Marketing mix


Menurut Kotler dan Amstrong, Marketing mix adalah sekumpulan variabel-
variabel marketing yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar target
penjualan yang diinginkan.
Jadi, dari pendapat Kotler dan Amstrong dapat kita simpulkan bahwa marketing
mix merupakan strategi pemasaran yang dilaksanakan secara terpadu atau strategi
pemasaran yang dilakukan secara bersamaan. Strategi tersebut digunakan
menerapkan elemen strategi yang ada dalam marketing mix itu sendiri.
Teknik 4P-7P marketing mix

  1. Product
    Produk sendiri terbagi dua yaitu produk nyata bisa dilihat dan produk tidak nyata
    atau jasa hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa di lihat. Dalam hal produk perlu di
    perhatikan kualitas, layanan, dll karena konsumen ketika membeli bukan hanya
    sekedar ingin tapi juga membutuhkan dan harus kita perhatikan kepuasan
    konsumen terhadap produk yang kita tawarkan.
    Secara teori, produk merupakan segala bentuk yang ditawarkan ke pasar untuk
    digunakan atau dikonsumsi sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan
    pasar. Keinginan pasar tersebut bisa berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
    Produk adalah hasil dari kegiatan produksi perusahaan Anda yang nantinya akan di
    jual oleh perusahaan Anda juga. Atau Produk bisa jadi berupa barang yang dibeli
    oleh perusahaan Anda untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen atau
    customer Anda.
  2. Price
    Harga yang dimaksud adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh user atau klien
    untuk mendapatkan produk yang di tawarkan. Dengan kata lain, seseorang akan
    membeli barang kita jika pengorbanan yang dikeluarkan (yaitu uang dan waktu)
    sesuai dengan manfaat yang di ingin dapatkan dari produksi barang atau jasa yang
    ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Jadi fokus terkait poin ini adalah bagaimana
    caranya membuat pelanggan atau calon pembeli potensial merasa pengeluarannya
    sesuai dengan apa yang dia dapat, atau dalam istilah bahasa Inggris yang biasa
    dipakai “worth it”.
    Jika calon pembeli potensial telah memiliki pemikiran bahwa ia merasa
    pengeluaran yang akan dikeluarkan tersebut sebanding dengan apa yang ia
    dapatkan, mereka akan segera datang ke perusahaan atau mengunjungi product
    page Anda di website (bagi Anda yang bergerak di bisnis e-commerce atau online
    shop). Mereka akan segera memesan produk atau jasa apapun yang ditawarkan pada
    mereka.
  3. Place
    Sering juga di sebut saluran distribusi, yang berarti keseluruhan kegiatan atau
    fungsi untuk memindahkan produk disertai dengan hak pemiliknya dari produsen
    ke konsumen akhir atau pemakai.
    Konsep ini berfokus pada tempat atau lokasi di mana perusahaan berdiri. Di mana,
    semakin strategis tempat bisnis , semakin besar juga keuntungan yang akan
    didapatkan perusahaan. Dengan lokasi yang strategis, konsumen atau calon
    pelanggan dapat lebih mudah menemukan dan menjangkau , sehingga transaksi
    penjualan lebih mudah terjadi.
  4. Promotion
    Merupakan strategi dalam mengkomunikasikan informasi produk atau jasa dari
    penjual kepada pembeli, dalam hal ini kita harus pandai – pandai menyusun strategi
    promosi agar produk kita bisa dikenal oleh konsumen.
    Strategi marketing mix ini berfokus pada masalah promosi bisnis, seperti
    bagaimana cara memasarkan produk, media apa yang digunakan, dan sebagainya.
    Promosi merupakan salah satu strategi marketing yang memiliki tujuan sebagai
    berikut.
  • Mengidentifikasi dan menarik konsumen baru.
  • Mengomunikasikan produk baru.
  • Meningkatkan jumlah konsumen untuk produk yang telah dikenal secara luas.
  • Menginformasikan kepada konsumen tentang peningkatan kualitas produk.
  • Mengajak konsumen untuk mendatangi tempat penjualan produk.
  • Memotivasi konsumen agar memilih atau membeli suatu produk.

    Indikator Minat Beli


    Menurut Ferdinand (2002:129), minat beli dapat diidentifikasi melalui
    indikator indikator sebagai berikut:
    a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.
    b. Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan
    produk kepada orang lain.
    c. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang
    yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya
    dapat digantikan jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
    d. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu
    mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari
    informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
    Minat beli diperoleh dari suatu proses belajar dan proses pemikiran yang
    membentuk suatu persepsi. Minat beli yang muncul menciptakan suatu motivasi
    yang terus terekam dalam benaknya, yang pada akhirnya ketika seseorang
    konsumen harus memenuhi kebutuhannya akan mengaktualisasikan apa yang
    terdapat dalam benak konsumen.

    Pengertian Minat Beli


    Minat beli secara umum merupakan pernyataan mental konsumen yang
    merefleksikan rencana pembelian suatu produk dengan merek terntentu
    pengetahuan tentang niat beli konsumen terhadap produk perlu diketahui oleh para
    pemasar untuk mendeskripsikan perilaku konsumen pada masa yang akan datang.
    Minat beli terbentuk dari sikap konsumen terhadap suatu produk hal tersebut
    berasal dari keyakinan konsumen terhadap kualitas produk. Semakin rendah
    keyakinan konsumen terhadap suatu produk akan menyebabkan menurunkan minat
    beli konsumen.
    Menurut Ferdinand (2002:126), “Minat beli adalah tahap kecenderungan
    responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan.
    Terdapat perbedaan antara pembelian actual dan minat pembelian. Bila pembelian
    aktual adalah pembelian yang benar-benar dilakukan oleh konsumen itu sendiri
    sehingga terjadinya proses pembelian, maka minat pembelian adalah niat untuk
    melakukan pembelian pada saat proses pembelian dan kesempatan mendatang”.
    Menurut Schiffman dan Kanuk (2004:25), “Minat beli adalah pengaruh
    eksternal, kesadaran akan kebutuhan, pengenalan produk dan evaluasi alternatif
    adalah hal yang dapat menimbulkan minat beli konsumen. Pengaruh eksternal ini
    terdiri dari usaha pemasaran dan faktor sosial budaya”.
    Sedangkan menurut Simamora (2002:131), “Minat beli adalah sesuatu
    yang pribadi dan berhubungan dengan sikap, individu yang berminat terhadap suatu
    objek akan mempunyai kekuatan atau dorongan untuk melakukan serangkaian
    tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan objek tersebut”.

    Unsur-Unsur Bauran Pemasaran


    Bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi.
    Selanjutnya peneliti uraikan dari masing-masing pengertian sebagai berikut :

    1. Produk (Product)
      Produk adalah kombinasi penawaran barang dan jasa yang ditawarkan
      perusahaan kepada pasar, yang mencakup: kualitas, rancangan, bentuk, merek, dan
      kemasan produk. Menurut Kotler & Armstrong, (2001:346) “Produk yaitu segala
      sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
      digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan
      konsumen”.
      Keputusan-keputusan tentang produk ini mencakup penentuan bentuk
      penawaran secara fisik, mereknya, pembungkus, garansi, dan servis sesudah
      penjualan. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah menganalisa kebutuhan
      dan keinginan pasarnya. Jika masalah ini telah diselesaikan, maka keputusan-
      keputusan tentang harga, distribusi dan promosi dapat diambil.
    2. Harga (Price)
      Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk
      memperoleh produk atau jasa tertentu. Menurut Philip Kotler (2008 : 345), “Harga
      yaitu jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan
      keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa”.
      Pada setiap produk atau jasa yang ditawarkan, bagian pemasaran berhak
      menentukan harga pokoknya. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
      penetapan harga tersebut antara lain, biaya, keuntungan, praktek saingan, dan
      perubahan keinginan pasar. Kebijaksanaan harga ini menyangkut pula penetapan
      jumlah potongan, mark-up, mark-down, dan sebagainya.
    3. Distribusi (Place)
      Saluran distribusi merupakan sarana perpindahan produk dari produsen ke
      konsumen termasuk pelayanan yang diberikan oleh produsen atau penjual. Menurut
      Philip Kotler (2007:122), “Saluran distribusi adalah suatu perangkat organisasi
      yang tercakup dalam proses pembuatan produk atau jasa menjadi siap untuk
      digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis”.
      Pemilihan saluran distribusi menyangkut keputusan-keputusan tentang
      penggunaan penyalur (pedagang, ecer, pengecer, agen, markelar), dan bagaimana
      menjalin kerja sama dengan para penyalur tersebut.
    4. Promosi (Promotion)
      Pada umumnya perusahaan berusaha menciptakan kesadaran pada
      konsumen tentang sebuah barang atau ide, sampai akhirnya mereka bersedia
      melakukan pertukaran. Menurut Philip Kotler (2000:119), “Promosi adalah bagian
      dari proses strategi pemasaran sebagai cara untuk berkomunikasi dengan pasar,
      dengan menggunakan komposisi bauran promosi (promotional mix)”

    Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


    Dalam memasarkan suatu produk atau jasa dalam sebuah perusahaan,
    diperlukan suatu pendekatan yang mudah dan fleksibel yang biasa disebut
    sebagai bauran pemasaran (marketing mix). Beberapa ahli bauran pemasaran
    mengemukakan marketing mix sebagai berikut:
    Menurut Kotler dan Amstrong (2012:75) dalam Yogi Sumirat (2015:22),
    “Marketing mix is the set of tactial marketing tools that the firm blend to produce
    the response it want in the target market”.
    “Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang
    digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan perusahaannya
    di pasar sasaran”.
    Menurut Sumarmi dan Soeprihanto (2010:274), “Bauran pemasaran
    adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari system
    pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi. Dengan kata lain definisi
    bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel yang dapat digunakan oleh
    perusahaan untuk dapat mempengaruhi tanggapan konsumen”

    Pengertian Manajemen Pemasaran


    Manajemen itu terdiri atas perancangan dan pelaksanaan rencana-rencana.
    Fungsi yang pertama harus dilakukan oleh manajer adalah fungsi perencanaan.
    Untuk membuat perencanaan jangka panjang, ia harus menyediakan banyak waktu.
    Oleh karena itu, ia harus mendelegasikan keputusan-keputusannya yang rutin
    dilakukan setiap hari kepada para bawahan. Bagi perusahaan yang penjualannya
    sangat berfluktuasi harus lebih matang dalam membuat rencananya.
    Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan
    pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong “Pemasaran adalah analisis,
    perencanaan, impelentasi dan pengendalian dari program-program yang dirancang
    untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan
    dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan manajemen
    adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing),
    pengelolaan (Actuating), dan pengawasam (Controling)”.
    Menurut Buchori dan Djaslim (2010:5), “manajemen pemasaran adalah
    proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan
    distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang
    memuaskan individu dan memenuhi tujuan organisasi”.
    Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah
    sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasikan yang meliputi
    pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap
    kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat
    dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai

    Pengertian Pemasaran


    Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang
    dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan
    kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Berhasil
    tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung pada keahlian mereka di
    bidang pemasaran, produksi, keuangan, maupun bidang lain. Selain itu juga
    tergantung pada kemampuan mereka untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi
    tersebut agar organisasi dapat berjalan lancar.
    Definisi pemasaran menurut Philip Kotler yang dikutip oleh Fandy
    Tjiptono (2014:3) yaitu “Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana
    individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
    melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai satu sama lain”
    Menurut Fandy Tjiptono (2009:1) jasa didefinisikan sebagai berikut:
    Sevice adalah melakukan sesuatu bagi orang lain.
    Setidaknya ada tiga kata yang bisa mengacu pada istilah tersebut
    (service), yakti jasa, layanan, dan servis. Sebagai jasa, service
    umumnya mencerminkan produk tidak berwujud fisik
    (intangible) atau sektor industri spesifik, seperti pendidikan.
    Kesehatan, telekomunikasi dan seterusnya. Sebagai layanan,
    servis menyiratkan segala sesuatu yang dilakukan pihak tertentu
    (individu maupun kelompok) kepada pihak lain (individu
    maupun kelompok) contohnya seperti layanan konsumen
    (costumer service). Sementara itu sebagai sevice, servis mengacu
    ke konteks reparasi, servis sepeda motor, servis peralatan
    elektronik, dan seterusnya.” Berdasarkan definisi di atas maka
    dapat ditarik kesimpulan bahwa jasa merupakan sesuatu yang
    tidak berwujud dan tidak dapat diraba yang dapat memenuhi
    kebutuhan pengan. Dalam memproduksinya dapat
    menggunakan bantuan suatu fisik tapi bisa juga tidak,
    disamping itu jasa tidak mengakibatkan perpindahan hak
    kepemilikan secara fisik.

    Proses (Process)


    Alma (2003) menyatakan bahwa proses terjadi di luar pandangan konsumen.
    Konsumen tidak mengetahui bagaimana proses yang terjadi, yang penting jasa
    yang dia terima harus memuaskan. Proses terjadi berkat dukungan karyawan dan
    tim manajemen yang mengatur semua proses agar berjalan dengan lancar. Proses
    penyampaian jasa sangat signifikan dalam menunjang keberhasilan pemasaran
    jasa pendidikan dan juga memberikan kepuasan kepada peserta pelatihan.

    Sarana fisik (Physical Evidence)


    Boom&Bitner dalam Kotler&Armstrong (1997) mengungkapkan bahwa physical
    evidence merupakan sarana fisik, lingkungan terjadinya penyampaian jasa, antara
    produsen dan konsumen berinteraksi dan setiap komponen lainnya yang
    memfasilitasi penampilan jasa yang ditawarkan. Pada sebuah lembaga pendidikan
    dan pelatihan tentunya yang merupakan physical evidence ialah gedung/bangunan,
    dan segala sarana dan fasilitas yang terdapat didalamnya. Lovelock dalam
    Tjiptono (2008) mengemukakan bahwa perusahaan melalui tenaga pemasarnya
    menggunakan tiga cara dalam mengelola bukti fisik yang strategis, yaitu sebagai
    berikut:
    a. An Attention-Creating Medium
    Perusahaan jasa melakukan differensiansi dengan pesaing dan membuat
    sarana fisik semenarik mungkin untuk menjaring pelanggan dari target
    pasar.
    b. As a Message-Creating Medium
    Menggunakan simbol atau isyarat untuk mengkomunikasikan secara insentif
    kepada audiens mengenai kekhususan kualitas dari produk jasa.
    c. An Effect-Creating Medium
    Baju seragam yang berwarna, bercorak, suara dan desain untuk menciptakan
    sesuatu yang lain dari produk jasa yang ditawarkan

    Orang (People)


    Alma (2003) mengungkapkan bahwa people berarti orang yang melayani ataupun
    yang merencanakan pelayanan terhadap para konsumen. Karena sebagian besar
    jasa dilayani oleh orang maka orang tersebut perlu diseleksi, dilatih, dimotivasi
    sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Setiap karyawan harus
    berlomba-lomba berbuat kebaikan terhadap konsumen dengan sikap, perhatian,
    responsive, inisiatif, kreatif, pandai memecahkan masalah, sabar, dan ikhlas.
    Kusmana dalam Alma (2003) menyatakan bahwa aspek-aspek kepemimpinan
    yang dimiliki para administrator yang berupa kompetensi, wawasan dan
    kreativitas secara positif dan nyata mempengaruhi keadaan stabilitas dan tingkat
    akademik yang dipimpin administrator yang bersangkutan.
    Hurriyati (2005) mengungkapkan bahwa orang (people) adalah semua pelaku
    yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi
    persepsi pembeli. Elemen-elemen dari people adalah pegawai perusahaan,
    konsumen dan konsumen lain dalam lingkungan jasa. Semua sikap dan tindakan
    karyawan, bahkan cara berpakaian karyawan dan penampilan karyawan
    mempunyai pengaruh terhadap persepsi konsumen atau keberhasilan
    penyampaian jasa (service encounter). Hurriyati (2005) elemen dari people ini
    memiliki 2 aspek yaitu:
    a) Service People
    Untuk organisasi jasa, service people biasanya memegang jabatan ganda,
    yaitu mengadakan jasa dan menjual jasa tersebut. Melalui pelayanan yang
    baik, cepat, ramah, teliti dan akurat dapat menciptakan kepuasan dan
    kesetiaan pelanggan terhadap perusahaan yang akhirnya akan meningkatkan
    nama baik perusahaan.
    b) Customer
    Faktor lain yang mempengaruhi adalah hubungan yang ada diantara para
    pelanggan. Pelanggan dapat memberikan persepsi kepada nasabah lain,
    tentang kualitas jasa yang pernah didapatnya dari perusahaan. Keberhasilan
    dari perusahaan jasa berkaitan erat dengan seleksi, pelatihan, motivasi dan
    manajemen dari sumber daya manusia

    Tempat (Place)


    Place (Tempat) menurut Alma, (2003) berarti kemana tempat/lokasi yang dituju,
    bagaimana saluran distribusinya, berapa banyak saluran, dan kondisi para
    penyalur yang diperlukan. Kotler&Amstrong (1997) mengungkapkan bahwa
    saluran distribusi adalah suatu perangkat organisasi yang saling tergantung dalam
    menyediakan satu produk atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi oleh
    konsumen atau pengguna bisnis. Sedangkan Kotler (1997) mendefinisikan saluran
    distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam
    proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap digunakan untuk konsumsi.
    Menurut Kotler (1997) saluran pemasaran melaksanakan tugas memindahkan
    barang dari produsen ke konsumen. Hal ini mengatasi kesenjangan waktu, tempat
    dan pemilihan yang memisahkan barang dan jasa dari orang-orang yang
    membutuhkan atau menginginkannya. Kotler (1997) mengungkapkan bahwa
    anggota saluran pemasaran melaksanakan sejumlah fungsi utama:
    a. Informasi, yaitu pengumpulan dan penyebaran informasi pemasaran
    mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku dan kekuatan lain yang ada saat
    ini maupun yang potensial dalam lingkup pemasaran.
    b. Promosi, yaitu pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif yang
    dirancang utnuk menarik pelanggan pada penawaran tersebut.
    c. Negosiasi, yaitu usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga
    dan syarat lain sehingga transfer kepemilikan dapat dilakukan.
    d. Pemesanan, yaitu komunikasi dari para anggota saluran pemasaran ke
    produsen mengenai minat untuk membeli.
    e. Pembiayaan, yaitu perolehan dan pengalokasian dana yang dibutuhkan
    untuk membiayai persediaan pada berbagai tingkat saluran pemasaran.
    f. Pengambilan resiko, yaitu penanggungan resiko yang berhubungan dengan
    pelaksanaan fungsi saluran pemasaran tersebut.
    g. Pemilihan fisik, yaitu kesinambungan penyimpanan dan penggerak produk
    fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir.
    h. Pembayaran, yaitu pembeli membayar tagihan ke penjual lewat bank dan
    institusi keuangan lainnya.
    i. Hak milik, yaitu transfer kepemilikan sebenarnya dari satu organisasi atau
    orang ke organisasi atau orang yang lain

    Promosi (Promotion)


    Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program
    pemasaran. Tjiptono (2008) mengungkapkan bahwa promosi adalah semua
    kegiatan yang dimaksudkan untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan suatu
    produk kepada pasar sasaran, untuk memberi informasi tentang keistimewaan,
    kegunaan dan yang paling penting adalah tentang keberadaannya, untuk
    mengubah sikap ataupun untuk mendorong orang-orang supaya bertindak.
    Bauran Promosi pemasaran menurut Tjiptono (2008) terdiri dari lima macam
    yaitu:
    a) Personal Selling
    Komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan
    untuk memperkenalkan suatu produk kapada calon pelanggan dan
    membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka
    kemudian akan mencoba dan membelinya.
    b) Mass Selling
    Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk
    menyampaikan informasi kepada khalayak ramai. Mass Selling terdiri dari:
    1) Periklanan
    Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada
    informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun
    sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan
    mengubah pikiran orang untuk membeli.
    2) Publisitas
    Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide barang dan jasa
    secara non personal.
    3) Sales Promotion
    Sales promotion adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan
    berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk
    dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.
    4) Publik Relation
    Publik relation merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu
    organisasi untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap
    berbagai kelompok terhadap organisasi tersebut.
    5) Direct Marketing
    Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif yang
    memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon
    yang terukur atau transaksi di sembarang lokasi

    Harga (Price)


    Tjiptono (2008) menyatakan bahwa harga dapat diungkapkan dengan beberapa
    istilah, misalnya tarif, sewa, bunga, premium, komisi, upah, gaji dan sebagainya.
    Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran
    lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak
    kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. Harga merupakan satu-
    satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan
    bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya adalah (produk, distribusi, dan
    promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Disamping itu harga
    merupakan unsur bauran yang bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan
    cepat Kotler, (1997). Sedangkan menurut Alma, (2003) produsen harus pandai
    menetapkan kebijaksanaan harga, tinggi atau rendahnya harga yang ditetapkan
    harus berpedoman pada :
    a) Keadaan/kualitas barang,
    b) Konsumen yang dituju, berpenghasilan tinggi, sedang, atau rendah,
    konsumen perkotaan atau pedesaan,
    c) Suasana pasar, apakah produknya baru dikenalkan ke pasar atau produk
    menguasai pasar, produk sudah melekat dihati konsumen atau banyak
    saingan.

