Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian


Citra merek yang positif memperkuat kepercayaan konsumen terhadap suatu
produk atau layanan. Konsumen cenderung percaya dan merasa aman terhadap
produk bermerek dengan reputasi yang baik. Kepercayaan ini mengurangi risiko
yang dirasakan dan memungkinkan konsumen untuk membuat keputusan pembelian
dengan lebih percaya diri (Wadud Ubaidillah, 2023). Penelitian (Apriany &
Gendalasari, 2022) menunjukkan bahwa citra merek memiliki pengaruh positif
terhadap keputusan pembelian.

Dimensi Keputusan Pembelian


Menurut Alma (2018) dimensi keputusan membeli adalah sebagai berikut:

  1. Pengenalan Kebutuhan
    saat mengenali kebutuhan atau masalah, seseorang merasakan adanya dorongan
    untuk membeli sesuatu.
  2. Rangsangan internal
    Pancingan yang datang dari dalam diri, misalnya saat seseorang merasa lapar.
  3. Rangsangan eksternal
    Pancingan yang datang dari luar, misalnya keinginan untuk mengajak teman atau
    karena iklan makanan tertentu.
  4. Riset informasi
    Pencarian informasi tentang apa yang ingin dibeli, model apa, di mana,
    mengarahkan seseorang untuk mencari informasi dari sumber pribadi seperti
    keluarga, teman, dan tetangga. Dari sumber komersial seperti iklan, vendor, dan
    etalase. Dari sumber publik seperti media massa, surat kabar, televisi, dan radio.
    Dan dari pengalaman masa lalu, saya pernah menggunakan suatu produk atau
    melihat produk tersebu

Indikator Keputusan Pembelian


Menurut (Purwaningsih, 2021) menyatakan bahwa terdapat empat indikator
keputusan pembelian, yaitu:

  1. Pencarian informasi
    Konsumen mencari informasi yang relevan untuk membantu mereka menentukan
    produk atau layanan mana yang akan dibeli. Pada tahap ini, konsumen berusaha
    memperoleh data sebanyak mungkin mengenai produk, merek, harga, kualitas,
    fitur, atau pengalaman pengguna lainnya.
  2. Sesuai kebutuhan
    Sejauh mana produk atau layanan tersebut mampu memenuhi kebutuhan atau
    keinginan konsumen secara spesifik. Konsumen cenderung membeli barang atau
    jasa yang dianggap paling relevan dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan
    mereka.
  3. Prioritas pembelian
    Tingkat kepentingan suatu kebutuhan atau keinginan yang memengaruhi keputusan
    pembelian tersebut. Prioritas pembelian berarti konsumen menentukan produk atau
    jasa yang akan dibeli berdasarkan kebutuhan atau preferensi utama yang dianggap
    paling penting.
  4. Konsumen merasa puas
    Konsumen merasa puas mengacu pada ukuran atau tanda-tanda yang
    menggambarkan bahwa konsumen telah mencapai tingkat kepuasan setelah
    melakukan pembelian

Pengertian Keputusan Pembelian


Keputusan pembelian mencakup serangkaian langkah yang diambil konsumen
sebelum melakukan transaksi, dimulai dari pengenalan kebutuhan hingga evaluasi
pasca-pembelian. Zusrony (2021) dalam bukunya menjelaskan bahwa proses ini
melibatkan pertimbangan apakah konsumen akan melakukan pembelian atau
menunda keputusan tersebut. Tahap ini menjadi inti dari perilaku konsumen karena
mencerminkan bagaimana individu menentukan pilihan yang dianggap paling sesuai
dengan kebutuhannya. Faktor-faktor seperti ketersediaan informasi, harga, kualitas,
dan pengaruh sosial sering kali memainkan peran signifikan dalam membantu
konsumen membuat keputusan akhir.
Zusrony (2021) juga menekankan bahwa keputusan pembelian tidak hanya
terbatas pada aktivitas membeli tetapi juga mencakup bagaimana konsumen
memanfaatkan produk atau jasa yang telah dibeli. Proses ini dipengaruhi oleh
pengalaman dan persepsi konsumen terhadap nilai yang diberikan produk tersebut.
Keputusan yang diambil tidak hanya berdampak pada kepuasan pribadi konsumen
tetapi juga pada loyalitas mereka terhadap merek tertentu. Dengan memahami proses
pengambilan keputusan konsumen, pemasar dapat mengembangkan strategi yang
lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mendorong pembelian ulang.
Tujuan perusahaan adalah untuk melaksanakan kegiatan pemasaran yang
bertujuan untuk memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Keputusan
pembelian dapat dipahami sebagai suatu proses yang dilalui konsumen untuk
membeli suatu produk yang sesuai setelah terlebih dahulu dihadapkan pada beberapa
alternatif dan kemudian mengambil keputusan berdasarkan preferensi konsumen
tersebut (Khafidin, 2020)

Faktor-faktor yang mempengaruhi Electronic Word Of Mouth (E-WOM)


Menurut Ismagilova (2017:32) dalam (Amil, 2021) juga terdapat 4 faktor yang
mempengaruhi keinginan seseorang untuk berbagi dalam E-WOM yaitu:

  1. Kepuasan (Keadaan yang terjadi ketika kepuasan konsumen terpenuhi).
  2. Loyalitas (Keinginan untuk melakukan pembelian berulang dan melakukan
    tindakan lain yang menunjukkan motivasi terhadap penyedia layanan atau
    produk).
  3. Komitmen (Keinginan konsumen untuk mempertahankan hubungan dengan
    perusahaan).
  4. Kepercayaan (Kesediaan untuk mengandalkan mitra pertukaran yang dapat
    dipercaya).

Faktor pembentuk Electronic Word Of Mouth (E-WOM)


Menurut (Yulianti et al., 2024) terdapat faktor pembentuk dari e-WOM yaitu:

  1. Platform assistant. Hal ini dijelaskan sebagai parameter kemudahan untuk
    medapatkan informasi mengenai barang atau jasa.
  2. Expressing positive feelings. Parameter kepuasan konsumen pada produk atau
    layanan sehingga menciptakan perasaan positif mengenai suatu produk.
  3. Economics incentives. Sebagai parameter untuk mendapatkan informasi
    mengenai hadiah pembelian seperti diskon dari sebuah barang atau jasa.
  4. Helping the company. Parameter keinginan konsumen untuk membantu
    perusahaan memasarkan suatu produk.
  5. Concertn of other. Parameter untuk memastikan tentang informasi yang dibagian
    sesuai dengan kualitas suatu produk atau layanan

Indikator Electronic Word Of Mouth (E-WOM)


Adapun Indikator E-WOM menurut Thurau et al.(2004) dalam (Liyono Arie,
2022) yaitu:

  1. Intensity
    Intensitas dalam EWOM mengacu pada komentar yang ditulis oleh konsumen
    dijejaring sosial dan seberapa sering informasi itu disebarkan. Semakin tinggi
    intensitas nya maka semakin besar potensi informasi menjaungkau audiens.
  2. Valance of opinion
    Suatu opini yang dibuat oleh konsumen mengenai suatu produk, layanan, dan
    merek. Opini ini dapat berbentuk positif dan negatif.
  3. Content
    Konten merujuk pada informasi relevan yang disebarkan melalui E-WOM.
    Informasi ini bersifat detail, menarik, dan dapat mempengaruh preferensi
    konsumen.

Pengertian Electronic Word Of Mouth (E-WOM)


Electronic Word of Mouth (E-WOM) didefinisikan oleh Kotler & Keller (2016)
sebagai strategi pemasaran yang memanfaatkan internet untuk menciptakan efek
berita dari mulut ke mulut secara digital. Dengan penyebaran informasi yang cepat
melalui media sosial, forum online, dan platform ulasan, E-WOM memberikan
peluang bagi perusahaan untuk mencapai audiens yang lebih luas secara efisien.
Strategi ini tidak hanya membantu meningkatkan kesadaran merek tetapi juga
memungkinkan perusahaan untuk membangun hubungan yang lebih personal dengan
konsumen melalui interaksi langsung dan feedback yang diterima secara cepat.

Faktor-faktor yang membentuk Citra Merek


Menurut (Kotler & Keller, 2016) dalam (Jaya et al., 2020) dimensi citra merek
adalah sebagai berikut:

  1. Kualitas atau kebaikan, mengacu pada mutu produk atau jasa yang ditawarkan
    oleh perusahaan.
  2. Dapat dipercaya dan dapat diandalkan, mengacu pada pendapat atau persetujuan
    masyarakat terhadap suatu produk atau jasa yang digunakan atau diminati oleh
    konsumen.
  3. Kegunaan atau manfaat, mengacu pada fungsi suatu produk atau jasa yang dapat
    digunakan oleh konsumen.
  4. Pelayanan, yang mengacu pada tugas perusahaan dalam melayani konsumen.
  5. Risiko, mengacu pada tingkat konsekuensi atau keuntungan dan kerugian yang
    mungkin dialami konsumen.
  6. Harga, yang mengacu pada tingkat harga atau jumlah uang yang dibelanjakan
    konsumen untuk suatu produk atau layanan, juga dapat memengaruhi citra merek
    jangka panjang.
  7. Image, yang dimiliki merek itu sendiri, yaitu berupa pelanggan, kesempatan dan
    informasi yang berkaitan dengan suatu merek dari produk tertentu.

Dimensi Citra Merek


Menurut (Kotler & Keller, 2016) dalam (Fachry, 2020) dimensi citra merek
adalah sebagai berikut:

  1. Brand Identity
    Dimensi pertama adalah identitas merek. Identitas merek adalah identitas fisik
    yang dikaitkan dengan merek atau produk sehingga konsumen dapat dengan
    mudah mengenalinya dan membedakannya dari merek atau produk lain, misalnya
    logo, warna, kemasan, lokasi, identitas perusahaan, slogan, dan sebagainya.
  2. Brand Personality
    Dimensi kedua adalah kepribadian merek. Kepribadian merek adalah karakter
    khas dari sebuah merek yang mirip manusia dan membentuk kepribadian tertentu
    sehingga konsumen dapat dengan mudah membedakannya dengan merek lain
    dalam kategori yang sama, misalnya tegas, kaku, berwibawa, mulia atau murah
    senyum, hangat, penuh kasih sayang, sosial atau dinamis, kreatif, mandiri, dan
    lain-lain.
  3. Brand Association
    Dimensi ketiga adalah asosiasi merek. Asosiasi dengan merek mengacu pada hal-
    hal tertentu yang terkait dengan merek, misalnya penawaran produk yang unik,
    aktivitas yang berulang dan konsisten seperti kegiatan sponsor atau tanggung
    jawab sosial, topik yang sangat terkait dengan merek, atau seseorang.
  4. Brand Attitude & Behavior
    Dimensi keempat adalah sikap terhadap merek atau sikap dan perilaku merek.
    Sikap dan perilaku merek adalah sikap atau perilaku komunikasi dan interaksi
    merek dengan konsumen dalam menawarkan manfaat dan nilai-nilainya.
    Seringkali sebuah merek menggunakan cara komunikasi yang tidak tepat dan
    tidak etis serta pelayanan yang buruk, sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku
    merek tersebut kepada masyarakat, atau sebaliknya menyenangkan, jujur,
    konsisten antara janji dan kenyataan, pelayanan yang baik dan kepedulian
    terhadap lingkungan dan masyarakat luas membentuk persepsi yang baik
    terhadap sikap dan perilaku merek tersebut. Oleh karena itu, sikap dan perilaku
    merek mencakup sikap dan perilaku komunikasi, aktivitas, dan atribut yang
    diasosiasikan dengan merek saat berhubungan dengan konsumen, termasuk
    perilaku karyawan dan pemilik merek.
  5. Brand Benefit & Competence
    Dimensi kelima adalah brand benefits and competences atau manfaat dan
    keunggulan merek. Manfaat dan kompetensi merek adalah nilai dan keunggulan
    khas yang ditawarkan sebuah merek kepada konsumen, sehingga konsumen
    merasakan manfaatnya karena kebutuhan, keinginan, impian, dan obsesinya
    terpenuhi oleh penawaran tersebut. Nilai dan manfaat di sini dapat bersifat
    fungsional, emosional, simbolis dan sosial, misalnya sebuah merek deterjen
    dengan manfaat membersihkan pakaian (fungsional), membuat pemakai pakaian
    yang dibersihkan merasa percaya diri (emosional), menjadi simbol gaya hidup
    masyarakat modern yang bersih (simbolis) dan menginspirasi lingkungan sekitar
    untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan dan hati nurani (sosial)

Indikator Citra Merek


Menurut (Rahmah, 2022) indikator-indikator citra merek adalah sebagai berikut:

  1. Kekuatan asosiasi merek
    Kekuatan yang terdapat dalam suatu produk terhadap produk lain sehingga
    menjadi keunggulan yang dapat dipertahankan atau dilakukan inovasi.
  2. Kesukaan asosiasi merek
    Kesukaan terhadap merek adalah kemampuan pelanggan untuk mengingat suatu
    merek setiap mereka akan melakukan pembelian. Hal ini terjadi karena konsumen
    tersebut suka terhadap merek tersebut dan percaya bahwa merek tersebut tidak
    akan mengecewakannya.
  3. Keunikan asosiasi merek
    Keunikan suatu merek adalah kemampuan yang dimiliki sebuah merek sehingga
    merek tersebut istimewa dan dapat membedakannya dari pesaing

Pengertian Citra Merek


Aaker dalam Simamora menjelaskan bahwa brand image merupakan sekumpulan
asosiasi unik yang ingin dibangun atau dipertahankan oleh para pemasar. Asosiasi
tersebut menjelaskan esensi dari sebuah merek dan janji kepada pelanggan. Merek
dagang melambangkan dan mengidentifikasi kualitas suatu produk. Oleh karena itu,
merek produk yang sudah ada selama bertahun-tahun menjadi sebuah image dan
status bagi para penggunanya yang dapat meningkatkan reputasinya. Menurut
Simamora, asosiasi merek menurut Aaker merupakan sekumpulan entitas yang
diasosiasikan dengan merek. Kehadiran asosiasi terhadap merek akan semakin kuat
apabila pelanggan memiliki banyak pengalaman dalam bertransaksi dengan merek
tersebut (Zahra, 2017).

Faktor yang mempengaruhi efektifitas Digital Marketing


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas digital marketing (Aeni,
2024) yaitu:

  1. Sasaran Pasar.
    Faktor terpenting dalam memilih target pasar adalah jika anda ingin
    mempromosikan produk Anda di setiap platform di Internet dan berfokus pada
    jutaan pengguna Internet sebagai target pasar anda, itu melibatkan biaya yang
    sangat besar.
  2. Teknologi.
    Teknologi merupakan tulang punggung digital marketing, sehingga penting bagi
    para pemasar untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi terkini.
  3. Konten.
    Konten yang dihasilkan harus mudah dipahami oleh konsumen dengan
    menggunakan bahasa yang lugas dan menampilkan konten yang menarik untuk
    menarik minat konsumen.
  4. Anggaran.
    Pemasaran digital memang lebih murah daripada pemasaran tradisional, tetapi
    tidak gratis. Oleh karena itu, perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk hal
    ini.
  5. Media Sosial.
    Banyak perusahaan yang berkecimpung di media sosial. Media sosial merupakan
    media untuk saling terhubung secara daring tanpa dibatasi oleh batasan waktu

Dimensi Digital Marketing


Dimensi penjualan digital marketing merupakan bagian dari faktor pemasaran 4P
menurut Kotlar dan Keller (2012: 25) dalam (Nurhidayati et al., 2023) yaitu product,
price, place, promotion yaitu:

  1. Product (produk).
    Sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar untuk menarik perhatian sehingga produk
    yang dijual dibeli, digunakan atau dikonsumsi, yang dapat memenuhi suatu
    keinginan atau kebutuhan konsumen.
  2. Price (harga).
    Nilai yang dipertukarkan konsumen untuk mendapatkan manfaat dari
    kepemilikan atau penggunaan suatu produk atau jasa, yang nilainya ditentukan
    oleh negosiasi antara pembeli dan penjual, atau yang ditetapkan oleh penjual
    dengan harga yang sama untuk semua pembeli.
  3. Place (tempat).
    Lokasi terkait dengan saluran penjualan yang akan digunakan untuk menjangkau
    pelanggan sasaran. Sistem distribusi ini meliputi lokasi, transportasi,
    pergudangan, dan lain-lain.
  4. Promotion (promosi).
    Promosi penjualan mengacu pada kegiatan yang menyampaikan manfaat produk
    dan membujuk pelanggan untuk membelinya

Indikator Digital Marketing


Menurut Yazer Nasdini (2012:32) dalam (Belan, 2024) digital marketing
memiliki 6 indikator yaitu:

  1. Accessibility (aksessibilitas).
    Kemampuan pengguna untuk mengakses informasi dan layanan yang disediakan
    melalui iklan daring. Istilah aksesibilitas secara umum mengacu pada cara
    pengguna dapat mengakses situs media sosial.
  2. Interactivity (interaktivitas).
    Tingkat komunikasi dua arah, yang mengacu pada kemampuan komunikasi dua
    arah antara pengiklan dan konsumen serta respons terhadap masukan yang
    diterima.
  3. Entertainment (hiburan).
    Kemampuan iklan untuk memberikan kesenangan atau hiburan kepada
    konsumen. Secara umum, banyak iklan yang memberikan hiburan sekaligus
    informasi.
  4. Credibility (kepercayaan).
    Seberapa dapat dipercayanya iklan yang ditayangkan kepada konsumen secara
    daring dan sejauh mana iklan tersebut memberikan informasi tentang mereka
    yang dapat dipercaya, tidak memihak, kompeten, kredibel, dan spesifik.
  5. Irritation (kejengkelan).
    Gangguan dalam periklanan daring, seperti manipulasi iklan yang menyebabkan
    penipuan atau pengalaman konsumen yang buruk dengan iklan daring.
  6. Informativeness (informative).
    Kemampuan sebuah iklan untuk memberikan informasi kepada konsumen
    merupakan hakikat sebuah iklan. Sebuah iklan juga harus memberikan deskripsi
    yang jujur tentang sebuah produk agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi
    konsumen.

