Experiential marketing adalah teknik pemasaran yang melibatkan
pengalaman konsumen terhadap suatu produk. Pengalaman yang dimaksud
adalah kesan yang didapatkan secara langsung konsumen setelah membeli atau
menggunakan produk tertentu. Metode pemasaran ini memberikan ruang untuk
konsumen mengkomunikasikan ide dan emosi yang lebih kompleks terhadap
suatu brand. Keterlibatan konsumen ini cukup penting untuk mengukur
bermakna pengalaman yang konsumen miliki terhadap suatu brand.
Keterlibatan atau engagement konsumen bisa berupa view, likes atau komentar
di sosial media. Selain itu juga bisa informasi yang dibagikan saat
berkomunikasi langsung dengan orang lain.
Menurut Kotler (2000), Experiential marketing adalah suatu proses
sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang
diperlukan dan inginkan dalam menciptakan, menawarkan, saling bertukar
produk dan jasa yang bernilai secara bebas dengan pihak lain. Sedangkan
Menurut Schmitt, (1999) experential marketing yaitu pemasar menawarkan
produk dan jasanya dengan merangsang unsur–unsur emosi konsumen yang
menghasilkan berbagai pengalaman bagi konsumen.
