Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Emotional Intelligence


Menurut Goleman (2016), ada dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan
emosional seseorang, yaitu :

  1. Lingkungan Keluarga (Internal)
    Kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama dalam mempelajari emosi.
    Kecerdasan emosi ini dapat diajarkan pada saat anak masih bayi dengan
    contoh-contoh ekspresi. Peristiwa emosional yang terjadi pada masa anakanak akan melekat dan menetap secara permanen hingga dewasa, kehidupan
    emosional yang dipupuk dalam keluarga sangat berguna bagi anak kelak
    dikemudian hari.
  2. Lingkungan Non-Keluarga (Eksternal)
    Maksud dari lingkungan non keluarga ini adalah lingkungan masyarakat dan
    pendidikan. Kecerdasan emosional akan berkembang sejalan dengan
    pertumbuhan fisik dan mental seseorang. Pembelajaran ini biasanya
    ditunjukan dalam suatu aktivitas bermain peran. Anak berperan sebagai
    individu diluar dirinya dengan emosi yang menyertainya sehingga anak akan
    mulai belajar mengerti keadaan orang lain

Emotional Intelligence

.
Emotional Intelligence pertama kali diteliti oleh Peter Salovey dan John D.
Mayer di tahun 1990-an mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai bagian dari
kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan untuk memantau perasaan dan
emosi diri sendiri dan orang lain, untuk membedakan di antara mereka dan
menggunakan informasi ini untuk memandu pemikiran dan tindakan seseorang.
Kemudian konsep emotional intelligence ini dikembangkan lebih lanjut oleh Daniel
Goleman pada tahun 1998 yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi adalah
kapasitas untuk mengenali perasaan diri dan perasaan orang lain, memotivasi diri
dan orang lain, dan mengatur emosi diri dengan baik dan ketika berhubungan
dengan orang lain.
Mengikuti perkembangan zaman, emotional intelligence telah diteliti oleh
beberapa peneliti seperti yang dilakukan Samosir et al., (2018) yang mengatakan
kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan yang ada pada diri seseorang untuk
dapat memahami perasaan diri sendirimaupun perasaan orang lain, kemampuan
untuk memotivasi diri sendiri dalam situasi yang frustasi sehingga beban stress
tidak mempengaruhi kemampuan berpikirnya, serta kemampuan untuk mengelola
emosi pada diri sendiri dengan baik sehingga dapat hubungan sosial dengan orang
lain juga berjalan baik.
Penelitian dari Lestari et al., (2021) mengatakan kecerdasan emosi
merupakan kemampuan di bidang emosi yaitu kesanggupan menghadapi frustasi,
kemampuan mengendalikan emosi, semangat optimisme, dan kemampuan menjalin
hubungan dengan orang lain atau empati.
Penelitian yang dilakukan oleh Ratnasari et al. (2022) mengatakan
kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih
dan membangkitkan perasaan untuk membantu fikiran, memahami perasaan dan
maknanya, serta mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu
perkembangan emosi dan intelektual.
Berdasarkan teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa emotional
intelligence merupakan kemampuan seseorang yang meliputi kontrol diri,
semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri maupun
orang lain

Pengukuran Kepemimpinan Transformasional


Menurut penelitian yang dilakukan Robin dan Judge (2013) ada empat dimensi
dalam kepemimpinan transformasional, yaitu sebagai berikut :

Pengaruh Ideal (Idealized Influence)
Mampu menjadi panutan/role model, mendapatkan rasa hormat dan
mendapatkan kepercayaan

  1. Motivasi Inspirasional (Inspirasional Motivation)
    Mampu memberikan motivasi inspirasi, dan mempunyai target pencapaian
    yang jelas untuk dicapai oleh karyawannya.
  2. Stimulasi Intelektual (Intelectual Stimulation)
    Menghargai ide-ide karyawan dan membantu karyawannya memecahkan
    masalah.
  3. Perhatian Individu (Individualized Consideration)
    Mampu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, memberikan
    pengembangar karir, dan menjalin hubungan yang baik dengan karyawan

Unsur-unsur marketing mix jasa pedidikan


Adapun unsur-unsur marketing mix sebagai strategi pemasaran
jasa pendidikan adalah (Azan & dkk, 2021):
1) Produk (product)
Produk dalam konteks jasa pendidikan adalah jasa yang
ditawarkan untuk menarik calon pelanggan dengan tujuan
memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat berupa reputasi,
prospek, dan varian pilihan. Sebagai penghasil produk (layanan)
untuk memenuhi macam permintaan konsumen perlu
memperhatikan pengemasan yang artinya untuk menjaga nama baik,
reputasi atau citra lembaga agar tetap baik dan unggul, branding
artinya keunggulan atau simbol yang menjadikan pembeda dari
produk lain, pelabelan. Lembaga pendidikan menghasilkan produk
jasa pendidikan dengan mewarkan reputasi, mutu pendidikan,
prospek, peluang bagi peserta didik untuk menentukan pilihan yang
diinginkan dalam keberhasilan masa depan (Bunyamin, 2021).
Sehingga lembaga pendidikan harus bisa menghasilkan kompetensi
lulusan, yaitu kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.

a) Produk utama inti cover benefit yaitu pemanfaatan dari setiap
produk yang sebenarnya dibutuhkan untuk digunakam oleh
pelanggan.
b) Produk generik yaitu produk dasar yang mampu memenuhi
fungsi produk yang paling dasar rancangan produk minimal agar
dapat berfungsi.
c) Produk harapan (expected) yaitu produk formal yang ditawarkan
dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal layak
diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
d) Produk potensial yaitu segala macam tambahan dan perubahan
yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa
mendatang.
2) Harga (place)
Harga yaitu kewajiban pembiayaan atau uang yang harus
dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk yang
dinginkan. Biaya pendidikan adalah nilai rupiah dari semua sumber
daya (input) dalam bentuk natura (barang), pengorbanan, dan uang
yang dikeluarkan untuk seluruh aktivitas pendidikan (Rahmat,
2020). Biaya dikeluarkan pelanggan kepada lembaga pendidikan
sebagai penyedia layanan jasa untuk mempertimbangkan kegunaan
besaran biaya dalam pemanfaatannya. Sehingga lembaga
pendidikan perlu mensosialisasikan kebijakan kepada pelanggan
terhadap biaya yang diperlukan untuk kegiatan operasionalnya.
3) Lokasi (price)
Lokasi merupakan suatu tempat dimana lembaga
beroperasi dalam melakukan aktivitas kegiatan. Lokasi sekolah
mempertimbangkan keberadaan lingkungan yang mudah di akses
oleh transportasi, lingkungan belajar yang kondusif (Rahmat, 2020).
Dalam hal ini terdapat tiga jenis interaksi yang mempengaruhi lokasi
antara lain; pemilihan lokasi yang strategis, penyampaian kualitas
produk yang sesuai, interaksi melalui media informasi dan
komunikasi agar komunikasi kedua pihak dapat terlaksana.
4) Promosi (promotion)
Promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran untuk
menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, atau
meningkatkan pasar sasaran terhadap produk jasa yang bersedia
menerima membeli dan meningkatkan loyalitas terhadap organisasi.
promosi setiap pendidikan meliputi aktivitas yang digunakan
sekolah untuk menjangkau khalayak untuk membangun lingkungan
internal serta menciptakan layanan jasa pendidikan untuk memenuhi
keinginan dan harapan masyarakat. saluran promosi dibagi menjadi
empat, pemasaran langsung (kunjungan secara langsung terhadap
masyarakat), pemasaran tidak langsung (penggunaan media cetak,
pemasangan bild board, brosur), pemasaran melalui media sosial
(pemasaran melalui facebook, instragram, youtube, dan
sebagainya), pemasaran online (website). sehingga sekolah mampu
21
berkomunikasi dengan pelanggan secara intens agar menarik minat
dan pelanggan merasakan pelayanan yang diberikan oleh sekolah.

Tujuan dan manfaat marketing mix jasa pendidikan


Marketing mix dalam pemahamannya perlu diketahui bahwa
terdapat beberapa tujuan dalam penggunaan marketing mix, diantaranya
(Sumuyati, 2019):
1) Periklanan (adventising)
Periklanan merupakan salah satu kegiatan penting dalam
marketing mix tujuan dari periklanan ini adalah untuk memberikan
informasi tentang produk barang atau jasa kepada target konsumen
dan untuk meningkatkan pemasaran.
2) Promosi penjualan (sale promotion)
Aktivitas ini merupakan kumpulan dari berbagai alat
intensif yang dirancang untuk mendorong permintaan suatu barang
atau jasa. Dengan kegiatan inti sebagian besar berjangka pendek dan
tidak dilakukan secara berulang.
3) Pemasaran langsung (direct marketing)
Pemasaran langsung adalah sistem pemasaran interaktif
yang menggunakan suatu media iklan untuk menghasilkan
tanggapan atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi
tujuannya untuk mengkomunikasikan produk atau jasa secara
langsung kepada konsumen yang dianggap target market potensia

Pengertian penerapan marketing mix jasa pendidikan


Penerapan adalah suatu perbuatan untuk mempraktekan suatu
teori atau metode dalam mencapai tujuan serta kepentingan yang
diinginkan oleh suatu kelompok agar tersusun dan terencana (Endang S
& Zaimuddin, 2021). Pengertian marketing mix secara bahasa yaitu
bauran pemasaran, sedangkan menurut istilah marketing mix adalah
strategi pemasaran yang dilaksanakan secara terpadu yang dilakukan
secara bersamaan dalam menerapkan elemen marketing mix sebagai
strategi pemasaran. Marketing mix di dalamnya terdapat beberapa
elemen marketing jika sebelumnya dengan 4P product (produk), place
(lokasi), price (harga), promotion (promosi), namun seiring
berkembangnya zaman yang semakin modern dengan kecanggihan
teknologi terdapat penambahan tiga elemen people (sumber daya
manusia), physical evidence (bukti fisik), process (proses) yang kini
menjadi 7P dalam marketing mix (Hutabarat, 2017, p. 116). Lembaga
pendidikan dapat memilih untuk menerapkan marketing mix sebagai
strategi pemasaran selama penggunaannya menjadikan organisasi lebih
berkembang dalam mencapai tujuan.