Pengertian Digital Marketing


Menurut Kotler dan Armstrong (2018:34), digital marketing dan media sosial
mencakup penggunaan perangkat pemasaran digital seperti situs web, jejaring sosial,
iklan seluler, aplikasi, video daring, email, dan platform digital lainnya untuk
menjangkau konsumen di berbagai tempat dan kapan saja melalui PC, smartphone,
tablet, televisi, dan fungsi digital lainnya. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan
untuk memperhatikan dan memenuhi harapan pelanggan guna meningkatkan
kepuasan konsumen terhadap produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan.
Harapan pelanggan merupakan pemikiran yang harus dipenuhi oleh penyedia
layanan (produsen) dan terkait dengan keputusan pembelian produk yang harus
diperhitungkan oleh Perusahaan (Noviaty et al., 2022).
Digital Marketing atau bisa disebut pemasaran digital adalah suatu usaha atau
metode untuk memasarkan sebuah merek atau produk dengan menggunakan media
pendukung dalam bentuk digital. Metode ini mampu menjangkau konsumen baik
secara pribadi, relevan dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan atau keinginan
konsumen. Sejak awal tahun 2000, teknologi informasi telah memasuki pasar utama
dan dikembangkan labih jauh menjadi apa yang disebut sebagai new wave
technology. Menurut Kotler dalam (Musnaini et al., 2020) New wave technology
adalah teknologi yang memungkinkan konektivitas dan interaktivitas antar individu
dan kelompok.
Digital marketing merupakan bagian integral dari riset pemasaran, karena proses
ini melibatkan pengumpulan, analisis, dan pelaporan data yang diperoleh melalui
platform digital untuk mendukung keputusan pemasaran. Hair et al. (2021) dalam
Gea et al., (2024) menjelaskan bahwa digital marketing memungkinkan perusahaan
untuk mengakses data konsumen secara real-time, yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, mengembangkan strategi pemasaran, dan
mengevaluasi keberhasilan kampanye. Dengan menggunakan pendekatan sistematis
ini, perusahaan dapat memastikan bahwa aktivitas pemasaran digital seperti
kampanye media sosial, email marketing, dan optimasi mesin pencari (SEO)
dirancang untuk mencapai tujuan spesifik dan memberikan hasil yang terukur

Indikator Minat Beli


Menurut Kotler & Keller dalam Tumuju et al., (2022:33) menyatakan
minat beli diidentifikasikan melalui indikator-indikator berikut, yaitu :
Attention, Interest, Desire :
a. Attention
Attention menarik perhatian calon konsumen kebayang yang
ditawarkan produsen. Indikator ini merupakan tahap pertama dalam
mengevaluasi produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan calon
konsumen. Indikator ini juga membantu calon konsumen menjadi
lebih akrab dengan barang atau jasa yang ditawarkan.
b. Interest
Interest proses untuk menarik konsumen potensial untuk
membeli barang produsen. Setelah ini mereka mendapatkan
informasi lebih lanjut tentang barang atau jasa yang ditawarkan,
calon konsumen mulai tertarik untuk membeli barang tersebut.
c. Desire
Desire keinginan calon konsumen untuk mendapatkan
produk dari produsen setelah muncul keinginan untuk membeli,
calon konsumen mulai berpikir dan berbicara tentang barang atau
jasa yang ditawarkan. Pada tahap ini, mereka mulai tertarik dengan
barang atau jasa yang ditawarkan. Konsumen potensial sangat
tertarik untuk membeli dan mencoba barang atau jasa yang
ditawarkan selama tahapan ini.
d. Action
Mengambil keputusan atas penawaran secara pasif. Pada
titik ini, calon konsumen yang telah mengunjungi perusahaan akan
cukup yakin untuk membeli atau menggunakan barang yang
ditawarkan. Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas dalam
kaitannya dengan hierarki tanggapan konsumen model AIDA, minat
konsumen yang dimaksud adalah respons konsumen yang melewati
tahap kognitif, tahap pengaruh (affective), dan tahap perilaku.
Dalam tahap ini perhatian konsumen (attention), ketertarikan
konsumen (interest), dan kemudian menimbulkan keinginan
(desire) konsumen untuk membeli produk, yang menyebabkan
konsumen melakukan pembelian (action)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Beli


Menurut Super dan Crites dalam Maulidah & Russanti (2021:65-66)
berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi minat beli
pelanggan :
a) Faktor Sosial
Faktor sosial seperti kelompok sosial, keluarga, peran, dan
perilaku status sosial mempengaruhi perilaku konsumen. Bahwa
pada dasarnya seseorang cenderung meniru kebiasaan atau gaya
hidup orang terdekat mereka. Contohnya keluarga, kemungkinan
besar akan mempengaruhi keinginan beli seseorang.
b) Faktor Harga
Tidak dapat dihindari bahwa harga sangat mempengaruhi
minat sebagian besar pembeli pada pakaian bekas. sebagian besar
orang cenderung membeli barang dengan merek dan kualitas yang
sama dengan harga yang relatif rendah.
c) Faktor Kualitas Produk
Kualitas produk ditentukan oleh faktor pendukung yang
mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli atau
mengkonsumsi produk. Kualitas produk yang dijual juga akan
mempengaruhi tingkat ketertarikan masyarakat terhadap produk
tersebut.
d) Faktor Promosi
Mempengaruhi volume penjualan secara signifikan,
menunjukkan peran pentingnya promosi dalam pemasaran. Promosi
yang menarik pelanggan, sementara promosi yang tidak menarik
pelanggan enggan membeli

Aspek-aspek Minat Beli


Menurut Lucas dan Britt dalam Latief (2018:34) aspek-aspek yang
terdapat dalam minat beli adalah :

  1. Aspek ketertarikan didefinisikan sebagai perilaku pelanggan yang
    menunjukkan pemusatan perhatian yang disertai dengan rasa senang
    mereka terhadap suatu produk.
  2. Aspek keinginan didefinisikan sebagai perilaku konsumen yang
    menunjukkan keinginan untuk memiliki suatu produk.
  3. Aspek keyakinan didefinisikan sebagai perilaku pelanggan yang
    menunjukkan rasa percaya diri terhadap kualitas, daya guna, dan
    keuntungan dari membeli suatu produk disebut sebagai aspek
    keyakinan.

Pengertian Minat Beli


Menurut Kotler dan Keller dam Mardiani & Wardhana (2018:2580)
mendefinisikan sebagai perilaku konsumen dimana mereka berdasarkan
keinginan untuk membeli atau memilih suatu produk berdasarkan
pengalaman mereka memilih, menggunakan, dan mengkonsumsi
produk tersebut, atau bahkan keinginan tersebut.
Menurut Saputri dan Sidanti (2024:4) minat beli adalah keinginan
yang muncul secara spontan terhadap suatu produk sebagai hasil dari
proses pengamatan dan penelitian konsumen terhadap produk tersebut.
Ketika konsumen tertarik untuk membeli suatu produk akan muncul
perasaan tertarik dan menyukai produk tersebut, yang pada gilirannya
akan menimbulkan perasaan ingin membeli.
Menurut Tania et al. (2022:76) minat beli didefinisikan sebagai
ketika seseorang tertarik dengan produk yang dilihat dan kemudian
memiliki rasa keinginan untuk membeli dan memiliki produk tersebut.
Minat beli juga dikaitkan dengan keinginan konsumen untuk membeli
produk yang memenuhi kebutuhan mereka

Indikator Digital Marketing


Menurut Sanchez-Franco et al., (2014:81-97) indikator Digital
Marketing, yaitu :
a. Accessibility (aksesibilitas)
Kemampuan pengguna untuk mengakses informasi dan
layanan yang disediakan oleh periklanan online dikenal sebagai
aksesibilitas. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan cara pengguna
dapat mengakses situs sosial media.
b. Interactivity (interaktivitas)
Interaksi adalah tingkat komunikasi dua arah di mana
pengiklan dan pelanggan dapat berkomunikasi satu sama lain dan
menanggapi informasi yang mereka terima.
c. Entertainment (hadiah)
Entertainment adalah iklan dapat memberikan kesenangan
atau hiburan kepada pelanggan sambil memberi mereka informasi.
d. Credibility (kepercayaan)
Credibility adalah sejauh mana iklan memberikan informasi
tentang mereka yang dapat dipercaya, tidak memihak, kompeten,
kredibel, dan spesifik.
e. Irritation (kejengkelan)
Irritation adalah iklan online, seperti iklan yang
dimanipulasi yang menyebabkan penipuan atau pengalam buruk
konsumen, dikenal sebagai iritasi.
f. Informativeness (informative)
Hakekat iklan adalah dapat menyampaikan informasi kepada
pelanggan dan menghasilkan keuntungan finansial.

Faktor – faktor Digital Marketing


Menurut Goel et al., (2017:1064) faktor yang mempengaruhi efektifitas
Digital Marketing :

  1. Sasaran Pasar
    Yaitu komponen terpenting dalam memilih target pasar, jika
    ingin mempromosikan produk di setiap platform di internet dan
    fokus pada jutaan pengguna internet sebagai target pasar, ini akan
    melibatkan biaya besar.
  2. Teknologi
    Seperti yang diketahui teknologi adalah dasar pemasaran
    digital, jadi sangat penting bagi pemasar untuk tetap up-to-date
    dengan teknologi.
  3. Konten
    Konten adalah tempat dapat membedakan diri dari pemain
    lain di industri, harus menggunakan bahasa yang menarik dan
    rasional untuk konten yang di tawarkan.
  4. Anggaran
    Pemasaran digital tidak semahal pemasaran tradisional,
    tetapi tidak gratis. Oleh karena itu, anggaran yang khusus untuk itu
    diperlukan.
  5. Media Sosial
    Banyak perusahaan menggunakan media sosial. Organisasi
    hari ini tetap hidup dan memiliki catatan jaringan online yang baik.
    Selain itu, perusahaan meminta karyawannya melakukan hal yang
    sama saat berinteraksi dengan klien mereka. Banyak bisnis
    menggunakan platform jejaring sosial berbasis web untuk
    melakukan promosi

Indikator Green Marketing


Setelah mengetahui strategi pemasaran yang ramah lingkungan,
langkah selanjutnya bagi perusahaan adalah belajar tentang alat
pemasaran hijau yang digunakan oleh pemasar untuk mempromosikan
perusahaan dan barang-barangnya. Menurut Efendi, Ari, et al.
(2015:315) alat green marketing terdiri dari eco-label eco-brand, dan
enviromental advertisement.
a. Eco-label
Eco-label digunakan oleh konsumen untuk membantu
mereka memilih produk yang ramah lingkungan dan memungkinkan
mereka mengetahui tentang proses pembuatan produk. Mereka juga
berfungsi sebagai panduan bagi konsumen dalam memilih produk
yang ramah lingkungan dan berfungsi sebagai alat yang sering
digunakan oleh perusahaan untuk membedakan produk,
mempromosikan produk, dan mengkomunikasikan pesan yang
berkontribusi pada tanggung jawab lingkungan.
b. Eco-brand
Eco-brand merupakan nama, simbol atau desain barang yang
tidak merusak lingkungan. Konsumen di negara-negara Barat seperti
Amerika Serikat menanggapi merek produk ramah lingkungan
seperti Beauty Love and Planet dengan positif. Bisnis dapat
menggunakan merek hijau untuk menandai barang-barang mereka
sebagai produk hijau, sehingga pelanggan dapat membedakan merek
hijau dari merek non-hijau dalam kategori produk yang sama.
c. Enviromental Advertisement
Iklan dengan menggunakan tema lingkungan, perusahaan
dapat mempromosikan barang-barangnya kepada pelanggan yang
sadar lingkungan. Iklan hijau bertujuan untuk mempengaruhi
perilaku pembeli dengan mendorong mereka untuk membeli barang
yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan mengalihkan perhatian
mereka pada keuntungan yang dihasilkan dari perilaku pembelian
mereka sendiri, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk
lingkungan. Iklan yang berfokus pada lingkungan terdiri dari tiga
komponen utama: iklan yang menunjukkan bagaimana perusahaan
memperhatikan lingkungan, iklan yang menunjukkan bagaimana
perusahaan mengubah operasi mereka untuk menunjukkan
kepedulian dan dedikasi mereka untuk meningkatkan lingkungan,
dan iklan terakhir yang menunjukkan bagaimana perusahaan
bertindak

Faktor-faktor Green Marketing


Menurut Damastuti et al., (2021:363) Faktor Green Marketing yaitu:

  1. Environmental Awarness
    Menerapkan pemasaran hijau, tingkat kesadaran lingkungan
    adalah salah satu faktor kunci yang perlu dipertimbangkan.
    Environmental Awarness menghadirkan produk-produk yang
    ramah lingkungan dan lepas dari bahan-bahan yang berbahaya
    bagi alam dan kesehatan.
  2. Green Product Features
    Untuk menjadi produk unggul dibandingkan dengan yang
    lain, beberapa aspek seperti mutu, desain, rangka, takaran,
    kemasan, penyajian, jaminan dan rasa harus dievaluasi, yang
    dapat memikat minat konsumen.
  3. Green Product Price
    Green Product Price adalah harga komponen penting dalam
    pemasaran yang dapat mempengaruhi pelanggan terhadap
    kualitas produk. Banyak pelanggan yang bersedia membayar
    lebih mahal untuk barang yang mereka anggap memiliki nilai
    lebih. Karena produk hijau terbuat dari bahan-bahan alami,
    banyak pelanggan percaya bahwa produk hijau memiliki nilai
    dan manfaat untuk dirinya sendiri dan lingkungan.
  4. Green Product Promotion
    Yaitu dalam marketing hijau, promosi produk hijau adalah
    komponen yang harus dipertimbangkan. Banyak bisnis memilih
    untuk menggunakan iklan lingkungan di media elektronik dan
    cetak sebagai tanggapan terhadap peningkatan perhatian publik
    terhadap masalah lingkungan

Pengertian Green Marketing


Grand theory dalam penelitian ini menggunakan teori green
marketing. Menurut Delafrooz dan Nouri (2014:5) green marketing
didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan untuk menggantikan
kebutuhan dan keinginan saat ini dengan dampak negatif terhadap
lingkungan yang minimal. Ini digunakan sebagai alat pemasaran hijau
untuk mengkomunikasikan praktik-praktik, termasuk eco-label, eco-
brand, dan environmental advertisemental.
Menurut Arseculeratne and Yazdanifard (2014:136) pemasaran
produk yang aman bagi lingkungan adalah salah satu contoh pemasaran
hijau. Konsep pemasaran hijau mencangkup pembuatan produk yang
ramah lingkungan, pembuatan, promosi, dan pengepakan produk
dengan cara yang ramah lingkungan, dan upaya produsen dan
pemasaran iklan untuk mengembangkan produk yang memenuhi
tuntutan masyarakat yang peduli akan lingkungan. Konsep ini juga
memungkinkan pengembangan yang lebih inovatif dan ramah
lingkungan. Menurut Malyan dan Duhan (2019:5) green marketing
didefinisikan sebagai menilai pengaruh pemasaran terhadap lingkungan
dan bagaimana faktor lingkungan dapat mempengaruhi pilihan
pemasaran bagi perusahaan.

Sales Promotion Tools


Terdapat 9 bentuk dari sales promotion tools, yakni
(Nathania, 2021):

  1. Samples
    Sampel adalah salah satu alat paling penting untuk promosi
    penjualan. Sampel didefinisikan sebagai penawaran kepada konsumen
    sejumlah kecil produk untuk uji coba. Sampel gratis diberikan kepada
    konsumen untuk membangkitkan minat mereka pada produk. Sampel
    membantu konsumen memverifikasi kualitas produk.
    Sampel dikirimkan kepada konsumen. Sampel ini juga dikirim
    melalui surat atau diberikan kepada pelanggan di toko eceran itu sendiri.
    Terkadang, sampel dilampirkan ke produk lain.
  2. Coupons
    Kupon adalah sertifikat yang memberi pembeli tabungan saat
    mereka membeli produk tertentu. Kupon biasanya dikeluarkan bersama
    dengan produknya. Mereka memberikan hak kepada pemegangnya
    untuk simpanan tertentu atas produk atau pengembalian uang tunai.
    Kupon digunakan untuk kenyamanan dari barang yang
    diperoleh konsumen. Mereka dapat didistribusikan dari pintu ke pintu,
    melalui surat atau mereka dapat dimasukkan ke dalam paket.
    Terkadang, kupon dapat menjadi bagian dari iklan majalah atau surat
    kabar.
  3. Demonstration
    Demonstrasi diperlukan jika produk bersifat kompleks dan
    bersifat teknis. Pelanggan dididik tentang cara menggunakan produk
    dengan benar. Demonstrasi produk mendorong pelanggan untuk
    membeli. Demonstrasi diberikan tanpa biaya.
  4. Contests
    Kontes adalah acara promosi yang memberikan kesempatan
    kepada konsumen untuk memenangkan sesuatu seperti uang tunai,
    perjalanan, atau barang. Kontes dilakukan untuk menarik pelanggan
    baru. Mereka memperkenalkan produk baru dengan meminta prospek
    menyebutkan alasan pembelian produk tersebut.
  5. Cash refund offer
    Penawaran pengembalian uang tunai adalah potongan harga
    yang diberikan dari harga produk. Ini adalah tawaran untuk
    mengembalikan sebagian dari harga pembelian suatu produk kepada
    konsumen yang mengirimkan bukti pembelian ke produsen. Selain itu,
    jika pembeli tidak puas dengan produk tersebut, seluruh harga atau
    sebagian akan dikembalikan. Penawaran pengembalian uang tunai
    tertera pada produk.
  6. Premium
    Premium mengacu pada barang yang ditawarkan secara gratis
    atau dengan biaya rendah sebagai insentif untuk membeli suatu produk.
    Premi mungkin ada di dalam paket, di luarnya, atau diterima melalui
    pos. Paket yang dapat digunakan kembali berfungsi sebagai premium.
    Premi likuiditas adalah jumlah tambahan yang ditawarkan
    dengan harga normal. Stempel perdagangan diberikan oleh penjual
    kepada konsumen. Ini dapat ditebus di pusat penebusan stamp.
  7. “Price off” offer
    Barang dijual dengan harga lebih murah selama periode
    penjualan cukup rendap. Dengan adanya penurunan harga maka dapat
    mendorong penjualan barang.
  8. Consumer sweepstakes
    Undian meminta konsumen untuk mengirimkan nama mereka
    untuk undian. Nama-nama konsumen termasuk dalam daftar pemenang
    hadiah kontes. Pengundian undian dan pemenang mendapatkan hadiah.
  9. Buy back allowances
    Tunjangan diberikan kepada pembeli atas dasar pembelian
    mereka sebelumnya. Dengan kata lain, tunjangan pembelian kembali
    diberikan untuk pembelian selanjutnya, berdasarkan jumlah barang
    yang dibeli sebelumnya

Dimensi Sales Promotion


Terdapat tiga aspek yang merupakan dimensi dari sales promotion
yang memengaruhi keberhasilan sales promotion. Ketiga aspek tersebut, yakni
(Kotler & Keller, 2018, p. 622):

  1. Incentive Value
    Sebelum suatu perusahaan melakukan kegiatan promosi, perusahaan
    tersebut diharuskan menentukan besaran budget tambahan atau insentif
    yang akan diberikan kepada konsumennya. Perhitungan incentive value
    ditentukan dari beberapa hal seperti, margin perusahaan, reaksi
    konsumen dalam menilai promosi, dsb. Konsumen produk atau jasa
    akan semakin tertarik apabila nilai insentif yang ditawarkan dalam
    promosi semakin besar.
  2. Duration
    Perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan sales promotion harus
    menentukan jangka waktu promosi yang akan dilaksanakan. Tidak ada
    patokan pasti untuk menentukan durasi promosi tersebut, akan tetapi
    promosi dengan durasi yang pendek akan menimbulkan respon impulsif
    yang lebih besar daripada promosi dengan durasi yang panjang. Di lain
    hal, promosi dengan durasi yang panjang memiliki kesempatan untuk
    diketahui oleh lebih banyak target market daripada promosi dengan
    durasi yang pendek
  3. Distribution Media
    Aspek ini memberikan penjelasan mengenai cara yang digunakan oleh
    perusahaan atau merek dalam memilih saluran yang dianggap paling
    tepat dalam menyebarkan aktivitas sales promotion. Lahirnya berbagai
    macam media baru untuk menyalurkan informasi dalam aktivitas sales
    promotion ini disebabkan oleh perkembangan zaman. Hal ini
    menyebabkan aktivitas sales promotion juga dapat disebarkan melalui
    media sosial, digital ads, hingga penggunaan influencer. Tidak lagi
    hanya sekedar melalui iklan tradisional.

