Pendekatan pemasaran experiential marketing merupakan pendekatan
yangmencoba menggeser pendekatan pemasaran tradisional, pendekatan
tradisional ini menurut (Schmitt dalam Kustini, 2007) memiliki empat karakteristik
experiential marketing, yaitu :
- Fokus pada pengalaman pertama
Berbeda dengan pemasaran tradisional, experiential marketing berfokus pada
pengalaman pelanggan. Pengalaman yang terjadi akibat pertemua, menjalani
atau melewati situasi tertentu. Pengalaman yang terjadi akibat pertemuan,
menjalani atau melewati situasi tertentu. Pengalaman memberika nilai-nilai
indrawi, emosional, kognitif, perilaku dan relasional yang menggantikan nilainilai fungsional. - Menguji situasi konsumsi
Pemasar eksperensial menciptakan sinergi untuk dapat meningkatkan
pengalaman konsumsi. pelanggan tidak hanya mengevaluasi suatu produk
sebagai produk yang berdiri sendiri dan juga tidak hanya menganalisis tampilan
dan fungsi saja, melainkan pelanggan lebih menginginkan suatu produk yang
sesuai dengan situasi dan pengalaman pada saat mengkonsumsi produk tersebut. - Mengenali aspek rasional dan emosional
Pemicu dari konsumsi Jangan memperlakukan pelanggan hanya sebagai
pembuat keputusan yang rasional, pelanggan ingin dihibur, dirangsang,
dipengaruhi secara emosional dan ditantang secara kreatif. - Metode dan perangkat bersifat elektik
Metode dan perangkat untuk mengukur pengalaman seseorang bersifat elektik,
yaitu tidak hanya terbatas pada suatu metode saja, melainkan memilih metode
dan perangkat yang sesuai tergantung dari objek yang diukur. Jadi bersifat lebih
pada kustomisasi untuk setiap situasi dari pada menggunakan suatu standar yang
sama. Adapun pergeseran dari pendekatan pemasaran tradisional ke pendekatan
experiential marketing terjadi karena adanya perkembangan tiga faktor di dunia
bisnis (Schmitt dalam Rahmawati, 2003), yaitu : - Teknologi informasi yang dapat diperoleh dimana-mana sehingga
kecanggihan- kecanggihan teknologi akibat revolusi teknologi informasi dapat
menciptakan suatu pengalaman dalam diri seseorang dan membaginya dengan
orang lain dimanapun ia berada. - Keunggulan dari merek, melalui kecanggihan teknologi informasi maka
informasi mengenai brand atau merek dapat tersebar luas melalui berbagai
media dengan cepat dan global. Dimana brand atau merek memegang kendali,
suatu produk dan jasa tidak lagi sekelompok fungsional tetapi lebih berarti
sebagai alat pencipta experience bagi pelanggan. - Komunikasi dan banyaknya hiburan yang ada dimana-mana yang
mengakibatkansemua produk dan jasa saat ini cenderung bermerek dan
jumlahnya banyak.
