Keputusan pembelian mencakup serangkaian langkah yang diambil konsumen
sebelum melakukan transaksi, dimulai dari pengenalan kebutuhan hingga evaluasi
pasca-pembelian. Zusrony (2021) dalam bukunya menjelaskan bahwa proses ini
melibatkan pertimbangan apakah konsumen akan melakukan pembelian atau
menunda keputusan tersebut. Tahap ini menjadi inti dari perilaku konsumen karena
mencerminkan bagaimana individu menentukan pilihan yang dianggap paling sesuai
dengan kebutuhannya. Faktor-faktor seperti ketersediaan informasi, harga, kualitas,
dan pengaruh sosial sering kali memainkan peran signifikan dalam membantu
konsumen membuat keputusan akhir.
Zusrony (2021) juga menekankan bahwa keputusan pembelian tidak hanya
terbatas pada aktivitas membeli tetapi juga mencakup bagaimana konsumen
memanfaatkan produk atau jasa yang telah dibeli. Proses ini dipengaruhi oleh
pengalaman dan persepsi konsumen terhadap nilai yang diberikan produk tersebut.
Keputusan yang diambil tidak hanya berdampak pada kepuasan pribadi konsumen
tetapi juga pada loyalitas mereka terhadap merek tertentu. Dengan memahami proses
pengambilan keputusan konsumen, pemasar dapat mengembangkan strategi yang
lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mendorong pembelian ulang.
Tujuan perusahaan adalah untuk melaksanakan kegiatan pemasaran yang
bertujuan untuk memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Keputusan
pembelian dapat dipahami sebagai suatu proses yang dilalui konsumen untuk
membeli suatu produk yang sesuai setelah terlebih dahulu dihadapkan pada beberapa
alternatif dan kemudian mengambil keputusan berdasarkan preferensi konsumen
tersebut (Khafidin, 2020)
