatis bisa membantu konsumen untuk membagikan pengalaman
      mengenai produk atau jasa yang mereka peroleh dalam melakukan pembelian
      (Kamtarin 2012). Cheung and Lee (2012) mengemukakan faktor yang
      mendorong terjadinya eWOM adalah rasa ingin memiliki, reputasi, dan
      kebersediaan untuk membantu. Hal yang sama dikemukakan oleh Hening-
      Thurau, et al. (2004) yang menemukan faktor pendorong terjadinya eWOM
      yaitu: platform assistance, venting negative feeling, concern for other
      consumen, extraversion/ positive self enhancement, social benefit, Economic
      incentives, helping the company, advice seeking. Goyette et al. (2010) dalam
      penelitianya membagi eWOM menjadi tiga dimensi yang mencakup intensity,
      valance of opinion, content.

      Manfaat Digital Marketing


      Manfaat Digital Marketing menurut Kotler (2002; 758), pemasaran
      online atau digital marketing memiliki banyak keuntungan bagi pelanggan
      atau konsumen dan pelaku pasar.
      a) Manfaat bagi pelanggan atau klien antara lain:
      (1) Nyaman. Pelanggan dapat memesan barang di mana saja selama 24
      jam sehari. Pelanggan tidak harus pergi ke perusahaan tempat
      mereka menjual.
      (2) Informasi. Pelanggan dapat memperoleh informasi komparatif
      tentang perusahaan, produk, dan pesaing mereka tanpa
      meninggalkan kantor atau rumah mereka.
      (3) Haluskan sedikit. Pelanggan tidak harus berurusan dengan
      provokasidan emosi, sehingga mereka tidak perlu antre untuk
      melakukan pembelian.
      (4) Pelanggan dapat memesan barang sesuai dengan keinginannya.
      Pelanggan dapat mengirimkan permintaan mereka langsung ke
      perusahaan tentang barang dan jasa yang mereka butuhkan. Untuk
      memungkinkan pembeli menemukan kelebihan dan kekurangan
      barang tersebut.
      b) Manfaat pemasaran:
      (1) Cepat menyesuaikan dengan kondisi pasar. Perusahaan dapat dengan
      cepat menambahkan produk ke penawaran mereka dan mengubah
      harga serta deskripsi produk.
      (2) Biaya rendah. Pemasar online dapat menghindari biaya manajemen
      toko, biaya sewa, asuransi, dan infrastruktur yang menyertainya.
      Mereka dapat membuat katalog digital dengan biaya yang jauh lebih
      rendah daripada mencetak dan mengirimkan katalog kertas.
      (3) Mengembangkan hubungan. Pemasar online dapat berbicara dengan
      pelanggan dan belajar lebih banyak dari mereka. Pemasar dapat
      mengunduh laporan yang diperlukan atau demo gratis perangkat
      lunak pemasar.
      (4) Mengukur ukuran penonton. Pemasar dapat mengetahui
      berapapersentase pelanggan yang berbelanja online dapat
      mengunjungi situs yang telah mereka buat. Informasi ini akan
      membantu pelaku pasar meningkatkan tawaran dan iklan mereka.
      Berikut keunggulan pemasaran digital (Pangestika, 2018):
      (1) Kecepatan Lokasi Strategi pemasaran media digital dapat dilakukan
      dengan sangat cepat hanya dalam beberapa detik. Selain itu, pemasaran
      digital dapat diukur secara real time.
      (2) Kemudahan Evaluasi Dengan menggunakan media online, Anda bisa
      langsung melihat hasil kegiatan pemasaran Anda. Informasi tentang
      berapa lama produk telah dilihat, berapa persentase penjualan yang
      telah dikonversi dari setiap iklan, dan sebagainya.
      (3) Jaringan geografis pemasaran digital yang luas menggunakan beberapa
      langkah untuk mendistribusikan produk ke seluruh dunia
      menggunakan Internet.
      3) Komponen atau Metode Digital Marketing
      Ada empat metode pemasaran digital yang dapat dilakukan
      perusahaan dalam memberikan keuntungan berupa kemampuan perusahaan
      mencapai lebih banyak konsumen melalui pendekatan global, (Kotler &
      Keller, 2016). Adapun empat metode tersebut adalah:
      a) Pemasaran daring, dimana perusahaan menyampaikan informasi yang
      ingin disampaikan melalui media daring, baik media yang berbayar atau
      tidak berbayar. Pemasaran daring biasanya dilakukan melalui laman
      web, search ads, display ads, dan pesan elektronik;
      b) Media sosial, biasanya media ini perusahaan dapat menampilkan suara
      public melalui kehadiran mereka dalam interaksi antar konsumen.
      Secara umum, media sosial dapat diklasifikasikan kedalam tiga
      kategori: komunitas dan forum online, blog, serta social network;
      c) Word of Mouth (E-WOM), dimana interaksi antar konsumen tercipta
      baik secara generik atau diinisiasi oleh perusahaan. Metode ini membuat
      perusahaan perlu untuk mengendalikan interaksi yang dilakukan oleh
      konsumen;
      d) Mobile marketing, dimana pemasaran dilakukan melalui gawai gawai
      pintar.
      Sesuai dengan topik penelitian, akan dijelaskan lebih lanjut tentang Word
      of Mouth (E-WOM) pada sub bab berikut ini.

      Pengertian Digital Marketing


      Pemasaran digital adalah proses mempromosikan dan mencari pasar
      melalui media digital online menggunakan berbagai alat seperti jejaring
      sosial (Purwana, 2017). Digital marketing merupakan salah satu media
      pemasaran yang banyak diminati masyarakat dalam hal mendukung banyak
      kegiatan (Pradiani, 2017). Iklan digital dapat menjangkau khalayak yang
      lebih luas di kancah internasional. Saat ini jaringan internet sudah ada
      dimana-mana dan setiap orang memiliki smartphone, sehingga sekarang bisa
      melakukan pemasaran dimana saja. Pemasaran digital memperluas dan
      meningkatkan fungsi pemasaran tradisional menggunakan fasilitas Internet
      dan teknologi informasi. Definisi ini berfokus pada semua pemasaran
      tradisional, dan perlu dicatat bahwa konsep-konsep seperti “pemasaran
      interaktif”, “pemasaran individual”, dan “pemasaran elektronik” terkait erat
      dengan “pemasaran digital” (Urban, 2004: 2). Ditulis oleh Ridwan Sanjaya
      & Josua Tarigan (2009: 47), pemasaran digital adalah kegiatan pemasaran
      yang melibatkan branding dengan menggunakan berbagai media berbasis
      web seperti blog, situs web, email, iklan, dan jejaring sosial. Tentu saja,
      pemasaran digital bukan hanya tentang pemasaran internet. Menurut Kleindl
      & Burrow (2005), pemasaran digital adalah proses perencanaan dan
      penerapan ide atau konsep pemikiran, penetapan harga, periklanan, dan
      distribusi. Pemasaran dapat dijelaskan secara lebih sederhana, seperti
      mengembangkan dan memelihara hubungan yang saling memuaskan antara
      perusahaan dan konsumen. Pemasaran digital Chaffey (2002: 14) adalah
      penggunaan teknologi digital untuk membuat saluran online melalui inovasi
      terbaru di pasar (situs web, email, database, televisi digital, blog lain, saluran,
      podcast, jejaring sosial, dll.).
      Vardhana (2015) menemukan bahwa strategi pemasaran digital
      memiliki dampak sebesar 78% terhadap keunggulan kompetitif UMKM
      dalam mempromosikan produknya. Strategi tersebut terdiri dari sebagai
      berikut:
      a) Tersedianya informasi produk dan manual produk;
      b) Ketersediaan gambar, seperti foto dan ilustrasi produk;
      c) Ketersediaan video dengan kemampuan untuk mendeskripsikan atau
      mempromosikan suatu produk;
      d) Tersedianya lampiran dokumen yang berisi informasi dalam berbagai
      format;
      e) Mampu berkomunikasi dengan pengusaha secara online;
      f) Ketersediaan alat transaksi, pilihan alat pembayaran;
      g) Ketersediaan layanan dan layanan pelanggan;
      h) Mampu mendukung umpan balik online;
      i) Kesiapan tampilan testimoni;
      j) Ketersediaan pendaftaran tamu;
      k) Kesiapan proposal khusus;
      l) Tersedianya penyajian informasi terkini melalui SMS-blog;
      m) Pencarian produk yang mudah;
      n) Kemampuan untuk menciptakan visibilitas dan pengetahuan merek;
      o) Kemampuan untuk mengidentifikasi dan menarik pelanggan baru;
      p) Kemampuan untuk memperkuat citra merek yang diterima konsumen