    Produk (Product)


    Pengertian produk ( product ) menurut Kotler & Armstrong (1997) adalah segala
    sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian,
    dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau
    kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari
    produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai
    tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen,
    sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
    Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang
    dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Produk dipandang penting
    oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Sedangkan
    Tjiptono (2008) mengungkapkan bahwa produk adalah pemahaman subyektif dari
    produsen atas sesuatu sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
    konsumen. Tingkatan Produk menurut Kotler & Armstrong (1997 ) dalam
    merencanakan produk atau apa yang hendak ditawarkan ke pasar, para pemasar
    perlu berpikir melalui lima tingkatan produk dalam merencanakan penawaran
    pasar. Lima tingkatan produk tersebut terdiri dari:
    a. Manfaat Inti (core benefit) Yaitu jasa atau manfaat fundamental yang benar-
    benar di beli oleh pelanggan. Misal: kasus hotel, dimana tamu hotel
    membeli “istirahat dan tidur”.
    b. Produk dasar (basic product). Para pemasar harus mengubah manfaat inti
    menjadi produk generik (generic product), yaitu versi dasar dari produk
    tersebut. Dengan demikian sebuah hotel akan terdiri dari gedung dengan
    kamar-kamar yang disewakan.
    c. Produk yang diharapkan (expected product). Sekumpulan atribut dan
    kondisi yang biasanya diharapkan dan disetujui oleh pembeli ketika mereka
    membeli produk tersebut. Misal: tamu hotel mengharapkan ranjang yang
    bersih, sabun dan handuk, lemari pakaian, dan suasana yang tenang.
    d. Produk yang ditingkatkan (augmented product). Layanan dan manfaat
    tambahan yang membedakan penawaran perusahaan dari penawaran
    pesaing. Misal: sebuah hotel dapat melengkapi produknya dengan
    menambahkan seperangkat televisi, shampo, pemesan kamar yang cepat,
    makan malam yang lezat.
    e. Produk yang potensial (potensial product). Mencakup semua peningkatan
    dan transformasi yang akhirnya akan dialami produk tersebut dimasa depan.
    Klasifikasi produk bisa dilakukan atas berbagai macam sudut pandang.
    Berdasarkan daya tahan atau berwujud tidaknya, produk diklasifikasikan ke
    dalam tiga kelompok Tjiptono (2008) yaitu:
    1) Barang tidak tahan lama ( No durable Goods).
    Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis
    di konsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian.
    2) Barang tahan lama (Durable Goods)
    Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa
    bertahan lama dengan banyak perusahaan.
    3) Jasa (Service)
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan
    untuk dijual

    Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


    Manajemen pemasaran dikelompokkan dalam empat aspek yang sering dikenal
    dengan marketing mix atau bauran pemasaran. Menurut Kotler & Armstrong
    (1997) bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis
    terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang
    diinginkannya di pasar sasaran. Kotler&Armstrong (1997) mengemukakan bahwa
    pendekatan pemasaran 4P yaitu product, price, place dan promotion sering
    berhasil untuk barang, tetapi berbagai elemen tambahan memerlukan perhatian
    dan sistem distribusi. Sedang Boom&Bitner dalam Kotler&Armstrong (1997)
    menyarankan untuk menambah 3P yang terlibat dalam pemasaran jasa, yaitu:
    people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses). Sebagaimana
    telah dikemukakan oleh Kotler, Boom&Bitner dalam Kotler&Armstrong (1997)
    di atas, Yazid (1999), menegaskan bahwa marketing mix untuk jasa terdiri dari
    7P, yakni: product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi),
    people (orang), physical evidence (bukti fisik), dan process (proses).

    Pengaruh harga, promosi, dan kualitas produk terhadap keputusanperpindahan merek


    Mengamati dari hasil penelitian terdahulu (Kasmo & Jayanti, 2018),
    (Zahari, 2018), dan (Novianto, 2018) dapat dijelaskan bahwa keputusan
    perpindahan merek dipengaruhi oleh harga, promosi dan kualitas produk.
    Pada dasarnya seorang pembisnis dalam menawarkan barang atau jasa
    pasti memiliki penetapan harga yang bisa dijangkau konsumen, serta
    adanya promosi yang efektif, dan karakteristik produk yang mempunyai
    kualitas yang sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan
    konsumen, maka akan mendorong konsumen untuk melakukan
    perpindahan merek

    Pengaruh kualitas produk terhadap keputusan perpindahan merek


    Menurut (Yusup Zaenudin, 2014) mengutarakan salah satu faktor
    yang mempengaruhi konsumen dalam perpindahan merek antara lain
    kualitas produk, biasanya presepsi konsumen pada kualitas produk dilihat
    dari keunggulan suatu produk atau jasa. Presepsi konsumen terhadap
    suatu produk berbeda-beda tergantung dengan pengalaman yang
    dirasakan dan pandangan konsumen pada produk tersebut.
    Menurut (Novianto, 2018) menyatakan bahwa kualitas produk
    berpengaruh positif terhadap perpindahan merek. Hal ini juga sejalan
    deangan penelitian yang dilakukam (Meutia, 2017) menunjukan bahwa
    kualitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap perpindahan
    merek. Senada dengan (Wahyudi et al., 2014) bahwa kualitas produk
    berpengaruh signifikan terhadap keputusan perpindahan merek

    Pengaruh promosi terhadap keputusan perpindahan merek


    Menurut (P Kotler & Keller, 2016) promosi ialah komunikasi
    dalam penyampaian informasi tetang produk dan membujuk sasaran
    untuk dapat membelinya. Promosi yang dilakukan penjual dengan
    penyampaian pesan yang baik akan suatu keunggulan produk dan dapat
    memberikan inovasi promosi produk akan membuat pembeli ingin
    mencoba dan membeli. Ketertarikan konsumen biasanya telebih dahulu
    mendapat kan informasi lewat promosi entah dari media cetak seperti
    brosur, iklan ,pamflet dan melalui media elektronik yaitu tv.
    Penelitian yang dilakukan (Zahari, 2018) menunjukan bahwa
    peran promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
    perpindahan merek. Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh
    (Agustin et al., 2014) bahwa promosi berpengaruh signifikanterhadap
    keputusan perpindahan merek. Menurut (Indriani & Pasharibu, 2020)
    membuktikan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap
    perpindahan merek

    Pengaruh harga terhadap keputusan perpindahan merek


    Menurut Anker dalam (Inka Nuromavita, 2016) Mengungkapkan
    bahwa konsumen yang melakukan keputusan perpindahan merek
    disebabkan dari faktor harga. Harga cenderung dianggap sebagai
    indikator yang mempengaruhi kualitas produk, hal ini konsumen juga
    beranggapan bahwa harga yang tinggi mempengaruhi kualitas produk.
    Menurut Stanton dalam (Nilasari, 2012) mengutarakan bahwa dalam
    peciptaan harga produk yang tidak selaras dengan presepsi konsumen
    terhadap tingkat merek dimana merek itu berada, maka akan
    menyebabkan kosumen dalam mempertimbangkan pembelian karena
    berpandangan pada harga merek itu tidak sesuai kelasnya.
    Menurut (Kasmo & Jayanti, 2018) Menyatakan bahwa harga
    berpengaruh positif terhadap kepurtusan perpindan merek. Senada dengan
    penelitian yang dilakukan (Sulistyo & Ida Maftukhah, 2016) bahwa harga
    berpengaruh signifikan terhadap brand switching.

    Model Atribut Sikap


    Menurut Damiati et al. (2017:41) Model sikap multi-atribut
    menggambarkan konsumen berdasarkan sikapnya terhadap
    suatu objek (seperti produk, jasa, merek, toko, orang, iklan,
    peristiwa, dan sebagainya). Terdapat tiga model multiatribut
    sikap menurut Fishbein dalam Damiati et al. (2017:41), antara
    lain:
    1) Model Sikap Terhadap Objek (attitude toward object
    model)
    Merupakan model yang menunjukkan bahwa sikap
    konsumen terhadap produk atau merek tertentu adalah
    fungsi keyakinan konsumen mengenai atribut dan
    manfaat produk atau merek itu. Menurut Sangadji &
    Sopiah (2013:178), terdapat karakteristik model sikap
    terhadap objek, yaitu:
    a) Sikap mempresentasikan kepercayaan
    b) Sikap bermanfaat untuk mengukur tanggapan
    konsumen terhadap produk tertentu.
    2) Model Sikap Terhadap Perilaku
    Merupakan model yang berfokus pada sikap
    konsumen terhadap perilaku atau tindakan yang
    berkenaan dengan suatu objek, bukan sikap terhadap
    objek itu sendiri.
    3) Model Sikap Berdasarkan Alasan Bertindak
    Merupakan model sikap yang secara komprehensif
    mengintegrasikan komponen-komponen sikap dalam
    sebuah struktur yang dirancang dapat memberikan daya
    penjelas dan daya prediksi perilaku yang lebih baik.
    Model ini menentukan keyakinan sebagai konsekuensi
    yang dipersepsikan dari suatu tindakan, bukan keyakinan
    karena atribut tertentu dipersepsikan dimikili oleh suatu
    merek

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap


    Menurut Firmansyah (2018:114) terdapat faktor – faktor
    yang berperan penting dalam pembentukan sikap, yaitu :
    1) Pengaruh Keluarga
    Keluarga memiliki peran penting dalam
    pembentukan sikap maupun perilaku. Sikap konsumen
    terhadap produk tertentu memiliki hubungan yang kuat
    dengan sikap orang tuanya terhadap produk tersebut.
    2) Pengalaman Langsung
    Pengalaman individu mengenai objek sikap dari
    waktu ke waktu akan membentuk sikap tertentu pada
    individu.
    3) Kelompok Teman Sebaya (Peer Group Influences)
    Teman sebaya punya peran yang cukup besar
    terutama bagi remaja dalam pembentukan sikap. Adanya
    kecenderungan untuk mendapatkan penerimaan dari
    teman–teman sebayanya, mendorong para remaja mudah
    dipengaruhi oleh kelompoknya dibandingkan sumber–
    sumber lainya.
    4) Pemasaran Langsung
    Banyaknya perusahaan yang menggunakan
    pemasaran langsung atas produk yang ditawarkan secara
    tidak langsung berpengaruh dalam pembentukan sikap
    konsumen.
    5) Kepribadian
    Kepribadian individu memainkan peranan penting
    dalam pembentukan sikap.
    6) Tayangan Media Massa
    Media massa ini sangat penting dalam pembentukan
    sikap, maka pemasar perlu mengetahui media apa yang
    biasanya dikonsumsi oleh pasar sasarannya dan melalui
    media tersebut dengan rancangan pesan yang tepat, sikap
    positif dapat dibentuk

    Fungsi Sikap


    Daniel Kazt dalam Damiati (2017:37), mengklasifikasikan
    empat fungsi sikap, yaitu :
    1) Fungsi Utilitarian
    Fungsi yang berhubungan dengan prinsip-prinsip
    dasar imbalan dan hukuman. Dalam hal ini menjelaskan
    beberapa sikap konsumen yang berkembang terhadap
    suatu produk.
    2) Fungsi Ekspresi Nilai
    Sikap yang dikembangkan oleh konsumen terhadap
    suatu merek produk yang didasarkan oleh kemampuan
    merek produk itu mengekspresikan nilai – nilai yang ada
    pada dirinya (self-concept).
    3) Fungsi Mempertahankan Ego
    Sikap yang dikembangkan oleh konsumen cenderung
    untuk melindunginya dari tantangan eksternal maupun
    perasaan internal, sehingga membentuk fungsi
    mempertahankan ego.
    4) Fungsi Pengetahuan
    Sikap membantu konsumen mengorganisasikan
    informasi yang begitu banyak yang setiap hari
    dipaparkan pada dirinya.

    Karakteristik Sikap


    Karakteristik sikap Menurut Ujang Sumarwan (2014:166),
    Sikap terdiri dari beberapa karakteristik, yaitu :
    1) Sikap selalu memiliki objek
    Yaitu selalu mempunyai sesuatu hal yang dianggap
    penting, objek sikap dapat berupa konsep abstrak seperti
    konsumerisme atau berupa sesuatu yang nyata.
    2) Konsistensi sikap
    Merupakan gambaran perasaan seorang konsumen,
    dan perasaan tersebut akan direfleksikan oleh
    perilakunya. Karena itu, sikap memiliki konsistensi
    dengan perilaku.
    3) Sikap Positif, Negatif dan Netral
    Berarti setiap orang memiliki karakteristik valance
    dari sikap antara individu satu dengan yang lainnya.
    4) Intensitas sikap
    Sikap seorang konsumen terhadap suatu merek
    produk akan variasi tingkatannya, ketika konsumen
    menyatakan derajat tingkat kesukaan terhadap suatu
    produk, maka ia mengungkapkan intensitas sikapnya.

    Pengertian Sikap Konsumen


    Menurut Damiati, dkk (2017:36), sikap merupakan suatu ekpresi
    perasaan seseorang yang merefleksikan kesukaannya atau
    ketidaksukaannya terhadap suatu objek.
    Menurut Sumarwan (2014:166), sikap merupakan ungkapan
    perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan
    sikap juga menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai
    atribut dan manfaat dari objek tersebut.
    Sedangkan, menurut Elly R., Pandi P., Hepi H., Risyad M.I. dan
    Bobby R.S. (2017:122) sikap konsumen adalah keyakinan dan preferensi
    (pilihan) konsumen atas suatu merek. Sikap terhadap suatu merek yang
    sering mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Jika konsumen
    bersikap positif terhadap suatu merek, kemungkinan konsumen itu akan
    melakukan pembelian terhadap merek tersebut, begitu sebaliknya.

    Sifat Preferensi Konsumen


    Menurut Nicholson dalam Rizalludin Barkah,
    Mochammad (2018:29) terdapat tiga sifat dasar hubungan preferensi
    konsumen, antara lain:
    a. Kelengkapan (Completeness)
    Jika A dan B merupakan dua kondisi atau situasi, maka
    setiap orang selalu harus bisa menspesifikasikan apakah A lebih
    disukai daripada B, atau B lebih disukai daripada A, atau A dan B
    sama-sama disukai sehingga dengan dasar ini individu diasumsikan
    tidak pernah ragu dalam menentukan pilihan, karena mereka tahu
    mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk. Dengan begitu
    setiap individu selalu bisa menjatuhkan pilihan di antara dua
    alternatif.
    b. Transitivitas (Transitivity)
    Jika seseorang mengatakan lebih menyukai A daripada B,
    dan lebih menyukai B daripada C, maka ia harus lebih menyukai A
    daripada C dengan demikian orang tidak bisa mengartikulasikan
    preferensinya yang saling bertentangan.
    c. Kontinuitas (Continuity)
    Jika seseorang menyatakan lebih menyukai A daripada B, ini
    berarti segala kondisi dibawah A tersebut disukai daripada kondisi
    di bawah pilihan B

    Pengertian preferensi


    Menurut Panggih pangestu, (2017:2) Preferensi adalah pilihan,
    kecenderungan, kesukaan, atau hak untuk didahulukan dan diutamakan
    dari pada yang lain. Preferensi konsumen merupakan pilihan suka atau
    tidak suka oleh seseorang terhadap produk yang dikonsumsi. Preferensi
    konsumen juga merupakan nilai-nilai yang diperhatikan konsumen
    dalam menentukan sebuah pilihan.
    Menurut Tjiptono (dalam Wartaka & Sumardjono, 2020) preferensi
    konsumen erat kaitannya dengan penilaian kepuasan atau ketidakpuasan
    konsumen terhadap produk atau jasa pada perusahaan tertentu dalam
    mengevaluasi tingkat kepuasan terhadap produk. Terdapat beberapa
    indikator yang sering digunakan, antara lain:
    a. Kinerja (performance)
    Sesuatu yang diidentifikasikan dari aspek kemanfaatan dasar
    dari produk tersebut apakah sesuai dengan harapan oleh orang
    menggunakan atau memanfaatkan produk tersebut. Karakteristik
    kinerja produk yang dibeli, seperti produk yang dibeli praktis untuk
    dibawa.
    b. Fitur (features)
    Merupakan karakteristik sekunder atau pelengkap, seperti
    tekstur yang halus, desain kemasan dan bentuk yang menarik, serta
    harga yang murah.
    c. Keandalan (reliability)
    Merupakan kemungkinan kecil produk yang digunakan akan
    mengalami kerusakan, seperti produk yang dikonsumsi tidak sering
    rusak atau tidak dapat dikonsumsi lagi.
    d. Kesesuaian dengan spesifikasi (confomance to specification)
    Yaitu bagaimana ciri desain dan bentuk produk
    dipertahankan, serta standar yang sesuai dengan ketentuan yang ada.
    e. Daya tahan (durability)
    Yang berarti umur produk tersebut bertahan sampai
    waktunya harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian
    konsumen maka semakin besar juga daya tahan produk tersebut.
    Berkaitan dengan berapa lama produk dapat terus digunakan,
    misalnya kadaluarsa produk.
    f. Kemampuan pelayanan (service ability)
    Adalah kelengkapan fitur suatu produk atau jasa yang
    memiliki kemampuan untuk memberikan kepuasan terhadap suatu
    kebutuhan. Berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kenyamanan,
    dan kemudahan.
    g. Estetika (aesthetics)
    Merupakan faktor yang menjadi daya tarik produk terhadap
    panca indera, seperti bentuk fisik, warna dan model. Contoh nilai
    estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton
    sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika
    bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan.
    h. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality)
    Merupakan citra dan reputasi produk, seperti merek, serta
    tanggung jawab perusahaan terhadapnya. Dan persepsi konsumen
    terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk.

    Proses Keputusan Pembelian


    Merupakan bagian dari perilaku konsumen. Terdapat beberapa tahap
    yang dilakukan konsumen dalam melakukan proses keputusan
    pembelian. Tahap – tahap tersebut yang akan menghasilkan suatu
    keputusan untuk membeli atau tidak. Setelah membeli produk
    konsumen akan merasa puas atau tidak puas terhadap produk yang
    dibelinya. Jika konsumen merasa puas maka mereka akan melakukan
    pembelian ulang, sedangkan apabila konsumen merasa tidak puas maka
    akan beralih ke merek lain. Menurut Kotler dan Keller (2016:195)
    menyatakan bahwa proses keputusan pembelian terdiri dari lima tahap
    sebagai berikut:
    1) Problem recognition (Pengakuan Masalah).
    Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali masalah atau
    perlu dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Dengan satu
    stimulus internal kebutuhan normal seseorang.
    2) Information search (Pencarian Informasi).
    Konsumen tertarik mungkin atau mungkin tidak mencari
    informasi lebih lanjut. Jika drive konsumen kuat dan produk yang
    memuaskan sudah dekat, ia mungkin membelinya kemudian.
    3) Evalution of alternatives (Evaluasi Alternatif)
    Adalah bagaimana konsumen memproses informasi untuk
    sampai pada pilihan merek.
    4) Purchase decision (Keputusan Pembelian).
    Umumnya, keputusan pembelian konsumen akan membeli
    merek yang paling disukai, tapi dua faktor bisa datang antara niat
    beli dan keputusan pembelian.
    5) Postpurchase behavior (Perilaku Pasca Pembelian).
    Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami disonansi
    dari melihat fitur menggelisahkan tertentu atau mendengar hal-hal
    baik tentang merek lain dan akan waspada terhadap informasi yang
    mendukung keputusannya

    Faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian


    Menurut Kotler dan Keller (2016:195), untuk memahami perilaku
    konsumen adalah tugas penting bagi pemasar, perlu diketahui faktor-
    faktor yang mempengaruhi konsumen sampai di tahap keputusan
    pembelian, yaitu :
    1) Faktor Budaya
    Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi
    perilaku pembelian. Budaya adalah determinan dasar keinginan
    dan perilaku seseorang. Budaya merupakan penentu keinginan
    dan perilaku pembentuk paling dasar.
    2) Faktor Sosial
    Selain faktor budaya, faktor sosial seperti, kelompok
    referensi, keluarga, serta peran sosial dan status mempengaruhi
    perilaku pembelian.
    3) Faktor Pribadi
    Keputusan pembeli jua dipengaruhi oleh karakteristik
    pribadi, penting bagi pemasar untuk mengikuti mereka secara
    seksama agar produk yang ditawasrkan pemasar dapat diterima
    oleh mereka.

    Pengertian Keputusan Pembelian


    Menurut Buchari Alma (2016:96), mengemukakan bahwa
    keputusan pembelian adalah suatu keputusan konsumen yang
    dipengaruhi oleh ekonomi keuangan, teknologi, politik, budaya, produk,
    harga, lokasi, promosi, physical evidence, people, process. Sehingga
    membentuk sikap pada konsumen untuk mengolah segala informasi dan
    mengambil kesimpulan berupa respons yang muncul produk apa yang
    akan dibeli.
    Menurut Tjiptono (2015:21) mendefinisikan keputusan pembelian
    konsumen merupakan sebuah proses dimana konsumen mengenal
    masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu.
    Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2016:194) menyatakan
    keputusan pembelian konsumen merupakan bagian dari perilaku
    konsumen yaitu studi tentang bagaimana individu, kelompok, dan
    organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang,
    jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
    mereka

    Strategi Promosi


    Media promosi dapat dikelompokkan antara lain:
    1) Media cetak, yaitu media yang statis yang mengutamkan
    pesan-pesan dengan sejumlah kata-kata., gambar atau
    foto, baik dalam tata warna maupun hitam putih. Jenis-
    jenis media cetak terdiri dari:
    a) Surat kabar
    b) Majalah
    c) Tabloid, brosur, selebaran, dan lain-lain
    2) Media elektronik, yaitu media teknologi elektronik dan
    hanya bisa digunakan bila jasa transmisi siaran. Bentuk-
    bentuk iklan dalam media elektronik biasanya berupa
    sponsorship, iklan partisipasi, pengumuman acara atau
    film, iklan layanan masyarakat, jingle, sandiwara, dan
    lainnya yang dapat disiarkan di televisi dan radio.
    3) Media luar ruangan, yaitu media iklan (biasanya
    berukuran besar) yang dipasang di tempat-tempat
    terbuka seperti di pinggir jalan, di pusat keramaian, atau
    tempat-tempat khusus lainnya, seperti di dalam bis kota,
    gedung, pagar tembok, dan sebagainya. Jenis-jenis
    media luar ruangan meliputi billboard, baleho, poster,
    spanduk, umbul-umbul, transit (panel bis), balon raksasa,
    dan lain-lain.

