Product (Produk)


Produk adalah barang atau jasa yang bisa ditawarkan di pasar
untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi
yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan, pembeli akan
membeli produk kalau merasa cocok, oleh karena itu produk harus
disesuaikan dengan keinginan ataupun kebutuhan pembeli agar
pemasaran produk berhasil (Fuad & dkk, 2000, p. 128) . Menurut
(Sutojo, 2009) yaitu menyajikan produk yang dapat memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


Marketing mix seringkali dikenal dengan sebutan “The Four P s of
the marketing mix” yaitu product strategy, price strategy, place atau
distribution strategy dan promotion strategy (Sutojo, 2009). Konsep
marketing mix dipopulerkan oleh E.J. Mc Carthy, Ph D dalam bukunya Basic
Marketing : A Managerial Approach, kemudian Michael J. Baker dalam
bukunya Marketing Strategy and Management menambah satu komponen
marketing mix yang lain yaitu layanan purna jual (after sales services),
dengan demikian menurut Baker marketing mix terdiri dari lima komponen
yaitu product strategy, price, place, promotion dan after sales services. Di
samping itu ada pula pakar-pakar manajemen pemasaran lain yang
memperpanjang daftar komponen marketing mix tersebut menjadi tujuh P s
dan satu A, yaitu product, price, packaging, personal selling, publicity,
pysical distribuiton, promotion dan advertising.

Penerapan Strategi Usaha dalam Dunia Bisnis


Strategi usaha didefinisikan sebagai rencana penggunaan dan alokasi
sumber daya manusia dan sarana usaha yang mereka miliki untuk mencapai
tujuan usaha tertentu, termasuk tujuan pemasaran (Sutojo, 2009). Tujuan
usaha perusahaan (corporate objectives) yang ingin dicapai oleh suatu
perushahaan dengan strategi manajemen dapat beraneka macam bentuknya,
tergantung masing-masing perusahaan. Dalam bukunya The Practice of
Management pakar ilmu manajemen Peter F. Drucker mengemukakan tujuan
usaha yang erat hubungannya dengan strategi manajemen pemasaran (Sutojo,
2009), yaitu sebagai berikut:

  1. Mendapatkan keuntungan, yang dimaksud dengan keuntungan adalah
    jumlah laba yang berhasil diperoleh perusahaan selama jangka waktu
    tertentu misalnya satu atau lima tahun.
  2. Mempertahankan atau meningkatkan market standing perusahaan,
    market standing adalah posisi perusahaan dalam persaingan di pasar,
    lemah atau kuatnya posisi perusahaan dalam persaingan pasar ditandai
    oleh berbagai macam tolok ukur, antara lain: besarnya pangsa pasar
    (market share), kekuatan menentukan harga jual produk, trend
    perkembangan jumlah hasil penjualan produk dari waktu ke waktu dan
    kesetiaan konsumen terhadap merek dagang produk (customer’s brand
    loyalty)
  3. Meningkatkan produktifitas usaha, peningkatan produktifitas usaha dapat
    ditandai oleh peningkatan rasio perbandingan jumlah masukan (input)
    dan hasil (output) kegiatan usaha perusahaan. Peningkatan produktifitas
    usaha mempunyai dampak positif terhadap efisiensi usaha bisnis, daya
    saing dan profitabilitas usaha.
  4. Meningkatkan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, dapat
    diwujudkan dalam bentuk membuka lapangan pekerjaan kepada
    penduduk yang bertempat tinggal di sekitar lokasi tempat usaha

Strategi Pemasaran


Menurut Phillip Kotler dan Gary Amstrong (1999:4) marketing is a
process whereby a company creates value for customers and builds strong
relationships with customers in order to capture value from customers in
order to capture value from customers in return (Ratuwalangon, 2017).
Menurut Tjiptono strategi pemasaran adalah alat fundamental yang
direncanakan untuk mencapai perusahaan dengan mengembangkan
keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki
dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran
tersebut (Effendy, 2018)
Menurut (Tjiptono, 2015) strategi pemasaran dipandang sebagai
pernyataan umum mengenai arah atau pedoman dalam memilih pasar sasaran
dan merancang serta menerapkan bauran pemasaran, tiga aspek utama yang
dicakup adalah sebagai berikut:

  1. Where to compete? (penentuan pasar yang dipilih perusahaan
  2. On What basis to compete? (Pengembangan produk dan jasa)
  3. When to compete? (timing memasuki pasar dan aktivitas pengembangan
    pasar)

Efektivitas dan Efisiensi Strategi Pemasaran


Kata efektif berasal dari bahasa Inggris, yaitu effective yang berarti
berhasil, atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik, efektivitas adalah
suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target telah tercapai, makin
besar persentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya (Indrawati,
dkk, 2017). Menurut Robin efektivitas merupakan tingkat pencapaian
organisasi jangka panjang, efektivitas dapat didefinisikan sebagai tingkat
ketepatan dalam memilih atau menggunakan suatu metode untuk melakukan
sesuatu (efektif = do right things) (Indrawati, dkk, 2017).
Kata efektif dan efisien seringkali didengar dalam kehidupan sehari-
hari terutama dalam pembicaraan yang bersifat bisnis. Efektivitas adalah bila
sasaran atau tujuan telah tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
sebelumnya, jika sasaran itu tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
maka pekerjaan itu dikatakan tidak efektif (Soewarno, 1996).
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia efektivitas artinya akibatnya,
pengaruh dan kesan, manjur, dapat membawa hasil, sedangkan efisien artinya
tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak
membuang – buang waktu, biaya dan tenaga), defenisi lain dari efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang
optimum (KKBI, 1995).
Efisiensi merupakan kemampuan untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan dengan benar. Dalam perusahaan, usaha meningkatkan efisiensi
umumnya dihubungkan dengan biaya yang kecil untuk memperoleh hasil
tertentu atau biaya tertentu untuk hasil yang banyak. Ini berarti pemborosan
di tekan sekecil mungkin dan sesuatu yang memungkinkan untuk mengurangi
biaya ini dilakukan dengan efisien (Handoko, 1991).
Teori mengenai efisiensi dan efektivitas juga diungkapkan oleh Peter
Drucker yaitu terdapat dua konsep dalam manajemen, yaitu efisiensi dan
efektivitas, efisiensi berarti melakukan sesuatu dengan tepat adalah konsep
input (tenaga kerja, material dan waktu) untuk menghasilkan output (hasil
yang diinginkan) dan efektivitas berarti melakukan sesuatu yang tepat,
memilih sasaran yang tepat (Stoner, dkk, 1996)
Jadi yang membedakan antara efektivitas dan efisiensi adalah
efektivitas lebih menekankan pada waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan sesuatu, sedangkan efisiensi lebih menekankan pada biaya
yang dikeluarkan untuk mencapai sesuatu

Perilaku Pembelian Konsumen


Menurut Peter dan Olson dalam buku Consumer Behavior, untuk
memahami perilaku konsumen dan berhubungan dengan pengembangan
strategi pemasaran diperlukan konseptual yang bernama Roda Analisis
Konsumen (Nadya, 2016). Definisi dari perilaku konsumen (consumer
behavior) adalah interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan
kejadian di sekitar lingkungan dimana manusia melakukan aspek pertukaran
dalam hidup mereka. Hal ini berarti bahwa seorang konsumen, group
konsumen, serta masyarakat luas selalu berubah dan bergerak sepanjang
waktu. Berikut ini adalah empat elemen utama dalam roda analisis konsumen
yang saling berinteraksi sebagai pertimbangan analisis konsumen, yaitu:

  1. Afeksi dan kognisi, yaitu tindakan konsumen yang melibatkan perasaan
    (afeksi) dan pemikiran (kognisi)
  2. Perilaku, dalam hal ini perilaku yang dianalisa adalah perilaku konsumen
    yang meliputi kebutuhan dan keinginan
  3. Lingkungan, merupakan aspek yang datang dari luar konsumen dan
    mempengaruhinya
  4. Strategi pemasaran, yaitu suatu rencana yang didesain untuk
    mempengaruhi pertukaran dalam mencapai tujuan organisasi
    Roda analisis konsumen ini merupakan alat yang dipergunakan untuk
    melakukan analisis terhadap perilaku konsumen, sehingga dapat memahami
    mengenai konsumen serta dapat mengarahkan untuk mengembangkan strategi
    pemasaran (Nadya, 2016)

Proses Pemasaran


Proses pemasaran merupakan kegiatan terakhir setelah kegiatan produksi.
Tujuan dari pemasaran adalah untuk mempengaruhi konsumen untuk membeli
produk atau menggunakan apa yang ditawarkan proses pemasaran.
Menurut kotler 5 tahapan proses pemasaran : pemasaran merupakan garda
depan perusahaan, karena dengan pemasaran maka produk berupa barang dan jasa
dapat dikenal oleh konsumen. Pemasaran memang berhubungan dengan
konsumen atau pelangan, sehingga salah satu tugas pemasar adalah merancang
produk sesuai dengan kebutuhan konsumen kemudian memasarkannya dengan
strategi yang efektif.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemasar perlu melakukan serangkaian
tahapan mulai dari menciptakan pelanggan dan menangkap nilai yang diberikan
palnggan. Rangkaian tahapan ini dikenal sebagai proses pemasaran.
Model proses pemasaran lima tahap menurut Philip Kotler (2012) :

  1. Memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan
    Konsep inti pemasaran adalah mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan
    pelanggan, dan produk yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
    pelanggan lebih mungkin diterima dan disukai oleh konsumen. Kebutuhan secara
    harfiah, adalah sesuatu yang dibutuhkan seseorang dalam hidup dan menampilkan
    dirinya sebagai kekurangan dan membutuhkan termasuk kebutuhan biologis,
    kebutuhan sosial, dan kebutuhan pribadi.
    Pada saat yang sama, keinginan adalah bentuk kebutuhan orang yang dipengaruhi
    oleh budaya dan kepribadian. Keberhasilan seorang pemasar bergantung pada
    keberhasilan mengidentifikasi apa yang diinginkan dan diinginkan konsumen.
  2. Merancang strategi pemasaran yang berorientasi pelanggan
    Setelah perusahaan mampu mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen,
    maka perusahaan harus merancang strategi pemasaran yang berorientasi pada
    konsumen. Untuk dapat melayani pelanggan secara efektif, perusahaan perlu
    mengidentifikasi jenis pelanggan yang ingin mereka layani. Intinya, perusahaan
    harus melakukan STP (Segmenting, Targeting, dan Positioning). Selain itu,
    pelaku bisnis juga perlu menentukan proposisi nilai yang akan diberikan pelaku
    bisnis kepada konsumen.
  3. Merancang rencana pemasaran terpadu (marketing mix)
    Rencana pemasaran adalah serangkaian rencana pemasaran yang dirancang untuk
    melaksanakan strategi pemasaran yang ditentukan oleh pemasar. Sering disebut
    sebagai bauran pemasaran yang terdiri dari 7P (Produk, Harga, Tempat, Promosi,
    Bukti Fisik, Orang Proses). Bauran pemasaran atau bauran pemasaran adalah
    seperangkat alat yang digunakan oleh seorang manajer pemasaran untuk
    menjalankan strategi pemasaran, termasuk menentukan produk, harga, saluran
    distribusi, pemasaran, termasuk menentukan produk, harga, saluran distribusi,
    promosi, suasana, proses jasa dan orang-orang yang berkepentingan.
  4. Membangun hubungan dengan pelanggan dan menciptakan kepuasan pelanggan.
    Konsep inti pemasaran adalah mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan
    pelanggan, dan produk yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
    pelanggan lebih mungkin diterima dan disukai oleh konsumen.
    Kebutuhan, secara harfiah, adalah sesuatu yang dibutuhkan seseorang dalam
    hidup dan menampilkan dirinya sebagai perasaan kekurangan. Kebutuhan
    seseorang dalam hidup dan menampilkan dirinya sebagai perasaan kekurangan.
    Kebutuhan meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan sosial dan kebutuhan
    pribadi.
  5. Menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan keuntungan dan ekuitas
    pelanggan.
    Tahap kelima dari proses pemasaran adalah menangkap nilai dari pelanggan, yang
    dapat berupa penjualan, dan keuntungan. Keberhasilan perusahaan dalam
    menangkap nilai dari pelanggan merupakan output atau hasil dari strategi
    pemasaran yang berhasil

Pengertian Produk


Inti dari pemasaran produk adalah apa yang ditawarkan. Produk
dirancang untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pasar sasaran yang dituju.
Produk merupakan elemen yang sangat penting karena mencakup keseluruhan
proses perencanaan produksi. Hanya ketika produk memenuhi permintaan kita
dapat berbicara tentang produk tersebut. Buat strategi terbaik untuk bertahan di
industri yang sama. Siklus hidup pengembangan produk selalu terbatas.
Produk adalah kumpulan atribut fisik, psikologis, layanan, dan simbolik
yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Menurut Tjiptono (2015) produk adalah pemahaman subjektif tentang
sesuatu oleh produsen, yang dapat berusaha untuk mencapai tujuan organisasi
dengan cara memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai kemampuan
dan kapasilitas organisasi, serta daya beli pasar.
W.J.Stanton dan Alma ( 2016) mengatakan produk adalah sekumpulan
atribut berwujud dan tidak berwujud, termasuk kemasan, warna, harga, produsen,
reputasi pengecer yang dapat diterima pembeli sebagai memberikan kepuasan
yang diinginkan

Promosi


Secara umum, promosi berasal dari kata Latin “Promovere” yang berarti
“memajukan” atau mendorong atau memajukan suatu gagasan. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pengertian promosi pemasaran mengarah pada
perkenalan untuk mempromosikan bisnis, perdagangan, dll.
Menurut fandy Tjiptono, promosi adalah komunikasi pemasaran yang
dilakulakan untuk menyebarluaskan informasi, mempengaruhi, membujuk, atau
meningkatkan pasar sasaran suatu perusahaan dan produknya sehingga masyarakat
dapat menerima, membeli dan dengan murah hati menggunakan apa yang
ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Royal pada produk yang ditawarkan oleh
perusahaan tersebut.
Menurut indiro gitosudarmo, konsep promosi adalah suatu kegiatan yang
dilakukan untuk mempengaruhi calon konsumen agar mereka mengetahui tentang
produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan, sehingga mereka akan senang dan
untuk membelinya.
The American Marketing Association (AMA) mengutip bukunya Sustina
(2010) untuk mengusulkan arti promosi sebagai penerapan media promosi dan
tekanan pemasaran non-media untuk jangka waktu terbatas yang telah ditentukan
sebelumnya untuk merangsang percobaan, meningkat permintaan konsume, atau
meningkatkan kualitas produk. Promosi adalah kegiatan pemasaran media dan non-
media yang dirancang untuk merangsang coba-coba konsumen, meningkatkan
permintaan konsumen, atau meningkatkan kualitas produk.
Menurut hermawan kertajaya dan muhammad Syakir sula, promosi harus
benar-benar menggambarkan apa yang ditawarkan produk perusahaan. Promosi
yang tidak memenuhi kualitas dan kemampuan, seperti yang terlalu banyak
menampilkan imajinasi konsumen sesuai dengan kualitas dan kompetensi,
contohnya promosi yang menampilkan imajinasi yang terlalu tinggi bagi
konsumennya adaalah termasuk dalam penipuan dan kebohongan.

Media Sosial dan E-commerce


Menurut kamus Mcgram hill, media sosial adalah alat yang digunakan orang
untuk berinteraksi satu sama lain dengan membuat, berbagi, dan bertukar informasi
dan ide dalam jaringan dan komunikasi virtual.
Varindel taprial dan priya kanwar (2012) : media sosial adalah media sosial
yang digunakan individu untuk bersolialisasi atau menjadi media sosial online
dengan berbagai konten, berita dll.
Beberapa definisi media sosial telah dikembangkan oleh berbagai pihak
dalam kajian komunikasi kajian lainnya, dan menurut carr dan hayes, definisi atau
makna yang dikembangkan tersebut secara umum mengacu pada tiga aspek utama
media sosial, yaitu:

  1. Mengacu pada Teknologi untuk konten atau interaksi buatan pengguna.
  2. Properti atau karakteristik media.
  3. Jejaring sosial seperti facebook, twiter, instagram, sebagai model interaksi
    Menurut Guay nursani (2019) E-commerce didefinisikan sebagai transaksi
    ekonomi yang dilakukan melalui penggunaan bersama media elektronik oleh
    pembeli dan penjual dengan mengembangkan perjanjian kontrak pada transportasi
    yang berasal dari internet dan harga barang dan menyelesaikan transaksi melalui
    pembayaran, dan pengiriman barang sesuai dengan kontrak yang ditetapkan.
    Menurut E.Turban, et al Rizki (2019), e-commerce adalah proses jual beli
    barang atau jasa, pertukaran produk, menggunakan jaringan komputer untuk
    transfer dana, layanan dan informsi, atau internet.

Strategi Digital Marketing


Saat menjalankan bisnis, anda mutlak membutuhkan strategi untuk
memaksimalkan potensi pemasaran digital anda. Setiap pelaku bisnis memiliki
strategi digital yang berbeda-beda tergantung dari kebutuhan dan tujuan yang ingin
dicapai, Berikut adalah contoh strategi pemasaran yang dapat digunakan :

  1. Langkah pertama dalam pengembangan asset digital adalah menyiapkan
    identitas digital untuk perusahaan. Kegiatan yang dilakukan antara lain
    membangun website dan menyiapkan akun media sosial (Facebook,
    Instagram, Tiktok, Youtube, dll). Tidak hanya itu, banyak juga aplikasi
    belanja online yang bisa dijadikan tempat jualan online, seperti Shoppe,
    Tokopedia, Bukalapak dll.
  2. Meningkatkan kunjungan website yaitu melalui optimasi SEO (search
    engine optimization) pemasangan iklan CPC melalui Google Adsense dan
    cara lainnya.
  3. Optimalkan akun media social yaitu meningkatkan interaksi dengan
    pengguna media social dengan menyiapkan dan memposting konten yang
    menarik. Selain itu, optimalisasi dengan memasang iklan di media sosial
    juga patut dipertimbangkan.
  4. Broadcast messaging adalah bagian dari digital marketing yang masih bisa
    kita temukan. Kami masih rutin menerima pesan broadcst seperti pesan
    singkat (SMS), WhatsApp dan pesan langsung media social. Meski mudah
    diblokir, tingkat konversi siaran langsung masih bagus

Digital Marketing


Menurut Coviello et al fawaid (2017) pemasaran digital adalah penggunaan
internet dan teknologi interaktif lainnya untuk membuat dan menghubungkan
dialog antara perusahaan dan konsumen yang teridentifikasi. Mereka juga
menganggap pemasaran sebagai bagian dari e-commerce.
Menurut Smith Katherine Taken (2011). Pemasaran digital adalah praktik
mempromosikan produk dan layanan menggunakan saluran distribusi digital.
Pemasaran digital, juga dikenal atau sebagai e-marketing, termasuk iklan digital
atau online yang mengirimkan pesan pemasaran kepada pelanggan.
Menurut Kotler dan keller (2016), digital marketing merupakan aktifitas
promosi yang dilakukan untuk sebuah brand ataupun produk menggunakan media
elekstronik (digital). Dengan perkembangan teknologi digital yang sangat pesat
serta penerimaan yang cukup luas dari hampir semua lapisan masyarakat
menggunakan media digital

Pengertian Pemasaran


Pemasaran memegang peranan yang sangat penting dalam kegiatan
pemasaran dan penjualan suatu perusahaan. Pemasaran ini diharapkan dapat
memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga tercipta kepuasan
konsumen yang merupakan asset besar bagi perusahaan. Oleh karena itu,
pemasaran harus dikelola secara sistemis agar tujuan pemasaran tercapai sesuai
dengan tujuan perusahaan. Pemasaran adalah proses social dan manajerial dimana
individu atau organisasi mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan dan bertukar nilai dengan orang lain.
Menurut Agustina Shintia M.P (2011), pemasaran adalah pengelolaan dan
proses yang memungkinkan individu atau kelompok memperoleh apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan
produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang berkaitan dengan
penyampaian produk atau jasa dari produsen ke konsumen.
Sasaran dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan
nilai superior, menetapkan harga menarik, menditribusikan produk dengan mudah,
mempromosikan secara efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada
dengan memegang prinsip kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, pemasaran harus
dikelola dengan sistemik agar tujuan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan target
perusahaan.
Menurut American marketing association (AMA), Pemasaran adalah proses
perencanaan dan pelaksanaan rencana penetapan harga , promosi, dan distribusi ide,
barang, dan jasa untuk menciptakan komunikasi yang memenuhi tujuan individu
dan organisasi.
Menurut kotler dan Amstrong (2013),suatu proses sosial dan manajerial
dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan
inginkan melalui penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan
orang lain.

Manajemen Pemasaran


Dalam sebuah perusahaan, bagian manajemen pemasaran akan bekerja keras
untuk melakukan pekerjaan pemasaran dengan baik untuk mencapai tujuan yang
diberikan perusahaan. Manajemen pemasaran mengarah pada tujuan atau sasaran
pemasaran, dengan kata lain manajemen pemasaran adalah upaya untuk mencapai
tujuan organisasi secara efektif dan efisien, sehingga manajemen pemasaran sangat
penting bagi suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya, yaitu memperoleh
keuntungan komersial dari pencapaian tersebut dari target pasar.
Menurut Tjiptono (2011), Manajemen pemasaran adalah sistem total dari
kegiatan bisnis yang bertujuan untuk merencanakan, menetapkan harga, dan
mendistribusikan produk, layanan, dan ide yang memenuhi kebutuhan pasar sasaran
untuk mencapai tujuan organisasi.
Ilmu pemasaran atau marketing lebih tinggi dari penjualan atau tranding
(pengetahuan perdagangan atau penjualan). Manajemen pemasaran juga mencakup
rekayasa produk sesuai dengan kebutuhan pasar. Informasi mengenai trend,
kualitas, jumlah produksi, desain atau model barang yang akan diproduksi
diperoleh dari bagian pemasaran. Jadi orang yang benar-benar melakukan kerja
produksi adalah “tenaga kerja” para pemasar ( Tengku Firli Mursfar, 2020).
Menurut Kotler dan Keller (2011), dalam buku Manajemen pemasaran Edisi
13, Manajemen terjadi ketika setidaknya satu pihak dalam transaksi potensial
sedang mempertimbangkan cara untuk mencapai respons yang diinginkan pihak
lain.

