- Kotler (2014)
Menurut Kotler dalam Abzari, et al (2014) minat beli
adalah perilaku konsumen dimana konsumen memiliki
keinginan dalam memilih dan mengkonsumsi suatu produk.
Minat beli akan timbul apabila seseorang konsumen sudah
berpengaruh terhadap mutu dan kualitas dari suatu produk
dan informasi suatu produk. Untuk menarik atau
menumbuhkan minat beli konsumen terlebih dahulu
pemasar harus memahami bagaimana konsumen
berkeputusan. Menurut kotler dalam buku manjemen
pemasaran, minat beli adalah tahapan yang dilakukan oleh
konsumen sebelum memebli, pengenalan masalah,
pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan
pemebelian, dan perilaku pasca pembelian.
Menurut Kotler dalam Abzari, et al (2014) ada beberapa
indikator yang menentukan minat beli, yaitu :
a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang
dalam membeli produk.
b. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang
mereferensikan produk kepada orang lain.
c. Minat preferensial, yaitu menunjukkan perilaku
seseorang yang memiliki preferensial utama pada
produk tersebut.
d. Minat eksploratif, yaitu menunjukkan perilaku
seseorang yang selalu mencari informasi mengenai
produk yang diminati dan mencari produk lain yang
akan mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut. - Ferdinand (2016)
Minat beli dapat diartikan sebagai suatu sikap senang
terhadap suatu objek yang membuat individu berusaha
untuk mendapatkan objek tersebut dengan cara
membayarnya dengan uang atau pengorbanan.
Adapun indikator minat beli menurut Ferdinand (dalam
Veronika, 2016:24), yaitu:
a. Minat transaksional, yaitu kecenderugan seseorang
untuk membeli produk
b. Minat referensial, yaitu kecenderugan seseorang untuk
mereferensikan produk kepada orang lian
c. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan
perilaku seseorang yang memeliki preferensi utama pada
produk tersebut, preferensi ini hanya dapat digantikan
jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
d. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku
seseorang yang selalu mencari informasi mengenai
produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk
mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut. - Wibowo (2015)
Menurut Ashari (2012:246) d alam Wibowo (2015),
minat beli merupakan rasa ketertarikan yang dialami oleh
konsumen terhadap suatu produk (barang atau jasa) yang
dipengaruhi oleh sikap diluar konsumen dan di dalamnya
konsumen itu sendiri.
Adapun indikator-indikator minat beli menurut
(Wibowo, 2015) sebagai berikut:
1) Ketertarikan merupakan suatu keadaan atau peristiwan
tertarik pada suatu barang yang ada dalam suatu toko.
2) Perhatian merupakan pemusatan atau konsetrasi dari
seluruh aktifitas individu yang ditujukan kepada sesuatu
atau sekumpulan objek.
3) Pencarian informasi merupakan suatu keinginan untuk
mengetahui lebih banyak tentang suatu barang. - Salfina & Gusri (2018)
Menurut (Salfina & Gusri, 2018) minat beli adalah
produk yang berkualitas dengan harga bersaing merupakan
kunci utama dalam memenangkan persaingan, yang pada
akhirnya akan dapat memberikan nilai kepuasan yang lebih
tinggi kepada konsumen. Konsumen kini memiliki tuntutan
nilai yang jauh lebih besar dan beragam karena dihadapkan
pada berbagai pilihan berupa produk maupun jasa yang
dapat mereka beli.
Menurut (Pousette et al., 2014) yang menjadi indikator
minat beli seorang calon konsumen adalah sebagai berikut:
1) Attention, yaitu perhatian calon konsumen terhadap
produk yang ditawarkan oleh produsen.
2) Interest, ketertarikan calon konsumen terhadap produk
yan ditawarkan oleh produsen.
3) Desire, keinginan calon konsumen untuk memiliki
produk yng ditawarkan oleh produsen.
4) Action, yaitu calon konsumen melakukan pembelian
terhadap produk yang ditawarkan. - Menurut Tjiptono
Menurut Tjiptono dalam penelitian Aptaguna, minat beli
adalah tahap keinginan responden untuk bertindak sebelum
keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. Adapun
indikator-indikator dalam minat beli masyarakat sebagai
berikut, (Aptaguna, A., & Pitaloka, 2016).
1) Minat transasional
2) Minat referensial
3) Minat preferensial
4) Minat eksploratif