Kepemimpinan Transformasional


Teori kepemimpinan transformasional pertama kali ditemukan oleh James
McGregor Burn pada tahun 1978. Kemudian penelitian mengenai kepemimpinan
transformasional dilanjutkan oleh Bernard M. Bass pada tahun 1985 yang mulai
mencetuskan Teori Kepemimpinan Full-Range dan dikembangkan lagi oleh Avolio
dan Bass pada tahun 1991. Ada 3 gaya kepemimpinan yang mereka gagaskan, yaitu
Kepemimpinan Laissez-Faire, Kepemimpinan Transaksional dan Kepemimpinan
Transformasional. Dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut, kepemimpinan
transformasional lebih efektif dibandingkan 2 kepemimpinan lainnya, dipandang
dari sisi kontribusi pemimpin transformasional yang lebih banyak memotivasi para
karyawannya.
Burn mengidentifikasi kepemimpinan transformasional sebagai hubungan
di mana pemimpin dan staf saling memotivasi untuk tingkat yang lebih tinggi yang
mengakibatkan kesesuaian sistem nilai antara pemimpin dan staf. Mengikuti
perkembangan zaman, selalu ada pembaruan oleh peneliti lainnya mengenai
kepemimpinan transformasional, seperti penelitian yang dilakukan oleh Robin dan
Judge (2013) yang mengatakan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan
proses mempengaruhi individu untuk mencapai tujuan organisasi dengan
mendahulukan kepentingan organisasi dan mengesampingkan kepentingan pribadi.
Kepemimpinan transformasional juga diteliti oleh Supartha (2016) menyatakan
kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang memotivasi karyawan
untuk memandang masa depan organisasi dengan optimis.
Kepemimpinan transformasional yang diteliti oleh Susana (2018)
mengungkapkan kepemimpinan transformasional mengintegrasikan ide-ide yang
dikembangkan dalam pendekatan watak, gaya dan kontingensi, esensi
kepemimpinan transformasional adalah sharing of power. Dalam konsep ini,
seorang pemimpin transformasional melibatkan bawahan secara bersama-sama
untuk melakukan perubahan, atau sering disebut wujud pemberdayaan. Melalui
kepemimpinan transformasional ada suatu keterikatan yang positif antara atasan
dan bawahan. Sedangkan menurut Permana et al., (2019) yang mengungkapkan
kepemimpinan transformasional merupakan suatu gaya kepemimpinan yang
menggunakan efektifitas inspirasi dari seorang pemimpin untuk merubah
pengikutnya melalui ide dan emosinya.
Menurut penelitian terbaru dari Priarso et al. (2019) mengatakan bahwa
gaya kepemimpinan transformasional mengacu pada kemampuan pemimpin
mengintegrasikan kreatifitas, ketekunan, energi positif, dan intuisinya, serta peka
terhadap karyawan agar tujuan organisasi dapat tercapaai dan berdampak bagi
karyawan.
Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan di atas, dapat dirumuskan
bahwa kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan, dimana pemimpin
tersebut mampu mengembangkan komitmen pengikutnya, mampu menstimulasi
dan menginspirasi pengikutnya, mampu meningkatkan tujuan pengikutnya, serta
mampu memberikan kepercayaan pada pengikutnya untuk bekerja melebihi
harapan sehingga dapat mencapai tujuan organisasi

Pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian


Konsumen sering membeli produk dari merek yang terkenal
karena mereka merasa lebih aman dengan produk yang sudah dikenal,
dan mereka beranggapan bahwa merek terkenal lebih dapat
diandalkan, selalu tersedia, dan kualitasnya terkjamin. Oleh karena
itu, merek terkenal sering kali dipilih oleh konsumen daripada merek
yang tidak terkenal. Oleh karena itu nama merek perusahaan yang
kuat merupakan faktor penting bagi pelanggan untuk memilih merek
mereka atas merek yang tidak dikenal. Demikian juga menurut
(Kotler, 2020), citra merek dapat memengaruhi keputusan pembelian
konsumen. Citra merek yang kuat dapat memicu keinginan konsumen
untuk membeli produk tersebut dan memperkuat loyalitas konsumen
terhadap merek tersebut. Hal ini disebabkan karena citra merek
mencerminkan nilai-nilai yang diinginkan oleh konsumen, sehingga
membuat mereka lebih terhubung dan lebih percaya pada merek
tersebut

Pengaruh Celebrity Endorsment terhadap Keputusan Pembelian


Menggunakan endorsement adalah menjadi salah satu keputusan
untuk menjadikan banyak konsumen mengetahui sebuah produk,
terlebih jika menggunakan endorser yang cukup terkenal dan
banyak disukai banyak orang menjadikannya salah satu sumber utama
dalam meraih calon konsumen lebih banyak. Menggunakan
endorsement juga menjadikan suatu daya tarik tersendiri untuk
target calon konsumen dan akan cenderung membuat mereka
melakukan keputusan pembelian. Ketika promosi dilakukan terus
menerus maka akan mempengaruhi konsumen serta memperbesar
konsumen dalam terhadap keputusan pembelian. Menurut (Tiauw,
A. A., & Amin, 2021) Endorsement memiliki pengaruh yang kuat
dalam meningkatkan keputusan pembelian

Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian


Kualitas produk yang ditawarkan bervariasi dari satu pasar ke
pasar lainnya. Penilaian konsumen terhasap kualitas produk yang
diterima, baik yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan produk
yang ditawarkan, harius dipertimbangkan secara terpisah oleh calon
konsumen sebelum membuat keputusan pembelian. Hasil
penelitian menurut (Meilina Boediono, S. C., & sari Immanuel, 2018)
menunjukan bahwa kualitas Produk dapat berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian.Hal ini membuktikan bahwa
kualitas produk turut menjadi bahan pertimbangan sebelum konsumen
memutuskan untuk melakukan pembelian. Kualitas Produk
berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian, pernyataan ini dapat
didukung berdasarkan hasil-hasil riset yang relevan yaitu (Hamidi, D.
Z., & Prakoso, 2018)

Indikator Kualitas Produk


Menurut Kotler, P. & Keller, (2017:128) mengemukakkan
bahwa terdapat beberapa indikator kualitas produk yang meliputi:
a. Fitur Produk (Product Features), Kemampuan produk
dalam menyediakan fitur yang diinginkan oleh
konsumen, serta kualitas dari fitur tersebut.
b. Kinerja Produk (Product Performance), Kemampuan
produk dalam melakukan fungsi utamanya dengan baik
dan efektif.
c. Kualitas Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction
Quality), Kualitas yang dirasakan oleh konsumen
terhadap produk yang memenuhi ekspektasi mereka.
d. Kualitas Konformitas (Conformance Quality), Tingkat
kesesuaian produk dengan standar kualitas yang telah
ditetapkan.
e. Kualitas Daya Tahan (Durability Quality), Kemampuan
produk untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama
tanpa mengalami kerusakan.
f. Kualitas Layanan Purna Jual (Serviceability Quality),
Kemampuan produk dalam memberikan layanan purna
jual yang memuaskan bagi konsumen.
g. Kualitas Estetika (Aesthetics Quality), Penampilan
visual atau fisik dari produk yang menarik dan sesuai
dengan keinginan konsumen.