Minat Beli

  1. Kotler (2014)
    Menurut Kotler dalam Abzari, et al (2014) minat beli
    adalah perilaku konsumen dimana konsumen memiliki
    keinginan dalam memilih dan mengkonsumsi suatu produk.
    Minat beli akan timbul apabila seseorang konsumen sudah
    berpengaruh terhadap mutu dan kualitas dari suatu produk
    dan informasi suatu produk. Untuk menarik atau
    menumbuhkan minat beli konsumen terlebih dahulu
    pemasar harus memahami bagaimana konsumen
    berkeputusan. Menurut kotler dalam buku manjemen
    pemasaran, minat beli adalah tahapan yang dilakukan oleh
    konsumen sebelum memebli, pengenalan masalah,
    pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan
    pemebelian, dan perilaku pasca pembelian.
    Menurut Kotler dalam Abzari, et al (2014) ada beberapa
    indikator yang menentukan minat beli, yaitu :
    a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang
    dalam membeli produk.
    b. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang
    mereferensikan produk kepada orang lain.
    c. Minat preferensial, yaitu menunjukkan perilaku
    seseorang yang memiliki preferensial utama pada
    produk tersebut.
    d. Minat eksploratif, yaitu menunjukkan perilaku
    seseorang yang selalu mencari informasi mengenai
    produk yang diminati dan mencari produk lain yang
    akan mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
  2. Ferdinand (2016)
    Minat beli dapat diartikan sebagai suatu sikap senang
    terhadap suatu objek yang membuat individu berusaha
    untuk mendapatkan objek tersebut dengan cara
    membayarnya dengan uang atau pengorbanan.
    Adapun indikator minat beli menurut Ferdinand (dalam
    Veronika, 2016:24), yaitu:
    a. Minat transaksional, yaitu kecenderugan seseorang
    untuk membeli produk
    b. Minat referensial, yaitu kecenderugan seseorang untuk
    mereferensikan produk kepada orang lian
    c. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan
    perilaku seseorang yang memeliki preferensi utama pada
    produk tersebut, preferensi ini hanya dapat digantikan
    jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
    d. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku
    seseorang yang selalu mencari informasi mengenai
    produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk
    mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
  3. Wibowo (2015)
    Menurut Ashari (2012:246) d alam Wibowo (2015),
    minat beli merupakan rasa ketertarikan yang dialami oleh
    konsumen terhadap suatu produk (barang atau jasa) yang
    dipengaruhi oleh sikap diluar konsumen dan di dalamnya
    konsumen itu sendiri.
    Adapun indikator-indikator minat beli menurut
    (Wibowo, 2015) sebagai berikut:
    1) Ketertarikan merupakan suatu keadaan atau peristiwan
    tertarik pada suatu barang yang ada dalam suatu toko.
    2) Perhatian merupakan pemusatan atau konsetrasi dari
    seluruh aktifitas individu yang ditujukan kepada sesuatu
    atau sekumpulan objek.
    3) Pencarian informasi merupakan suatu keinginan untuk
    mengetahui lebih banyak tentang suatu barang.
  4. Salfina & Gusri (2018)
    Menurut (Salfina & Gusri, 2018) minat beli adalah
    produk yang berkualitas dengan harga bersaing merupakan
    kunci utama dalam memenangkan persaingan, yang pada
    akhirnya akan dapat memberikan nilai kepuasan yang lebih
    tinggi kepada konsumen. Konsumen kini memiliki tuntutan
    nilai yang jauh lebih besar dan beragam karena dihadapkan
    pada berbagai pilihan berupa produk maupun jasa yang
    dapat mereka beli.
    Menurut (Pousette et al., 2014) yang menjadi indikator
    minat beli seorang calon konsumen adalah sebagai berikut:
    1) Attention, yaitu perhatian calon konsumen terhadap
    produk yang ditawarkan oleh produsen.
    2) Interest, ketertarikan calon konsumen terhadap produk
    yan ditawarkan oleh produsen.
    3) Desire, keinginan calon konsumen untuk memiliki
    produk yng ditawarkan oleh produsen.
    4) Action, yaitu calon konsumen melakukan pembelian
    terhadap produk yang ditawarkan.
  5. Menurut Tjiptono
    Menurut Tjiptono dalam penelitian Aptaguna, minat beli
    adalah tahap keinginan responden untuk bertindak sebelum
    keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. Adapun
    indikator-indikator dalam minat beli masyarakat sebagai
    berikut, (Aptaguna, A., & Pitaloka, 2016).
    1) Minat transasional
    2) Minat referensial
    3) Minat preferensial
    4) Minat eksploratif

Teori Harga (Price)


Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau
jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat.
Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang
memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan,
sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, distribusi, dan
promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran).
Harga mempengaruhi keputusan pembelian karena nasabah
biasanya akan membandingkan harga terlebih dahulu dan
mencari yang paling sesuai dengan kondisi finansial, selain itu
nasabah akan menilai terlebih dahulu apakah harga yang
ditawarkan sesuai dengan manfaat yang didapatkan
(Romadhoni, 2019).

  1. Menurut Kotler dalam sunyoto (2019:131)
    Menurut Kotler dalam sunyoto (2019:131), harga adalah
    sejumlah uang yang dibebankan pada suatu produk tertentu,
    perusahaan menetapkan harga dalam berbagai cara. Di
    dalam perusahaan kecil, harga seringkali di tetapkan oleh
    manajemen puncak.
    Harga juga mempunyai beberapa indikator sebagai
    berikut :
    a. Daftar harga produk (list price)
    b. Harga produk sendiri adalah jumlah yang harus
    dibayarkan oleh pelanggan untuk memperoleh suatu
    produk dimana harga suatu produk memberikan
    pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan atas
    penjualan.
    c. Rabat/diskon (discount) Diskon atau potongan harga
    merupakan salah satu strategi pemasaran produk dalam
    bisnis yang terbukti masih efektif hingga saat ini.
    Banyak pelaku bisnis menggunakan strategi ini.
    Konsumen sebenarnya tidak terlalu membutuhkan
    barang tersebut, tetapi kenyataanya karena ada label
    diskon membuat konsumen tersebut menjadi lupa diri.
    Memang dengan strategi memberikan diskon membuat
    konsumen lebih konsumtif.
    d. Potongan harga khusus (allowance) Potongan harga
    khusus merupakan pengurangan dari apa yang tercantum
    dalam daftar harga dan diberikan kepada pelanggan
    yang bersedia melakukan suatu pembelian produk yang
    sudah disepakati oleh penjual. Pemberian potongan
    harga khusus bisa berwujud uang atau tambahan barang
    pada event tertentu.
    e. Periode pembayaran (payment period) Periode
    pembayaran adalah kemudahan pembayaran yang
    diberikan penjual terhadap konsumennya berupa
    kelongaran jangka waktu pembayaran yang dilakukan
    konsumen dalam transaksi pembelian.
    f. Syarat kredit (credit term) Syarat kredit adalah sistem
    pembayaran secara kredit yang diberikan
    produsen/penjual terhadap konsumen dalam jangka
    waktu yang telah ditentukan derngan tambahan
    pembayaran berupa bunga/pajak yang harus dibayarkan.
  2. Harga Menurut Kuncoro (2021)
    Harga Menurut Kuncoro (2021), harga adalah nilai tukar
    suatu barang atau jasa dalam satuan uang pada suatu waktu
    dan tempat tertentu.
    Indikator harga menurut Kuncoro yang dapat dilihat dari
    perubahan nilai tukar atau fluktuasi harga pada pasar, antara
    lain:
    a. Indeks Harga Saham: Indeks yang mengukur kenaikan
    atau penurunan nilai saham di pasar saham. Naiknya
    indeks ini menunjukkan bahwa harga saham-saham di
    pasar sedang naik dan investor optimis terhadap kondisi
    pasar.
    b. Indeks Harga Konsumen: Indeks yang mengukur
    perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang
    dikonsumsi oleh rumah tangga. Naiknya indeks ini
    menunjukkan bahwa harga barang dan jasa konsumsi
    meningkat, yang berdampak pada daya beli masyarakat.
    c. Tingkat Inflasi: Tingkat kenaikan harga-harga umum
    dalam suatu periode tertentu, misalnya setahun. Naiknya
    tingkat inflasi menunjukkan bahwa harga-harga barang
    dan jasa meningkat secara umum.
    d. Tingkat Suku Bunga: Tingkat pengembalian yang harus
    dibayar oleh peminjam atas pinjaman uang dari bank
    atau lembaga keuangan. Naiknya tingkat suku bunga
    dapat berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa
    karena biaya produksi yang meningkat.
    e. Kurs Mata Uang: Harga tukar suatu mata uang dengan
    mata uang lain. Naiknya kurs mata uang dapat impor
    dan ekspor suatu negara.
    Sumbernya dapat ditemukan di buku “Ekonomi
    Mikro: Teori, Konsep, dan Aplikasi” karya Suyanto dan
    Kuncoro.
  3. Harga Menurut Samuelson dan Nordhaus (2021)
    Menurut Samuelson dan Nordhaus (2021), harga adalah
    jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk memperoleh
    suatu barang atau jasa. Indikator harga menurut Samuelson
    dan Nordhaus yang dapat dilihat dari perubahan harga
    barang dan jasa, antara lain:
    a. Indeks Harga Produsen (PPI): Indeks yang mengukur
    perubahan harga barang dan jasa dari sisi produsen.
    Naiknya PPI menunjukkan bahwa biaya produksi barang
    dan jasa meningkat, yang dapat berdampak pada harga
    jual barang dan jasa.
    b. Indeks Harga Konsumen (CPI): Indeks yang mengukur
    perubahan harga barang dan jasa dari sisi konsumen.
    Naiknya CPI menunjukkan bahwa harga barang dan jasa
    konsumsi meningkat, yang berdampak pada daya beli
    masyarakat.
    c. Tingkat Inflasi: Tingkat kenaikan harga-harga umum
    dalam suatu periode tertentu, misalnya setahun. Naiknya
    tingkat inflasi menunjukkan bahwa harga-harga barang
    dan jasa meningkat secara umum.
    d. Tingkat Suku Bunga: Tingkat pengembalian yang harus
    dibayar oleh peminjam atas pinjaman uang dari bank
    atau lembaga keuangan. Naiknya tingkat suku bunga
    dapat berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa
    karena biaya produksi yang meningkat.
    e. Nilai Tukar Mata Uang: Nilai suatu mata uang dalam
    satuan mata uang lain. Naiknya nilai tukar mata uang
    dapat berdampak pada harga impor dan ekspor suatu
    negara

Teori Produk (Product)

  1. Menurut Davis dan Olsen (2020)
    Produk adalah suatu barang atau jasa yang dihasilkan
    melalui proses produksi, dan memiliki nilai guna serta
    memiliki nilai tukar. Menurut Davis dan Olsen (2020),
    terdapat beberapa indikator produk yang dapat digunakan
    untuk menilai produk, antara lain:
    Kualitas produk: Kualitas produk adalah kemampuan
    produk untuk produk adalah segala sesuatu yang dapat
    ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diakui, digunakan,
    atau dikonsumsi dan yang dapat memenuhi keinginan atau
    kebutuhan.
    Menurut Kotler dan Armstrong (2020), terdapat
    beberapa indikator produk yang dapat digunakan untuk
    menilai produk, antara lain:
    a. Performance (kinerja) merujuk pada kemampuan suatu
    produk untuk melakukan tugas atau fungsi yang
    dimaksudkan dengan baik dan efisien. Kinerja dapat
    diukur melalui berbagai faktor, seperti kecepatan,
    ketepatan, dan kapasitas.
    b. Durability (daya tahan) merujuk pada kemampuan suatu
    produk untuk bertahan dalam kondisi penggunaan yang
    normal dan dalam waktu yang lama. Daya tahan dapat
    diukur dengan berbagai faktor, seperti ketahanan
    terhadap keausan, kerusakan, dan korosi.
    c. Conformance to specification (kesesuaian dengan
    spesifikasi) merujuk pada sejauh mana suatu produk
    sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh produsen
    atau pengguna. Kesesuaian dengan spesifikasi dapat
    diukur dengan membandingkan fitur produk dengan
    persyaratan yang dijelaskan dalam spesifikasi.
    d. Features (keistimewaan tambahan) merujuk pada fitur
    tambahan atau fungsi yang dimiliki oleh produk yang
    tidak tersedia pada produk lain yang serupa.
    Keistimewaan tambahan dapat membuat produk menjadi
    lebih menarik atau lebih berguna bagi pengguna.
    e. Reliability (reabilitas) merujuk pada kemampuan suatu
    produk untuk berfungsi secara konsisten dan andal
    dalam waktu yang lama. Reabilitas dapat diukur dengan
    faktor seperti tingkat kegagalan atau keandalan dalam
    situasi yang berbeda.
    f. Estetika merujuk pada penampilan visual suatu produk
    dan bagaimana produk tersebut dirasakan oleh pengguna
    dari sudut pandang estetika. Faktor-faktor seperti warna,
    bentuk, dan bahan yang digunakan dapat mempengaruhi
    bagaimana pengguna merespons produk secara estetika.
    g. Memenuhi kebutuhan konsumen dan memenuhi standar
    kualitas yang ditetapkan oleh produsen atau pemerintah.
    h. Keandalan produk: Keandalan produk mencakup
    kemampuan produk untuk berfungsi sesuai dengan yang
    diharapkan dan tidak mengalami kerusakan atau
    kegagalan dalam penggunaan normal.
    i. Daya tahan produk: Daya tahan produk mencakup
    kemampuan produk untuk bertahan dalam penggunaan
    normal selama jangka waktu tertentu tanpa rusak atau
    cacat.
    j. Ketersediaan produk: Ketersediaan produk mencakup
    kemampuan produsen untuk menyediakan produk dalam
    jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar.
    k. Harga produk: Harga produk adalah harga yang
    ditetapkan untuk produk tersebut dan harus sesuai
    dengan nilai produk bagi konsumen.
    l. Layanan purna jual produk: Layanan purna jual produk
    meliputi dukungan teknis, perbaikan, dan penggantian
    produk yang rusak atau cacat.
  2. Menurut Kotler, Keller, dan Ang (2020)
    Produk adalah sesuatu yang dapat memenuhi keinginan
    atau kebutuhan konsumen, dan dapat terdiri dari barang,
    jasa, atau ide. Menurut Kotler, Keller, dan Ang (2020),
    terdapat beberapa indikator produk yang dapat digunakan
    untuk menilai produk, antara lain:
    a. Kualitas produk: Kualitas produk adalah kemampuan
    produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
    konsumen serta memenuhi standar kualitas yang
    ditetapkan oleh produsen atau pemerintah.
    b. Fitur produk: Fitur produk adalah karakteristik produk
    yang dapat membedakan produk tersebut dari produk
    sejenis lainnya. Fitur produk dapat meningkatkan nilai
    produk dan daya tarik konsumen.
    c. Manfaat produk: Manfaat produk mencakup keuntungan
    atau nilai tambah yang diperoleh oleh konsumen dari
    penggunaan produk tersebut.
    d. Brand produk: Brand produk adalah nama, istilah,
    simbol, atau desain khusus yang digunakan untuk
    mengidentifikasi produk dan membedakannya dari
    produk sejenis lainnya.
    e. Citra produk: Citra produk mencakup persepsi
    konsumen tentang produk, merek, dan perusahaan yang
    memproduksi produk tersebut.
    f. Harga produk: Harga produk adalah harga yang
    ditetapkan untuk produk tersebut dan harus sesuai
    dengan nilai produk bagi konsumen.
  3. Menurut Tjiptono dan Chandra (2020)
    Produk adalah segala sesuatu yang dapat memuaskan
    kebutuhan atau keinginan konsumen, baik dalam bentuk
    barang maupun jasa. Menurut Tjiptono dan Chandra (2020),
    terdapat beberapa indikator produk yang dapat digunakan
    untuk menilai produk, antara lain:
    a. Kualitas produk: Kualitas produk mencakup
    karakteristik fisik dan non-fisik yang menjadikan produk
    tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan
    memberikan kepuasan kepada konsumen.
    b. Fungsi produk: Fungsi produk mencakup kemampuan
    produk untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan
    konsumen dan memberikan manfaat yang diharapkan.
    c. Bentuk produk: Bentuk produk mencakup desain dan
    estetika produk yang dapat meningkatkan nilai produk
    dan daya tarik konsumen.
    d. Kemasan produk: Kemasan produk meliputi bahan dan
    desain kemasan yang digunakan untuk melindungi,
    mengemas, dan mempromosikan produk.
    e. Label produk: Label produk adalah informasi yang
    tercetak pada kemasan produk yang memberikan
    informasi tentang produk, seperti nama produk, merek,
    komposisi bahan, dan tanggal kadaluwarsa.
    f. Layanan purna jual produk: Layanan purna jual produk
    meliputi dukungan teknis, perbaikan, dan penggantian
    produk yang rusak atau cacat.
  4. Menurut Kotler dan Keller (2020)
    Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke
    pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen,
    termasuk barang, jasa, organisasi, orang, tempat, dan
    gagasan. Menurut Kotler dan Keller (2020), terdapat
    beberapa indikator produk yang dapat digunakan untuk
    menilai produk, antara lain:
    a. Kualitas produk: Kualitas produk adalah kemampuan
    produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
    konsumen serta memenuhi standar kualitas yang
    ditetapkan oleh produsen atau pemerintah.
    b. Fitur produk: Fitur produk adalah karakteristik produk
    yang dapat membedakan produk tersebut dari produk
    sejenis lainnya. Fitur produk dapat meningkatkan nilai
    produk dan daya tarik konsumen.
    c. Kinerja produk: Kinerja produk mencakup kemampuan
    produk untuk memenuhi tuntutan dan harapan
    konsumen dalam hal fungsi dan kegunaannya.
    d. Daya tahan produk: Daya tahan produk mencakup
    kemampuan produk untuk bertahan dalam penggunaan
    normal selama jangka waktu tertentu tanpa rusak atau
    cacat.
    e. Desain produk: Desain produk mencakup desain fisik
    dan estetika produk yang dapat meningkatkan nilai
    produk dan daya tarik konsumen.
    f. Merek produk: Merek produk adalah nama, istilah,
    simbol, atau desain khusus yang digunakan untuk
    mengidentifikasi produk dan membedakannya dari
    produk sejenis lainnya

Teori Marketing Mix

  1. Menurut Kotler dan Armstrong (2018)
    Menurut Kotler dan Armstrong (2018), mendefinisikan
    marketing mix 4p sebagai kombinasi dari empat elemen
    pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan yaitu
    product (produk), price (harga), place (tempat) dan
    promotion (promosi).
    Menurut Kotler dan Armstrong (2018), terdapat empat
    indikator marketing mix 4P, yaitu:
    a. Produk (Product) Indikator ini mencakup karakteristik
    produk yang mencakup kualitas, fitur, desain, merek,
    dan pelayanan purna jual. Produk yang baik harus
    memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen serta
    memberikan nilai tambah.
    b. Harga (Price) Indikator ini mencakup penetapan harga,
    diskon, pengurangan harga, dan cara membayar. Harga
    harus mencerminkan nilai produk serta dapat diterima
    oleh pasar.
    c. Promosi (Promotion) Indikator ini mencakup iklan,
    promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan strategi
    penjualan. Promosi harus mampu menciptakan
    kesadaran dan minat pasar terhadap produk.
    d. Tempat (Place) Indikator ini mencakup saluran
    distribusi, lokasi, dan transportasi. Produk harus mudah
    diakses oleh konsumen dan dapat tersedia di tempat
    yang strategis.
  2. Menurut Kotler (ahmad, 2019:33)
    Menurut Kotler (ahmad, 2019:33) baruan pemasaran
    adalah suatu proses yang melibatkan kombinasi dari
    berbagai elemen pemasaran dalam memenuhi kebutuhan
    dan keinginan konsumen. elemen-elemen tersebut termasuk
    produk, harga, promosi dan distribusi
    Adapun indikatornya yaitu:
    a. Tingkat kepuasan pelanggan
    b. Tingkat penjualan
    c. Efektivitas
  3. Menurut Tjiptono (2014:41)
    Menurut Tjiptono (2014:41) Bauran Pemasaran
    (marketing mix) merupakan seperangkat alat yang dapat
    digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa
    yang ditawarkan pelanggan, Dengan kata lain marketing
    mix adalah kumpulan dari variabel yang dapat digunakan
    oleh perusahaan untuk dapat mempengaruhi tanggapan
    konsumen”.
    Marketing mix merupakan hasil kolaborasi empat unsur,
    yang terdiri atas produk, harga, promosi, dan distribusi.
    Setiap unsurnya mempunyai peran dan fungsi yang berbeda,
    tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan
    satu sama lain.
    Indikator marketing mix antara lain:
    a. product (produk)
    b. Price (Harga)
    c. Place (Tempat)
    d. Promotion (Promosi)
  4. Menurut paul Smith (2020)
    Menurut paul Smith(2020), marketing mix 4p adalah
    konsep yang meliputi 4 elemen utama dalam membuat dan
    menjalankan strategi pemasaran, yaitu product (produk),
    price (harga) Place (tempat) dan promotion (promosi).
    Yang memeliki indicator yaitu:
    a. product (produk)
    b. price (harga)
    c. place (tempat)
    d. Promotion (promosi)
  5. Menurut Buchari Alam (2020)
    Menurut Buchari Alam (2020), bauran pemasaran
    adalah kombinasi dari beberpa elemen dalam perencanaan
    dan implementasi strategi pemasaran yang terdiei dari
    produk, harga, promosi, saluran distribusi.
    Indikatornya yaitu:
    a. Produk: desain, kualitas, filtur, merek, packaging
    b. Harga: harga jual, diskon, metode pembayaran, garansi
    c. Promosi: iklan, sales prmotion, public relations, personal
    selling
    d. Saluran distribusi: lokasi, aksesibilitas, tersedua atau
    tidaknya produk

Hubungan antar variabel Jingle dan Tagline Terhadap Brand Awarenes


Jingle adalah pesan musikal disekitar brand. Sebuah jingle yang baik
sangat mempengaruhi tingkat brand awareness, juga dapat menjadi dasar
strategi dasar strategi periklanan yang cukup panjang. Jingle harus terus
diperbarui sesuai perkembangan pasar (Kai & rainer, 2009).
Menurut Ismiati (2000:230) peran tagline dalam sebuah iklan
merupakan hal yang teramat penting untuk dapat membantu menanamkan
sebuah produk yang diiklankan kedalam benak konsumen. Dengan adanya
tagline dalam sebuah iklan, maka akan sangat membantu masyarakat untuk
mengingat merek dari produk yang ditawarkan.

Tagline


Tagline merupakan bagian dari iklan yan bertujuan agar iklan
tersebut agar mudah diingat oleh konsumen. Tagline dalam suatu iklan
memegang peranan penting. Menurut Nuradi (1996:) kalimat singkat
sebagai penutup teks inti yang menyimpulkan secara singkat tujuan
komunikasi suatu iklan.
Tagline merupakan suatu ungkapan pendek berisi pesan pendek dan
mudah diingat. Tagline ini bisa disamakan dengan slogan, atau jargon
dalam iklan. Penggunaan tagline ini adalah untuk memperkuat
kemampuan iklan dalam mengeksekusi (mencapai sasarannya) yaitu
mempengaruhi konsumen untuk menggunakan produk yang diiklankan.
Menurut Ismiati (2000:230) peran tagline dalam sebuah iklan
merupakan hal yang teramat penting untuk dapat membantu menanamkan
sebuah produk yang diiklankan kedalam benak konsumen. Dengan adanya
tagline dalam sebuah iklan, maka akan sangat membantu masyarakat untuk
mengingat merek dari produk yang ditawarkan.
Jadi tagline merupakan sederetan kalimat atau ungkapan kreatif yang
mudah diingat dan mampu mempersentasikan keseluruhan pesan iklan dari
perusahaan kepada konsumen atau masyarakat, yang meliputi merek dan
karakter produknya, dalam rangka proses penanaman konsep terhadap
produk secara positif ke dalam benak masyarakat (Abimoro, 2014:35).
Tagline dapat digunakan untuk membantu mengkomunikasikan titik
pembeda dari pesaing (Susanto dan Wijanarko, 2004;86). Tagline ini
bisa berubah sesuai dengan perubahan situasi dan kondisi, maupun sebagai
strategi agar konsumen tidak bosan. Pengenalan tagline baru biasanya
dilakukan melalui program above the line (ATL) berupa penayangan iklan
diberbagai media massa cetak dan elektronik.

