Bauran Pemasaran


Rambat Lupiyoadi (2013:92) menyebutkan bahwa bauran pemasaran jasa
terdiri:
a. Produk (product).
Produk adalah pelayanan yang ditawarkan dan memberikan nilai
kepada konsumen. Konsumen ditawarkan manfaat dari sebuah produk
jasa. Tugas pemasar adalah mennyusun dan menghasilkan nilai tambah
dari produk yang ditawarkan. Kotler dan Armstrong (2014:226)
membagi produk menjadi tiga level, yang setiap levelnya akan
menambah nilai pelanggan. Nilai pelanggan inti (core customer value)
yang menjawab pertanyaan “apa yang benar-benar dibeli oleh
pembeli”. Produk aktual (actual product), pemasar perlu
mengembangkan fitur-fitur produk dan layanan, desain, tingkat
kualitas, nama merek dan pengemasan. Manfaat tambahan produk
(augmented product), pemasar harus membangun produk tambahan
setelah fase manfat inti dan produk aktual. Konsumen melihat produk
sebagai kumpulan manfaat kompleks yang memuaskan kebutuhan
mereka. Ketika hendak mengembangkan sebuah produk, pemasar harus
terlebih dahulu mengidentifikasi nilai pelanggan inti yang konsumen
butuhkan dari produk tersebut. Kemudian mereka merancang produk
aktual dan mencari cari untuk menciptakan nilai yang lebih untuk
pelanggan dan memberikan pengalaman yang paling memuaskan.
b. Harga (price).
Strategi penentuan harga adalah suatu faktor yang sangat signifikan
dalam mempengaruhi citra produk yang ditawarkan dan keputusan
konsumen untuk membeli produk tersebut. Sebagaimana yang
diketahui bahwasanya harga menjadi faktor penentu terhadap jumlah
permintaan. Tapi harga juga bisa memberikan citra premium terhadap
sebuah produk. Strategi penentuan harga harus konsisten dengan
strategi pemasaran yang telah ditetapkan. Beberapa tujuan dari
penentuan harga: memaksimalkan penjualan dan laba, memberikan
kesan prestise terhadap produk, ditetapkan berdasarkan tingkat
pengembalian investasi (return on ainvestment-ROI), dan bertahan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan harga, antara lainnya:
(a) posisi jasa, (b) segmentasi dan target pasar, (c) tingkat persaingan,
(d) elastisitas permintaan, (e) sumber daya yang digunakan, dan (f)
kondisi secara umum.
c. Lokasi/tempat (place).
Lokasi adalah tempat di mana perusahaan melakukan kegiatan
transaksi dan interaksinya dengan konsumen. Terdapat tiga jenis
interaksi antara pemasar jasa dan konsumen yang mempengaruhi
penentuan lokasi: Konsumen mendatangi perusahaan, maka perusahaan
sebaiknya memilih lokasi yang dekat dengan konsumen sehingga
perusahaan mudah dijangkau oleh konsumen. Pemasar jasa yang
mendatangi konsumen, penentuan lokasi tidak terlalu penting, namun
pemasar harus bisa menjangkau tempat konsumen yang membeli
jasanya. Pemasar jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung,
tempat menjadi sangat tidak penting selama komunikasi antara
keduanya dapat berjalan dengan baik tanpa ada kendala.
d. Promosi (promotion).
Promosi yang bisa dilakukan oleh pemasar jasa adalah seperti: iklan
(advertising), penjualan perseorangan (personal selling). Informasi
mulut ke mulut (word of mouth-WOT) positif, promosi penjualan (sales
promotion), surat langsung (direct mail) dan hubungan masyarakat
(public relation). Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam
kegiatan promosi, antara lain: Mengidentifikasi terlebih dahulu audiens
sasarannya (segmentasi pasar). Menentukan tujuan dari promosi yang
akan dilakukan (informasi, memengaruhi atau mengingatkan).
Mengembangkan pesan yang ingin disampaikan, yang berhubungan
dengan isi (apa yang akan disampaikan), struktur (cara menyampaikan
pesan secara logis), gaya (penggunaan bahasa yang kuat) dan sumber
pesan (siapa yang akan mengirimkan pesan tersebut).