Dimensi Kualitas Produk


Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, (2017:119) terdapat
beberapa dimensi kualitas produk yang harus diperhatikan oleh
perusahaan, yaitu:
a. Kualitas produk inti (Core Product Quality):
Menunjukkan kemampuan produk untuk memenuhi
kebutuhan dasar konsumen. Hal ini berkaitan dengan
fungsi utama produk dan fitur-fitur yang dimiliki.
b. Kualitas desain (Design Quality), Menunjukkan sejauh
mana desain produk menarik perhatian konsumen dan
memenuhi kebutuhan estetika serta kenyamanan dalam
penggunaan.
c. Kualitas merek (Brand Quality), Menunjukkan sejauh
mana merek produk dikenal dan dihargai oleh
konsumen, termasuk reputasi merek, citra merek, dan
kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut.
d. Kualitas pelayanan (Service Quality), Menunjukkan
sejauh mana perusahaan memberikan layanan yang
baik dan memuaskan terhadap konsumen, seperti
pelayanan purna jual dan dukungan teknis.
e. Kualitas relasi (Relationship Quality), Menunjukkan
sejauh mana perusahaan mampu membangun
hubungan jangka panjang yang baik dengan konsumen,
termasuk memahami kebutuhan konsumen,
memberikan nilai tambah, dan memperkuat loyalitas
konsumen

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Produk


Pada era industri sekarang ini,agar dapat memperkuat
penjualannya di pasaran perusahaan berlomba berfiki runtuk dapat
mempertahankan kualitas produk yang mereka punya serta
meningkatkan kualitasnya. Mengasilkan inovasi terbaru karena
konsumen senantiasa lebih selektif dalam mempertimbangan
kualitas produk yang akan dibelinya.Oleh karena itu para pelaku usaha di berbagai bidang industri bergantung pada karakteristik
produk dan produksinya. Menurut (Tjiptono, 2018:255) kualitas
produk dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor. antara lain :
a. Desain produk yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan
pelanggan
b. Bahan baku dan material yang berkualitas tinggi
c. Proses produksi yang baik dan terstandarisasi
d. Penerapan kontrol mutu yang ketat
e. Peningkatan inovasi produk secara terus-menerus
f. Pemenuhan regulasi dan standar yang berlaku

Pengertian Perilaku Hijau


Pengertian perilaku hijau menurut beberapa para ahli sebagai
berikut:
1) Francoeur et al., (2021;68) menjelaskan bahwa perilaku hijau adalah
tindakan dan perilaku karyawan yang berkontribusi untuk
menciptakan kelestarian lingkungan di dalam suatu organisasi.
2) Shah & Ali Soomro, (2023;77) perilaku hijau membantu perusahaan
dalam mencapai tujuan kinerja hijau yang ditingkatkan dengan
mengembangkan perilaku hijau di kalangan karyawan. Perilaku
hijau dapat dipromosikan melalui dua elemen penting, yaitu perilaku
hijau terkait tugas dan perilaku hijau sukarela. Perilaku hijau terkait
tugas menggambarkan perilaku hijau yang dilakukan sehubungan
dengan tugas pekerjaan yang diminta dari karyawan. Adapun
perilaku hijau sukarela melibatkan inisiatif pribadi oleh karyawan
yang melebihi harapan perusahaan. Sikap lingkungan di tempat kerja
dapat dipengaruhi oleh sikap lingkungan, kontrol perilaku yang
dirasakan, aktivitas yang sedang berlangsung, norma sosial, dan niat
aktivitas.
3) Menurut Joong et al., (2019;87) perilaku HRM meningkatkan
keleluasaan karyawan, membuat karyawan lebih mungkin
berkontribusi pada perusahaan ketika mereka terlibat dalam
interaksi berkualitas dengan perusahaan atau pemasok. Misalnya
semakin tinggi persepsi praktik HRM oleh pekerja garis depan,
semakin tinggi juga tingkat perilaku pelayananya. Mereka
menunjukkan bahwa pekerja layanan dengan pemahaman yang
kuat tentang praktik HRM (misalnya perekrutan dan pelatihan)
memberikan layanan yang sangat baik kepada pelanggan yang
melebihi kewajibannya

Indikator Kinerja Hijau


Berdasarkan pandangan Joong et al., (2019:84) indikator kinerja
hijau adalah sebagai berikut
1) Dukungan Manajemen Senior
Manajemen mengkomunikasikan kebijakan lingkungan, rencana,
dan informasi terkait lainnya kepada karyawan
2) Pelatihan
memberikan pelatih karyawan agar dapat membantu mereka
memahami praktik lingkungan baru
3) Pemberdayaan
karyawan yang diberdayakan agar cenderung terlibat dalam aktivitas
lingkungan
4) Penghargaan
penghargaan dapat memicu minat karyawan untuk bertanggung
jawab terhadap lingkungan

Keputusan Pembelian
Definisi keputusan pembelian menurut Sutiyono, R., (2020) adalah
pengambilan keputusan konsumen, yang dipengaruhi oleh ekonomi
keuangan, teknologi, politik, budaya, produk, harga, lokasi, promosi, bukti
fisik, orang dan proses. Oleh karena konsumen untuk memproses semua
informasi dan membentuk sikap yang menuntun mereka untuk menarik
kesimpulan dalam bentuk jawaban yang menunjukan produk apa yang harus
mereka beli. Sedangkan Menurut (Armstrong, G., Kotler, P., Harker, M., &
Brennan, 2021, p. 236) Keputusan pembelian adalah hasil dari interaksi
pengaruh lingkungan pemasaran, karakteristik individu, dan proses
pengambilan keputusan pembelian.” Konsumen membuat keputusan
pembelian dibuat melalui beberapa tahap, yakni pengenalan masalah,
pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan evaluasi
pasca-pembelian.

Indikator Keputusan Pembelian


Keputusan pembelian adalah proses konsumen dalam
menjalankan persepsi masalah, mengumpulkan informasi pada
produk atau merek serta menilai bagaimana suatu produk dilihat
dari baik atau tidak saat pilihan tersebut dipakai memecahkan
masalah, sehingga mendekati kepada keputusan pembelian. (Kotler
& Keller, 2016, p. 158) indikator yang digunakan untuk mengukur
keputusan pembelian adalah sebagai berikut:
a. Pengenalan masalah: Tahap dimana konsumen
mengenali sebah merek yang tepat untuk memenuhi
kebutuhannya.
b. Pencarian informasi: Informasi mengenai merek
melalui berbagai media mendukung konsumen untuk
mengetahui kelebihan suatu merek.
c. Evaluasi alternatif: Merupakan merek yang paling
sesuai dibandingkan mereka alternative yang lainnya.
d. Keputusan pembelian: Keyakinan konsumen dalam
pengambilan keputusan terhadap merek.
e. Perilaku setelah pembelian: Adanya persepsi positif dari
konsumen setelah menggunakan produk dengan merek
yang dibeli

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja hijau


Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja hijau
menurut para ahli sebagai berikut: Menurut Subbauer &
Schafer.,(2019:144)
1) Kinerja inovatif
Banyaknya karakteristik green practice yang terkait dengan
integrasi teknologi dan pengelolaan masalah lingkungan yang
menjadikan Inovasi hijau sebagai solusi untuk mengendalikan
pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Inovasi
hijau dapat menghasilkan proses bisnis, teknik, sistem, praktek dan
solusi baru yang mengurangi kerusakan lingkungan yang
diciptakan oleh suatu perusahan
2) Penghargaan
penghargaan sangat penting bagi karyawan dan dapat membantu
meningkatkan minat karyawan untuk bertanggung jawab dalam
bekerja, sengingga karyawan dapat membantu suatu perusaan
untuk memcipkan kinerja yang berwawan lingkungan dan
keberlanjutan.
3) Kinerja sosial
Penentu penting dari kinerja hijau adalah manajemen lingkungan
yang mengklaim tenaga kerja yang diberdayakan dilatih dengan
pengetahuan dan memiliki keterampilan untuk mematuhi tidak
hanya dengan masalah peraturan yang dinamis tetapi juga untuk
memenuhi tujuan perusahaan untuk memiliki tenaga kerja
lingkungan yang efisien

Pengertian Kinerja Hijau


Pengertian kinerja hijau menurut beberapa para ahli sebagai
berikut:
1) Joong et al., (2019:87) kinerja hijau adalah hasil dari kegiata kerja
organisasi yang diterapkannya untuk mengurangi efek negatif
terhadap lingkungan. Singkatnya GHRM menarik komitmen
karyawan dan perilaku ramah lingkungan, memberdayakan
organisasi untuk meningkatkan kinerja lingkunga. untuk
memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana
penerapan praktik GHRM meningkatkan kinerja lingkungan melalui
komitmen karyawan dan perilaku ramah lingkungan.
2) Shah & Ali Soomro, (2023;41) kinerja hijau adalah fokus
perusahaan untuk melindungi dan memberi manfaat bagi
lingkungan, atas masalah yang berdampak negatif pada
lingkungan yang timbul dari kegiatan operasional perusahaan.
3) Fransiskus E, (2020:81) menjelaskan bahwa kinerja hijau adalah
bagaimana keberhasilan perusahaan dalam mengurangi dan
meminimalkan dampak lingkungannya. Kinerja hijau merupakan
kinerja perusahaan dalam membentuk lingkungan yang baik.
Perusahaan dengan tingkat perlindungan lingkungan tertentu sangat
bertekad untuk melindungi investor dan pemangku kepentingan
untuk mendapatkan informasi yang lebih. Perusahaan dengan kinerja
lingkungan yang umumnya sangat baik mengungkapkan informasi
yang efektif, dapat diverifikasi dan sulit untuk diikuti oleh
perusahaan lain