Sales Promotion


Kotler dan Keller berpendapat bahwa sales promotion adalah arahan
langsung dalam pemasaran yang terdiri dari insentif jangka pendek untuk
merangsang konsumen untuk melakukan pembelian atau penjualan produk
atau jasa (Kotler & Keller, 2018, p. 622). Sedangkan menurut Belch & Belch,
sales promotion merupakan suatu elemen promosi yang memberikan nilai lebih
pada suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Nilai lebih tersebut ditujukan
kepada reseller atau konsumen akhir. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
meningkatkan pembelian langsung yang sebagian besar berasal dari impulsive
buyer (Belch & Belch, 2012, p. 87). Dalam bukunya Andrews & Shimp
mengatakan bahwa Sales promotion mengarah pada perdagangan (grosir/
distributor dan pengecer), konsumen dan terkadang kepada pihak penjualan
perusahaan itu. Sales promotion terbagi menjadi dua kategori, yakni (Andrews
& Shimp, 2017, p. 40):

  1. Trade Sales Promotion
    Kategori ini ditujukan untuk mengaktifkan respon dari para perantara
    pemasaran yaitu pedagang grosir, distributor, dan pengecer. Contoh bentuk
    dari trade sales promotion adalah display allowances, diskon untuk jumlah
    besar, dan rewards.
  2. Consumer Sales Promotion
    Kategori ini ditujukan untuk konsumen akhir atau pengguna dari produk
    atau jasa. Contoh bentuk dari consumer sales promotion adalah
    penggunaan kupon, premi, sampel gratis, kontes/ undian, dan rabat.
    Selain itu, salah satu bentuk contoh dari consumer sales promotion
    adalah influencer marketing karena bentuk kegiatan yang dimiliki oleh
    influencer marketing meliputi pembagian kode promo, pembagian
    voucher, undian/ giveaway, dsb yang merupakan bagian dari consumer
    sales promotion juga.

Tipe Influencer Marketing berdasarkan Tujuan


Di era sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan strategi
influencer marketing dalam memasarkan produknya. Strategi pemasaran ini
dianggap paling relevan. Hal ini dikarenakan karakteristik yang dimiliki oleh
influencer media sosial sangat efektif untuk digunakan sebagai media perantara
dalam memperkenalkan sebuah merek dan membuat audiens dari influencer
tersebut melakukan aksi yang diharapkan oleh sebuah merek.
Namun dalam menjalankan strategi ini juga diperlukannya tahap
identifikasi tujuan pemasaran dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam
menjalankan kegiatan promosi sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.
Menurut Dimas, terdapat beberapa tipe influencer marketing berdasarkan
tujuannya yang dapat dilakukan, yaitu (Gityandraputra, 2020):

  1. Bertujuan untuk meningkatkan Brand Awareness
    a. Channel Takeover
    Melalui tipe ini sebuah merek dapat bekerja sama dengan
    puluhan hingga ratusan influencer untuk menyebarkan pesan dari
    kampanye yang dijalankan oleh merek tersebut melalui sudut pandang
    influencer. Hal ini memberikan gambaran keadaan seolah-olah berbagai
    saluran media sosial itu diambil alih oleh sebuah merek.
    Tujuan strategi ini adalah untuk dapat meningkatkan jangkauan
    sasaran audiens yang lebih luas. Tipe ini juga dapat menimbulkan rasa
    penasaran pada masyarakat untuk mencari tahu lebih banyak lagi
    mengenai kampanye yang sedang berlangsung. Hal ini mengakibatkan
    semakin banyak orang yang lebih mengenal merek yang ditawarkan
    dalam kegiatan pemasaran tersebut.
    b. Creative Challenge
    Creative challenge merupakan suatu aktivitas unik menantang
    yang dibuat oleh suatu merek untuk diikuti oleh masyarakat luas melalui
    sebuah platform, biasanya melalui media sosial. Jika suatu merek
    melangsungkan aktivitas tersebut dan diikuti oleh ribuan hingga jutaan
    pengguna media sosial, maka merek tersebut akan mendapatkan
    keuntungan dari banyaknya orang yang jadi mengenal dan
    memperbincangkan kampanye dari merek tersebut.
    c. Emotional Storytelling
    Melalui emotional storytelling, sebuah merek dapat menangkap
    perhatian audiens dengan mengangkat berbagai kisah emosional.
    Keunggulan dari tipe strategi ini adalah cerita yang disampaikan oleh
    influencer atau merek dapat membuat calon konsumen melibatkan
    perasaan yang pada akhirnya konsumen merasa lebih percaya dengan
    pesan yang disampaikan.
  2. Bertujuan untuk membangun merek (Brand Building)
    a. Product Placement
    Bentuk dari tipe strategi ini adalah bekerja sama dengan
    berbagai influencer yang cocok dengan merek agar mereka dapat
    membagikan kisah unik dan mengemas pesan dari kampanye yang ingin
    disampaikan ke dalam cerita yang familiar bagi sasaran audiensnya.
    b. How-To’s
    Manfaat yang dapat diperoleh dari tipe strategi ini adalah
    memberikan merek kesempatan untuk dapat lebih mudah ditemukan
    calon konsumen. Pada dasarnya, terdapat banyak pengguna internet
    yang senang dan sering mencari video dari cara untuk melakukan
    sesuatu, atau how-to dari produk tertentu yang mereka inginkan.
  3. Bertujuan untuk Product Consideration
    a. Guides and Review
    Tipe strategi ini memiliki kemiripan dengan tipe how-to, yang
    menjadi perbedaannya adalah melalui guides and review sebuah pesan
    disampaikan dengan lebih mendalam. Cara ini dikatakan cukup efektif
    untuk mengkonversi calon konsumen, dikarenakan isi kontennya yang
    bermanfaat untuk audiens. Terlebih pesan pada konten ini disampaikan
    oleh influencer dengan cara komunikasi yang mudah dipahami banyak
    orang.
    b. Promos
    Pada dasarnya banyak orang yang tertarik dengan penawaran
    promo dikarenakan mereka dapat memperoleh atau membeli sesuatu
    yang mereka inginkan dengan harga yang relatif lebih murah atau
    terdapat keuntungan lebih. Hal ini juga yang yang membuat tipe strategi
    ini dikatakan tepat untuk menarik audiens agar segera membeli produk
    yang dipromosikan. Keunggulan lainnya dari tipe ini adalah ROI lebih
    mudah diukur lewat kode unik atau tautan yang diikutsertakan dalam
    kontennya

Kriteria Pemilihan Influencer


Menurut Backaler terdapat beberapa faktor yang menjadi kunci utama
yang perlu dianalisis oleh perusahaan dalam proses pemilihan influencer
terlepas dari jumlah pengikut atau audiens yang mereka pengaruhi, atau peran
yang mereka lakukan guna menciptakan awareness maupun engagement antara
pengikutnya dengan perusahaan. Konsep ini disebut dengan Influencer’s ABCC
yaitu (Backaler, 2018, p. 28):
a. Authenticity
Kunci utama dari seorang influencer agar dapat sukses adalah memiliki
hubungan yang asli atau otentik dan terpercaya antara influencer itu sendiri
dengan komunitas yang dimilikinya. Hal ini juga akan menjadi salah satu
faktor yang memengaruhi seorang influencer ketika bekerja sama dengan
sebuah merek. Yang menjadi perhatian utama seorang influencer adalah
bagaimana cara menjaga keotentikan dan kepercayaan dari para
pengikutnya.
b. Brand Fit
Bagi influencer konsistensi personal brandingnya juga sangat penting agar
dapat memperoleh “efek pengaruh” yang lebih banyak dari para
pengikutnya. Akan tetapi seorang influencer dan perusahaan memerlukan
keseimbangan antara personal branding dari influencer itu sendiri dengan
citra yang dimiliki oleh perusahaan atau merek sebelum memutuskan untuk
berkolaborasi. Apabila terdapat ketidaksesuaian, hal ini hanya akan
mengakibatkan usaha yang sia-sia bagi kedua pihak.
c. Community (Reach, Resonance, Relevance)
Seorang influencer identik dengan komunitas yang dimilikinya. Komunitas
yang dimaksud dalam hal ini merupakan kumpulan pengikut di media
sosial. Yang menjadi salah satu bentuk analisis untuk mengukur tingkat
kesuksesan dari kolaborasi atau kerja sama dengan influencer adalah
analisis mengenai komunitas yang sudah ditargetkan, dilibatkan, dan
berkembang beriringan dengan influencer tersebut.
Terdapat 3 tahap dalam mengukur kesesuaian komunitas influencer
dengan target audience perusahaan, yakni (Solis, 2012, p. 258):

  1. Reach
    Hal ini merujuk pada jumlah pengikut (followers) dari seorang digital
    influencer. Akan tetapi besarnya jumlah pengikut dari seorang
    influencer tidak selalu menjamin kesuksesan. Mengetahui pengikut dari
    influencer mana yang cocok dengan target audience dari sebuah merek
    merupakan hal yang lebih penting. Aspek inilah yang membedakan satu
    influencer dengan influencer lainnya berdasarkan kategori jumlah
    followers mereka.
  2. Resonance
    Resonance merupakan jumlah engagement yang diberikan oleh follower
    dari seorang influencer terhadap konten yang dibagikan oleh influencer
    tersebut. Faktor inilah yang dapat menentukan apakah sebuah
    komunitas akan aktif untuk meneruskan konten dari influencer tersebut
    serta membagikannya lagi.
  3. Relevance
    Relevance ini menggambarkan tingkat kesesuaian dan kesetaraan antara
    nilai-nilai yang dimiliki oleh influencer dengan brand image sebuah
    merek atau produk. Relevance dapat dilihat dari konten yang dibagikan
    dan dibuat oleh influencer dan apakah influencer tersebut memiliki
    nilai, kultur dan demografis yang serupa dengan target audience dari
    sebuah merek.
    Ketiga aspek di atas akan sangat berpengaruh dalam mengukur
    kesuksesan seorang influencer sebelum perusahaan menentukan akan
    berkolaborasi dengan influencer tersebut.
    d. Content
    Konten merupakan cara yang dilakukan seorang influencer untuk dapat
    meningkatkan nilai dan membangun relasi dengan komunitas yang mereka
    miliki melalui konten-konten yang mereka buat di akun media sosialnya.
    Backaler berpendapat bahwa seorang influencer harus dapat
    mempertimbangkan dan memikirkan bagaimana cara agar dapat membuat
    konten yang konsisten mengenai topik tertentu dan mengemasnya dengan
    sekreatif mungkin sehingga dapat menarik komunitas untuk mengikuti akun
    tersebut (Backaler, 2018, p. 31)

Kategori Influencer


Influencer marketing merupakan salah satu bentuk dari pemasaran
digital yang dianggap paling tepat dan efektif untuk ROI (Return of Investment).
Setiap US$ 1 yang digunakan untuk kegiatan influencer marketing, sebuah
merek bisa mendapatkan penghasilan sebesar US$ 5,78 sebagai bentuk dari
ROI (Return of Investment). Hal ini lah yang mengakibatkan 91% pemasar
percaya bahwa influencer marketing merupakan bentuk pemasaran yang paling
efektif (Geyser, 2021).
Salah satu tantangan yang dihadapi sebuah merek dalam menjalankan
influencer marketing adalah bagaimana cara memilih influencer yang tepat
untuk mempromosikan kampanye pemasaran mereka. Hal ini dikarenakan
karena terdapat banyak sekali kategori influencer (Geyser, 2021).
Berdasarkan jumlah pengikutnya (followers) kategori influencer terbagi
menjadi 4, yakni (Geyser, 2021):

  1. Nano Influencer (1K-10K followers)
    Kategori influencer ini memiliki dari 1000 hingga 10.000 pengikut di
    media sosialnya. Biasanya pengikut mereka di media sosialnya sangat
    terlibat dan memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi (engagement
    rate). Nano influencer biasanya merupakan pendukung yang sangat
    aktif dalam menyuarakan merek dan produk yang mereka sukai dan
    pengikut mereka menghargai rekomendasi dan review jujur dari
    mereka. Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan
    pengikutnya dan mereka juga meluangkan waktu mereka untuk terlibat
    dengan pengikutnya guna mengembangkan hubungan tersebut.
  2. Micro Influencer (10K-100K followers)
    Micro influencer memiliki antara 10.000 hingga 100.000 pengikut di
    media sosialnya. Meskipun mereka memiliki pengikut yang cukup
    banyak, micro influencer masih dianggap memiliki hubungan cukup
    dekat dengan pengikutnya dan pengikutnya cenderung terlibat. Pada
    kategori ini, influencer cenderung mengkhususkan diri dalam kategori
    tertentu. Mereka juga biasanya memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi
    dengan audiens yang ditargetkan. Hal ini mempermudah sebuah merek
    untuk membuat iklan khusus dengan influencer ini.
  3. Macro Influencer (100K-1M followers)
    Macro influencer memiliki antara 100.000 hingga 1.000.000 pengikut
    dan cenderung memiliki daya tarik yang lebih luas daripada micro
    influencer. Macro influencer biasanya adalah selebgram, blogger,
    vlogger, atau podcaster. Macro influencer memiliki jumlah pengikut
    yang cukup besar yang telah mereka kembangkan selama berbulan-
    bulan atau bahkan bertahun-tahun dalam membina hubungan yang juga
    beriringan dengan meningkatkan jumlah pengikut. Dikarenakan jumlah
    pengikut mereka yang cukup besar, kemungkinan mereka akan
    memiliki tingkat keterlibatan relatif rendah.
  4. Mega Influencer (> 1M followers)
    Kategori influencer ini lebih dari 1.000.000 pengikut, biasanya mereka
    adalah selebritas. Sebuah merek harus memiliki anggaran pemasaran
    yang sehat dan cukup besar untuk dapat bekerja sama dengan Mega
    influencer ini. Perlu juga dipahami bahwa audiens yang tertarik dengan
    mega influencer akan sangat luas

Influencer Marketing


Seperti yang sudah dikatakan Chaffey & Chadwick pada bukunya
yang berjudul Digital Marketing; Strategy, Implementation and Practice yang
menjelaskan bahwa saluran media digital terbagi menjadi enam yang salah
satunya merupakan social media marketing (Chaffey & Chadwick, 2016, p.
478). Dalam elemen ini terdapat dua konsep utama yakni viral marketing dan
e-WOM (electronic word of mouth). Influencer marketing merupakan salah
satu bentuk dari electronic word of mouth yang akan menjadi fokus dalam
penelitian ini.
Hsieh, Hsieh & Tang mengatakan bahwa Electronic word of mouth
mengacu pada testimoni dan komentar baik atau buruk yang dibuat oleh
konsumen mengenai suatu produk, layanan atau organisasi yang didiskusikan
secara terbuka melalui media online. Salah satu penerapan dari penggunaan e-
WOM adalah berkomunikasi melalui influencer yang dilakukan pada orang
yang sesuai dengan target market serta memiliki kredibilitas (Suki & Suki,
2019).
Dalam pengembangan strategi digital marketing terdapat berbagai jenis
media yang digunakan, selain itu digital marketing juga melibatkan
pemahaman yang kompleks. Ada tiga jenis saluran utama media dalam digital
marketing, yakni (Chaffey & Chadwick, 2016, p. 38):

  1. Paid Media
    Merupakan media yang dibeli oleh perusahaan yang digunakan
    untuk memperoleh paparan atau exposure sehingga dapat
    menjangkau target market. Umumnya media ini merupakan
    contoh dari penerapan iklan dari sebuah perusahaan.
  2. Owned Media
    Merupakan media yang dimiliki oleh perusahaan yang
    diterbitkan dan dikelola sendiri oleh perusahaan.
  3. Earned Media
    Merupakan media yang publik miliki dan dengan sukarela
    menjadi media yang menyebarkan atau membicarakan hal-hal
    mengenai sebuah merek atau perusahaan

Digital Marketing


Menurut Chaffey & Smith digital marketing merupakan suatu cara
yang dilakukan untuk memasarkan produk atau jasa yang relevan dengan
pelanggan dikarenakan pemahaman pelanggan sangat baik yang pada
akhirnya akan memperluas jalur distribusi dan meningkatkan penjualan
(Chaffey & Smith, Digital Marketing Excellence: Planning, Optimizing and
Integrating Online Marketing. 5th Edition., 2017, p. 44). Di samping itu,
Chaffey & Chadwick juga mengatakan bahwa digital marketing adalah suatu
kegiatan pemasaran yang menerapkan teknologi dan media digital untuk
menjalankan fungsi pemasaran serta mencapai objektif yang diinginkan
(Chaffey & Chadwick, 2016, p. 106).
Dalam bukunya, Chaffey & Chadwick mengatakan bahwa digital
marketing memiliki dan menggunakan beberapa saluran media digital yang
berbeda untuk menjalankan proses pemasaran. Saluran-saluran media digital
tersebut terbagi menjadi 6 yakni (Chaffey & Chadwick, 2016, p. 406):

  1. Search Engine Marketing (SEM)
  2. Online Public Relations (E-PR)
  3. Online Partnerships (affiliate marketing and co-marketing)
  4. Interactive Display Advertising
  5. Opt-in Email Marketing
  6. Social Media Marketing (Viral and Electronic Word of Mouth
    Marketing)

Marketing Communication


Menurut Kotler dan Keller“Marketing communications are means by
which firms attempt to inform, persuade, and remind consumers – directly or
indirectly – about the products and brands they sell”. Artinya, komunikasi
pemasaran merupakan sebuah cara yang dipakai oleh perusahaan untuk
menginformasikan, memengaruhi, serta memperingatkan konsumen secara
langsung dan tidak langsung mengenai suatu produk dan merek yang dijual
(Kotler & Keller, 2018, p. 580). Sedangkan menurut Clow dan Baack
menyatakan bahwa komunikasi didefinisikan sebagai kegiatan mengirimkan,
menerima, dan memproses informasi (Clow & Baack, 2016, p. 30).
Definisi dari komunikasi pemasaran (marketing communication) dapat
dijabarkan demikian yaitu hubungan antara “komunikasi” dan “pemasaran”
karena komunikasi pemasaran merupakan gabungan dari kedua kajian tersebut.
Secara umum, marketing communication merupakan aktivitas pemasaran yang
menggunakan cara-cara komunikasi dengan tujuan untuk menyampaikan pesan
kepada masyarakat yang berkeinginan mencapai tujuan dari perusahaan yakni
meningkatkan keuntungan.
Menurut Alison Theaker, bahwa public relations dalam ranah
hubungan dengan pelanggan sering dikategorikan sebagai marketing
communications (Theaker, 2011, p. 186). Marketing communications tidak
hanya sekedar berfokus pada proses meraih pelanggan, namun pada
bagaimana cara mempertahankan mereka (Theaker, 2011, p. 191). American
Marketing Association (AMA) berpendapat bahwa pemasaran merupakan
sebuah proses yang merencanakan dan melaksanakan konsep, harga, promosi,
dan mendistribusikan pokok pikiran, barang, jasa guna menciptakan
pertukaran nilai yang menguntungan individu atau organisasi yang terkait.
Dalam marketing communication terdapat konsep marketing mix atau
bauran pemasaran. Bauran pemasaran ini terdiri dari sekumpulan tingkatkan
tertentu yang spesifik dari suatu merek yang juga disebut dengan 4p (product,
price, place (distribution), promotion) dan biasanya ditujukan pada target
market tertentu (Andrews & Shimp, 2017, p. 8).