    Strategi Harga


    Menurut Putri, T (2017: 107) strategi adaptasi
    penetapan harga perlu dipertimbangkan karena memiliki
    peranan yang penting dalam penentuan harga akhir antara
    lain :
    1) Diskon dan potongan harga
    a) Diskon tunai, yaitu potongan harga untuk pembeli
    yang membayar secara tunai.
    b) Diskon kuantitas, yaitu potongan harga dalam jumlah
    pembelian besar atau banyak.
    c) Diskon fungsional, yaitu pemberian diskon kepada
    pembeli yang melakukan fungsi-fungsi tertentu,
    misalnya menjual kembali.
    d) Diskon musiman, yaitu pengurangan harga untuk
    pembeli yang membeli barang atau jasa dilaur musim
    ramai.
    e) Potongan, yaitu pengurangan dari daftar hgarga
    sebenarnya, dengan alasan-alasan tertentu.
    2) Penetapan harga promosi
    a) Lost leader pricing, harga-harga merek tertentu
    diturunkan, dengan tujuan untuk memancing lebih
    banyak pembeli.
    b) Special event pricing, penjual memberikan diskon
    khusus pada musim-musim tertentu.
    c) Cash rabates, pemberian rabat tunai untuk mendorok
    pelanggan untuk membeli produk dalam periode
    waktu tertentu.
    d) Diskon psikologis, yaitu menaikkan harga produk
    lalu diberi potongan harga, sehingga seakan-akan
    pembeli memperoleh potongan harga yang sangat
    besar
    3) Penetapan harga diskriminasi
    a) Penetapan harga segmen pelanggan, yaitu pelanggan
    yang berbeda akan dikenakan harga yang berbeda
    untuk produk yang sama.
    b) Penetapan harga bentuk produk, yaitu variasi bentuk
    produk dikarenakan harga yang berbeda dengan
    jumlah yang tidak proporsional dengan biayanya.
    c) Penetapan harga citra, menetapkan harga yang
    berbeda untuk untuk produk yang sama berdasarkan
    perbedaan citra.
    d) Penetapkan harga lokasi, produk yang sama dengan
    lokasi yang berbeda ditetapkan dengan harga yang
    berbeda.
    e) Penetapan harga waktu, yaitu perbedaan yang terjadi
    karena adanya perbedaan waktu, seperti musim, hari,
    dan jam

    Strategi Merek


    a) Nama merek individual, yaitu suatu produk diberi
    sebuah nama merek yang berbeda dengan produk
    lain.
    b) Merek keluarga keseluruhan untuk semua produk,
    yaitu pemberian merek yang sama untuk semua
    produk yang dihasilkan sebuha perusahaan.
    c) Nama perusahaan yang di kombinasikan dengan
    merek produk individual.

    Strategi Produk


    Menurut Sumarwan, U (2015: 55) perusahaan dapat
    memperluas lini perusahaan karena melihat ada peluang
    pasar, kemampuan modal mesin, dan sumber daya manusia.
    Strategi memperpanjang lini prosuk dapat dilakukan sebagai
    berikut :
    1) Strategi Perluasan Lini Produk
    a) Line Stretching, yaitu memperluas lini produk ke
    konsumen di luar target pasar yang selama ini
    dibidik.
    (1) Down-Market Strech, yaitu menentapkan harga
    barang yang lebih murah untuk konsumen target
    baru.
    (2) Up-Market Strech, yaitu barang yang diproduksi
    memiliki kualitas lebih tinggi dengan harga yang
    lebih tinggi untuk di pasarkan kepada konsumen
    target baru.
    (3) Two-Way Strech, yaitu memberikan pilihan harga
    dan ukuran yang berbeda pada barang yang di
    pasarkan berdasarkan daya beli konsumen.
    b) Line Filling, yaitu memperluas lini produk dengan
    menambahkan variasi produk kepada lini produk
    yang ada saat ini.
    c) Line Modernizatin, featuring, yaitu perubahan
    teknologi yang cepat di berbagai sector akan
    mendorong perusahaan untuk memperbaharui lini
    produk dengan kualitas dan fitur yang lebih baik

    Pengertian Strategi Pemasaran


    Menurut Tjiptono & Gregorius, (2020:250) strategi
    pemasaran adalah perencanaan, pelaksanaa, dan pengendalian
    rencana yang ditujukan untuk mempengaruhi pertukaran untuk
    mencapai tujuan organisasi. Dari perspektif analisis konsumen,
    strategi pemasaran adalah seperangkat yang ditempatkan di
    lingkungan konsumen untuk mempengaruhi pengaruh,
    pemikirann, dan perilaku konsumen.
    Menurut B. T. R. Putri, (2017: 7) strategi pemasaran
    adalah merencanakan, menerapkan, dan memantau rencana
    untuk mempengaruhi perubahan guna mencapai tujuan
    organisasi. Dari perspektif analisis konsumen, strategi
    pemasaran adalah seperangkat ransangan yang ditempatkan di
    lingkungan konsumen yang mempengaruhi keterlibatan,
    persepsi, dan perilaku konsumen.
    Menurut Ritonga, (2017: 18) mendefinisikan strategi
    pemasaran merupakan sebuah logika pemasaran di mana
    perusahaan berharap dapat menambah nilai bagi konsumen dan
    membangun hubungan yang saling menguntungkan

    Manfaat Saluran Distribusi


    Terdapat manfaat dari distribusi menurut Saleh & Said
    (2019:182), antara lain :
    a) Untuk Produsen, terbantunya penyaluran barang atau jasa
    yang dihasilkan oleh produsen kepada konsumen, agar
    produksi dapat terus berjalan.
    b) Untuk Konsum, memudahkan pembelian barang atau jasa
    yang diperlukan.
    c) Meningkatkan Nilai Guna Suatu Barang, barang-barang
    yang diakumulasikan oleh produsen, yang tidak dibagi, tidak
    dapat merasakan keuntungan dan manfaat masyarakat.
    d) Menjaga Stabilitas Harga, barang yang menumpuk di suatu
    tempat dapat menurunkan harga, sedangkan di daerah yang
    kekurangan harga akan cenderung naik

    Promosi (Promotion)


    Menurut Kotler dan Keller (2016: 47), promosi merupakan aktivitas
    yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan
    sasaran untuk membelinya. Sedangkan menurut Alma (2012: 179), promosi
    adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan yang menyakinkan
    calon konsumen tentang barang dan jasa.
    1) Manfaat Promosi
    Menurut Putri, B. R. T. (2017:117) terdapat manfaat promosi
    berdasarkan tahapan proses kebutuhan membeli, yaitu :
    a) Pengenalan kebutuhan (need recognition)
    Salah satu tujuan promosi khususnya untuk
    memperkenalkan produk-produk baru, adalah untuk merangsang
    munculnya kebutuhan.
    b) Mengumpulkan informasi (gathering information)
    Promosi dapat memudahkan seorang calon pembeli
    mendapatkan informasi, dengan adanya promosi akan
    membantu pembeli mempelajari produk yang ingin dibeli.
    c) Evaluasi alternatif (evaluation of alternatives)
    Promosi membantu para pembeli mengevaluasi produk –
    produk atau merek – merek alternatif.
    d) Kepuasan membeli (decision to purchase)
    Penjualan personal seringkali digunakan untuk mendapatkan
    komitmen konsumen dalam membeli suatu barang secara
    berkelanjutan. Pemberian sample dank upon juga dapat
    mempengaruhi keputusan pembelian.
    e) Penggunaan produk (product use)
    Berkomunikasi dengan para pembeli setelah mereka
    membeli suatu produk merupakan kegiatan promosi yang
    penting. Dengan cara ini pemasar bisa mencari informasi dan
    menemukan masalah yang harus diperbaiki.
    2) Bauran Promosi
    Menurut Kotler dan Armstrong (2018: 432), promosi diperlukan
    strategi dalam pelaksanaannya, pemasar perlu memahami terlebih
    dahulu kelima komponen dalam bauran promosi seperti berikut ini :
    a) Periklanan (advertising)
    Periklanan merupakan suatu bentuk presentasi non personal
    atau massal dan promosi ide, barang, dan jasa dalam media masa
    yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
    b) Penjualan personal (personal selling)
    Penjualan personal merupakan suatu bentuk interaksi
    langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan
    presentasi, menjawab pertanyaan dan menerima pesanan.
    c) Promosi penjualan (sales promotion)
    Promosi penjualan merupakan insentif jangka pendek dalam
    aktivitas promosi untuk merangsang pembelian suatu produk
    dengan cara yang bervariasi, seperti pameran dagang, insentif
    penjualan, kupon, dan sebagainya.
    d) Publisitas dan Hubungan masyarakat (publicity and public
    relation)
    Publisitas dan hubungan masyarakat merupakan stimulasi
    non personal terhadap permintaan barang, jasa, dan ide dengan
    berita komersial yang berarti dalam media massa dan tidak
    dibayar untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan
    atau produk individualnya.
    e) Pemasaran langsung (direct marketing)
    Pemasaran langsung merupakan bentuk promosi dengan
    menggunakan surat, telepon, facsimile, e-mail, dan alat
    penghubung non personal lainnya untuk berkomunikasi secara
    langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari
    pelanggan tertentu dan calon pelanggan

    Bauran Pemasaran


    Menurut Kotler dan Armstrong (2016:75), bauran pemasaran merupakan
    metode pemasaran yang terus digunakan perusahaan untuk memenuhi misinya di
    pasar sasaran.
    Sedangkan menurut Buchari Alma (2017:205) bauran pemasaran
    merupakan rencana yang digabungkan dengan kegiatan penjualan sedemikian rupa
    yang pada akhirnya diperlukan kombinasi yang maksimal untuk menghasilkan
    produk yang diharapkan konsumen meningkat. Dari beberapa penjelasan para
    ahli diatas, dapat disimpulkan bauran pemasaran yaitu konsep untuk
    mengembangkan strategi pemasaran dalam suatu perusahaan guna mendapatkan
    target penjualan sehingga pemasarannya memuaskan. Bauran pemasaran memiliki
    rancangan yang terdiri dari 4P, yakni:
    a. Produk (Product)
    Produk menurut Kotler (2014:259), merupakan segala
    sesuatu yang ditawarkan oleh penjual untuk dikenali, dicari,
    diminta, atau dipakai sehingga konsumen memenuhi keperluan dan
    kemauan konsumen.
    Lalu menurut Lupiyoadi (2017:106), menyatakan bahwa
    pelanggan sebenarnya bukan membeli barang atau jasa, tetapi
    pelanggan membeli manfaat dan nilai dari produk yang ditawarkan
    perusahaan kepada konsumen.
    Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa produk adalah suatu
    barang atau jasa yang di tawarkan kepada pasar yang tujuannya
    untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Dari sini dapat
    disimpulkan bahwa produk merupakan barang atau jasa yang
    ditawarkan di pasar yang bertujuan untuk memenuhi keinginan dan
    kebutuhan.
    1) Indikator atau Atribut Produk
    Menurut Sumarwan, U (2015: 15) atribut produk
    merupakan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen
    ketika memilih merek atau kategori produk dalam kaitannya
    dengan suatu produk atau bagian dari suatu produk itu sendiri.
    Unsur-unsur dari atribut produk menurut Sumarwan, U (2015:
    15) yaitu :
    a) Merek
    Merupakan nama, istilah, tanda, simbol, lambang,
    desain, warna, atau kombinasi dari atribut suatu produk
    yang diharapkan dapat memberikan identitas produk
    pada produk tersebut.
    b) Kemasan
    Merupakan sebuah proses yang berkaitan dengan
    desain dan pembuatan wadah atau kemasan produk.
    c) Pelayanan
    Pelayanan atau jasa di sini biasanya menawarkan
    perlengkapan untuk mengukur sejauh mana sikap
    menyukai atau pengguna produk yang dihasilkan.
    d) Mutu Produk
    Menunujukan kemampuan sebuah produk untuk
    melakukan tugasnya. Mutu produk meliputi daya tahan,
    kehandalan, ketelitian, kemudian oprasi dan perbaikan.
    2) Klasifikasi Produk
    Menurut Sumarwan, U (2015: 16) terdapat klasifikaasi atau
    jenis-jenis produk, diantaranya seperti :
    a) Produk Konsumsi
    Produk konsumsi merupakan produk yang dipergunakan
    oleh konsumen akhir secara langsung, dapat menjadi tiga
    bagian yaitu produk kebutuhan sehari-hari, produk
    belanjaan, dan produk khusus.
    b) Produk Industri
    Produk industri merupakan produk yang dibeli oleh
    produsen atau perusahaan yang kemudian akan dijual
    kembali atau digunakan sebagai bahan baku untuk proses
    produksi, sehingga menghasilkan produk lain diantaranya
    yaitu bahan baku dan suku cadang, barang model, serta
    perlengkapan dan layanan bisnis.
    3) Hierarki Produk
    Setiap produk secara hierarki berhubungan dengan
    produk lainnya (Sumarwan, U 2015: 18). Berikut tujuh hierarki
    tersebut, yaitu :
    a) Kelompok Kebutuhan, merupakan kebutuhan inti yang
    menunjang pada suatu kelompok produk.
    b) Kelompok Produk, merupakan semua kelas produk yang
    dapat melengkapi kebutuhan utama secara efektif.
    c) Kelompok Produk, merupakan kumpulan beberapa
    kelompok produk yang dianggap memiliki hubungan secara
    fungsional tertentu.
    d) Lini Produk, merupakan kumpulan beberapa kelas dalam
    kelas produk yang saling berhubungan erat dikarenakan
    memiliki fungsi yang sama atau karena wilayah saluran
    distribusi yang sama, atau berbeda dalam skala yang sama.
    e) Tipe Produk, merupakan barang atau hal yang berbeda
    dalam lini produk dan memiliki bentuk tertentu dari sekian
    banyak kemungkinana.
    f) Merek, merupakan nama yang dapat dihubungkan dengan
    satu atau lebih barang yang melihat dalam lini produk dan
    memiliki fungsi untuk mengenal sumber atau ciri produk
    tersebut.
    g) Jenis Produk, adalah sesuatu yang khusus di dalam suatu
    merek atau lini produk yang dapat dibedakan dengan ukuran,
    harga, penampilan, atau atribut yang lain.
    b. Harga (Price)
    Kotler dan Amstrong, (2018:12) mengartikan harga sebagai sejumlah uang
    untuk membayar suatu produk atau jasa. Secara lebih luas dapat diartikan
    bahwa harga merupakan sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen untuk
    memperoleh keuntungan atas hak penggunaan atau kepemilikan suatu produk
    ataupun jasa.
    1) Indikator dan Atribut Harga
    Menurut Kotler dan Amstrong (2012:278) terdapat empat
    indikator harga yaitu:
    a) Keterjangkauan harga
    Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
    oleh perusahaan yang dapat dijangkau dengan kemampuan
    beli konsumen.
    b) Kesesuaian harga dengan kualitas produk
    Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
    perusahaan yang sesuai dengan kualitas produk yang
    dihasilkan.
    c) Kesesuain harga dengan manfaat
    Merupakan aspek penetapan harga yang dilakukan
    perusahaan yang sesuai dengan manfaat yang dapat
    diperoleh konsumen dari produk yang dibelinya.
    d) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga
    Merupakan penawaran harga yang diberikan oleh
    perusahaan yang berbeda dan bersaing dengan yang
    diberikan oleh perusahaan lain, pada jenis produk yang
    sama.
    2) Tujuan Penetapan Harga
    Menurut Angipora (dalam Krisdayanto, 2018:3) tujuan
    penetapan harga adalah salah satu hal penting dalam penentuan
    harga pada produk. Tujuan-tujuan nya adalah sebagai berikut :
    a) Mendapatkan laba maksimum, misalnya dengan penentuan
    harga murah untuk meningkatkan penjualan dan pangsa
    pasar.
    b) Mendapatkan pengembalian investasi, salah satu caranya
    adalah harga dipilih untuk membantu pencapaian tujuan
    keuangan seperti kontribusi laba dan arus kas.
    c) Mencegah atau mengurangi persaingan, yaitu harga dapat
    dimanfaatkan untuk mempengaruhi persaingan yang ada
    atau calon pembeli, dengan cara menghambat masuknya
    pesaing baru ataupun bertambahnya market share pesaing
    yang ada.
    d) Mempertahankan atau memperbaiki market share, dapat
    digunakan untuk membantu meningkatkan citra produk,
    mempromosikan kegunaan produk, menciptakan kesadaran,
    dan tujuan market share lainnya.
    3) Elastisitas Permintaan
    Elastisitas permintaan biasa digunakan untuk menunjukkan
    sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga atas
    perubahan permintaan (Sukirno, 2015: 96). Salah satu faktor
    yang mempengaruhi permintaan adalah harga. Terdapat jenis-
    jenis elastisitas permintaan, antara lain:
    a) Permintaan tidak elastis sempurna
    Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang
    diminta (elastisitas = 0).
    b) Permintaan tidak elastis
    Persentase perubahan kuantitas permintaan lebih kecil
    dari[[-= persentase perubahan harga (elastisitas < 1). c) Permintaan uniter elastis Persentase perubahan kuantitas permintaan sama dengan persentase perubahan harga (elastisitas = 1). Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis. d) Permintaan elastis Persentase perubahan kuantitas permintaan lebih besar dari persentase perubahan harga (elastisitas > 1).
    e) Permintaan elastis sempurna
    Elastitas tak terhingga, dimana pada suatu harga tertentu
    pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar.
    Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan
    permintaan menjadi 0.
    4) Metode Penetapan Harga
    Pada persaingan bisnis coffee, metode penetapan harga
    didasarkan kepada harga yang ditetapkan oleh pesaing. Menurut
    Ritonga (2018:108) harga berbasis persaingan (competititon
    oriented pricing) adalah penetapan harga yang didasarkan
    kepada harga yang ditetapkan oleh pesaing, hal ini dilakukan
    terutama pada produk-produk yang bersifat homogen

    Pemasaran, dan Manajemen Pemasaran


    Pengertian pemasaran secara umum, pemasaran cenderung didefinisikan
    sebagai proses distribusi barang atau jasa yang dihasilkan suatu perusahaan atau
    koorporat kepada konsumen. Pemasaran berhubungan dan berkaitan dengan suatu
    proses mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan masyarakat. Salah
    satu dari definisi pemasaran yang mudah dan ringkas adalah “memenuhi kebutuhan
    secara menguntungkan”.
    Pemasaran sebagai salah satu fungsi organisasi dan serangkaian proses
    menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai bagi para pelanggan,
    serta mengelola relasi pelangan sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat
    bagi organisasi dan para stakeholder-nya (American Marketing Association (AMA)
    yang dikutip oleh Fandy Tjiptono 2015:14).
    Hal tersebut seperti apa yang dijelaskan oleh Kotler dan Amstrong
    (2018:29) Pemasaran adalah aktivitas, serangkaian intuisi, dan proses menciptakan,
    mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai
    bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum.
    Dari definisi para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran
    merupakan usaha terpadu untuk mengabungkan rencana-rencana strategis yang
    diarahkan kepada usaha pemuas kebutuhan dan keinginan konsumen untuk
    memperoleh keuntungan yang diharapkan melalui proses pertukaran atau
    transaksi. Kegiatan pemasaran perusahaan harus memberikan kepuasan kepada
    konsumen bila ingin mendapatkan anggapan yang baik dari konsumen.
    Sedangkan manajemen pemasaran menurut M. Alfikan (2022:2) merupakan
    kegiatan yang direncanakan dan dijalankan oleh perusahaan. Perencanaan
    membutuhkan strategi dan keahlian yang tepat untuk menentukan rencana
    tersebut. Peran manajemen pemasaran dalam sebuah perusahaan sangatlah
    penting, ini termasuk menyiapkan produk yang lebih inovatif, dengan memilih
    pangsa pasar yang diharapkan perusaahan, dan mempromosikan produk baru
    kepada pembeli yang potensial.
    Menurut Kotler dan Keller (2017:6), manajemen pemasaran merupakan
    pasar sasaran untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan konsumen
    dengan menciptakan dan memberikan kualitas penjualan yang baik.
    Menurut Tjiptono (2016:63), manajemen pemasaran secara keseluruhan
    yaitu cara perusahaan melakukan bisnis yang mempersiapkan, menentukan, dan
    mendistribusikan produk, jasa, dan gagasan yang dapat memenuhi kebutuhan
    pasar sasaran.
    Lalu, menurut Assauri (2018:12), manajemen pemasaran merupakan
    kegiatan menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan
    perusahaan untuk menghasilkan keuntungan