Manajemen Sumber Daya Manusia Hijau


Manajemen sumber daya manusia hijau adalah suatu proses
pembentukan tenaga kerja yang ramah lingkungan, memahami dan menghargai
budaya untuk melindungi lingkungan perusahaan. Manajemen sumber daya
manusia hijau semakin diakui sebagai praktik penting dalam menerapkan
praktik hijau yang meningkatkan tingkat perlindungan lingkungan dan
mempromosikan pembangunan jangka panjang yang dapat memberikan
keunggulan kompetitif bagi bisnis.
Ali et al., (2021:1726) menjelaska bahwa sumber daya manusia hijau
dianggap sebagai aset berharga organisasi untuk mempromosikan integrasi
praktik hijau ke dalam manajemen lingkungan, manajemen sumber daya
manusia hijau juga membantu perusahaan untuk membangun tenaga kerja yang
memahami dan membantu promosi perilaku hijau untuk meningkatkan
perlindungan lingkungan dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Pada
saat ini perusahaan besar terutama di negara maju harus menerapkan praktik
manajemen sumber daya manusia hijau untuk mencapai tujuan organisasi
hijau. Manajemen sumber daya manusia hijau memastikan kelestarian
lingkungan dan membuat organisasi lebih kompetitif dan melibatkan karyawan
dan organisasi dalam inisiatif hijau, kebutuhan bisnis menerapkan praktik hijau
secara efektif untuk mencapai keberlanjutan organisasi.
Meskipun perusahaan di negara berkembang mengadopsi manajemen
sumber daya manusia hijau, negara berkembang harus secara sistematis
mengintegrasikannya ke dalam fungsi manajemen sumber daya manusia. Ini
membantu menangani masalah lingkungan dan masalah terkait secara efektif.
Sebuah literatur yang luas menyarankan bahwa perusahaan dapat mencapai
tujuan lingkungan dan menangani masalah lingkungan dengan menerapkan
manajemen sumber daya manusia hijau.
Menurut Rashid et al., (2023:2) manajemen sumber daya manusia hijau
adalah sebagai kegiatan manajemen sumaber daya manusia yang
meningkatkan dampak lingkungan yang positif dan sangat penting untuk
implementasi yang efektif dari kebijakan pengelolaan lingkungan dan strategi
hijau. Manajemen sumber daya hijau juga merupakan konsep yang
berkembang yang konsisten dengan literatur keberlanjutan organisasi. Joong et
al., (2019:85) mengatakan bahwa istilah GHRM sebagai singkatan dari Green
Human Resources Management. Termasuk perekrutan dan pemeliharaan
karyawan ramah lingkungan, serta memberikan pelatihan tentang lingkungan
dan kontribusi hijau karyawan untuk dimasukkan dalam evaluasi kinerja para
karyawan. GHRM memainkan peran penting dalam pengelolaan lingkungan.
Fungsi SDM memegang peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan
ramah lingkungan.
Keberhasilan pengelolaan lingkungan perusahaan bergantung pada
perilaku ramah lingkungan karyawan, karena perilaku mereka meningkatkan
tingkat perlindungan lingkungan di seluruh perusahaan. Bagi perusahaan untuk
mencapai kelestarian lingkungan, penting untuk memahami caranya GHRM
mempengaruhi perilaku hijau karyawan, yang pada gilirannya mempengaruhi
perlindungan lingkungan perusahaan. Teori identitas sosial menyampaikan
dasar teoritis untuk proses psikologis karyawan dalam kaitannya dengan upaya
lingkungan operasional, komitmen organisasi bertindak sebagai mediator
GHRM untuk perilaku pro-lingkungan.
Berdasarkan teori identitas sosial, karyawan cenderung
mengintegrasikan nilai-nilai organisasi yang positif biasanya merupakan tanda
komitmen organisasi yang kuat jika karyawan yang mengurusnya. Dalam hal
perlindungan lingkungan, mereka lebih bersedia untuk berpartisipasi inisiatif
manajemen lingkungan operasionalnya, termasuk GHRM. Jadi karyawan
biasanya terlibat secara emosional di perusahaan mereka menunjukkan
komitmen organisasional yang lebih tinggi terhadap perusahaan. GHRM
berkaitan dengan pengembangan kemampuan hijau dalam merekrut, memilih,
melatih, dan mengembangkan kepemimpinan hijau. GHRM juga bertujuan
untuk memotivasi karyawan hijau dengan mengevaluasi dan menghargai
kinerja hijau karyawan. Dan misi GHRM adalah mendorong keterlibatan
karyawan dengan memberdayakan mereka dan menciptakan budaya organisasi
yang ramah lingkungan.
Dari definisi manajemen sumber daya manusia hijau di atas dapat
disimpulkan bahwa sumber daya manusia hijau dianggap sebagai aset berharga
bagi perusahaan untuk mempromosikan integrasi praktik hijau ke dalam
manajemen lingkungan, manajemen sumber daya manusia juga membantu
perusahaan untuk membangun tenaga kerja yang memahami dan membantu
promosi perilaku hijau untuk meningkatkan perlindungan lingkungan dan
pengembangan bisnis yang berkelanjutan

Teori Marketing Mix


Secara harfiah atau tata bahasa sederhana dapat ditarik secara garis
besar yaitu marketing adalah pemasaran, sedangkan mix adalah campuran
atau bauran. Sehingga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebut
dengan bauran pemasaran. Menurut (Armstrong, G., Kotler, P., Harker, M.,
& Brennan, 2021:64) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah alat
pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya
dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran sendiri mempunyai empat elemen
yaitu: produk, harga, promosi, dan distribusi. Semua perusahaan terus
berusaha untuk bertahan, berkembang dan mampu bersaing. Maka dari itu
setiap perusahaan selalu menetapkan strategi pemasarannya, karena kegiatan
pemasaran yang dilakukan tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan dari
pemasaran perusahaan yang dapat mempengaruhi tingkat pertambahan laba
yang diperoleh perusahaan dalam jangka panjang serta market share tertentu.
Salah satu unsur dalam kegiatan pemasaran terpadu adalah bauran pemasaran
(marketing mix) karena strategi pemasaran ini adalah yang paling banyak
diterapkan di perusahaan. Dari definisi-definisi di atas dapat diartikan bahwa
marketing mix merupakan variabel terkendali yang bisa digabungkan untuk
mencapai tujuan yang diharapkan dari pasar sasaran. Variabel- variabel
marketing mix tersebut adalah :

  1. Product (produk)
    Produk adalah elemen penting dari program pemasaran
    perushaan. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke
    pasar untuk mendapatkan perhatikan, akuisis, penggunaan atau
    konsumsi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
    Strategi produk ini dapat mempengaruhi strategi pemasaran yang
    lainnya. Konsumen membeli sebuah produk bukan hanya karena
    sekedar ingin memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi
    kebutuhan serta keinginan konsumen.
  2. Price (harga)
    Harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan oleh
    konsumen untuk membeli atau memiliki produk yang diinginkan.
    Harga adalah satu-satunya alat bauran pemasaran yang digunakan
    oleh perusahaan untuk mencapai pemasaran yang diinginkan. Dalam
    memutuskan penentuan harga, maka pihak perusahaan harus
    mengkoordinasikan dengan rancangan produk, distribusi dan
    promosi sehingga bisa membentuk strategi pemasaran yang efektif.
  3. Place (tempat)
    Place yang dalam bahasa Indonesia berarti sebagai tempat.
    Place dalam strategi pemasaran memiliki tiga dimensi sudut
    pandang. Pertama, secara fisik dapat dimaknai sebagai sebuah
    tempat. Tempat atau lokasi bermukimnya sebuah kantor atau
    perusahaan. Sisi strategis sebuah tempat menjadi satu pertimbangan
    penting bagi perusahaan dimana hal ini sebagai penentuan titik
    lokasi yang mudah atau justru jauh untuk diakses oleh pihak – pihak
    terkait. Kedua, secara non fisik dapat dimaknai sebagai suasana
    sebuah tempat yang nyaman, bersih dan teratur, sehingga siapa pun
    yang berada di tempat tersebut dapat menikmati suasana yang
    sesuai. Kenyamanan merupakan poin penting yang perlu digaris
    bawahi. Kenyamanan dapat berasal dari kantor yang bersih, rapi dan
    memiliki kualitas pelayanan yang baik. Ketiga, dapat dimaknai
    sebagai suatu saluran distribusi yaitu aktivitas mendistrbusikan atau
    mengirimkan produk sampai ke konsumen secara tepat waktu.
    Perusahaan dapat menentukan distribusi produk mereka melalui
    distributor, yang akan mendistribusikan produk ke perantara dan
    subkontraktor dan meneruskan produk ke pengecer (retailer) yang
    akan menjual produk tersebut kepada konsumen. Saluran distribusi
    dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu saluran distribusi langsung
    dan saluran distribusi tidak langsung.
  4. Promotion (promosi)
    Promosi adalah salah satu elemen pemasaran, yang mengacu
    pada kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk
    menginformasikan kepada konsumen tentang manfaat dan
    keunggulan kualitas produk dan jasa yang mereka hasilkan. Selain
    itu, kegiatan promosi yang tepat juga diharapkan bisa
    mempertahankan atau menambah brand produk tersebut di
    masyarakat