Keunggulan Dan Kendalan Pemasaran Digital


Berikut ini ada bebrapa keungulan dari pemasaran produk secara digital)adalah
sebagai berikut:

  1. Membuat Pemasaran Jauh Lebih Efektif
    Pemasaran digital secara tidak langsung dapat meningkatkan efisiensi
    pemasaran karena dukungan platform periklanan memungkinkanpembisnis
    menargetkan pelanggan untuk menyesuaikan diri dengan barangdan jasa
    yang mereka jual. Akibatnya, biaya pemasaran tidak akan sia-sia di masa
    depan.
  2. Lebih mudah dalam mengumpulkan data
    Untuk mengembangkan strategi pemasaran media sosial, pemilik dapat
    mendapatkan banyak data, seperti komentar pelanggan, yang kemudian akan
    digunakan sebagai evaluasi. Ini lebih mudah dalam pemasaran. untuk pemilik
    dalam mengembangkan strategi pemasaran media sosial.
  3. Lebih memudahkan dalam pemasaran
    Karena kemampuan untuk menggunakan berbagai jenis media sosial yang
    paling populer seperti Instagram, Facebook dan lain-lain. Pemasaran digital
    menjadi lebih mudah untuk memperluas jangkauan pelanggan.
  4. Biaya untuk iklan yang lebih murah dalam pemasaran digital
    sekarang dapat dilakukan dengan biaya yang lebih sedikit. Memasang iklan
    di TV atau menggunakan influencer akan membutuhkan biaya yang lebih
    tinggi dan target pelanggannya tidak spesifik. Dengan menampilkan atau
    memposting konten yang menarik, pengguna dalam dunia digital marketing
    anda lebih bebas menentukan tujuan sesuai dengan keinginan dan tujuan
    anda bisnis

Manfaat Pemasaran Digital


Menurut (pangestika 2018) manfaatn dari adanya pemasaran yaitu sebagai
berikut:

  1. Keputusan penyebaran pemsaran menggunakan media digital dan mengukur
    pemasaran digital dapat dilakukan dengan cepat,
  2. Jangkauan pemasaran digital yang luas memilki jangkuan geografis yang luas
    sehinga dapat meyebarkan produk ke seluruh dunia hanya dengan
    memanfaatkan internet.
  3. Jika menggunakan media online, mudah untuk menilai hasil kegiatan secara
    langsung. Informasi seperti jumlah produk yang tersedia, serta tingkat konversi
    penjualan setiap iklan dan individu lainnya juga dapat diakses (Sasongko et al.,
    2020)

Pemasaran digital


Bawha menjelaskan bahwa strategi pemasaran adalah cara berpikir tentang
pemasaran untuk mencapai suatu tujuan. (Alma Dicky dan Resti 2020) mengatakan
bahwa strategi pemasaran adalah pola keputusan bisnis yang mengidentifikasi dan
mengungkapkan tujuan, sasaran, atau tujuan yang mengarah pada kebijakan dan
rencana utama untuk mencapai tujuan tersebut, serta merici jangkauan bisnis akan
dicapai oleh perusahaan. Menurut (Adhikari 2018), stategi pemasaran strategi
marketing didasarkan pada kombinasi marketingmix yang mencakup fitur produk,
nilai proposal, harga, komunikasi intergrated marketing, manajemen penjualan dan
distribusi, dan layanan yang akan memberikan nilai yang lebih baik kepada
pelanggan daripada pesaing mereka di pasar. Dengan kata lain, strategi pemasaran
memerlukan kombinasi produk dan layanan yang akan memberikan nilai yang lebih
besar kepada pelanggan daripada pesaing di pasar (Silviana, 2012).
Pemasaran digital adalah suatu aktivitas promosi yang memanfaatkan digital
untuk mempromosikan barang, jasa, atau merek. Karena perkembangan tren
teknologi dan bisnis di dunia bisnis semakin beragam. Salah satunya adalah tren
pemasaran digital. Setara yang kita tahu digital marketing menjadi pilihan utama
banyak pihak. Alhasil, semua pihak berlomba-lomba membuat konten yang
menarik untuk ditampilkan di web digital marketing (Irfani et al., 2020). Tujuan
pemasaran digital adalah untuk menarik konsumen dan pelanggan potensial dengan
cepat. Pengertian digital marketing menurut (Ryan Kristo Muljono 2018) Digital
marketing menggunakan internet dan teknologi informasi sebagai medianya.
Kegiatan pemasaran digital yang melibatkan penggunaan berbagai media sosial
untuk mempromosikan produk dan mencari pasar.
Menurut (Kotler dan Armstrong 2018), pemasaran digital adalah pemasaran
melalui jejaring sosial dengan menggunakan platform layanan digital seperti situs
web, jejaring sosial, aplikasi, video online, pasar email, dll untuk menjangkau
pelanggan kapan saja, di mana saja melalui . komputer atau ponsel. Dari Pemasaran
digital mencakup segala kegiatan pemasaran dan promosi barang dan jasa melalui
media online yang memiliki jangkauan pasar yang luas dan mudah dilakukan dari
mana saja.
Menurut (Sudaryo 2020) mengatakan pemasaran digital melalui telepon,
web atau perangkat lain menawarkan pendekatan baru dan canggih dalam dunia
pemasaran dan sangat tepat sasaran. berpengaruh untuk pengusaha dan banyak
perusahaan memilih untuk pengusaha dan banyak perusahaan memilih untuk
melakukan pemasaran digital daripada pemasaran tradisional karena dianggap
interaktif.
Menurut (Ekollar dan oberer 2007) mengakatakn bahwa pemasaran dgital
mengacu bentuk yang memberikan informasi dalam bentuk digital yang dapat
diakses melalui komputer, mobile phone atau segala bentuk perangkat digital yang
lainnya dengan melalui iklan produk untuk mencapai peningkatan penjualan dan
mempromosikan brand menyapaikan pesan brand tersebut

Komponen Pemasaran


Menerapkan dan memantau program yang dirancang untuk membangun dan
mempertahankan perdagangan yang menguntungkan dengan pasar sasaran
(Laksana, 2019).

  1. Produk
    Penanganan unsur produk melibatkan merencanakan dan mengembangkan produk
    atau kursus yang cocok untuk dibawa ke pasar dengan memodifikasi produk atau
    jasa dengan menambahkan berbagai jenis produk atau jasa. Produk mengacu pada
    barang yang dimaksudkan untuk dijual kepada pelanggan, mulai dari perencanaan,
    pengembangan hingga pemasaran. Produk harus memenuhikebutuhan pelanggan
    akan lebih banyak produk yang ada tersedia atau memenuhiketidak hadiran produk
    di pasar.
  2. Harga
    Sistem yang bertanggung jawab untuk mengelola perusahaan akan
    menentukan.harga standar yang tepat untuk barang atau jasa yang diproduksi oleh
    perusahaan atau pemasaran akan ditentukan oleh sistem manajemen bisnis. Sistem
    ini juga harus menetapkan strategi untuk berbagai potongan harga, pembayaran,
    pengangkutan mobil, dan variabel biaya lain yang terkait.
  3. Tempat
    Mayoritas Produsen menggunakan perantara pemasaran untuk memasarkan
    barang mereka. terutama barang melalui pembentukan saluran distribusi, yaitu
    sekelompok perusahaan saling ketergantungan dalammenyediakan produk yang
    dimaksudkan untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna
    bisnis. Beberapa faktor utama yang diperhatikan termasuk bisnis menjual
    produknya melalui toko fisik, situs web, atau keduanya? Pengembangan sistem
    distribusi dan pemilihan lokasi yang strategis adalah dua contohnya.
  4. Promosi
    Perusahaan Pemasaran adalah tidak hanya berbicara tentang produk,
    harganya, dan bagaimana produk didistribusikan; mereka juga membuat produk
    dikenal oleh masyarakat sehingga mereka ingin membeli barang tersebut. Promosi
    berbeda-beda tergantung pada tahap siklus produk.

Pemasaran


Menurut (Yulian 2019) sebuah proses untuk produksi, distribusi, promosi, dan
menentukan harga barang yang dapat memuaskan aktivitas dan pencapaian (Fandy
dan Diana 2020) adalah proses menciptakan, mendistribusikan, mengiklankan, dan
menentukan harga barang dan jasa.
Bagaimana membantu, menciptakandan menjaga hubungan baik dengan
pemangku kepentingan dalam lingkungan yang dinamis. Manajemen dan
pemasaran adalah dua kata yang membentuk manajemen pemasaran. Kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian disebut manajemen.
Menurut Yulia (2019), manajemen pemasaran adalah analisis perencanaan,
pelaksanaan, dan pengendalian program yang dirancang untuk mencapai tujuan
perusahaan, manajemen pemasaran menganalisi pengembangan

Pengertian UMKM (usaha Mikro Kecil, dan Menegah)


adalah perusahaan perseorangan dan dijalankan oleh perorangan sebagai
usaha perusahaan yang dimikili dan dioperasikan oleh orang-orang atau badan
usaha dengan aset dan pendapatan tertentu. Sementara itu, pengertian usaha mikro,
kecil, dan menengah yang disebutkan dalam undang-undang Republik Indonesia
(2008) adalah usaha ekonomi produktif mandiri yang dioperasikan oleh orang
perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau
afiliasi dari perusahaan tersebut dan dimiliki, dikuasai, atau baik langsung maupun
tidak langsung menjadi bagian dari usaha menengah atau besar yang memenuhi
persyaratan usaha kecil dan menengah atau dengan sejumlah besar kekayaan bersih
atau hasil penjualan tahunan. Setiap pelaku UMKM memiliki strategi masing-
masing agar bisnis yang dipimpinnya dapat mengatasi setiap tantangan yang ada.
Agar bisnis para pelaku UMKM dapat bertahan, para pelaku selalu berorientasi
pasar dan selalu melakukan inovasi barang atau jasanya(Chitra et al., 2023)

Manfaat Penerapan Digital Marketing


Sebelum membeli produk dari sebuah
perusahaan, individu cenderung memperoleh informasi
dan melakukan pencarian online melalui platform media
sosial. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kehadiran
online organisasi di berbagai platform media sosial
(Ayesha et al., 2022). Manfaat dari pemasaran digital
adalah menyederhanakan proses identifikasi merek
produk.
Pemanfaatan informasi digital menawarkan
banyak keuntungan bagi masyarakat, termasuk
peningkatan efisiensi, kenyamanan, informasi yang lebih
relevan, harga yang kompetitif, dan pengurangan biaya
(Indrapura dan Fadli, 2023). Pemasaran digital sebagai
strategi pemasaran menawarkan keuntungan seperti
interaktivitas, pembaruan secara real-time, aksesibilitas
yang mudah, peningkatan keterlibatan dan keterlibatan
audiens, serta ruang dan waktu yang tidak terbatas.
Keuntungan dari pemasaran digital bagi
perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran produk
atau jasa adalah sebagai berikut, menurut (Pangestika,
2018):
a) Kecepatan penyebaran. Strategi pemasaran media
digital dapat dieksekusi hanya dalam hitungan detik.
Selain itu, pemasaran digital dapat diukur secara
tepat dan real-time.
b) Kemudahan penilaian. Hasil dari kegiatan
pemasaran dapat segera ditentukan melalui
penggunaan media online. Informasi seperti durasi
penayangan produk, persentase konversi penjualan
dari setiap iklan, dan lain sebagainya.
c) Cakupan yang lebih luas. Dengan menggunakan
internet, pemasaran digital memfasilitasi penyebaran

Bauran Pemasaran


Beberapa komponen dari bauran pemasaran,
seperti yang didefinisikan oleh (Utama, 2019) yaitu:
1) Produk (product)
Kombinasi produk dan layanan yang
diberikan perusahaan kepada pasar yang dituju. Hal
ini berkaitan dengan produk, yang meliputi variasi
produk atau jasa, kualitas, desain, fitur, nama merek
produk atau jasa, kemasan, dan layanan. Produk
adalah komponen penting dari strategi pemasaran.
Strategi pemasaran lainnya dapat dipengaruhi oleh
strategi produk. Akuisisi suatu produk tidak semata-
mata hanya tentang memilikinya; ini juga
melibatkan pemenuhan kebutuhan dan keinginan
konsumen.
2) Harga (Price)
Jumlah uang yang dibayarkan konsumen
untuk mendapatkan produk atau jasa. Diskon, syarat
pembayaran, syarat kredit, dan daftar harga adalah
faktor-faktor yang terkait dengan harga. Harga
adalah jumlah nilai (mata uang) yang harus
dibayarkan konsumen untuk mendapatkan atau
memanfaatkan produk atau layanan yang disediakan.
Sangat penting untuk mempertimbangkan strategi
penetapan harga, karena harga produk merupakan
faktor yang berkontribusi terhadap penjualan produk
atau layanan.
3) Promosi (promotion)
Aktivitas bisnis yang bertujuan untuk
membujuk target pasar untuk membeli produk atau
layanan dengan mengkomunikasikan keunggulan
dan manfaat produk. Periklanan, promosi penjualan,
hubungan masyarakat, dan penjualan personal
adalah objek yang berhubungan dengan penjualan.
Pemasaran sering kali menggunakan iklan sebagai
media komunikasi. Promosi penjualan adalah
komponen penting dari proses promosi produk, dan
termasuk dalam bauran promosi.
4) Tempat (place)
Kegiatan Perusahaan yang memungkinkan
produk atau jasa tersedia di pasar dengan harga yang
sesuai dengan target Perusahaan. Jaringan distribusi,
jangkauan pemasaran, lokasi, persediaan, logistik,
dan transportasi adalah beberapa faktor yang terkait
dengan tempat (Utama, 2019)

Langkah-Langkah Penerapan StrategiPemasaran (Marketing Strategy)


1) Segmentasi Pasar (Market Segmentation)
Segmentasi pasar adalah proses dimana
pasar membagi konsumen ke dalam kategori-
kategori berdasarkan kebutuhan dan
karakteristik mereka, dan mengarahkan
perusahaan UMKM untuk mengatasinya
dengan penawaran produk. Pasar terdiri dari
berbagai konsumen yang menunjukkan satu
atau lebih karakteristik yang berbeda. Situasi
keuangan, sumber daya, kebiasaan membeli,
dan persyaratan masing-masing individu
berbeda. Segmentasi pasar adalah proses
mempartisi pasar ke dalam kategori konsumen
yang berbeda berdasarkan kebutuhan,
karakteristik, dan perilaku mereka, yang
mungkin memerlukan pengembangan produk
dan strategi pemasaran yang berbeda. Faktor
geografis, demografis, emoji, dan perilaku
dapat menjadi dasar untuk klasifikasi ini
(Dayat, 2019).
Pembagian pasar adalah strategi
pemasaran yang didasarkan pada prinsip
manajemen pemasaran yang berpusat pada
konsumen. Kegiatan pemasaran memungkinkan
para pemangku kepentingan bisnis untuk
menargetkan upaya pemasaran secara lebih
efektif dan mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya pemasaran Perusahaan.
Segmentasi ini membagi berbagai pasar ke
dalam kelompok-kelompok produsen atau
konsumen yang memiliki kualitas yang
konsisten dan berpotensi menghasilkan nilai
bagi Perseroan (Amri, 2015).
Segmentasi pasar adalah proses
pengorganisasian pasar ke dalam kategori
konsumen yang berbeda berdasarkan
kebutuhan, karakteristik, atau perilaku mereka,
yang mungkin memerlukan produk atau strategi
pemasaran yang berbeda.

Konsep Dasar Pemasaran


Pemasaran mencakup semua aspek dari proses
pengembangan, pendistribusian, dan pengkomunikasian
nilai dari suatu produk atau jasa kepada konsumen. Hal
ini mencakup pemahaman tentang pasar, pelanggan
produk, promosi, dan distribusi untuk memuaskan
kebutuhan konsumen dan mencapai tujuan bisnis.
Tujuan pemasaran adalah untuk membangun hubungan
antara organisasi dan pelanggannya. Perencanaan dan
pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan
distribusi ide, komoditas, dan jasa untuk memfasilitasi
pertukaran yang sesuai dengan tujuan individu dan
organisasi dikenal sebagai pemasaran (Lukitaningsih,
2014).
Dalam pemasaran, konsep-konsep yang
dikembangkan adalah sebagai berikut:
1) Konsep Produksi
Konsep yang berorientasi pada produksi
menggarisbawahi perlunya memprioritaskan dan
melakukan kegiatan produksi dalam jumlah yang
besar untuk memenuhi permintaan. Tujuannya
adalah untuk mencapai distribusi massal, biaya
minimal, dan efisiensi produksi.
2) Konsep Produk
Konsep yang menggarisbawahi pentingnya
kualitas produk perusahaan dalam menentukan
keberhasilan pemasaran. Konsep ini secara
konsisten digunakan oleh perusahaan untuk
mendorong persaingan dengan menghasilkan
produk yang unggul. Perusahaan berkomitmen
untuk terus meningkatkan kualitas produknya.
3) Konsep Penjualan
Menegaskan bahwa konsumen tidak akan
membeli produk dari suatu perusahaan jika
perusahaan tersebut gagal menerapkan inisiatif
penjualan dan promosi yang proaktif.
4) Konsep Pemasaran
Konsep yang menekankan pada kepuasan
konsumen dan kepentingan pelanggan.
5) Konsep Pemasaran Kemasyarakatan
Konsep ini merupakan penyempurnaan dari
konsep pemasaran yang asli, yang telah
dimodifikasi untuk mencerminkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan
sosial dan kesejahteraan individu

Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian


Menurut Beig dan Nika dalam Febrian dan Ahluwalia (2020:255) mengatakan
bahwa ekuitas merek bagi konsumen memberikan rasa percaya diri pada saat proses
pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk yang disebabkan adanya
pengetahuan tentang merek atau hasil pengalaman masa lalu yang memuaskan
penggunanya. Berdasarkan penelitian Agustini dan suasana (2020) menyebutkan
bahwa ekuitas merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian . Ekuitas
merek mempengaruhi keputusan pembelian terhadap suatu merek karena membantu
konsumen memperoleh pandangan atas merek untuk dapat menimbulkan sikap
positif

Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian


Oppenheim dan ward (2006), menjelaskan bahwa alasan utama saat orang
berbelanja melalui internet adalah kenyamanan. Mereka juga mengakui bahwa
alasan utama untuk berbelanja online adalah harga. Hal ini tentu menunjukkan
bahwa informasi mengenai harga diterima melalui indra penglihatan dan
pendengaran lalu informasi tersebut dipahami, yang kemudian ditafsirkan dan
memiliki daya Tarik terhadap keputusan pembelian. .Humam, Lestari dan
Nurwulandari (2022) menyebutkan persepsi harga yang ditetapkan perusahaan
berpengaruh terhadap kepercayaan dalam membentuk keputusan pembelian.