      Word Of Mouth


      Word of mouth ialah perusahaan dapat mempromosikan produk yang
      mereka jual melalui metode promosi. Word of Mouth adalah strategi
      pemasaran yang bekerja dengan menyampaikan dari mulut ke mulut dari satu
      pelanggan ke pelanggan lainnya. Artinya pelanggan yang puas akan
      memberitahu pelanggan lain mengapa produk perusahaan lebih baik dan akan
      merekomendasikannya kepada pelanggan lain. Verbal menurut Sernovitz
      dalam Nugraha (2013) secara keseluruhan adalah komunikasi lisan satu orang
      ke orang lain atau kormunikasi lisan antara orang dengan orang lain/di antara
      pengirim dan penerima pesan yang mengandung komponen barang,
      administrasi atau merek. Telah dibuktikan bahwa promosi dari mulut ke mulut
      memengaruhi pilihan konsumen dan memainkan peran penting dalam
      keputusan pembelian konsumen. Dari Word of Mouth, berikut adalah beberapa
      definisi:
      1) Sesuai WOMMA (Word of Mouth Marketing Association) mengatakan
      WOMMA adalah tindakan dimana pembeli memberikan data tentang suatu
      barang kepada pembeli yang berbeda. WOM adalah tindakan pemasaran
      yang memicu pelanggan untuk berdiskusi, memajukan,
      merekomendasikan, dan menawarkan barang kepada pembeli yang
      berbeda.
      2) Word of Mouth ialah proses dimana informasi mengenai suatu produk
      yang ditemukan seseorang di media, melalui interaksi sosial, atau melalui
      pengalaman pribadi dengan produk tersebut diteruskan ke orang lain yanf
      menyebarkan informasi ke seluruh dunia (Prasetijo & Lhalauw dalam
      Puspasari, 2014). Menurut beberapa definisi yang diberikan di atas, “Word
      of Mouth” ialah bentuk komunikasi pemasaran dimana seorang pelanggan
      menyebarkan informasi tentang suatu produk kepada pelanggan lain
      melalui mulut ke mulut.

      Promotion (Promosi)


      Promosi adalah komponen penting dari setiap strategi pemasaran yang
      memerlukan seperangkat alat yang komprehensif, yang umumnya bersifat
      jangka pendek, dimaksudkan untuk mendorong pembelian atau perdagangan
      yang lebih cepat.
      Promosi dalam pemasaran yaitu aktivitas yang telah terbukti dapat
      meningkatkan permintaan barang atau jasa. Promosi bisa dilakukanuntuk
      menyebarluaskan informasi tentang produk ataupun jasa yang ditawarkan, baik
      untuk membuat produk atau jasa yang sudah dikenal menjadi pilihan atau
      membuat produk atau jasa tersebut.
      Menurut Kotler dan Keller (2018) Segala jenis komunikasi yang dilakukan
      untuk menjelaskan meyakinkan, dan mengingatkan pasar sasaran tentang
      barang yang dibuat oleh perusahaan orang, atau keluarga dianggap sebagai
      promosi Menurut Praestuti (2020), promosi ialah upaya persuasi yang
      dilakukan untuk merayu ataupun mendorong pelanggan agar mau membeli
      barang atau jasa suatu perusahaan. Menurut Kotler dan Armstrong (2018)
      menyatakan Mempromosikan produk adalah strategi untuk menonjolkan
      keunggulannya kepada pelanggan dan meyakinkan mereka untuk membelinya.
      Promosi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu
      program pemasaran.
      Dari ketiga pendapat para ahli diatas, maka kesimpulannya promosi adalah
      kegiatan persuasif atau bujukan yang mendorong konsumen untuk membeli
      produk yang ditawarkannya.
      Berikut ini adalah tujuan dari promosi penjualan menurut Fandi Tjiptono

      1. Tujuan promosi penjualan
        a) Memberi Informasi
        Alasan utama promosi ialah untuk memahami produk ataupun jasa pada tahap
        pengenalan bersama-sama dengan membangkitkan minat terhadap item
        tersebut.
        b) Membujuk
        Membujuk merupakan pilihan kedua dari pemasaran yang menekankan pada
        keunggulan produk yang dijual.
        c) Pengingat
        Agar pelanggan tidak beralih ke produk saingan di pasar sasaran, sangat
        penting atau perlu untuk mengingatkan mereka tentang keberadaan produk
        tersebut.
        d) Pemantapan
        Pada tahap ini, perusahaan berupaya meyakinkan pembeli bahwasannya
        mereka sudah mengambil keputusan yang sesuai dengan mengambil barang
        dan menjadi klien setia.
      2. Kegiatan Promosi
        1) Over The Line ialah jenis metode khusus dengan teknik “menarik
        perhatian” pelanggan melalui iklan yang menarik dserta membangkitkan
        minat individu untuk membeli atau mencoba barang. Media tersebut
        adalah sebagai berikut : Media Elektronik, Media Cetak (koran, majalah,
        katalog), dan Media Online (Internet)
        2) Below the Line ialah jenis pemasaran yang bertujuan untuk mendorong
        calon pembeli untuk membeli atau mencoba barang ataupun jasa yang
        ditawarkan melalui Tindakan yang melibatkan atau mempertemukan
        pelaku usaha atau penjual secara langsung dengan pembeli. Media
        promosi yang dimanfaatkan: Seminar, pameran, kuis, dan event

      Digital Marketing


      Marketing adalah proses membuat, menyampaikan, menukar, dan
      mengkomunikasikan penawaran yang berharga bagi pelanggan atau
      masyarakat. Sementara itu, Internet adalah media digital. Internet membuatnya
      sangat mudah dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan, membeli barang,
      dan melakukan lebih banyak lagi dalam hidup. yang seharusnya dapat
      dilakukan melalui media web. Jadi saat ini web telah menjadi mekanisme
      penting bagi perusahaan ataupun pelaku bisnis dalam menawarkan barangnya.
      Dari penjelasan inilah muncul nama promosi lanjutan di masa komputerisasi
      yang sedang berlangsung (Muljono, 2018). Jadi digital marketing
      mempromosikan melalui media canggih dalam menawarkan merek yang
      perusahaan miliki.
      Memanfaatkan pemasaran digital, khususnya media sosial, sebagai bagian
      dari strategi bisnis dapat menawarkan strategi memperluas jaringan konsumen
      untuk pemasaran produk, sehingga memperluas keunggulan perusahaan atas
      pesaing. Pelaku bisnis harus menyelidiki berbagai strategi komunikasi digital
      sebagai bagian dari strategi komunikasi bisnis sebelum menerapkan pemasaran
      digital. Perusahaan menggunakan saluran media digital, strategi komunikasi
      digital, untuk mengiklankan produk mereka di situs web dan melalui media
      online dengan tujuan menarik dan membujuk pelanggan untuk melakukan
      pembelian.
      Ada enam jenis utama media sosial dalam buku Nasrullah (2015) yang
      berjudul Social Media.
      1.Social Networking
      Sarana untuk berinteraksi khususnya efek dari interaksi tersebut di dunia maya
      adalah social networking. Atribut dasar dari tempat interaksi interpersonal
      adalah bahwa klien mereka membentuk jaringan pertemanan baru. Secara
      umum, jaringan pertemanan baru dibingkai berdasarkan minatnya pada hal
      yang persis sama, seperti kegiatan ketertatikan bersama. Facebook dan
      Instagram ialah contoh jejaring sosial.

