Kepuasan konsumen


Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang telah membandingkan kinerja (atau
hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapan. Jadi tingkat kepuasan adalah
fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan.
Kepuasan konsumen adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan dan
kebutuhan konsumen dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila
pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.
Pengukuran kepuasan konsumen merupakan elemen penting dalam menyediakan
pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila konsumen
merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang tersedia, maka pelayanan
tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien.
Philip Kotler seorang pakar pemasaran menandaskan bahwa Kepuasan Konsumen
adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang
Fandy Tjiptono:2007, 146). Berdasarkan penjelasan mengenai kepuasan
konsumen maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan adalah sebagai perspektif
pengalaman seseorang menggunakan atau menikmati suatu jasa. Jadi jasa yang
bisa memuaskan adalah produk atau jasa yang sanggup memberikan sesuatu yang
di cari oleh konsumen sampai pada tingkat cukup.

  1. Nilai Konsumen
    Premis kita adalah bahwa para pembeli dari perusahaan yang mereka
    menyakini menawarkan nilai bagi konsumen (costumer delivered volue) yang
    tertinggi, (Kotler (2002:40). Sedangkan menurut Tjiptono, (2005:297): nilai
    konsumen adalah ikatan emosional yang terjadi antara konsumen dan produsen
    setelah konsumen menggunakan produk atau jasa yang dihasilkan pemasok
    tersebut dan mendapati bahwa produk bersangkutan memberikan nilai tambah.
    Menurut Tjiptono, (2005:298), dimensi nilai konsumen adalah sebagai berikut:
    a. Emotional value, yaitu utilitas yang berasal dari perasaan atau efektif/emosi
    positif yang di timbulkan dari mengonsumsi produk/jasa.
    b. Social value, yaitu utilitas didapatkan dari kemampuan produk atau jasa
    untuk meningkatkan konsep diri-sosial konsumen.
    c. Quality/performance volue, yakni utilitas yang di dapatkan dari produk atau
    jasa karena reduksi biaya jangka pendek.
    d. Price/value for money, yakni utilitas yang di peroleh dari persepsi terhadap
    kualitas dan kinerja yang diharapkan atas produk/jasa.
    Berdasarkan beberapa penjelasan mengenai nilai bagi konsumen, sehingga
    dapat diambil kesimpulan bahwa nilai konsumen adalah evaluasi konsumen
    terhadap atribut produk/jasa, kinerja dan kualitas yang diharapkan atas
    produk/jasa tersebut, serta konsekuensi yang didapatkan setelah pemakaian
    produk/jasa yang mereka terima.
  2. Pengertian Kepuasan Konsumen
    Kualitas bersumber dari harapan konsumen dan berakhir pada persepsi
    konsumen, dengan demikian apabila perusahaan mampu memenuhi kebutuhan
    dan harapan konsumen, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut sudah
    berkualitas dimana mereka sudah mampu membuat konsumen merasa puas hati
    jasa maupun kualitas mereka.
  3. Konsep Kepuasan Konsumen
    Konsep kepuasan konsumen, kualitas jasa, dan nilai konsumen berkaitan erat.
    Tjiptono (2005:296): pada umumnya perusahaan, tujuan utama adalah
    memberikan kepuasan bagi konsumen. Puas atau tidaknya seorang pelanggan
    akan kepuasan pelayanan tergantung pada kinerja tawaran sehubungan dengan
    harapan konsumen.
  4. Memahami Makna Kepuasan Konsumen
    Sampai hari ini kepuasan konsumen masih merupakan konsep yang sangat
    relevan. Logika sederhana dari para pemimpi atau top manajemen bahwa
    konsumen puas, pastilah akan terjadi sesuatu yang lebih baik untuk bisnis
    mereka dimasa yang akan datang. Tak perlu mereka mengerti bagaimana pun
    teori kepuasan konsumen sampai hari ini masih didebatkan secara serius. Dan
    yang perlu dicatat, kepuasan konsumen akumulasi dan konsumen dalam
    menggunakan pelayanan atau jasa. Oleh karena itu, transaksi atau pengalaman
    baru, akan memberikan pengaruh terhadap kepuasan konsumen.
    Menurut Wahyuddin dan Muryati (2001:192) bagi perusahaan-perusahaan
    yang berwawasan pelanggan, kepuasan adalah sasaran sekaligus kiat
    pemasaran. Ada berbagai perangkat untuk melacak dan mengukur kepuasan
    pelanggan, yaitu sistem keluhan dan saran, surve kepuasan pelanggan, dan
    analisis pelanggan yang hilang