Pengaruh Pemasaran Digital Terhadap Keputusan Pembelian


Dengan berkembangnya teknologi, masyarakat sudah terbiasa memanfaatkan
teknologi internet sebagai sumber informasi. Seperti yang dijelaskan oleh alalwan
et al.(2017) ada beberapa praktek pemasaran berbeda yang dapat diterapkan oleh
perusahaan melalui platform media social yaitu iklan, manajemen hubungan
pelanggan, dan branding). Survei yang dilakukan oleh Pradani (2017) menemukn
bahwa 132,7 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, dimana saat ini
internet memegang peran penting dalam penentuan keputusan pembelian
konsumen.
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elbahar dan Syahputra (2021)
menyebutkan bahwa digital marketing mempengaruhi keputusan pembelian.
Konsumen merasa termotivasi untuk membeli produk akibat dari pemasaran digital
yang dilakukan oleh perusahaan. Konsumen menganggap digital marketing lebih
informatif dalam menjelaskan produk , mudah ditelusuri dan lebih menarik. Untuk
itu, perusahaan dapat memanfaatkan digital marketing untuk mempengaruhi
keputusan pembelian calon konsumen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
pemasaran digital berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Indikator Keputusan Pembelian


Ada tiga indikator dalam menentukan keputusan pembelian (Kotler, 2018), yaitu:
a. Kemantapan pada sebuah produk
Pada saat melakukan pembelian, konsumen memilih salah satu dari beberapa
alternatif. Pilihan yang ada didasarkan pada mutu, kualitas dan factor lain yang
memberikan kemantapan konsumen dalam melakukan pembelian.
b. Kebiasaan dalam membeli produk
Merupakan pengulangan sesuatu secara terus-menerus dalam melakukan pembelian
produk yang sama dan manfaat produk yang sudah dirasakan konsumen. Konsumen
akan merasa tidak nyaman jika membeli produk lain.
c. Kecepatan dalam membeli sebuah produk
Merupakan proses yang dilakukan seseoraang dalam mengambil sebuah keputusan
secara cepat, menggunakan sebuah pedoman umum dalam Sebagian informasi saja.

Faktor -Faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian


Menurut Kotler (2012:166), factor-faktor yang mempengaruhi keputusan
pembelian terdiri dari :
a. Pengenalan Masalah
Tahap ini dipengaruhi oleh bagaimana pengetahuan konsumen akan pembelian
dengan informasi berkenaan dengan keputusan tentang dimana produk tersebut
harus dibeli dan kapan pembelian harus terjadi.
b. Pencarian Informasi
Secara tidak langsung seorang konsumen yang mulai tertarik dengan suatu produk
mungkin akan mencari informasi. Jika dorongan informasi memuaskan konsumen,
kemungkinan besar mereka akan melakukan pembelian. Namun jika tidak,
konsumen akan menyimpan kebutuhanya dalam ingatan atau melakukan pencarian
informasi yang berkaitan dengan kebutuhan itu.
c. Evaluasi Alternatif
Konsumen tentu melakukan penilaian tentang berapa alternatif yang tersedia,
dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek-merek
alternatif dalam satu susunan pilihan.
d. Keputusan Pembelian
Tahap apakah dalam proses pengambilan keputusan konsumen memutuskan
membeli produk atau tidak.
e. Perilaku pasca pembelian
Dimana konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan
kepuasan yang mereka rasakan. Konsumen akan mengalami beberapa tingkat
kepuasan atau tidak merasa puas sama sekal

Pengertian Keputusan Pembelian


Menurut Kotler (2012:166), keputusan pembelian adalah proses pengambilan
keputusan dalam membeli sebuah produk yang dimulai dari pengenalan masalah,
pencarian informsi, penilaian alternatif, dimana terjadi keputusan membeli dan
didapatkan perilaku pasca membeli yaitu puas atau tidak puasnya produk yang telah
dibeli.
Sejalan dengan pengertian tersebut, Kotler dan Armstrong (2012:128)
menyatakan bahwa “Customer buyer behavior refers to the buying behavior of final
consumers individual and house-holds who buy goods and services for personal
consumption”. Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan bahwa perilaku
konsumen selalu melihat perilaku dari tiap individu, rumah tangga ataupun sebuah
organisasi tentang bagaimana mereka berproses sebelum melakukan pembelian,
serta tindakan konsumen setelah mengkonsumsi produk.

Indikator Ekuitas Merek


Ekuitas merek diartikan sebagai total keseluruhan nilai dan manfaat dari sebuah
merek yang memberikan kontribusi untuk perusahaan. Menurut Kotler dan Keller
(2017:267-268) indikator ekuitas merek terdiri dari :
Keutamaan merek, Seberapa sering dan seberapa mudah pelanggan memikirkan
merek dalam berbagai situasi pembelian atau konsumsi.
a. Kinerja merek, Seberapa baik produk atau jasa memenuhi kebutuhan fungsional
pelanggan.
b. Pencitraan merek, Menggambarkan sifat ekstrinsik produk atau jasa, termasuk cara
dimana merek berusaha memenuhi kebutuhan psikologis atau social pelanggan.
c. Penilaian merek, berfokus pada pendapat dan evaluasi pribadi pelanggan sendiri.
d. Perasaan merek, merupakan respon dan reaksi emosional pelanggan terhadap
merek.
e. Resonasi merek, Mengacu pada hubungan yang dimiliki pelanggan dengan merek
dan sejauh mana mereka “sinkron” dengan merek.

Faktor yang mempengaruhi Ekuitas Merek


Menurut Aeker (2011:196), dibentuk dari lima Faktor yaitu :
a. kesadaran merek (brand awareness)
Menunjukkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat
Kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu.
b. asosiasi merek (brand association)
Mencermikan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitanya
dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut produk, geografis, harga pesaing.

    Pengertian Ekuitas Merek


    Menurut (Kotler,2009:263), Ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan
    pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir,
    merasa dan bertindak dalam hubunganya dengan merek, harga , pangsa pasar dan
    profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan.
    Aeker (2001), mendefinisikan ekuitas merek sebagai serangkaian asset merek
    dan aktiva lainya yang berhubungan dengan sebuah brand-merek, yang dapat
    meningkatkan nilai produk bagi pelanggan.ekuitas merek dapat mempengaruhi
    kepercayaan diri konsumen dalam mengambil keputusan pembelian baik itu
    dikarenakan ada pengalaman di masa lalu dalam menggunakan merek tersebut
    maupun kedekatan dengan merek dan karakteristiknya.

      Indikator dari persepsi harga


      Menurut Kotler et al., (2018) :
      a. Harga berbasis nilai pelanggan
      Merupakan strategi penentuan harga yang didasarkan pada pendapat pelanggan
      mengenai berapa nilai yang mereka tentukan untuk sebuah produk.
      b. Harga yang diminta sepadan
      Masalah harga tidak hanya ditentukan secara sembarangan tanpa
      mempertimbangkan berbagai hal dalam usaha, namun harus sesuai dengan barang
      dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
      c. Harga nilai tambahan
      Merupakan nilai ekonomi yang ditambahkan ke suatu produk atau jasa yang
      ditawarkan pada konsumen. Penambahan ini penting untuk membuat produk terlihat
      lebih berkualitas dan unggul sehingga perusahaan bisa meningkatkan hargajualnya.
      d. Penetapan harga kompetitif
      Kemampuan pelaku usaha dalam menyesuaikan harga produknya dengan harga
      pasar. Pebisnis mungkin akan menetapkan harga yang lebih tinggi atau lebih rendah
      daripada rata-rata pesaing

      Faktor yang mempengaruhi Persepi Harga


      Manroe dalam harjati dan Vanesia (2015:67), persepsi harga dibentuk oleh dua
      dimensi utama, yaiitu :
      a. Perceived Quality (Persepsi Kualitas)
      Konsumen cenderung lebih menyukai produk yang harganya mahal ketika
      informasi yang didapat hanya harga produknya.
      b. Perceived Monetary Sacrifice (Persepsi Biaya yang Dikeluarkan)
      Secara umum konsumen menganggap bahwa harga merupakan biaya yang
      dikeluarkan untuk mendapatkan produk.
      Persepsi harga dalam penelitian ini adalah sejumlah uang yang dibebankan atas
      jumlah dan nilai produk yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat yang dimiliki
      dan dapat dibandingkan dengan cara pembelian yang lain

      Pengertian Persepsi Harga


      Menurut Schiffman dan Kanuk (2011:137) persepsi merupakan suatu proses
      seseorang individu dalam menyeleksi, mengorganisasikan dan menterjemahkan
      stimulus informasi yang datang menjadi suatu gambaran yang menyeluruh, persepsi
      harga ialah bagaimana cara konsumen melihat harga sebagai harga yang tinggi,
      rendah dan adil. Di dalam pemasaran, persepsi akan lebih penting dari realita
      dikarenakan harga adalah elemen termudah dalam program pemasaran untuk
      disesuaikan fitur produk, saluran dan juga media komunikasi untuk disampaikan
      kepada target konsumen. (Kotler dan Keller, 2012 : 67).
      Menurut Widyaningrum R R (2019:7) persepsi harga menggambarkan suatu
      pendekatan untuk menjelaskan dampak harga untuk sebuah produl atau situasi
      pembelian yang tingkat keterlibatanya tinggi. Seperti yang dijelaskan oleh
      firmansyah (2019:189), mendefinisikan persepsi harga adalah sebagai suatu proses
      dimana pelanggan menerjemahkan nilai harga dan atribut ke barang ataupun jasa
      yang diinnginkanya. Persepsi harga menjadi penilaian konsumen tentang
      perbandingan besarnya pengorbanan denga napa yang didapatkan dari produk dan
      jasa

      Indikator Pemasaran Digital


      menurut Yazer Nasdini (dalam Aryani, 2021), yaitu :
      a. Accessbility (Aksebilitas)
      Aksebilitas dalam pemasaran adalah sejauh mana segmen pasar dapat dijangkau dan
      dilayani oleh perusahaan melalui berbagai metode penjualan seperti program
      komunikasi pemasaran.
      b. Interactivity (Interaktivitas)
      Interaktivitas merupakan metode pemasaran yang menghubungkan konsumen
      secara langsung dengan pebisnis. Mekanismenya adalah konsumen menyampaikan
      kebutuhan mereka secara langsung pada pemilik usaha yang bertujuan agar apa
      yang menjadi konsen konsumen dapat diketahui pemilik bisnis.
      c. Entertaiment (Hiburan)
      Entertaiment memegang peran kunci dalam menyukseskan strtaegi pemasaran pada
      brand. Konten hiburan yang mengedepankan storytelling atau edukasi, menciptakan
      tren dan memberikan rekomendasi serta menghibur tidak memberikan kesan
      memaksa untuk konsumen membeli sebuah produk.
      d. Credibility (Kepercayaan)
      Sebuah brand memerlukan kredibilitas untuk mendorong interaksi dikarenakan
      pelanggan membeli produk berdasarkan keyakinan mereka. Seperti halnya
      menjanjikan keamanan data dan kemudahan bertransaksi, Kepercayaan juga bisa
      didapat dengan sebuah brand dapat konsisten dengan pemasaranya dan memberikan
      respon yang cepat.
      e. Informativeness (Informatif)
      Pemasaran informatif adalah iklan yang bertujuan untuk memberikan informasi
      kepada target audiens yang dituju yang bertujuan untuk menaklukan audiens dari
      sisi rasionalnya. Dalam memberikan informasi kata-kata yang digunakan harus
      jelas, bersahabat dan tidak bertele-tele

      Faktor yang mempengaruhi Pemasaran Digital


      a. Faktor Kondisi Pasar
      Terdapat trend pasar tertentu dimana kondisi pasar menjadi lesu dan tidak, pasar
      sebagai kelompok pembelian atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan
      dapat mempengaruhi kegiatan penjualan dan hal yang perlu diperhatikan yaitu
      terkait frekuensi pembeli, keinginan dan kebutuhanya serta kelomok pembeli atau
      segmen pasarnya.
      b. Faktor diskon dan kampanye
      Kampanye pemasaran ini merupakan strategi untuk mempromosikan suatu aspek
      dalam bisnis untuk mendapatkan feedback dari konsumen sehingga semakin banyak
      orang yang tertarik pada produk yang dipasarkan yang mana hal ini bisa menjadi
      potensi besar untuk menjadi pelanggan ke depanya.
      c. Faktor Kualitas Produk
      Bagi perusahaan, dengan adanya pergerakan bisnis yang dinamis membuat setiap
      perusahaan untuk bisa terus meningkatkan inovasi dalam mengembangkan produk
      yang ditawarkan sehingga perusahaan terus memperbarui dan mengembangkan
      kualitas produk

      Pengertian Pemasaran Digital


      Internet berfungsi sebagai sarana untuk menghasilkan permintaan, megarahkan
      pelanggan untuk memenuhi pesana, melakukan aktivitas pembelian serta
      menyediakan layanan pelanggan. Menurut Tresnavati dan Prasetyo (2018), dengan
      perkembangan teknologi saat ini, perubahan strategi pemasaran mulai berubah ke
      arah yang lebih modern. Di masa lalu, pemasar beriklan di surat kabar, majalah dan
      radio. Namun, sekarang pemasaran lebih berkembang menggunakan teknologi
      internet dan disebut pemasaran digital.
      Pemasaran digital adalah proses mempromosikan dan mencari pasar melalui
      media digital online menggunakan berbagai alat seperti jejaring social
      (Purwana,2017). Dengan pemasaran digital, dapat membantu penjual dalam
      menciptakan produk yang memiliki kualitas, pelayanan, serta memberikan
      pengalaman yang lebih baik bagi konsumen (Abdu,2018). Pemasaran digital
      digunakan untuk memperluas pemasaran dari cara konvensional menjadi serba
      digital untuk dijangkau konsumen secara tepat waktu dan fleksibel.

      Strategi Pemasaran


      Dalam menentukan keseluruhan misi dan tujuan perusahaan, diperlukan rencana
      strategis. Strategi pemasaran ini adalah wujud rencana yang terarah dalam
      pemasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Dalam pemasaran mengandung
      dua poin terpisah yang berhubungan erat, yaitu :
      a. Target KonsumStrategi Pemasaran
      Dalam menentukan keseluruhan misi dan tujuan perusahaan, diperlukan rencana
      strategis. Strategi pemasaran ini adalah wujud rencana yang terarah dalam
      pemasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Dalam pemasaran mengandung
      dua poin terpisah yang berhubungan erat, yaitu :
      a. Target Konsumen, yaitu kelompok konsumen yang homogeny, yang merupakan
      “sasaran” perusahaan.
      b. Bauran Pemasaran, yaitu variabel-variabel pemasaran yang dapat dikontrol yang
      dikombinasikan oleh perusahaan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
      Perusahaan tentu merancang bauran pemasaran terintegrasi yang terdiri dari
      (Product, Price, Place, Promosi).

      Pengerian Manajemen Pemasaran
      Seperti yang di kemukakan Kotler & Keller (2012), “ manajemen pemasaran
      termasuk ke dalam penganalisaan, pelasanaan, dan pengawasan program- program
      yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini sudah pasti sangat
      tergantung pada penawaran organisasi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
      pasar serta menentukan nilai harga, mengadakan komunikasi dan distribusi yang
      efektif untuk memberitahu, mendorong serta melayani pasaren, yaitu kelompok konsumen yang homogeny, yang merupakan
      “sasaran” perusahaan.
      b. Bauran Pemasaran, yaitu variabel-variabel pemasaran yang dapat dikontrol yang
      dikombinasikan oleh perusahaan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
      Perusahaan tentu merancang bauran pemasaran terintegrasi yang terdiri dari
      (Product, Price, Place, Promosi).

      1. Pengerian Manajemen Pemasaran
        Seperti yang di kemukakan Kotler & Keller (2012), “ manajemen pemasaran
        termasuk ke dalam penganalisaan, pelasanaan, dan pengawasan program- program
        yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini sudah pasti sangat
        tergantung pada penawaran organisasi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
        pasar serta menentukan nilai harga, mengadakan komunikasi dan distribusi yang
        efektif untuk memberitahu, mendorong serta melayani pasar

      Konsep Pemasaran


      Dalam konsepnya, pemasaran adalah proses untuk mencapai tujuan dari
      perusahaan dengan mengetahui dan menentukann kebutuhan, keinginan dan
      memberikan kepuasaan kepada konsumen guna produk yang dipasarkan dapat
      diterima dan menjadi pilihan utama target pasar. Perusahaan juga tentu harus
      memperhatikan kualitas produk yang merupakan titik sentral dari kegiatan
      pemasaran. Bagaimanapun hebatnya usaha dalam melakukan pemasaran dan harga
      yang baik jika tidak diikuti oleh produk yang berkualitas dan disenangi oleh
      konsumen maka kegiatan ini tidak akan berhasil. Inti dari pemasaran bukanlah
      mencari pelanggan yang tepat untuk produk yang diciptakan, melainkan
      menemukan produk yang tepat untuk pelanggan

      Pengertian Pemasaran


      Pemasaran merupakan ilmu dan seni dimana pribadi atau suatu organisai
      memperoleh apa yang mereka butuhkan dengan menciptakan, menawarkan dan
      mempertukarkan produk kepada pihak lain yang bertujuan untuk membangun
      hubungan dan memperoleh nilai dari konsumen. Menurut American Marketing
      Assosiation (AMA) , pemasaran adalah kapasitas hierarkis dan menyampaikan nilai
      kepada pembeli dan mengawasi hubungan klien yang hebat dengan cara yang
      menguntungkan organisasi dan investornya.