      1. Blog
        Blog ialah media sosial yang memungkinkan pengguna untuk berbagi dengan
        pengguna lain, misalnya dengan berbagi tautan web, informasi, dan lainnya
        serta memposting aktivitas dan kegiatan sehari-hari.
      2. Microblogging
        Microblogging ialah jenis media sosial yang memungkinkan orang
        memposting serta menulis mengenai kegiatan atau dan pemikiran mereka.
        Secara garis besar, kehadiran media sosial semacam ini mengacu pada
        perkembangan Twitter yang hanya memberikan ruang khusus, khususnya batas
        140 karakter.
      3. Media sharing
        Dokumen, video, audio, dan gambar dapat dibagikan dan disimpan secara
        online oleh pengguna platform media sosial ini. Contoh media ini adalah
        Youtube, flash, photo bucket

      Kelebihan dan Kelemahan Online shop


      Banyak kelebihan dari system belanja online telah menyebabkan seseorang
      lebih memilih belanja online daripada belanja offline. Berikut ini kelebihan online
      shop menurut Prasetio (2012) dalam web Hestanto (2021) diantaranya :

      1. Belanja online dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja asalkan konsumen
        dan penjual tersambung dengan internet.
      2. Tersedia banyak pilihan ragam produk dalam toko online.
      3. Dengan menggunakan system jual-beli online maka dapat menghemat waktu
        dan tenaga, calon pembeli cukup meluangkan waktu sebentar dengan
        membuka internet untuk mencari dan membeli produk yang dibutuhkan
        melaui katalog digital.
      4. Konsumen jual-beli online dapat membandingkan produk dan harga dengan
        toko online lainnya, sehingga lebih banyak memiliki pilihan.
      5. Proses belanja yang mudah bagi para konsumen. Para konsumen cukup
        memesan barang, dan melakukan pembayaran yang biasanya dapat dilakukan
        melalui internet/mobile banking atau ATM dan tinggal menunggu barang
        dikirim.
        Selain memiliki kelebihan, system belanja online juga memiliki beberapa
        kekurangan, berikut ini beberapa kekurangan dari belanja online :
      6. Sering terjadi penipuan penjualan yang dilakukan oleh penjual dengan tidak
        mengirim barang kepada pembeli setelah dilakukan pembayaran atau transfer
        uang.
      7. Kualitas dan fisik barang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Fisik barang
        berbeda dengan foto yang ditampilkan di website.
      8. Sistem jual-beli secara online membutuhkan biaya tambahan untuk
        transportasi atau pengiriman barang.
      9. Dengan membeli barang secara online maka pembeli tidak dapat melihat dan
        mencoba secara barang yang dipesan secara langsung.
      10. Jual-beli online membutuhkan waktu agar barang sampai ditempat pembeli
        karena proses pengiriman

      Market Place


      Market place merupakan bagian dari digital marketing. Pengertian market
      place menurut Opida (2014) Market place merupakan media online berbasis
      internet (web based) tempat melakukan kegiatan bisnis dan transaksi antara
      pembeli dan penjual. Pembeli dapat mencari supplier sebanyak mungkin dengan
      kriteria yang diinginkan, sehingga memperoleh sesuai harga pasar. Sedangkan
      bagi supplier/penjual dapat mengetahui perusahaan-perusahaan yang
      membutuhkan produk/jasa mereka

      Dampak Negatif E-commerce


      Meskipun banyak manfaat dan keuntungan dari penggunaan aplikasi e-
      commerce, namun ternyata penggunaan e-commerce juga memliki beberapa
      kelemahan dan dampak negatif, menurut Purwaningtias (2020) terdapat beberapa
      adalah dampak negatif dari penggunaan e-commerce :

      1. Terjadi pencurian informasi berharga dan rahasia.
        Tindakan pencurian ini informasi rahasia sebuah organisasi kepada pihak-pihak
        yang tidak berhak dan tidak bertanggungjawab dapat mengakibatkan kerugian
        yang besar bagi korbannya.
      2. Dapat berakibat kehilangan kesempatan bisnis jika terjadi gangguan pelayanan.
        Jika terjadi kesalahan dalam hal pelayanan yang bersifat kesalahan non-teknis
        seperti padamnya aliran listrik atau koneksi internet yang buruk, maka
        kesempatan atau peluang bisnis bisa saja hilang karena calon pelanggan bisa
        saja beralih kepada produsen atau penjual yang lain.
      3. Hilangnya kepercayaan dari para konsumen.
        Persaingan dalam bisnis merupakan suatu hal yang biasa terjadi. Namun
        persaingan yang tidak sehat bisa saja terjadi dan dilakukan oleh perusahaan
        pesaing, misalnya saja usaha menjatuhkan reputasi sebuah perusahaan yang
        dilakukan oleh perusahaan lain sebagai pesaing. Hal ini akan memberikan
        dampak negatif bagi perusahaan yang menjadi korban. Bisa saja para
        konsumen tidak lagi mempercayai perusahaan yang reputasinya telah
        dijatuhkan tersebut.
      4. Penggunaan akses oleh pihak yang tidak berhak dan tidak bertanggungjawab.
        Contoh kasus dalam hal ini adalah pembobolan sebuah sistem perbankan oleh
        hacker, yaitu dengan memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekening
        pribadinya.
      5. Kerugian yang sifatnya tidak terduga.
        Kerugian ini disebabkan karena adanya gangguan yang dilakukan dengan
        sengaja, ketidak jujuran, praktek bisnis yang melanggar kesepakatan dan
        hukum, serta kesalahan yang disebabkan oleh faktor manusia atau kesalahan
        pada sistem elektronik.