Strategi Pemasaran


Strategi pemasaran ialah seperangkat tujuan, pedoman, dan aturan
yang memberikan pengarahan pada kegiatan pemasaran perusahaan dan
acuan dan atribusinya pada setiap tingkatan, terutama dalam menanggapi
lingkungan serta kondisi kompetitif industri yang bisa berganti (Assauri,
2015:154). Secara umum keberhasilan atau kegagalan pengembangan
perusahaan tidak hanya bergantung pada bagaimana sebuah perusahaan
memutuskan strategi pemasaran yang akan diterapkan, tetapi juga
tergantung pada analisis dan pengamatan yang tepat terhadap faktor-
faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan. Untuk
mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan, Perusahaan perlu
mengetahui apa yang menjadi kelemahan, kekurangan dan kekuatannya
mereka untuk mempersiapkan persaingan, sehingga dapat mengenal diri
sendiri dengan lebih baik dan memanfaatkan segala peluang yang ada

Green Strategy


Green Strategy merupakan pendekatan terstruktur yang secara signifikan
meningkatkan perlindungan lingkungan serta mendukung keberlanjutan dalam
setiap aktivitas, baik yang berlangsung di dalam maupun di luar perusahaan
manufaktur. Penerapan strategi hijau memungkinkan perusahaan membangun
reputasi yang baik di mata pelanggan, mitra usaha, dan masyarakat luas.
Perusahaan yang menunjukkan komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan
dan ramah lingkungan cenderung mendapatkan apresiasi dan dukungan lebih
besar dari konsumen yang semakin memiliki kesadaran terhadap isu-isu
lingkungan (9).
Pendekatan Green Strategy yang menitikberatkan pada kinerja lingkungan
memiliki keterkaitan yang cukup signifikan dengan sektor bisnis perhotelan.
Pertumbuhan industri pariwisata yang pesat saat ini turut mendorong
perkembangan sektor perhotelan, khususnya di negara-negara berkembang.
Namun demikian, industri perhotelan juga menjadi salah satu kontributor utama
terhadap permasalahan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, penerapan
praktik bisnis berkelanjutan seperti Green Strategy dapat menciptakan kondisi
yang menguntungkan bagi perusahaan (9).

Manajemen Pemasaran


Manajemen pemasaran adalah aktivitas rencana dan peluncuran
perusahaan. Dalam rencana tersebut, ia harus memiliki strategi dan
keterampilan rencana yang benar. Peran manajemen pemasaran di perusahaan
sangat penting, seperti mempersiapkan produk baru, pilihan tujuan
perusahaan, serta mempromosikan produk baru kepada pelanggan.
Manajemen pemasaran yang efektif adalah dapat menilai dan
mengembangkan serangkaian strategi pemasaran yang optimal. Sehabis
memastikan pasar sasaran dan posisi produk yang di idamkan dalam benak
konsumen, industri butuh mendesain program supaya produk bisa
mendapatkan reaksi dari pasaran sasaran. Dalam pemasaran dibutuhkan
sesuatu perlengkapan, perlengkapan disini merupakan program yang bisa
dikontrol oleh industri. Menurut (David jobber et.all, 2019:5) Pemasaran
adalah suatu proses yang terdiri dari segala aktivitas yang dilakukan
perusahaan untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan mengantarkan
nilai kepada pelanggan sehingga tercipta hubungan yang baik dan
berkelanjutan.
(Armstrong, G., Kotler, P., Harker, M., & Brennan, 2021:6)
Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konseptualisasi,
penetapan harga, promosi, dan distribusi ide, barang, dan jasa untuk
menciptakan pertukaran yang memenuhi tujuan individu dan organisasi

Green Innovation


Green Innovation merujuk pada kemajuan teknologi yang dilakukan oleh
perusahaan untuk menciptakan produk yang bersifat ramah lingkungan guna
mendukung prinsip keberlanjutan. Melalui penerapan Green Innovation, perusahaan
dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengoptimalkan operasional internal, serta
menurunkan biaya melalui pendekatan yang berorientasi lingkungan. Secara praktik,
Green Innovation meliputi perubahan dalam desain produk serta proses produksi mulai
dari pemilihan bahan, tahap produksi, hingga distribusi dengan tujuan utama untuk
meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan (27).
Green Innovation mencakup pengembangan produk dan proses yang
berorientasi pada lingkungan, yang dirancang untuk mengurangi konsumsi energi,
menekan polusi, mendaur ulang limbah, serta memanfaatkan sumber daya yang
berkelanjutan (2). Proses inovasi ini mendorong perusahaan untuk mengelola
biaya secara lebih efisien dan menjadi lebih adaptif dalam menjalankan
operasional internal. Selain itu, inovasi juga membantu meningkatkan
pemanfaatan sumber daya secara optimal dan menurunkan tingkat polusi. Ketika
inovasi diterapkan secara efektif, hasil yang diperoleh antara lain adalah
peningkatan aktivitas daur ulang, pengurangan konsumsi energi, dan pada
akhirnya perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitif dipersaingan bisnis (2)

Indikator indikator Green Leadership


Terdapat beberapa indikator yang disebutkan menurut Sopiawadi et al (26)
disebutkan bahwasanya terdapat empat indikator terkait dengan Green Leadership
yaitu sebagai berikut:

  1. Visioner
    Indikator ini menggambarkan kemampuan seorang pemimpin dalam
    mengembangkan suatu visi jangka panjang, strategi yang berfokus pada
    suatu keberlanjutan lingkungan, berpikir inovatif, menginspirasi orang lain
    untuk peduli dan bertindak demi pelestarian lingkungan.
  2. Inspirational motivation
    Indikator ini merupakan kemampuan pemimpin dalam menginspirasi dan
    memotivasi orang lain agar turut peduli terhadap keberlanjutan.
  3. Intellectual stimulation
    Indikator ini merupakan kemampuan pemimpin yang dapat mendorong
    adanya inovasi, serta mampu merangsang munculnya kreativitas pada
    karyawan yang dimana akan mampu dalam membantu karyawan lebih aktif
    dan peduli terhadap keberlanjutan dan isu-isu lingkungan.
  4. Individual consideration
    Indikator ini menggambarkan tentang kemampuan seorang pemimpin dalam
    memperhatikan hal apa saja yang dubutuhkan karyawannya dan
    pengembangan karyawan sehingga dapat turut serta dalam program
    keberlanjutan

Karakteristik Green Leadership


Menurut buku kepemimpinan tata kelola keberlanjutan (25) Green
leadership merupakan suatu gaya kepemimpinan yang mengutamakan suatau
keberlanjutan lingkungan. Terdapat beberapa karakteristik kunci dalam Green
Leadership yaitu sebagai berikut ini:

  1. Fokus pada keberlanjutan
    Green leadership memiliki focus utama untuk menciptakan masa depan
    yang berkelanjutan dan lebih mempertimbangkan keputusan yang memiliki
    dampak jangka panjang pada lingkungan.
  2. Inovasi
    Green leadership lebih inovatif dalam mencari ide baru untuk mengurangi
    dampak lingkungan dari organisasinya.
  3. Pendekatan kolaboratif
    Berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan agar terciptanya visi
    bersama untuk mencapai masa depan yang memfokuskan pada
    keberlanjutan dan bekerja sama untuk mencapai visi tersebut.
  4. Transparansi
    Transparansi terkait dengan tujuan lingkungan mereka dan secara teratur
    melaporkan kemajuan terhadap tujuan tersebut.
  5. Sikap proaktif
    Memiliki sikap yang pro aktif terhadap permasalahan lingkungan dan
    bekerja untuk mencegah masalah sebelum terjadi.
  6. Nilai kuat
    Green leadership memiliki nilai yang kuat terkait dengan keberlanjutan
    lingkungan dan memiliki komitmen untuk hidup dan bekerja dengan cara
    yang sejalan dengan nilai nilai tersebut.
  7. Pembelajaran kontinu
    Green leadership memiliki suatu komitmen yang kuat untuk terus belajar
    dan mencari suatu pengetahuan dan ide baru terkait dengan keberlanjutan
    lingkungan.

Indikator Volume Penjualan


Menurut Kotler dan Amstrong (2016: 5) “ukuran volume
penjualan adalah harga, promosi, kualitas, saluran distribusi dan
produk”.
1) Harga yang diminta
Harga penjualan memiliki peranan penting dan memengaruhi
sejauh mana produk atau jasa yang diproduksi akan terjual.
2) Produk
Walaupun seberapa baik produk dapat memenuhi kebutuhan
pelanggan, produk tetap menjadi salah satu faktor yang paling
signifikan dalam memengaruhi kemampuan perusahaan dalam
menjual sejumlah barang atau jasa yang mereka tawarkan.
3) Promosi
Sebuah perusahaan terlibat dalam promosi ketika tujuannya
adalah untuk memberitahukan kepada calon pelanggan mengenai
perusahaan itu sendiri dan produk atau layanan yang mereka
tawarkan.
4) Saluran distribusi
Saluran distribusi adalah aktivitas bisnis yang mengalihkan
sumber daya untuk memasok produk-produk perusahaan dengan
kualitas yang tinggi.
5) Mutu dan kualitas produk
Kualitas produk adalah salah satu faktor yang memengaruhi
volume penjualan. Pelanggan akan terus melakukan pembelian dari
perusahaan jika produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang
baik.

