Pengertian Daya Tarik


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daya tarik memiliki arti
kemampuan menarik (memikat) perhatian. Berdasarkan pengertiannya
yang lain, daya tarik merupakan kekuatan yang dapat memikat perhatian,
sehinggaseseorang mampu mengungkapkan kembali pesan yang ia peroleh
dari media komunikasi. Daya tarik sangat berperan untuk mendapatkan
perhatian dari komunikan, maka dari itu sangatlah penting bagi sebuah
perusahaan ataupunorganisasi untuk merancang daya tarik tertentu dalam
setiap produk ataupun program yang dibuatnya, daya tarik yang dirancang
secara matang dapat menjadi senjata yang ampuh untuk membuat suatu
produk ataupun program menjadi digemari oleh sasaran atau khalayak.
Menurut Effendy, (1989:181) daya tarik merupakan kekuatan atau
penampilan komunikator dalam memikat perhatian, sehingga seseorang
mampu untuk mengungkapkan kembali pesan yang ia peroleh dari media
komunikasi. Sedangkan menurut ( As’ad,1992:89) daya tarik adalah sikap
yang membuat orang senang akan objek situasi atau ide – ide tertentu. Hal
ini diikuti oleh perasaan senang dan kecenderungan untuk mencari objek
yang disenanginya itu. Phillip Kotler dalam Sindoro menyatakan bahwa
daya tarik isi pesan meliputidaya tarik rasional, daya tarik emosional dan
daya tarik moral ;

  1. Daya Tarik Rasional
    Daya tarik rasional berfungsi untuk membangkitkan kepentingan
    diri tiap individu. Daya tarik ini menunjukan bahwa kegiatan
    tersebut menghasilkan manfaat atau kegunaan.
  2. Daya Tarik Emosional
    Daya tarik emosional merupakan suatu usaha untuk
    membangkitkanmotivasi terhadap suatu kegiatan atau produk, emosi
    tersebut dapat berupaemosi positif maupun negatif yang akan
    memotivasi audience untukmendapatkan kepuasan. Daya tarik
    emosional positif dapat berupa humor,cinta, kebanggaan, dan
    kebahagiaan. Sedangkan daya tarik emosional negatif seperti rasa
    takut, rasa bersalah dan malu.
  3. Daya Tarik Moral
    Daya tarik moral di arahkan pada perasaan seseorang tentang apa
    yang benar dan tepat, sehingga sering digunakan untuk mendorong
    orang mendukung masalah-masalah sosial ( Sindoro, 1996: 81)