Menurut Kotler dan Armstrong (2016:75), bauran pemasaran merupakan
metode pemasaran yang terus digunakan perusahaan untuk memenuhi misinya di
pasar sasaran.
Sedangkan menurut Buchari Alma (2017:205) bauran pemasaran
merupakan rencana yang digabungkan dengan kegiatan penjualan sedemikian rupa
yang pada akhirnya diperlukan kombinasi yang maksimal untuk menghasilkan
produk yang diharapkan konsumen meningkat. Dari beberapa penjelasan para
ahli diatas, dapat disimpulkan bauran pemasaran yaitu konsep untuk
mengembangkan strategi pemasaran dalam suatu perusahaan guna mendapatkan
target penjualan sehingga pemasarannya memuaskan. Bauran pemasaran memiliki
rancangan yang terdiri dari 4P, yakni:
a. Produk (Product)
Produk menurut Kotler (2014:259), merupakan segala
sesuatu yang ditawarkan oleh penjual untuk dikenali, dicari,
diminta, atau dipakai sehingga konsumen memenuhi keperluan dan
kemauan konsumen.
Lalu menurut Lupiyoadi (2017:106), menyatakan bahwa
pelanggan sebenarnya bukan membeli barang atau jasa, tetapi
pelanggan membeli manfaat dan nilai dari produk yang ditawarkan
perusahaan kepada konsumen.
Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa produk adalah suatu
barang atau jasa yang di tawarkan kepada pasar yang tujuannya
untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Dari sini dapat
disimpulkan bahwa produk merupakan barang atau jasa yang
ditawarkan di pasar yang bertujuan untuk memenuhi keinginan dan
kebutuhan.
1) Indikator atau Atribut Produk
Menurut Sumarwan, U (2015: 15) atribut produk
merupakan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen
ketika memilih merek atau kategori produk dalam kaitannya
dengan suatu produk atau bagian dari suatu produk itu sendiri.
Unsur-unsur dari atribut produk menurut Sumarwan, U (2015:
15) yaitu :
a) Merek
Merupakan nama, istilah, tanda, simbol, lambang,
desain, warna, atau kombinasi dari atribut suatu produk
yang diharapkan dapat memberikan identitas produk
pada produk tersebut.
b) Kemasan
Merupakan sebuah proses yang berkaitan dengan
desain dan pembuatan wadah atau kemasan produk.
c) Pelayanan
Pelayanan atau jasa di sini biasanya menawarkan
perlengkapan untuk mengukur sejauh mana sikap
menyukai atau pengguna produk yang dihasilkan.
d) Mutu Produk
Menunujukan kemampuan sebuah produk untuk
melakukan tugasnya. Mutu produk meliputi daya tahan,
kehandalan, ketelitian, kemudian oprasi dan perbaikan.
2) Klasifikasi Produk
Menurut Sumarwan, U (2015: 16) terdapat klasifikaasi atau
jenis-jenis produk, diantaranya seperti :
a) Produk Konsumsi
Produk konsumsi merupakan produk yang dipergunakan
oleh konsumen akhir secara langsung, dapat menjadi tiga
bagian yaitu produk kebutuhan sehari-hari, produk
belanjaan, dan produk khusus.
b) Produk Industri
Produk industri merupakan produk yang dibeli oleh
produsen atau perusahaan yang kemudian akan dijual
kembali atau digunakan sebagai bahan baku untuk proses
produksi, sehingga menghasilkan produk lain diantaranya
yaitu bahan baku dan suku cadang, barang model, serta
perlengkapan dan layanan bisnis.
3) Hierarki Produk
Setiap produk secara hierarki berhubungan dengan
produk lainnya (Sumarwan, U 2015: 18). Berikut tujuh hierarki
tersebut, yaitu :
a) Kelompok Kebutuhan, merupakan kebutuhan inti yang
menunjang pada suatu kelompok produk.
b) Kelompok Produk, merupakan semua kelas produk yang
dapat melengkapi kebutuhan utama secara efektif.
c) Kelompok Produk, merupakan kumpulan beberapa
kelompok produk yang dianggap memiliki hubungan secara
fungsional tertentu.
