Hamdat, dkk (2020), menjelaskan setidaknya ada lima konsep manajemen
pemasaran dengan segala kekurangan dan kelebihan yang harus diketahui,
yaitu:
1) Konsep produksi (production concept)
Perusahaan yang mengadopsi konsep ini berfikir bahwa barang
ataupun jasa yang dihasilkan harus memiliki nilai yang rendah
sehingga dapat di produksi kapan saja dan dimana saja agar tidak
terjadi masalah dalam penjualan.
Secara tidak langsung perusahaan ini mencoba manajemen
pemasaran yang meminimalisir biaya produksi dan meningkatkan
system distribusi. Dalam rangka meminimalisir produksi,
perusahaan mengandalkan produksi dengan skala yang besar.
Cara ini sangat baik jika permintaan barangataupun jasa yang dijual
sangat besar, tetapi tidak semua konsumen ingin membeli produk
yang murah, ada saatnya mereka membeli barang yang lebih mahal
karena membutuhkan kualitas barang yang baik.
2) Konsep produk (product concept)
Perusahaan yang menggunakan konsep ini mempercayai bahwa
kualitas barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan haruslah
bagus sehingga mudah menarik perhatian konsumen. Dalam
konsep manajemen pemasaran ini sangat dapat diterima oleh
konsumen, dimana kualitas suatu produk atau jasa sangatlah
penting bagi konsumen itu sendiri, akan tetapi harga yang murah
masih menjadi tujuan utama bagi konsumen itu sendiri.
3) Konsep penjualan (selling concept)
Dalam konsep manajemen pemasaran ini, perusahaan harus
memikirkan usaha penjualan untuk memengaruhi konsumen
membeli produknya. Mereka percaya bahwa dengan sistem
penjualan yang baik, mereka dapat menjual produk apa saja yang
mereka tawarkan.
4) Konsep pemasaran (marketing concept)
Konsep pemasaran dapat disebut juga dengan konsep marketing,
perbedaan penjualan dan pemasaran adalah penjualan lebih
menekankan pada produk apa yang dijual sedangkan pemasaran
adalah lebih tertuju pada keinginan dan kebutuhan konsumen.
Perusahaan yang menggunakan konsep ini menganggap bahwa
kepuasan konsumen merupakan hal nomor satu, sehingga barang
atau jasa yang dihasilkan harus sesuai dengan keinginan
konsumen atau pelanggan.
5) Konsep pemasaran social (societal marketing concept)
Konsep ini menekankan tidak hanya pada kepuasan konsumen
tetapi juga memerhatikan manfaat bagi orang lain. Sebagai contoh,
jika suatu perusahaan menghasilkan mobil yang rendah bahan
bakar tapi menyebabkan polusi. Hal ini hanya membuat
konsumennya puas, tetapi masyarakat tidak menerima manfaatnya.
Perusahaan dengan konsep manajemen pemasaran umum, tidak
akan menjualnya
