Motivasi


Menurut American Encyclopedia, motivasi adalah kecenderungan
(suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang
yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi faktor
kebutuhan biologi dan emosional yang hanya dapat diduga dari
pengamatan tingkah laku manusia.
Menurut Merle J. Moskowits, motivasi sebagai inisiasi dan
pengarahan tingkah laku dan pelajaran motivasi sebenarnya merupakan
pelajaran mengenai tingkah laku(Nugroho, 2013:26).
Jadi secara keseluruhan motivasi dapat diartikan sebagai
pemberdaya, penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar
mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala
upayanya untuk mencapai kepuasan. Perilaku yang termotivasi diprakarsai
pengaktifan kebutuhan atau pengenalan kebutuhan. Kebutuhan atau motif
diartikan ketika ada ketidakcocokan yang memadai antara keadaan aktual
dengan keadaan yang diinginkan. Karena ketidakcocokan ini meningkat,
hasilnya adalah pengaktifan suatu kondisi penggairahan yang diacu
sebagai dorongan (drive). Semakin kuat dorongan tersebut, maka semakin
besar pula urgensi respon yang dirasakan.
Menurut Setiadi, konsumen selalu dihadapkan pada persoalan biaya
atau pengorbanan yang akan dikeluarkan dan seberapa penting produk
yang dibutuhkan dan diinginkan. Adapun indikator dalam pengukuran
motivasi konsumen adalah sebagai berikut(Wahyuni, 2008:34) :

  1. Kebutuhan
  2. Harapan
  3. Prestise
  4. Efektivitas
    5.Efisiensi
    Oleh karena itu, konsumen akan dihadapkan pada persoalan motivasi
    atau pendorong. Jadi motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi
    seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan
    guna mencapai suatu tujuan(Alex, 2011:266).