      Segmentation, Targeting dan Positioning


      Menurut Section & Hospital (2013) dalam jurnal yang membahas
      mengenai strategi marketing dijelaskan berikut pengertian segmentation,
      targeting, positioning:
      Segmentation (segmentasi) adalah bagian dari proses membagi pasar
      menjadi kelompok-kelompok konsumen yang lebih homogen, dimana
      setiap kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar untuk dicapai
      perusahaan dengan strategi bauran pemasarannya.
      Targeting (target) adalah memilih satu atau lebih segmen pasar yang
      akan dimasuki atau bagaimana cara perusahaan mengoptimalkan suatu
      pasar dan dalam penentuan target pasar perusahaan harus menggunakan
      konsep prioritas, variabilitas dan fleksibilitas.
      Positioning (posisi) adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
      perusahaan ketika mendesain produk-produk mereka sehingga dapat
      menciptakan kesan dan image tersendiri dalam pikiran konsumennya sesuai
      dengan yang diharapkan

      Content Marketing


      Content Marketing didefinisikan sebagai teknik pemasaran dalam membuat
      dan mendistribusikan konten yang konsisten, relevan, dan bernilai dengan tujuan
      menarik dan mendapatkan audiens sesuai target pasar yang telah disesuaikan
      (Content Marketing Instituate). Content Marketing dilakukan dengan tujuan
      membangun basis audiens yang turut membangun bisnis dan apa yang dilakukan
      oleh audiens dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Content marketing
      saat erat hubungannya dengan produk yang ditawarkan. Konten yang dipasarkan
      dapat diidentifikasi saat mampu menarik audiens. Saat terpapar, audiens tidak
      menghindari konten tersebut namun memungkinkan untuk melakukan actions
      sesuai tujuan yang direncanakan. Tujuan content marketing dilakukan adalah untuk
      mengedukasi audiens mengenai produk yang dipasarkan. Hal ini dipilih karena
      menjadi cara mudah karena dapat diakses melalui media digital berdasarkan
      penelusuran kata kunci di internet, mempelajari perilaku membaca di dunia digital,
      dan mengetahui cara menyusun konten internet yang menarik sekaligus mengikat
      (Ramadhayanti, 2021).
      Berikut adalah bagaian dari content marketing yang dilakukan oleh penulis
      selama melakukan jobdesknya :
      a) Content Pillar
      Konten pilar merupakan konsep dalam strategi konten digital marketing
      yang berfokus pada pembuatankonten utama yang berkualitas dan
      20
      terstruktur dengan baik. Konten utama inilah yang nantinya akan berfungsi
      sebagai landasan atau fondasi dalam pembuatan konten yang spesifik dan
      detail. Konten pilar dianalogikan sebagai pilar utama yang menopang
      struktur konten secara keseluruhan dan memastikan keselarasan antara
      berbagai konten yang dibuat. Menurut website
      (https://glints.com/id/lowongan/content-pillar-adalah/) konten pilar
      memiliki beberapa manfaat yaitu yang pertama, membantu menyusun
      strategi konten menjadi lebih terarah dan sistematis serta membantu dalam
      perencanaan ide. Kedua, meningkatkan konsistensi dan relevansi,
      memastikan konten yang dibuat sesuai dengan target audiens dan
      konsistensi dengan produk. Ketiga, Mengoptimalkan SEO, dengan adanya
      konten pilar struktur konten dapat menjadi rapi susunan navigasinya.
      Semakin jelas navigasi yang diberikan maka SEO berkerja dengan optimal.
      Keempat, Identitas brand menjadi lebih kuat dan konsisten, dengan adanya
      konten pilar yang terstruktur dan jelas dapat menavigasi audiens untuk
      mengikuti media sosial kita karena alasan yang kuat.
      b) Content Plan
      Content plan atau perencanaan konten adalah perencanaan pengembangan
      konten agar tujuan akhir dapat tercapai. Menurut
      (https://glints.com/id/lowongan/content-plan-adalah/) Fungsi content plan
      diantaranya adalah menentukan tujuan konten untuk meningkatkan brand
      awareness, mendorong penjualan, atau membangun komunitas online.
      Kedua, membuat ide dan kalender konten. Content plan menghasilkan ide
      konten yang kreatif dan menyusun jadwal untuk publikasi konten di
      platform media sosial yang ditentukan.

      Pasca Produksi


      Pasca produksi merupakan tahap akhir dari produksi dan lebih
      condong kepada proses publikasi konten dan analisa matriks setiap konten
      yang telah diupload. Publikasi dilakukan pada platform media sosial yang
      digunakan oleh FitAcademy yaitu Instagram dan TikTok. Proses publikasi
      melalui tahap review dan pengecekan kualitas terakhir. Pembuatan caption
      juga dilakukan pada tahap ini. Publikasi konten juga dilakukan dengan
      menambahkan fitur-fitur yang ada pada platform media sosial seperti
      polling, stiker, musik, dan lain sebagainya.
      Sedangkan analisa matriks dilakukan dalam satu minggu sekali
      setelah seluruh jenis konten dalam content pillar dipublikasikan. Rekap dan
      analisa juga dilakukan dalam satu bulan untuk mengetahui perkembanagan
      jenis konten yang diminati oleh audiens. Rekap berisi engagement,
      impression, reach yang dapat terlihat action yang dilakukan oleh audiens
      (Sukmawati, 2023:173)

      Media Sosial Sebagai Media Baru Komunikasi Pemasaran Kreatif


      Perkembangan infrastruktur dan kemudahan dalam mendapatkan akses
      internet dan perangkat pintar seperti smart phone maka membuka banyak peluang
      bagi pelaku industri kreatif untuk dapat memanfaatkan media sosial sebagai media
      memperkenalkan produk atau jasanya. Saat ini dapat banyak ditemui media sosial
      sebagai sarana perkembangan perekonomian. Media sosial sebagai media baru
      dapat memberi angin segar bagi Contoh nyata yang dapat dilihat adalah media
      sosial Facebook yang dulu berfungsi sebagai situs pertemanan dan pertukaran
      informasi, saat ini beralih fungsi sebagai lahan marketing bagi perusahaan kecil atau
      menengah. Tidak hanya Facebook, media sosial lain seperti Instagram, Blog, X,
      dan aplikasi marketplace kini menjadi jalur strategi komunikasi pemasaran yang
      dapat langsung dapat diterima oleh pengguna internet. Tidak heran, aktifitas digital
      yang sedang terjadi dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat
      dan memudahkan manusia dalam melakukan berbagai hal.
      Kehadiran media sosial dalam pemasaran era digital bisa dilihat dari dua
      sisi, yakni sisi pengiklan dan sisi pengguna media sosial. Dari sisi pengiklan, media
      sosial memberikan tawaran dengan konten yang beragam. Iklan tidak hanya bisa
      diproduksi dalam bentuk teks, tetapi juga audio, visual, sampai audio visual.
      Produksi iklan dan juga pemanfaatan media sosial juga cenderung membutuhkan
      biaya yang lebih murah dan target terhadap calon konsumen juga bisa ditentukan
      berdasarkan prosedur dari perangkat yang ada di media sosial (Nuriyanti, 2019).

      Bentuk Integrated Marketing Communication (IMC)


      Menurut jurnal Lubis & Sulviawati (2013) menjelaskan bahwa
      terdapat beberapa jenis bentuk utama dalam konsep Integrated Marketing
      Communication (IMC) yaitu :

      1. Iklan (Advertising)
        Iklan adalah bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu
        organisasi, produk, servis, atau ide yang dibayar oleh satu sponsor yang
        diketahui. Maksud dibayar dalam konteks tersebut adalah fakta bahwa
        ruang atau waktu bagi suatu pesan iklan pada umumnya harus dibeli.
        Sedangkan maksud nonpersonal berarti iklan pada umumnya tidak
        tersedia kesempatan untuk mendapatkan umpan balik yang segera dari
        penerima pesan kecuali dalam hal direct response advertising.
        Pemasangan iklan juga mempunyai pengaruh yang kuat karena iklan
        memungkinkan perusahaan untuk mendramatisasi produk-produknya
        melalui penggunaan citra visual, cetak, suara, dan warna yang cerdik
        (Darmawangsa, 2016). Media penyampaian pesan dalam periklanan
        terdapat dua jenis yaitu iklan Above The Line (ATL) dan Below The
        Line (BTL). Iklan media above the line adalah media yang bersifat
        massa dimana khalayak sasaran berjumlah besar dan pesan iklan
        menerpa secara serempak. Contohnya seperti iklan media cetak,
        majalah, surat kabar, televisi, film, tabloid, radio, internet. Sedangkan
        iklan below the line merupakan iklan yang menggunakan media khusus
        yaitu spanduk, poster, baliho, x-banner, point of purchase (POP),
        pamphlet, stiker, dan lain sebagainya. Untuk iklan jenis ini kegiatan
        promosi biasanya berupa pengadaan event.
      2. Promosi Penjualan (Sales Promotions)
        Jenis ini berorientasi pada aksi yang mendorong para pembeli untuk
        membeli atau paling sedikit mencoba produk ataupun jasa yang
        ditawarkan.
      3. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
        Kegiatan pemasaran langsung atau direct marketing dilakukan dengan
        cara mengirim surat secara langsung (direct mail) yang telah diterapkan
        juga pada internet.
      4. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
        Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan publik yang
        berbeda-beda.
      5. Sponsorship
        Sponsorship bertujuan untuk membantu pihak lain dengan sungguh
        sungguh secara terus menerus untuk mencapai tujuan khusus dari
        sebuah tujuan komunikasi.
      6. Pameran (Exhibition)
        Sebuah media yang yang membawa seluruh pasar (pembeli, penjual dan
        kompetitor) berada pada satu tempat untuk beberapa hari. Disini para
        pnejual produk dan jasa bertemu dan mendemontrasikan atau
        mencobanya serta mendapatkan kontak baru dalam pengambilan
        keputusan yang berjumlah besar dalam satu waktu yang singkat.

      Integrated Marketing Communication (IMC)


      Terdapat beberapa pengertian mengenai Integrated Marketing
      Communication menurut ahli. Menurut jurnal Fajar (2017) seorang ahli
      bernama Fitzerpatrik, Integrated Marketing Communication adalah sebuah
      langkah yang melalui satu pendekatan terintegrasi untuk mencapai efisiensi
      melalui sinergi dengan memadukan fungsi-fungsi komunikasi yang berbeda
      sehingga organisasi dapat berbicara dengan satu suara dan satu pandangan.
      Sedangkan menurut Smith, P.R & Ze Zook Integrated Marketing
      Communication merupakan bentuk dari komunikasi pemasaran yang
      terpadu dalam sebuah organisasi. Semua organisasi modern baik perusahaan
      bisnis maupun nirlaba, menggunakan berbagai bentuk komunikasi
      pemasaran untuk mempromosikan apa yang mereka tawarkan dan mencapai
      tujuan finansial maupun non finansial. Bentuk utama dari komunikasi
      pemasaran meliputi : 1. Iklan (advertising), 2. tenaga penjualan (sales
      promotion), 3. Pemasaran langsung (direct marketing), 4. Hubungan
      masyarakat (public relations), 5. Sponsorship, 6. Pameran (exhibitions), 7.
      Kemasan (packaging), 8. Merchandising, 9. Selling & sales manajemen, 10.
      Media sosial dan Websites.

      Komunikasi Pemasaran Digital (Digital Marketing Communication)


      Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah kegiatan
      komunikasi yang menggunakan media digital untuk menyampaikan pesan kepada
      konsumen dan bertujuan untuk membawa perubahan yang diinginkan dalam aspek
      pengetahuan, sikap dan perubahan. (Ri’aeni, 2017). Komunikasi pemasaran
      dimaksudkan semata-mata untuk menyampaikan pesan mengenai produk yang
      ditawarkan, sehingga tepat sasaran. Didalamnya terdapat beberapa unsur yang
      dapat dikatakan komunikasi pemasaran yang efektif yaitu 1) Mengidentifikasi pasar
      sasaran, 2) Menentukan tujuan penyampaian produk, 3) Merancang pesan
      komunikasi, 4) Memilih saluran komunikasi, 5) Menetapkan anggaran biaya
      promosi, 6) Memutuskan bauran media, 7) Mengukur hasil promosi, 8) Mengelolah
      proses komunikasi pemasaran terintegrasi (Mikke, Vekky, 2020).
      Seiring perkembangan zaman, komunikasi pemasaran mengalami adaptasi
      dengan adanya penggabungan sistem antara konvensional dan digital sehingga
      terkonversi menjadi komunikasi pemasaran digital (digital marketing). Digital
      Marketing adalah media yang di gunakan untuk mempromosikan merek atau
      produk seseorang. Dengan memanfaat kan digital marketing, maka seseorang akan
      mendapat keuntungan dari bisnis yang di jalankan (Ri’aeni, 2017). Digital
      Marketing saat ini lebih banyak memanfaatkan internet yang digunakan sebagai
      media utama promosi produk yang dijual. Dengan adanya digitalisasi pada
      pemasaran, proses promosi dan jual beli menjadi praktis dan efisien

      Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Penjualan


      Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Swastha dan
      Irawan adalah sebagai berikut:
      a. Kondisi dan kemampuan penjual
      Disini penjual harus dapat meyakinkan kepada pembelinya agar dapat
      berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.Untuk maksud
      tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat
      berkaitan dengan jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan harga
      produk dan syarat penjualan.
      b. Kondisi Pasar
      Adapun faktor-faktor kondisi pasar, kelompok pembeli, daya belinya,
      frekuensi pembeliannya , keinginan dan kebutuhannya.
      c. Modal
      Untuk memperkenalkan barang kepada pembelinya maka penjual
      memerlukan sarana serta usaha seperti: alat transportasi, tempat peragaan
      baik didalam perusahaan maupun diluar perusahaan, usaha promosi, dan
      sebagainya. Dan semua ini hanya dapat dilakukan oleh penjual apabila
      memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk melaksanakan maksud
      tersebut.
      d. Kondisi Organisasi perusahaan
      Biasanya didalam perusahaan besar masalah penjualan ditangani oleh
      bagian penjualan yang dipegang orang-orang tertentu/ahli dibidang
      penjualan. Lain halnya perusahaan kecil, masalah penjualan ditangani
      oleh orang yang juga melakukan fungsifungsi lain.
      e. Faktor lain
      Faktor-faktor lain, seperti periklanan, peragaan, kampanye pemberian
      hadiah, sering mempengaruhi penjualan

      Cara Meningkatkan Penjualan


      Meningkatkan penjualan produk atau jasa, dalam jangka panjang akan
      bergantung pada serangkaian sesuatu promosi yang paling mendasar.
      a) Produk
      Produk artinya kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh
      perusahaan kepada pasar sasaran yang merupakan salah satu faktor yang
      mempengaruhi pemasaran termasuk penjualan yang berada di dalam
      perusahaan.
      b) Harga Jual
      Faktor harga jual merupakan hal-hal yang sangat penting dan
      mempengaruhi penjualan atas barang atau jasa yang dihasilkan. Apakah
      barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan dapat dijangkau oleh
      konsumen sasaran.
      c) Mutu
      Mutu dan kualitas barang merupakan salah satu faktor yang
      mempengaruhi meningkatkan penjualan. Dengan mutu yang baik maka
      konsumen akan tetap loyal terhadap produk dari perusahaan tersebut.
      Begitu pula sebaliknya apabila mutu produk yang ditawarkan tidak bagus
      maka konsumen akan berpaling pada produk lain

      Kesalahan Dalam Digital Marketing


      Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para marketer online
      yang mempraktekkan strategi marketing ini yaitu:
      a. Tidak memberikan respon terhadap feedback yang datang di sosial
      media. Salahsatu kesalahan utama yang banyak dilakukan online
      marketer adalah tidak menjawab komentar, saran atau pertanyaan yang
      diajukan oleh orang-orang melalui website, blog atau akun sosial media
      mereka. Gagal untuk memberikan respond untuk semua feedback. Ini
      berarti mereka gagal untuk menjalin hubungan dengan para calon
      konsumen dan bisa menurunkan tingkat kepercayaan.
      b. Terlalu berpusat pada promosi produk dan bukan pada konsumen.
      Membuat post mengenai produk atau penawaran yang sedang ada tentu
      saja perlu dilakukan tapi bila hal ini terus menerus dilakukan maka para
      calon konsumen akan jenuh. Tingkatkan kualitas post yang ada dengan
      melibatkan konten yang menarik dan akan membuat para pembaca
      tertarik untuk datang lagi baik dengan menyediakan cerita, menulis
      artikel bermanfaat, menggunakan humor dan masih banyak lagi.
      c. Tidak mengakui kesalahan. Sebuah bisnis tidak lepas dari kesalahan dan
      bila hal itu terbukti maka sebaiknya pemilik bisnis maju untuk mengakui
      kesalahan dan melakukan perbaikan untuk hal tersebut. Tidak akan ada
      gunanya untuk menyangkal atau bahkan mencoba memutarbalikkan fakta
      karena hal itu akan lebih memperburuk suasana.
      d. Membawa konten yang sudah pernah dibahas sebelumnya. Pastikan
      untuk selalu membawa hal-hal baru dalam setiap konten, sesuatu yang
      menarik yang sebelumnya tidak pernah dibahas dan hal ini akan
      membawa pada kesuksesan

      Jenis – Jenis Digital Marketing


      a. Push digital marketing
      Menurut Chaffey, dan Smith menentukan strategi pemasaran bisa
      menggunakan konsep marketing mix yang artinya suatu kerangka kerja
      yang menyiapkan konseptual membantu pemasar untuk menstruktur
      pendekatan mereka kepada setiap pasar. Ini harus diterapkan kembali
      dalam dunia online. Marketing mix ini dibagi menjadi 5P yaitu sebagai
      berikut :

      1. Product (Content, Customisation, Community)
        Pelayanan yang baru melalui media digital marketing yang sudah
        dibangun dapat memberikan pengalaman yang bagus pada pelanggan
        mengenai merek yang dijual perusahaan, contohnya penyediaan
        pelayanan pelanggan secara online, penyediaan informasi yang lengkap
        tentang produk dan membentuknya komunitas melalui media internet,
        dan juga menambah nilai pada produk/jasa yang ditawarkan.
      2. Price (Cost reduction)
        Penawaran harga yang lebih murah dalam melalui media internet,
        seperti memberi diskon pada barang yand di beli secara Online atau
        layanan extra dalam pembelian pada jumlah tertentu.
      3. Place
        Media internetdapat menyediakan channel yang baru dan relatif lebih
        praktis untuk digunakan dalam berinteraksi dan juga berkomunikasi
        dengan perusahaan.
      4. Promotion
        Media Internet telah menyediakan kesempatan dan juga kemudahan
        kepada perusahaan untuk melakukan promosi dengan cepat, murah dan
        juga dapat menjangkau masyarakat yang luas secara efektif. Yang
        terutama dalam mix promosi ini adalah mengkombinasikan alat yang
        sudah tersedia untuk dapat membantu keberhasilan digital marketing
        yang telah diluncurkan
      5. Physical evidence, People
        Process Poin marketing mix berikut ini merupakan sangat penting
        perannya karena dalam membentuk pengalaman bagi pelanggan. People
        ini berperan penting karena dalam mensukseskan pelayanan pelanggan,
        process dan physical berperan penting dalam mengembangkan digital
        marketing di karenakan kualitas proses dan feedback dari
        pelanggannya. Sehingga dalam mengembangkan digital marketing yang
        baik, marketing mix ini harus di perhatikan dan di utamakan

