Secara umum, QFD merupakan suatu alat/metode yang digunakan untuk
memusatkan perhatian pada hal-hal yang menjadi kebutuhan dan keinginan
konsumen dalam penyusunan standar layanan. Cohen (1995) mendefinisikan QFD
sebagai metode untuk perencanaan dan pengembangan produk terstruktur yang
memungkinkan tim pengembangan untuk menentukan secara jelas keinginan dan
kebutuhan pelanggan, dan kemudian mengevaluasi setiap produk yang diusulkan
atau kemampuan layanan secara sistematis dalam hal dampaknya untuk memenuhi
kebutuhan itu. Proses QFD melibatkan membangun satu atau lebih matriks (tabel
kualitas) atau disebut juga House of Quality (HOQ). Sedangkan Menurut Ginting (2010) QFD adalah suatu cara untuk
meningkatkan kualitas barang atau jasa dengan memahami kebutuhan konsumen
kemudian menghubungkannya dengan ketentuan teknis untuk menghasilkan suatu
barang atau jasa pada setiap tahap pembuatan barang atau jasa yang dihasilkan. Konsep QFD dikembangkan untuk menjamin bahwa produk yang memasuki tahap
produksi benar-benar akan dapat memuaskan kebutuhan para pelanggan dengan
jalan membentuk tingkat kualitas yang diperlukan dan kesesuaian maksimal pada
setiap tahap pengembangan produk.