    Pengertian Daya Tarik


    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daya tarik memiliki arti
    kemampuan menarik (memikat) perhatian. Berdasarkan pengertiannya
    yang lain, daya tarik merupakan kekuatan yang dapat memikat perhatian,
    sehinggaseseorang mampu mengungkapkan kembali pesan yang ia peroleh
    dari media komunikasi. Daya tarik sangat berperan untuk mendapatkan
    perhatian dari komunikan, maka dari itu sangatlah penting bagi sebuah
    perusahaan ataupunorganisasi untuk merancang daya tarik tertentu dalam
    setiap produk ataupun program yang dibuatnya, daya tarik yang dirancang
    secara matang dapat menjadi senjata yang ampuh untuk membuat suatu
    produk ataupun program menjadi digemari oleh sasaran atau khalayak.
    Menurut Effendy, (1989:181) daya tarik merupakan kekuatan atau
    penampilan komunikator dalam memikat perhatian, sehingga seseorang
    mampu untuk mengungkapkan kembali pesan yang ia peroleh dari media
    komunikasi. Sedangkan menurut ( As’ad,1992:89) daya tarik adalah sikap
    yang membuat orang senang akan objek situasi atau ide – ide tertentu. Hal
    ini diikuti oleh perasaan senang dan kecenderungan untuk mencari objek
    yang disenanginya itu. Phillip Kotler dalam Sindoro menyatakan bahwa
    daya tarik isi pesan meliputidaya tarik rasional, daya tarik emosional dan
    daya tarik moral ;

    1. Daya Tarik Rasional
      Daya tarik rasional berfungsi untuk membangkitkan kepentingan
      diri tiap individu. Daya tarik ini menunjukan bahwa kegiatan
      tersebut menghasilkan manfaat atau kegunaan.
    2. Daya Tarik Emosional
      Daya tarik emosional merupakan suatu usaha untuk
      membangkitkanmotivasi terhadap suatu kegiatan atau produk, emosi
      tersebut dapat berupaemosi positif maupun negatif yang akan
      memotivasi audience untukmendapatkan kepuasan. Daya tarik
      emosional positif dapat berupa humor,cinta, kebanggaan, dan
      kebahagiaan. Sedangkan daya tarik emosional negatif seperti rasa
      takut, rasa bersalah dan malu.
    3. Daya Tarik Moral
      Daya tarik moral di arahkan pada perasaan seseorang tentang apa
      yang benar dan tepat, sehingga sering digunakan untuk mendorong
      orang mendukung masalah-masalah sosial ( Sindoro, 1996: 81)

    Konsep Marketing Mix


    Konsep Marketing Mix adalah suatu konsep yang digunakan untuk
    mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai elemen
    pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Konsep ini
    dikembangkan oleh, (Kotler et al., 2016) :

    1. Produk (Product);
      Persaingan di pasar yang semakin ketat memaksa perusahaan
      untuk mengupayakan produk yang ditawarkan kepada pasar
      memiliki kualitas yang baik, unggul dibandingkan produk lain
      dan sesuai kebutuhan pasar. Konsumen semakin banyak
      memiliki alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan
      keputusan untuk melakukan pembelian dengan
      mempertimbangkan faktor-faktor kebutuhan, keunggulan
      produk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum
      memutuskan untuk membeli. Dari faktor- faktor tersebut,
      keunggulan produk termasuk ke dalam pertimbangan utama
      sebelum membeli. Keunggulan kompetitif suatu produk
      merupakan salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk
      baru, dimana kesuksesan produk tersebut diukur dengan jumlah
      penjualan produk (Tjiptono, 2008).
    2. Harga (Price);
      Yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang nantinya akan
      didapatkan konsumen pasar. Harga adalah sejumlah uang yang
      dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
      produk dan pelayanannya. Dari definisi di atas dapat diketahui
      bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan
      yang diberikan oleh penjual. Banyak perusahaan mengadakan
      pendekatan terhadap penentuan harga berdasarkan tujuan yang
      hendak dicapainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa
      meningkatkan penjualan, mempertahankan market share,
      mempertahankanstabilitas harga, mencapai laba maksimum dan
      sebagainya (Engel, J; Blackwell R, 2004).
    3. Tempat (Place);
      Kualitas tempat suatu produk memiliki lokasi yang strategis,
      mudah dijangkau oleh konsumen, dengan kenyamanan dan
      keamanan yang tinggi. Lokasi seringkali ikut menentukan
      kesuksesan perusahaan, karena lokasi erat kaitannya dengan
      pasar potensial sebuah perusahaan. Keputusan pemilihan lokasi
      berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspek-
      aspek yang sifatnya kapital intensif, maka perusahaan benar-
      benar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang
      responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan
      persaingan di masa mendatang (Tjiptono, 1996).
    4. Promosi (Promotion);
      Dilakukan melalui berbagai cara salah satunya melalui iklan,
      brosur, media sosial, atau event yang nantinya akan
      meningkatkan daya tarik konsumen. Promosi adalah suatu bentuk
      komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitaspemasaran yang
      berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk,
      dan/atau meningatkan pasar sasaran atas perusahaan dan
      produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada
      produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono,
      2007).
    5. Orang (People);
      Pada elemen ini dapat diartikan menjadi tenaga kerja yang
      diberikan profesional, ramah, dan mampu memberikan
      pelayanan yang baik kepada konsumen. Terdapat empat kriteria
      peranan atau pengaruh dari aspek people yang mempengaruhi
      pelanggan, yaitu peran: Contractors: people disini berinteraksi
      langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup sering
      dan sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
      Modifier: people tidak secara langsung mempengaruhi
      konsumen tetapi cukup sering berhubungan dengan konsumen,
      misalnya: repsionis. Influencers: people mempengaruhi
      konsumen dalam keputusan untuk membeli tetapi tidak secara
      langsung kontak dengan konsumen. Isolated: people tidak
      secara langsung ikut serta dalam marketing mix dan juga tidak
      sering bertemu dengan konsumen. Misalnya: karyawan bagian
      administrasi penjualan, SDM dan data processing Lupiyoadi
      (2001:63).
    6. Proses (Process);
      Memperhatikan proses pembelian dan pengelolaan produk
      yang efektif dan efisien untuk para konsumen. Proses dapat
      dibedakan dalam dua cara, yaitu: Complexity, dalam hal ini
      berhubungan dengan langkah-langkah dantahap dalam proses.
      Divergence, berhubungan dengan adanya perubahan dalam
      langkah tahap proses. Obyek utama dari pemasaran adalah
      mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan pasar. Oleh
      karena itu jasa harus didesain untuk memenuhi keinginan
      tersebut. Desain jasa tersebut disampaikan. Proses
      mencerminkan bagaimana semua elemen marketing mix
      dikoordinasikan untuk menjamin kualitas dan konsistensi jasa
      diberikan kepada pelanggan. Dengan demikian, pemasar harus
      dilibatkan ketika desain proses jasa dibuat, karena pemasar juga
      sering terlibat dalam pengawasan kualitas jasa Lupiyoadi
      (2001:64).
    7. Bukti Fisik (Physical evidence);
      Memberikan fasilitas dan sarana yang memadai dan dapat
      memberikan kenyamanan dan keamanan konsumen.
      Perusahaan melalui tenaga pemasarnya menggunakan tiga cara
      dalam mengelola bukti fisik yang strategis, yaitu sebagai
      berikut: An attention-creating medium. Perusahaan jasa
      melakukan diferensiasi dengan pesaing dan membuat sarana
      fisik semenarik mungkin untuk menjaring pelanggan dari target
      pasarnya. As a message-creating medium. Menggunakan simbol
      atau isyarat untuk mengkomunikasikan secara intensif kepada
      audiens mengenai kekhususan kualitas dari produk jasa. As
      effect-creating medium. Baju seragam yang berwarna, bercorak,
      suara dan desain untuk menciptakan sesuatu yang lain dari
      produk jasa yang ditawarkan (Hurriyati, 2005:64)

    Fungsi Manajemen Pemasaran


    Fungsi manajemen pemasaran saling berkaitan dan saling
    mendukung untuk mencapai tujuan pemasaran. Perencanaan
    pemasaran memberikan arah dan tujuan bagi kegiatan pemasaran.
    Implementasi pemasaran memastikan bahwa kegiatan pemasaran
    dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pengawasan pemasaran
    mengukur dan mengevaluasi kinerja pemasaran untuk memastikan
    bahwa tujuan pemasaran tercapai. Menurut Aditama (2020), fungsi
    manajemen pemasaran yaitu:

    1. Perencanaan (Planning)
      Perencanaan adalah proses yang mendefinisikan tujuan dari
      organisasi, membuat strategi yang akan digunakan untuk
      mencapai tujuan dari organisasi, serta mengembangkan rencana
      aktivitas kerja organisasi.
    2. Pengorganisasian (Organizing)
      Pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan
      penyusuan atau alokasi sumber daya organisasi dalam bentuk
      desain organisasi atau struktur organisasi sesuai dengan tujuan
      perusahaan yang tertuang di dalam visi dan misi perusahaan,
      sumber daya organisasi, dan lingkungan bisnis perusahaan
      tersebut.
    3. Pelaksanaan (Actuating)
      Suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
      kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan
      perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.
    4. Kontrol/Evaluasi (Controlling)
      Adalah salah satu fungsi manajemen untuk melakukan kontrol
      atau evaluasi terhadap kinerja orientasi.

    Tujuan Manajemen Pemasaran


    Tujuan pemasaran sendiri yang paling utama yakni bukan hanya
    mencari laba akan tetapi memberi kepuasan kepada konsumen, dan
    tujuan yang lain yakni untuk mencari keseimbangan pasar antara
    para pembeli dan penjual dipasar, mendistribusikan barang maupun
    jasa dari produsen ke konsumen. Pemasaran juga menjadi proses
    yang dilakukan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pelanggan
    dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan
    tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan. Pemasaran
    perusahaan melibatkan serangkaian proses menciptakan,
    mengkomunikasikan, menyampaikan dan mempertukarkan tawaran
    yang bernilai bagi pelanggan maupun masyarakat umum. Menurut
    Aditama (2020) tujuan manajemen pemasaran yaitu sebuah
    perusahaan dibangun dengan suatu tujuan yang hendak dicapai oleh
    seluruh anggota organisasi, baik dalam jangka pendek maupun
    jangka panjang tujuan tersebut yaitu:
    1) Kelangsungan hidup usaha.
    Pemasaran yang baik akan meningkatkan perusahan dalam
    jangka waktu yang tidak terbatas di masa depan.
    2) Keuntungan yang maksimal.
    Dengan manajemen pemasaran yang baik perusahaan akan
    mendapatkan keuntungan sesuai dengan visi dan misi
    perusahaan.
    3) Pertumbuhan yang berlangsung.
    Suatu kemampuan perusahaan untuk meningkatkan ekonomi
    perusahaan secara keseluruhan atau sistem ekonomi untuk
    industri yang sama.
    4) Penyediaan lapangan kerja.
    Dengan peningkatan ekonomi dan permintaan terhadap
    perusahaan, maka perusahaan akan menciptakan lapangan
    pekerjaan untuk menambah jumlah karyawan dalam memenuhi
    kebutuhan konsumen.
    5) Investasi dan pengembangan usaha, dan sebagainya.
    Mengembangkan investasi atau aset lain agar memberikan
    keuntungan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan
    tertentu.
    Pemasaran mencakup usaha perusahaan yang dimulai dengan
    mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan,
    menentukan produk yang hendak di produksi, menentukan harga yang
    sesuai, menentukan cara-cara promosi dan penyaluran atau penjualan
    produk. Agar mampu menciptakan hal tersebut, tentunya suatu
    perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang baik untuk
    memasarkan produknya. Salah satu bentuk strategi yang dapat
    digunakan dan mampu mendukung serta memuaskan konsumen
    dalam proses pemasaran produk ialah menggunakan marketing mix.

    Pengertian Manajemen Pemasaran


    (Kinner& Bernhard, 2006:6) menyatakan “Marketing management
    is the analysis, planning implementation and control if marketing
    decision in the area of product offering, distribution, promotion and
    princing.” Yang memiliki arti manajemen pemasaran adalah analisis,
    perencanaan pelaksanaan dan pengendalian keputusan pemasaran di
    bidang penawaran produk, distribusi, promosi dan penetapan harga.
    Jika membicarakan tentang manajemen pemasaran, hal yang sangat
    sulit untuk dipertahankan ialah loyalitas konsumen atau membuat
    konsumen agar selalu menggunakan barang atau jasa yang diberikan
    oleh suatu perusahaan. Hakikat pemasaran ialah sebagai suatu
    kegiatan yang mengusahakan agar produk yang dipasarkannya itu
    dapat diterima dan disenangi oleh pasar. Semua kegiatan pemasaran
    ditujukan agar produknya dapat diterima dan kemudian disenangi
    oleh pasar.
    Definisi manajemen pemasaran menurut Sudarsono (2020),
    manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan,
    mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisasikan,
    mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan
    kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan
    organisasi secara efisien dan efektif.
    Sedangkan menurut Astuti dan Amanda (2020), manajemen
    pemasaran adalah seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih,
    mempertahankan serta menumbuhkan pelanggan dengan
    menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai
    pelanggan yang unggul. Pemasaran adalah sebuah proses
    kemasyarakatan di mana individu dan kelompok memperoleh apa
    yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
    menawarkan dan secara bebas mempertemukan produk dan jasa yang
    bernilai dengan orang lain. Dari beberapa definisi diatas maka dapat
    ditarik kesimpulan bahwa manajemen pemasaran adalah sebuah seni
    atau ilmu untuk menganalisis, merencanakan, mengatur dan
    mengelola suatu program kegiatan yang telah dirancang untuk
    menciptakan, membangun hubungan dan memelihara pertukaran yang
    menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan
    perusahaan

    Definisi E-Commerce


    E-commerce atau Toko online merupakan sarana bagi masyarakat untuk
    melakukan kegiatan pembelian suatu produk tanpa harus bertatapanmuka antara
    kedua pihak, pihak penjual dan pihak pembeli secara langsung. Menurut Loekanto
    (Kurniawan & Ashadi, 2018) menjelaskan bahwa Toko online merupakan sarana
    untuk menawarkan suatu produk melalui internet sehingga pengunjung dapat
    melihat suatu produk melalui online. Selain itu menurut Laudon (Pradana, 2015)
    adalah suatu proses pembelian dan Penjualan suatu produk secara elektronik
    kepada konsumen dan dari suatu perusahaan ke perusahaan lainnya dengan
    menggunakan komputer atau barang elektronik lainnya sebagai perantara
    terjadinya transaksi bisnis. ecommerce sangat berguna untuk mengurangi biaya
    administrasi dan waktu siklus proses suatu bisnis, dan meningkatkan hubungan
    antara mitra dan pelanggan suatu bisnis

    Faktor-Faktor Minat Beli Konsumen


    Menurut Swastha dan Irawan (Al Farisi, dkk (2020), mengatakanbahwa faktor
    yang mempengaruhi minat belanja berhubungan dengan emosi konsumen itu
    sendiri, jika seseorang merasa senang dan puas dalammembeli suatu produk atau
    jasa, maka hal tersebut dapat memperkuat minat belanja, kegagalan biasanya
    menghilangkan minat. Tidak akan pernah terjadi suatu pembelian jika konsumen
    tidak pernah menyadari apayang mereka butuhkan dan inginkan.
    Penelitian Larasati (2021) menjelaskan beberapa faktor yang
    mempengaruhi pada minat belanja, yaitu:

    1. Ketertarikan (Interest), Muncul adanya rasa senang dan pemusatan
      terhadap suatu produk.
    2. Keinginan (Desire), Muncul dengan adanya rasa ingin memiliki
      suatu produk.
    3. Keyakinan (Conviction), muncul adanya perasaan yakin terhadap
      suatu individu tertentu terhadap kualitas dan keuntungan dari suatu
      produk yang di inginkan.

    Minat Belanja


    Minat beli atau minat belanja konsumen merupakan suatu tindakan yang
    konsumen lakukan ketika menyukai suatu barang atau produk agar bisa memiliki
    barang dengan cara melakukan belanja atau pembelian. Menurut Kurniawan &
    Ashadi (2018) menyebutkan bahwa minat belanja atau intention to buy yang
    dikenal juga dengan niat beli merupakan rencana keinginan konsumen untuk
    memiliki atau membeli produk tertentu, serta jumlah produk yang dibutuhkan pada
    periode tertentu. Niat beli konsumen terbentuk dari sikap yang mereka miliki
    terhadap suatu produk dan keyakinan konsumen terhadap produk tersebut.
    Semakin rendah keyakinankonsumen pada suatu produk sangat berpengaruh juga
    pada minat beli konsumen.
    Menurut Durianto dal Lina (Herdiko & Widya, 2019) Pengertian minat belanja
    atau belanja itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh setiap
    individu untuk memenuhi suatu kebutuhan yang di perlukan dengan mengeluarkan
    sejumlah nominal yang berbentuk uang. Duhan, dkk ((Herdiko & Widya, 2019))
    juga mengatakan dalam jurnal yang sama bahwa niat beli juga dipengaruhi oleh
    seberapa kuat ikatan dengan pelanggan (strong-weaktes). Semakin tinggi relasi
    yang dimiliki seseorang dengan rekannya, maka ia memiliki banyak pendapat atau
    masukan sebagai masukan untuk mempertimbangkan dalam memilih produk.
    Karena pendapat atau ulasan yang dimiliki di tiap orang berbeda-beda dalam
    menggunakan suatu produk. Minat belanja di internet adalah suatu Tindakan yang
    dilakukan oleh konsumen untuk mendapatkan suatu barang yang diinginkannya.
    Internet yang dimaksud disini yang berbasis situs ataupun aplikasi yang bisa
    diunduh oleh konsumen itu sendiri melalui smartphone atau telepon seluler
    mereka sendiri.
    Menurut Kotler dan Keller (Al Farisi, dkk., 2020), minat membeli adalah
    perilaku konsumen yang muncul sebagai respon terhadap suatu obyek dalam
    memunculkan rasa keinginan untuk melakukan pembelian suatu produk. Sama
    seperti yang dikatakan Assasel (Al Farisi, dkk., 2020) menyatakan bahwa Minat
    beli adalah kecenderungan untuk membeli suatu Produk atau mengambil Tindakan
    yang berhubungan dengan membeli yang diukur dengan tingkatan kemungkinan
    konsumen melakukanpenelitian. Menurut Kotler dan Keller (Al Farisi, dkk., 2020),
    tahapan minat beli konsumen ada 4 yaitu:

    1. Attention (Perhatian)
    2. Interest (Tertarik)
    3. Desire (Hasrat)
    4. Action (Tindakan)
      Menurut Ferdinand (Salim & Widaningsih, 2017), minat beli dapat di
      identifikasi melalui 4 indikator, sebagai berikut:
    5. Minat transaksional, kecenderungan seseorang untuk membeli
      produk. Minat ini dapat diartikan keinginan seseorang untuk segera
      membeli/memiliki suatu produk.
    6. Minat referensial, kecenderungan seseorang untuk
      mempromosikan atau merekomendasikan suatu barang ke orang
      lain.
    7. Minat preferensial, Preferensi bahwa produk tertentu itulah yang
      sedang diinginkan dan seseorang tersebut berhak untuk
      mengabaikan pilihan yang lain.
    8. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang
      yang selalu mencari informasi tentang produk yangdi inginkan

    Pendekatan Strategi Pemasaran


    Dalam penjelasan Hamdat, dkk (2020:12) mengenai konsep manajemen
    pemasaran, mengatakan bahwa jika sebuah perusahaan tergolong dalam kategori
    startup, maka perlu melakukan suatu pendekatan yang berbeda, antara lain
    sebagai berikut:
    1) Komunitas
    Menjalin Kerjasama dengan suatu komunitas sehingga dapat
    meningkatkan nilai penjualan sebuah produk dengan menjadimitra
    mereka di tiap acara yang dilaksanakan seperti seminar atau
    sebagainya.
    2) Online (media sosial)
    Memaksimalkan konten-konten yang disediakan oleh platformsocial
    media seperti Instagram, facebook, twitter, youtube, dan tiktok.
    Serta bekerjasama dengan influencer untuk membangun citra
    perusahaan. Di era sekarang strategi pemasaran yang paling efektif
    adalah dengan cara online. Baik maupun perusahaan besar
    ataupun kecil harus menguasai Teknik pemasaran online karena
    penduduk Indonesia yang hamper lebih dari setengah sudah dapat
    menjangkau melalui internet. Berikut adalah alasan mengapabisnis
    harus menerapkan pemasaran secara online:
    a) Menjangkau 140 juta penduduk Indonesia
    Jumlah penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan akses
    internet meningkat setiap tahunnya. MenurutGoogle, pada tahun
    2017 jumlah pengguna internet diIndonesia mencapai 56 persen
    atau sekitar 140 juta orang. Menurut Napoleoncat.com, dari 140
    juta orang tersebut, sekitar 128 juta orang sudah terhubung
    dengan facebook dan 60 juta orang sudah memiliki Instagram.
    Perusahaan dapat menjangkau orangtersebut dengan memakai
    pemasaran online
    b) Mudah
    Strategi pemasaran online masih asing bagi Sebagian orang.
    Meskipun masih asing, sebab strategipemasaran online lebih
    muda dari yang diperkirakan. Selain itu sudah banyak platform
    yang menyediakan tutorial seperti di youtube ataupun forum-
    forumdiskusi.
    c) Target lebih spesifik
    UKM butuh jangkauan luas dari Sabang sampai Merauke
    Jangkauan lokasi bisa diperluas di seluruh Indonesia. Bisnis
    hanya membutuhkan jangkauan lokasi di kota atau provinsi
    tertentu. Jangkauan lokasi iklan bisa dipersempit sehingga target
    audience lebih spesifik. Iklan juga bisa diatur untuk tampil di
    perangkat apa saja. Orang-orang mengakses mesin pencari
    melalui berbagai perangkat, dari desktop, tablet, hingga
    smartphone. Iklan juga bisa diatur untuk tampil di ketiga
    perangkat sekaligus atau memilih beberapa di antaranya saja.
    Selain mengatur jangkauan lokasi dan perangkat, waktu
    munculnya iklan juga bisa diatur. Jadiiklan bisa diatur untuk tampil
    di hari apa saja dan dari jam berapa sampai jam berapa.
    Spesifikasi target audiens juga bisa diatur sesuai dengan
    kebutuhan UKM. Misalnya, sebuah UKM memproduksi tas
    perempuan. Iklan bisa diatur untuk tampil pada target audiens
    perempuan di usia tertentu.
    d) Terukur
    Kelebihan dari strategi pemasaran online adalah mudah untuk
    diukur. Ketika memasang iklan dalam platform Google ads,
    Facebook ads, dan Instagram ads, performa laporan yang
    dipasangkan akan didapatkan. Beberapa orang yang telah
    dijangkau, seberapa efektifkah iklan yang dipasang, semua
    laporan akan didapatkan, sehingga didalam pemasaran online
    kita dapat mengevaluasi dan memperbaiki di strategi
    selanjutnya.
    e) Biaya minim
    Menerapkan strategi pemasaran secara online bukan berarti
    tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Namun biaya yang
    dikeluarkan dalam pemasaran online juga menghasilkan
    revenue yang besar dibandingkan menggunakan strategi
    pemasaran dengan cara konvensional. Didalam platform iklan
    seperti Instagram ads, Facebook ads, Google ads, kita bisa
    menyesuaikan dengan kemampuan anggaran UKM atau
    Perusahaan.
    3) Mail atau newsletter
    Email digunakan oleh perusahaan untuk menghimpun database
    konsumen sehingga memudahkan perusahaan memberikan
    informasi bagi konsumen melalui email, karena email merupakan
    hal yang dimiliki oleh konsumen di era digital.