Faktor yang mempengaruhi volume penjualan


Manajer penjualan harus memahami bahwa ada faktor-faktor
yang memiliki potensi besar untuk memengaruhi hasil penjualan, dan
faktor-faktor ini dapat memiliki dampak signifikan terhadap kinerja
organisasi atau bisnis secara keseluruhan.
Menurut Kotler dan Amstrong (2016:3), “ada beberapa faktor
yang mempengaruhi volume penjualan” antara lain:
1) Kondisi dan kemungkinan penjual
Memahami sejumlah detail penting tentang barang yang akan
dipasarkan termasuk jumlah dan variasi penjual:
a. Jenis dan fitur produk atau layanan yang disediakan
b. Biaya produk
c. Pengiriman dan pembayaran.
2) Dinamika pasar
Pasar itu sendiri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
aktivitas penjualan ketika terjadi transaksi antara sekelompok
pembeli dan penjual. Jenis pasar, kelompok pembeli yang terlibat,
tingkat daya beli, frekuensi pembelian, serta permintaan dan
preferensi pelanggan, semuanya memiliki dampak yang
berpengaruh pada kondisi pasar secara keseluruhan.
3) Modal
Untuk mengirim barang, mengangkut barang, dan
mengembangkan bisnis, perusahaan memerlukan sumber daya
finansial. Dalam konteks ini, modal kerja perusahaan digunakan
untuk mencapai target penjualan yang telah direncanakan.
4) Kondisi Organisasi Perusahaan
Sales professionals umumnya mengurus masalah penjualan
dalam konteks bisnis skala besar.
5) Faktor-faktor Lain
Penjualan sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor tambahan
seperti periklanan, demonstrasi produk, promosi, beragamnya
produk yang ditawarkan, dan pemberian insentif, karena unsur-
unsur ini meningkatkan kemungkinan bahwa pelanggan akan
melakukan pembelian kembali. Berbagai langkah yang dapat
diambil untuk merangsang pertumbuhan volume penjualan adalah
sebagai berikut:
Terdapat upaya untuk meningkatkan volume penjualan yang
mencakup:
a. Memasarkan barang sehingga pelanggan dapat melihatnya.
b. Posisi dan tata letak yang konsisten untuk menarik perhatian
pelanggan pada barang dagangan.
c. Menganalisis pasar
d. Mengindetifikasi calon klien
e. Menyiapkan pameran.
f. Mengadakan diskon atau obral

Green Leadership


Disebutkan oleh Martin et al (20), Green Leadership adalah kemampuan
seorang pemimpin untuk mempengaruhi orang dan menggerakkan organisasi untuk
menentukan kebijakan dan mewujudkan visi keberlanjutan lingkungan dalam
jangka panjang. Tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memiliki
kepedulian terhadap pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan. Green
Leadership juga membutuhkan pemimpin yang memiliki semangat, proaktif,
penuh inisiatif, dan kreatif.
Green Leadership memengaruhi perilaku pro-lingkungan karyawan, yang
pada akhirnya berdampak pada kinerja lingkungan secara keseluruhan. Selain
menjadikan karyawan yang pro terhadap lingkungan Green Leadership juga
mengembangkan kompetensi, sikap, dan perilaku lingkungan karyawan sebagai
keharusan strategis untuk meningkatkan kinerja lingkungan organisasi. Praktik
kepemimpinan hijau telah ditemukan memiliki peran penting dalam membentuk
perilaku hijau karyawan Karyawan didorong untuk menginvestasikan lebih
banyak sumber daya dalam hasil yang ramah lingkungan, seperti memiliki sikap
dan perilaku sadar lingkungan yang menerima sumber daya dan dukungan yang
lebih ramah lingkungan dari para pemimpin mereka, yang disebut sebagai
kepemimpinan yang ramah lingkungan (21)
Green Leadership tidak hanya tentang kepemimpinan, tetapi juga
dipengaruhi oleh perilaku ramah lingkungan. Permasalahan lingkungan saat ini
semakin mendesak karena perubahan lingkungan yang cepat, yang disebabkan
oleh perilaku manusia. Perhatian terhadap masalah lingkungan ini menentukan
11
masa depan kehidupan manusia di bumi. Untuk mencapai keseimbangan antara
planet, people, dan prosperity, diperlukan pengelolaan lingkungan yang baik oleh
pemerintah, perusahaan, dan individu (22).
Green Leadership merupakan suatu gaya kepemimpinan yang dapat
memberikan dampak posistif bagi Perusahaan seperti, dapat mengatasi resiko,
mengamankan sumber daya, dan sistem inovasi utama untuk mengelola tantangan
keberlanjutan. Dengan prinsip prinsip dan pelatihan yang ramah lingkungan dapat
menjadikan model utama bagi manajemen strategis dalam kinerja perusahaan
(23). Dengan mengimplementasikan Green Leadership organisasi berharap dapat
mencapai tidak hanya keberlanjutan ekologis tetapi juga keberhasilan finansial
jangka panjang dengan mengintegrasikan tujuan lingkungan dengan tujuan
strategis yang lebih luas (24)

Leadership


Disampaikan oleh Kardoyo (18) Leadership merupakan elemen penting
dalam manajemen organisasi. Leadership didefinisikan sebagai kemampuan untuk
memotivasi, mengarahkan, dan membimbing orang lain agar mau bekerja sama
untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Leadership adalah inti
dari manajemen, berperan dalam menggerakkan sumber daya organisasi.
Leadership identik dengan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dan
keterampilan untuk memimpin organisasi menuju tujuan yang telah ditetapkan.
Seorang pemimpin yang sukses mampu menerapkan teknik-teknik manajemen
seperti mengatur, menginspirasi, dan membangun kepercayaan diri tim, sehingga
dapat meningkatkan kinerja seluruh karyawan (18).
Leadership juga disebut sebagai kegiatan mempengaruhi orang untuk
berusaha keras untuk mencapai tujuan kelompok. Dari definisi tersebut ada
beberapa hal penting, yaitu: 1. Adanya usaha dari si pemimpin untuk
memengaruhi orang lain yang tidak dibatasi oleh jenis kelompok atau
organisasinya, 2. Tujuan kelompok yang akan dicapai. Pemimpin harus lebih
tangguh dalam menghadapi rintangan dibandingkan seseorang yang lainnya, dan
mereka mempunyai kapasitas untuk bekerja dengan sasaran yang jauh ke depan
serta mempunyai tingkat kekuatan kemauan atau keteguhan hati dalam bekerja.
Peran pemimpin sangat besar dalam memotivasi anggota organisasi dalam
memperbesar energi untuk berperilaku dalam upaya mencapai tujuan (19

Volume Penjualan


Penjualan adalah komunikasi antara individu satu dengan individu
lainnya, dengan tujuan menciptakan, meningkatkan, mengarahkan, atau
mempertahankan kesepakatan pertukaran yang menguntungkan bagi
kedua belah pihak.
Menurut Swastha (2020), ada dua cara untuk mengukur volume
penjualan. Pertama, dengan mencapai target penjualan, yang dapat
diukur dengan jumlah unit produk yang terjual. Kedua, dengan
meningkatnya volume penjualan, yang berarti perusahaan menghasilkan
keuntungan tambahan dari total nilai penjualan yang sebenarnya dalam
suatu periode tertentu. Swastha (2020) juga mengidentifikasi beberapa
indikator volume penjualan, termasuk:

1. Pencapaian volume penjualan

  1. Pencapaian laba
  2. Mendukung pertumbuhan perusahaan.
    Abdullah (2017:23) “penjualan adalah usaha menyelesaikan atau
    menyelesaikan pembelian dan memungkinkan terjadinya transaksi.
    Oleh karena itu, fungsi jual beli merupakan satu kesatuan yang mampu
    melakukan peralihan hak dan transaksi”.
    Volume penjualan dapat berfungsi sebagai ukuran untuk menilai
    kesuksesan perusahaan, terutama bagi pemimpin pasar, dalam
    memasarkan dan menjual produknya. Peningkatan volume juga dapat
    dianggap sebagai indikasi meningkatnya permintaan terhadap produk
    tersebu

