Konsep Marketing Mix adalah suatu konsep yang digunakan untuk
mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai elemen
pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Konsep ini
dikembangkan oleh, (Kotler et al., 2016) :
- Produk (Product);
Persaingan di pasar yang semakin ketat memaksa perusahaan
untuk mengupayakan produk yang ditawarkan kepada pasar
memiliki kualitas yang baik, unggul dibandingkan produk lain
dan sesuai kebutuhan pasar. Konsumen semakin banyak
memiliki alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan
keputusan untuk melakukan pembelian dengan
mempertimbangkan faktor-faktor kebutuhan, keunggulan
produk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum
memutuskan untuk membeli. Dari faktor- faktor tersebut,
keunggulan produk termasuk ke dalam pertimbangan utama
sebelum membeli. Keunggulan kompetitif suatu produk
merupakan salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk
baru, dimana kesuksesan produk tersebut diukur dengan jumlah
penjualan produk (Tjiptono, 2008). - Harga (Price);
Yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang nantinya akan
didapatkan konsumen pasar. Harga adalah sejumlah uang yang
dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
produk dan pelayanannya. Dari definisi di atas dapat diketahui
bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan
yang diberikan oleh penjual. Banyak perusahaan mengadakan
pendekatan terhadap penentuan harga berdasarkan tujuan yang
hendak dicapainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa
meningkatkan penjualan, mempertahankan market share,
mempertahankanstabilitas harga, mencapai laba maksimum dan
sebagainya (Engel, J; Blackwell R, 2004). - Tempat (Place);
Kualitas tempat suatu produk memiliki lokasi yang strategis,
mudah dijangkau oleh konsumen, dengan kenyamanan dan
keamanan yang tinggi. Lokasi seringkali ikut menentukan
kesuksesan perusahaan, karena lokasi erat kaitannya dengan
pasar potensial sebuah perusahaan. Keputusan pemilihan lokasi
berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspek-
aspek yang sifatnya kapital intensif, maka perusahaan benar-
benar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang
responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan
persaingan di masa mendatang (Tjiptono, 1996). - Promosi (Promotion);
Dilakukan melalui berbagai cara salah satunya melalui iklan,
brosur, media sosial, atau event yang nantinya akan
meningkatkan daya tarik konsumen. Promosi adalah suatu bentuk
komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitaspemasaran yang
berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk,
dan/atau meningatkan pasar sasaran atas perusahaan dan
produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada
produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono,
2007). - Orang (People);
Pada elemen ini dapat diartikan menjadi tenaga kerja yang
diberikan profesional, ramah, dan mampu memberikan
pelayanan yang baik kepada konsumen. Terdapat empat kriteria
peranan atau pengaruh dari aspek people yang mempengaruhi
pelanggan, yaitu peran: Contractors: people disini berinteraksi
langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup sering
dan sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
Modifier: people tidak secara langsung mempengaruhi
konsumen tetapi cukup sering berhubungan dengan konsumen,
misalnya: repsionis. Influencers: people mempengaruhi
konsumen dalam keputusan untuk membeli tetapi tidak secara
langsung kontak dengan konsumen. Isolated: people tidak
secara langsung ikut serta dalam marketing mix dan juga tidak
sering bertemu dengan konsumen. Misalnya: karyawan bagian
administrasi penjualan, SDM dan data processing Lupiyoadi
(2001:63). - Proses (Process);
Memperhatikan proses pembelian dan pengelolaan produk
yang efektif dan efisien untuk para konsumen. Proses dapat
dibedakan dalam dua cara, yaitu: Complexity, dalam hal ini
berhubungan dengan langkah-langkah dantahap dalam proses.
Divergence, berhubungan dengan adanya perubahan dalam
langkah tahap proses. Obyek utama dari pemasaran adalah
mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan pasar. Oleh
karena itu jasa harus didesain untuk memenuhi keinginan
tersebut. Desain jasa tersebut disampaikan. Proses
mencerminkan bagaimana semua elemen marketing mix
dikoordinasikan untuk menjamin kualitas dan konsistensi jasa
diberikan kepada pelanggan. Dengan demikian, pemasar harus
dilibatkan ketika desain proses jasa dibuat, karena pemasar juga
sering terlibat dalam pengawasan kualitas jasa Lupiyoadi
(2001:64). - Bukti Fisik (Physical evidence);
Memberikan fasilitas dan sarana yang memadai dan dapat
memberikan kenyamanan dan keamanan konsumen.
Perusahaan melalui tenaga pemasarnya menggunakan tiga cara
dalam mengelola bukti fisik yang strategis, yaitu sebagai
berikut: An attention-creating medium. Perusahaan jasa
melakukan diferensiasi dengan pesaing dan membuat sarana
fisik semenarik mungkin untuk menjaring pelanggan dari target
pasarnya. As a message-creating medium. Menggunakan simbol
atau isyarat untuk mengkomunikasikan secara intensif kepada
audiens mengenai kekhususan kualitas dari produk jasa. As
effect-creating medium. Baju seragam yang berwarna, bercorak,
suara dan desain untuk menciptakan sesuatu yang lain dari
produk jasa yang ditawarkan (Hurriyati, 2005:64)