      Manfaat E-commerce


      Dalam penerapannya, penggunaan E-commerce memiliki sejumlah manfaat
      bagi perusahaan. Widayati (2013) menyebutkan 5 manfaat e-commerce bagi
      perusahaan, daiantaranya adalah :

      1. Dapat meningkatkan market exposure. Dengan bantuan internet maka semua
        orang dapat melakukan transaksi jual beli online, misalnya dalam hal
        memesan dan membeli produk yang dijual tanpa ada batasan jarak dan waktu.
      2. Menurunkan biaya operasional. Dengan bantuan computer maka biaya yang
        dikeluarkan oleh perusahaan tidak terlalu banyak, sehingga biaya-biaya
        seperti gaji, sewa tempat, dan biaya lainya dapat dikurangi.
      3. Melebarkan jangkauan. Penggunaan internet pada e-commerce dapat diakses
        oleh semua orang dan menjangkau hamper seluruh belahan dunia tanpa
        batasan tempat dan waktu.
      4. Meningkatkan Customer Loyalty. Konsumen yang menggunakan E-
        commerce dapat memilih sendiri produk yang ia inginkan yaitu dengan
        melihat katalog produk yang ditawarkan oleh penjual atau produsen. Selain
        itu, para konsumen juga bisa mendapatkan informasi yang detail dari para
        penjual atau produsen dimana informasi tersebut dapat diakses setiap waktu.
      5. Meningkatkan Supply Management. Penggunaan E-commerce pada
        perusahaan dapat meningkatkan efisiensi pengeluaran operasional perusahaan
        terutama pada stock barang dan jumlah karyawan. Hal ini terjadi karena
        adanya supply management yang baik.
      6. Memperpendek Waktu Produksi. Dengan e-commerce maka proses
        pemesanan barang oleh konsumen kepada penjual atau produsen dapat
        dilakukan secara langsung tanpa batas waktu. Hal ini akan mempersingkat
        waktu dalam proses perpindahan barang dari penjual ke konsumen.
        Sedangkan menurut Suyanto (2003:50) beberapa manfaat yang dapat
        diperoleh dari e-commerce bagi organisasi adalah :
      7. Memperluas market place hingga ke pasar nasional dan international.
      8. Menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan dan
        pencarian informasi yang menggunakan kertas.
      9. Memungkinkan pengurangan inventory dan overhead dengan
        menyederhanakan supply chain dan management tipe “pull”.
      10. Mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.
      11. Mendukung upaya-upaya business process reengineering.
      12. Memperkecil biaya telekomunikasi internet lebih murah dibanding VAN.
      13. Akses informasi lebih cepat.

      Klasifikasi E-commerce


      E-commerce dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Menurut
      Laudon dan Traver (2017: 22-27) e-commerce diklasifikasikan menjadi enam
      jenis model, yaitu:

      1. Business-to-Consumer (B2C) e-commerce, bisnis online jenis ini menjangkau
        konsumen secara individual. B2C e-commerce mencakup pembelian barang
        ritel, 10 travel, konten online dan jenis layanan lainnya. Jenis B2C e-
        commerce ini tumbuh secara eksponensial sejak 1995, dan merupakan jenis e-
        commerce yang paling sering ditemui konsumen.
      2. Business-to-Business (B2B) e-commerce, merupakan jenis e-commerce
        terbesar yang berfokus pada penjualan ke bisnis lain. Proses transaksi
        ecommerce bertipe B2B, perusahaan atau organisasi yang terlibat dapat
        bertindak sebagai pembeli atau penjual. Terdapat dua model bisnis utama
        yang digunakan dalam B2B e-commerce: (1) net marketplace, yang meliputi
        e-distributor, perusahaan e-procurement, bursa dan konsorsium industri, dan
        (2) jaringan industri swasta.
      3. Consumer-to-Consumer (C2C) e-commerce, pada jenis ini tersedia media
        bagi konsumen untuk menjual satu sama lain, dengan bantuan pembuat pasar
        online (juga disebut penyedia platform). Dalam C2C e-commerce, pihak
        individu menjual barang atau jasanya kepada individu, organisasi atau
        perusahaan yang berperan sebagai konsumen melalui internet.
      4. Mobile e-commerce (m-commerce), mengacu pada penggunaan perangkat
        mobile untuk memungkinkan bertransaksi online dengan menggunakan
        jaringan seluler dan nirkabel untuk menghubungkan smartphone atau tablet
        ke internet.
      5. Social e-commerce, merupakan e-commerce yang menggunakan jejaring
        sosial dan social media. Pertumbuhan Social e-commerce didorong oleh
        sejumlah faktor, termasuk meningkatnya popularitas sign-on sosial, notifikasi
        jaringan, kolaborasi alat belanja online, pencarian social toko virtual di
        Facebook, Instagram, Pinterest, YouTube, dan situs jejaring sosial lainnya.
        Social e-commerce sering kali dihubungkan dengan jenis m-commerce, hal
        ini disebabkan karena semakin banyak pengguna jaringan sosial yang
        mengakses jaringan tersebut melalui perangkat mobile. Proses social e-
        commerce melibatkan penggunaan aplikasi mobile pengolahan pesan seperti
        Facebook Messenger, WhatsApp, BBM, dan lain-lain sebagai media
        berinteraksi antara penjual dengan konsumen.
      6. Local e-commerce, Local e-commerce adalah perpaduan dari m-commerce,
        social e-commerce, dan local e-commerce yang didorong oleh banyaknya
        minat terhadap layanan on-demand lokal seperti Uber, dan GOJEK. Local e-
        commerce merupakan bentuk e-commerce yang berfokus untuk melibatkan
        konsumen berdasarkan lokasi geografis saat ini. Pedagang lokal
        menggunakan berbagai teknik pemasaran online untuk mendorong konsumen
        ke toko mereka.

      E-commerce


      Setelah memahami definisi dan teori tentang digital marketing dari para
      ahli, berikutnya adalah definisi tentang e-commerce dari para ahli. Menurut
      Wijaya (2020:19) E-commerce adalah website yang digunakan untuk menjual
      produk-produk dari pemilik website itu sendiri. Definisi E-commerce menurut
      menurut David yang telah diterjemahkan oleh Purbo (2001:2) merupakan satu set
      teknologi dinamis, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan,
      konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan
      barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Menurut
      Wong (2010: 33) pengertian dari electronic commerce adalah pembelian,
      penjualan dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik. Seperti
      radio, televisi dan jaringan computer atau internet. Dapat disimpulkan bahwa di
      dalam kegiatan e-commerce terdapat unsur kegiatan pemasaran untuk mendukung
      kegiatan jual-beli secara digital. Sedangkan menurut Kotler & Amstrong (2012)
      E-commerce adalah saluran online yang dapat dijangkau seseorang melalui
      komputer, yang digunakan oleh pebisnis dalam melakukan aktifitas bisnisnya dan
      digunakan konsumen untuk mendapatkan informasi dengan menggunakan
      bantuan komputer yang dalam prosesnya diawali dengan memberi jasa informasi
      pada konsumen dalam penentuan pilihan. Menurut Laudon dan Traver (2017: 11-
      12) pada awal berkembangnya e-commerce, satu-satunya media digital adalah
      web browser, namun saat ini media yang lebih banyak digunakan adalah melalui
      aplikasi mobile.