Jingle


Menurut Well, Moriarty & Burnett (dalam Mahjudie, 2007:20)
“Jingle adalah pesan iklan yang ditampilkan mengunakan musik”.
Menurut Belch (2009:1003), “Musik adalah bagian penting dari
suatu iklan televisi dan dapat diputar dalam berbagai variasi adegan. Musik
memberikan latar belakang yang menyenangkan atau membantu
menciptakan suasana yang nyaman”.
Jingle dari iklan dapat membentuk kesadaran akan musik yang
menjadi latar belakang dapat membentuk perasaan tertentu (Salomon,
2004:56).
Jingle adalah pesan musikal disekitar brand. Sebuah jingle yang
baik sangat mempengaruhi tingkat brand awareness, juga dapat menjadi
dasar strategi dasar strategi periklanan yang cukup panjang. Jingle harus
terus diperbarui sesuai perkembangan pasar (Kai & rainer, 2009).
Jingle merupakan susunan berbagai macam musik, biasannya
membawa deretan slogan atau kampanye. Secara ringkas bahwa jingle
merupakan komposisi dari nada, melodi, harmoni, tempo dan dinamika
(Machlis, 2007:11).
Menurut Wulandari (2010), jingle adalah musik yang mengiringi
sebuah iklan yang diciptakan untuk mengingatkan khalayak akan iklan
tersebut. Jingle digunakan untuk menarik perhatian, menyalurkan pesan
penjualan, menentukan tekanan emosional untuk iklan dan mempengaruhi
suasana hati pendengar.
jingle tersebut dapat digunakan menurut wulandari sebagai berikut :

  1. Menarik perhatian.
  2. Menyalurkan pesan penjualan.
  3. Menentukan tekanan emosional untuk iklan.
  4. Mempengaruhi suasana hati pendengar.
    Menurut (Sanjaya & Kusasih, 2012), Jingle dapat diambil dari
    musik yang temanya mudah diingat oleh audiens.banyak iklan yang secara
    khusus meminta sebuah lagu untuk diubah menjadi jingle yang isinya
    disesuaikan dengan pesan iklan atau karakteristik produk atau jingle bisa
    juga mengambil begitu saja dari lagu –lagu yang sudah dikenal luas oleh
    masyarakat

Iklan


Menurut Kotler (2008: 244) “Iklan adalah segala bentuk penyajian
non personal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh suatu sponsor tertentu
yang memerlukan pembayaran”.
Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang
sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu
khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran,
majalah, direct mail, reklame luar ruang, atau kendaraan umum (Lee &
Johnson, 2007:3).
Iklan merupakan bentuk komunikasi, maka keberhasilannya dalam
mendukung program pemasaran merupakan pencerminan dari keberhasilan
komunikasi perusahaan menggunakan iklan sebagai media komunikasi, tentu
mengupayakan isi iklan tersebut mampu menciptakan keyakinan yang positif
terhadap atribut-atribut produknya karena keyakinan semacam ini akan
mendorong sikap konsumen yang positif juga terhadap merek tersebut.
tujuan periklanan adalah sebagai berikut (Kotler dan Amstrong,
2008:72) :
a. Memberi Informasi
membuat konsumen sadar akan merek – merek baru, mendidik
mereka berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra
merek yang positif. Karena merupakan suatu bentuk komunikasi yang efektif,
berkemampuan menjangkau khalayak luas.
b. Membujuk
Iklan yang efektif akan mampu membujuk pelanggan untuk
mencoba produk dan jasa yang diiklankan. Terkadang, membujuk berbentuk
mempengaruhi permintaan primer, yakni menciptakan permintaan bagi
keseluruhan kategori produk dan iklan berupaya untuk membangun
permintaan sekunder, permintaan bagi merek perusahaan yang spesifik.
c. Mengingatkan
Iklan menjaga merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para
konsumen. saat kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan produk yang
diiklankan, dampak periklanan untuk hadir di benak konsumen sebagai suatu
kandidat merek yang akan dibeli. Periklanan yang efektif juga meningkatkan
minat terhadap merek yang sudah ada dan pembelian sebuah merek yang
mungkin tidak akan dipilihnya

Promosion Mix


Menurut Kotler & Armstrong (2008:116), bauran promosi
(promotion mix) juga disebut bauran komunikasi pemasaran (marketing
communication mix) perusahaan merupakan paduan spesifik iklan, promosi
penjualan, sarana pemasaran langsung, penjualan personal, dan hubungan
masyarakat yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan nilai
pelanggan secara persuasif dan membangun hubungan pelanggan.
Definisi lima sarana promosi utama adalah sebagai berikut :

  1. Periklanan (advertising)
  2. Promosi penjualan (sales promotion)
  3. Pemasaran langsung (direct marketing)
  4. Penjualan personal (personal selling)
  5. Hubungan masyarakat (public relations)
    Penjelasan dari lima sasaran promosi adalah sebagai berikut :
  6. Periklanan (Advertising)
    Kotler & Armstrong (2008:150) mendefiniskan, periklanan
    (advertising) dalam hal ini merupakan semua bentuk presentasi
    nonpribadi dan promosi ide, barang, atau jasa yang dibayar oleh sponsor
    tertentu. Menurut Kotler & Armstrong (2008:157) adapun suatu iklan
    memiliki karakteristik sebagai berikut:
    a. Penemuan informasi tentang produk / perusahaan dari berbagai
    media mudah.
    b. Design media yang digunakan menarik.
    c. Informasi yang disampaikan dalam berbagai media jelas.
    d. Pesan yang terkandung dalam berbagai media dapat dipercaya.
  7. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
    Kotler & Armstrong (2008:204) mendefiniskan promosi
    penjualan (sales promotion) terdiri dari insentif jangka pendek untuk
    mendorong pembelian atau penjualan sebuah produk atau jasa.
    Karakteristik dari sales promotion menurut Kotler & Armstrong
    (2008:204) yaitu:
    a. Besar / ukuran insentif yang ditawarkan menarik.
    b. Insentif yang ditawarkan bervariasi.
    c. Syarat untuk mendapatkan insentif yang ditawarkan jelas.
    d. Waktu pelaksanaan insentif yang dilakukan tepat.
  8. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
    Menurut Kotler & Armstrong (2008:223), pemasaran langsung
    (direct marketing) terdiri dari hubungan langsung dengan konsumen
    individual yang ditargetkan secara seksama untuk meraih respons segera
    dan membangun hubungan pelanggan yang langgeng.
    Karakteristik dari direct marketing menurut Kotler & Armstrong
    (2008:222) yaitu :
    a. Interaksi melalui pemasaran langsung yang interaktif
    b. Interaksi dari perusahaan yang interaktif
  9. Penjualan Personal (Personal Selling)
    Menurut Kotler & Armstrong (2008:182), penjualan personal
    (personal selling) adalah presentasi pribadi oleh wiraniaga perusahaan
    dengan tujuan melakukan penjualan dan membangun hubungan dengan
    pelanggan.
    Kotler & Amstrong (2008:200), mendeskripsikan karakteristik
    dari personal selling adalah :
    a. Penampilan wiraniaga baik
    b. Wiraniaga menguasai informasi perusahaan
    c. Kemampuan wiraniaga dalam menjelaskan produk bagi pelanggan
    memuaskan
    d. Wiraniaga dapat mengidentifikasi konsumen baru atau konsumen
    lama dengan baik
  10. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
    Menurut Kotler & Armstrong (2008:168), hubungan masyarakat
    (public relations) membangun hubungan baik dengan berbagai
    masyarakat perusahaan dengan memperoleh publisitas yang diinginkan,
    membangun citra perusahaan yang baik, dan menangani atau menghadapi
    rumor, cerita, dan kejadian tak menyenangkan.
    Adapun kriteria public relations menurut Kotler & Armstrong
    (2008:171) dapat dibedakan menjadi tiga hal yaitu:
    a. Berita yang tersebar mengenai perusahaan
    b. Identitas perusahaan yang unik, berbeda dari yang lainnya
    c. Kegiatan pelayanan masyarakat

Bauran Pemasaran


Dalam pemasaran terdapat strategi pemasaran yang disebut bauran
pemasaran (Marketing mix) yang memiliki peranan penting dalam
mempengaruhi konsumen agar dapat membeli suatu produk atau jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan.Elemen-elemen bauran pemasaran terdiri dari
semua variabel yang dapat dikontrol perusahaan untuk dapat memuaskan
para konsumen.
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:92)“Marketing mix is good
marketing tool is a set of products, pricing, promotion, distribution,
combined to produce the desired response of the target market”
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran
merupakan alat pemasaran yang baik yang berada dalam suatu perusahaan,
dimana perusahaan mampu mengendalikannya agar dapat mempengaruhi
respon pasar sasaran.
Dalam bauran pemasaran terdapat seperangkat alat pemasaran yang
dikenal dalam istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga), place(tempat
atau saluran distribusi), dan promotion (promosi), sedangkan dalam
pemasaran jasa memiliki beberapa alat pemasaran tambahan seperti people
(orang), physical evidence (fasilitas fisik), dan process (proses), sehingga
dikenal dengan istilah 7P. maka dapat disimpulkan bauran pemasaran jasa
yaitu product, price, place, promotion, people, physical evidence, and
process.
Adapun pengertian 7P menurut Kotler dan Amstrong (2012:62)
adalah sebagai berikut :

  1. Produk
    Produk (product), adalah mengelola unsur produk termasuk
    perencanaan dan pengembangan produk atau jasa yang tepat untuk dipasarkan
    dengan mengubah produk atau jasa yang ada dengan menambah dan
    mengambil tindakan yang lain yang mempengaruhi bermacam-macam produk
    atau jasa.
  2. Price
    Harga (price), adalah suatu sistem manajemen perusahaan yang akan
    menentukan harga dasar yang tepat bagi produk atau jasa dan harus
    menentukan strategi yang menyangkut potongan harga, pembayaran ongkos
    angkut dan berbagi variabel yang bersangkutan.
  3. Place
    Distribusi (place),yakni memilih dan mengelola saluran perdagangan
    yang dipakai untuk menyalurkan produk atau jasa dan juga untuk melayani
    pasar sasaran, serta mengembangkan sistem distribusi untuk pengiriman dan
    perniagaan produk secara fisik.
  4. Promosi
    Promosi (promotion), adalah suatu unsur yang digunakan untuk
    memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk atau jasa yang baru
    pada perusahaan melalui iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan,
    maupun publikasi.
  5. Physical Evidence
    Sarana fisik (Physical Evidence), merupakan hal nyata yang turut
    mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan
    produk atau jasa yang ditawarkan. Unsur yang termasuk dalam sarana fisik
    antara lain lingkungan atau bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo,
    warna dan barang-barang lainnya.
  6. People
    Orang (People), adalah semua pelaku yang memainkan peranan
    penting dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi
    pembeli. Elemen dari orang adalah pegawai perusahaan, konsumen, dan
    konsumen lain. Semua sikap dan tindakan karyawan, cara berpakaian
    karyawan dan penampilan karyawan memiliki pengaruh terhadap
    keberhasilan penyampaian jasa.
  7. Proses
    Proses (Process), adalah semua prosedur aktual, mekanisme, dan
    aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Elemen proses
    ini memiliki arti sesuatu untuk menyampaikan jasa. Proses dalam jasa
    merupakan faktor utama dalam bauran pemasaran jasa seperti pelanggan
    jasa akan senang merasakan sistem penyerahan jasa sebagai bagian jasa itu
    sendiri.Berdasarkan penjelasan tersebut mengenai bauran pemasaran, maka
    dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran memiliki elemen-elemen yang
    sangat berpengaruh dalam penjualan karena elemen tersebut dapat
    mempengaruhi minat konsumen dalam melakukan keputusan pembelian

Pemasaran


Menurut (Kotler dan Keller, 2008:5) Pemasaran adalah suatu fungsi
organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan,
dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dengan cara yang menguntungkan
organisasi dan pemilik sahamnya.
Menurut Cannon, Perrcault dan McCarthy (2008 : 8), pemasaran
(marketing) adalah suatu aktifitas yang bertujuan mencapai sasaran
perusahaan, dilakukan dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan
atau klien serta mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi
kebutuhan pelanggan atau klien dari produsen.
Menurut Daryanto (2011:1), pemasaran adalah suatu proses sosial
yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Sedangkan pelaksanaan dari pada pemasaran tersebut dibutuhkan
yang namanya konsep manajemen pemasaran. Menurut Wahjono (2009: 2),
pada dasarnya manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan
pelaksanaan dari perwujutan, pemberian harga, promosi, dan distribusi dari
barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan
kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi. Hal ini
berarti dalam manajemen pemasaran atas barang, jasa dan gagasan dengan
tujuan utama kepuasan pihak-pihak terlibat

Evolusi Faktor Marketing Mix


Bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, dan
promotion (4P) seiring perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang
senantiasa mengalami perkembangan telah mengalami evolusi dan terus
berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen dan
kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright mengembangkan
bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management
dengan menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu:
product elements, place, cyberspace, and time, promotion and
education, price and other user outlays, process, productivity and quality,
people, and physical evidence.
a. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang
menciptakan nilai bagi pelanggan.
b. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai
kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada
pelanggan.
c. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan
perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang
dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan.
d. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan
usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumi
produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.
e. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan
yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik
kepada pelanggan
f. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi
masukan-masukan layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil
layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan, sedangkan kualitas
adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena
dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
g. People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan
memproduksi produk dan layanan (service production).
h. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam
menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan

Pengertian Marketing Mix


Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Bauran
Pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang
berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan
penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan
sasaran pasarannya. Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau
kegiatan yang merupakan inti dari marketing mix, variabel mana dapat
dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen
dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu
dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin,
dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan
tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan
tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix
tersebut.8
Untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif. Menurut
William J.Stanton pengertian marketing mix sccara umum adalah sebagai
berikut marketing mix adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan
kombinasi empat besar pembentuk inti marketing mix sebuah organisasi.
Keempat unsur tersebut adlah penawaran produk/jasa, struktur harga,
kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix)
tersebut atau yang disebut four p’s adalah strategi produk, strategi harga,
strategi penyaluran / distribusi, strategi promosi.
Satu diantara berbagai tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh
laba yang optimal dari kegiatannya sehari-hari, khususnya kegiatan
pemasaran. Untuk menjalankan kegiatan pemasaran tersebut dengan baik,
dan sesuai dengan sasaran yang diharapkan, perusahaan harus menerapkan
suatu strategi yang tepat sesuai dengan lingkungan pemasaran
perusahaannya

Pengertian Pemasaran


Pengertian pemasaran selalu berkembang dari waktu ke waktu.
Dimulai dari pengertian pemasaran secara sederhana sampai dengan
pemasaran dalam lingkungan persaingan bisnis yang semakin modern dan
kompetitif. American marketing association (AMA) menyatakan bahwa:
“marketing is an organizational function and a set of pro accesses
for creating, communicating and delivering value to customers and
for managing customer relationship in ways that benefit the
organization and its stake holders” (Alma dan Priansa, 2014:340).1
Kotler and Keller (2006) menyatakan bahwa:
“marketing is an organizational function and a set processes for
creating, communicating and delivering value to customers and for
managing customer relationships in ways that benefit the
organization and it stakeholders”.
Pemasaran ialah fungsi organisasi dan satu set proses untuk
menciptakan, mengkomunikasikan dan menyampaikan nilai kepada
pelanggan dan untuk membangun hubungan pelanggan yang memberikan
keuntungan bagi organisasi dan pihak – pihak yang berkepentingan
terhadap organisasi

Dampak Strategi Pemasaran Dalam Menarik Minat Beli Konsumen


Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, pengaruh adalah
pengaruh, pengaruh. Beberapa efek yang dapat memiliki konsekuensi positif
atau negatif. Pengaruh adalah kekuatan timbal balik yang dapat
mempengaruhi seseorang dan dengan mana mereka dapat dipengaruhi.
Singkatnya, efek dapat diartikan sebagai hasil atau akibat. Pengaruh adalah
kekuatan yang ada dan muncul dari sesuatu yang mempengaruhi
pembentukan karakter, keyakinan atau tindakan. Singkatnya, pengaruh
dapat diartikan sebagai pengaruh atau akibat. Setiap keputusan yang dibuat
oleh seorang manajer biasanya memiliki efek positif dan negatif.

  1. positif
    Pengaruh adalah keinginan untuk membujuk, membujuk,
    mempengaruhi atau mengesankan orang lain agar dapat mengikuti
    keinginan mereka dan mendukung mereka. Positif adalah keadaan jiwa
    seseorang yang dipertahankan dengan usaha sadar ketika sesuatu terjadi
    padanya, sehingga ia tidak terjerumus ke dalam keadaan pikiran negatif
    orang lain. Jadi, konsep pengaruh positif adalah keinginan untuk
    membujuk, mempengaruhi atau mengesankan orang lain melalui keadaan
    untuk memberikan atau mendukung keinginan yang baik.
  2. Efek negatif
    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengaruh negatif adalah
    pengaruh kuat yang membawa akibat negatif. Pengaruh berarti keinginan
    untuk membujuk, membujuk, mempengaruhi atau mengesankan orang
    lain dengan tujuan untuk dapat mengikuti keinginan mereka dan
    mendukung mereka. Meskipun dampak negatif adalah dampak negatif,
    itu lebih besar dari dampak positif .
    Minat adalah kecenderungan responden untuk bertindak sebelum
    benar-benar membuat keputusan pembelian. Ada perbedaan antara
    pembelian aktual dan niat untuk membeli. Pembelian aktual adalah
    pembelian yang benar-benar dilakukan konsumen, sedangkan niat
    pembelian mengacu pada pembelian yang mungkin tidak dilakukan di
    masa depan

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Minat Beli


Menurut Philip Kotler dan Gery Armstrong ada empat faktor yang
mempengaruhi keputusan pembelian, yaitu:
a. Faktor pribadi adalah dorongan yang berasal dari dalam diri individu,
dengan usia, pekerjaan, lingkungan keuangan, gaya hidup dan tahap
siklus hidup menjadi faktor yang membentuk selera masyarakat
terhadap produk yang berhubungan dengan usia, pekerjaan, lingkungan
keuangan, gaya hidup dan fase siklus hidup siklus yang mempengaruhi
kehidupan. Keinginan ini menciptakan keinginan untuk lahirnya hal-hal
lain.
b. Faktor sosial dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat dalam
melakukan pekerjaan tertentu. Seperti peran kelompok, keluarga dan
status. Misalnya minat membeli pakaian muncul karena ingin menarik
perhatian orang lain dan dipengaruhi oleh lingkungan. 3) Faktor
Budaya Faktor budaya memiliki dua unsur yaitu subkultur dan kelas
sosial. Subkultur adalah budaya yang terdiri dari subkultur yang lebih
kecil yang membentuk segmen pasar penting dan program pemasaran
yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, pembagian
kelas sosial masyarakat relatif homogen dan berkesinambungan, yang
tidak hanya mencerminkan pendapatan, tetapi juga indikator lain
seperti: pekerjaan, pendidikan dan tempat tinggal.
c. Faktor psikologis dalam faktor psikologis adalah persepsi, motivasi dan
pembelajaran. Persepsi adalah proses individu dalam memilih,
mengatur, dan menafsirkan informasi yang menjadi masukan dalam
situasi tertentu. Walaupun motivasi muncul dari kebutuhan, keinginan
yang belum tercapai. Yang terakhir adalah belajar, yaitu. konsumen
mulai mengingat merek yang sering mereka dengar dan segera
menyusun strategi pemasaran yang tepat agar konsumen belajar untuk
mendapatkan produk yang diinginkan dengan lebih cepat.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens (dalam Wibisaputra, 2011),
faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen adalah:
a) Sikap orang lain, sejauh mana orang lain mengurangi pilihan yang
disukai seseorang tergantung pada dua hal, yaitu kuatnya sikap negatif
orang lain terhadap pilihan yang disukai konsumen dan motivasi
konsumen untuk memenuhi keinginan orang lain.
b) Faktor situasional yang tidak terduga, faktor tersebut nantinya dapat
mengubah posisi konsumen dalam pembelian

Indikator- Indikator Minat Beli


Menurut Ferdinand (2014:129), menyebutkan bahwa minat beli
dapat di identifikasi melalui faktor- faktor sebagai berikut:
1) Minat transaksional, kecenderungan seseorang akan produk yang telah
di belinya.
2) Minat referensial, kecenderungan seseorang akan pengalaman
konsumsinya dan mereferensikan kepada orang lain.
3) Minat preferensial, minat yang menggambarkan perilaku seseorang
yang selalu memiliki prefensi utama terhadap produk tersebut, produk
ini bisa diganti apabila produk tersebut telah hilang prefensinya
4) Minat eksploratif, minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang
terobsesi terhadap produk yang berlebihan sehingga selalu mencari
informasi positif mengenai produk tersebut.