    Bauran pemasaran


    Menurut Kotler dan Keller (Hidayah dkk, 2021) mendefinisikan bauran
    pemasaran merupakan suatu perangkat alat pemasaran perusahaan yang
    digunakan untuk mengejar suatu tujuan pemasarannya di pasar sasaran. McCarty
    (Saefuddin, 2014) mengelompokkan aktivitas-aktivitas bauran pemasaran menjadi
    empat kelompok yang dikenal dengan 4P yaitu product, price, place, dan
    promotion. Variabel tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
    a. Produk (product) merupakan segala sesuatu yang ditawarkan di
    pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen,
    termasuk didalamnya beragam produk,kualitas, desain, merek, dan
    lain sebagainya.
    b. Harga (price) adalah nilai dalam suatu barang yang dinyatakan
    dengan uang, termasuk didalamnya daftar harga, periode
    pembayaran, harga khusus, syarat kredit.
    c. Distribusi (place) adalah aktivitas perusahaan yang melakukan
    proses untuk menjadikan suatu produk ataupun jasa sehingga siap
    untuk dipakai ataupun dikonsumsi. Termasuk didalamnya saluran
    pemasaran, cakupan pasar, pengelompokan lokasi dan persediaan
    transportasi.
    d. Promosi (promotion) merupakan proses komunikasi untuk
    meyakinkan calon konsumen tentang barang ataupun jasa. Tujuan
    promosi itu sendiri adalah untuk mengingatkan, memperoleh
    perhatian, mendidik, danmeyakinkan calon konsumen pada produk
    ataupun jasa yang ditawarkan. Termasuk didalamnya promosi
    penjualan, periklanan, hubungan masyarakat, tenaga penjualan
    dan pemasaran secara langsung

    Fungsi Manajemen Pemasaran


    Didalam membangun suatu perusahaan, hal yang paling penting, yaitu
    memahami konsep manajemen pemasaran bisnis yang diterapkan karena
    mempunyai fungsi yang vital untuk kelangsungan sebuah perusahaan. Hamdat,
    dkk (2020) menjelaskan beberapa fungsi dari manajemen pemasaran bisnis,
    antara lain:
    1) Fungsi penyampaian produk (distributing)
    Fungsi dari manajemen pemasaran ini sangat penting dengan
    tujuan supaya suatu produk dapat dikenal oleh masyarakat luas.
    Maka, masyarakat dapat tertarik membeli produk tersebut. Dengan
    tidak adanya fungsi pertama ini, maka masyarakat akan kesulitan
    untuk mengetahui produk bisnis ini.
    2) Fungsi jual-beli (trading)
    Fungsi manajemen yang kedua merupakan hakikat dasar dari
    manajemen pemasaran guna agar memberikan keuntungan dari
    proses jual-beli produk yang di punya. Jual-beli tersebut adalah
    aktivitas dari adanya transaksi produk baik itu dalam bentuk barang
    ataupun jasa yang dilakukan oleh produsen dengan konsumen.
    Apabila benar-benar prinsip ini dapat diterapkan oleh manajemen
    pemasaran, maka hal ini akan memberikan manfaat untuk
    perusahaan dan juga konsumen.
    3) Fungsi penyedia sarana (facilitating)
    Fungsi ketiga merupakan fungsi yang berkaitan dengan berbagai
    aspek untuk meraih kelancaran produksi produk. Aspek itu antara
    lain adalah komunikasi, penggudangan, dan penyortiran, agar
    produk tersebut sesuai dengan standar.
    4) Fungsi riset (research)
    Didalam manajemen pemasaran harus juga mengadakan yang
    Namanya riset terhadap konsumen mengenai barang yang apa
    yang tengah diperlukan konsumen, sehingga, di dalam proses
    pemasarannya nanti akan dapat diterima dan laku di pasaran.
    5) Fungsi pemrosesan
    Fungsi pemrosesan adalah suatu proses pengubahan sebuah
    barang sehingga barang tersebut memiliki nilai tambah, sehingga
    memiliki harga jual di pasaran

    Konsep Manajemen Pemasaran


    Hamdat, dkk (2020), menjelaskan setidaknya ada lima konsep manajemen
    pemasaran dengan segala kekurangan dan kelebihan yang harus diketahui,
    yaitu:
    1) Konsep produksi (production concept)
    Perusahaan yang mengadopsi konsep ini berfikir bahwa barang
    ataupun jasa yang dihasilkan harus memiliki nilai yang rendah
    sehingga dapat di produksi kapan saja dan dimana saja agar tidak
    terjadi masalah dalam penjualan.
    Secara tidak langsung perusahaan ini mencoba manajemen
    pemasaran yang meminimalisir biaya produksi dan meningkatkan
    system distribusi. Dalam rangka meminimalisir produksi,
    perusahaan mengandalkan produksi dengan skala yang besar.
    Cara ini sangat baik jika permintaan barangataupun jasa yang dijual
    sangat besar, tetapi tidak semua konsumen ingin membeli produk
    yang murah, ada saatnya mereka membeli barang yang lebih mahal
    karena membutuhkan kualitas barang yang baik.
    2) Konsep produk (product concept)
    Perusahaan yang menggunakan konsep ini mempercayai bahwa
    kualitas barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan haruslah
    bagus sehingga mudah menarik perhatian konsumen. Dalam
    konsep manajemen pemasaran ini sangat dapat diterima oleh
    konsumen, dimana kualitas suatu produk atau jasa sangatlah
    penting bagi konsumen itu sendiri, akan tetapi harga yang murah
    masih menjadi tujuan utama bagi konsumen itu sendiri.
    3) Konsep penjualan (selling concept)
    Dalam konsep manajemen pemasaran ini, perusahaan harus
    memikirkan usaha penjualan untuk memengaruhi konsumen
    membeli produknya. Mereka percaya bahwa dengan sistem
    penjualan yang baik, mereka dapat menjual produk apa saja yang
    mereka tawarkan.
    4) Konsep pemasaran (marketing concept)
    Konsep pemasaran dapat disebut juga dengan konsep marketing,
    perbedaan penjualan dan pemasaran adalah penjualan lebih
    menekankan pada produk apa yang dijual sedangkan pemasaran
    adalah lebih tertuju pada keinginan dan kebutuhan konsumen.
    Perusahaan yang menggunakan konsep ini menganggap bahwa
    kepuasan konsumen merupakan hal nomor satu, sehingga barang
    atau jasa yang dihasilkan harus sesuai dengan keinginan
    konsumen atau pelanggan.
    5) Konsep pemasaran social (societal marketing concept)
    Konsep ini menekankan tidak hanya pada kepuasan konsumen
    tetapi juga memerhatikan manfaat bagi orang lain. Sebagai contoh,
    jika suatu perusahaan menghasilkan mobil yang rendah bahan
    bakar tapi menyebabkan polusi. Hal ini hanya membuat
    konsumennya puas, tetapi masyarakat tidak menerima manfaatnya.
    Perusahaan dengan konsep manajemen pemasaran umum, tidak
    akan menjualnya

    Manajemen Pemasaran


    Menurut Kotler (Wibowo, 2019:2) pengertian pemasaran merupakan
    kegiatan sosial atau peraturan yang dilakukan sekelompok orang atau perorangan
    dengan tujuan mendapatkan suatu tujuan mereka dengan membuat suatu produk
    dan menukarkan dengan jumlah minimaltertentu pada pihak lain. Boyd, Walker,
    dan Larrache (Wibowo, 2019:2) bahwa pemasaran merupakan proses analisis,
    perencanaan, implementasi, koordinasi, dan pengendalian program pemasaran
    yang meliputi kebijakan produk, harga, promosi, dan distribusi dari produk, jasa
    dan ide yang ditawarkan agar menciptakan danmeningkatkan pertukaran manfaat
    dan sasaran pasar agar mencapai suatutujuan organisas

    Peran Konsumen Dalam Keputusan Pembelian


    Keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen dipengaruhi oleh
    berbagai factor, demikian pula konsumen terbentuk karena pengaruh
    lingkungan (Alma 2004 :96):
    a. Kebudayaan (culture)
    Kebudayaan diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya dengan
    demikian selera seorang individu akan menyikapi pola selera yang
    dilakukan oleh nenek moyangnya.
    b. Kelas sosial (social class)
    Ini merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai tingkat tertentu,
    yang memilki nilai dan sikap yang berbeda dari kelompok tingkatan
    lainnya.
    c. Keluarga (family)
    Keluarga merupakan lingkungan terdekat dengan individu dan sangat
    mempengaruhi nilai-nilai serta perilaku seseorang dalam
    mengkonsumsi barang tertentu

    Keputusan Pembelian


    Setelah tahap-tahap sebelumnya dilakukan, sekarang tiba saatnya bagi
    pembeli untuk mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika dianggap
    bawah keputusan yang diambil ialah membeli, maka pembeli akan menjumpai
    serangkaian keputusan yang menyangkut jenis produksi, merek, penjual,
    kuantitas, waktu pembelian, dan cara pembayaran. Menurur Kotler dan
    Armstrong dalam setiasi (2012 : 24) merupakan hasil dari suatu proses yang
    terdiri lima tahapan yaitu pengenalan, kebutuhan, pencarian informasi,
    pengevaluasian alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku setelah
    pembelian.

    Tujuan Penggunaan Merek


    Dalam hasan (2013: 203), tujuan penggunaan merek sebagai berikut :

    1. Sebagai identitas, yang bermanfaat sebagai pengendali pasar sebagai
      diferensiasi produk dengan produk pesaing yang memudahkan
      konsumen untuk mengenalinya saat melakukan pengembalian ulang.
    2. Alat promosi, yaitu sebagai daya Tarik produk.
    3. Untuk membina citra, yang memberikan jaminan kualitas, serta prestasi
      tertentu kepada konsumen.
    4. Untuk mengendalikan pasar.
    5. Menciptakan keuntungan kompetitif, jika merek memiliki ekuitas yang
      tinggi akan memberikan keuntungan yaitu sebagai berikut :
      a. Dapat memberikan pertahan terhadap persaingan harga yang
      kompetitif.
      b. Perusahaan akan lebih mudah meluncurkan perluasan merek
      karena produk memiliki kredibilitas yang tinggi.
      c. Mampu bertahan pada harga yang lebih tinggi dari pesaing
      karena konsumen memiliki keyakinan terhadap kualitas produk.
      d. Pelanggan sangat mengharapkan merek yang mereka maksud
      sehingga posisi tawar menawar produsen dengan distributor
      lebih kuat.
      e. Karena tingkat kesadaran dan kesetiaan konsumen terhadap
      merek sanggat tinggi maka perusahaan dapat menikmati biaya
      pemasaran yang lebih rendah

    Pengertian Merek


    Merek merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pemasaran
    karena kegiataan ini memperkenalkan dan menawarkan produk dan jasa tidak
    terlepas dari merek yang dapat diandalkan. Peran ekonomi yang penting adalah
    memungkinkan perusahaan untuk mencapai skala ekonomi dengan
    memproduksi merek tersebut secara masal. Peran ekonomi tidak ternilai
    lainnya ialah bahwa merek yang sukses dapat menjadi penghambat bagi
    pesaing yang ingin memperkenalakan merek yang sama. Menurut Kanuk,
    (2008 : 123) merek mempunyai peran strategis yang penting dengan menjadi
    pembeda antara produk yang ditawarkan suatu perusahaan dengan merek-
    merek saingannya.
    Hal ini berarti bahwa merek tidak berdiri sendiri. Merek harus sesuai dengan
    komponen proses pemasaran lainnya. Tjibtono (2008:104) menyatakan pada
    dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten
    menyampaikan serangkaian ciri-ciri, manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli.
    Merek memiliki peranan yang penting dalam pemasaran. Ada perbedaan yang
    cukup besar anatar produk dan merek. Produk adalah suatu yang dihasilkan
    pabrik yang mudah ditiru sedangkan merek merupakan suatu yang dibeli
    konsumen dan selalu memiliki keunikan yang sulit untuk ditiru. Manfaat merek
    menurut Keller (2008) adalah :

    1. Bagi perusahaan
      Sarana identifikasi, bentuk proteksi hukum, signal tingkat kualitas bagi
      konsumen, sarana dalam menciptakan asosiasi , sumber keunggulan
      kompetitif dan sumber financial returns.
    2. Bagi konsumen
      Identifikasi sumber produk, penetepan tanggung jawab pada
      perusahaan, pengurangan resiko, penekanan biaya pencairan, ikatan
      khusus dengan perusahaan, alat simbol yang memproyeksikan citra diri,
      dan signal kualitas.
      Memiliki merek yang kuat merupakan aspek vital bagi perusahaan. Fungsi
      penting merek yang utama adalah sebagai daya pembeda dari suatu produk
      barang atau jasa. Bayangkan jika semua produk kopi di Indonesia di beri nama
      merek yang sama hasilnya akan membuat orang bingung karena mempunyai
      produk dengan merek yang sama tetapi kualitas dan kuantitas yang berbeda.
      Produsen juga akan menggunakan merek sebagai sarana promosi. Tanpa merek
      suatu iklan barang atau jasa tidak akan efektif. Hubungan terhadap suatu merek
      akan semakin kuat jika didassarkan pada pengalaman dan mendapat banyak
      informasi. Menurut Rangkatu (2002 :43) pengukuran terhadap merek
      mempunyai enam tingkat pengertian sebagai berikut :
      a. Atribut
      Merek juga mempunyai manfaat karena pada dasarnya konsumen
      tidak membeli atribut tetapi membeli manfaat. Produsen harus dapat
      menerjemahkan atribut menjadi manfaat fungsional maupun
      manfaat emosional.
    3. Manfaat
      Merek juga mempunyai manfaat karena pada dasarnya
      konsumen tidak membeli atribut tetapi membeli manfaat.
    4. Nilai
      Merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai bagi produsen,
      merek juga mempunyai nilai tinggi akan diharga oleh konsumen
      sebagai merek yang berkelas, sehingga dapat mencerminkan
      siapa pengguna merek tersebut.
    5. Budaya
      Merek juga mencerminkan budaya tertentu apakah itu
      budaya produsennya maupun budaya penggunanya.
    6. Kepribadian
      Merek mempunyai kepribadian yaitu kepribadian bagi
      penggunanya

    Karakakteristik Dan Manfaat Merek


    Menurut Kotler (2000: 470) ada beberapa karakteristik merek yang harus
    dipenuhi yaitu:

    1. Merek harus menyatakan sesuatu tentang manfaat produk
    2. Merek harus menyatakan kualitas produk.
    3. Merek harus mau diucapkan, dikenal dan diingat
    4. Merek harus berbeda dan khas
      14
    5. Merek tidak berarti buruk di negara dan Bahasa lain.
      Dalam Hasan (2013:215), manfaat merek dapat dilihat dari kedua belah
      pihak yaitu pelanggan dan perusahaan. Manfaat dari sebuah merek bagi
      pelanggan sebagai berikut :
    6. Sebuah merek yang kuat akan memudahkan konsumen untuk
      mengevaluasi, menimbang dan membuat keputusan membeli dari
      semua rincian nilai-nilai yang terkait dengan kinerja produk, harga,
      pengiriman, garansi dan lain-lain.
    7. Sebuah merek yang kuat membuat pelanggan merasa percaya diri dalam
      pemilihan merek menyederhanakan pilihan sehari-hari (kebutuhan
      dasar).
    8. Sebuah merek yang kuat membuat pelanggan merasa lebih puas dengan
      pembelian mereka, memberikan manfaat dan ikatan emosional (untuk
      produk perawatan pribadi.
      Sedangkan manfaat dari merek bagi perusahaan adalah sebagai berikut :
    9. Harga premium
      Sebuah merek dengan citra positif akan menciptakan margin yang lebih
      besar dan walaupun ada tekanan untuk menjual dengan harga rendah
      atau menawarkan dikson akan tetapi relatif tidak atau kurang retan
      terhadap kekuatan kompetitif.
    10. Klaim produk. Sebuah merek dengan citra yang kuat akan menciptakan
      orang-orang melakukan permintaan secara khusus, orang akan mencari
      merek yang mereka inginkan.
    11. Pengembangan merek. Sebuah merek yang terkenal menjadi platform
      untuk menambah produk baru karena beberapa aspek dari citra positif
      yang berpengaruh dan membantu dalam pengembangan produk baru

    Dimensi Kualitas Produk


    Menurut Tjiptono (2008) kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran
    produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Kualitas sutau
    produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensi-dimensinya.
    Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008) :

    1. Daya tahan, yang berarti berapa lama atau umur produk yang
      bersangkutan bertahan sebelum produk produk tersebut harus diganti.
      Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka
      semakin besar pula daya produk.
    2. Kinerja, hubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah
      produk.
    3. Kesesuaian dengan spesifikasi, sejauh mana karakteristik operasi dasar
      dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau
      tidak ditemukannya cacat pada produk.
    4. Fitur, karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan
      fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
    5. Reabilitas, probilitas dari produk akan bekerja dengan memuaskan atau
      tidak dalam periode waktu tertentu.
    6. Estetika, berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
    7. Kesan kualitas, merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang
      dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa
      konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang
      bersangkutan.

    Pengertian Kualitas Produk


    Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan
    oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk
    pesaing. Oleh karena itu perusahan berusaha memfokuskan pada kualitas
    produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh
    perusahaan pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau
    bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan
    kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan
    oleh pasar. Sehingga kualitas dapat memberikan keuntungan dalam
    memasarkan produk. Kualitas produk itu sendiri merupakan hal yang perlu
    mendapat perhatian utama dari perusahaan atau produsen. Mengingat suatu
    produk berkaitan erat dengan masalah keputusan konsumen yang merupakan
    tujuan dari kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan. Kotler ( 2009: 2 ),
    menyatakan bahwa kualitas produk merupakan kemampuan sebuah produk
    dalam memperagakan fungsinya. Perilaku konsumen adalah proses dan
    aktivitas Ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pembelian,
    penggunaan, serta pemilihan produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan
    keinginan. Periaku konsumen merupakan hal- hal yang mendasari konsumen
    untuk membuat keputusan pembelian. Kualitas produk sendiri menurut Kotler
    dan Armstrong ( 2012:283 ), kemampuan sebuah produk dalam memperagakan
    fungsinya. Hal ini termasuk keseluruhan durabilitas, reabilitas, ketepatan,
    kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainya.
    Menciptakan keinginan konsumen agar melakukan pembelian perusahan
    harus mengetahui perilaku yang dilakukan konsumen dalam pembelian suatu
    produk, mengingat konsumen adalah raja yang memiliki kemampuan penuh
    yang menyaring semua upaya untuk mempengaruhi dengan hasil bahwa semua
    yang dilakukan oleh perusahan harus disesuaikan dengan motivasi perilaku
    konsumen. Perusahaan terus meningkatkan kualitas produk atau jasanya karena
    peningkatan produk dapat membuat konsumen merasa puas terhadap produk
    atau jasa yang mereka beli dan akan mempengaruhi konsumen untuk
    melakukan pembelian ulang. Agar dapat bersaing di pasar secara berhasil,
    produk harus memiliki mutu superior dibandingkan dengan produk pesaing
    lainya. Hanya perusahaan yang memiliki kualitas terbaik yang akan berhasil
    memenangkan persaingan dari penelitian di atas. Kualitas produk adalah
    kemampuan untuk menampilkan fungsinya, hal ini termasuk waktu kegunaan
    dari produk, keandalan, kemudahan dalam penggunaan, perbaikan dan nilai-
    nilai lainya. Kualitas produk dapat ditinjau dari sudut pandang internal dan
    sudut pandang eksternal. Bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi-
    fungsinya dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas yang baik

    Strategi Harga


    Untuk menetapkan harga produk sering berubah ketika produk itu menjadi
    bagian dari buruan produk. Dalam kasus ini perusahaan mencari sekumpulan
    harga yang memaksimalkan laba dari total produk. Penetapan harga sulit
    dilakukan karena berbagai produk mempunyai permintaan dan biaya yang
    berhubungan dan menghadapi derajat kompetensi yang berbeda. Menurut
    Kotler dan Armstrong ( 2008: 6 ) yang diterjemahkan oleh sabran terdapat 5
    situasi penetapan harga bauran produk yaitu :

    1. Penetapan harga lini produk.
      Menetapkan jenjang harga diantara barang-barang pada lini produk.
    2. Penetapan harga produk tambahan.
      Menetapkan harga produk tambahan atau pelengkap yang dijual
      beserta produk utama.
    3. Penetapan harga produk terikat.
      Menetapkan harga produk yang harus digunakan Bersama produk
      utama.
    4. Penetapan harga produk sampingan.
      Menetapkan harga untuk produk sampingan guna membuat harga
      produk utama lebuh kompetitif.
    5. Pendapatan harga produk paket produk.
      Menggambungkan beberapa produk dan menawarkan paket produk
      dengan harga yang lebih murah

    Tujuan Penetapan Harga


    Tujuan strategi penetapan harga perlu ditentukan terlebih dahulu agar tujuan
    perusahaan tercapai. Hal ini penting karena tujuan perusahaan merupakan
    dassar atau pedoman bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan
    pemasaran termaksud kebijakan penetapan harga. Menurut Harini (2008)
    penetapan harga memiliki tujuan yaitu :

    1. Mencapai penghasilan atau investasi
      Biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan
      presentasinya dan untuk mencapainya diperlukan penetapan harga
      tertentu dari barang yang dihasilkan.
    2. Kestabilan harga
      Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan
      memegang kendali atas harga.
    3. Mempertahankan atau meningkatkan bagian dalam pasar
      Apa bila perusahaan telah mendapatkan pangsa pasar yang luas,
      mereka harus berusaha mempertahankannya atau justru
      mengembangkannya untuk kebijaksanaan dalam penetapan harga.
    4. Menghadapi atau mencega persaingan
      Apa bila perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan
      tujuan mengetahui pada harga berapa mereka akan menetapkan
      penjualan, ini artinya perusahaan belum memiliki tujuan dalam
      menetapkan harga coba-coba tersebut.
    5. Penetapan harga untuk memaksimalkan harga
      Tujuan ini biasanya menjadi acuan setiap bisnis untuk bertahan
      hidup, karena setiap bisnis memperlukan laba.