      Kelemahan Digital marketing


      Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun ternyata digital marketing
      juga memiliki beberapa kelemahan dalam penerapannya. Menurut Royan (2020),
      terdapat 3 kelemahan dalam digital marketing, antara lain adalah :

      1. Konten dan system digital marketing mudah ditiru.
        Masalah plagiatisme di Indonesia sangatlah banyak terjadi. Hal ini disebabkan
        karena ketidakpastian hukum yang mengatur tentang plagiatisme. Semantara
        banyak oknum pelaku usaha yang hanya ingin memasarkan produk mereka
        secara mudah saja tanpa harus membuat konten iklan hasil karya mereka
        sendiri yang tentunya membutuhkan biaya, waktu dan pengorbanan yang lebih.
      2. Memunculkan banyak pesaing.
        Kesadaran masyarakat dan para pelaku usaha terhadap besarnya manfaat
        internet dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya
        pemasaran konvensional telah memicu minat para pelaku usaha untuk beralih
        ke system pemasaran digital. Hal ini berdampak terhadap semakin banyaknya
        para pelaku usaha yang baru sebagai pesaing dalam bisnis.
      3. Membutuhkan kreatifitas yang tinggi
        Untuk dapat bersaing deangan para pelaku usaha yang sama-sama memasarkan
        produknya melalui digital marketing, maka seorang pelaku usaha dituntut harus
        memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi dalam membuat konten iklan untuk
        dipasang di platform digitalnya. Hal ini diperlukan untuk dapat membedakan
        dengan iklan dari para pelaku usaha yang lain dan juga untuk dapat menarik
        para customer untuk mengunjungi iklan yang dipasang dan pada akhirnya
        melakukan pembelian

      Manfaat Digital Marketing


      Penggunaan digital marketing dalam dunia usaha memiliki beberapa
      manfaat. Berikut adalah manfaat dari kegiatan pemasaran menggunakan digital
      marketing menurut Chole dan Dharmik (2018):

      1. Informasi Produk dan Layanan yang Transparan Dengan adanya informasi
        digital yang hanya membutuhkan sekali klik (internet) sehingga masyarakat
        mampu mendapatkan informasi yang detail, jelas dan transparan mengenai
        produk atau servis.
      2. Kemudahan update informasi produk atau jasa, sehingga pelanggan dapat
        memperoleh pembaharuan langsung. Pelanggan dapat memperoleh
        pembaharuan informasi dengan mudah dan cepat mengenai produk atau jasa
        dengan tersedianya pembaruan informasi produk atau jasa yang terus
        ditingkan secara berkelanjutan dan dengan kemudahan dalam melakukan
        pengeditan di situs tersebut.
      3. Analisis Komparatif dengan pesaing, mudah untuk membandingkan produk
        atau jasa sendiri dengan produk orang lain. Kemajuan teknologi yang terjadi
        saat ini memberikan kemudahan bagi sebuah pemilik usaha yang melakukan
        pemasaran secara digital untuk membandingkan produk atau jasa perusahaan
        tersebut dengan produk atau jasa dari perusahaan lain. Hal ini dapat
        membantu dalam meningkatkan kualitas produk atau jasa sendiri.
      4. Biaya lebih murah. Dengan bantuan digital, biaya yang diperlukan untuk
        mempromosikan produk atau jasa melalui situs social, channels media, dan
        personal email menjadi tidak maha

      Media Pemasaran Digital


      Dalam penelitiannya mengenai Digital marketing and Social Media (Chole
      dan Dharmik, 2018) menyampaikan beberapa media yang dapat digunakan
      sebagai pendukung kegiatan digital marketing antara lain adalah ponsel, social
      media, search engine optimization (SEO), Email, search engine marketing (SEM)
      dan text massage.

      1. Ponsel. Penggunaan ponsel sebagai media pemasaran digunakan oleh hampir
        semua perusahaan yang memiliki produk atau jasa misal seperti produk
        belanja, produk khusus, produk luxury, atau lainnya. Pengiriman sms, atau
        menggunakan aplikasi mobile phone seperti Whatsapp, Line, Kakao Talk
        merupakan beberapa contoh cara yang dapat dilakukan untuk
        mempromosikan produk atau jasa hanya dengan sekali klik.
      2. Social Media Marketing. Sosial Media Marketing adalah metoda pemasaran
        online yang saat ini sangat booming dibandingkan dengan jenis pemasaran
        lainnya. Hampir semua orang mengenal dan memiliki social media. Media
        pemasaran ini lebih dimanfaatkan oleh bisnis berukuran kecil, UKM atau
        bisnis lainnya yang berada di wilayah pedesaan. Facebook, Instagram,
        Twitter, Linkedin, SnapGram, Youtube dan lain sebagainya merupakan
        beberapa contoh social media yang sering digunakan oleh perusahaan.
      3. Search Engine Marketing. Search engine merupakan suatu cara pilihan terbaik
        untuk menemukan suatu informasi melalui internet. Terdapat beberapa traffic
        atau sumber kunjungan ke sebuah website, namun traffic dari mesin pencari
        menjadi yang paling baik khususnya dalam mendapatkan pengunjung yang
        tetarget (Ridwan dkk. 2017). Strategi yang dilakukan pada Search Engine
        Marketing adalah dengan mengupgrade visibilitas website dan menjadikannya
        paling atas dalam mesin pencarian.
      4. Search Engine Optimization. Search Engine Optimization adalah proses yang
        mempengaruhi tampilan website yang dipromosikan di situs mesin pencari
        (search engine) seperti google, yahoo, bing yang dapat di tampilkan di
        halaman pertama dari pengguna internet dengan menggunakan kata kunci
        tertentu tanpa mengeluarkan biaya (Wibowo, 2017). Strategi yang dilakuan
        hampir sama dengan Search Engine Marketing yaitu dengan membuat website
        perusahaan berada di daftar paling atas pada search engine namun relative
        lebih murah bahkan bisa dilakukan sendiri dengan gratis, meskipun memiliki
        kekurangan yaitu membutuhkan waktu yang cukup lama.
      5. Email Marketing. Yang dimaksud dalam email marketing adalah menyediakan
        pesan tentang produk atau jasa yang dikirim melalui email kepada seseorang
        atau calon konsumen tertentu. Di dalam email marketing, iklan, video dan
        pesan dikirimkan kepada pelanggan untuk membuat mereka sadar atau
        mengetahui terhadap produk, brand atau merek, dan informasi tentang harga
        dan strategi ini cukup murah. Sebagai contoh: ketika seseorang mendownload
        sebuah aplikasi seperti pegipegi kemudian saat registrasi terdapat salah satu
        form yang wajib diisi berupa alamat email calon konsumen, dan biasanya di
        aplikasi tersebut akan menawarkan kepada calon konsumennya untuk
        berlangganan surat elektronik apabila ada penawaran harga diskon dan
        lainnya.
      6. Pesan Teks. Cara ini merupakan satu-satunya media pemasaran yang mudah
        dan nyaman untuk mengirim pesan informasi ataupun penawaran produk atau
        jasa dengan menggunakan bantuan telepon genggam.

      Pemasaran Digital (Digital Marketing)


      Definisi Digital marketing menurut Chaffey dan Chadwick (2016:11)
      “Digital marketing is the application of the internet and related digital
      technologies in conjunction with traditional communications to to achieves
      marketing objectives”. Artinya Digital marketing merupakan aplikasi dari internet
      dan berhubungan dengan teknologi digital dimana didalamnya berhubungan
      dengan komunikasi tradisional untuk mencapai tujuan pemasaran. Beberapa
      contoh platform online yang digunakan oleh para marketer untuk menawarkan
      produk mereka dan berkomunikasi dengan para calon konsumennya antara lain
      adalah Website, Blog, Media sosial (Instagram, Whatsapp, Line, dan lain
      sebagainya). Dalam bukunya Sanjaya dan Tarigan (2016:47) menyatakan bahwa
      kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media
      berbasis web seperti blog, website, e-mail, adwords ataupun jejaring sosial.
      Digital marketing adalah aktivitas mempromosikan dan menawarkan pasar
      melalui media digital secara online dengan menggunakan berbagai sarana seperti
      jejaring sosial (Purwana, et.al, 2017). Dalam arti yang sederhana marketing atau
      kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai pembangunan dan pemeliharaan
      hubungan yang saling memuaskan antara perusahaan dan konsumen. Dari
      pengertian Digital marketing diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Digital
      marketing adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan secara digital dengan
      menggunakan teknologi berbasis internet. Mengingat bahwa hampir semua
      wilayah di belahan dunia sudah terjangkau oleh internet maka penggunaan Digital
      marketing sebagai alat pemasaran sangatlah dibutuhkan oleh para pemasar,
      sehingga terdapat peluang yang sangat besar untuk melakukan kegiatan
      pemasaran.
      Menurut Iram dan Chopade (2018) dalam Sabila (2019:23) menyatakan
      bahwa dengan menggunakan digital marketing sebagai alat pemasaran dapat
      memberikan kenyamanan, kemudahan, serbaguna, dan lebih cepat dibanding yang
      lain. Hal ini tidak hanya memudahkan konsumen, tetapi juga sebagai alat yang
      efektif bagi pemasar dalam menjangkau target pasar mereka. Digital marketing
      merupakan platfrom yang digunakan oleh pengusaha, investor mikro, perusahaan
      berbasis produk, dan unit lainnya untuk mempromosikan produk atau jasa yang
      mereka tawarkan (Chole dan Dharmik, 2018).