Langkah-langkah Mengembangkan Promosi Efektif


Kotler dan Armstrong (2019: 123) mengidentifikasi empat
tahapan dalam mengembangkan promosi yang efektif sebagai berikut:
a) Mengidentifikasi Pelanggan Sasaran
Langkah awal dalam prosedur ini adalah mengidentifikasi
pelanggan target yang spesifik. Ini mencakup calon pembeli,
pengguna saat ini, dan pembeli yang dapat memberikan dampak
positif bagi perusahaan. Keputusan perusahaan tentang pesan yang
akan disampaikan, cara penyampaian, lokasi promosi, dan waktu
pelaksanaannya akan dipengaruhi oleh identifikasi pelanggan
target ini.
b) Menentukan Tujuan Komunikasi
Setelah mengidentifikasi pelanggan target, perusahaan perlu
mencari tanggapan terhadap pembelian. Pembelian merupakan
hasil dari proses pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah
tahapan oleh konsumen. Biasanya, konsumen melewati
serangkaian langkah saat mereka membeli suatu produk, termasuk
tahap kesadaran, pengetahuan, minat, preferensi, kepercayaan, dan
pada akhirnya, pembelian.
Pelanggan sasaran mungkin memiliki tingkat pengetahuan
yang terbatas tentang produk yang ditawarkan, mungkin hanya
mengetahui nama produk atau memiliki pengetahuan terbatas
tentang fitur produk. Dengan demikian, langkah pertama yang
sangat penting bagi bisnis adalah meningkatkan kesadaran dan
pemahaman pelanggan. Setelah pelanggan memiliki pengetahuan
tentang produk, perusahaan harus menggunakan beragam alat
promosi untuk mempromosikan preferensi terhadap produk
tersebut, menciptakan perasaan positif, dan membangun
kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan.
Pada akhirnya, walaupun pelanggan yang menjadi target
mungkin sudah memiliki keyakinan terhadap produk yang
ditawarkan, mereka mungkin masih ragu untuk melangsungkan
pembelian. Mungkin mereka membutuhkan informasi tambahan
atau menunggu perbaikan kondisi ekonomi. Karena itu, perusahaan
perlu membantu konsumen mencapai tahap pembelian akhir
dengan memberikan penawaran harga promosi khusus atau insentif
berupa bonus sebagai dorongan.
c) Merancang Komunikasi
Merancang komunikasi dengan tujuan mencapai respons yang
diinginkan melibatkan tiga aspek penting: apa yang perlu
disampaikan (strategi pesan), bagaimana cara menyampaikannya
(strategi kreatif), dan siapa yang akan menjadi penyampai pesan
tersebut (sumber pesan). Ini adalah tiga pertimbangan utama yang
diidentifikasi oleh Kotler dan Armstrong (2019: 125).
1) Strategi pesan: Manajemen perlu mengidentifikasi daya tarik,
ide, atau tema yang terkait dengan posisi merek atau produk,
serta menentukan aspek yang membedakan produk dari pesaing.
2) Strategi kreatif: Keberhasilan promosi atau komunikasi
pemasaran tergantung pada cara pesan disampaikan dan isi
pesannya. Jika promosi atau komunikasi pemasaran tidak
berhasil, ini menunjukkan bahwa pesan dan isinya kurang baik.
3) Sumber pesan: Seringkali, promosi atau komunikasi pemasaran
tidak melibatkan sumber eksternal. Sebaiknya, promosi atau
komunikasi pemasaran memanfaatkan individu yang memiliki
popularitas, seperti selebriti, karena pesan yang disampaikan
oleh sumber yang terkenal dan dapat dipercaya dapat menarik
perhatian lebih banyak orang.
d) Memilih Saluran Komunikasi
Menurut Kotler dan Armstrong (2019:128) terdapat dua jenis
saluran komunikasi. “Pertama, saluran komunikasi pribadi.
Saluran dimana dua orang atau lebih berkomunikasi langsung satu
sama lain diantaranya berkomunikasi tatap muka, melalui telepon,
atau e-mail. Beberapa saluran komunikasi pribadi dikendalikan
langsung oleh perusahaan, tetapi komunikasi pribadi lain mengenai
produk mungkin menjangkau pembeli dengan saluran yang tidak
dikendalikan langsung oleh perusahaan

Green Human Resources Management


Menurut Owino & Kwasira (16) Green Human Resources Management
Green Human Resource Management adalah pendekatan inovatif terhadap kinerja
dan fungsi Sumber Daya Manusia dalam suatu organisasi, di mana konteks
lingkungan merupakan dasar dari semua inisiatif yang dilakukan. Green Human
Resource Management dinyatakan sebagai keterlibatan semua kegiatan dalam
pengembangan, implementasi dan pemeliharaan sistem yang berkelanjutan yang
bertujuan membuat karyawan organisasi menjadi ramah lingkungan.
Green Human Resources Management adalah tujuan yang membantu
dalam menciptakan tenaga kerja hijau yang dapat memahami dan menghargai
suatu Green Culture di organisasi atau perusahaan. Green Innovation seperti ini
dapat mempertahankan tujuan hijaunya selama proses Human Resources
Management perekrutan dan pelatihan, kompensasi, pengembangan, dan
memajukan sumber daya manusia perusahaan. Departemen sumber daya manusia
di perushaan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan budaya yang
mendorong tentang keberlanjutan di perusahaan. Proses seleksi, kompensasi
insentif, sistem manajemen kinerja, keterlibatan karyawan, dan pelatihan menjadi
pusat keberhasilan perusahaan (17).
Selain itu dijelaskan juga bahwa Green Human Resources Management
merupakan pendekatan inovatif terhadap kinerja dan fungsi sumber daya manusia
dalam suatu organisasi, yang dimana konteks lingkungan adalah pondasi awal dari
semua inisitaif yang dilakukan (17)

Green Competitive Advantage


Green Competitive Advantage adalah kondisi di mana suatu perusahaan
menempati beberapa posisi mengenai pengelolaan lingkungan atau inovasi hijau.
Dalam konteks ini, pesaing organisasi seringkali tidak dapat meniru strategi
lingkungan yang diadopsi, yang mengarah pada pencapaian tujuan dan manfaat
berkelanjutan. Dari definisi ini, jelas bahwa Green Competitive Advantage
merupakan hal penting yang harus dicapai oleh perusahaan melalui berbagai
sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan kinerja lebih baik dari
kompetitor. Penerapan inovasi hijau dan kesadaran lingkungan yang tinggi
mengarah pada pengembangan kinerja yang lebih baik, keunggulan kompetitif
yang lebih baik , dan bisnis yang berkelanjutan (13).
Green Competitive Advantage juga dapat didefinisikan sebagai strategi
lingkungan dan keberlanjutan yang sukses yang tidak dapat ditiru oleh pesaing.
Bisnis harus mengambil bagian dalam proyek yang kreatif, inovatif, dan ramah
lingkungan jika mereka ingin membangun keunggulan kompetitif hijau (14).
Klassen dan McLaughlin mencatat bahwa Green Competitive Advantage
ditingkatkan ketika bisnis dapat mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi
operasional, dan meningkatkan reputasi mereka dengan pemangku kepentingan
(15).

Promosi (Promotion)


Pada hakikatnya promosi merupakan suatu bentuk
komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran adalah aktivitas
pemasaran yang berusaha untuk menyebar informasi,
mempengaruhi/membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas
perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan
loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Swastha dan Irawan (2001), Promosi adalah arus
informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan
seseorang atau organisasi kepada tindakan menciptakan pertukaran
dalam pemasaran.
Promosi hendaknya mencakup siapa, apa, kapan dan di mana
penentuan usaha dapat memenuhi semua keinginan orang dan tidak
semua perusahaan memiliki dana tak terbatas untuk keperluan
promosi, maka itu promosi harus diarahkan ke pasar sasaran. Promosi
dapat meliputi nama perusahaan, logo teknik personal selling,
promosi penjualan istimewa, hubungan masyarakat dan
publisitasnya. Perlu diperhatikan, sebaiknya perusahaan
berhubungan dengan media sebelum usaha didirikan.
Untuk mengomunikasikan produk perlu disusun suatu
strategi yang sering disebut dengan strategi Bauran Promosi
(promotion-mix) yang terdiri atas 4 (empat) komponen utama, yaitu
periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion),
hubungan masyarakat (public relation), dan penjualan perorangan
(personal selling)

Tempat atau Saluran Distribusi (Place)


Saluran distribusi yaitu sekelompok organisasi yang saling
tergantung dalam keterlibatan mereka pada proses yang
memungkinkan suatu produk tersedia bagi penggunaan atau
konsumsi oleh konsumen atau pengguna industrial. Dalam hal
kebijakan distribusi, desain saluran perlu ditetapkan. Mendesain
sistem saluran memerlukan analisis kebutuhan layanan konsumen,
penetapan sasaran dan kendala-kendala saluran pengidentifikasian
alternatif-alternatif saluran yang utama serta mengevaluasinya,
selanjutnya perlu ditetapkan sasaran dan kendala saluran.
Setelah perusahaan menetapkan sasaran yang hendak dicapai
oleh salurannya, selanjutnya ia harus mengidentifikasikan alternatif-
alternatif utama salurannya yang berhubungan dengan jenis
perantara, jumlah perantara, dan tanggung jawab anggota saluran.
Jenis perantara: mencari jenis perantara yang sesuai dengan produk
untuk dapat menjual atau mendekatkannya pada konsumen. Jumlah
perantara: perusahaan dapat memutuskan banyaknya pedagang
perantara dari tiap tingkat yang menurutnya paling efektif. Tanggung
jawab anggota saluran: produsen dan perantara sepakat mengenai
syarat dan tanggung jawab masing-masing anggota saluran mengenai
harga, hak wilayah, dan layanan khusus.
Selanjutnya perusahaan harus mengevaluasi masing-masing
alternatif berdasarkan kriteria ekonomi, pengendalian, dan adaptif.
Kriteria ekonomi: memilih alternatif berdasarkan keuntungan bersih
yang dihasilkan setelah mengurangi pendapatan penjualan yang
dilakukan oleh saluran dengan semua biaya yang dikeluarkan.
Pengendalian: pemilihan saluran yang problem pengendaliannya
menjadi hal yang utama. Adaptif: perusahaan dapat menyalurkan
produknya ke saluran-saluran itu dalam waktu yang berjangka lama
atau berjangka pendek.
Menurut Kotler dan Amstrong (2019: 63) tempat atau saluran
distribusi yaitu “kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia
untuk dikonsumsi oleh konsumen. Keputusan saluran perusahaan
secara langsung akan mempengaruhi semua keputusan pemasaran
lain”. Penentuan harga tergantung pada apakah perusahaan
berkolaborasi dengan mitra lain atau menjual produk secara langsung
melalui platform situs web.