    Didalam variabel harga ada beberapa unsur kegiatan utama harga yang
    meliputi daftar harga, diskon, potongan harga, dan periode pembayaran
    (Kotler dan Amstrong 2012 :52). Menurut Kotler dan Armstrong (2008: 278),
    ada 4 indikator yang mencirikan harga yaitu :

    1. Keterjangkaun harga
    2. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
    3. Daya saing harga
    4. Kesesuaian harga dan manfaat

    Peran Harga


    Menurut Tjiptono (2008 :471) harga memainkan peranan penting bagi
    perekonomian secara marko, konsumen dan perusahaan :

    1. Bagi perekonomjan
      Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan laba. Harga
      merupakan regulator dasar dalam system perekonomian, karena harga
      berpengaruh terhadap alokasi faktor-faktor produk seperti tenaga kerja,
      modal, dan kewirausahaan. Sebagai alokator sumber daya, harga
      menentukan apa yang akan diproduksi (penawaran) dan siapa yang akan
      membeli barang dan jasa yang dihasilkan (permintaan).
    2. Bagi konsumen
      Mayoritas konsumen terkadang sensitif dengan harga, namun juga
      mempertimbangkan factor lain seperti merek, lokasi, layanan, nilai
      (value) dan kualitas. Selain itu persepsi konsumen terhadap kualitas
      produk juga seringkali dipengaruhi oleh harga.
    3. Bagi perusahaan
      Dibandingkan dengan bauran pemasaran lainnya yang membutuhkan
      pengeluaran dana dalam jumlah besar, harga merupakan satu-satunya
      elemen bauran pemasaran yang mendatangkan pendapatan

    Harga


    Daryanto (2013 :62) menyatakan bahwa harga adalah jumlah uang
    yang ditagihkan untuk suatu produk atas sejumlah nilai yang dipertukarkan
    konsumen dalam manfaat untuk memiliki atau menggunakan produk.
    Konsep lainnya harga adalah sejumlah uang yang menghasilkan pendapatan
    (Widiyono dan Pakkana 2013 : 142). Penetapan harga jual harus disesuaikan
    dengan daya beli konsumen yang dituju dengan mempertimbangan faktor
    biaya, laba, pesaing dan perubahan keinginan pesaing. Harga ialah salah
    satu elemen pemasaran yang menghasilkan pendapatan dan elemen lain
    yang menghasilkan biaya. Harga merupakan elemen termudah dalam
    program pemasaran untuk disesuaikan fitur produk, saluran, dan bahkan
    komunikasi membutuhkan banyak waktu

    Pengertian Manajemen Pemasaran


    Manajemen pemasaran ialah seni memilih pasar sasaran dan
    mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan
    dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul (Kotler dan Keller
    2009 : 6). Dengan demikian maka manajemen pemasaran ialah suatu proses
    menangani berbagai aktivitas dalam proses memasarkan produk barang
    maupun jasa dimana ada peristiwa komunikasi tawar menawar antara kedua
    belah pihak baik produsen maupun konsumen. Mempelajari ilmu
    manajemen pemasaran sangat penting bagi perusahaan tersebut karena hal
    ini menyangkut kelangsungan hidup perusahaan untuk kedepannya.

    Pengertian Pemasaran


    Pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk
    mempromosikan suatu produk atau layanan yang mereka punya. Pemasaran
    ini mencakup penjualan, pengiriman, iklan produk kekonsumen atau
    perusahaan lainnya. Kotler (2002:7) pemasaran adalah proses sosial dan
    manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka
    butuhkan dan inginkan melalui pencapaian dan pertukaran produk serta nilai
    dengan pihak lain.

    Kualitas Produk


    Pada umumnya masyarakat membutuhkan bahan-bahan yang bisa
    memenuhi kebutuhan dengan ketergantuangan pada hasil alam akan tetapi
    pada masa itu mereka belum memperhatikan pentingya kualitas dan mutu.
    Seiring perkembangan zaman seorang konsumen dalam membeli produk
    lebih memperhatikan pada kualitas produk yang digunakan, Hal ini
    menjadikan konsumen lebih kritis dalam proses pembelian produk yang
    ditawarkan produsen.
    Menurut (Arianty et al., 2016) Mengutarakan bahwa kualitas produk
    ialah kemampuan produk secara menyeluruh untuk memenuhi fungsi-fungi
    dari produk. Kualitas produk itu sendiri mencangkup dari kemampuan, daya
    tahan dan atribut produk yang memiliki nilai manfaat, maka jika suatu fungsi-
    fungsi produk terus berjalan makan dapat dikatakan bahwa kualitas dari
    produk bagus. Menurut Kotler and Amstrong dalam (Wicaksono, 2016)
    menyatakan kualiatas produk adalah karaketristik suatu produk yang dapat
    memenuhi kebutuha masyarakat sesuai ketentuaan yang telah ditetapkan
    produk yang bersifat pasti.
    Menurut Garvin san A.Dale Timpe dalam (Bachriansyah, 2011)
    Kualitas produk merupakan keunggulan dari suatu produk baik barang atau
    jasa. Konsumen beranggapa bahwa kualitas produk menjadi ruang lingkup
    yang berbeda dengan pandangan kualitas produk yang dikeluarkan oleh
    produsen lebih mengarah pada kualitas sebenarnya. Berbagai perusahaan
    menginginkan pencampaian kualitas produknya baik dengan itu diperlukan
    standarisasi kualitas. Selain itu kualitas dapat dipengaruhi oleh beberapa
    faktor yang dapat memenuhi tujuan dari produk yang ditawarkan.
    Menurut(Assauri, 2016)mengemukakan bahwa tingkat faktor kualitas produk
    sebagai berikut :

    1. Fungsi suatu barang
      Kualitas barang atau jasa yang mencapai fungsi-fungsinya secara
      berterusan sesuai dengan kegunaan ,maka akan mencerminkan
      spesifikasi dari produk teresebut.
    2. Wujud luar barang
      Pada dasarnya konsumen dalam proses pemblian barang pertama kali
      dilhat pasti wujud luar yang berupa bentuk, selain itu yang menarik
      konsumen adalah warna dari produk dan susunan lainya.
    3. Biaya barang tersebut
      Pada umumnya biaya yang tercantum pada produk dapat mpengaruhi
      kualitas barang, sehingga dapat dilihat dari harga yang cukup tinggi
      menunjukkan kualitas yang dimiliki produk tersebut baik.
      Menurut (Adisaputro. & Gunawan, 2014) adapun Indikator-indikator dari
      kualitas produk adalah :
      a. Bentuk (Form)
      Struktur fisk dari suatu produk agar mudah digunakan
      b. Keistimewaan Tambahan (Feature)
      Sebagian penawaran suatu produk akan memberikan pelengkap seperti
      keistimewaan berbagi fitur-fitur yang melengkapi fungsinya.
      c. Kinerja
      Suatu karakteristik dari produk yang mempunyai fungsi dari manfaat yang
      diperoleh dari pengguna produk, hal ini menjadi pertimbangan konsumen
      dalam membelinya
      d. Daya tahan
      Berkaitan dengan daya tahan suatu produk yang bisa terus digunakan.
      Dilihat dari segi tersebut menyangkup umur teknis dan ekonomis

    Promosi


    Promosi menjadikan hal yang sering didengar dalam kehidupan
    masyarakat yang luas. Menurut (Sunyoto, 2013) mengungkapkan bahwa
    promosi merupakan suatu tindakan yang dilakukan perusahaan untuk
    mengenalkan suatu produk pada konsumen berupa menawarkan,
    menginformasikan dan mempengaruhi agar sesuai target pasar tentang
    produk yang dijual yang bertujuan menarik konsumen untuk membelinya.
    Menurut (Babin, 2011) mengatakan promosi merupakan fungsi komunikasi
    tentang pemasaran suatu barang maupun jasa yang bertanggung jawab untuk
    memberitahu dan meyakinkan pembeli. Pemasaran dalam suatu usaha bisnis
    apapun memiliki peran besar karena perencanaan awal dalam mengenalkan
    produknya, strategi mempromosikan produk, penentuan harga, dan
    mendistribusikan produk atau jasa untuk diberikan pada konsumen dalam
    memuaskan penggunaan produk sesuai kebutuhan. Promosi adalah hal yang
    penting dalam bauran pemsaran untuk menentukan keputusan strategi
    pemasaran.
    Menurut (Cahyono, 2018) menyatakan promosi adalah termasuk
    dalam aktivitas pemasaran dalam menumbuhkan perusahaan mengenai
    tingkat mutu suatu produk yang sesuai selera konsumen dan meningkatkan
    perdagangan pada produk atau jasa. Selain itu, promosi juga disebut sebagai
    bentuk komunikasi yang berguna untuk penyampaian informasi produk pada
    konsumen, membujuk konsumen untuk mengingat akan produk yang
    dihasilkan individu, rumah tangga, maupun organisasi agar lebih dikenal
    secara meluas. Rizky dkk dalam (Lisa, 2020) mengungkapkan bahwa
    Promosi dapat mendorong konsumen dalam pengambilan keputusan
    pemasaran yang dilakukan komunikasi antar penjual dan pembeli untuk
    menyadarkan dan mengarahkan untuk saling berbuat baik.
    Promosi dapat disimpulkan bahwa suatu kegiatan pemasaran
    perusahaan yang dilakukan melalui komunikasi pada masyarakat untuk
    menawarkan, menginformasikan, serta membujuk konsumen untuk
    mengenalkan produk agar meluas supaya menjadikan ketertarikan konsumen
    dalam membeli maupun menggunakanya. Adanya promosi yang menarik
    akanada ketertarikan konsumen untuk membeli produk oleh sebab itu
    terjadinya perpindahan merek.Menurut (Kotler & Armstrong, 2012)
    Indikator-indikator untuk mengukur promosi adalah :

    1. Periklanan
      Bentuk penyampaian ide tentang produk atau jasa yang sifatnya non
      pribadi, dan disampaikan kepada masyarakat yang bertujuan
      mengenalkan lewat sponsor melalui media antara lain: Televisi, koran,
      radio, catalog.
    2. Penjualan Pribadi
      Aktivitas promosi yang dilakukan secara tatap muka antara penjual dan
      pembeli untuk membicarakan tentang produk maupun jasa yang
      ditawarkan dalam memberikan pemahaman akan suatu kinerja barang
      atau jasa, sehingga akan timbul ketertarikan konsumen untuk mencoba.
    3. Promosi Penjualan
      Insentif dalam waktu singkat yang mempengaruhi konsumen untuk
      membeli produk atau jasa melalui pemberian diskon, kupon, undian
    4. Direct marketing
      Melibatkan usaha untuk berinteraksi dengan masyarakat dalam
      mendorong sikap publik untuk berpendapat terhadap produk dan
      organisasi. Hal ini dilakukan agar bisa berbaur dengan masyarakat untuk
      mendukung penjualan pada barang atau jasa melalui promosi langsung
      pada pelanggan

    Faktor-faktor dalam penetapan harga


    Menurut (Sunyoto, 2013) Pada dasarnya faktor mempengaruhi terhadap
    penetapan harga adalah sebagi berikut :
    a. Memperkirakan Permintaan Produk
    Ada dua langkah dalam memperkirakan suatu produk :

    1. Memperkirakan berapa besar harga yang diharapkan
      Harga yang diharapkan pada suatu produk maupun jasa
      merupakan harga yang dapat dinilai konsumen secara sadar
      ataupun tidak sadar. Hal ini membuat produsen berfikir dalam
      menjual produknya dan harus memperkirakan terhadap respon
      konsumen, seandainya adanya penetapan harga produk dinaikan
      maupun diturunkan.
    2. Memperkirakan penjualan dengan harga yang berbeda
      Manajemen Eksekutif harus memperhitungkan pada volume
      penjualan produk atau jasa yang ditawarkan dengan memberikan
      harga yang berbeda, sehingga produsen bisa menentukan jumlah
      permintaan, dan dapat mengukur tingkat perubahan pada jumlah
      permintaan dari perubahan harga yang mungkin tercapai.
      b. Reaksi pesaing
      Pesaingan bisnis sangatlah banyak dari berbagai produk atau jasa.
      Dampak dari pesaingan akan mempengaruhi terhadap penetapan
      harga, hal ini dapat menjadi ancaman bagi perusahaan. Sumber dari
      pesaingan tersebut berasal dari tiga macam yaitu :
    3. Produk yang serupa indomie dan mie sedap
    4. Produk pengganti computer dan leptop
    5. Produk yang tidak serupa produk sepedah motor dan mobil

    Pengertian Perpindahan Merek


    Menurut (Peter & Olson, 2014) perpindahan merek merupakan dimana
    konsumen yang melakukan pola pembelian dan mempunyai karakteristik
    tertentu tentang pergantian dari satu merek ke merek lainya. Terjadinya
    pergantian merek bisa terjadi di karenakan konsumen melakukan pencarian
    informasi tetang suatu produk yang akan di pakai, dengan harapan bisa
    mendapatkan suatu produk yang diinginkan pada akhirnya akan timbul
    perpindahan merek.
    Menurut (Afzal, 2013) Brand Switching ialah segi perpindahan dalam
    pemakaian barang atau merek yang dilakukan konsumen pada waktu
    penggunaanya. Sedangkan menurut Nugrroho dalam (Suwandi et al., 2015)
    perpindahan merek merupakan perubahan konsumen dalam penggunaan
    suatu barang atau merek dari kebiasaanya ke merek lain, karena adanya rasa
    bosan yang dirasakan konsumen pada merek sebelumnya dan ingin mencoba
    merek yang lain yang bisa mengatasi masalah.
    Menurut (Jamil et al., 2018) mengungkapkan bahwa perilaku
    perpindahan merek yakni suatu presepsi konsumen yang menunjukan adanya
    pebedaan suatu produk tertentu dan menjadikan konsumen merubah
    pilihanya yang lebih mengutamakan produk yang menyediakan layanan yang
    dibutuhkan. Keterlibatan emosional yang rendah menjadi kebiasaan
    konsumen akan kesadaran pada perbedaan merek yang dipakai dengan merek
    lainya hal tersebut akan rentan dalam melakukan perpindahan pada suatu
    produk. Keterlibatan konsumen pada suatu produk rendah yang dipengaruhi
    perbedaan yang signifikan antara produk yang dirasakan sebelumya dengan
    produk lain, maka terjadinya perpindahan merek. Menurut Wuri dalam
    (Mantansari, 2013) bahwa perpindahan merek terdapat dua faktor yaitu :

    1. Faktor Internal Konsumen
      Faktor yang berasal dari dalam lingkungan diri seorang konsumen. Segi
      dari faktor internal meliputi dissatisfaction, kebutuhan akan mencari
      variasi dan pengetahuan konsumen akan suatu merek. Biasanya
      konsumen memilih produk dengan mempertimbangkan terlebih dahulu
      sesuai informasi yang didapat agar sesuai yang diharapkan.
    2. Faktor Eksternal Konsumen
      Faktor dari lingkungan konsunen yang dimana dapat mempengaruhi
      perpindahan merek berupa iklan dan promosi. Adanya sisi perbedaan
      berbagai iklan yang memiliki strategi dalam menawarkan suatu produk
      untuk bisa menarik konsumen untuk melakukan perpindahan merek.
      Penemuan banyak merek pada saat ini, mendorong konsumen untuk
      mencari banyak informasi akan suatu produk sama tetapi merek berbeda.
      Salah satu dari produk itu yaitu jasa layanan operator seluler. Sebab pada jasa
      layanan operator seluler memilik banyak merek dan perbedaan kualitas
      layanan yang pada akhirnya memungkinkan konsumen akan memilih
      perpindahan merek. Fenomena keputusan perpindahan merek terjadi karena
      dilatar belakangi oleh berbagai produk yang dipasarkan yang memiliki
      persaingan antar merek.

    Perilaku Konsumen


    Menurut Solomon dalam (Sangadji & Sopiah., 2013) Perilaku
    konsumen merupakan suatu tindakan konsumen dalam memilih, membeli dan
    memakai produk atau jasa dengan tujuan memuaskan kebutuhan atas
    keinginannya. (Peter & Olson, 2014) American Marketing Asosiation
    mengutarakan bahwa perilaku konsumen (Consumen Behavior) didefinikan
    sebagai dinamis interaksi antara kesadaran dan aspek-aspek pertukaran dalam
    kehidupan mereka. Definisi diatas terdapat tiga ide penting yaitu perilaku
    konsumen dinamis, tetang melibatkan interaksi antara kesadaran, perilaku,
    dan kejadian sekitar, dan mengenai yang melibatkan pertukaran, dijelaskan
    sebagi berikut :

    1. Perilaku konsumen yang dinamis dapat diartikan sebagai seorang
      konsumen beserta masyarakat yang luas terus bergerak dan berubah
      sepanjang waktu sehingga tidak memberikan hasil yang sama
    2. Perilaku konsumen melibatkan interaksi antara kesadaran, perilaku, dan
      kejadian sekitar yang dimaksud adalah bahwa cara memahami konsumen
      dengan menumbuhkan strategi pemasaran yang pas dan harus memahami
      konsumen terhadap apa yang dipikirkan, dan mereka rasakan, selain itu
      tetang kejadian sekitar akan mempengaruhi terhadap pemikiran, lalu
      yang dirasakan, terhadap konsumen.
    3. Perilaku konsumen yang melibatkan pertukaran maksudnya adalah
      pertukaran antara individu dimana konsumen tetap terpaku sesuai
      pernyataan pemasaran yang sejauh ini menekankan tentang pertukaran.