      Fungsi Pemasaran


      Fungsi pemasaran yang dikemukakan oleh Sudaryono (2016:50) terdiri dari
      3 fungsi antara lain adalah :

      1. Fungsi Pertukaran. Dengan adanya kegiatan pemasaran, maka pembeli dapat
        membeli produk dari produsen. Baik dengan cara menukar uang dengan
        produk ataupun dengan cara menukar produk dengan produk (barter) untuk
        dipakai sendiri atau untuk dijual kembali. Pertukaran merupakan salah satu
        dari empat cara orang mendapatkan suatu produk.
      2. Fungsi Distribusi Fisik. Distribusi fisik suatu produk dilakukan dengan
        mengangkut dan menyimpan produk. Produk diangkut dari produsen
        mendekati konsumen yang membutuhkan dengan banyak cara, baik melalui
        transportasi air, darat, udara, dan sebagainya. Penyimpanan produk bertujuan
        untuk menjaga pasokan produk agar tidak kekurangan saat dibutuhkan.
      3. Fungsi Perantara. Untuk menyampaikan produk dari tangan produsen ke
        tangan konsumen dapat dilakukan melalui perantara pemasaran yang
        menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distirbusi fisik. Aktivitas fungsi
        perantara antara lain pengurangan tingkat risiko, pembiayaan, pencarian
        informasi serta standarisasi dan penggolongan (klasifikasi) produk

      Pemasaran


      Pemasaran merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting bagi setiap
      perusahaan. Mengingat pentingnya pemasaran bagi setiap perusahaan, maka
      diperlukan pemahaman yang tepat tentang definisi pemasaran. Menurut
      Melydrum dalam Sudaryono (2016:41), pemasaran adalah proses bisnis yang
      berusaha menyelaraskan antara sumber daya manusia, finansial dan fisik
      organisasi dengan kebutuhan dan keinginan para pelanggan dalam konteks
      strategi kompetitif. Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2016:27)
      menyatakan : “Marketing is a societal process by which individuals and groups
      obtain what they need and want through creating, offering, and freely exchanging
      products and services of value with others”. (Pemasaran adalah proses sosial
      dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan
      inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran secara bebas produk dan
      jasa yang bernilai dengan orang lain). Berdasarkan teori pemasaran yang
      dikemukakan oleh Kotler and Keller tersebut, maka dapat digaris-bawahi bahwa
      kegiatan pemasaran harus memiliki nilai yang saling menguntungkan bagi
      pemasar dan juga bagi para calon konsumen

      Pengaruh Social media marketing dan user generated contentberpengaruh terhadap keputusan penggunaan jasa.


      Penelitian yang dilakukan (Sembiring, 2023), terdapat hubungan
      antara social media marketing dan keputusan pembelian yang
      signifikan. Dengan hubungan seperti ini berarti bahwa makin tinggi
      social media marketing maka makin tinggi keputusan pembelian.
      Penelitian yang dilakukan (Putri, 2020), terdapat hubungan antara
      user generated content terhadap minat beli konsumen Dapur Mbok
      Sarminah. Dengan hubungan seperti ini berarti bahwa makin tinggi user
      generated content maka makin tinggi minat beli.
      Secara keseluruhan, kaitan antara social media marketing dan user
      generated content dapat membentuk pengalaman pengguna yang kuat
      dan positif, yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan penggunaan
      produk atau jasa.

      Pengaruh User Generated Content Terhadap Keputusan Penggunaan


      Penelitian yang dilakukan(Putri, 2020), terdapat hubungan antara user
      generated content terhadap minat beli konsumen Dapur Mbok Sarminah.
      Dengan hubungan seperti ini berarti bahwa makin tinggi user generated
      content maka makin tinggi minat beli.
      Pemanfaatan konten yang dihasilkan oleh pengguna dapat memperkuat
      upaya pemasaran perusahaan dengan mempromosikan produk atau
      layanannya kepada konsumen. Melibatkan orang ketiga atau langsung dati
      pengguna dapat memberikan kesan alami dalam pemasaran (Dila Khoirin
      anisa & Novi Marlena, 2022)

      Pengaruh Social Media Marketing Terhaap Keputusan Penggunaan


      Penelitian yang dilakukan (Sembiring, 2023), terdapat hubungan
      antara social media marketing dan keputusan pembelian yang signifikan.
      Hubungan seperti ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian lebih
      banyak dipengaruhi oleh pemasaran media sosial yang lebih besar.
      Social media marketing yang dilakukan oleh suatu bisnis dapat
      mempengaruhi pemikiran seseorang yang akan berdampak pada pemikiran
      orang lainnya secara lebih halus secara lebih luas sebelum melakukan
      keputusan pembelian atau penggunan (Narottama & Moniaga, 2022)

      Indikator Keputusan Penggunaan


      Menurut Alma (2004) dalam Ilmi (2018), keputusan penggunaan
      mempunyai indikator sebagai berikut:

      1. Pembelian produk terjadi ketika konsumen menggunakan uangnya
        untuk mendapatkan suatu produk atau jasa.
      2. Mencurahkan perhatian pada pembelian merupakan langkah konsumen
        untuk memberikan prioritas pada produk atau jasa yang akan digunakan.
      3. Kesiapan untuk berkorban adalah perilaku konsumen yang bersedia
        menghabiskan waktu, biaya, dan tenaga untuk mendapatkan produk atau
        jasa.
      4. Penggunaan produk atau jasa diputuskan saat konsumen merasa tertarik
        untuk memanfaatkan produk atau jasa tersebut.

