Dimensi Citra Merek


Menurut (Kotler & Keller, 2016) dalam (Fachry, 2020) dimensi citra merek
adalah sebagai berikut:

  1. Brand Identity
    Dimensi pertama adalah identitas merek. Identitas merek adalah identitas fisik
    yang dikaitkan dengan merek atau produk sehingga konsumen dapat dengan
    mudah mengenalinya dan membedakannya dari merek atau produk lain, misalnya
    logo, warna, kemasan, lokasi, identitas perusahaan, slogan, dan sebagainya.
  2. Brand Personality
    Dimensi kedua adalah kepribadian merek. Kepribadian merek adalah karakter
    khas dari sebuah merek yang mirip manusia dan membentuk kepribadian tertentu
    sehingga konsumen dapat dengan mudah membedakannya dengan merek lain
    dalam kategori yang sama, misalnya tegas, kaku, berwibawa, mulia atau murah
    senyum, hangat, penuh kasih sayang, sosial atau dinamis, kreatif, mandiri, dan
    lain-lain.
  3. Brand Association
    Dimensi ketiga adalah asosiasi merek. Asosiasi dengan merek mengacu pada hal-
    hal tertentu yang terkait dengan merek, misalnya penawaran produk yang unik,
    aktivitas yang berulang dan konsisten seperti kegiatan sponsor atau tanggung
    jawab sosial, topik yang sangat terkait dengan merek, atau seseorang.
  4. Brand Attitude & Behavior
    Dimensi keempat adalah sikap terhadap merek atau sikap dan perilaku merek.
    Sikap dan perilaku merek adalah sikap atau perilaku komunikasi dan interaksi
    merek dengan konsumen dalam menawarkan manfaat dan nilai-nilainya.
    Seringkali sebuah merek menggunakan cara komunikasi yang tidak tepat dan
    tidak etis serta pelayanan yang buruk, sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku
    merek tersebut kepada masyarakat, atau sebaliknya menyenangkan, jujur,
    konsisten antara janji dan kenyataan, pelayanan yang baik dan kepedulian
    terhadap lingkungan dan masyarakat luas membentuk persepsi yang baik
    terhadap sikap dan perilaku merek tersebut. Oleh karena itu, sikap dan perilaku
    merek mencakup sikap dan perilaku komunikasi, aktivitas, dan atribut yang
    diasosiasikan dengan merek saat berhubungan dengan konsumen, termasuk
    perilaku karyawan dan pemilik merek.
  5. Brand Benefit & Competence
    Dimensi kelima adalah brand benefits and competences atau manfaat dan
    keunggulan merek. Manfaat dan kompetensi merek adalah nilai dan keunggulan
    khas yang ditawarkan sebuah merek kepada konsumen, sehingga konsumen
    merasakan manfaatnya karena kebutuhan, keinginan, impian, dan obsesinya
    terpenuhi oleh penawaran tersebut. Nilai dan manfaat di sini dapat bersifat
    fungsional, emosional, simbolis dan sosial, misalnya sebuah merek deterjen
    dengan manfaat membersihkan pakaian (fungsional), membuat pemakai pakaian
    yang dibersihkan merasa percaya diri (emosional), menjadi simbol gaya hidup
    masyarakat modern yang bersih (simbolis) dan menginspirasi lingkungan sekitar
    untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan dan hati nurani (sosial)