Beberapa riset telah dilakukan dalam menentukan kepuasan pelanggan,
meskipun ini bukanlah suatu pekerjaan mudah, namun perusahaan harus
melakukannya agar costumer selalu merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan.
Menurut McCarthy & Perreault, Jr yang dikutip dari Amatullah (2017) prilaku untuk
mengukur kepuasan costumer merupakan hal yang sulit, dikarena ketergantungan pada
tingkat aspirasi dan harapan yang ada.
Kepuasan Pelanggan berhubungan dengan beberapa faktor yang yang
mendukung terhadap kepuasan pelanggan, Tjiptono mengatakan bahwa faktor yang
mempengaruhi kepuasan pelanggan di bagi menjadi dua yaitu faktor internal dan
eksternal. Faktor internal adalah suatu faktor yang dikendalikan perusahaan, seperti
sopan santun karyawan, kedisplinan dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal yang
terdapat diluar kendali dari perusahaan tersebut, seperti iklim, gangguan dilapangan,
dan masalah pribadi dengan pelanggan. dapat dikatakan bila terjadi hal terkait dengan
ketidakpuasan, ada beberapa hal yang mungkin akan dilakukan costumer, yaitu:
a) Tidak melakukan sesuatu, costumer yang tidak puas diam dan tidak melakukan
apapun, tetapi mereka langsung tidak ingin menggunakan peroduk atau jasa dari
perusahaan tersebut
b) Beberapa faktor yang membuat costumer melakukan complain atau tidak, yaitu:
- Tingkat kepentingan konsumsi yang dilakukan.
- Tingkatan rasa ketidakpuasan pelanggan.
- Manfaat yang didapatkan.
- Pengetahuan dan pengalaman.
- Sikap costumer terhadap keluhan.
- Tingkat kesulitan dalam mendapatkan ganti rugi atau kompensasi.
- Peluang keberhasilan dalam melakukan suatu complain terhadap perusahaan.
Terkait dengan hal tersebut, kepuasan pelanggan juga dipengaruhi oleh suatu
tingkat pelayanan. Menurut Moenir pelayanan dapat dikatakan memuaskan jika orang
atau sekelompok orang yang dilayani dengan baik, terdapat 4 faktor, yaitu:
a) Prilaku yang sopan.
b) Cara penyampaian sesuatu yang berhubungan dengan apa yang harusnya
diterima oleh yang bersangkutan.
c) Waktu penyampaian yang tepat dan cepat.
d) Keramahan.
Faktor pendukung yang tidak kalah pentingnya dengan suatu kepuasan yaitu
faktor kesadaran para karyawan yang berada dalam pelayanan tersebut, faktor aturan
yang dibut perusahaan yang menjadi dasar kerja pelayanan, faktor organisasi yang
merupakan alat dan juga sistem yang membuat berjalannya mekanisme kegiatan
pelayanan, faktor income yang dapat memenuhi kebutuhan hidup, faktor keterampilan
dan kreativitas karyawan, dan faktor fasilita spelayanan. Secara teori, dengan
terciptanya kepuasan costumer maka dapat memberikan beberapa keuntungan,
menjaga hubungan baik dengan costumer, memberikan landasan yang baik bagi repeat
order dean loyalitas costumer, terciptanya rekomendasi dari mulut ke mulut yang
menguntungkan bagi perusahaan.
Penentuan kepuasan pelanggan terdapat 5 faktor yang harus diperhatikan suatu
perusahaan yaitu :
a) Kualitas produk yang diberikan, yaitu costumer akan merasa puas jika hasil
produk dari perusahaan berkualitas dalam penggunaanya.
b) Kualitas pelayanan atau jasa, yaitu costumer akan merasa puas jika mereka
mendapatkan pelayanan yang baik, ramah, sopan atau sesuai dengan yang
diharapkan.
c) Pengendalian emosi, yaitu pelanggan akan merasa bangga dan dihormati serta
percaya , merasa bangga terhadap produk yang mereka gunakan. Kepuasan yang
diperoleh bukan hanya karena kualitas dari produk tetapi juga secara sosial atau
self esteem yang membuat pelanggan merasa puas terhadap produk tertentu.
d) Harga, produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi memiliki harga yang
lebih murah akan lebih disukai pelanggan.
e) Biaya, ketika costumer tidak harus megeluarkan biasa ekstra dalam mendapatkan
suatu produk. (Utami, 2015)