    Bauran Pemasaran


    Pemasaran sangatlah penting dalam dunia bisnis, sehingga diperlukan
    pendekatan baru untuk pelanggan agar loyal pada produk maupun jasa yang
    ditawarkan. Menurut (Farida, 2012) adanya perubahan pada tendensi
    pemasaran dan perlunya membangun hubungan pendekatan dengan
    konsumen, hal ini akan mendorong pada pendekatan pemasaran yang sampai
    saat ini terus dibutuhkan. Pemasaran terjadi apabila adanya sekelompok
    sosial yang melakukan penukaran barang yang bertujuan untuk memuaskan
    atas kebutuhannya, selain itu pemasaran dapat diartikan sebagai suatu
    kegiatan yang dilakukan seorang pengusaha dalam upaya mempertahankan
    hidupnya. Semakin banyaknya persaingan di dunia bisnis menjadikan
    perusahaan dituntut untuk lebih kreatif dalam memasarkan produknya supaya
    diterima serta dapat memuaskan konsumen.
    Peran dari strategi pemasaran adalah suatu upaya penyesuaian dalam
    pencapaian perusahaan dengan lingkunganya yang memiliki tujuan untuk
    mencari penyelesaian masalah yang terdiri atas 2 pertimbangan. Pertama
    bisnis apa yang diminati perusahaan saat ini dan jenis bisnis yang bisa
    dikembangkan dimasa yang akan datang. Adapun pertimbangam yang kedua
    yaitu sebagaimana bisnis yang dipilih mampu dijalankan selaras dengan
    bauran pemasaran terhadap sasaran pasar.
    Menurut (Kotler & Armstrong, 2012) “Marketing mix is yhe set of
    tactical marketing tools that the firm blends to produce the response it wants
    in the target market”. “Bauran pemasaran mencangkup seperangkat alat
    pemasaran yang diterapkan pada perusahaan untuk berkelanjutan dalam
    pencapaian tujuan perusahaan di pasar sasaran”.
    Menurut (P. Kotler & Armstrong, 2016) Mengungkapkan bahwa
    bauran pemasaran adalah kumpulan dari berbagai alat pemasaran yang
    diperlukan perusahaan dalam memproduksi barang yang bertujuan untuk
    memenuhi kebutuhan pangsa pasar. Adapun Unsur dari bauran pemasaran
    adalah 4P meliputi produk, harga, tempat dan promosi. Sebagaimana bauran
    pemasaran sangat penting bagi suatu perusahaan dalam meciptakan
    keberhasilan pemasaran produk. Menurut (P. Kotler & Armstrong, 2016)
    Unsur dari bauran pemasaran antara lain :

    1. Produk
      Barang atau jasa yang dipromosikan oleh perusahaan terhadap konsumen
      sesuai sasaran pasar. Kombinasi dari produk yang dipasarkan yaitu
      kualitas produk, varisi produk, fitur produk, brand, kemasan produk, dan
      desain produk.
    2. Harga
      Harga yaitu sejumlah uang yang dikeluarkan kosumen untuk
      mendapatkan barang yang diingikan. Komponen harga yang ditawarkan
      meliputi pembayaran pada produk, Adanya harga promo yang diberikan,
      daftar harga, serta potongan harga sesuai ketentuan penjual.
    3. Tempat
      Tempat yaitu lokasi yang sudah dipertimbangkan perusahaan yang
      bertujuan untuk menjalankan aktivitas produksi, administrasi, serta
      pemasaran produk. Kompone tempat yang ditentukan sebagai segmentasi
      pasar diantaranya lokasi, persediaan, saluran distribusi, dan logistic
    4. Promosi
      Promosi yaitu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengenalkan
      dan mengkomunikasikan manfaat produk, serta membujuk konsumen
      agar tertarik untuk membelinya

    Manajemen Pemasaran


    Manajemen berperan penting dalam suatu perusahaan, karena dapat
    membantu perusahaan dalam pegelolaan, mengatur dan memanfaatkan
    sumber daya manusia yang lebih efektif dan dapat mencapai tujuan
    perusahaan secara maksimal. Menurut (P Kotler & Keller, 2016) Manajemen
    pemasaran yakni ilmu dalam penetapan pangsa pasar yang bertujuan
    mendapatkan dan menjaga konsumen dengan cara memberikan informasi
    tentang manfaat dari produk maupun jasa kepada konsumen.
    Manusia yang memiliki kehidupan yang berubah-ubah, dimana
    manusia menyebar dibeberapa lokasi akan mempengaruhi efesiensi dan
    efektifitas pada perusahaan dalam menawarkan produknya ke konsumen.
    Manajemen pemasaran sangat membantu dalam menghadapi permasalah ini,
    disebabkan perusahaan akan memunculkan produk yang cenderung diminati
    konsumen, dan pemasaran yang berlokasi yang tepat sasaran, sehingga
    keterbatasan sumber daya perusahaan akan dimanfaatkan secara maksimal.
    Menurut (P Kotler & Keller, 2016) Penerapan strategi pemasaran dapat
    dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut :

    1. Penentuan Segmetasi Pasar
      Segmentasi pasar ialah pembagian pasar menjadi beberapa kelompok
      berdasarkan perbedaan atas kebutuhan konsumen, dan perbedaan perilaku
      dalam pemilihan produk yang sesuai manfaat yang dibutuhkan.
    2. Penetapan Target Pasar
      Adapun langkah selanjutnya setelah penentuan segmentasi pasar ialah
      penentuan targeting pasar. Langkah ini akan menjadi penentu target pasar
      yaitu sekelompok pembeli yang memiliki beraneka ragam kebutuhan dan
      karakteristik yang serupa yang akan dilayani oleh perusahaan.
    3. Penentuan Posisi Pasar
      Pada tahap ini perusahaan harus mempertimbangan dalam pemilihan
      posisi pasar agar bisa memasarkan produknya dengan tepat sesuai
      keinginan perusahaan. Positioning merupakan tindakan perusahaan
      mengenalkan produknya dengan memberikan informasi tentang manfaat –
      manfaat dari produk yang dijual agar tersampaikan ke konsumen, selain
      itu perusahaan juga mendapatkan citra tersendiri melalui kesan
      konsumen

    Mekanisme Transaksi di E-Commerce


    Pembeli yang akan berbelanja di toko online dapat menggunakan
    fasilitas shopping cart. Shopping cartadalah sebuah software di situs web
    yang mengizinkan pelanggan untuk melihat toko yang anda buka kemudian
    memilih item barang untuk diletakkan dalam kereta dorong yang kemudian
    membelinya saat melakukan check out. Konsep shopping cartini meniru
    kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar
    swalayan. Shopping cartbiasanya berupa formulir dalam web dan dibuat
    dengan kombinasi CGI (Common Gateway Interface), database, dan HTML
    (Hyper TextMarkup Language), dimana barangbarang yang dimasukkan ke
    shoppingcartmasih dapat dibatalkan, jika pembeli berniat untuk
    membatalkan membeli barang tersebut. Jika pembeli ingin mambayar untuk
    barang yang dipilih, maka pembeli harus mengisi form transaksi. Biasanya
    form ini menanyakan identitas pembeli. Setelah pembeli mengadakan
    transaksi, barang akan dikirimkan melalui jasa pos/jasa pengiriman lain
    langsung ke alamat pembeli(Suzanto, dan Sidharta, 2015:26).
    Terdapat 3 metode pembayaran yangbiasa digunakan dalam transaksi
    menggunakan e-commerce, yaitu :
    a). Online Procesing Credit Cart
    Metode ini cocok digunakan untuk produk yang bersifat retail dimana
    pasarnya adalah seluruh dunia. Pembayaran dilakukan secara real time
    (proses verifikasi saat itu juga).
    b). Money Transfer
    Cara ini lebih aman untuk menerima pembayaran dari konsumen
    mancanegara, namun memerlukan biaya tambahan bagi konsumen
    dalam bentuk fee bagi pihak penyedia jasa moneytransfer untuk
    mengirim sejumlah uang ke Negara lain.
    c). Cash on Delivery
    Pembayaran dengan bayar di tempat ini hanya bisa dilakukan jika
    konsumen berada dalam satu kota yang sama dengan penyedia jasa

    Pengertian E-commerce


    E-commercemerupakan suatu prosestransaksi barang atau jasa
    melalui sistem informasi yang memanfaatkan teknologiinformasi. E-
    commercemenurutO`Brien & Marakas, (dalam Tjiptono, 2007:65) “is
    thebuying, selling, marketing, and servicingof products, services, and
    informationover a variety of computer networks. Ecommerceis changing the
    shape ofcompetition, the speed of action, and thestreamlining of
    interactions, products,and payments from customers tocompanies and from
    companies tosuppliers”. Sedangkan menurut Sutabri,(Sidharta
    danSuzanto, 2015:25)e-commerceadalah penyebaran, pembelian,
    penjualan, pemasaran barangdan jasa melalui sistem elektronikseperti
    enternet atau televisi, www, ataujaringan komputer lainnya. E-
    commeredapat melibatkan transfer danaelektronik, pertukaran data
    elektonik,sistem inventori otomatis, dan sistempengumpulan data otomatis.
    Sehinggadapat dikatakan bahwa e-commercemerupakan suatu pemasaran
    barang ataujasa melalui sistem informasi yangmemanfaatkan teknologi
    informasi.Ada beberapa pihak yang terlibat dalamtransaksi online ini.
    Sesuai denganstandar protokol Secure ElectronicTransaction(SET),
    menjelaskankomponen-komponen yang terlibatdalam e-commerce, yaitu
    (Sidharta, danSuzanto 2015:26):

    1. Cardholder (pembeli)
      Dalam lingkup perdagangan elektronik, berhubungan denganpenjual
      melalui komputer PC. Pembeli menggunakan pembayaran dari kartu
      yang dikeluarkan oleh issuer, SET menjamin hubungan yang
      dilakukan antara pembeli dan penjual, menyangkut pula data
      nasabah, merupakan hal yang dirahasiakan.
    2. Issuer
      Merupakan lembaga keuangan dimana pembeli menjadi nasabahnya
      dan menerbitkan kartu pembayaran. Issuer menjamin pembayaran
      atas transaksi yang disetujui yang menggunakan kartu pembayaran
      sesuai dengan merk yang tertera pada kartu dan peraturan setempat.
    3. Merchant
      Merupakan pihak yang menawarkan barang untuk dijual atau
      menyelenggarakan jasa dengan imbalan pembayaran. Di dalam SET,
      penjual dapat menyarankan pembeli untuk melakukan transaksi
      dengan aman. Penjual yang menerima pembayaran dengan kartu
      kredit harus memiliki hubungan dengan.
    4. Acquirer
      Merupakan lembaga keuangan dimana penjual menjadi nasabahnya dan
      memproses otentikasi kartu pembayaran.
    5. Payment Gateway
      Merupakan sarana yang dioperasikan oleh Acquirer atau pihak ketiga, yang
      ditunjuk untuk memproses pesan-pesan pembayaran penjual, termasuk
      instruksi pembayaran penjual.
    6. Certificate Authority(otoritas sertifikat)
      Merupakan lembaga yang dipercaya dan mengeluarkan sertifikat-sertifikat
      dan ditandatangani secara digital oleh pengguna

    Klasifikasi Motif


    Motivasi yang dimiliki tiap konsumen sangat berpengaruh terhadap
    keputusan yang akan diambil. Dari hal itu, maka motivasi yang dimiliki
    oleh konsumen secara garis besar terbagi dua kelompok besar(Nugroho,
    2013:35), yakni:

    1. Rasional Motif
      Rasional adalah menurut pikiran yang sehat, patut, layak. Motif
      adalah sebab-sebab yang menjadi dorongan. Tindakan seseorang jadi
      rasional motif adalah suatu dorongan untuk bertindak menurut
      pikiran yang sehat, patu, dan layak.
    2. Emosional Motif
      Emosional adalah penuh dengan perasaan, jadi emosional motif
      adalah motif yang dipengaruhi oleh perasaan.
      Adapu Metode/cara yang digunakan perusahaan dalam pemberian
      motivasi terdiri atas(Nugroho, 2013:37) :
      a. Metode Langsung (Direct Motivation)
      Motivasi langsung adalah motivasi yang diberikan secara langsung
      kepada setiap konsumen untuk memenuhi kebutuhan serta
      kepuasannya. Hal ini sifatnya khusus, seperti bonus, tunjangan,
      penghargaan, dan lain-lain.
      b. Metode Tidak Langsung (Indirect Motivation)
      Metode tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya
      merupakan fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah
      konsumen untuk melakukan pembelian. Adapun bentuk motivasi
      yang diberikan oleh perusahaan dapat dalam bentuk insentif positif
      maupun insentif negatif
      1) Motivasi Positif (Insentif Positif)
      Di dalam motivasi positif produsen tidak saja memberikan
      dalam bentuk sejumlah uang tapi juga bisa memotivasi dengan
      memberi hadiah, diskon, pelayanan yang optimum.
      2) Motivasi Negatif (Insentif Negative)
      Di dalam motivasi negatif produsen memotivasi konsumen
      dengan standart pembelian, maka mereka akan mendapatkan
      ganjaran. Dengan motivasi negatif ini semangat konsumen
      dalam jangka waktu pendek akan meningkat
      untukmelaksanakan pembelian karena mereka mempunyai
      kepentingan terhadap kebutuhan tersebut

    Tujuan Motivasi Konsumen


    Pada dasarnya, tingkah laku manusia itu bersifat majemuk.
    Karena dalam tujuannya sering kali tidak hanya satu. Tujuan juga
    menentukan seberapa aktif individu akan bertingkah laku. Sebab,
    selain ditentukan oleh motif dasar, tingkah laku juga ditentukan oleh
    keadaan dari tujuan. Berikut beberapa tujuan dari motivasi
    konsumen(Nugroho, 2013:31) :
    a. Meningkatkan kepuasan.
    b. Mempertahankan loyalitas.
    c. Efisiensi.
    d. Efektivitas.
    e. Mencipta suatu hubungan yang harmonis antara produsen
    atau penjual dan pembeli atau konsumen.
    Motivasi konsumen yang dilakukan oleh produsen sangat erat
    sekali berhubungan dengan kepuasan konsumen (consumer
    statisfaction) untuk itu perusahaan selalu berusaha untuk membangun
    kepuasan konsumen (consumer statisfaction development) dengan
    berbagai caradiantaranya(Nugroho, 2013:31):
    a. Mengetahui nilai yang didapat oleh konsumen.
    b. Meningkatkan penawaran dengan tiga cara:
    1) Meningkatkan tata nilai konsumen (Perbaikan Manfaat dan
    Pelayanan)
    2) Menurunkan biaya nonmoneter (Tenaga kerja dan waktu)
    3) Menurunkan biaya moneter (Bahan baku, produksi dan
    pengiriman)
    c. Meningkatkan harapan dan memenuhi harapan konsumen.
    Tingkat kepuasan konsumen dapat diukur dengan mengetahui
    respon konsumen terhadap kinerja perusahaan yang ditujukan
    pada hasil outputnya

    Motivasi


    Menurut American Encyclopedia, motivasi adalah kecenderungan
    (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang
    yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi faktor
    kebutuhan biologi dan emosional yang hanya dapat diduga dari
    pengamatan tingkah laku manusia.
    Menurut Merle J. Moskowits, motivasi sebagai inisiasi dan
    pengarahan tingkah laku dan pelajaran motivasi sebenarnya merupakan
    pelajaran mengenai tingkah laku(Nugroho, 2013:26).
    Jadi secara keseluruhan motivasi dapat diartikan sebagai
    pemberdaya, penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar
    mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala
    upayanya untuk mencapai kepuasan. Perilaku yang termotivasi diprakarsai
    pengaktifan kebutuhan atau pengenalan kebutuhan. Kebutuhan atau motif
    diartikan ketika ada ketidakcocokan yang memadai antara keadaan aktual
    dengan keadaan yang diinginkan. Karena ketidakcocokan ini meningkat,
    hasilnya adalah pengaktifan suatu kondisi penggairahan yang diacu
    sebagai dorongan (drive). Semakin kuat dorongan tersebut, maka semakin
    besar pula urgensi respon yang dirasakan.
    Menurut Setiadi, konsumen selalu dihadapkan pada persoalan biaya
    atau pengorbanan yang akan dikeluarkan dan seberapa penting produk
    yang dibutuhkan dan diinginkan. Adapun indikator dalam pengukuran
    motivasi konsumen adalah sebagai berikut(Wahyuni, 2008:34) :

    1. Kebutuhan
    2. Harapan
    3. Prestise
    4. Efektivitas
      5.Efisiensi
      Oleh karena itu, konsumen akan dihadapkan pada persoalan motivasi
      atau pendorong. Jadi motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi
      seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan
      guna mencapai suatu tujuan(Alex, 2011:266).

    Persepsi


    Menurut Kotler menyatakan, “persepsi adalah proses yang
    digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan
    menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran yang
    memiliki arti”.(Ramadhan, 2013:10).
    Persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan dalam bentuk fisik,
    tetapi juga tergantung pada rangsangan yang ada disekitarnya dan kondisi
    yang ada pada seseorang dan persepsi lebih penting dibandingkan realitas
    dalam pemasaran, karena persepsi yang dapat mempengaruhi konsumen
    dalam berperilaku, selain itu orang bisa mempunyai persepsi yang berbeda
    atas objek yang sama.(Fadila, 2013:45).
    ada delapan dimensi persepsi seseorang terhadap
    produk, Garvin(dalamRamadhan, 2013:12), yaitu:

    1. Dimensi Kinerja Produk (Performance)
      Kinerja merupakan karakteristik atau fungsi utama suatu produk.
      Hal ini merupakan manfaat atau khasiat utama produk yang kita
      beli. Biasanya ini menjadi pertimbangan pertama kita membeli
      produk.
    2. Dimensi Keterandalan Produk (Reliability)
      Keterandalan yaitu peluang suatu produk bebas dari kegagalan saat
      menjalankan fungsinya.
    3. Dimensi Fitur Produk (Feature)
      Dimensi fitur merupakan karakteristik atau ciri-ciri tambahan yng
      melengkapi manfaat dasar suatu produk. Fitur bersifat pilihan atau
      option bagi konsumen. Kalau manfaat utama sudah standar, fitur
      seringkali ditambahkan. Idealnya, fitur bisa meningkatkan kualitas
      produk kalau pesaing tidak memiliki.
    4. Dimensi Daya Tahan (Durability)
      Daya tahan menunjukkan usia produk, yaitu jumlah pemakaian
      suatu produk sebelum produk itu digantikan atau rusak. Semakin
      lama
      dayatahannyatentusemakinawet.Produkyangawetakandipersepsikan lebih
      berkualitas dibanding produk yang cepat habis atau cepat diganti.
    5. Dimensi Kesesuaian(Conformance)
      Adalah kesesuaian kinerja produk dengan standar yangdinyatakan
      suatu produk. Ini semacam janji yang harus dipenuhi olehproduk.
      Produk yang memiliki kualitas dari dimensi ini berarti
      sesuaidengan standarnya.
    6. Dimensi Kemampuan Diperbaiki (ServiceAbility)
      Sesuai dengan maknanya, disini kualitas produk ditentukan
      atasdasarkemampuan diperbaiki: mudah, cepat, dan kompeten.
      Produkyangmampu diperbaiki tentu kualitasnya lebih tinggi
      dibandingprodukyang tidak atau sulitdiperbaiki.
    7. Dimensi Keindahan Tampilan Produk(Aesthetic)
      Aesthetic atau keindahan menyangkut tampilan produk
      yangmembuat konsumen suka. Ini seringkali dilakukan dalam
      bentuk desainproduk atau kemasannya. Beberapa merek
      memperbarui wajahnyasupaya lebih cantik dimatakonsumen.
    8. Dimensi Kualitas yang Dirasakan (PreceivedQuality)
      Dimensi terakhir adalah kualitas yang dirasakan. Inimenyangkut
      penilaian konsumen terhadap citra, merek, atau iklan.Produk-
      produkyang bermerek terkenal biasanya dipersepsikan
      lebihberkualitasdibanding merek-merek yang tidak terkenal.
      Itulah sebabnyaproduk selalu berupaya membangun mereknya
      sehingga memilikibrand equity yang tinggi. Tentu saja ini tidak
      dapat dibangun dalamsemalam karena menyangkut banyak aspek
      termasuk dimensi kualitasdari kinerja, fitur, daya tahan,
      dansebagainya

    Perilaku Konsumen Online


    Internet berpotensi besar sebagai media atau sarana untuk
    memahami perilaku konsumen online maupun offline, yang kemudian
    dijadikan dasar dalam pengembangan strategi untuk menjalin hubungan
    saling menguntungkan dalam jangka panjang. Dalam hal ini, model
    prilaku konssumen e-commerce agak berbeda dengan model prilaku
    konsumen biasa.
    Diantara nya faktor faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
    adalah (1) karakteristik pribadi, meliputi usia, gender, etnis, pendidikan,
    gaya hidup, psikologis, pengetahuan, nilai, kepribadian, Motivasi, dan
    Persepsi. (2) lingkungan, meliputi sosial, keluarga, komunitas/masyarakat.
    (3) sistem pemasok, meliputi dukungan logistik(pembayaran, pengiriman),
    dukungan teknis (desain situs, inteligent agent), layanan pelanggan (FAQ
    = frequently asked questions, e-mail, call centers, one to one service) dan
    (4) stimulus (pemasaran dan non pemasaran) (Fandy Tjiptono, 2007:158)

    Pengertian Perilaku Konsumen


    Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami “Mengapa
    konsumen melakukan dan apa yang mereka lakukan”. studi perilaku
    konsumen adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu
    membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia
    (waktu, uang, usaha, dan energi)(Schiffman,dan Kanuk, 2008:6).
    Konsumen memiliki keragaman yang menarik untuk dipelajari karena ia
    meliputi seluruh individu dari berbagai usia, latar belakang budaya,
    pendidikan, dan keadaan sosial ekonomi lainnya. Oleh karena itu,
    sangatlah penting untuk mempelajari bagaimana konsumen berperilaku
    dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku tersebut.
    Perilaku konsumen adalah studi bagaimana individu, kelompok dan
    organisasi memilih, membeli, menggunakan dan menempatkan barang,
    jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan
    mereka(Kotler, dan Keller, 2008:214).Perilaku konsumen
    menggambarkan cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan
    sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli
    barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi(Schiffman, dan
    Kanuk, 2008:6). Dari dua pengertian tentang perilaku konsumen di atas
    dapat diperoleh dua hal yang penting, yaitu: (1) sebagai kegiatan fisik dan
    (2) sebagai proses pengambilan keputusan. Berdasarkan beberapa definisi
    yang telah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen
    adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong
    tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli,
    menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal
    di atas atau kegiatan mengevaluasi.