      Pengertian Keputusan Penggunaan


      Keputusan adalah proses eksplorasi masalah yang dimulai dari latar
      belakang masalah, menemukan masalah, dan sampai pada kesimpulan atau
      saran. Menurut Sembiring (2023), menyatakan bahwa Keputusan pembelian
      atau penggunaan jasa adalah proses yang melibatkan konsumen dalam
      menilai berbagai opsi dan memilih satu atau lebih dari alternatif yang
      dianggap perlu, dengan mempertimbangkan faktor-faktor tertentu dalam
      proses pembelian.”
      Keputusan penggunaan adalah langkah integrasi pengetahuan yang
      menggabungkan dan mengevaluasi beberapa alternatif, lalu memilih satu
      diantaranya. Hasil integri ini berupa kognitif yang mencerminkan niat
      prilaku, yang pada akhirnya adalah rencana untuk meleksanakan satu atau
      lebih tindakan (Erwan & Edi Setiawan, 2023). Keputusan menggunakan
      jasa pada dasarnya kaitannya memang erat dengan perilaku konsumen.
      Perilaku konsumen merupakan unsur yang penting dalam kegiatan
      pemasaran produk. Pada dasarnya perusahaan tidak mengetahui apa yang
      pelanggan pikirkan saat membeli/menggunakan produknya.
      Perilaku konsumen mencakup keputusan penggunaan jasa, juga
      dikenal sebagai keputusan pembelian. Pada dasarnya, keputusan pembelian
      adalah tindakan atau perilaku konsumen yang menentukan apakah mereka
      melakukan pembelian atau transaksi tertentu. Perilaku konsumen adalah
      tindakan yang secara langsung terlibat dalam upaya perusahaan untuk
      mendapatkan pelanggan baru

      Indikator Social Media Marketing


      Menurut Pradiptarini (2011) dalam Sembiring (2023) indikator Social
      Media Marketing adalah sebagai berikut :

      1. Kualitas Konten
        Kualitas konten mencakup seberapa bernilai, relevan, dan menarik suatu
        materi. Konten berkualitas memenuhi kebutuhan audiens, memberikan
        informasi yang akurat, dan disajikan dengan cara yang menarik dan
        mudah dipahami.
      2. Membangun kepercayaan (hubungan)
        Membangun kepercayaan atau hubungan melibatkan konsistensi,
        transparasi, dan saling pengertian. Memberikan komunikasi jujur,
        mendengarkan dengan baik, dan memenuhi janji-janji membantu
        menciptakan dasar kepercayaan yang kuat.
      3. Keterlibatan
        Suatu kondisi dimana seseorang atau sesuatu terlibat dalam sesuatu
        aktivitas atau situasi. Inii mencakup partisipasi, ketertarikan atau
        kontribusi terhadap suatu peristiwa atau hubungan.
      4. Integrasi dengan platform media lainnya
        Merujuk pada kemampuan untuk menyatukan atau menghubungkan
        suatu sistem atau aplikasi dengan platfrom media yang berbeda. Ini
        memungkinkan pertukaran informasi atau fungsionalitas antar platfrom
        secara lebih efisien

      Pengertian Social Media Marketing


      Pasaran media sosial digunakan untuk menghubungkan pelanggan
      ke situs web sosial, tempat mereka biasanya menghabiskan waktu. Menurut
      Santoso, Baihaqi, & Persada 2017 dalam Sembiring, 2023 Menggunakan
      platform media sosial seperti blogging, microblogging, dan jejaring sosial,
      pemasaran media sosial adalah semacam iklan yang menggunakan platform
      ini untuk secara langsung atau tidak langsung mempromosikan produk,
      merek, perusahaan, orang, atau kelompok.
      Menurut Ariadi & Saino, 2014 dalam Sembiring, 2023 Pemasaran
      media sosial adalah upaya menggunakan media sosial untuk menarik
      pelanggan untuk barang, jasa, atau perusahaan tertentu. Ini termasuk
      pemasaran melalui jejaring sosial, blog, dan metode lainnya.
      Dengan menggunakan media sosial untuk memudahkan berbagai
      interaksi atau komunikasi dua arah tentang produk yang dijual oleh
      perusahaan dengan konsumen atau calon pelanggan, penulis dapat menarik
      kesimpulan bahwa pemasaran media sosial adalah jenis pemasaran yang
      menggunakan media sosial untuk meningkatkan popularitas produk.
      Pemasaran media sosial, bagaimanapun, tidak secara khusus berusaha untuk
      meningkatkan penjualan produk perusahaan

      Digital Marketing


      Pemasaran digital adalah bidang pemasaran di mana produk atau
      jasa dipromosikan dengan menggunakan media digital untuk mencapai
      calon konsumen. Saat ini, pemasaran digital menjadi pilihan utama
      masyarakat untuk mendukung berbagai kegiatan, secara bertahap
      menggantikan pendekatan pemasaran konvensional atau tradisional. Dalam
      digital marketing, komunikasi dan transaksi dapat dilakukan kapan saja
      (Saputra & Ardani, 2020).
      Secara umum, digital marketing merupakan strategi pemasaran yang
      menggunakan berbagai platform digital melalui internet, termasuk basis
      data, surel, situs web, media sosial, perangkat seluler, dan televise digital.
      Fokusnya adalah mencapai tujuan pemasaran dengan meningkatkan jumlah
      konsumen yang diincar serta memperluas pemahaman mengenai profil,
      prilaku, nilai produk, serta loyalitas pelanggan atau konsumen yang mencari
      target (Chaffey dan Chadwick, 2016).
      Digital marketing dapat diartikan sebagai strategi pemasaran yang
      dilakukan melalui berbagai media online, di mana internet memegang peran
      kunci sebagai alat penting bagi kemajuan bisnis.
      Pemasaran digital melibatkan penggunaan media intersent seperti
      Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, dan situs web untuk memikat
      pelanggan agar menggunakan produk atau layanan yang dihasilkan oleh
      perusahaan (Lombok & Samadi, 2022)

      TEORI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL (Model AISAS)


      Teori AISAS model perilaku komunikasi digital yang diciptakan oleh
      dentsu, seorang agen periklanan di jepang pada tahun 2005. Teori AISAS terdiri
      dari Attention (perhatian), Interest (ketertarikan), Search (pencarian), Action
      (aksi), dan Share (berbagi).AISAS menjelaskan mengenai terjadinya perubahan
      yang signifikan terhadap pola perilaku konsumen semenjak hadirnya teknologi
      komunikasi dan imformasi atau media baru yaitu internet. Sehingga efek yang
      diusulkan diera media baru sebagai berikut :
      a. Attention ialah calon konsumen memperhatikan produk yang diiklankan
      melalui berbagai media seperti media elektronik dan media social.
      b. Interest adalah ketertarikan terhadap produk yang bersifat pasif,
      diartikan seperti suatu cara untuk memotivasi khalayak untuk mencari
      informasi mengenai produk, service dan iklan.
      c. Search adalah ditahap pencarian dalm memperoleh informasi terkait
      produk, ini sebagai tahap peralihan ialah peralihan dari proses
      individual ke sosial yang mana konsumen telah bertanya dan masuk
      dalam kategori zona aktif.
      d. Action adalah interaksi tidak sebatas dilevel informasi namun telah
      masuk keranah physical interaction.
      e. Share ialah tahapan terakhir yang menandakan produk atau brand telah
      berhasil dipasarkan yaitu saat konsumen menyebarluaskan serta
      merekomendasikan brand kepada orang lain.
      C. PROMOSI WISATA
      Promosi merupakan proses untuk menyampaikan informasi terhadap
      target pasar, mengenai hal-hal yag berkaitan dengan produk, harga, tempat
      produk yang dijual dengan melakukan ajakan atau persuasi yang bertujuan
      supaya target bersedia melakukan pembelian (Yoeti, 2008). Pada dasarnya
      maksud dari kata promosi ialah untuk memberitahukan, membujuk atau
      mengingatkan lebih mendalam (Yoeti, 2008)