d) Lini Produk, merupakan kumpulan beberapa kelas dalam
kelas produk yang saling berhubungan erat dikarenakan
memiliki fungsi yang sama atau karena wilayah saluran
distribusi yang sama, atau berbeda dalam skala yang sama.
e) Tipe Produk, merupakan barang atau hal yang berbeda
dalam lini produk dan memiliki bentuk tertentu dari sekian
banyak kemungkinana.
f) Merek, merupakan nama yang dapat dihubungkan dengan
satu atau lebih barang yang melihat dalam lini produk dan
memiliki fungsi untuk mengenal sumber atau ciri produk
tersebut.
g) Jenis Produk, adalah sesuatu yang khusus di dalam suatu
merek atau lini produk yang dapat dibedakan dengan ukuran,
harga, penampilan, atau atribut yang lain.
b. Harga (Price)
Kotler dan Amstrong, (2018:12) mengartikan harga sebagai sejumlah uang
untuk membayar suatu produk atau jasa. Secara lebih luas dapat diartikan
bahwa harga merupakan sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen untuk
memperoleh keuntungan atas hak penggunaan atau kepemilikan suatu produk
ataupun jasa.
1) Indikator dan Atribut Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:278) terdapat empat
indikator harga yaitu:
a) Keterjangkauan harga
Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
oleh perusahaan yang dapat dijangkau dengan kemampuan
beli konsumen.
b) Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
perusahaan yang sesuai dengan kualitas produk yang
dihasilkan.
c) Kesesuain harga dengan manfaat
Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
perusahaan yang sesuai dengan manfaat yang dapat
diperoleh konsumen dari produk yang dibelinya.
d) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga
Merupakan penawaran harga yang diberikan oleh
perusahaan yang berbeda dan bersaing dengan yang
diberikan oleh perusahaan lain, pada jenis produk yang
sama.
2) Tujuan Penetapan Harga
Menurut Angipora (dalam Krisdayanto, 2018:3) tujuan
penetapan harga adalah salah satu hal penting dalam penentuan
harga pada produk. Tujuan-tujuan nya adalah sebagai berikut :
a) Mendapatkan laba maksimum, misalnya dengan penentuan
harga murah untuk meningkatkan penjualan dan pangsa
pasar.
b) Mendapatkan pengembalian investasi, salah satu caranya
adalah harga dipilih untuk membantu pencapaian tujuan
keuangan seperti kontribusi laba dan arus kas.
c) Mencegah atau mengurangi persaingan, yaitu harga dapat
dimanfaatkan untuk mempengaruhi persaingan yang ada
atau calon pembeli, dengan cara menghambat masuknya
pesaing baru ataupun bertambahnya market share pesaing
yang ada.
d) Mempertahankan atau memperbaiki market share, dapat
digunakan untuk membantu meningkatkan citra produk,
mempromosikan kegunaan produk, menciptakan kesadaran,
dan tujuan market share lainnya.
3) Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan biasa digunakan untuk menunjukkan
sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga atas
perubahan permintaan (Sukirno, 2015: 96). Salah satu faktor
yang mempengaruhi permintaan adalah harga. Terdapat jenis-
jenis elastisitas permintaan, antara lain:
a) Permintaan tidak elastis sempurna
Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang
diminta (elastisitas = 0).
b) Permintaan tidak elastis
Persentase perubahan kuantitas permintaan lebih kecil
dari[[-= persentase perubahan harga (elastisitas < 1). c) Permintaan uniter elastis Persentase perubahan kuantitas permintaan sama dengan persentase perubahan harga (elastisitas = 1). Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis. d) Permintaan elastis Persentase perubahan kuantitas permintaan lebih besar dari persentase perubahan harga (elastisitas > 1).
e) Permintaan elastis sempurna
Elastitas tak terhingga, dimana pada suatu harga tertentu
pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar.
Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan
permintaan menjadi 0.
4) Metode Penetapan Harga
Pada persaingan bisnis coffee, metode penetapan harga
didasarkan kepada harga yang ditetapkan oleh pesaing. Menurut
Ritonga (2018:108) harga berbasis persaingan (competititon
oriented pricing) adalah penetapan harga yang didasarkan
kepada harga yang ditetapkan oleh pesaing, hal ini dilakukan
terutama pada produk-produk yang bersifat homogen