Pengertian Minat Beli


Menurut Kotler dan Keller (dalam Suradi et al., 2012), minat beli
konsumen adalah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai
keinginan untuk membeli atau memilih suatu produk berdasarkan
pengalaman memilih, menggunakan dan mengonsumsi produk, atau bahkan
keinginan tersebut terhadap suatu produk.
Minat beli konsumen merupakan inisiatif responden dalam
mengambil keputusan untuk membeli produk. Model rinci perilaku
konsumen menjelaskan bahwa rangsangan pemasaran terdiri dari variabel
bauran pemasaran yaitu komponen pemasaran utama produk, harga, tempat
dan promosi, rangsangan lain yang bersifat eksternal, seperti ekonomi,
teknologi, politik, budaya (Oentoro 2012:11).
Minat beli konsumen pada dasarnya merupakan faktor pendorong
dalam pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk. Setiap
konsumen, pelaku bisnis harus mengetahui karakteristik pembeli, yang
memudahkan segmentasi dan penentuan target pasar, kemudian pelaku
bisnis juga harus mengetahui proses keputusan pembelian konsumen

Pengertian Strategi Pemasaran


Strategi pemasaran adalah rencana yang digunakan perusahaan dengan
harapan bisnis yang dijualnya akan mencapai tujuan dan sasarannya yang
memberikan arahan kepada perusahaan dari waktu ke waktu dalam
menghadapi lingkungan yang berubah dan pesaing dari waktu ke waktu.
Secara umum, strategi pemasaran adalah keseluruhan rencana bisnis untuk
menjangkau dan mengubah pelanggan potensial. Menurut Chandra (2002),
strategi pemasaran adalah ekspektasi perusahaan mengenai dampak dari
berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan suatu
produk atau lini produk di pasar sasaran tertentu. Program pemasaran
mencakup tindakan pemasaran yang dapat mempengaruhi permintaan
produk, seperti mengubah harga, memodifikasi kampanye periklanan,
merancang penawaran khusus, dan menentukan opsi distribusi.
Menurut Private (2018), strategi pemasaran dapat didefinisikan
sebagai desain yang baik yang menggambarkan bagaimana sebuah
perusahaan harus bekerja untuk mencapai tujuannya. Menurut Kotler
(2017), strategi pemasaran adalah konsep yang digunakan oleh perusahaan,
yang dapat berupa strategi spesifik untuk pasar sasarannya, posisinya dalam
bauran pemasaran, dan tingkat pengeluaran pemasarannya.
Menurut Tjipto (2016), strategi pemasaran adalah alat fundamental
yang dirancang atau direncanakan untuk mencapai suatu perusahaan melalui
pengembangan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Menurut
(Tjiptono, 2012) strategi pemasaran terdiri dari lima elemen yang saling
berkaitan, meliputi:
1) Pemilihan Pasar
2) Perencanaan Produk
3) Penetapan Harga
4) Sistem Kontribusi
5) Komunikasi Pemasaran

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


Salah satu tujuan pemasaran adalah produk atau jasa yang dihasilkan
perusahaan dikenal baik oleh masyarakat sehingga nantinya perusahaan
dapat memperoleh keuntungan dari penjualannya. Jadi wajar jika
perusahaan rela menghabiskan banyak uang untuk menghasilkan strategi
pemasaran. Strategi pemasaran sebenarnya tidak hanya digunakan untuk
perusahaan besar, bahkan usaha kecil harus menggunakan strategi
pemasaran, seperti bauran pemasaran marketing mix. Bauran pemasaran
berperan sebagai perantara untuk mengkomunikasikan produk dari suatu
perusahaan dengan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang
ditawarkan. Menurut Wardana (2017: 38) mengutip pernyataan Rambat,
bauran pemasaran (marketing mix) adalah bauran pemasaran bagi pemasar
yang terdiri dari berbagai unsur program pemasaran yang harus diperhatikan
keberhasilan pelaksanaan strategi pemasaran dan penentuan posisi (
positioning ) yang telah ditetapkan. Perencanaan taktis ini menggunakan
konsep bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi produk (product),
harga (price), promosi (promotion), dan lokasi (place ), Wangry, Tumbel
dan Karuntu (2018).
Menurut Kotler dan Amstrong (2005) bauran pemasaran (marketing
mix) merupakan serangkaian alat pemasaran taktis yang dipadukan
perusahaan untuk menghasilkan respons yang di inginkan dalam pasar
sasaran. Sunarto (2003) mendefinisikan bauran pemasaran sebagai
seperangkat alat pemasaran yang terkontrol yang diadukan oleh perusahaan
untuk menghasilkan respons yang dipadukan oleh perusahaan untuk
menghasilkan respons yang diinginkan pasar sasaran.
Sedangkan, menurut Lima Krisna dan Julis (2016:221) bauran
pemasaran merupakan komponen dari unsur- unsur yang membentuk
strategi campuran, yang dirancang dengan maksud untuk menghasilkan
tanggapan yang diinginkan dari pasar sasaran

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Jasa Transportasi Angkutan Umum


Kotler (2005) menyatakan bahwa perilaku pembelian konsumen dipengaruhi
oleh faktor- faktor berikut :
a. Faktor budaya Faktor-faktor budaya mempunyai pengaruh yang paling luas
dan paling dalam. Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi
perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang
paling dasar. Sub budaya mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan
wilayah geografis. Sedangkan kelas sosial adalah pembagian masyarakat yang
relatif homogen dan permanen, yang tersusun secara hirarkis dan yang para
anggotanya menganut nilai, minat, dan perilaku yang serupa. Kelas sosial tidak
hanya mencerminkan penghasilan, tetapi juga indikator lain seperti pekerjaan,
pendidikan, dan wilayah tempat tinggal.
b. Faktor sosial Selain faktor budaya, perilaku konsumen dipengaruhi oleh
faktorfaktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status
sosial masyarakat.
1) Kelompok Acuan Kelompok acuan seseorang terdiri atas semua kelompok di
sekitar individu yang mempunyai pengaruh baik langsung maupun tidak
langsung terhadap perilaku individu tersebut (Kotler, 2007). Kelompok acuan
mempengaruhi pendirian dan konsep pribadi seseorang karena individu biasanya
berhasrat untuk berperilaku sama dengan kelompok acuan tersebut (Kotler,
2007)
2) Keluarga Keluarga sendiri biasanya menjadi sumber orientasi dalam perilaku.
Anak akan cenderung berperilaku sama dengan orang tua saat mereka melihat
perilaku orang tua mereka mendatangkan manfaat atau keuntungan (Kotler,
2007).
3) Peran dan status dalam masyarakat Peranan adalah kegiatan yang diharapkan
untuk dilakukan mengacu pada orang-orang di sekellilingnya. Sedang status
adalah pengakuan umum masyarakat sesuai dengan peran yang dijalankan.
Setiap individu dan status yang disandangnya akan mempengaruhi perilakunya
(Kotler, 2007).
c. Faktor pribadi Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi.
Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan
ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep-diri pembeli.
1) Usia dan Tahap Siklus Hidup Individu dalam membeli barang atau jasa
biasanya disesuaikan dengan perubahan usia mereka. Pola konsumsi yang
terbentuk juga berbeda antara individu-individu yang usianya berbeda (Kotler,
2007).
2) Pekerjaan Pekerjaan individu tentunya ikut mempengaruhi perilaku
pembelian individu. Penghasilan yang mereka peroleh dari pekerjaannya itulah
yang menjadi determinan penting dalam perilaku pembelian mereka (Kotler,
2007)

Keputusan Pembelian


Kehidupan manusia tidak lepas dari melakukan jual beli. Sebelum melakukan
pembelian, seseorang biasanya akan melakukan keputusan pembelian terlebih
dahulu terhadap suatu produk. Keputusan pembelian merupakan kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk
melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual.
Pengertian keputusan pembelian, menurut Kotler & Amstrong (2001) adalah
tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-
benar membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu
yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang
yang ditawarkan. Definisi lain keputusan pembelian adalah keputusan pembeli
tentang merek mana yang dibeli. Konsumen dapat membentuk niat untuk
membeli merek yang paling disukai. Keputusan pembelian merupakan suatu
proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa
yang akan dibeli atau tidak melakukan pembelian (Kotler dan Amstrong, 2008).
Menurut Kotler (2005), “Keputusan pembelian adalah Suatu tahap dimana
konsumen telah memiliki pilihan dan siap untuk melakukan pembelian atau
pertukaran antara uang dan janji untuk membayar dengan hak kepemilikan atau
penggunaan suatu barang atau jasa”. Kotler (2005) juga menjelaskan yang
dimaksud dengan keputusan pembelian adalah suatu proses penyelesaian
masalah yang terdiri dari menganalisa atau pengenalan kebutuhan dan keinginan
hingga perilaku setelah pembelian.

Marketing mix


Menurut Kotler dan Amstrong, Marketing mix adalah sekumpulan variabel-
variabel marketing yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar target
penjualan yang diinginkan.
Jadi, dari pendapat Kotler dan Amstrong dapat kita simpulkan bahwa marketing
mix merupakan strategi pemasaran yang dilaksanakan secara terpadu atau strategi
pemasaran yang dilakukan secara bersamaan. Strategi tersebut digunakan
menerapkan elemen strategi yang ada dalam marketing mix itu sendiri.
Teknik 4P-7P marketing mix

  1. Product
    Produk sendiri terbagi dua yaitu produk nyata bisa dilihat dan produk tidak nyata
    atau jasa hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa di lihat. Dalam hal produk perlu di
    perhatikan kualitas, layanan, dll karena konsumen ketika membeli bukan hanya
    sekedar ingin tapi juga membutuhkan dan harus kita perhatikan kepuasan
    konsumen terhadap produk yang kita tawarkan.
    Secara teori, produk merupakan segala bentuk yang ditawarkan ke pasar untuk
    digunakan atau dikonsumsi sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan
    pasar. Keinginan pasar tersebut bisa berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
    Produk adalah hasil dari kegiatan produksi perusahaan Anda yang nantinya akan di
    jual oleh perusahaan Anda juga. Atau Produk bisa jadi berupa barang yang dibeli
    oleh perusahaan Anda untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen atau
    customer Anda.
  2. Price
    Harga yang dimaksud adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh user atau klien
    untuk mendapatkan produk yang di tawarkan. Dengan kata lain, seseorang akan
    membeli barang kita jika pengorbanan yang dikeluarkan (yaitu uang dan waktu)
    sesuai dengan manfaat yang di ingin dapatkan dari produksi barang atau jasa yang
    ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Jadi fokus terkait poin ini adalah bagaimana
    caranya membuat pelanggan atau calon pembeli potensial merasa pengeluarannya
    sesuai dengan apa yang dia dapat, atau dalam istilah bahasa Inggris yang biasa
    dipakai “worth it”.
    Jika calon pembeli potensial telah memiliki pemikiran bahwa ia merasa
    pengeluaran yang akan dikeluarkan tersebut sebanding dengan apa yang ia
    dapatkan, mereka akan segera datang ke perusahaan atau mengunjungi product
    page Anda di website (bagi Anda yang bergerak di bisnis e-commerce atau online
    shop). Mereka akan segera memesan produk atau jasa apapun yang ditawarkan pada
    mereka.
  3. Place
    Sering juga di sebut saluran distribusi, yang berarti keseluruhan kegiatan atau
    fungsi untuk memindahkan produk disertai dengan hak pemiliknya dari produsen
    ke konsumen akhir atau pemakai.
    Konsep ini berfokus pada tempat atau lokasi di mana perusahaan berdiri. Di mana,
    semakin strategis tempat bisnis , semakin besar juga keuntungan yang akan
    didapatkan perusahaan. Dengan lokasi yang strategis, konsumen atau calon
    pelanggan dapat lebih mudah menemukan dan menjangkau , sehingga transaksi
    penjualan lebih mudah terjadi.
  4. Promotion
    Merupakan strategi dalam mengkomunikasikan informasi produk atau jasa dari
    penjual kepada pembeli, dalam hal ini kita harus pandai – pandai menyusun strategi
    promosi agar produk kita bisa dikenal oleh konsumen.
    Strategi marketing mix ini berfokus pada masalah promosi bisnis, seperti
    bagaimana cara memasarkan produk, media apa yang digunakan, dan sebagainya.
    Promosi merupakan salah satu strategi marketing yang memiliki tujuan sebagai
    berikut.
  • Mengidentifikasi dan menarik konsumen baru.
  • Mengomunikasikan produk baru.
  • Meningkatkan jumlah konsumen untuk produk yang telah dikenal secara luas.
  • Menginformasikan kepada konsumen tentang peningkatan kualitas produk.
  • Mengajak konsumen untuk mendatangi tempat penjualan produk.
  • Memotivasi konsumen agar memilih atau membeli suatu produk.

    Indikator Minat Beli


    Menurut Ferdinand (2002:129), minat beli dapat diidentifikasi melalui
    indikator indikator sebagai berikut:
    a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.
    b. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan
    produk kepada orang lain.
    c. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang
    yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya
    dapat digantikan jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
    d. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu
    mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari
    informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
    Minat beli diperoleh dari suatu proses belajar dan proses pemikiran yang
    membentuk suatu persepsi. Minat beli yang muncul menciptakan suatu motivasi
    yang terus terekam dalam benaknya, yang pada akhirnya ketika seseorang
    konsumen harus memenuhi kebutuhannya akan mengaktualisasikan apa yang
    terdapat dalam benak konsumen.

    Pengertian Minat Beli


    Minat beli secara umum merupakan pernyataan mental konsumen yang
    merefleksikan rencana pembelian suatu produk dengan merek terntentu
    pengetahuan tentang niat beli konsumen terhadap produk perlu diketahui oleh para
    pemasar untuk mendeskripsikan perilaku konsumen pada masa yang akan datang.
    Minat beli terbentuk dari sikap konsumen terhadap suatu produk hal tersebut
    berasal dari keyakinan konsumen terhadap kualitas produk. Semakin rendah
    keyakinan konsumen terhadap suatu produk akan menyebabkan menurunkan minat
    beli konsumen.
    Menurut Ferdinand (2002:126), “Minat beli adalah tahap kecenderungan
    responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan.
    Terdapat perbedaan antara pembelian actual dan minat pembelian. Bila pembelian
    aktual adalah pembelian yang benar-benar dilakukan oleh konsumen itu sendiri
    sehingga terjadinya proses pembelian, maka minat pembelian adalah niat untuk
    melakukan pembelian pada saat proses pembelian dan kesempatan mendatang”.
    Menurut Schiffman dan Kanuk (2004:25), “Minat beli adalah pengaruh
    eksternal, kesadaran akan kebutuhan, pengenalan produk dan evaluasi alternatif
    adalah hal yang dapat menimbulkan minat beli konsumen. Pengaruh eksternal ini
    terdiri dari usaha pemasaran dan faktor sosial budaya”.
    Sedangkan menurut Simamora (2002:131), “Minat beli adalah sesuatu
    yang pribadi dan berhubungan dengan sikap, individu yang berminat terhadap suatu
    objek akan mempunyai kekuatan atau dorongan untuk melakukan serangkaian
    tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan objek tersebut”.

    Unsur-Unsur Bauran Pemasaran


    Bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi.
    Selanjutnya peneliti uraikan dari masing-masing pengertian sebagai berikut :

    1. Produk (Product)
      Produk adalah kombinasi penawaran barang dan jasa yang ditawarkan
      perusahaan kepada pasar, yang mencakup: kualitas, rancangan, bentuk, merek, dan
      kemasan produk. Menurut Kotler & Armstrong, (2001:346) “Produk yaitu segala
      sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
      digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan
      konsumen”.
      Keputusan-keputusan tentang produk ini mencakup penentuan bentuk
      penawaran secara fisik, mereknya, pembungkus, garansi, dan servis sesudah
      penjualan. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah menganalisa kebutuhan
      dan keinginan pasarnya. Jika masalah ini telah diselesaikan, maka keputusan-
      keputusan tentang harga, distribusi dan promosi dapat diambil.
    2. Harga (Price)
      Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk
      memperoleh produk atau jasa tertentu. Menurut Philip Kotler (2008 : 345), “Harga
      yaitu jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan
      keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa”.
      Pada setiap produk atau jasa yang ditawarkan, bagian pemasaran berhak
      menentukan harga pokoknya. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
      penetapan harga tersebut antara lain, biaya, keuntungan, praktek saingan, dan
      perubahan keinginan pasar. Kebijaksanaan harga ini menyangkut pula penetapan
      jumlah potongan, mark-up, mark-down, dan sebagainya.
    3. Distribusi (Place)
      Saluran distribusi merupakan sarana perpindahan produk dari produsen ke
      konsumen termasuk pelayanan yang diberikan oleh produsen atau penjual. Menurut
      Philip Kotler (2007:122), “Saluran distribusi adalah suatu perangkat organisasi
      yang tercakup dalam proses pembuatan produk atau jasa menjadi siap untuk
      digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis”.
      Pemilihan saluran distribusi menyangkut keputusan-keputusan tentang
      penggunaan penyalur (pedagang, ecer, pengecer, agen, markelar), dan bagaimana
      menjalin kerja sama dengan para penyalur tersebut.
    4. Promosi (Promotion)
      Pada umumnya perusahaan berusaha menciptakan kesadaran pada
      konsumen tentang sebuah barang atau ide, sampai akhirnya mereka bersedia
      melakukan pertukaran. Menurut Philip Kotler (2000:119), “Promosi adalah bagian
      dari proses strategi pemasaran sebagai cara untuk berkomunikasi dengan pasar,
      dengan menggunakan komposisi bauran promosi (promotional mix)”

    Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


    Dalam memasarkan suatu produk atau jasa dalam sebuah perusahaan,
    diperlukan suatu pendekatan yang mudah dan fleksibel yang biasa disebut
    sebagai bauran pemasaran (marketing mix). Beberapa ahli bauran pemasaran
    mengemukakan marketing mix sebagai berikut:
    Menurut Kotler dan Amstrong (2012:75) dalam Yogi Sumirat (2015:22),
    “Marketing mix is the set of tactial marketing tools that the firm blend to produce
    the response it want in the target market”.
    “Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang
    digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan perusahaannya
    di pasar sasaran”.
    Menurut Sumarmi dan Soeprihanto (2010:274), “Bauran pemasaran
    adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari system
    pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi. Dengan kata lain definisi
    bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel yang dapat digunakan oleh
    perusahaan untuk dapat mempengaruhi tanggapan konsumen”

    Pengertian Manajemen Pemasaran


    Manajemen itu terdiri atas perancangan dan pelaksanaan rencana-rencana.
    Fungsi yang pertama harus dilakukan oleh manajer adalah fungsi perencanaan.
    Untuk membuat perencanaan jangka panjang, ia harus menyediakan banyak waktu.
    Oleh karena itu, ia harus mendelegasikan keputusan-keputusannya yang rutin
    dilakukan setiap hari kepada para bawahan. Bagi perusahaan yang penjualannya
    sangat berfluktuasi harus lebih matang dalam membuat rencananya.
    Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan
    pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong “Pemasaran adalah analisis,
    perencanaan, impelentasi dan pengendalian dari program-program yang dirancang
    untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan
    dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan manajemen
    adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing),
    pengelolaan (Actuating), dan pengawasam (Controling)”.
    Menurut Buchori dan Djaslim (2010:5), “manajemen pemasaran adalah
    proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan
    distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang
    memuaskan individu dan memenuhi tujuan organisasi”.
    Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah
    sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasikan yang meliputi
    pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap
    kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat
    dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai

    Pengertian Pemasaran


    Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang
    dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan
    kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Berhasil
    tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung pada keahlian mereka di
    bidang pemasaran, produksi, keuangan, maupun bidang lain. Selain itu juga
    tergantung pada kemampuan mereka untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi
    tersebut agar organisasi dapat berjalan lancar.
    Definisi pemasaran menurut Philip Kotler yang dikutip oleh Fandy
    Tjiptono (2014:3) yaitu “Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana
    individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
    melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai satu sama lain”
    Menurut Fandy Tjiptono (2009:1) jasa didefinisikan sebagai berikut:
    Sevice adalah melakukan sesuatu bagi orang lain.
    Setidaknya ada tiga kata yang bisa mengacu pada istilah tersebut
    (service), yakti jasa, layanan, dan servis. Sebagai jasa, service
    umumnya mencerminkan produk tidak berwujud fisik
    (intangible) atau sektor industri spesifik, seperti pendidikan.
    Kesehatan, telekomunikasi dan seterusnya. Sebagai layanan,
    servis menyiratkan segala sesuatu yang dilakukan pihak tertentu
    (individu maupun kelompok) kepada pihak lain (individu
    maupun kelompok) contohnya seperti layanan konsumen
    (costumer service). Sementara itu sebagai sevice, servis mengacu
    ke konteks reparasi, servis sepeda motor, servis peralatan
    elektronik, dan seterusnya.” Berdasarkan definisi di atas maka
    dapat ditarik kesimpulan bahwa jasa merupakan sesuatu yang
    tidak berwujud dan tidak dapat diraba yang dapat memenuhi
    kebutuhan pengan. Dalam memproduksinya dapat
    menggunakan bantuan suatu fisik tapi bisa juga tidak,
    disamping itu jasa tidak mengakibatkan perpindahan hak
    kepemilikan secara fisik.

    Proses (Process)


    Alma (2003) menyatakan bahwa proses terjadi di luar pandangan konsumen.
    Konsumen tidak mengetahui bagaimana proses yang terjadi, yang penting jasa
    yang dia terima harus memuaskan. Proses terjadi berkat dukungan karyawan dan
    tim manajemen yang mengatur semua proses agar berjalan dengan lancar. Proses
    penyampaian jasa sangat signifikan dalam menunjang keberhasilan pemasaran
    jasa pendidikan dan juga memberikan kepuasan kepada peserta pelatihan.

    Sarana fisik (Physical Evidence)


    Boom&Bitner dalam Kotler&Armstrong (1997) mengungkapkan bahwa physical
    evidence merupakan sarana fisik, lingkungan terjadinya penyampaian jasa, antara
    produsen dan konsumen berinteraksi dan setiap komponen lainnya yang
    memfasilitasi penampilan jasa yang ditawarkan. Pada sebuah lembaga pendidikan
    dan pelatihan tentunya yang merupakan physical evidence ialah gedung/bangunan,
    dan segala sarana dan fasilitas yang terdapat didalamnya. Lovelock dalam
    Tjiptono (2008) mengemukakan bahwa perusahaan melalui tenaga pemasarnya
    menggunakan tiga cara dalam mengelola bukti fisik yang strategis, yaitu sebagai
    berikut:
    a. An Attention-Creating Medium
    Perusahaan jasa melakukan differensiansi dengan pesaing dan membuat
    sarana fisik semenarik mungkin untuk menjaring pelanggan dari target
    pasar.
    b. As a Message-Creating Medium
    Menggunakan simbol atau isyarat untuk mengkomunikasikan secara insentif
    kepada audiens mengenai kekhususan kualitas dari produk jasa.
    c. An Effect-Creating Medium
    Baju seragam yang berwarna, bercorak, suara dan desain untuk menciptakan
    sesuatu yang lain dari produk jasa yang ditawarkan

    Orang (People)


    Alma (2003) mengungkapkan bahwa people berarti orang yang melayani ataupun
    yang merencanakan pelayanan terhadap para konsumen. Karena sebagian besar
    jasa dilayani oleh orang maka orang tersebut perlu diseleksi, dilatih, dimotivasi
    sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Setiap karyawan harus
    berlomba-lomba berbuat kebaikan terhadap konsumen dengan sikap, perhatian,
    responsive, inisiatif, kreatif, pandai memecahkan masalah, sabar, dan ikhlas.
    Kusmana dalam Alma (2003) menyatakan bahwa aspek-aspek kepemimpinan
    yang dimiliki para administrator yang berupa kompetensi, wawasan dan
    kreativitas secara positif dan nyata mempengaruhi keadaan stabilitas dan tingkat
    akademik yang dipimpin administrator yang bersangkutan.
    Hurriyati (2005) mengungkapkan bahwa orang (people) adalah semua pelaku
    yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi
    persepsi pembeli. Elemen-elemen dari people adalah pegawai perusahaan,
    konsumen dan konsumen lain dalam lingkungan jasa. Semua sikap dan tindakan
    karyawan, bahkan cara berpakaian karyawan dan penampilan karyawan
    mempunyai pengaruh terhadap persepsi konsumen atau keberhasilan
    penyampaian jasa (service encounter). Hurriyati (2005) elemen dari people ini
    memiliki 2 aspek yaitu:
    a) Service People
    Untuk organisasi jasa, service people biasanya memegang jabatan ganda,
    yaitu mengadakan jasa dan menjual jasa tersebut. Melalui pelayanan yang
    baik, cepat, ramah, teliti dan akurat dapat menciptakan kepuasan dan
    kesetiaan pelanggan terhadap perusahaan yang akhirnya akan meningkatkan
    nama baik perusahaan.
    b) Customer
    Faktor lain yang mempengaruhi adalah hubungan yang ada diantara para
    pelanggan. Pelanggan dapat memberikan persepsi kepada nasabah lain,
    tentang kualitas jasa yang pernah didapatnya dari perusahaan. Keberhasilan
    dari perusahaan jasa berkaitan erat dengan seleksi, pelatihan, motivasi dan
    manajemen dari sumber daya manusia

    Tempat (Place)


    Place (Tempat) menurut Alma, (2003) berarti kemana tempat/lokasi yang dituju,
    bagaimana saluran distribusinya, berapa banyak saluran, dan kondisi para
    penyalur yang diperlukan. Kotler&Amstrong (1997) mengungkapkan bahwa
    saluran distribusi adalah suatu perangkat organisasi yang saling tergantung dalam
    menyediakan satu produk atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi oleh
    konsumen atau pengguna bisnis. Sedangkan Kotler (1997) mendefinisikan saluran
    distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam
    proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap digunakan untuk konsumsi.
    Menurut Kotler (1997) saluran pemasaran melaksanakan tugas memindahkan
    barang dari produsen ke konsumen. Hal ini mengatasi kesenjangan waktu, tempat
    dan pemilihan yang memisahkan barang dan jasa dari orang-orang yang
    membutuhkan atau menginginkannya. Kotler (1997) mengungkapkan bahwa
    anggota saluran pemasaran melaksanakan sejumlah fungsi utama:
    a. Informasi, yaitu pengumpulan dan penyebaran informasi pemasaran
    mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku dan kekuatan lain yang ada saat
    ini maupun yang potensial dalam lingkup pemasaran.
    b. Promosi, yaitu pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif yang
    dirancang utnuk menarik pelanggan pada penawaran tersebut.
    c. Negosiasi, yaitu usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga
    dan syarat lain sehingga transfer kepemilikan dapat dilakukan.
    d. Pemesanan, yaitu komunikasi dari para anggota saluran pemasaran ke
    produsen mengenai minat untuk membeli.
    e. Pembiayaan, yaitu perolehan dan pengalokasian dana yang dibutuhkan
    untuk membiayai persediaan pada berbagai tingkat saluran pemasaran.
    f. Pengambilan resiko, yaitu penanggungan resiko yang berhubungan dengan
    pelaksanaan fungsi saluran pemasaran tersebut.
    g. Pemilihan fisik, yaitu kesinambungan penyimpanan dan penggerak produk
    fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir.
    h. Pembayaran, yaitu pembeli membayar tagihan ke penjual lewat bank dan
    institusi keuangan lainnya.
    i. Hak milik, yaitu transfer kepemilikan sebenarnya dari satu organisasi atau
    orang ke organisasi atau orang yang lain

    Promosi (Promotion)


    Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program
    pemasaran. Tjiptono (2008) mengungkapkan bahwa promosi adalah semua
    kegiatan yang dimaksudkan untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan suatu
    produk kepada pasar sasaran, untuk memberi informasi tentang keistimewaan,
    kegunaan dan yang paling penting adalah tentang keberadaannya, untuk
    mengubah sikap ataupun untuk mendorong orang-orang supaya bertindak.
    Bauran Promosi pemasaran menurut Tjiptono (2008) terdiri dari lima macam
    yaitu:
    a) Personal Selling
    Komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan
    untuk memperkenalkan suatu produk kapada calon pelanggan dan
    membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka
    kemudian akan mencoba dan membelinya.
    b) Mass Selling
    Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk
    menyampaikan informasi kepada khalayak ramai. Mass Selling terdiri dari:
    1) Periklanan
    Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada
    informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun
    sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan
    mengubah pikiran orang untuk membeli.
    2) Publisitas
    Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide barang dan jasa
    secara non personal.
    3) Sales Promotion
    Sales promotion adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan
    berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk
    dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.
    4) Publik Relation
    Publik relation merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu
    organisasi untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap
    berbagai kelompok terhadap organisasi tersebut.
    5) Direct Marketing
    Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif yang
    memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon
    yang terukur atau transaksi di sembarang lokasi

    Harga (Price)


    Tjiptono (2008) menyatakan bahwa harga dapat diungkapkan dengan beberapa
    istilah, misalnya tarif, sewa, bunga, premium, komisi, upah, gaji dan sebagainya.
    Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran
    lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak
    kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. Harga merupakan satu-
    satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan
    bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya adalah (produk, distribusi, dan
    promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Disamping itu harga
    merupakan unsur bauran yang bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan
    cepat Kotler, (1997). Sedangkan menurut Alma, (2003) produsen harus pandai
    menetapkan kebijaksanaan harga, tinggi atau rendahnya harga yang ditetapkan
    harus berpedoman pada :
    a) Keadaan/kualitas barang,
    b) Konsumen yang dituju, berpenghasilan tinggi, sedang, atau rendah,
    konsumen perkotaan atau pedesaan,
    c) Suasana pasar, apakah produknya baru dikenalkan ke pasar atau produk
    menguasai pasar, produk sudah melekat dihati konsumen atau banyak
    saingan.

