Minat Berkunjung Ulang


Menurut Aulia (2020) minat merupakan dorongan untuk memotivasi
seseorang melakukan tindakan. Sedangkan menurut Nugraha (2021) minat
berkunjung adalah rasa ingin seseorang untuk berkunjung ke suatu objek wisata.
Kotler and Keller (2013), menambahkan bahwa minat berkunjung merupakan
tindakan konsumen dalam memilih atau memutuskan berkunjung pada suatu
tempat berdasarkan pada pengalaman dalam berkunjung. Pendapat lain
mengenai Minat Berkunjung Kembali diutarakan oleh Agusli and Kunto (2013)
yaitu minat merupakan sesuatu kekuatan yang mampu mendorong dan
mempengaruhi konsumen yang dapat menarik perhatian secara sadar dan dapat
diartikan sesuatu yang pribadi serta berhubungan erat dengan sikap.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Minat Berkunjung
Kembali merupakan suatu keputusan konsumen untuk mengunjungi suatu
tempat lebih dari satu kali. Minat Berkunjung Kembali juga diiringi oleh faktorfaktor yang mempengaruhinya, terutama tentang informasi mengenai manfaat
yang akan mereka dapatkan ketika berkunjung kembali.
a) Aspek Minat Berkunjung Kembali
Menurut Aulia (2020) mengemukakan minat terbagi menjaid tiga
aspek, yaitu:

  1. Aspek kognitif.
    Berdasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang pernah dipelajari,
    baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat, dan berbagai jenis
    media massa.
  2. Aspek Efektif
    Konsep yang membangun aspek afeksi, minat dinyatakan dalam sikap
    terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Berkembang dari
    pengalaman pribadi dari sikap orang yang penting yaitu orang tua, guru
    dan teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat
    tersebut dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai
    bentuk media massa terhadap kegiatan itu.
  3. Aspek psikomotor.
    Berjalan dengan lancar tanpa perlu pemikiran lagi, urutannya tepat.
    Namun kemajuan tetap memungkinkan sehingga keluwesan dan
    keunggulan meningkat meskipun ini semua berjalan lambat.
    b) Indikator Minat Berkunjung Kembali
    Menurut Ferdinand (2017) minat beli/berkunjung dapat
    diidentifikasi melalui beberapa indikator sebagai berikut:
    1) Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang
    yang selalu mencari informasi mengenai suatu produk yang
    diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat
    positif dari produk tersebut.
    2) Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku
    seseorang yang memiliki prefrensi utama pada suatu produk.
    Preferensi dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk tersebut.
    3) Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk
    merefrensikan suatu produk kepada seseorang.
    4) Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli
    suatu produk