      Pengertian Digital Marketing


      Konsep digital marketing berasal dari internet dan mesin pencari
      (search engines) pada situs. Ketika penggunaan internet meledak di tahun
      2001, pasar didominasi oleh google dan yahoo sebagai search engine
      optimization (SEO). Penggunaan pencarian melalui internet berkembang
      pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 penggunaan perangkat mobile
      meningkat drastis yang juga meningkatkan penggunaan internet dan
      masyarakat dari berbagai penjuru dunia mulai berhubungan satu sama lain
      melalui media sosial.
      Digital marketing didefinisikan sebagai kegiatan marketing termasuk
      branding yang menggunakan berbagai media web seperti blog, website, e-
      mail, adword, ataupun jejaring sosial. Digital marketing sebagai media
      promosi bertujuan untuk menyampaikan atau menyebarluaskan atau
      memasarkan tentang suatu pro duk sehingga dapat memengaruhi konsumen
      untuk membelinya.
      Definisi digital marketing menurut American Marketing Association
      (AMA) adalah aktivitas, institusi, dan proses yang difasilitasi oleh teknologi
      digital dalam menciptakan, mengomunikasikan, dan menyampaikan
      nilaionilai kepada konsumen dan pihak yang berkepentingan lainnya.
      Chaffey mendefinisikan digital marketing sebagai penggunaan teknologi
      untuk membantu aktivitas pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan
      pengetahuan konsumen dengan cara menyesuaikan dengan kebutuhan
      mereka.
      Digital marketing didefinisikan juga sebagai kegiatan pemasaran yang
      menggunakan media berbasis internet. Internet adalah alat yang cukup
      berpengaruh untuk bisnis. Roger dalam Rahardjo mengungkapkan ciriociri
      internet adalah sebagai berikut:

      1. Interactivity, kemampuan perangkat teknologi memfasilitasi komunikasi
        antar individu seperti bertatap muka langsung. Komunikasi terjalin
        sangat interaktif sehingga para partisipan bisa berkomunikasi dengan
        lebih akurat, efektif, dan memuaskan.
      2. Demassification, pesan dapat dipertukarkan kepada partisipan yang
        terlibat dalam jumlah besar.
      3. Asynchronous, teknologi komunikasi mempunyai kemampuan untuk
        mengirimkan dan menerima pesan pada waktu yang dikehendaki setiap
        peserta. Media sosial memungkinkan pelaku usaha untuk mencapai
        konsumen dan membangun hubungan yang lebih personal.
        Zhu dan Chen membagi media sosial ke dalam dua kelompok sesuai dengan
        sifat dasar koneksi dan interaksi:
      4. Profile based, yaitu media sosial berdasarkan profil yang fokus kepada
        anggota individu. Media sosial kelompok ini mendorong koneksi yang
        terjadi karena individu tertarik kepada pengguna media sosial tersebut
        (Facebook, Twitter, WhatsApp).
      5. Content based, yaitu media sosial yang fokus kepada konten, diskusi, dan
        komentar terhadap konten yang ditampilkan. Tujuan utamaya adalah
        menghubungkan individu dengan suatu konten yang disediakan oleh
        profil tertentu karena individu tersebut menyukainya (youtube,
        instagram, pinterest). Media sosial telah membuka pintu bagi pelaku
        usaha untuk berkomunikasi dengan jutaan orang mengenai produk
        mereka dan telah menciptakan peluang pemasaran baru

      Indikator Kepuasan Konsumen


      Sedangkan menurut Tjiptono dalam Indrasari (2019:92) menyatakan program
      kepuasan memiliki beberapa indikator- indikator yakni:

      1. Kesesuaian harapan
        Merupakan tingkat kesesuaian antara kinerja jasa yang diharapkan oleh konsumen
        dengan yang dirasakan oleh konsumen
      2. Minat bekunjung kembali
        Merupakan kesediaan konsumen untuk berkunjung kembali atau melakukan
        pemakaian ulang terhadap jasa terkait.
      3. Kesediaan merekomendasikan
        Merupakan kesediaan konsumen untuk merekomendasikan jasa yang telah
        dirasakan kepada teman dan keluarg

      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen


      Kepuasan pelanggan memiliki banyak manfaat bagi perusahaan. Oleh sebab itu,
      perusahaan juga harus memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
      kepuasan.
      Menurut Kotler dan keller dalam Indrasari (2019:90), menyatakan terdapat lima faktor
      yang mempengaruhi tingkat kepuasan yaitu:

      1. Kualitas produk dan jasa
        Konsumen akan merasa puas bila hasil evaluasi menunjukkan bahwa produk dan
        jasa yang mereka gunakan berkualitas.
      2. Kualitas pelayanan
        Terutama untuk industri jasa. Konsumen akan merasa puas bila mereka
        mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan. Dalam
        dunia persaingan bisnis, para pembisnis terus bersaing untuk mendapatkan
        konsumen yang loyal terhadap usaha mereka.
      3. Emosional
        Konsumen akan mersa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain akan
        kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan jasa dengan merek tertendu
        yang cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebiih tinggi

      Kepuasan Konsumen


      Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan
      (kinerja atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Konsumen dapat
      mengalami salah satu dari tiga tingkat kepuasan umum yaitu kalau kinerja di bawah
      harapan, konsumen akan merasa kecewa tetapi jika kinerja sesuai dengan harapan
      pelangganakan merasa puas dan apa bila kinerja bisa melebihi harapan maka
      pelanggan akan merasakan sangat puas senang atau gembira.
      Kotler dan Keller (2018:138), menyatakan bahwa kepuasan konsumen adalah
      perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul karena membandingkan kinerja
      yang dipersepsikan produk (atau hasil) terhadap ekspetasi mereka. Kepuasan
      konsumen juga menjadi salah satu penentu keberlangsungan hidup suatu bisnis,
      sedangkan Sedangkan menurut Tjiptono (2019:76), kepuasan konsumen dapat
      diartikan sebagai perbandingan antara harapan atau ekspektasi sebelum pembelian dan
      presepsi terhadap kinerja setelah pembelian. Menurut Kotler dan Keller dalam
      Indrasari (2019:82-83) mengatakan bahwa kepuasaan konsumen adalah perasaan
      senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil)
      produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang di harapkan. Memuaskan kebutuhan
      konsumen adalah keinginan setiap perusahaan. Selain faktor penting bagi
      kelangsungan hidup perusahaan, memuaskan kebutuhan konsumen dapat
      meningkatkan keunggulan dalam persaingan.

      Jenis – jenis promosi


      Adapun pengelompokan jenis-jenis promosi penjualan menurut Kotler dan
      Keller (2016:623)

      1. Promosi konsumen (consumer promotion)
        adalah upaya mendorong pembelian unit-unit yang lebih besar, meciptakan
        pengujian produk di antara nion pemakai, dan menarik orang beralih merek dari
        pesaing. Alat yang di gunakan seperti sample, kupon, penawaran uang kembali,
        pengurangan harga, hadiah, premi, peragaan, stiker.
      2. Promosi dagang (trade promotion)
        adalah upaya membujuk pengecer menjual produk baru dan mempunyai tingkat
        persediaan dan mendorong pembelian di luar musim. Alat yang digunakan seperti
        jaminan pembelian, hadiah barang, iklan bersama, kerja sama iklan dan
        pemajangan, pengembalian uang, kontes penjualan para penyalur.
      3. Promosi wiraniaga (sales force promotion)
        adalah upaya mendorong dukungan terhadap produk atau model baru dan
        mendorong pencarian calon pelanggan yang lebih banyak. Alat yang digunakan
        seperti memberi bonus, kontes dan kereta penjualan

      Promosi


      Promotion adalah suatu tindakan yang diambil untuk meningkatkan
      perkembangan sesuatu. Pengembangan pemasaran berbeda dengan pekerjaan,
      pemasaran menekankan pada pengembangan diri suatu merek, produk atau
      perusahaan.
      Laksana (2019:129) “promosi adalah suatu komunikasi dari penjual dan
      pembeli yang berasal dari informasi yang tepat yang bertujuan untuk merubah sikap
      dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga
      menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut, sedangkan menurut Kotler dan
      Amstrong (2017:177) berpendapat promosi ialah insentif jangka pendek untuk
      meningkatkan penjualan maupun pembelian produk atau jasa. Kemudian menurut
      Praestuti (2020:65) menyatakan bahwa, promosi merupakan sebuah upaya bujukan
      (persuasi) yang digunakan untuk membujuk atau mendorong konsumen untuk mau
      membeli produk maupun jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Kemudian
      Suryati (2019:60), promosi merupakan alat yang diandalkan untuk memastikan bahwa
      audiens sasaran mengikuti tawaran anda, mereka per

      . Indikator Digital Marketing


      Menurut Aryani, (2021) pengukuran indikator pada variabel digital marketing
      akan mendefinisikan 6 indikator dari sebagai berikut :

      1. Accessibility (Aksesibilitas)
        Accessibility adalah kemampuan bagi pengguna untuk mengakses informasi dan
        layanan yang diberikan secara daring, termasuk dalam konteks periklanan Istilah
        aksesibilitas biasanya terkait dengan cara di mana pengguna dapat mengakses situs
        media sosial.
      2. Interactivity (Interaktivitas)
        Interaktivitas merujuk pada tingkat komunikasi dua arah yang mencerminkan
        kemampuan responsif antara pengiklan dan konsumen, serta kemampuan untuk
        merespons input yang diterima.
      3. Entertaiment (Hiburan)
        Entertainment mengacu pada kemampuan periklanan untuk memberikan
        kesenangan atau hiburan kepada konsumen. Secara umum, banyak iklan yang
        menawarkan hiburan sambil menyertakan pesan-pesan informasi.
      4. Credibility (Kepercayaan)
        Credibility merujuk pada tingkat kepercayaan konsumen terhadap iklan online,
        atau seberapa dipercayainya iklan dalam memberikan informasi yang dianggap
        dapat dipercaya, tidak memihak, memiliki kompetensi, kredibilitas, dan kejelasan
        yang spesifik.
      5. Irritation (Kejengkelan)

      Manfaat Digital Marketing


      Manfaat dari digital marketing menurut Chole dan Dharmik (2018), Sebagai
      berikut :

      1. Melalui situs social, channels media, dan personal email menjadi tidak mahal.
        Informasi Produk dan Layanan yang Transparan Dengan adanya informasi digital
        yang hanya membutuhkan sekali klik (internet) sehingga masyarakat mampu
        mendapatkan informasi yang detail, jelas dan transparan mengenai produk atau
        servis.
      2. Kemudahan update informasi produk atau jasa, sehingga pelanggan dapat
        memperoleh pembaharuan langsung. Pelanggan dapat memperoleh pembaharuan
        informasi dengan mudah dan cepat mengenai produk atau jasa dengan tersedianya
        pembaruan informasi produk atau jasa yang terus ditingkatkan secara
        berkelanjutan.
      3. Analisis Komparatif dengan pesaing, mudah untuk membandingkan produk atau
        jasa sendiri dengan produk orang lain. Kemajuan teknologi yang terjadi saat ini
        memberikan kemudahan bagi sebuah pemilik usaha yang melakukanpemasaran
        secara digital untuk membandingkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan
        produk atau jasa dari perusahaan lain. Hal ini dapat membantu dalam meningkatkan
        kualitas produk atau jasa sendiri.
      4. Biaya lebih murah. Dengan bantuan digital, biaya yang diperlukan untuk
        mempromosikan produk atau jasa.

      Digital Marketing


      Digital marketing merupakan sistem pemasaran yang saat ini banyak digunakan
      oleh perusahaan untuk memperkenalkan produk maupun jasa. Dengan adanya digital
      marketing akan semakin memperdalam literasi terhadap teknologi informasi sehingga
      akan memudahkan kita mendapatkan, membeli atau memasarkan barang atau jasa
      secara mudah.
      Menurut Rachmadi (2020:3), digital Marketing, Pemasaran digital adalah
      produk populer yang menghasilkan media digital dan media digital. Media yang biasa
      digunakan untuk pemasaran digital memisahkan situs web, media sosial, pemasaran
      email, pemasaran video, iklan dan lain-lain, sedangkan menurut Rachmadi dalam
      Khoziyah dan Lubis (2021:40), digital marketing adalah teknologi dalam memasarkan
      produk serta layanan dengan memanfaatkan media digital, sedangkan menurut
      Muljono (2018:5) digital marketing merupakan internet dan teknologi informasi
      sebagai media pemasaran. Kebutuhan untuk menggunakan media internet sebagai
      media pemasara untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing tradisional.
      Definisi ini berkonsentrasi pada seluruh marketing tradisional. Kemudian digital
      marketing diartikan sebagai kegiatan marketing yang menggunakan berbagai media
      berbasis web (Saputra et al., 2020). E-marketing merupakan suatu proses pemasaran
      yang menggunakan teknologi komunikasi elektronik, khususnya internet.

      Fungsi manajemen pemasaran


      Menurut Panjaitan (2018:19), ada tiga fungsi Manajemen Pemasaran, sebagai
      berikut :

      1. Perencanaan pemasaran
        Perencanaan segala sesuatu sebelum melakukan kegiatan pemasaran yang meliputi
        tujuan, strategi, kebijaksanaan, dan taktik yang akan dijalankan.
      2. Implementasi pemasaran
        Implementasi pemasaran adalah proses yang mengubah strategi dan rencana
        pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran. Implementasi
        mencakup aktivitas sehari-hari secara efektif dalam pelaksanaan rencana
        pemasaran. Kegiatan ini dibutuhkan tindakan yang menarik semua orang atau
        semua aktivitas serta struktur organisasi formal yang dapat memainkan peranan
        penting dalam mengimplementasikan strategi pemasaran.
      3. Pengendalian/evaluasi kegiatan pemasaran
        Usaha memberikan petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu bertindak
        sesuai dengan rencana

      Definisi Manajemen Pemasaran


      Pemasaran merupakan kriteria sukses dari suatu perusahaan, bahkan manajemen
      pemasaran merupakan benefit generating process bagi perusahaan, sedangkan fungsi
      manajerial yang lainnya adalah cost generating process. Pemasaran juga merupakan
      solusi baik bagi perusahaan agar kelanjutan bisnisnya terus berkembang maupun
      masyarakat konsumen yang terpenuhi kebutuhan, keinginan, dan permintaannya.
      Menurut Basu Swastha (2018:5) pemasaran merupakan kegiatan manusia yang
      diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia melalui
      proses pertukaran.
      Menurut Sudarsono (2020:2), manajemen pemasaran adalah proses
      perencanaan, pelaksanaan (yang meliputi pengorganisasian, pengarahan, dan
      koordinasi) operasi pemasaran di dalam perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi
      secara efisien dan efektif

      Pengertian Keputusan Pembelian


      Menurut Kotler dan Keller (2015: 170), proses psikologis dasar yang
      kita amati memiliki peran penting dalam keputusan pembelian konsumen.
      Perusahaan mencoba untuk sangat memahami proses keputusan pembelian
      melalui semua pengalaman dari saat mencari tahu informasi, memilih,
      menggunakan, dan sampai menempatkan sebuah produk. Konsumen
      memiliki pereferensi diantara semua pilihan merek yang ditetapkan dan bisa
      juga membentuk intensitas pembelian dari merek yang paling disukai.
      Dari penjelasan diatas, keputusan pembelian merupakan kegiatan
      individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk
      melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh
      penjual.

      Pengertian Keputusan


      Menurut Amirullah dalam jumal Lili Widyawati (2015), keputusan
      dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai
      altematif sesuai dengan kepentingan-kepentingan tertentu dengan
      menetapkan suatu pilihan yang di anggap paling menguntungkan

      Dimensi Harga


      Menurut Kotler dan Armstrong dalam dalam jurnal Riyono dan Gigih
      Erlik Budiharja (2016:10), beberapa dimensi yang bisa menjadi ciri suatu
      harga diantaranya yaitu:
      (1) Keterjangkauan harga
      Konsumen bisa mencapai harga yang ditetapkan oleh
      perusahaan. Produk-produknya biasanya memiliki beberapa jenis
      dalam satu merek, dan harganya pun berbeda-beda dari yang paling
      murah sampai yang paling mahal. Dengan harga yang ditetapkan,
      banyak konsumen yang membeli produk/jasa tersebut, karena harga
      tersebut sesuai dengan keterjangkauan masing-masing konsumen dan
      variasi harga tergantung jenis barang yang dipilih.
      (2) Kesesuaian harga dengan kualitas
      Harga sering dijadikan indikator kualitas bagi konsumen.
      Orang sering kali memilih harga yang lebih tinggi di antara dua
      produk karena mereka melihat perbedaan kualitas. Namun, ada juga
      produk yang membayar harga lebih rendah untuk menciptakan citra
      tertentu. Konsumen akan dinilai apakah harga sesuai dengan kualitas,
      meskipun harga sesuai dengan hasil yang diinginkan.
      (3) Daya saing harga
      Konsumen sering membandingkan harga suatu produk
      dengan produk lainnya. Dalam hal ini, konsumen memperhitungkan
      tingginya harga suatu produk ketika mereka membeli produk tersebut.
      Selain membandingkan dengan produk pesaing, konsumen seringkali
      tertarik dengan potongan harga yang ditawarkan produk tersebut.
      (4) Kesesuain harga dengan manfaat
      Jika konsumen merasa bahwa nilai produk lebih kecil dari
      uang yang dikeluarkan, konsumen akan berpikir bahwa produk
      tersebut mahal dan akan berpikir dua kali untuk mengulang
      pembelian

      Menentukan Harga


      Menurut Kotler dan Keller (2018:389) sebuah perusahaan harus
      menentukan harga untuk pertama kali ketika sedang mengembangkan produk
      baru. Ada 6 langkah yang harus dilakukan untuk menentukan suatu harga,
      sebagai berikut :
      (1) Menetapkan harga objektif
      Perusahaan pertama kali memutuskan dimana dia ingin menempatkan
      posisi di penawaran pasar. 5 hal utama adalah keselamatan,
      memaksimalkan keuntungan saat ini, memaksimalkan pangsa pasar,
      memaksimalkan market skimming, dan kepemimpinan kualitas produk.
      (2) Menentukan Permintaan
      Setiap harga akan menuju tingkat permintaan yang berbeda dan memiliki
      pengaruh yang berbeda pada tujuan pemasaran perusahaan. 3 isu utama
      mengenai penetapan permintaan adalah sensitivitas harga, perkiraan
      kurva permintaa, dan elastisitas harga permintaan.
      (3) Memperkirakan Harga
      Permintaan ditetapkan pada batas atas harga yang diberikan perusahaan
      yang bisa diubah untuk produk tersebut, sedangkan biaya ditetapkan pada
      batas bawah. 3 hal yang harus diperhatikan untuk memperkirakan harga
      adalah tipe biaya dan tingkat produksi, akumulasi produksi, dan target
      biaya.
      (4) Menganalisa biaya, harga, dan penawaran pesaing
      Selama dalam jangka yang memungkinkan, harga ditentukan oleh
      permintaan pasar dan biaya perusahaan dimana perusahaan harus
      mengambil biaya, harga, dan reaksi harga yang masuk akal.
      (5) Menentukan metode penetapan harga
      Ada 6 metode untuk melakukan penetapan harga, diantaranya adalah
      Markup Pricing, Target-Return Pricing, Perceived-Value Pricing, Value
      Pricing, Going-Rate Pricing, dan Auction-type Pricing.
      (6) Menentukan harga akhir
      Metode penetapan harga memperkecil pilihan dimana perusahaan dapat
      memutuskan harga akhir. Dalam menetapkan harga akhir, perusahaan
      harus mempertimbangkan faktor tambahan termasuk dampak dari
      aktivitas pemasaran lainnya, kebijakan penetapan harga perusahaan,
      keuntungan dan risiko harga. Kualitas relatif, dan dampak dari harga
      pesaing

      Pengertian Harga


      Kotler & Amstrong (2018:308) mendefinisikan bahwa : “Price the
      amount of money charged for a product or service, or the sum of the value
      that customers exchange for the benefits or having or using the product or
      service.” Artinya harga merupakan sejumlah uang uang yang dikeluarkan
      untuk sebuah produk atau jasa, atau sejumlah nilai yang ditukarkan oleh
      konsumen untuk memperoleh manfaat atau kepemilikan atau penggunaan
      atas sebuah produk atau jasa)

      Pengertian kesadaran merek


      Menurut Durianto, dkk (2017:54) kesadaran merek adalah kesanggupan
      seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali suatu
      merek sebagai bagian dari suatu kategori produk atau jasa terbaru. Kesadaran
      merek sangat berpengaruh pada keputusan pembelian dan juga dapat
      meningkatkan penjualan. Berdasarkan penjelasan diatas, penulis
      menyimpulkan membangun kesadaran merek dapat melalui sosial media,
      konten pemasaran, pemasaran video, influencer, acara pemasaran, sponsor,
      dan lain sebagainya. Brand awareness memiliki beberapa tingkatan dari
      tingkatan yang paling rendah (tidak menyadari brand) sampai tingkatan yang
      paling tinggi yaitu Top of Mind (Aaker 2018:91).