    Produk (Product)


    Pengertian produk ( product ) menurut Kotler & Armstrong (1997) adalah segala
    sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian,
    dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau
    kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari
    produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai
    tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen,
    sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
    Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang
    dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Produk dipandang penting
    oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Sedangkan
    Tjiptono (2008) mengungkapkan bahwa produk adalah pemahaman subyektif dari
    produsen atas sesuatu sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
    konsumen. Tingkatan Produk menurut Kotler & Armstrong (1997 ) dalam
    merencanakan produk atau apa yang hendak ditawarkan ke pasar, para pemasar
    perlu berpikir melalui lima tingkatan produk dalam merencanakan penawaran
    pasar. Lima tingkatan produk tersebut terdiri dari:
    a. Manfaat Inti (core benefit) Yaitu jasa atau manfaat fundamental yang benar-
    benar di beli oleh pelanggan. Misal: kasus hotel, dimana tamu hotel
    membeli “istirahat dan tidur”.
    b. Produk dasar (basic product). Para pemasar harus mengubah manfaat inti
    menjadi produk generik (generic product), yaitu versi dasar dari produk
    tersebut. Dengan demikian sebuah hotel akan terdiri dari gedung dengan
    kamar-kamar yang disewakan.
    c. Produk yang diharapkan (expected product). Sekumpulan atribut dan
    kondisi yang biasanya diharapkan dan disetujui oleh pembeli ketika mereka
    membeli produk tersebut. Misal: tamu hotel mengharapkan ranjang yang
    bersih, sabun dan handuk, lemari pakaian, dan suasana yang tenang.
    d. Produk yang ditingkatkan (augmented product). Layanan dan manfaat
    tambahan yang membedakan penawaran perusahaan dari penawaran
    pesaing. Misal: sebuah hotel dapat melengkapi produknya dengan
    menambahkan seperangkat televisi, shampo, pemesan kamar yang cepat,
    makan malam yang lezat.
    e. Produk yang potensial (potensial product). Mencakup semua peningkatan
    dan transformasi yang akhirnya akan dialami produk tersebut dimasa depan.
    Klasifikasi produk bisa dilakukan atas berbagai macam sudut pandang.
    Berdasarkan daya tahan atau berwujud tidaknya, produk diklasifikasikan ke
    dalam tiga kelompok Tjiptono (2008) yaitu:
    1) Barang tidak tahan lama ( No durable Goods).
    Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis
    di konsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian.
    2) Barang tahan lama (Durable Goods)
    Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa
    bertahan lama dengan banyak perusahaan.
    3) Jasa (Service)
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan
    untuk dijual

    Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


    Manajemen pemasaran dikelompokkan dalam empat aspek yang sering dikenal
    dengan marketing mix atau bauran pemasaran. Menurut Kotler & Armstrong
    (1997) bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis
    terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang
    diinginkannya di pasar sasaran. Kotler&Armstrong (1997) mengemukakan bahwa
    pendekatan pemasaran 4P yaitu product, price, place dan promotion sering
    berhasil untuk barang, tetapi berbagai elemen tambahan memerlukan perhatian
    dan sistem distribusi. Sedang Boom&Bitner dalam Kotler&Armstrong (1997)
    menyarankan untuk menambah 3P yang terlibat dalam pemasaran jasa, yaitu:
    people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses). Sebagaimana
    telah dikemukakan oleh Kotler, Boom&Bitner dalam Kotler&Armstrong (1997)
    di atas, Yazid (1999), menegaskan bahwa marketing mix untuk jasa terdiri dari
    7P, yakni: product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi),
    people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses).

    Pengaruh harga, promosi, dan kualitas produk terhadap keputusanperpindahan merek


    Mengamati dari hasil penelitian terdahulu (Kasmo & Jayanti, 2018),
    (Zahari, 2018), dan (Novianto, 2018) dapat dijelaskan bahwa keputusan
    perpindahan merek dipengaruhi oleh harga, promosi dan kualitas produk.
    Pada dasarnya seorang pembisnis dalam menawarkan barang atau jasa
    pasti memiliki penetapan harga yang bisa dijangkau konsumen, serta
    adanya promosi yang efektif, dan karakteristik produk yang mempunyai
    kualitas yang sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan
    konsumen, maka akan mendorong konsumen untuk melakukan
    perpindahan merek

    Pengaruh kualitas produk terhadap keputusan perpindahan merek


    Menurut (Yusup Zaenudin, 2014) mengutarakan salah satu faktor
    yang mempengaruhi konsumen dalam perpindahan merek antara lain
    kualitas produk, biasanya presepsi konsumen pada kualitas produk dilihat
    dari keunggulan suatu produk atau jasa. Presepsi konsumen terhadap
    suatu produk berbeda-beda tergantung dengan pengalaman yang
    dirasakan dan pandangan konsumen pada produk tersebut.
    Menurut (Novianto, 2018) menyatakan bahwa kualitas produk
    berpengaruh positif terhadap perpindahan merek. Hal ini juga sejalan
    deangan penelitian yang dilakukam (Meutia, 2017) menunjukan bahwa
    kualitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap perpindahan
    merek. Senada dengan (Wahyudi et al., 2014) bahwa kualitas produk
    berpengaruh signifikan terhadap keputusan perpindahan merek

    Pengaruh promosi terhadap keputusan perpindahan merek


    Menurut (P Kotler & Keller, 2016) promosi ialah komunikasi
    dalam penyampaian informasi tetang produk dan membujuk sasaran
    untuk dapat membelinya. Promosi yang dilakukan penjual dengan
    penyampaian pesan yang baik akan suatu keunggulan produk dan dapat
    memberikan inovasi promosi produk akan membuat pembeli ingin
    mencoba dan membeli. Ketertarikan konsumen biasanya telebih dahulu
    mendapat kan informasi lewat promosi entah dari media cetak seperti
    brosur, iklan ,pamflet dan melalui media elektronik yaitu tv.
    Penelitian yang dilakukan (Zahari, 2018) menunjukan bahwa
    peran promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
    perpindahan merek. Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh
    (Agustin et al., 2014) bahwa promosi berpengaruh signifikanterhadap
    keputusan perpindahan merek. Menurut (Indriani & Pasharibu, 2020)
    membuktikan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap
    perpindahan merek

    Pengaruh harga terhadap keputusan perpindahan merek


    Menurut Anker dalam (Inka Nuromavita, 2016) Mengungkapkan
    bahwa konsumen yang melakukan keputusan perpindahan merek
    disebabkan dari faktor harga. Harga cenderung dianggap sebagai
    indikator yang mempengaruhi kualitas produk, hal ini konsumen juga
    beranggapan bahwa harga yang tinggi mempengaruhi kualitas produk.
    Menurut Stanton dalam (Nilasari, 2012) mengutarakan bahwa dalam
    peciptaan harga produk yang tidak selaras dengan presepsi konsumen
    terhadap tingkat merek dimana merek itu berada, maka akan
    menyebabkan kosumen dalam mempertimbangkan pembelian karena
    berpandangan pada harga merek itu tidak sesuai kelasnya.
    Menurut (Kasmo & Jayanti, 2018) Menyatakan bahwa harga
    berpengaruh positif terhadap kepurtusan perpindan merek. Senada dengan
    penelitian yang dilakukan (Sulistyo & Ida Maftukhah, 2016) bahwa harga
    berpengaruh signifikan terhadap brand switching.

    Model Atribut Sikap


    Menurut Damiati et al. (2017:41) Model sikap multi-atribut
    menggambarkan konsumen berdasarkan sikapnya terhadap
    suatu objek (seperti produk, jasa, merek, toko, orang, iklan,
    peristiwa, dan sebagainya). Terdapat tiga model multiatribut
    sikap menurut Fishbein dalam Damiati et al. (2017:41), antara
    lain:
    1) Model Sikap Terhadap Objek (attitude toward object
    model)
    Merupakan model yang menunjukkan bahwa sikap
    konsumen terhadap produk atau merek tertentu adalah
    fungsi keyakinan konsumen mengenai atribut dan
    manfaat produk atau merek itu. Menurut Sangadji &
    Sopiah (2013:178), terdapat karakteristik model sikap
    terhadap objek, yaitu:
    a) Sikap mempresentasikan kepercayaan
    b) Sikap bermanfaat untuk mengukur tanggapan
    konsumen terhadap produk tertentu.
    2) Model Sikap Terhadap Perilaku
    Merupakan model yang berfokus pada sikap
    konsumen terhadap perilaku atau tindakan yang
    berkenaan dengan suatu objek, bukan sikap terhadap
    objek itu sendiri.
    3) Model Sikap Berdasarkan Alasan Bertindak
    Merupakan model sikap yang secara komprehensif
    mengintegrasikan komponen-komponen sikap dalam
    sebuah struktur yang dirancang dapat memberikan daya
    penjelas dan daya prediksi perilaku yang lebih baik.
    Model ini menentukan keyakinan sebagai konsekuensi
    yang dipersepsikan dari suatu tindakan, bukan keyakinan
    karena atribut tertentu dipersepsikan dimikili oleh suatu
    merek

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap


    Menurut Firmansyah (2018:114) terdapat faktor – faktor
    yang berperan penting dalam pembentukan sikap, yaitu :
    1) Pengaruh Keluarga
    Keluarga memiliki peran penting dalam
    pembentukan sikap maupun perilaku. Sikap konsumen
    terhadap produk tertentu memiliki hubungan yang kuat
    dengan sikap orang tuanya terhadap produk tersebut.
    2) Pengalaman Langsung
    Pengalaman individu mengenai objek sikap dari
    waktu ke waktu akan membentuk sikap tertentu pada
    individu.
    3) Kelompok Teman Sebaya (Peer Group Influences)
    Teman sebaya punya peran yang cukup besar
    terutama bagi remaja dalam pembentukan sikap. Adanya
    kecenderungan untuk mendapatkan penerimaan dari
    teman–teman sebayanya, mendorong para remaja mudah
    dipengaruhi oleh kelompoknya dibandingkan sumber–
    sumber lainya.
    4) Pemasaran Langsung
    Banyaknya perusahaan yang menggunakan
    pemasaran langsung atas produk yang ditawarkan secara
    tidak langsung berpengaruh dalam pembentukan sikap
    konsumen.
    5) Kepribadian
    Kepribadian individu memainkan peranan penting
    dalam pembentukan sikap.
    6) Tayangan Media Massa
    Media massa ini sangat penting dalam pembentukan
    sikap, maka pemasar perlu mengetahui media apa yang
    biasanya dikonsumsi oleh pasar sasarannya dan melalui
    media tersebut dengan rancangan pesan yang tepat, sikap
    positif dapat dibentuk

    Fungsi Sikap


    Daniel Kazt dalam Damiati (2017:37), mengklasifikasikan
    empat fungsi sikap, yaitu :
    1) Fungsi Utilitarian
    Fungsi yang berhubungan dengan prinsip-prinsip
    dasar imbalan dan hukuman. Dalam hal ini menjelaskan
    beberapa sikap konsumen yang berkembang terhadap
    suatu produk.
    2) Fungsi Ekspresi Nilai
    Sikap yang dikembangkan oleh konsumen terhadap
    suatu merek produk yang didasarkan oleh kemampuan
    merek produk itu mengekspresikan nilai – nilai yang ada
    pada dirinya (self-concept).
    3) Fungsi Mempertahankan Ego
    Sikap yang dikembangkan oleh konsumen cenderung
    untuk melindunginya dari tantangan eksternal maupun
    perasaan internal, sehingga membentuk fungsi
    mempertahankan ego.
    4) Fungsi Pengetahuan
    Sikap membantu konsumen mengorganisasikan
    informasi yang begitu banyak yang setiap hari
    dipaparkan pada dirinya.

    Karakteristik Sikap


    Karakteristik sikap Menurut Ujang Sumarwan (2014:166),
    Sikap terdiri dari beberapa karakteristik, yaitu :
    1) Sikap selalu memiliki objek
    Yaitu selalu mempunyai sesuatu hal yang dianggap
    penting, objek sikap dapat berupa konsep abstrak seperti
    konsumerisme atau berupa sesuatu yang nyata.
    2) Konsistensi sikap
    Merupakan gambaran perasaan seorang konsumen,
    dan perasaan tersebut akan direfleksikan oleh
    perilakunya. Karena itu, sikap memiliki konsistensi
    dengan perilaku.
    3) Sikap Positif, Negatif dan Netral
    Berarti setiap orang memiliki karakteristik valance
    dari sikap antara individu satu dengan yang lainnya.
    4) Intensitas sikap
    Sikap seorang konsumen terhadap suatu merek
    produk akan variasi tingkatannya, ketika konsumen
    menyatakan derajat tingkat kesukaan terhadap suatu
    produk, maka ia mengungkapkan intensitas sikapnya.

    Pengertian Sikap Konsumen


    Menurut Damiati, dkk (2017:36), sikap merupakan suatu ekpresi
    perasaan seseorang yang merefleksikan kesukaannya atau
    ketidaksukaannya terhadap suatu objek.
    Menurut Sumarwan (2014:166), sikap merupakan ungkapan
    perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan
    sikap juga menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai
    atribut dan manfaat dari objek tersebut.
    Sedangkan, menurut Elly R., Pandi P., Hepi H., Risyad M.I. dan
    Bobby R.S. (2017:122) sikap konsumen adalah keyakinan dan preferensi
    (pilihan) konsumen atas suatu merek. Sikap terhadap suatu merek yang
    sering mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Jika konsumen
    bersikap positif terhadap suatu merek, kemungkinan konsumen itu akan
    melakukan pembelian terhadap merek tersebut, begitu sebaliknya.

    Sifat Preferensi Konsumen


    Menurut Nicholson dalam Rizalludin Barkah,
    Mochammad (2018:29) terdapat tiga sifat dasar hubungan preferensi
    konsumen, antara lain:
    a. Kelengkapan (Completeness)
    Jika A dan B merupakan dua kondisi atau situasi, maka
    setiap orang selalu harus bisa menspesifikasikan apakah A lebih
    disukai daripada B, atau B lebih disukai daripada A, atau A dan B
    sama-sama disukai sehingga dengan dasar ini individu diasumsikan
    tidak pernah ragu dalam menentukan pilihan, karena mereka tahu
    mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk. Dengan begitu
    setiap individu selalu bisa menjatuhkan pilihan di antara dua
    alternatif.
    b. Transitivitas (Transitivity)
    Jika seseorang mengatakan lebih menyukai A daripada B,
    dan lebih menyukai B daripada C, maka ia harus lebih menyukai A
    daripada C dengan demikian orang tidak bisa mengartikulasikan
    preferensinya yang saling bertentangan.
    c. Kontinuitas (Continuity)
    Jika seseorang menyatakan lebih menyukai A daripada B, ini
    berarti segala kondisi dibawah A tersebut disukai daripada kondisi
    di bawah pilihan B

    Pengertian preferensi


    Menurut Panggih pangestu, (2017:2) Preferensi adalah pilihan,
    kecenderungan, kesukaan, atau hak untuk didahulukan dan diutamakan
    dari pada yang lain. Preferensi konsumen merupakan pilihan suka atau
    tidak suka oleh seseorang terhadap produk yang dikonsumsi. Preferensi
    konsumen juga merupakan nilai-nilai yang diperhatikan konsumen
    dalam menentukan sebuah pilihan.
    Menurut Tjiptono (dalam Wartaka & Sumardjono, 2020) preferensi
    konsumen erat kaitannya dengan penilaian kepuasan atau ketidakpuasan
    konsumen terhadap produk atau jasa pada perusahaan tertentu dalam
    mengevaluasi tingkat kepuasan terhadap produk. Terdapat beberapa
    indikator yang sering digunakan, antara lain:
    a. Kinerja (performance)
    Sesuatu yang diidentifikasikan dari aspek kemanfaatan dasar
    dari produk tersebut apakah sesuai dengan harapan oleh orang
    menggunakan atau memanfaatkan produk tersebut. Karakteristik
    kinerja produk yang dibeli, seperti produk yang dibeli praktis untuk
    dibawa.
    b. Fitur (features)
    Merupakan karakteristik sekunder atau pelengkap, seperti
    tekstur yang halus, desain kemasan dan bentuk yang menarik, serta
    harga yang murah.
    c. Keandalan (reliability)
    Merupakan kemungkinan kecil produk yang digunakan akan
    mengalami kerusakan, seperti produk yang dikonsumsi tidak sering
    rusak atau tidak dapat dikonsumsi lagi.
    d. Kesesuaian dengan spesifikasi (confomance to specification)
    Yaitu bagaimana ciri desain dan bentuk produk
    dipertahankan, serta standar yang sesuai dengan ketentuan yang ada.
    e. Daya tahan (durability)
    Yang berarti umur produk tersebut bertahan sampai
    waktunya harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian
    konsumen maka semakin besar juga daya tahan produk tersebut.
    Berkaitan dengan berapa lama produk dapat terus digunakan,
    misalnya kadaluarsa produk.
    f. Kemampuan pelayanan (service ability)
    Adalah kelengkapan fitur suatu produk atau jasa yang
    memiliki kemampuan untuk memberikan kepuasan terhadap suatu
    kebutuhan. Berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kenyamanan,
    dan kemudahan.
    g. Estetika (aesthetics)
    Merupakan faktor yang menjadi daya tarik produk terhadap
    panca indera, seperti bentuk fisik, warna dan model. Contoh nilai
    estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton
    sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika
    bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan.
    h. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality)
    Merupakan citra dan reputasi produk, seperti merek, serta
    tanggung jawab perusahaan terhadapnya. Dan persepsi konsumen
    terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk.

    Proses Keputusan Pembelian


    Merupakan bagian dari perilaku konsumen. Terdapat beberapa tahap
    yang dilakukan konsumen dalam melakukan proses keputusan
    pembelian. Tahap – tahap tersebut yang akan menghasilkan suatu
    keputusan untuk membeli atau tidak. Setelah membeli produk
    konsumen akan merasa puas atau tidak puas terhadap produk yang
    dibelinya. Jika konsumen merasa puas maka mereka akan melakukan
    pembelian ulang, sedangkan apabila konsumen merasa tidak puas maka
    akan beralih ke merek lain. Menurut Kotler dan Keller (2016:195)
    menyatakan bahwa proses keputusan pembelian terdiri dari lima tahap
    sebagai berikut:
    1) Problem recognition (Pengakuan Masalah).
    Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali masalah atau
    perlu dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Dengan satu
    stimulus internal kebutuhan normal seseorang.
    2) Information search (Pencarian Informasi).
    Konsumen tertarik mungkin atau mungkin tidak mencari
    informasi lebih lanjut. Jika drive konsumen kuat dan produk yang
    memuaskan sudah dekat, ia mungkin membelinya kemudian.
    3) Evalution of alternatives (Evaluasi Alternatif)
    Adalah bagaimana konsumen memproses informasi untuk
    sampai pada pilihan merek.
    4) Purchase decision (Keputusan Pembelian).
    Umumnya, keputusan pembelian konsumen akan membeli
    merek yang paling disukai, tapi dua faktor bisa datang antara niat
    beli dan keputusan pembelian.
    5) Postpurchase behavior (Perilaku Pasca Pembelian).
    Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami disonansi
    dari melihat fitur menggelisahkan tertentu atau mendengar hal-hal
    baik tentang merek lain dan akan waspada terhadap informasi yang
    mendukung keputusannya

    Faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian


    Menurut Kotler dan Keller (2016:195), untuk memahami perilaku
    konsumen adalah tugas penting bagi pemasar, perlu diketahui faktor-
    faktor yang mempengaruhi konsumen sampai di tahap keputusan
    pembelian, yaitu :
    1) Faktor Budaya
    Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi
    perilaku pembelian. Budaya adalah determinan dasar keinginan
    dan perilaku seseorang. Budaya merupakan penentu keinginan
    dan perilaku pembentuk paling dasar.
    2) Faktor Sosial
    Selain faktor budaya, faktor sosial seperti, kelompok
    referensi, keluarga, serta peran sosial dan status mempengaruhi
    perilaku pembelian.
    3) Faktor Pribadi
    Keputusan pembeli jua dipengaruhi oleh karakteristik
    pribadi, penting bagi pemasar untuk mengikuti mereka secara
    seksama agar produk yang ditawasrkan pemasar dapat diterima
    oleh mereka.