      DIGITAL MARKETING


      Marketing ialah aktivitas suatu perusahaan dalam menciptakan,
      mengkomunikasikan, menyampaikan dan bertukar penawaran yang memiliki
      nilai bagi konsumen atau masyarakat.Sedangkan Internet merupakan media yang
      diciptakan secara digital.Dalam kehidupan, internet sangat mudah dalam
      mencari informasi yang dibutuhkan, pembelian barang, dan masih banyak lagi
      yang dapat dilakukan melalui media internet.Sehingga kini internet menjadi
      sebuah media yang penting bagi perusahaan atau pelaku bisnis dalam bertukar
      penawaran. Dari penjelasan tersebut nama digital marketing telah hadir di era
      digital saat ini (Muljono, 2018). Jadi digital marketing merupakan pemasaran
      melalui media digital dalam menawarkan brand yang dimiliki oleh suatu
      perusahaan.
      Digital marketing merupakan kegiatan dibidang pemasaran yang
      memanfaatkan platform yang ada di internet dalam menjangkau para target
      konsumen, selain itu digital marketing diartikan sebagai pemasaran produk atau
      jasa melalui internet atau disebut dengan pemasaran-i, web marketing, online
      marketing, e-marketing, atau e-commerce (Hermawan , 2012). Kegiatan digital
      marketing dimanfaatkan oleh pelaku bisnis sehingga penerapan media internet
      dipasaran meningkat.Adapun dua manfaat digital marketing (Hermawan , 2012):

      1. Biayanya relatif murah adalah pemasaran menggunakan digital marketing
        jauh lebih murah dan mudah menjangkau calon konsumen begitu luas
        dibandingkan periklanan konvensional. Sifat digital marketing
        memungkinkan konsumen memeriksa dan membandingkan produk satu
        dengan yang lainnya lebih nyaman.
      2. Muatan informasi yang besar adalah penggunaan digital marketing
        menyediakan sejumlah informasi yang besar dan begitu luas dibandingkan
        dengan media konvensional seperti media cetak, radio dan televisi. Digital
        marketing juga mampu menyimpan data secara akurat yang dibutuhkan
        oleh perusahaan

      Business to Business (B2B)


      Business to Business (B2B) merupakan proses penjualan produk atau jasa
      dari satu perusahaan kepada perusahaan lainnya. Fokus utama dari Business to
      Business (B2B) ini adalah memberikan produk atau jasa yang memiliki kualitas
      tinggi serta menciptakan rasa kepercayaan dengan konsumen. Prioritas utama
      dalam Business to Business (B2B) adalah menciptakan kerjasama yang berskala
      panjang dengan para konsumen. Konsep ini melibatkan pemasaran berbasis
      hubungan antara pemilik usaha dengan konsumen mereka. Relationship
      Marketing, yang dikemukakan oleh Kotler pada tahun 2017, merupakan praktik
      atau cara untuk menciptakan relasi atau hubungan jangka panjang yang dapat
      memberikan kepuasan kepada konsumen, pemasok, serta penyalur supaya bisnis
      tetap bertahan dalam waktu jangka panjang (Rumefi, 2023)
      Pemasaran Business to Business (B2B) merupakan proses pemasaran yang
      melibatkan antara penjualan produk atau layanan dari satu perusahaan ke
      perusahaan lainnya. Lain halnya dengan pemasaran menggunakan metode B2C
      (Business to Customer) yang mengacu pada konsumen akhir, sedangkan untuk
      Business to Business (B2B) menargetkan pasar bisnis dan memprioritaskan
      hubungan jangka panjang dengan mitra bisnis. Dalam pemasaran Business to
      Business (B2B), terdapat beberapa karakteristik yang penting, seperti:
      1) Produk atau layanan yang ditawarkan kepada konsumen dalam pemasaran
      Business to Business (B2B), pada umumnya lebih kompleks dan khusus,
      sebab perusahaan Business to Business (B2B) memerlukan solusi yang
      disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
      2) Tahapan dalam pengambilan keputusan dalam pemasaran Business to
      Business (B2B), yang lebih kompleks dan melibatkan sejumlah pemangku
      kepentingan dalam sebuah instansi. Keputusan pembelian Business to
      Business (B2B) membutuhkan pertimbangan yang mendalam dan dapat
      mengambil waktu yang lebih lama.
      Menurut Shepherd definisi pemasaran Business to Business (B2B)
      didasarkan pada pengalaman praktis serta menggambarkan bahwa pemasaran
      Business to Business (B2B) meliputi segala hal yang dilakukan oleh sebuah
      instansi untuk mengidentifikasi, memperoleh, serta mendukung kesempatan atau
      peluang pendapatan (Shepherd, 2012).

      Jenis Pengetahuan Produk (Product Knowledge)


      Dalam buku “Creative Selling Everyday” terdapat tiga jenis dalam
      pengetahuan produk, antara lain:
      1) Pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk.
      Seorang konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan dengan
      karakteristik produk tersebut. apabila ingin membeli suatu mobil, maka mobil yang
      akan dipilih harus memiliki atribut warna, model, tahun pembuatan, jumlah cc,
      merek, dan ciri khas lainnya dari produk tersebut.
      2) Pengetahuan tentang manfaat produk.
      Jenis pengetahuan produk yang kedua adalah tentang manfaat produk.
      Konsumen membeli produk atau jasa tersebut, karena ingin mengetahui manfaat
      dari produk tersebut yang sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan.
      Secara umum terdapat dua jenis manfaat yang dirasakan oleh konsumen
      atau pelanggan:
      a) Manfaat Fungsional
      Manfaat fungsional merujuk pada manfaat langsung atau nyata yang
      diperoleh konsumen dari penggunaan produk atau layanan tertentu. Manfaat
      fungsional berkaitan dengan cara produk atau layanan tersebut memenuhi
      kebutuhan atau keinginan praktis konsumen. Contoh manfaat fungsional meliputi
      kinerja produk, keandalan, kemudahan penggunaan, kualitas, efisiensi, dan harga
      yang kompetitif.
      Dalam pemasaran, penting untuk memahami dan menyoroti manfaat
      fungsional dari produk atau layanan karena hal ini dapat menjadi faktor penentu
      utama dalam keputusan pembelian konsumen. Memperjelas dan menonjolkan
      manfaat fungsional produk atau layanan dapat membantu membangun
      kepercayaan konsumen dan membedakan merek dari pesaing di pasar.
      b) Manfaat Emosional
      Manfaat emosional dalam konteks manfaat pengetahuan merek mengacu
      pada perasaan atau pengalaman positif yang dikaitkan dengan merek oleh
      konsumen. Ini melibatkan bagaimana merek membangkitkan emosi seperti
      kebahagiaan, kepuasan, kenyamanan, atau hubungan emosional yang mendalam
      dengan konsumen.
      Manfaat emosional penting karena dapat mempengaruhi persepsi
      konsumen terhadap merek, membentuk loyalitas merek, dan memengaruhi
      keputusan pembelian jangka panjang. Oleh karena itu, dalam strategi pemasaran,
      penting untuk memperhitungkan dan memanfaatkan manfaat emosional ini untuk
      membangun hubungan yang kuat antara merek dan konsumen.
      3) Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen.
      Hal tersebut mengacu pada pemahaman atau kesadaran yang dimiliki
      konsumen tentang sejauh mana produk memenuhi atau melebihi harapan mereka
      dan memberikan kepuasan. Ini mencerminkan pengetahuan konsumen tentang
      pengalaman positif yang mereka alami setelah menggunakan produk tersebut.
      Penting untuk merekam dan memahami tingkat kepuasan konsumen
      terhadap produk karena dapat memberikan wawasan berharga untuk
      meningkatkan kualitas produk, layanan pelanggan, dan strategi pemasaran.
      Konsumen yang puas cenderung menjadi pelanggan setia dan mungkin juga
      menjadi advokat merek yang berharga, yang dapat memengaruhi persepsi merek
      di kalangan orang lain. Oleh karena itu, memahami pengetahuan konsumen
      tentang kepuasan produk merupakan elemen kunci dalam manajemen merek dan
      pemasaran.(Herdianto & F.Ronodirdjo, 2020)