Adapun unsur-unsur marketing mix sebagai strategi pemasaran
jasa pendidikan adalah (Azan & dkk, 2021):
1) Produk (product)
Produk dalam konteks jasa pendidikan adalah jasa yang
ditawarkan untuk menarik calon pelanggan dengan tujuan
memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat berupa reputasi,
prospek, dan varian pilihan. Sebagai penghasil produk (layanan)
untuk memenuhi macam permintaan konsumen perlu
memperhatikan pengemasan yang artinya untuk menjaga nama baik,
reputasi atau citra lembaga agar tetap baik dan unggul, branding
artinya keunggulan atau simbol yang menjadikan pembeda dari
produk lain, pelabelan. Lembaga pendidikan menghasilkan produk
jasa pendidikan dengan mewarkan reputasi, mutu pendidikan,
prospek, peluang bagi peserta didik untuk menentukan pilihan yang
diinginkan dalam keberhasilan masa depan (Bunyamin, 2021).
Sehingga lembaga pendidikan harus bisa menghasilkan kompetensi
lulusan, yaitu kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
a) Produk utama inti cover benefit yaitu pemanfaatan dari setiap
produk yang sebenarnya dibutuhkan untuk digunakam oleh
pelanggan.
b) Produk generik yaitu produk dasar yang mampu memenuhi
fungsi produk yang paling dasar rancangan produk minimal agar
dapat berfungsi.
c) Produk harapan (expected) yaitu produk formal yang ditawarkan
dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal layak
diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
d) Produk potensial yaitu segala macam tambahan dan perubahan
yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa
mendatang.
2) Harga (place)
Harga yaitu kewajiban pembiayaan atau uang yang harus
dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk yang
dinginkan. Biaya pendidikan adalah nilai rupiah dari semua sumber
daya (input) dalam bentuk natura (barang), pengorbanan, dan uang
yang dikeluarkan untuk seluruh aktivitas pendidikan (Rahmat,
2020). Biaya dikeluarkan pelanggan kepada lembaga pendidikan
sebagai penyedia layanan jasa untuk mempertimbangkan kegunaan
besaran biaya dalam pemanfaatannya. Sehingga lembaga
pendidikan perlu mensosialisasikan kebijakan kepada pelanggan
terhadap biaya yang diperlukan untuk kegiatan operasionalnya.
3) Lokasi (price)
Lokasi merupakan suatu tempat dimana lembaga
beroperasi dalam melakukan aktivitas kegiatan. Lokasi sekolah
mempertimbangkan keberadaan lingkungan yang mudah di akses
oleh transportasi, lingkungan belajar yang kondusif (Rahmat, 2020).
Dalam hal ini terdapat tiga jenis interaksi yang mempengaruhi lokasi
antara lain; pemilihan lokasi yang strategis, penyampaian kualitas
produk yang sesuai, interaksi melalui media informasi dan
komunikasi agar komunikasi kedua pihak dapat terlaksana.
4) Promosi (promotion)
Promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran untuk
menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, atau
meningkatkan pasar sasaran terhadap produk jasa yang bersedia
menerima membeli dan meningkatkan loyalitas terhadap organisasi.
promosi setiap pendidikan meliputi aktivitas yang digunakan
sekolah untuk menjangkau khalayak untuk membangun lingkungan
internal serta menciptakan layanan jasa pendidikan untuk memenuhi
keinginan dan harapan masyarakat. saluran promosi dibagi menjadi
empat, pemasaran langsung (kunjungan secara langsung terhadap
masyarakat), pemasaran tidak langsung (penggunaan media cetak,
pemasangan bild board, brosur), pemasaran melalui media sosial
(pemasaran melalui facebook, instragram, youtube, dan
sebagainya), pemasaran online (website). sehingga sekolah mampu
21
berkomunikasi dengan pelanggan secara intens agar menarik minat
dan pelanggan merasakan pelayanan yang diberikan oleh sekolah.