    Pengertian Keputusan Pembelian


    Menurut Buchari Alma (2016:96), mengemukakan bahwa
    keputusan pembelian adalah suatu keputusan konsumen yang
    dipengaruhi oleh ekonomi keuangan, teknologi, politik, budaya, produk,
    harga, lokasi, promosi, physical evidence, people, process. Sehingga
    membentuk sikap pada konsumen untuk mengolah segala informasi dan
    mengambil kesimpulan berupa respons yang muncul produk apa yang
    akan dibeli.
    Menurut Tjiptono (2015:21) mendefinisikan keputusan pembelian
    konsumen merupakan sebuah proses dimana konsumen mengenal
    masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu.
    Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2016:194) menyatakan
    keputusan pembelian konsumen merupakan bagian dari perilaku
    konsumen yaitu studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan
    organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang,
    jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
    mereka

    Strategi Promosi


    Media promosi dapat dikelompokkan antara lain:
    1) Media cetak, yaitu media yang statis yang mengutamkan
    pesan-pesan dengan sejumlah kata-kata., gambar atau
    foto, baik dalam tata warna maupun hitam putih. Jenis-
    jenis media cetak terdiri dari:
    a) Surat kabar
    b) Majalah
    c) Tabloid, brosur, selebaran, dan lain-lain
    2) Media elektronik, yaitu media teknologi elektronik dan
    hanya bisa digunakan bila jasa transmisi siaran. Bentuk-
    bentuk iklan dalam media elektronik biasanya berupa
    sponsorship, iklan partisipasi, pengumuman acara atau
    film, iklan layanan masyarakat, jingle, sandiwara, dan
    lainnya yang dapat disiarkan di televisi dan radio.
    3) Media luar ruangan, yaitu media iklan (biasanya
    berukuran besar) yang dipasang di tempat-tempat
    terbuka seperti di pinggir jalan, di pusat keramaian, atau
    tempat-tempat khusus lainnya, seperti di dalam bis kota,
    gedung, pagar tembok, dan sebagainya. Jenis-jenis
    media luar ruangan meliputi billboard, baleho, poster,
    spanduk, umbul-umbul, transit (panel bis), balon raksasa,
    dan lain-lain.

    Strategi Harga


    Menurut Putri, T (2017: 107) strategi adaptasi
    penetapan harga perlu dipertimbangkan karena memiliki
    peranan yang penting dalam penentuan harga akhir antara
    lain :
    1) Diskon dan potongan harga
    a) Diskon tunai, yaitu potongan harga untuk pembeli
    yang membayar secara tunai.
    b) Diskon kuantitas, yaitu potongan harga dalam jumlah
    pembelian besar atau banyak.
    c) Diskon fungsional, yaitu pemberian diskon kepada
    pembeli yang melakukan fungsi-fungsi tertentu,
    misalnya menjual kembali.
    d) Diskon musiman, yaitu pengurangan harga untuk
    pembeli yang membeli barang atau jasa dilaur musim
    ramai.
    e) Potongan, yaitu pengurangan dari daftar hgarga
    sebenarnya, dengan alasan-alasan tertentu.
    2) Penetapan harga promosi
    a) Lost leader pricing, harga-harga merek tertentu
    diturunkan, dengan tujuan untuk memancing lebih
    banyak pembeli.
    b) Special event pricing, penjual memberikan diskon
    khusus pada musim-musim tertentu.
    c) Cash rabates, pemberian rabat tunai untuk mendorok
    pelanggan untuk membeli produk dalam periode
    waktu tertentu.
    d) Diskon psikologis, yaitu menaikkan harga produk
    lalu diberi potongan harga, sehingga seakan-akan
    pembeli memperoleh potongan harga yang sangat
    besar
    3) Penetapan harga diskriminasi
    a) Penetapan harga segmen pelanggan, yaitu pelanggan
    yang berbeda akan dikenakan harga yang berbeda
    untuk produk yang sama.
    b) Penetapan harga bentuk produk, yaitu variasi bentuk
    produk dikarenakan harga yang berbeda dengan
    jumlah yang tidak proporsional dengan biayanya.
    c) Penetapan harga citra, menetapkan harga yang
    berbeda untuk untuk produk yang sama berdasarkan
    perbedaan citra.
    d) Penetapkan harga lokasi, produk yang sama dengan
    lokasi yang berbeda ditetapkan dengan harga yang
    berbeda.
    e) Penetapan harga waktu, yaitu perbedaan yang terjadi
    karena adanya perbedaan waktu, seperti musim, hari,
    dan jam

    Strategi Merek


    a) Nama merek individual, yaitu suatu produk diberi
    sebuah nama merek yang berbeda dengan produk
    lain.
    b) Merek keluarga keseluruhan untuk semua produk,
    yaitu pemberian merek yang sama untuk semua
    produk yang dihasilkan sebuha perusahaan.
    c) Nama perusahaan yang di kombinasikan dengan
    merek produk individual.

    Strategi Produk


    Menurut Sumarwan, U (2015: 55) perusahaan dapat
    memperluas lini perusahaan karena melihat ada peluang
    pasar, kemampuan modal mesin, dan sumber daya manusia.
    Strategi memperpanjang lini prosuk dapat dilakukan sebagai
    berikut :
    1) Strategi Perluasan Lini Produk
    a) Line Stretching, yaitu memperluas lini produk ke
    konsumen di luar target pasar yang selama ini
    dibidik.
    (1) Down-Market Strech, yaitu menentapkan harga
    barang yang lebih murah untuk konsumen target
    baru.
    (2) Up-Market Strech, yaitu barang yang diproduksi
    memiliki kualitas lebih tinggi dengan harga yang
    lebih tinggi untuk di pasarkan kepada konsumen
    target baru.
    (3) Two-Way Strech, yaitu memberikan pilihan harga
    dan ukuran yang berbeda pada barang yang di
    pasarkan berdasarkan daya beli konsumen.
    b) Line Filling, yaitu memperluas lini produk dengan
    menambahkan variasi produk kepada lini produk
    yang ada saat ini.
    c) Line Modernizatin, featuring, yaitu perubahan
    teknologi yang cepat di berbagai sector akan
    mendorong perusahaan untuk memperbaharui lini
    produk dengan kualitas dan fitur yang lebih baik

    Pengertian Strategi Pemasaran


    Menurut Tjiptono & Gregorius, (2020:250) strategi
    pemasaran adalah perencanaan, pelaksanaa, dan pengendalian
    rencana yang ditujukan untuk mempengaruhi pertukaran untuk
    mencapai tujuan organisasi. Dari perspektif analisis konsumen,
    strategi pemasaran adalah seperangkat yang ditempatkan di
    lingkungan konsumen untuk mempengaruhi pengaruh,
    pemikirann, dan perilaku konsumen.
    Menurut B. T. R. Putri, (2017: 7) strategi pemasaran
    adalah merencanakan, menerapkan, dan memantau rencana
    untuk mempengaruhi perubahan guna mencapai tujuan
    organisasi. Dari perspektif analisis konsumen, strategi
    pemasaran adalah seperangkat ransangan yang ditempatkan di
    lingkungan konsumen yang mempengaruhi keterlibatan,
    persepsi, dan perilaku konsumen.
    Menurut Ritonga, (2017: 18) mendefinisikan strategi
    pemasaran merupakan sebuah logika pemasaran di mana
    perusahaan berharap dapat menambah nilai bagi konsumen dan
    membangun hubungan yang saling menguntungkan

    Manfaat Saluran Distribusi


    Terdapat manfaat dari distribusi menurut Saleh & Said
    (2019:182), antara lain :
    a) Untuk Produsen, terbantunya penyaluran barang atau jasa
    yang dihasilkan oleh produsen kepada konsumen, agar
    produksi dapat terus berjalan.
    b) Untuk Konsum, memudahkan pembelian barang atau jasa
    yang diperlukan.
    c) Meningkatkan Nilai Guna Suatu Barang, barang-barang
    yang diakumulasikan oleh produsen, yang tidak dibagi, tidak
    dapat merasakan keuntungan dan manfaat masyarakat.
    d) Menjaga Stabilitas Harga, barang yang menumpuk di suatu
    tempat dapat menurunkan harga, sedangkan di daerah yang
    kekurangan harga akan cenderung naik

    Promosi (Promotion)


    Menurut Kotler dan Keller (2016: 47), promosi merupakan aktivitas
    yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan
    sasaran untuk membelinya. Sedangkan menurut Alma (2012: 179), promosi
    adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan yang menyakinkan
    calon konsumen tentang barang dan jasa.
    1) Manfaat Promosi
    Menurut Putri, B. R. T. (2017:117) terdapat manfaat promosi
    berdasarkan tahapan proses kebutuhan membeli, yaitu :
    a) Pengenalan kebutuhan (need recognition)
    Salah satu tujuan promosi khususnya untuk
    memperkenalkan produk-produk baru, adalah untuk merangsang
    munculnya kebutuhan.
    b) Mengumpulkan informasi (gathering information)
    Promosi dapat memudahkan seorang calon pembeli
    mendapatkan informasi, dengan adanya promosi akan
    membantu pembeli mempelajari produk yang ingin dibeli.
    c) Evaluasi alternatif (evaluation of alternatives)
    Promosi membantu para pembeli mengevaluasi produk –
    produk atau merek – merek alternatif.
    d) Kepuasan membeli (decision to purchase)
    Penjualan personal seringkali digunakan untuk mendapatkan
    komitmen konsumen dalam membeli suatu barang secara
    berkelanjutan. Pemberian sample dank upon juga dapat
    mempengaruhi keputusan pembelian.
    e) Penggunaan produk (product use)
    Berkomunikasi dengan para pembeli setelah mereka
    membeli suatu produk merupakan kegiatan promosi yang
    penting. Dengan cara ini pemasar bisa mencari informasi dan
    menemukan masalah yang harus diperbaiki.
    2) Bauran Promosi
    Menurut Kotler dan Armstrong (2018: 432), promosi diperlukan
    strategi dalam pelaksanaannya, pemasar perlu memahami terlebih
    dahulu kelima komponen dalam bauran promosi seperti berikut ini :
    a) Periklanan (advertising)
    Periklanan merupakan suatu bentuk presentasi non personal
    atau massal dan promosi ide, barang, dan jasa dalam media masa
    yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
    b) Penjualan personal (personal selling)
    Penjualan personal merupakan suatu bentuk interaksi
    langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan
    presentasi, menjawab pertanyaan dan menerima pesanan.
    c) Promosi penjualan (sales promotion)
    Promosi penjualan merupakan insentif jangka pendek dalam
    aktivitas promosi untuk merangsang pembelian suatu produk
    dengan cara yang bervariasi, seperti pameran dagang, insentif
    penjualan, kupon, dan sebagainya.
    d) Publisitas dan Hubungan masyarakat (publicity and public
    relation)
    Publisitas dan hubungan masyarakat merupakan stimulasi
    non personal terhadap permintaan barang, jasa, dan ide dengan
    berita komersial yang berarti dalam media massa dan tidak
    dibayar untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan
    atau produk individualnya.
    e) Pemasaran langsung (direct marketing)
    Pemasaran langsung merupakan bentuk promosi dengan
    menggunakan surat, telepon, facsimile, e-mail, dan alat
    penghubung non personal lainnya untuk berkomunikasi secara
    langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari
    pelanggan tertentu dan calon pelanggan

    Bauran Pemasaran


    Menurut Kotler dan Armstrong (2016:75), bauran pemasaran merupakan
    metode pemasaran yang terus digunakan perusahaan untuk memenuhi misinya di
    pasar sasaran.
    Sedangkan menurut Buchari Alma (2017:205) bauran pemasaran
    merupakan rencana yang digabungkan dengan kegiatan penjualan sedemikian rupa
    yang pada akhirnya diperlukan kombinasi yang maksimal untuk menghasilkan
    produk yang diharapkan konsumen meningkat. Dari beberapa penjelasan para
    ahli diatas, dapat disimpulkan bauran pemasaran yaitu konsep untuk
    mengembangkan strategi pemasaran dalam suatu perusahaan guna mendapatkan
    target penjualan sehingga pemasarannya memuaskan. Bauran pemasaran memiliki
    rancangan yang terdiri dari 4P, yakni:
    a. Produk (Product)
    Produk menurut Kotler (2014:259), merupakan segala
    sesuatu yang ditawarkan oleh penjual untuk dikenali, dicari,
    diminta, atau dipakai sehingga konsumen memenuhi keperluan dan
    kemauan konsumen.
    Lalu menurut Lupiyoadi (2017:106), menyatakan bahwa
    pelanggan sebenarnya bukan membeli barang atau jasa, tetapi
    pelanggan membeli manfaat dan nilai dari produk yang ditawarkan
    perusahaan kepada konsumen.
    Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa produk adalah suatu
    barang atau jasa yang di tawarkan kepada pasar yang tujuannya
    untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Dari sini dapat
    disimpulkan bahwa produk merupakan barang atau jasa yang
    ditawarkan di pasar yang bertujuan untuk memenuhi keinginan dan
    kebutuhan.
    1) Indikator atau Atribut Produk
    Menurut Sumarwan, U (2015: 15) atribut produk
    merupakan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen
    ketika memilih merek atau kategori produk dalam kaitannya
    dengan suatu produk atau bagian dari suatu produk itu sendiri.
    Unsur-unsur dari atribut produk menurut Sumarwan, U (2015:
    15) yaitu :
    a) Merek
    Merupakan nama, istilah, tanda, simbol, lambang,
    desain, warna, atau kombinasi dari atribut suatu produk
    yang diharapkan dapat memberikan identitas produk
    pada produk tersebut.
    b) Kemasan
    Merupakan sebuah proses yang berkaitan dengan
    desain dan pembuatan wadah atau kemasan produk.
    c) Pelayanan
    Pelayanan atau jasa di sini biasanya menawarkan
    perlengkapan untuk mengukur sejauh mana sikap
    menyukai atau pengguna produk yang dihasilkan.
    d) Mutu Produk
    Menunujukan kemampuan sebuah produk untuk
    melakukan tugasnya. Mutu produk meliputi daya tahan,
    kehandalan, ketelitian, kemudian oprasi dan perbaikan.
    2) Klasifikasi Produk
    Menurut Sumarwan, U (2015: 16) terdapat klasifikaasi atau
    jenis-jenis produk, diantaranya seperti :
    a) Produk Konsumsi
    Produk konsumsi merupakan produk yang dipergunakan
    oleh konsumen akhir secara langsung, dapat menjadi tiga
    bagian yaitu produk kebutuhan sehari-hari, produk
    belanjaan, dan produk khusus.
    b) Produk Industri
    Produk industri merupakan produk yang dibeli oleh
    produsen atau perusahaan yang kemudian akan dijual
    kembali atau digunakan sebagai bahan baku untuk proses
    produksi, sehingga menghasilkan produk lain diantaranya
    yaitu bahan baku dan suku cadang, barang model, serta
    perlengkapan dan layanan bisnis.
    3) Hierarki Produk
    Setiap produk secara hierarki berhubungan dengan
    produk lainnya (Sumarwan, U 2015: 18). Berikut tujuh hierarki
    tersebut, yaitu :
    a) Kelompok Kebutuhan, merupakan kebutuhan inti yang
    menunjang pada suatu kelompok produk.
    b) Kelompok Produk, merupakan semua kelas produk yang
    dapat melengkapi kebutuhan utama secara efektif.
    c) Kelompok Produk, merupakan kumpulan beberapa
    kelompok produk yang dianggap memiliki hubungan secara
    fungsional tertentu.
    d) Lini Produk, merupakan kumpulan beberapa kelas dalam
    kelas produk yang saling berhubungan erat dikarenakan
    memiliki fungsi yang sama atau karena wilayah saluran
    distribusi yang sama, atau berbeda dalam skala yang sama.
    e) Tipe Produk, merupakan barang atau hal yang berbeda
    dalam lini produk dan memiliki bentuk tertentu dari sekian
    banyak kemungkinana.
    f) Merek, merupakan nama yang dapat dihubungkan dengan
    satu atau lebih barang yang melihat dalam lini produk dan
    memiliki fungsi untuk mengenal sumber atau ciri produk
    tersebut.
    g) Jenis Produk, adalah sesuatu yang khusus di dalam suatu
    merek atau lini produk yang dapat dibedakan dengan ukuran,
    harga, penampilan, atau atribut yang lain.
    b. Harga (Price)
    Kotler dan Amstrong, (2018:12) mengartikan harga sebagai sejumlah uang
    untuk membayar suatu produk atau jasa. Secara lebih luas dapat diartikan
    bahwa harga merupakan sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen untuk
    memperoleh keuntungan atas hak penggunaan atau kepemilikan suatu produk
    ataupun jasa.
    1) Indikator dan Atribut Harga
    Menurut Kotler dan Amstrong (2012:278) terdapat empat
    indikator harga yaitu:
    a) Keterjangkauan harga
    Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
    oleh perusahaan yang dapat dijangkau dengan kemampuan
    beli konsumen.
    b) Kesesuaian harga dengan kualitas produk
    Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
    perusahaan yang sesuai dengan kualitas produk yang
    dihasilkan.
    c) Kesesuain harga dengan manfaat
    Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
    perusahaan yang sesuai dengan manfaat yang dapat
    diperoleh konsumen dari produk yang dibelinya.
    d) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga
    Merupakan penawaran harga yang diberikan oleh
    perusahaan yang berbeda dan bersaing dengan yang
    diberikan oleh perusahaan lain, pada jenis produk yang
    sama.
    2) Tujuan Penetapan Harga
    Menurut Angipora (dalam Krisdayanto, 2018:3) tujuan
    penetapan harga adalah salah satu hal penting dalam penentuan
    harga pada produk. Tujuan-tujuan nya adalah sebagai berikut :
    a) Mendapatkan laba maksimum, misalnya dengan penentuan
    harga murah untuk meningkatkan penjualan dan pangsa
    pasar.
    b) Mendapatkan pengembalian investasi, salah satu caranya
    adalah harga dipilih untuk membantu pencapaian tujuan
    keuangan seperti kontribusi laba dan arus kas.
    c) Mencegah atau mengurangi persaingan, yaitu harga dapat
    dimanfaatkan untuk mempengaruhi persaingan yang ada
    atau calon pembeli, dengan cara menghambat masuknya
    pesaing baru ataupun bertambahnya market share pesaing
    yang ada.
    d) Mempertahankan atau memperbaiki market share, dapat
    digunakan untuk membantu meningkatkan citra produk,
    mempromosikan kegunaan produk, menciptakan kesadaran,
    dan tujuan market share lainnya.
    3) Elastisitas Permintaan
    Elastisitas permintaan biasa digunakan untuk menunjukkan
    sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga atas
    perubahan permintaan (Sukirno, 2015: 96). Salah satu faktor
    yang mempengaruhi permintaan adalah harga. Terdapat jenis-
    jenis elastisitas permintaan, antara lain:
    a) Permintaan tidak elastis sempurna
    Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang
    diminta (elastisitas = 0).
    b) Permintaan tidak elastis
    Persentase perubahan kuantitas permintaan lebih kecil
    dari[[-= persentase perubahan harga (elastisitas < 1). c) Permintaan uniter elastis Persentase perubahan kuantitas permintaan sama dengan persentase perubahan harga (elastisitas = 1). Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis. d) Permintaan elastis Persentase perubahan kuantitas permintaan lebih besar dari persentase perubahan harga (elastisitas > 1).
    e) Permintaan elastis sempurna
    Elastitas tak terhingga, dimana pada suatu harga tertentu
    pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar.
    Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan
    permintaan menjadi 0.
    4) Metode Penetapan Harga
    Pada persaingan bisnis coffee, metode penetapan harga
    didasarkan kepada harga yang ditetapkan oleh pesaing. Menurut
    Ritonga (2018:108) harga berbasis persaingan (competititon
    oriented pricing) adalah penetapan harga yang didasarkan
    kepada harga yang ditetapkan oleh pesaing, hal ini dilakukan
    terutama pada produk-produk yang bersifat homogen

    Pemasaran, dan Manajemen Pemasaran


    Pengertian pemasaran secara umum, pemasaran cenderung didefinisikan
    sebagai proses distribusi barang atau jasa yang dihasilkan suatu perusahaan atau
    koorporat kepada konsumen. Pemasaran berhubungan dan berkaitan dengan suatu
    proses mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan masyarakat. Salah
    satu dari definisi pemasaran yang mudah dan ringkas adalah “memenuhi kebutuhan
    secara menguntungkan”.
    Pemasaran sebagai salah satu fungsi organisasi dan serangkaian proses
    menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai bagi para pelanggan,
    serta mengelola relasi pelangan sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat
    bagi organisasi dan para stakeholder-nya (American Marketing Association (AMA)
    yang dikutip oleh Fandy Tjiptono 2015:14).
    Hal tersebut seperti apa yang dijelaskan oleh Kotler dan Amstrong
    (2018:29) Pemasaran adalah aktivitas, serangkaian intuisi, dan proses menciptakan,
    mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai
    bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum.
    Dari definisi para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran
    merupakan usaha terpadu untuk mengabungkan rencana-rencana strategis yang
    diarahkan kepada usaha pemuas kebutuhan dan keinginan konsumen untuk
    memperoleh keuntungan yang diharapkan melalui proses pertukaran atau
    transaksi. Kegiatan pemasaran perusahaan harus memberikan kepuasan kepada
    konsumen bila ingin mendapatkan anggapan yang baik dari konsumen.
    Sedangkan manajemen pemasaran menurut M. Alfikan (2022:2) merupakan
    kegiatan yang direncanakan dan dijalankan oleh perusahaan. Perencanaan
    membutuhkan strategi dan keahlian yang tepat untuk menentukan rencana
    tersebut. Peran manajemen pemasaran dalam sebuah perusahaan sangatlah
    penting, ini termasuk menyiapkan produk yang lebih inovatif, dengan memilih
    pangsa pasar yang diharapkan perusaahan, dan mempromosikan produk baru
    kepada pembeli yang potensial.
    Menurut Kotler dan Keller (2017:6), manajemen pemasaran merupakan
    pasar sasaran untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan konsumen
    dengan menciptakan dan memberikan kualitas penjualan yang baik.
    Menurut Tjiptono (2016:63), manajemen pemasaran secara keseluruhan
    yaitu cara perusahaan melakukan bisnis yang mempersiapkan, menentukan, dan
    mendistribusikan produk, jasa, dan gagasan yang dapat memenuhi kebutuhan
    pasar sasaran.
    Lalu, menurut Assauri (2018:12), manajemen pemasaran merupakan
    kegiatan menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan
    perusahaan untuk menghasilkan keuntungan

    Pengertian Daya Tarik


    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daya tarik memiliki arti
    kemampuan menarik (memikat) perhatian. Berdasarkan pengertiannya
    yang lain, daya tarik merupakan kekuatan yang dapat memikat perhatian,
    sehinggaseseorang mampu mengungkapkan kembali pesan yang ia peroleh
    dari media komunikasi. Daya tarik sangat berperan untuk mendapatkan
    perhatian dari komunikan, maka dari itu sangatlah penting bagi sebuah
    perusahaan ataupunorganisasi untuk merancang daya tarik tertentu dalam
    setiap produk ataupun program yang dibuatnya, daya tarik yang dirancang
    secara matang dapat menjadi senjata yang ampuh untuk membuat suatu
    produk ataupun program menjadi digemari oleh sasaran atau khalayak.
    Menurut Effendy, (1989:181) daya tarik merupakan kekuatan atau
    penampilan komunikator dalam memikat perhatian, sehingga seseorang
    mampu untuk mengungkapkan kembali pesan yang ia peroleh dari media
    komunikasi. Sedangkan menurut ( As’ad,1992:89) daya tarik adalah sikap
    yang membuat orang senang akan objek situasi atau ide – ide tertentu. Hal
    ini diikuti oleh perasaan senang dan kecenderungan untuk mencari objek
    yang disenanginya itu. Phillip Kotler dalam Sindoro menyatakan bahwa
    daya tarik isi pesan meliputidaya tarik rasional, daya tarik emosional dan
    daya tarik moral ;