      Dimensi Pemasaran Digital


      Pemasaran digital sangatlah penting di era 4.0 dimana segalanya telah
      digitalisasi atau menggunakan elektronik dan internet. Pemasaran digital
      sangat efektif untuk menjangkau para konsumen. Menurut Aditya M Salya
      (2010: 4), disebutkan beberapa alat yang dapat digunakan dalam internet /
      pemasaran digital, antara lain:
      (1) Website, yaitu membuat website perusahaan atau organisasi yang
      bertujuan untuk memberikan informasi penting dan menarik kepada
      konsumen.
      (2) Search Engine Marketing, yaitu pemanfaatan business directory
      untuk menjaring pengunjung dengan berkerjasama dengan search
      engine. seperti: Google dan yahoo.
      (3) Web Banner, yaitu membuat kotak atau bendera iklan yang menarik
      di dalam suatu website perusahaan atau organisasi.
      (4) Social Networking, yaitu masuk ke dalam suatu forum sosial gratis
      (social media) yang membahas akan suatu topik-topik terkini. seperti:
      WordPress, Facebook dan Twitter.
      (5) Email Marketing, yaitu menyebarkan pesan promosi langsung ke
      email sasaran. Dengan menggunakan strategi mailing list atau
      menggunakan database email dari program ECRM (Electronic
      Customer Relationship Management).
      (6) Viral Marketing, yaitu menggunakan metode viral, yang membuat
      pengunjung mau dan tertarik untuk terus berkunjung.
      (7) Affiliate Marketing, yaitu berafiliasi dengan website suatu perusahaan
      atau organisasi yang berbasis pada metode pay per click. Online
      Avdvertising.Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran merek
      yang berperan besar dalam pemasaran.

      Pengertian Pemasaran Digital


      Dedi Purwana (2017:2) digital marketing merupakan kegiatan pemasaran
      yang menggunaan media digital dengan menggunakan internet yang
      memanfaatkan media berupa web, social media, e-mail, database,
      mobile/wireless dan digital tv guna meningkatkan target konsumen dan untuk
      mengetahaui profil, perilaku, nilai produk, serta loyalitas para pelanggan atau
      target konsumen untuk mencapai tujuan pemasaran.
      Menurut American Marketing Association (dalam Claesson & Jonsson,
      2017, p.7) mendefinisikan pemasaran sebagai sebuah aktifitas, kumpulan
      institusi, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan,
      menyampaikan, dan menawarkan pertukaran yang memiliki nilai bagi
      pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat luas. menghabiskan waktu di online

      Jenis-Jenis Digital Marketing


      Adapun jenis-jenis digital marketing menurut (kelly Sawlani, SE. & Dhiraj, 2021)
      1) Banner Advertisement (iklan melalui banner), iklan melalui banner ini berupa
      file grafis yang mempunyai ukuran yang diberi nama pixel untuk diposting
      pada website penyedia iklan. Banner dibuat semenarik mungkin agar calon
      pembeli melirik dan membeli produk yang di tawarkan dengan cara mengklik
      iklan dan mengarah ke website atau media sosial produk tersebut.
      2) Sponsorship (sponsor), dengan melakukan kegiatan sponsorship sangat
      membantu dalam pemasaran digital karena peserta dari kegiatan dapat
      memikat calon pembeli agar mau dan bersedia membeli produk yang telah di
      tawarkan dan dapat meningkatkan penjualan.
      3) Classified Listings (daftar produk terklasifikasi), jenis digital marketing ini
      adalah mengklasifikasi produk yang telah di sebar di surat kabar, koran
      maupun majalah. Klasifikasi online adalah terbilang cara yang sangat baik
      digunakan untuk memposting bisnis yang telah ditujukan kepada orang-orang
      yang ingin membeli produk tersebut. Keunggulan dari klasifikasi online yaitu
      dapat mempermudah konsumen dalam mencari dan melihat produk dengan
      cepat dan tepat yang telah di tawarkan.
      4) Email Marketing (pemanfaatan email), jenis digital marketing ini adalah berupa
      pemasaran dengan memanfaatkan email guna untuk melakukan penyebaran
      iklan dimana ada 2 cara atau tahap. Tahap pertama dengan menempatkan
      iklan atau pesan dalam email newslatter. Tahap kedua dengan mengirimkan
      email penawaran kepada calon konsumen
      5) Partnertship/affiliate marketing (pemasaran metode afiliasi), metode jenis ini
      merupakan pemanfaatan untuk mengiklankan. Para pebisnis yang menjual
      produk atau jasanya dengan menggunakan cara online. Dengan metode ini
      melibatkan beberapa orang atau penjual produk atau jasa yang ada.
      6) Search engine marketing (pemasaran menggunakan mesin pencari), metode
      ini biasanya digunakan untuk mencari informasi melalui google, yahoo dan
      sebagainya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencari informasi tetapi
      para pelaku bisnis harus memastikan bahwa situs yang dimilikinya terdaftar
      atau terlampir dalam mesin pencari google, yahoo dan sebagainya.
      7) Social media (metode pemasaran menggunakan situs jejaring media sosial),
      dengan banyaknya berbagai situs media sosial yang ada seperti facebook,
      twitter, instagram, my space dan lain-lain, merupakan senjata yang bisa
      digunakan untuk melakukan pemasaran melalui jejaring sosial. Begitu banyak
      situs jejaring sosial yang menyediakan sarana dan fasilitas untuk melakukan
      sosialisasi atau berkomentar.
      8) Website (situs web), sekumpulam dokumen dimana untuk dipublikasikan
      melalui internet sehingga dapat di akses oleh pengguna melalui web browser.
      c. Manfaat dalam menggunakan Digital Marketing
      Adapun manfaat digital marketing menurut (Rachmadi, 2020), yaitu:
      1) Menghubungkan anda dengan konsumen di internet, konsumen
      menggunakan internet untuk memperoleh informasi mengenai produk
      ataupun jasa yang diinginkan, dengan banyaknya situs jejaring sosial di
      internet para pebisnis dapat berinteraksi atau bertukar pesan dengan
      konsumen melalui internet.
      2) Menghasilkan penjualan yang tinggi, dengan adanya digital marketing
      para pebisnis dapat menjangkau lebih banyak konsumen, pebisnis juga
      dapat menghasilkan prospek atau meningkatkan penjualan. Dalam
      membuka pemasaran digital akan membuahkan hasil yang
      menguntungkan bagi para pebisnis.
      3) Lebih hemat, dengan adanya pemasaran digital membuat para pebisnis
      mendapatkan banyak keuntungan dari pemasaran digital. Pemasaran
      digital juga memberikan kemudahan untuk para pebisnis baik dalam
      menghasilkan pemasukan serta dapat membantu para pebisnis untuk
      menghemat pengeluarannya.
      4) Mengaktifkan layanan pelanggan real-time, dengan adanya layanan ini
      memudahkan pelaku bisnis dan konsumen dalam berkomunikasi yang
      memberikan dampak besar pada keberhasilan untuk para pelaku pebisnis
      serta mempertahankan pelanggan dan memberikan kepuasan layanan
      terhadap konsumen.
      5) Mengjangkau pengguna mobile (smartphone), dalam digital marketing
      membawa para pebisnis memasuki pasar digital yang luas untuk
      menjagkau para konsumen atau target yang diinginkan.
      6) Membantu menghasilkan peningkatan pendapatan, dengan
      menggunakan digital marketing para pebisnis dapat memudahkan
      konsumen untuk melakukan transaksi baik secara offline maupun online
      sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagi pebisnis

      Definisi Pemasaran Digital (Digital Marketing)


      Pemasaran digital atau digital marketing merupakan bentuk pemasaran
      barang atau jasa yang menggunakan media sosial yang dimana penggunaannya
      menggunakan internet sehinggah dapat menjangkau target pasar yang lebih luas.
      Menurut (Lestari & Saifuddin, 2020) Digital Marketing adalah bentuk
      pemasaran modern sekaligus merupakan harapan baru dan dobrakan
      baru bagi perusahaan dan diharapkan memberikan dampak positif
      bagi perusahan. Digital marketing memungkinkan pengiklanan
      berkomunikasi langsung dengan konsumen potensial tanpa terhalang
      oleh waktu dan lokasi geografis. Salah satu cara terbaik dalam
      mengatasi dan meminimalisir kekacauan dan berkomunikasi langsung
      dengan konsumen yaitu dengan pemasaran digital (digital marketing).
      Menurut (Lestari & Saifuddin, 2020) Pemasaran digital adalah sebuah
      penggunaan teknologi elektronik terutama dalam bentuk teknologi
      informasi untuk melakukan segala proses bisnis termasuk didalamnya
      kegiatan jual beli produk, jasa dan informasi, meningkatkan
      permintaan, melayani pelanggan dengan sentuhan digital

      Jenis-Jenis Promosi


      Menurut (Cinthya, 2021) terdapat beberapa jenis jenis promosi, yaitu:
      1) Promosi secara fisik, promosi ini dapat ditemukan dengan mudah pada acara
      event ataupun kegiatan tertentu (Bazar, konser, dan lain-lain) kegiatan
      promosi ini bisa juga dilakukan dengan membuka booth dengan begitu dapat
      menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Pada
      promosi ini memiliki kelebihan ataupun kekuran dimana kelebihannya dapat
      menjangkau dan melakukan interaksi kepada konsumen secara langsung
      sedangkan kekurangannya terbatasnya calon konsumen yang bisa di
      jangkau. Adapun kegiatan promosi ini diselenggarakan pada lokasi khusus
      saja seperti sekolah, mall, kampus dan lain-lain, dengan begitu dilokasi
      tersebut akan mudah menjangkau konsumen.
      2) Promosi melalui media tradisional, dimana promosi ini dulunya sangat efektif
      dalam meningkatkan penjualan ataupun promosi seperti melakukan promosi
      di TV, media cetak, billboard, dan lain-lain. Jenis promosi ini memiliki
      keuntungan tersendiri dari pada promosi fisik yang telah dipaparkan di atas
      dimana promosi ini dapat menjangkau konsumen dalam jangka Panjang.
      Tetapi jenis promosi ini juga memiliki kekurangan karena biaya promosinya
      yang mahal baik dari segi media atau promosinya sendiri.
      3) Promosi melalui media digital, dalam promosi ini dilakukan dengan cara
      memakai jaringan website, media sosial, aplikasi, email, dan lain-lain. Setiap
      pebisnis yang sudah mengerti tentang teknologi akan cenderung memilih
      internet sebagai sarana promosi bisnisnya selain lebih mudah dan murah
      promosi juga menjangkau banyak orang serta promosinya lebih cepat, mudah,
      dan murah. Namun pada promosi ini diperlukan tingkat kreativitas untuk
      melakukan promosi secara kelanjutan karena terdapat banyak pesaing yang
      dimana artinya kunci utama dalam promosi digital yaitu keunikan dan juga
      target pasar yang tepat.

      Bauran Promosi


      Promosi merupakan bagian dari proses strategi pemasaran sebagai alat
      berkomunikasi dengan konsumen dan menggunakan bauran promosi
      (promotional mix). Menurut (Tasruddin, 2015), bauran promosi adalah gabungan
      arus informasi yang secara menyeluruh dan hanya di lakukan oleh satu organisasi
      dan individu. Adapun upaya dalam memperkenalkan produk dan mempengaruhi
      konsumen sehingga konsumen menjadi senang dan membeli produk tersebut.
      Berikut menurut (Tasruddin, 2015) bauran promosi yang di kelompokkan menjadi
      4 bagian, yaitu:
      1) Periklanan adalah komunikasi non individu, dengan sejumlah biaya
      melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, Lembaga
      non laba, serta individu-individu. Periklanan bersifat menjangkau
      masyarakat luas (massal), tidak pribadi namun secara langsung
      dengan audiens dan dalam menyampaikan gagasan secara
      meyakinkan dan menimbulkan efek dramatif.
      2) Publikasi merupakan cara yang biasanya digunakan oleh pengusaha
      untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen
      agar konsumen menjadi tahu dan menyenangi produk tersebut.
      3) Promosi penjualan penjualan merupakan kegiatan perusahaan untuk
      menjajakan produk yang dipasarkan sedemikian rupa sehingga
      konsumen akan mudah melihat dan mengetahui bagaimana cara
      penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan
      menjadi daya tarik konsumen untuk melihatnya.
      4) Penjualan Personal merupakan interaksi antar individu, saling bertemu
      muka yang dirujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai
      dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling
      menguntungkan antara satu pihak dan pihak yang lain.
      d. Strategi Promosi
      Strategi promosi merupakan tujuan dalam meningkatkan penjualan. Konten
      promosi yang memunculkan minat konsumen sehingga menimbulkan permintaan
      terhadap suatu produk. Peningkatan permintaan yang diakibatkan kenaikan
      penjualan dapat mendorong proses produksi. Strategi promosi merupakan bentuk
      11
      dasar dari komunikasi pemasaran antara lain media massa tradisional (televisi,
      majalah dll), iklan online (situs, SMS dll), promosi penjualan (barang-barang
      premium, sampel dll). Publikasi, iklan rilis, sponsorship, presentasi bagian
      penjualan dan berbagai bentuk jaminan sebagai sarana komunikasi (Khairani &
      Pratiwi, 2018)

      Tujuan promosi


      1) Memberitahu, dengan tujuan untuk memberitahu target pasar yang dituju
      terkait penawaran. Hal ini sangat penting dalam meningkatkan permintaan,
      Sebagian orang tidak akan membeli barang atau jasa yang mereka tidak
      ketahui.
      2) Membujuk, promosi yang bertujuan untuk membujuk dan mendorong minat
      masyarakat untuk melakukan pembelian terkait produk atau jasa yang di
      tawarkan.
      3) Modifikasi tingkah laku, yang dimana penjual selalu menciptakan kesan baik
      karena orang-orang yang melakukan komunikasi mempunyai alasan tertentu
      seperti mencari kesenangan, memberikan pertolongan, memberikan
      informasi dan mengemukakan ide serta pendapat
      4) Mengingatkan, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan brand
      dari suatu bisnis. (Swasta D & Irawan, 2017)

      Definisi Promosi


      Promosi merupakan bentuk komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran
      adalah suatu aktivitas pemasaran yang menyebarkan informasi, membujuk atau
      mempengaruhi pasar yang di targetkan atas produknya sehingga konsumen
      bersedia membeli produk yang ditawarkan (Siagian & Cahyono, 2021).
      Pengertian Promosi Menurut Fandy Tjiptono dalam (Riki dkk., 2023),
      Promosi adalah komunikasi pemasaran yang dilakukan untuk
      menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, atau
      meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan juga produknya
      agar masyarakat bisa menerima, membeli dan juga loyal pada produk
      yang ditawarkan oleh perusahaan

      Wilayah Pemasaran


      Wilayah pemasaran adalah unsur yang akan dikaji selanjutnya untuk
      mengetahui dampak penggunaan platform jual-beli online. Seperti yang
      dinyatakan oleh Tandjung (2011) bahwa dengan internet dapat memberikan
      efisiensi anggaran pemasaran, internet memiliki jangkauan yang luas, akses
      mudah dan biaya murah. Salah satu bukti bahwa penggunaan internet seperti
      aplikasi Online Shop memiliki dampak positif bagi pelaku UMKM adalah
      banyaknya pelaku usaha yang mulai mencoba menawarkan berbagai macam
      produknya dengan menggunakan media internet. Dengan menggunakan e-
      commerce atau Online Shop maka kegiatan usaha kecil dan menengah dapat
      mengurangi jumlah saluran distribusi dan akan berdampak pada pengurangan
      harga. Biaya operasional yang murah akan diikuti dengan harga jual produk yang
      murah juga. Harga produk yang murah akan menarik minat calon pembeli untuk
      membeli produk tersebut karena para konsumen merasa memiliki kemampuan
      untuk membeli, dan lebih daripada itu mereka merasa daya beli mereka
      meningkat, dan akhirnya akan meningkatkan penjualan dan pendapatan produsen.

      Laba


      Unsur ketiga yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah laba yang
      kaitannya dengan penggunaan platform jual-beli online. Mendapatkan keuntungan
      atau laba sebanyak-banyaknya merupakan tujuan dari setiap perusahaan. Secara
      sederhana Kuswadi (2008:46) mendefinisikan laba (rugi) adalah pendapatan
      dikurangi seluruh beban/biaya yang telah dikeluarkan. Sedangkan menurut
      Soemarso (2010) definisi laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban
      sehubungan dengan kegiatan usaha. Apabila beban lebih besar dari pendapatan,
      maka selisihnya disebut rugi.
      Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa laba adalah selisih
      lebih kenaikan manfaat ekonomi/pendapatan setelah dikurangi seluruh beban
      sehubungan dengan kegiatan usaha selama suatu periode akuntansi.
      Indikator laba bersih yang dikemukakan oleh Putra (2017:185) adalah:
      Laba Bersih = Pendapatan – Beban
      Dimana penjelasan dari rumus di atas menurut Sujarweni (2017:27) yaitu:

      1. Pendapatan, adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban
        perusahaan, yang berasal dari penjualan barang atau jasa pada satu periode
        akuntansi. Umumnya pendapatan untuk perusahaan manufaktur dan dagang
        menggunakan istilah “penjualan”.
      2. Beban, adalah biaya yang dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan satu
        periode