    E-Marketing


    Perkembangan internet berimplikasi pada perubahan tekanan pada
    masing-masing elemen bauran pemasaran tradisional: produk (identifikasi
    kebutuhan pelanggan semakin cepat, tingkat kustomisasi produk semakin
    besar, pengujian produk semakin cepat, dan siklus hidup produk semakin
    singkat), harga (meingkatnya kompetisi dan standarisasi harga, serta
    semakin dibutuhkannya approximate conversion rate bagi setiap negara),
    promosi (komunikasi interaktif dan real-time dengan pelanggan,
    berkurangnya biaya periklanan global, dan semakin diperlukannya direktori
    untuk memandu setiap orang agar menngunjungi situs perusahaan), dan
    distribusi (berkembangnya disintermediasi dan reintermediasi). Selain itu,
    internet juga berdampak strategij pada berkembangnya paradigma
    pemasaran internasional baru, yaitu internet marketing atau e-marketing Eid
    & Trueman, 2002 (dalamTjiptono 2007:130). Internet marketing berbeda
    secara signifikan dengan pemasaran tradisional dalam sejumlah dimensi
    utama

    Pengertian manajemen pemasaran


    Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan, dan
    pengendalian program-program yang dirancang untuk menciptakan,
    membangun, dan mempertahankan pertukaran yang saling menguntungkan
    dengan pembeli sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Proses
    itu melibatkan lebih dari sekedar mendapat cukup pelanggan bagi output
    perusahaan saat ini. Lebih dari sekedar merancang strategi untuk menarik
    konsumen baru dan menciptakan transaksi dengan mereka, perusahaan
    sekarang ini berfokus pada mempertahankan pelanggan saat ini dan
    membangun hubungan jangka panjang melalui penawaran nilai dan
    kepuasan yang unggul bagi pelanggan.
    Perusahaan yang sukses saat ini besar atau kecil, pencari laba atau
    nirlaba, domestik atau global benar-benar fokus pada konsumennya dan
    berkomitmen pada pemasaran. Pemasaran adalah proses sosial dan
    manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka
    ingin dan butuhka melalui penciptaan dan pertukaran barang dan nilai
    dengan pihak lain (Kotler,danArmstrong, 2007:200). pemasaran adalah
    fungsi bisnis yang mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan yang belum
    terpenuhi sekarang dan mengukur seberapa besar pasar yang akan dilayani, menentukan pasar sasaran mana yang paling baik dilayani oleh organisasi,
    dan menentukan berbagai produk, jasa dan program yang tepat untuk
    melayani pasar tersebut

    Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian


    Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan persepsi harga terhadap
    keputusan pembelian konsumen adalah penelitian Dzulkharnain (2019),
    Hasilnya adanya pengaruh positif antara persepsi harga dengan
    keputusan pembelian konsumen. Penelitian dari Cahya dan Muchsin
    (2018), hasilnya persepsi harga memiliki pengaruh positif yang
    signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, Abdila dan Husni
    (2018) mengatakan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan
    terhadap keputusan pembelian

    Pengaruh Iklan Terhadap Keputusan Pembelian


    Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan iklan terhadap
    keputusan pembelian konsumen adalah penelitian Kuspriyono (2018);
    Budi dan Setiawan (2019); Wahyuni et al (2016) : menyatakan bahwa
    iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

    Indikator Keputusan Pembelian


    Menurut Kotler (dalam Firmansyah, 2022) terdapat beberapa
    indikator dalam keputusan pembelian, yaitu :
    a. Kemantapan pada sebuah produk
    Dalam melaksanakan pembelian, konsumen memilah salah satu
    dari sebagian alternatif yang terdapat. Opsi tersebut didasarkan pada
    mutu, kualitas, harga yang terjangkau, serta faktor- faktor lain yang
    bisa menguatkan keninginan konsumen dalam membeli produk apakah
    produk tersebut benar- benar ingin digunakan ataupun diperlukan.
    b. Kebiasaan dalam membeli produk
    Kebiasaan konsumen dalam membeli produk pula mempengaruhi
    terhadap keputusan pembelian. Konsumen merasa produk tersebut
    telah sangat melekat di benak mereka sebab mereka telah merasakan
    manfaat dari produk tersebut. Oleh sebab itu, konsumen merasa tidak
    aman bila mencoba produk baru serta harus membiasakan diri lagi.
    Mereka cenderung memilih produk yang telah biasa digunakan.
    c. Memberikan rekomendasi kepada orang lain
    Dalam melaksanakan pembelian, bila konsumen memperoleh
    manfaat yang sesuai dengan suatu produk, mereka tentu
    merekomendasikan produk tersebut dengan orang lain. Mereka ingin
    orang lain pula merasakan bahwa produk tersebut sangat bagus serta
    lebih baik dari produk lain.
    d. Pembelian ulang
    Pembelian ulang ialah pembelian yang berkesinambungan, setelah
    konsumen merasakan kenyamanan atas produk ataupun jasa yang
    diterima

    Pengertian Keputusan Pembelian


    Buchari Alma (2016:96) mendefinisikan bahwa keputusan
    pembelian ialah suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh
    ekonomi, keuangan, teknologi, budaya, politik, lokasi, harga, physical
    evidence, promosi, process, dan people. Sehingga membentuk sikap
    kepada konsumen untuk mengolah setiap informasi dan mengambil
    kesimpulan berupa respons terhadap produk apa yang akan dibeli
    Menurut Kotler dan Keller (2016:194) mengatakan keputusan
    pembelian merupakan bagian dari perilaku konsumen yaitu studi tentang
    bagaimana organisasi, kelompok, serta individu memilih, membeli,
    menggunakan, serta bagaimana barang, jasa, ide dan pengalaman untuk
    memuaskan kebutuhan juga keinginan konsumen.
    Sedangkan menurut Tjiptono (2015:21) mengemukakan keputusan
    pembelian konsumen ialah sebuah proses dimana konsumen mengenal
    masalahnya, serta mencari informasi mengenai produk dan merek tertentu.

    Indikator Ulasan Konsumen Daring


    Menurut Lackermair & dkk, 2013. Ada beberapa indikator online
    customer review, yaitu :
    a. Kesadaran (Awareness), konsumen sadar akan pandangan dan
    penilaian kembali serta menggunakan informasi secara sengaja dalam
    proses pemilihan mereka
    b. Frekuensi (Frequency), pembeli online atau konsumen sering sekali
    menggunakan ulasan sebagai sumber informasi untuk mereka
    c. Perbandingan (Comparison), hal ini dilakukan jika konsumen
    membaca ulasan dengan cermat dan membandingkannya dengan
    pendapat pengguna lain
    d. Pengaruh (Effect), ulasan atau review dapat dianggap sangat penting
    jika hal tersebut mempengaruh konsumen untuk memilih dan membeli
    produk tersebut

    Pengertian Ulasan Konsumen Daring


    Ulasan Konsumen daring ialah salah satu bentuk Word of Mouth
    Communication pada penjualan online (Filieri, 2014), dimana calon
    pembeli mendapatkan informasi tentang produk dari konsumen yang telah
    mendapatkan manfaat dari produk yang mau dibeli. Setelah konsumen
    mengetahui hal tersebut, konsumen lebih mudah dalam mencari
    perbandingan dengan produk sejenis yang dijual pada market place lain,
    hal ini dikarenakan penggunaan yang pesat pada digital marketing yang
    membuat konsumen merasa untung karena konsumen tidak harus
    mengunjungi penjual yang berbeda secara langsung (Yasmin et al, 2015).

    Indikator Persepsi Harga


    Menurut Kotler dan Amstrong (2016) indikator persepsi harga
    dalam sudut pandang konsumen, yaitu :
    a. Keterjangkauan harga, sebelum melakukan pembelian konsumen
    tentunya akan mencari produk yang terjangkau, seperti harga yang
    terjangkau. harga yang terjangkau adalah harga yang sangat
    diharapkan oleh banyak konsumen
    b. Kesesuaian harga dan kualitas produk, kebanyakan dari konsumen
    tidak mempermasalahkan apakah harus membeli dengan harga yang
    relatif lebih mahal asal kualitas produk tersebut baik. Tetapi konsumen
    akan tetap lebih memilih produk dengan harga yang murah dan
    kualitas yang bagus.
    c. Kesesuaian harga dengan manfaat, konsumen disini akan
    membandingkan dari manfaat yang ditawarkan oleh produk. Apakah
    sesuai dengan harga yang dikeluarkan untuk mendapatkan produk
    tersebut seimbang dengan keuntungan yang diperoleh maka konsumen
    akan tertarik untuk membeli. Tetapi Ketika konsumen menganggap
    bahwa uang yang dikeluarkan lebih besar daripada manfaat yang
    didapat dari produk tersebut, konsumen akan mengira bahwa produk
    tersebut mahal dan konsumen akan berpikir lagi untuk membeli.
    d. Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga, biasanya konsumen
    akan membandingkan harga dari setiap pilihan yang tersedia dan
    konsumen akan memilih lalu kemudian mempertimbangkan pada saat
    akan membeli produk tersebut apakah harga yang diberikan lebih
    rendah atau lebih mahal dari harga yang ditawarkan oleh pesaing.

    Pengertian Persepsi Harga


    Menurut Samsul Ramli (2014), pengertian persepsi harga adalah
    nilai relatif yang dimiliki oleh suatu produk. Nilai tersebut bukanlah
    indikator pasti yang menunjukkan besarnya sumber daya yang dibutuhkan
    untuk menghasilkan produk.
    Menurut Rangkuti (2015), persepsi harga adalah bagaimana cara
    konsumen melihat harga sebagai harga yang tinggi, rendah dan adil.
    Menurut Kotler dan Keller (2016), persepsi harga adalah bagaimana
    konsumen memandang harga yang diberikan oleh perusahaan dan menilai
    apakah harga yang ditetapkan perusahaan sudah sesuai dengan manfaat
    maupun sesuai dengan produk yang dijual

    Tujuan Manajemen Pemasaran


    Tujuan manajemen pemasaran menurut Indrasari (2019:10-12) yang
    menjelaskan beberapa point, yaitu sebagai berikut :
    a. Menciptakan permintaan atau demand
    Tujuan pertama manajemen pemasaran ialah untuk menciptakan
    permintaan melalui berbagai cara, membuat cara terencana untuk
    mengetahui preferensi dan selera konsumen terhadap barang atau jasa
    yang di produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
    b. Kepuasan pelanggan
    Manajer pemasaran harus mengetahui permintaan pelanggan sebelum
    menawarkan barang atau jasa apapun kepada mereka. Yang perlu
    dipelajari ialah menjual barang atau jasa tidak sepenting kepuasan pelanggan yang didapatkan. Pemasaran modern saat ini sangat
    berorientasi pada pelanggan, dimulai serta diakhiri dengan pelanggan.
    c. Pangsa pasar atau market share
    Memiliki tujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya, yaitu rasio
    penjualannya terhadap total penjualan dalam perekonomian.
    Contohnya, Tokopedia dan Shopee saling bersaing untuk
    meningkatkan pangsa pasar mereka. Untuk itu, mereka telah membuat
    iklan inovatif, pengemasan inovatif, kegiatan promosi penjualan, dan
    lain sebagainya
    d. Peningkatan keuntungan
    Keuntungan yang cukup harus diperoleh sebagai hasil dari penjualan
    produk yang memuaskan. Jika perusahaan tidak menghasilkan laba,
    maka tidak akan mampu bertahan. Selain itu laba juga diperlukan
    untuk pertumbuhan serta diversifikasi perusahaan.
    e. Pencitraan yang baik di mata publik
    Untuk membangun citra yang baik di mata publik itu adalah tujuan
    manajemen pemasaran lainnya. Jika produk yang ditawarkan kepada
    pelanggan berkualitas dan dengan harga yang wajar, tentunya akan
    menciptakan citra yang baik pada konsumen
    f. Menciptakan konsumen baru
    Suatu bisnis dibangun untuk menjual produk atau layanan kepada
    konsumen. Oleh karena itu, konsumen adalah dasar dari sebuah bisnis,
    konsumenlah yang memberikan pendapatan kepada bisnis serta
    menentukan apa saja yang akan dijual. Menciptakan konsumen baru
    berarti mengeksplorasi dan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan
    secara lebih luas. Jika suatu bisnis ingin berkembang dan bertahan,
    menciptakan konsumen baru adalah hal yang sangat penting, karena
    harus menganalisis serta memahami keinginan konsumen
    g. Memuaskan konsumen
    Menciptakan konsumen baru tentu saja tidak cukup, bisnis harus
    mengembangkan dan mendistribusikan produk dan layanan yang
    memenuhi ekspektasi konsumen untuk memberikan kepuasan bagi
    mereka. Jika konsumen tidak puas, bisnis tidak akan dapat
    menghasilkan pendapatan untuk memenuhi biaya dan untuk
    mendapatkan pengendalian modal yang wajar. Konsumen yang puas
    bukan berarti hanya membeli produk karena sesuai dengan kebutuhan
    mereka, mereka juga akan melakukan rekomendasi kepada orang-
    orang tedekatnya. Ini berarti produk dan pelayanan yang dihasilkan
    akan lebih dikenal oleh banyak orang

    Manajemen Pemasaran


    Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan,
    dan pengendalian terhadap program yang dirancang untuk menciptakan,
    membangun, dan mempertahankan pertukaran dan hubungan yang menguntungkan bersama pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai
    tujuan organisasi.
    Menurut Kotler dan Keller (2017:6), Manajemen Pemasaran ialah
    pasar sasaran untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan
    konsumen dengan menciptakan serta memberrikan kualitas penjualan yang
    baik
    Menurut Assauri (2018:12), Manajemen Pemasaran ialah kegiatan
    yang menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan
    perusahaan untuk menghasilkan keuntungan
    Marketing Management is the planning, direction and control of
    the entire marketing activity of a firm or division of a firm. Manajemen
    pemasaran adalah merencanakan, pengarahan dan pengawasan seluruh
    kegiatan pemasaran (Shultz dalam Manap, 2016:79)

    Tujuan Pemasaran


    Menurut Gronroos dalam Tjiptono (2015:20) tujuan dari pemasaran
    adalah untuk menjalin, mengembangkan dan menjalin hubungan dengan
    pelanggan untuk jangka waktu yang panjang dengan sedemikian rupa
    sehingga masing-masing pihak dapat terpenuhi. Selain itu ada beberapa
    tujuan dari pemasaran, yaitu :
    a. Menyampaikan informasi (promosi) serta menawarkan produk dengan
    tujuan untuk menarik konsumen agar membeli produk tersebut.
    b. Menciptakan pembelian
    c. Menciptakan pembelian ulang, apabila konsumen puas maka akan
    tercipta pembelian ulang yang akan menjadikan konsumen sebagai
    pelanggan setia.
    d. Menciptakan tenaga kerja secara tidak langsung, dalam memasarkan
    harga serta jasa secara tidak langsung juga akan tercipta tenaga kerja

    Konsep Pemasaran


    Menurut Kotler dan Amstrong (dalam Priansa, 2017:8), Terdapat
    lima konsep pemasaran yang sering dijadikan rujukan oleh perusahaan
    untuk melakukan kegiatan pemasarannya, yaitu :
    a. Produksi
    Konsep produksi adalah konsep bisnis pertama yang dimana
    konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas
    dengan harga yang terjangkau
    b. Produk
    Konsumen akan menyukai produk yang menawarkan banyak
    kelebihan. Konsep ini menunjukkan bahwa konsumen sangat
    berpengaruh dalam menciptakan suatu produk
    c. Penjualan
    Konsumen dan perusahaan bisnis jika tidak benar dalam melakukan
    penjualan maka, konsumen pada umumnya akan menunjukkan
    penolakan untuk membeli
    d. Pemasaran
    Dalam konsep ini menjelaskan bahwa kunci untuk mencapai sasaran
    organisasi adalah perusahaan harus lebih efektif dalam menciptakan,
    menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai konsumen kepada
    sasaran pasar yang dipilih.
    e. Pemasaran Berorientasi Masyarakat
    Konsep yang terakhir masyarakat menegaskan bahwa tugas organisasi
    dalam menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar
    sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih
    efektif dan efisien. Konsep yang diterapkan ke masyarakat merupakan
    suatu tugas perusahaan yang berhubungan dengan penentu kebutuhan,
    keinginan, dan sasaran pasar yang mampu memberikan kepuasan yang
    lebih dibandingkan dengan pesaing dalam meningkatkan serta
    melindungi kepentingan konsumen

    Pengertian Pemasaran
    Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang membuat
    individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta
    inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk atau nilai
    dengan orang lain. Pengertian diatas mengandung arti bahwa setiap
    individu pertama kali harus merumuskan kebutuhan dan keinginan, baru
    kemudian mengadakan hubungan dengan pihak lain agar kebutuhan dan
    keinginan terpuaskan
    Menurut Laksana (2019:1), Pemasaran ialah bertemunya penjual
    dan pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa.
    Sehingga pengertian pasar bukan lagi merujuk kepada suatu tempat tapi
    lebih kepada aktifitas atau kegiatan bertemunya penjual dan pembeli
    dalam menawarkan suatu produk kepada konsumen.
    Menurut Kotler dan Keller (2016:26), Pemasaran ialah tentang
    mengidentifikasi dan bertemu kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu
    definisi terbaik dari pemasaran adalah pertemuan yang membutuhkan
    secara menguntungkan.
    Menurut Tjiptono dan Diana (2020:3), Pemasaran ialah proses
    menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga
    barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang
    memuaskan dengan para konsumen dan untuk membangun serta
    mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangku kepentingan
    dalam lingkungan yang dinamis
    Menurut Limakrisna dan Purba (2017:4), Pemasaran ialah salah
    satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan
    nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri adalah menentukan harga barang
    8
    dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi,
    pemasaran, dan konsumsi.
    Menurut Hery (2019:3), Pemasaran berhubungan erat dengan
    mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan orang dan masyarakat. Salah
    satu dari definisi pemasaran terpendek adalah memenuhi kebutuhan secara
    menguntungkan. Dengan kecerdasan pemasaran, kebutuhan pribadi atau
    sosial diubah menjadi peluang bisnis yang mampu menghasilkan laba.
    Menurut Sunyoto (2019:19), pemasaran ialah kegiatan manusia
    yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan
    melalui proses pertukaran dan pihak yang berkepentingan dengan
    perusahaan

    Pengertian Pemasaran


    Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang membuat
    individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta
    inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk atau nilai
    dengan orang lain. Pengertian diatas mengandung arti bahwa setiap
    individu pertama kali harus merumuskan kebutuhan dan keinginan, baru
    kemudian mengadakan hubungan dengan pihak lain agar kebutuhan dan
    keinginan terpuaskan
    Menurut Laksana (2019:1), Pemasaran ialah bertemunya penjual
    dan pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa.
    Sehingga pengertian pasar bukan lagi merujuk kepada suatu tempat tapi
    lebih kepada aktifitas atau kegiatan bertemunya penjual dan pembeli
    dalam menawarkan suatu produk kepada konsumen.
    Menurut Kotler dan Keller (2016:26), Pemasaran ialah tentang
    mengidentifikasi dan bertemu kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu
    definisi terbaik dari pemasaran adalah pertemuan yang membutuhkan
    secara menguntungkan.
    Menurut Tjiptono dan Diana (2020:3), Pemasaran ialah proses
    menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga
    barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang
    memuaskan dengan para konsumen dan untuk membangun serta
    mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangku kepentingan
    dalam lingkungan yang dinamis
    Menurut Limakrisna dan Purba (2017:4), Pemasaran ialah salah
    satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan
    nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri adalah menentukan harga barang
    dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi,
    pemasaran, dan konsumsi.
    Menurut Hery (2019:3), Pemasaran berhubungan erat dengan
    mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan orang dan masyarakat. Salah
    satu dari definisi pemasaran terpendek adalah memenuhi kebutuhan secara
    menguntungkan. Dengan kecerdasan pemasaran, kebutuhan pribadi atau
    sosial diubah menjadi peluang bisnis yang mampu menghasilkan laba.
    Menurut Sunyoto (2019:19), pemasaran ialah kegiatan manusia
    yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan
    melalui proses pertukaran dan pihak yang berkepentingan dengan
    perusahaan

    Fungsi Perantara (Intermediaries)


    Fungsi perantara merupakan fungsi pemasaran yang ketiga, dimana
    devisi pemasaran memiliki peran penting dalam penyampaian infromasi
    produk dari produsen kepada konsumen hingga pada proses transaksi
    pembelian produk berhasil dilakukan oleh konsumen yang tentunya selalu
    memperhatikan nilai atau tingkat kepuasan konsumen sehingga dilain waktu
    konsumen akan membeli produk itu kembali dan menggunakannya secara
    terus menerus. terdapat fungsi tambahan yang mendukung fungsi perantara,
    yaitu:

    • Informasi pasar (informasi mengenai harga dan sumber-sumber
      penawaran)
    • Penanggungan risiko (Pengusaha menanggung risiko sepanjang
      saluran pemasaran)
    • Standardisasi dan grading (Menentukan standar produk dan
      klasifikasi produk)
    • Pembiayaan (Pemasaran modern memerlukan modal (uang), kredit,
      dan lain sebagai

    Fungsi Penyimpanan dan Pendistribusian (Storage and Distribution)


    Penyimpanan dan pendistribusian merupakan fungsi pemasaran yang
    kedua, dimana produk – produk yang telah di hasilkan oleh produsen perlu
    untuk di simpan dalam waktu tertentu dan kemudian di distribusikan kepada
    para agen – agen atau bahkan langsung kepada para konsumen, sehingga
    waktu dan tempat merupakan hal penting untuk lebih di perhatikan. Fungsi
    yang kedua ini meliputi :

    • Pemrosesan (Produk di proses (pengolahan dan pengemasan) untuk
      siap di jual kepada konsumen)
    • Penyimpanan atau Penggudangan ( Menyimpan produk yang telah jadi
      sampai pada saat siap untuk di salurkan kepada konsumen
    • Penganggkutan dan Distribusi (Pemindahan produk dari produsen
      kepada agen – agen atau langsung ke konsumen akhir)