Indikator Experiential Marketing


Schmitt (1999), menjelaskan ada lima indicator yang terdapat
didalam experiential marketing yaitu:
a. Panca Indra (sense/sensory experience) (perasaan yang timbul
melalui panca indra)
Sence experience adalah usaha penciptaan pengalaman
yang berkaitan dengan panca indra pelanggan melalui
pengelihatan, suara, sentuhan, rasa dan bau. Hal ini di gunakan
untuk mendefinisikan prusahaan dan produk di pasar,
memotivasi para konsumen agar mau membeli produk tersebut
sehingga value dari produk atau jasa yang di tawarkan
tersampaikan.
Dalam sense terdapat tiga kunci strategi yang dapat
digunakan untuk menstimulus sense, yaitu:
 Sense as differentiator
Pengalaman yang di peroleh dasi sense (panca indra)
mungkin melekat pada konsumen karena tampil dengan
cara yang unik dan special. Cara yang dilakukan untuk
menarik konsumen melebihi batas normal sehingga
produk dan jasa tersebut sudah memiliki cara khusus
untuk diingat di benak konsumen.
 Sense as value provider
sense sebagai nilai tambahan yang dapat memberikan
nilai unik kepada konsumen. Sense dipengaruhi oleh
panca indra, melalui panca indra konsumen dapat
menentukan nilai suatu produk.
 Sense as motivator
sense yang dapat memotifasi konsumen dengan tidak
terlalu memaksa konsumen tetapi juga jangan terlalu
acuh terhadap keinginan konsumen
b. Perasaan (fell / affective experience)
fell experience merupakan suatu pengalaman yang
didasarkan pada perasaan atau apa yang konsumen rasakan
sehingga mempengaruhi emosional seseorang dengan
produk maupun jasa. Hal ini tidak menyangkut keindahan
namun juga suasana hati dan emosi jiwa yang mampu
membangkitkan kebahagiaan atau bahkan kesedihan (Rini,
2009). Berdasarkan dengan sense, konteks feel mempunyai
makna yang lebih dalam, perasaan yang di rasakan
merupakan perasaan yang berhubungan dengan keseluruhan
pribadi. Misalkan persamaan harga diri, putus asa dan
perasaan puas, feel experience timbul dari hasil kontak dan
interaksi yang berkelanjutanmelalui perasaan maupun emosi
yang ditimbulkan. Selain itu juga dapat dihasilkan dari
sebuah ide, kebahagiaan, serta reputasi akan pelayanan yang
diberikan kepada konsumen.
c. Pikiran (think / creative cognitive experience)
Tujuannya adalah untuk mendorong konsumen agar
tertarik dan berfikir secara kreatif sehingga dapat
menghasilkan evaluasi kembali mengenai produk, merek
atau perusahaan tersebut. Think memiliki potensi untuk
masuk ke dalam bahkan memimpin terjadinya perubahan
paradigm di dalam masyarakat. Inti dari think adalah
bagaimana cara menarik minat konsumen pada prusahaan
dan produk yang di tawarkan melalui ajakan untuk berfikir
kreatif. Disini konsumen dipaksa secara halus untuk dapat
menarik kesimpulan tentang produk yang ditawarkan.
d. Tindakan (act / physical experience and entitle lifestyle)
Merupakan teknik pemasaran untuk menciptakan
pengalaman konsumen yang berhubungan dengan tubuh
secara fisik, pola prilaku, dan gaya hidup jangka panjang seta
pegalaman yang terjadi dari dari interaksi dengan orang lain
e. Hubungan (relate / social identity experience)
Relate experience merupakan gabungan dari
keempat aspek yang telah di paparkan di atas yakni sense,
feel, think, dan act. Pada umumnya relate experience
menunjukan hubungan dengan orang lain maupun kelompok
lain seperti negara, masyarakat, budaya. Tujuan dari relate
experience adalah menghubungkan konsumen dengan
kebudayaan atau lingkunga social yang di cerminkan oleh
prusahaan atau merek suatu produk.