    1. Daya Tarik Rasional
      Daya tarik rasional berfungsi untuk membangkitkan kepentingan
      diri tiap individu. Daya tarik ini menunjukan bahwa kegiatan
      tersebut menghasilkan manfaat atau kegunaan.
    2. Daya Tarik Emosional
      Daya tarik emosional merupakan suatu usaha untuk
      membangkitkanmotivasi terhadap suatu kegiatan atau produk, emosi
      tersebut dapat berupaemosi positif maupun negatif yang akan
      memotivasi audience untukmendapatkan kepuasan. Daya tarik
      emosional positif dapat berupa humor,cinta, kebanggaan, dan
      kebahagiaan. Sedangkan daya tarik emosional negatif seperti rasa
      takut, rasa bersalah dan malu.
    3. Daya Tarik Moral
      Daya tarik moral di arahkan pada perasaan seseorang tentang apa
      yang benar dan tepat, sehingga sering digunakan untuk mendorong
      orang mendukung masalah-masalah sosial ( Sindoro, 1996: 81)

    Konsep Marketing Mix


    Konsep Marketing Mix adalah suatu konsep yang digunakan untuk
    mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai elemen
    pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Konsep ini
    dikembangkan oleh, (Kotler et al., 2016) :

    1. Produk (Product);
      Persaingan di pasar yang semakin ketat memaksa perusahaan
      untuk mengupayakan produk yang ditawarkan kepada pasar
      memiliki kualitas yang baik, unggul dibandingkan produk lain
      dan sesuai kebutuhan pasar. Konsumen semakin banyak
      memiliki alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan
      keputusan untuk melakukan pembelian dengan
      mempertimbangkan faktor-faktor kebutuhan, keunggulan
      produk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum
      memutuskan untuk membeli. Dari faktor- faktor tersebut,
      keunggulan produk termasuk ke dalam pertimbangan utama
      sebelum membeli. Keunggulan kompetitif suatu produk
      merupakan salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk
      baru, dimana kesuksesan produk tersebut diukur dengan jumlah
      penjualan produk (Tjiptono, 2008).
    2. Harga (Price);
      Yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang nantinya akan
      didapatkan konsumen pasar. Harga adalah sejumlah uang yang
      dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
      produk dan pelayanannya. Dari definisi di atas dapat diketahui
      bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan
      yang diberikan oleh penjual. Banyak perusahaan mengadakan
      pendekatan terhadap penentuan harga berdasarkan tujuan yang
      hendak dicapainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa
      meningkatkan penjualan, mempertahankan market share,
      mempertahankanstabilitas harga, mencapai laba maksimum dan
      sebagainya (Engel, J; Blackwell R, 2004).
    3. Tempat (Place);
      Kualitas tempat suatu produk memiliki lokasi yang strategis,
      mudah dijangkau oleh konsumen, dengan kenyamanan dan
      keamanan yang tinggi. Lokasi seringkali ikut menentukan
      kesuksesan perusahaan, karena lokasi erat kaitannya dengan
      pasar potensial sebuah perusahaan. Keputusan pemilihan lokasi
      berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspek-
      aspek yang sifatnya kapital intensif, maka perusahaan benar-
      benar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang
      responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan
      persaingan di masa mendatang (Tjiptono, 1996).
    4. Promosi (Promotion);
      Dilakukan melalui berbagai cara salah satunya melalui iklan,
      brosur, media sosial, atau event yang nantinya akan
      meningkatkan daya tarik konsumen. Promosi adalah suatu bentuk
      komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitaspemasaran yang
      berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk,
      dan/atau meningatkan pasar sasaran atas perusahaan dan
      produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada
      produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono,
      2007).
    5. Orang (People);
      Pada elemen ini dapat diartikan menjadi tenaga kerja yang
      diberikan profesional, ramah, dan mampu memberikan
      pelayanan yang baik kepada konsumen. Terdapat empat kriteria
      peranan atau pengaruh dari aspek people yang mempengaruhi
      pelanggan, yaitu peran: Contractors: people disini berinteraksi
      langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup sering
      dan sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
      Modifier: people tidak secara langsung mempengaruhi
      konsumen tetapi cukup sering berhubungan dengan konsumen,
      misalnya: repsionis. Influencers: people mempengaruhi
      konsumen dalam keputusan untuk membeli tetapi tidak secara
      langsung kontak dengan konsumen. Isolated: people tidak
      secara langsung ikut serta dalam marketing mix dan juga tidak
      sering bertemu dengan konsumen. Misalnya: karyawan bagian
      administrasi penjualan, SDM dan data processing Lupiyoadi
      (2001:63).
    6. Proses (Process);
      Memperhatikan proses pembelian dan pengelolaan produk
      yang efektif dan efisien untuk para konsumen. Proses dapat
      dibedakan dalam dua cara, yaitu: Complexity, dalam hal ini
      berhubungan dengan langkah-langkah dantahap dalam proses.
      Divergence, berhubungan dengan adanya perubahan dalam
      langkah tahap proses. Obyek utama dari pemasaran adalah
      mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan pasar. Oleh
      karena itu jasa harus didesain untuk memenuhi keinginan
      tersebut. Desain jasa tersebut disampaikan. Proses
      mencerminkan bagaimana semua elemen marketing mix
      dikoordinasikan untuk menjamin kualitas dan konsistensi jasa
      diberikan kepada pelanggan. Dengan demikian, pemasar harus
      dilibatkan ketika desain proses jasa dibuat, karena pemasar juga
      sering terlibat dalam pengawasan kualitas jasa Lupiyoadi
      (2001:64).
    7. Bukti Fisik (Physical evidence);
      Memberikan fasilitas dan sarana yang memadai dan dapat
      memberikan kenyamanan dan keamanan konsumen.
      Perusahaan melalui tenaga pemasarnya menggunakan tiga cara
      dalam mengelola bukti fisik yang strategis, yaitu sebagai
      berikut: An attention-creating medium. Perusahaan jasa
      melakukan diferensiasi dengan pesaing dan membuat sarana
      fisik semenarik mungkin untuk menjaring pelanggan dari target
      pasarnya. As a message-creating medium. Menggunakan simbol
      atau isyarat untuk mengkomunikasikan secara intensif kepada
      audiens mengenai kekhususan kualitas dari produk jasa. As
      effect-creating medium. Baju seragam yang berwarna, bercorak,
      suara dan desain untuk menciptakan sesuatu yang lain dari
      produk jasa yang ditawarkan (Hurriyati, 2005:64)

    Fungsi Manajemen Pemasaran


    Fungsi manajemen pemasaran saling berkaitan dan saling
    mendukung untuk mencapai tujuan pemasaran. Perencanaan
    pemasaran memberikan arah dan tujuan bagi kegiatan pemasaran.
    Implementasi pemasaran memastikan bahwa kegiatan pemasaran
    dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pengawasan pemasaran
    mengukur dan mengevaluasi kinerja pemasaran untuk memastikan
    bahwa tujuan pemasaran tercapai. Menurut Aditama (2020), fungsi
    manajemen pemasaran yaitu:

    1. Perencanaan (Planning)
      Perencanaan adalah proses yang mendefinisikan tujuan dari
      organisasi, membuat strategi yang akan digunakan untuk
      mencapai tujuan dari organisasi, serta mengembangkan rencana
      aktivitas kerja organisasi.
    2. Pengorganisasian (Organizing)
      Pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan
      penyusuan atau alokasi sumber daya organisasi dalam bentuk
      desain organisasi atau struktur organisasi sesuai dengan tujuan
      perusahaan yang tertuang di dalam visi dan misi perusahaan,
      sumber daya organisasi, dan lingkungan bisnis perusahaan
      tersebut.
    3. Pelaksanaan (Actuating)
      Suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
      kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan
      perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.
    4. Kontrol/Evaluasi (Controlling)
      Adalah salah satu fungsi manajemen untuk melakukan kontrol
      atau evaluasi terhadap kinerja orientasi.

    Tujuan Manajemen Pemasaran


    Tujuan pemasaran sendiri yang paling utama yakni bukan hanya
    mencari laba akan tetapi memberi kepuasan kepada konsumen, dan
    tujuan yang lain yakni untuk mencari keseimbangan pasar antara
    para pembeli dan penjual dipasar, mendistribusikan barang maupun
    jasa dari produsen ke konsumen. Pemasaran juga menjadi proses
    yang dilakukan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pelanggan
    dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan
    tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan. Pemasaran
    perusahaan melibatkan serangkaian proses menciptakan,
    mengkomunikasikan, menyampaikan dan mempertukarkan tawaran
    yang bernilai bagi pelanggan maupun masyarakat umum. Menurut
    Aditama (2020) tujuan manajemen pemasaran yaitu sebuah
    perusahaan dibangun dengan suatu tujuan yang hendak dicapai oleh
    seluruh anggota organisasi, baik dalam jangka pendek maupun
    jangka panjang tujuan tersebut yaitu:
    1) Kelangsungan hidup usaha.
    Pemasaran yang baik akan meningkatkan perusahan dalam
    jangka waktu yang tidak terbatas di masa depan.
    2) Keuntungan yang maksimal.
    Dengan manajemen pemasaran yang baik perusahaan akan
    mendapatkan keuntungan sesuai dengan visi dan misi
    perusahaan.
    3) Pertumbuhan yang berlangsung.
    Suatu kemampuan perusahaan untuk meningkatkan ekonomi
    perusahaan secara keseluruhan atau sistem ekonomi untuk
    industri yang sama.
    4) Penyediaan lapangan kerja.
    Dengan peningkatan ekonomi dan permintaan terhadap
    perusahaan, maka perusahaan akan menciptakan lapangan
    pekerjaan untuk menambah jumlah karyawan dalam memenuhi
    kebutuhan konsumen.
    5) Investasi dan pengembangan usaha, dan sebagainya.
    Mengembangkan investasi atau aset lain agar memberikan
    keuntungan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan
    tertentu.
    Pemasaran mencakup usaha perusahaan yang dimulai dengan
    mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan,
    menentukan produk yang hendak di produksi, menentukan harga yang
    sesuai, menentukan cara-cara promosi dan penyaluran atau penjualan
    produk. Agar mampu menciptakan hal tersebut, tentunya suatu
    perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang baik untuk
    memasarkan produknya. Salah satu bentuk strategi yang dapat
    digunakan dan mampu mendukung serta memuaskan konsumen
    dalam proses pemasaran produk ialah menggunakan marketing mix.

    Pengertian Manajemen Pemasaran


    (Kinner& Bernhard, 2006:6) menyatakan “Marketing management
    is the analysis, planning implementation and control if marketing
    decision in the area of product offering, distribution, promotion and
    princing.” Yang memiliki arti manajemen pemasaran adalah analisis,
    perencanaan pelaksanaan dan pengendalian keputusan pemasaran di
    bidang penawaran produk, distribusi, promosi dan penetapan harga.
    Jika membicarakan tentang manajemen pemasaran, hal yang sangat
    sulit untuk dipertahankan ialah loyalitas konsumen atau membuat
    konsumen agar selalu menggunakan barang atau jasa yang diberikan
    oleh suatu perusahaan. Hakikat pemasaran ialah sebagai suatu
    kegiatan yang mengusahakan agar produk yang dipasarkannya itu
    dapat diterima dan disenangi oleh pasar. Semua kegiatan pemasaran
    ditujukan agar produknya dapat diterima dan kemudian disenangi
    oleh pasar.
    Definisi manajemen pemasaran menurut Sudarsono (2020),
    manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan,
    mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisasikan,
    mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan
    kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan
    organisasi secara efisien dan efektif.
    Sedangkan menurut Astuti dan Amanda (2020), manajemen
    pemasaran adalah seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih,
    mempertahankan serta menumbuhkan pelanggan dengan
    menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai
    pelanggan yang unggul. Pemasaran adalah sebuah proses
    kemasyarakatan di mana individu dan kelompok memperoleh apa
    yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
    menawarkan dan secara bebas mempertemukan produk dan jasa yang
    bernilai dengan orang lain. Dari beberapa definisi diatas maka dapat
    ditarik kesimpulan bahwa manajemen pemasaran adalah sebuah seni
    atau ilmu untuk menganalisis, merencanakan, mengatur dan
    mengelola suatu program kegiatan yang telah dirancang untuk
    menciptakan, membangun hubungan dan memelihara pertukaran yang
    menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan
    perusahaan

    Definisi E-Commerce


    E-commerce atau Toko online merupakan sarana bagi masyarakat untuk
    melakukan kegiatan pembelian suatu produk tanpa harus bertatapanmuka antara
    kedua pihak, pihak penjual dan pihak pembeli secara langsung. Menurut Loekanto
    (Kurniawan & Ashadi, 2018) menjelaskan bahwa Toko online merupakan sarana
    untuk menawarkan suatu produk melalui internet sehingga pengunjung dapat
    melihat suatu produk melalui online. Selain itu menurut Laudon (Pradana, 2015)
    adalah suatu proses pembelian dan Penjualan suatu produk secara elektronik
    kepada konsumen dan dari suatu perusahaan ke perusahaan lainnya dengan
    menggunakan komputer atau barang elektronik lainnya sebagai perantara
    terjadinya transaksi bisnis. ecommerce sangat berguna untuk mengurangi biaya
    administrasi dan waktu siklus proses suatu bisnis, dan meningkatkan hubungan
    antara mitra dan pelanggan suatu bisnis

    Faktor-Faktor Minat Beli Konsumen


    Menurut Swastha dan Irawan (Al Farisi, dkk (2020), mengatakanbahwa faktor
    yang mempengaruhi minat belanja berhubungan dengan emosi konsumen itu
    sendiri, jika seseorang merasa senang dan puas dalammembeli suatu produk atau
    jasa, maka hal tersebut dapat memperkuat minat belanja, kegagalan biasanya
    menghilangkan minat. Tidak akan pernah terjadi suatu pembelian jika konsumen
    tidak pernah menyadari apayang mereka butuhkan dan inginkan.
    Penelitian Larasati (2021) menjelaskan beberapa faktor yang
    mempengaruhi pada minat belanja, yaitu:

    1. Ketertarikan (Interest), Muncul adanya rasa senang dan pemusatan
      terhadap suatu produk.
    2. Keinginan (Desire), Muncul dengan adanya rasa ingin memiliki
      suatu produk.
    3. Keyakinan (Conviction), muncul adanya perasaan yakin terhadap
      suatu individu tertentu terhadap kualitas dan keuntungan dari suatu
      produk yang di inginkan.

    Minat Belanja


    Minat beli atau minat belanja konsumen merupakan suatu tindakan yang
    konsumen lakukan ketika menyukai suatu barang atau produk agar bisa memiliki
    barang dengan cara melakukan belanja atau pembelian. Menurut Kurniawan &
    Ashadi (2018) menyebutkan bahwa minat belanja atau intention to buy yang
    dikenal juga dengan niat beli merupakan rencana keinginan konsumen untuk
    memiliki atau membeli produk tertentu, serta jumlah produk yang dibutuhkan pada
    periode tertentu. Niat beli konsumen terbentuk dari sikap yang mereka miliki
    terhadap suatu produk dan keyakinan konsumen terhadap produk tersebut.
    Semakin rendah keyakinankonsumen pada suatu produk sangat berpengaruh juga
    pada minat beli konsumen.
    Menurut Durianto dal Lina (Herdiko & Widya, 2019) Pengertian minat belanja
    atau belanja itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh setiap
    individu untuk memenuhi suatu kebutuhan yang di perlukan dengan mengeluarkan
    sejumlah nominal yang berbentuk uang. Duhan, dkk ((Herdiko & Widya, 2019))
    juga mengatakan dalam jurnal yang sama bahwa niat beli juga dipengaruhi oleh
    seberapa kuat ikatan dengan pelanggan (strong-weaktes). Semakin tinggi relasi
    yang dimiliki seseorang dengan rekannya, maka ia memiliki banyak pendapat atau
    masukan sebagai masukan untuk mempertimbangkan dalam memilih produk.
    Karena pendapat atau ulasan yang dimiliki di tiap orang berbeda-beda dalam
    menggunakan suatu produk. Minat belanja di internet adalah suatu Tindakan yang
    dilakukan oleh konsumen untuk mendapatkan suatu barang yang diinginkannya.
    Internet yang dimaksud disini yang berbasis situs ataupun aplikasi yang bisa
    diunduh oleh konsumen itu sendiri melalui smartphone atau telepon seluler
    mereka sendiri.
    Menurut Kotler dan Keller (Al Farisi, dkk., 2020), minat membeli adalah
    perilaku konsumen yang muncul sebagai respon terhadap suatu obyek dalam
    memunculkan rasa keinginan untuk melakukan pembelian suatu produk. Sama
    seperti yang dikatakan Assasel (Al Farisi, dkk., 2020) menyatakan bahwa Minat
    beli adalah kecenderungan untuk membeli suatu Produk atau mengambil Tindakan
    yang berhubungan dengan membeli yang diukur dengan tingkatan kemungkinan
    konsumen melakukanpenelitian. Menurut Kotler dan Keller (Al Farisi, dkk., 2020),
    tahapan minat beli konsumen ada 4 yaitu:

    1. Attention (Perhatian)
    2. Interest (Tertarik)
    3. Desire (Hasrat)
    4. Action (Tindakan)
      Menurut Ferdinand (Salim & Widaningsih, 2017), minat beli dapat di
      identifikasi melalui 4 indikator, sebagai berikut:
    5. Minat transaksional, kecenderungan seseorang untuk membeli
      produk. Minat ini dapat diartikan keinginan seseorang untuk segera
      membeli/memiliki suatu produk.
    6. Minat referensial, kecenderungan seseorang untuk
      mempromosikan atau merekomendasikan suatu barang ke orang
      lain.
    7. Minat preferensial, Preferensi bahwa produk tertentu itulah yang
      sedang diinginkan dan seseorang tersebut berhak untuk
      mengabaikan pilihan yang lain.
    8. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang
      yang selalu mencari informasi tentang produk yangdi inginkan

    Pendekatan Strategi Pemasaran


    Dalam penjelasan Hamdat, dkk (2020:12) mengenai konsep manajemen
    pemasaran, mengatakan bahwa jika sebuah perusahaan tergolong dalam kategori
    startup, maka perlu melakukan suatu pendekatan yang berbeda, antara lain
    sebagai berikut:
    1) Komunitas
    Menjalin Kerjasama dengan suatu komunitas sehingga dapat
    meningkatkan nilai penjualan sebuah produk dengan menjadimitra
    mereka di tiap acara yang dilaksanakan seperti seminar atau
    sebagainya.
    2) Online (media sosial)
    Memaksimalkan konten-konten yang disediakan oleh platformsocial
    media seperti Instagram, facebook, twitter, youtube, dan tiktok.
    Serta bekerjasama dengan influencer untuk membangun citra
    perusahaan. Di era sekarang strategi pemasaran yang paling efektif
    adalah dengan cara online. Baik maupun perusahaan besar
    ataupun kecil harus menguasai Teknik pemasaran online karena
    penduduk Indonesia yang hamper lebih dari setengah sudah dapat
    menjangkau melalui internet. Berikut adalah alasan mengapabisnis
    harus menerapkan pemasaran secara online:
    a) Menjangkau 140 juta penduduk Indonesia
    Jumlah penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan akses
    internet meningkat setiap tahunnya. MenurutGoogle, pada tahun
    2017 jumlah pengguna internet diIndonesia mencapai 56 persen
    atau sekitar 140 juta orang. Menurut Napoleoncat.com, dari 140
    juta orang tersebut, sekitar 128 juta orang sudah terhubung
    dengan facebook dan 60 juta orang sudah memiliki Instagram.
    Perusahaan dapat menjangkau orangtersebut dengan memakai
    pemasaran online
    b) Mudah
    Strategi pemasaran online masih asing bagi Sebagian orang.
    Meskipun masih asing, sebab strategipemasaran online lebih
    muda dari yang diperkirakan. Selain itu sudah banyak platform
    yang menyediakan tutorial seperti di youtube ataupun forum-
    forumdiskusi.
    c) Target lebih spesifik
    UKM butuh jangkauan luas dari Sabang sampai Merauke
    Jangkauan lokasi bisa diperluas di seluruh Indonesia. Bisnis
    hanya membutuhkan jangkauan lokasi di kota atau provinsi
    tertentu. Jangkauan lokasi iklan bisa dipersempit sehingga target
    audience lebih spesifik. Iklan juga bisa diatur untuk tampil di
    perangkat apa saja. Orang-orang mengakses mesin pencari
    melalui berbagai perangkat, dari desktop, tablet, hingga
    smartphone. Iklan juga bisa diatur untuk tampil di ketiga
    perangkat sekaligus atau memilih beberapa di antaranya saja.
    Selain mengatur jangkauan lokasi dan perangkat, waktu
    munculnya iklan juga bisa diatur. Jadiiklan bisa diatur untuk tampil
    di hari apa saja dan dari jam berapa sampai jam berapa.
    Spesifikasi target audiens juga bisa diatur sesuai dengan
    kebutuhan UKM. Misalnya, sebuah UKM memproduksi tas
    perempuan. Iklan bisa diatur untuk tampil pada target audiens
    perempuan di usia tertentu.
    d) Terukur
    Kelebihan dari strategi pemasaran online adalah mudah untuk
    diukur. Ketika memasang iklan dalam platform Google ads,
    Facebook ads, dan Instagram ads, performa laporan yang
    dipasangkan akan didapatkan. Beberapa orang yang telah
    dijangkau, seberapa efektifkah iklan yang dipasang, semua
    laporan akan didapatkan, sehingga didalam pemasaran online
    kita dapat mengevaluasi dan memperbaiki di strategi
    selanjutnya.
    e) Biaya minim
    Menerapkan strategi pemasaran secara online bukan berarti
    tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Namun biaya yang
    dikeluarkan dalam pemasaran online juga menghasilkan
    revenue yang besar dibandingkan menggunakan strategi
    pemasaran dengan cara konvensional. Didalam platform iklan
    seperti Instagram ads, Facebook ads, Google ads, kita bisa
    menyesuaikan dengan kemampuan anggaran UKM atau
    Perusahaan.
    3) Mail atau newsletter
    Email digunakan oleh perusahaan untuk menghimpun database
    konsumen sehingga memudahkan perusahaan memberikan
    informasi bagi konsumen melalui email, karena email merupakan
    hal yang dimiliki oleh konsumen di era digital.

