Proses Keputusan Pembelian


Merupakan bagian dari perilaku konsumen. Terdapat beberapa tahap
yang dilakukan konsumen dalam melakukan proses keputusan
pembelian. Tahap – tahap tersebut yang akan menghasilkan suatu
keputusan untuk membeli atau tidak. Setelah membeli produk
konsumen akan merasa puas atau tidak puas terhadap produk yang
dibelinya. Jika konsumen merasa puas maka mereka akan melakukan
pembelian ulang, sedangkan apabila konsumen merasa tidak puas maka
akan beralih ke merek lain. Menurut Kotler dan Keller (2016:195)
menyatakan bahwa proses keputusan pembelian terdiri dari lima tahap
sebagai berikut:
1) Problem recognition (Pengakuan Masalah).
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali masalah atau
perlu dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Dengan satu
stimulus internal kebutuhan normal seseorang.
2) Information search (Pencarian Informasi).
Konsumen tertarik mungkin atau mungkin tidak mencari
informasi lebih lanjut. Jika drive konsumen kuat dan produk yang
memuaskan sudah dekat, ia mungkin membelinya kemudian.
3) Evalution of alternatives (Evaluasi Alternatif)
Adalah bagaimana konsumen memproses informasi untuk
sampai pada pilihan merek.
4) Purchase decision (Keputusan Pembelian).
Umumnya, keputusan pembelian konsumen akan membeli
merek yang paling disukai, tapi dua faktor bisa datang antara niat
beli dan keputusan pembelian.
5) Postpurchase behavior (Perilaku Pasca Pembelian).
Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami disonansi
dari melihat fitur menggelisahkan tertentu atau mendengar hal-hal
baik tentang merek lain dan akan waspada terhadap informasi yang
mendukung keputusannya