Strategi usaha didefinisikan sebagai rencana penggunaan dan alokasi
sumber daya manusia dan sarana usaha yang mereka miliki untuk mencapai
tujuan usaha tertentu, termasuk tujuan pemasaran (Sutojo, 2009). Tujuan
usaha perusahaan (corporate objectives) yang ingin dicapai oleh suatu
perushahaan dengan strategi manajemen dapat beraneka macam bentuknya,
tergantung masing-masing perusahaan. Dalam bukunya The Practice of
Management pakar ilmu manajemen Peter F. Drucker mengemukakan tujuan
usaha yang erat hubungannya dengan strategi manajemen pemasaran (Sutojo,
2009), yaitu sebagai berikut:
- Mendapatkan keuntungan, yang dimaksud dengan keuntungan adalah
jumlah laba yang berhasil diperoleh perusahaan selama jangka waktu
tertentu misalnya satu atau lima tahun. - Mempertahankan atau meningkatkan market standing perusahaan,
market standing adalah posisi perusahaan dalam persaingan di pasar,
lemah atau kuatnya posisi perusahaan dalam persaingan pasar ditandai
oleh berbagai macam tolok ukur, antara lain: besarnya pangsa pasar
(market share), kekuatan menentukan harga jual produk, trend
perkembangan jumlah hasil penjualan produk dari waktu ke waktu dan
kesetiaan konsumen terhadap merek dagang produk (customer’s brand
loyalty) - Meningkatkan produktifitas usaha, peningkatan produktifitas usaha dapat
ditandai oleh peningkatan rasio perbandingan jumlah masukan (input)
dan hasil (output) kegiatan usaha perusahaan. Peningkatan produktifitas
usaha mempunyai dampak positif terhadap efisiensi usaha bisnis, daya
saing dan profitabilitas usaha. - Meningkatkan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, dapat
diwujudkan dalam bentuk membuka lapangan pekerjaan kepada
penduduk yang bertempat tinggal di sekitar lokasi tempat usaha