    Bauran pemasaran


    Menurut Kotler dan Keller (Hidayah dkk, 2021) mendefinisikan bauran
    pemasaran merupakan suatu perangkat alat pemasaran perusahaan yang
    digunakan untuk mengejar suatu tujuan pemasarannya di pasar sasaran. McCarty
    (Saefuddin, 2014) mengelompokkan aktivitas-aktivitas bauran pemasaran menjadi
    empat kelompok yang dikenal dengan 4P yaitu product, price, place, dan
    promotion. Variabel tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
    a. Produk (product) merupakan segala sesuatu yang ditawarkan di
    pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen,
    termasuk didalamnya beragam produk,kualitas, desain, merek, dan
    lain sebagainya.
    b. Harga (price) adalah nilai dalam suatu barang yang dinyatakan
    dengan uang, termasuk didalamnya daftar harga, periode
    pembayaran, harga khusus, syarat kredit.
    c. Distribusi (place) adalah aktivitas perusahaan yang melakukan
    proses untuk menjadikan suatu produk ataupun jasa sehingga siap
    untuk dipakai ataupun dikonsumsi. Termasuk didalamnya saluran
    pemasaran, cakupan pasar, pengelompokan lokasi dan persediaan
    transportasi.
    d. Promosi (promotion) merupakan proses komunikasi untuk
    meyakinkan calon konsumen tentang barang ataupun jasa. Tujuan
    promosi itu sendiri adalah untuk mengingatkan, memperoleh
    perhatian, mendidik, danmeyakinkan calon konsumen pada produk
    ataupun jasa yang ditawarkan. Termasuk didalamnya promosi
    penjualan, periklanan, hubungan masyarakat, tenaga penjualan
    dan pemasaran secara langsung

    Fungsi Manajemen Pemasaran


    Didalam membangun suatu perusahaan, hal yang paling penting, yaitu
    memahami konsep manajemen pemasaran bisnis yang diterapkan karena
    mempunyai fungsi yang vital untuk kelangsungan sebuah perusahaan. Hamdat,
    dkk (2020) menjelaskan beberapa fungsi dari manajemen pemasaran bisnis,
    antara lain:
    1) Fungsi penyampaian produk (distributing)
    Fungsi dari manajemen pemasaran ini sangat penting dengan
    tujuan supaya suatu produk dapat dikenal oleh masyarakat luas.
    Maka, masyarakat dapat tertarik membeli produk tersebut. Dengan
    tidak adanya fungsi pertama ini, maka masyarakat akan kesulitan
    untuk mengetahui produk bisnis ini.
    2) Fungsi jual-beli (trading)
    Fungsi manajemen yang kedua merupakan hakikat dasar dari
    manajemen pemasaran guna agar memberikan keuntungan dari
    proses jual-beli produk yang di punya. Jual-beli tersebut adalah
    aktivitas dari adanya transaksi produk baik itu dalam bentuk barang
    ataupun jasa yang dilakukan oleh produsen dengan konsumen.
    Apabila benar-benar prinsip ini dapat diterapkan oleh manajemen
    pemasaran, maka hal ini akan memberikan manfaat untuk
    perusahaan dan juga konsumen.
    3) Fungsi penyedia sarana (facilitating)
    Fungsi ketiga merupakan fungsi yang berkaitan dengan berbagai
    aspek untuk meraih kelancaran produksi produk. Aspek itu antara
    lain adalah komunikasi, penggudangan, dan penyortiran, agar
    produk tersebut sesuai dengan standar.
    4) Fungsi riset (research)
    Didalam manajemen pemasaran harus juga mengadakan yang
    Namanya riset terhadap konsumen mengenai barang yang apa
    yang tengah diperlukan konsumen, sehingga, di dalam proses
    pemasarannya nanti akan dapat diterima dan laku di pasaran.
    5) Fungsi pemrosesan
    Fungsi pemrosesan adalah suatu proses pengubahan sebuah
    barang sehingga barang tersebut memiliki nilai tambah, sehingga
    memiliki harga jual di pasaran

    Konsep Manajemen Pemasaran


    Hamdat, dkk (2020), menjelaskan setidaknya ada lima konsep manajemen
    pemasaran dengan segala kekurangan dan kelebihan yang harus diketahui,
    yaitu:
    1) Konsep produksi (production concept)
    Perusahaan yang mengadopsi konsep ini berfikir bahwa barang
    ataupun jasa yang dihasilkan harus memiliki nilai yang rendah
    sehingga dapat di produksi kapan saja dan dimana saja agar tidak
    terjadi masalah dalam penjualan.
    Secara tidak langsung perusahaan ini mencoba manajemen
    pemasaran yang meminimalisir biaya produksi dan meningkatkan
    system distribusi. Dalam rangka meminimalisir produksi,
    perusahaan mengandalkan produksi dengan skala yang besar.
    Cara ini sangat baik jika permintaan barangataupun jasa yang dijual
    sangat besar, tetapi tidak semua konsumen ingin membeli produk
    yang murah, ada saatnya mereka membeli barang yang lebih mahal
    karena membutuhkan kualitas barang yang baik.
    2) Konsep produk (product concept)
    Perusahaan yang menggunakan konsep ini mempercayai bahwa
    kualitas barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan haruslah
    bagus sehingga mudah menarik perhatian konsumen. Dalam
    konsep manajemen pemasaran ini sangat dapat diterima oleh
    konsumen, dimana kualitas suatu produk atau jasa sangatlah
    penting bagi konsumen itu sendiri, akan tetapi harga yang murah
    masih menjadi tujuan utama bagi konsumen itu sendiri.
    3) Konsep penjualan (selling concept)
    Dalam konsep manajemen pemasaran ini, perusahaan harus
    memikirkan usaha penjualan untuk memengaruhi konsumen
    membeli produknya. Mereka percaya bahwa dengan sistem
    penjualan yang baik, mereka dapat menjual produk apa saja yang
    mereka tawarkan.
    4) Konsep pemasaran (marketing concept)
    Konsep pemasaran dapat disebut juga dengan konsep marketing,
    perbedaan penjualan dan pemasaran adalah penjualan lebih
    menekankan pada produk apa yang dijual sedangkan pemasaran
    adalah lebih tertuju pada keinginan dan kebutuhan konsumen.
    Perusahaan yang menggunakan konsep ini menganggap bahwa
    kepuasan konsumen merupakan hal nomor satu, sehingga barang
    atau jasa yang dihasilkan harus sesuai dengan keinginan
    konsumen atau pelanggan.
    5) Konsep pemasaran social (societal marketing concept)
    Konsep ini menekankan tidak hanya pada kepuasan konsumen
    tetapi juga memerhatikan manfaat bagi orang lain. Sebagai contoh,
    jika suatu perusahaan menghasilkan mobil yang rendah bahan
    bakar tapi menyebabkan polusi. Hal ini hanya membuat
    konsumennya puas, tetapi masyarakat tidak menerima manfaatnya.
    Perusahaan dengan konsep manajemen pemasaran umum, tidak
    akan menjualnya

    Manajemen Pemasaran


    Menurut Kotler (Wibowo, 2019:2) pengertian pemasaran merupakan
    kegiatan sosial atau peraturan yang dilakukan sekelompok orang atau perorangan
    dengan tujuan mendapatkan suatu tujuan mereka dengan membuat suatu produk
    dan menukarkan dengan jumlah minimaltertentu pada pihak lain. Boyd, Walker,
    dan Larrache (Wibowo, 2019:2) bahwa pemasaran merupakan proses analisis,
    perencanaan, implementasi, koordinasi, dan pengendalian program pemasaran
    yang meliputi kebijakan produk, harga, promosi, dan distribusi dari produk, jasa
    dan ide yang ditawarkan agar menciptakan danmeningkatkan pertukaran manfaat
    dan sasaran pasar agar mencapai suatutujuan organisas

    Peran Konsumen Dalam Keputusan Pembelian


    Keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen dipengaruhi oleh
    berbagai factor, demikian pula konsumen terbentuk karena pengaruh
    lingkungan (Alma 2004 :96):
    a. Kebudayaan (culture)
    Kebudayaan diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya dengan
    demikian selera seorang individu akan menyikapi pola selera yang
    dilakukan oleh nenek moyangnya.
    b. Kelas sosial (social class)
    Ini merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai tingkat tertentu,
    yang memilki nilai dan sikap yang berbeda dari kelompok tingkatan
    lainnya.
    c. Keluarga (family)
    Keluarga merupakan lingkungan terdekat dengan individu dan sangat
    mempengaruhi nilai-nilai serta perilaku seseorang dalam
    mengkonsumsi barang tertentu

    Keputusan Pembelian


    Setelah tahap-tahap sebelumnya dilakukan, sekarang tiba saatnya bagi
    pembeli untuk mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika dianggap
    bawah keputusan yang diambil ialah membeli, maka pembeli akan menjumpai
    serangkaian keputusan yang menyangkut jenis produksi, merek, penjual,
    kuantitas, waktu pembelian, dan cara pembayaran. Menurur Kotler dan
    Armstrong dalam setiasi (2012 : 24) merupakan hasil dari suatu proses yang
    terdiri lima tahapan yaitu pengenalan, kebutuhan, pencarian informasi,
    pengevaluasian alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku setelah
    pembelian.

    Tujuan Penggunaan Merek


    Dalam hasan (2013: 203), tujuan penggunaan merek sebagai berikut :

    1. Sebagai identitas, yang bermanfaat sebagai pengendali pasar sebagai
      diferensiasi produk dengan produk pesaing yang memudahkan
      konsumen untuk mengenalinya saat melakukan pengembalian ulang.
    2. Alat promosi, yaitu sebagai daya Tarik produk.
    3. Untuk membina citra, yang memberikan jaminan kualitas, serta prestasi
      tertentu kepada konsumen.
    4. Untuk mengendalikan pasar.
    5. Menciptakan keuntungan kompetitif, jika merek memiliki ekuitas yang
      tinggi akan memberikan keuntungan yaitu sebagai berikut :
      a. Dapat memberikan pertahan terhadap persaingan harga yang
      kompetitif.
      b. Perusahaan akan lebih mudah meluncurkan perluasan merek
      karena produk memiliki kredibilitas yang tinggi.
      c. Mampu bertahan pada harga yang lebih tinggi dari pesaing
      karena konsumen memiliki keyakinan terhadap kualitas produk.
      d. Pelanggan sangat mengharapkan merek yang mereka maksud
      sehingga posisi tawar menawar produsen dengan distributor
      lebih kuat.
      e. Karena tingkat kesadaran dan kesetiaan konsumen terhadap
      merek sanggat tinggi maka perusahaan dapat menikmati biaya
      pemasaran yang lebih rendah

    Pengertian Merek


    Merek merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pemasaran
    karena kegiataan ini memperkenalkan dan menawarkan produk dan jasa tidak
    terlepas dari merek yang dapat diandalkan. Peran ekonomi yang penting adalah
    memungkinkan perusahaan untuk mencapai skala ekonomi dengan
    memproduksi merek tersebut secara masal. Peran ekonomi tidak ternilai
    lainnya ialah bahwa merek yang sukses dapat menjadi penghambat bagi
    pesaing yang ingin memperkenalakan merek yang sama. Menurut Kanuk,
    (2008 : 123) merek mempunyai peran strategis yang penting dengan menjadi
    pembeda antara produk yang ditawarkan suatu perusahaan dengan merek-
    merek saingannya.
    Hal ini berarti bahwa merek tidak berdiri sendiri. Merek harus sesuai dengan
    komponen proses pemasaran lainnya. Tjibtono (2008:104) menyatakan pada
    dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten
    menyampaikan serangkaian ciri-ciri, manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli.
    Merek memiliki peranan yang penting dalam pemasaran. Ada perbedaan yang
    cukup besar anatar produk dan merek. Produk adalah suatu yang dihasilkan
    pabrik yang mudah ditiru sedangkan merek merupakan suatu yang dibeli
    konsumen dan selalu memiliki keunikan yang sulit untuk ditiru. Manfaat merek
    menurut Keller (2008) adalah :

    1. Bagi perusahaan
      Sarana identifikasi, bentuk proteksi hukum, signal tingkat kualitas bagi
      konsumen, sarana dalam menciptakan asosiasi , sumber keunggulan
      kompetitif dan sumber financial returns.
    2. Bagi konsumen
      Identifikasi sumber produk, penetepan tanggung jawab pada
      perusahaan, pengurangan resiko, penekanan biaya pencairan, ikatan
      khusus dengan perusahaan, alat simbol yang memproyeksikan citra diri,
      dan signal kualitas.
      Memiliki merek yang kuat merupakan aspek vital bagi perusahaan. Fungsi
      penting merek yang utama adalah sebagai daya pembeda dari suatu produk
      barang atau jasa. Bayangkan jika semua produk kopi di Indonesia di beri nama
      merek yang sama hasilnya akan membuat orang bingung karena mempunyai
      produk dengan merek yang sama tetapi kualitas dan kuantitas yang berbeda.
      Produsen juga akan menggunakan merek sebagai sarana promosi. Tanpa merek
      suatu iklan barang atau jasa tidak akan efektif. Hubungan terhadap suatu merek
      akan semakin kuat jika didassarkan pada pengalaman dan mendapat banyak
      informasi. Menurut Rangkatu (2002 :43) pengukuran terhadap merek
      mempunyai enam tingkat pengertian sebagai berikut :
      a. Atribut
      Merek juga mempunyai manfaat karena pada dasarnya konsumen
      tidak membeli atribut tetapi membeli manfaat. Produsen harus dapat
      menerjemahkan atribut menjadi manfaat fungsional maupun
      manfaat emosional.
    3. Manfaat
      Merek juga mempunyai manfaat karena pada dasarnya
      konsumen tidak membeli atribut tetapi membeli manfaat.
    4. Nilai
      Merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai bagi produsen,
      merek juga mempunyai nilai tinggi akan diharga oleh konsumen
      sebagai merek yang berkelas, sehingga dapat mencerminkan
      siapa pengguna merek tersebut.
    5. Budaya
      Merek juga mencerminkan budaya tertentu apakah itu
      budaya produsennya maupun budaya penggunanya.
    6. Kepribadian
      Merek mempunyai kepribadian yaitu kepribadian bagi
      penggunanya

    Karakakteristik Dan Manfaat Merek


    Menurut Kotler (2000: 470) ada beberapa karakteristik merek yang harus
    dipenuhi yaitu:

    1. Merek harus menyatakan sesuatu tentang manfaat produk
    2. Merek harus menyatakan kualitas produk.
    3. Merek harus mau diucapkan, dikenal dan diingat
    4. Merek harus berbeda dan khas
      14
    5. Merek tidak berarti buruk di negara dan Bahasa lain.
      Dalam Hasan (2013:215), manfaat merek dapat dilihat dari kedua belah
      pihak yaitu pelanggan dan perusahaan. Manfaat dari sebuah merek bagi
      pelanggan sebagai berikut :
    6. Sebuah merek yang kuat akan memudahkan konsumen untuk
      mengevaluasi, menimbang dan membuat keputusan membeli dari
      semua rincian nilai-nilai yang terkait dengan kinerja produk, harga,
      pengiriman, garansi dan lain-lain.
    7. Sebuah merek yang kuat membuat pelanggan merasa percaya diri dalam
      pemilihan merek menyederhanakan pilihan sehari-hari (kebutuhan
      dasar).
    8. Sebuah merek yang kuat membuat pelanggan merasa lebih puas dengan
      pembelian mereka, memberikan manfaat dan ikatan emosional (untuk
      produk perawatan pribadi.
      Sedangkan manfaat dari merek bagi perusahaan adalah sebagai berikut :
    9. Harga premium
      Sebuah merek dengan citra positif akan menciptakan margin yang lebih
      besar dan walaupun ada tekanan untuk menjual dengan harga rendah
      atau menawarkan dikson akan tetapi relatif tidak atau kurang retan
      terhadap kekuatan kompetitif.
    10. Klaim produk. Sebuah merek dengan citra yang kuat akan menciptakan
      orang-orang melakukan permintaan secara khusus, orang akan mencari
      merek yang mereka inginkan.
    11. Pengembangan merek. Sebuah merek yang terkenal menjadi platform
      untuk menambah produk baru karena beberapa aspek dari citra positif
      yang berpengaruh dan membantu dalam pengembangan produk baru

    Dimensi Kualitas Produk


    Menurut Tjiptono (2008) kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran
    produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Kualitas sutau
    produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensi-dimensinya.
    Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008) :

    1. Daya tahan, yang berarti berapa lama atau umur produk yang
      bersangkutan bertahan sebelum produk produk tersebut harus diganti.
      Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka
      semakin besar pula daya produk.
    2. Kinerja, hubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah
      produk.
    3. Kesesuaian dengan spesifikasi, sejauh mana karakteristik operasi dasar
      dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau
      tidak ditemukannya cacat pada produk.
    4. Fitur, karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan
      fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
    5. Reabilitas, probilitas dari produk akan bekerja dengan memuaskan atau
      tidak dalam periode waktu tertentu.
    6. Estetika, berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
    7. Kesan kualitas, merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang
      dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa
      konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang
      bersangkutan.

    Pengertian Kualitas Produk


    Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan
    oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk
    pesaing. Oleh karena itu perusahan berusaha memfokuskan pada kualitas
    produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh
    perusahaan pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau
    bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan
    kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan
    oleh pasar. Sehingga kualitas dapat memberikan keuntungan dalam
    memasarkan produk. Kualitas produk itu sendiri merupakan hal yang perlu
    mendapat perhatian utama dari perusahaan atau produsen. Mengingat suatu
    produk berkaitan erat dengan masalah keputusan konsumen yang merupakan
    tujuan dari kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan. Kotler ( 2009: 2 ),
    menyatakan bahwa kualitas produk merupakan kemampuan sebuah produk
    dalam memperagakan fungsinya. Perilaku konsumen adalah proses dan
    aktivitas Ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pembelian,
    penggunaan, serta pemilihan produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan
    keinginan. Periaku konsumen merupakan hal- hal yang mendasari konsumen
    untuk membuat keputusan pembelian. Kualitas produk sendiri menurut Kotler
    dan Armstrong ( 2012:283 ), kemampuan sebuah produk dalam memperagakan
    fungsinya. Hal ini termasuk keseluruhan durabilitas, reabilitas, ketepatan,
    kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainya.
    Menciptakan keinginan konsumen agar melakukan pembelian perusahan
    harus mengetahui perilaku yang dilakukan konsumen dalam pembelian suatu
    produk, mengingat konsumen adalah raja yang memiliki kemampuan penuh
    yang menyaring semua upaya untuk mempengaruhi dengan hasil bahwa semua
    yang dilakukan oleh perusahan harus disesuaikan dengan motivasi perilaku
    konsumen. Perusahaan terus meningkatkan kualitas produk atau jasanya karena
    peningkatan produk dapat membuat konsumen merasa puas terhadap produk
    atau jasa yang mereka beli dan akan mempengaruhi konsumen untuk
    melakukan pembelian ulang. Agar dapat bersaing di pasar secara berhasil,
    produk harus memiliki mutu superior dibandingkan dengan produk pesaing
    lainya. Hanya perusahaan yang memiliki kualitas terbaik yang akan berhasil
    memenangkan persaingan dari penelitian di atas. Kualitas produk adalah
    kemampuan untuk menampilkan fungsinya, hal ini termasuk waktu kegunaan
    dari produk, keandalan, kemudahan dalam penggunaan, perbaikan dan nilai-
    nilai lainya. Kualitas produk dapat ditinjau dari sudut pandang internal dan
    sudut pandang eksternal. Bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi-
    fungsinya dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas yang baik

    Strategi Harga


    Untuk menetapkan harga produk sering berubah ketika produk itu menjadi
    bagian dari buruan produk. Dalam kasus ini perusahaan mencari sekumpulan
    harga yang memaksimalkan laba dari total produk. Penetapan harga sulit
    dilakukan karena berbagai produk mempunyai permintaan dan biaya yang
    berhubungan dan menghadapi derajat kompetensi yang berbeda. Menurut
    Kotler dan Armstrong ( 2008: 6 ) yang diterjemahkan oleh sabran terdapat 5
    situasi penetapan harga bauran produk yaitu :

    1. Penetapan harga lini produk.
      Menetapkan jenjang harga diantara barang-barang pada lini produk.
    2. Penetapan harga produk tambahan.
      Menetapkan harga produk tambahan atau pelengkap yang dijual
      beserta produk utama.
    3. Penetapan harga produk terikat.
      Menetapkan harga produk yang harus digunakan Bersama produk
      utama.
    4. Penetapan harga produk sampingan.
      Menetapkan harga untuk produk sampingan guna membuat harga
      produk utama lebuh kompetitif.
    5. Pendapatan harga produk paket produk.
      Menggambungkan beberapa produk dan menawarkan paket produk
      dengan harga yang lebih murah

    Tujuan Penetapan Harga


    Tujuan strategi penetapan harga perlu ditentukan terlebih dahulu agar tujuan
    perusahaan tercapai. Hal ini penting karena tujuan perusahaan merupakan
    dassar atau pedoman bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan
    pemasaran termaksud kebijakan penetapan harga. Menurut Harini (2008)
    penetapan harga memiliki tujuan yaitu :

    1. Mencapai penghasilan atau investasi
      Biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan
      presentasinya dan untuk mencapainya diperlukan penetapan harga
      tertentu dari barang yang dihasilkan.
    2. Kestabilan harga
      Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan
      memegang kendali atas harga.
    3. Mempertahankan atau meningkatkan bagian dalam pasar
      Apa bila perusahaan telah mendapatkan pangsa pasar yang luas,
      mereka harus berusaha mempertahankannya atau justru
      mengembangkannya untuk kebijaksanaan dalam penetapan harga.
    4. Menghadapi atau mencega persaingan
      Apa bila perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan
      tujuan mengetahui pada harga berapa mereka akan menetapkan
      penjualan, ini artinya perusahaan belum memiliki tujuan dalam
      menetapkan harga coba-coba tersebut.
    5. Penetapan harga untuk memaksimalkan harga
      Tujuan ini biasanya menjadi acuan setiap bisnis untuk bertahan
      hidup, karena setiap bisnis memperlukan laba.


    Didalam variabel harga ada beberapa unsur kegiatan utama harga yang
    meliputi daftar harga, diskon, potongan harga, dan periode pembayaran
    (Kotler dan Amstrong 2012 :52). Menurut Kotler dan Armstrong (2008: 278),
    ada 4 indikator yang mencirikan harga yaitu :

    1. Keterjangkaun harga
    2. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
    3. Daya saing harga
    4. Kesesuaian harga dan manfaat

    Peran Harga


    Menurut Tjiptono (2008 :471) harga memainkan peranan penting bagi
    perekonomian secara marko, konsumen dan perusahaan :

    1. Bagi perekonomjan
      Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan laba. Harga
      merupakan regulator dasar dalam system perekonomian, karena harga
      berpengaruh terhadap alokasi faktor-faktor produk seperti tenaga kerja,
      modal, dan kewirausahaan. Sebagai alokator sumber daya, harga
      menentukan apa yang akan diproduksi (penawaran) dan siapa yang akan
      membeli barang dan jasa yang dihasilkan (permintaan).
    2. Bagi konsumen
      Mayoritas konsumen terkadang sensitif dengan harga, namun juga
      mempertimbangkan factor lain seperti merek, lokasi, layanan, nilai
      (value) dan kualitas. Selain itu persepsi konsumen terhadap kualitas
      produk juga seringkali dipengaruhi oleh harga.
    3. Bagi perusahaan
      Dibandingkan dengan bauran pemasaran lainnya yang membutuhkan
      pengeluaran dana dalam jumlah besar, harga merupakan satu-satunya
      elemen bauran pemasaran yang mendatangkan pendapatan

    Harga


    Daryanto (2013 :62) menyatakan bahwa harga adalah jumlah uang
    yang ditagihkan untuk suatu produk atas sejumlah nilai yang dipertukarkan
    konsumen dalam manfaat untuk memiliki atau menggunakan produk.
    Konsep lainnya harga adalah sejumlah uang yang menghasilkan pendapatan
    (Widiyono dan Pakkana 2013 : 142). Penetapan harga jual harus disesuaikan
    dengan daya beli konsumen yang dituju dengan mempertimbangan faktor
    biaya, laba, pesaing dan perubahan keinginan pesaing. Harga ialah salah
    satu elemen pemasaran yang menghasilkan pendapatan dan elemen lain
    yang menghasilkan biaya. Harga merupakan elemen termudah dalam
    program pemasaran untuk disesuaikan fitur produk, saluran, dan bahkan
    komunikasi membutuhkan banyak waktu

    Pengertian Manajemen Pemasaran


    Manajemen pemasaran ialah seni memilih pasar sasaran dan
    mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan
    dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul (Kotler dan Keller
    2009 : 6). Dengan demikian maka manajemen pemasaran ialah suatu proses
    menangani berbagai aktivitas dalam proses memasarkan produk barang
    maupun jasa dimana ada peristiwa komunikasi tawar menawar antara kedua
    belah pihak baik produsen maupun konsumen. Mempelajari ilmu
    manajemen pemasaran sangat penting bagi perusahaan tersebut karena hal
    ini menyangkut kelangsungan hidup perusahaan untuk kedepannya.