Pengertian Merek


Merek merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pemasaran
karena kegiataan ini memperkenalkan dan menawarkan produk dan jasa tidak
terlepas dari merek yang dapat diandalkan. Peran ekonomi yang penting adalah
memungkinkan perusahaan untuk mencapai skala ekonomi dengan
memproduksi merek tersebut secara masal. Peran ekonomi tidak ternilai
lainnya ialah bahwa merek yang sukses dapat menjadi penghambat bagi
pesaing yang ingin memperkenalakan merek yang sama. Menurut Kanuk,
(2008 : 123) merek mempunyai peran strategis yang penting dengan menjadi
pembeda antara produk yang ditawarkan suatu perusahaan dengan merek-
merek saingannya.
Hal ini berarti bahwa merek tidak berdiri sendiri. Merek harus sesuai dengan
komponen proses pemasaran lainnya. Tjibtono (2008:104) menyatakan pada
dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten
menyampaikan serangkaian ciri-ciri, manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli.
Merek memiliki peranan yang penting dalam pemasaran. Ada perbedaan yang
cukup besar anatar produk dan merek. Produk adalah suatu yang dihasilkan
pabrik yang mudah ditiru sedangkan merek merupakan suatu yang dibeli
konsumen dan selalu memiliki keunikan yang sulit untuk ditiru. Manfaat merek
menurut Keller (2008) adalah :

  1. Bagi perusahaan
    Sarana identifikasi, bentuk proteksi hukum, signal tingkat kualitas bagi
    konsumen, sarana dalam menciptakan asosiasi , sumber keunggulan
    kompetitif dan sumber financial returns.
  2. Bagi konsumen
    Identifikasi sumber produk, penetepan tanggung jawab pada
    perusahaan, pengurangan resiko, penekanan biaya pencairan, ikatan
    khusus dengan perusahaan, alat simbol yang memproyeksikan citra diri,
    dan signal kualitas.
    Memiliki merek yang kuat merupakan aspek vital bagi perusahaan. Fungsi
    penting merek yang utama adalah sebagai daya pembeda dari suatu produk
    barang atau jasa. Bayangkan jika semua produk kopi di Indonesia di beri nama
    merek yang sama hasilnya akan membuat orang bingung karena mempunyai
    produk dengan merek yang sama tetapi kualitas dan kuantitas yang berbeda.
    Produsen juga akan menggunakan merek sebagai sarana promosi. Tanpa merek
    suatu iklan barang atau jasa tidak akan efektif. Hubungan terhadap suatu merek
    akan semakin kuat jika didassarkan pada pengalaman dan mendapat banyak
    informasi. Menurut Rangkatu (2002 :43) pengukuran terhadap merek
    mempunyai enam tingkat pengertian sebagai berikut :
    a. Atribut
    Merek juga mempunyai manfaat karena pada dasarnya konsumen
    tidak membeli atribut tetapi membeli manfaat. Produsen harus dapat
    menerjemahkan atribut menjadi manfaat fungsional maupun
    manfaat emosional.
  3. Manfaat
    Merek juga mempunyai manfaat karena pada dasarnya
    konsumen tidak membeli atribut tetapi membeli manfaat.
  4. Nilai
    Merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai bagi produsen,
    merek juga mempunyai nilai tinggi akan diharga oleh konsumen
    sebagai merek yang berkelas, sehingga dapat mencerminkan
    siapa pengguna merek tersebut.
  5. Budaya
    Merek juga mencerminkan budaya tertentu apakah itu
    budaya produsennya maupun budaya penggunanya.
  6. Kepribadian
    Merek mempunyai kepribadian yaitu kepribadian bagi
    penggunanya