Indikator Harga


Menurut Kotler dan Amstrong (2019: 62) indikator
harga yaitu sebagai berikut:
a) Daftar Harga
Daftar Harga adalah daftar yang mencantumkan informasi
mengenai harga-harga yang tertera pada menu atau produk
secara langsung.
b) Diskon
Diskon adalah potongan harga yang diberikan secara
langsung kepada pembeli ketika mereka melakukan pembelian
dalam jumlah besar selama periode waktu tertentu.
c) Potongan Harga
Potongan harga adalah penurunan harga yang diberikan
oleh produsen kepada konsumen pada suatu produk

Strategi Penetapan Harga Bauran Produk


Strategi untuk menetapkan harga suatu produk seringkali
berubah ketika produk tersebut menjadi bagian dari rangkaian
produk yang lebih besar. Dalam konteks ini, perusahaan mencari
kombinasi harga yang akan menghasilkan keuntungan maksimal
dari keseluruhan rangkaian produk. Menurut Kotler dan
Armstrong (2019:6), terdapat empat pendekatan dalam penetapan
harga untuk rangkaian produk. Pertama, ada strategi penetapan
harga lini produk yang mengatur rentang harga antara berbagai
produk dalam suatu lini produk berdasarkan perbedaan biaya
antar produk, evaluasi konsumen terhadap berbagai fitur yang
berbeda, serta harga pesaing. Kedua adalah penetapan harga
produk terkait dimana “menetapkan harga untuk produk yang
harus digunakan serta produk utama, seperti bilah untuk silet”.
Ketiga adalah penetapan harga produk sampingan dimana
“menetapkan harga untuk produk sampingan guna membuat
harga produk utama lebih kompetitif”. Terakhir adalah penetapan
harga paket produk dimana “penetapan harga dengan
menggabungkan beberapa produk lalu menawarkan paket produk
kepada konsumen pada harga yang lebih murah jika
dibandingkan kalau harus membeli produk secara terpisah”.

Indikator Produk


Menurut Kotler dan Armstrong (2019: 62), indikator produk
adalah:
a) Keberagaman Produk
Diversifikasi produk merujuk pada kemampuan perusahaan
untuk menawarkan beragam produk guna memenuhi preferensi
dan kebutuhan dari konsumen mereka.
b) Kualitas Produk (Product Quality)
Kualitas adalah karakteristik dari suatu produk yang dinilai
berdasarkan kemampuannya untuk memenuhi standar atau
kebutuhan yang diungkapkan atau tersirat oleh pelanggan.
Kepuasan pelanggan dan nilai produk sangat terkait erat satu
sama lain. Kinerja produk juga dipengaruhi oleh tingkat
kualitasnya.
c) Label (labelling)
Selembar kertas, metal atau benda lain yang dibubuhkan
pada produk yang menunjukkan tanda (informasi) tentang isi,
milik dan sumber.
Label adalah bagian dari sebuah produk yang membawa
informasi verbal tentang produk atau tentang penjualnya. Label
merupakan bagian sebuah kemasan, atau merupakan etika lepas
yang ditempelkan pada produk.
Pemberian label dapat berfungsi:

  • Mengidentifikasi produk atau merk
  • Menggolongkan produk
  • Menjelaskan beberapa hal mengenai produk
  • Dapat digunakan sebagai alat untuk promosi.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


Menurut Sunarsi (2020), Marketing Mix dapat didefinisikan
sebagai gabungan dari elemen atau tindakan yang merupakan elemen
pokok dalam pemasaran, yang terdiri dari strategi produk (product),
penetapan harga (price), distribusi (place), dan promosi (promotion).
Menurut Kotler dan Amstrong (2019:62) bauran pemasaran
adalah “serangkaian alat pemasaran (marketing mix) yang digunakan
oleh perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam pasar
sasaran”.
Menurut Kotler dan Armstrong (2016:47), bauran pemasaran
atau marketing mix terdiri dari empat komponen utama yang dapat diatur
oleh perusahaan. Komponen-komponen ini mencakup produk (product),
harga (price), distribusi (place), dan promosi (promotion). Marketing
Mix ini adalah suatu alat yang dapat dikelola dan digunakan oleh pelaku
bisnis untuk memengaruhi persepsi konsumen di pasar target mereka
terkait dengan produk, harga, lokasi, dan promosi.

Fungsi Strategi Pemasaran


Menurut Sudaryono (2016:50), berikut adalah ringkasan dari
fungsi-fungsi pemasaran yang disajikan:
a) Fungsi Penukaran
Pemasaran memungkinkan konsumen untuk memperoleh
produk dari produsen, baik melalui pembelian dengan uang
maupun pertukaran produk dengan produk (barter), baik untuk
keperluan pribadi maupun untuk tujuan revendasi. Proses
pertukaran ini adalah salah satu dari empat metode yang
digunakan oleh individu untuk memperoleh suatu produk.
b) Fungsi Distribusi Fisik
Proses distribusi fisik produk melibatkan pengangkutan dan
penyimpanan produk. Produk diangkut dari produsen ke
konsumen dengan berbagai metode, seperti melalui transportasi
air, darat, udara, dan lainnya. Penyimpanan produk bertujuan
untuk memastikan ketersediaan produk ketika dibutuhkan dan
untuk mencegah kekurangan stok.
c) Fungsi Perantara
Untuk mengantarkan produk dari produsen ke konsumen,
dapat menggunakan perantara pemasaran yang menghubungkan
proses pertukaran dengan distribusi fisik. Fungsi perantara
melibatkan beberapa aktivitas, seperti mengurangi risiko,
memberikan pembiayaan, mencari informasi, dan melakukan
standarisasi serta pengelompokan produk (klarifikasi)

Tujuan Strategi Pemasaran


Tujuan pokok pendirian sebuah perusahaan pemasaran adalah
mencapai tingkat profitabilitas tertentu, pertumbuhan perusahaan,
atau peningkatan pangsa pasar. Konsep pemasaran memandang
bahwa mencapai tujuan-tujuan tersebut tergantung pada keputusan
yang diambil oleh konsumen. Untuk memenuhi keputusan
konsumen tersebut, perusahaan harus melaksanakan berbagai
kegiatan pemasaran secara terpadu.

Macam-macam Strategi Pemasaran


Secara prinsip, strategi dapat diklasifikasikan berdasarkan
berbagai jenis strategi yaitu, strategi manajemen, strategi investasi,
dan strategi bisnis.
1) Strategi Manajemen
Strategi manajemen adalah strategi yang dapat digunakan
oleh tim manajemen dengan fokus pada perencanaan strategi
secara keseluruhan, seperti strategi pengembangan produk,
penentuan harga, ekspansi pasar, dan lain sebagainya.
2) Strategi Investasi
Strategi ini melibatkan keputusan terkait investasi, seperti
apakah perusahaan akan mengadopsi pendekatan pertumbuhan
agresif dengan mencoba untuk menembus pasar, ataukah akan
memilih strategi bertahan, mengembangkan kembali divisi baru,
dan sebagainya.
3) Strategi Bisnis
Strategi ini menitikberatkan pada berbagai aspek
manajemen seperti strategi pemasaran, strategi produksi, strategi
distribusi, dan juga strategi yang berkaitan dengan aspek keuangan
(Rahmi Rangkuti, 2018:10)

Strategi Pemasaran


Para ahli dalam buku-buku mereka masing-masing telah
mengemukakan berbagai definisi mengenai strategi. Secara etimologi,
kata “strategi” berasal dari Bahasa Yunani “Strategos,” yang merupakan
penggabungan dari “Stratos” (tentara) dan “ego” (pimpinan). Dalam
intinya, strategi adalah suatu rencana atau metode yang digunakan
sebagai landasan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Dengan kata
lain, strategi digunakan sebagai alat untuk mencapai sasaran yang
diinginkan.
Swastha (2018) Strategi pemasaran dapat digambarkan sebagai
suatu rencana besar yang menguraikan cara sebuah perusahaan harus
menjalankan operasinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Kotler (2017), strategi pemasaran adalah cara berpikir yang
akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran suatu perusahaan. Ini
dapat mencakup strategi khusus untuk pasar target, menentukan posisi
perusahaan, mengatur bauran pemasaran (marketing mix), serta
menentukan besaran anggaran pemasaran.
Menurut Tjiptono (2016), strategi pemasaran adalah suatu instrumen
pokok yang disusun atau direncanakan dengan tujuan mencapai target
perusahaan, sambil terus mengembangkan keunggulan bersaing secara
berkelanjutan

Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian


Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa untuk variabel harga
berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian pada pizza
hut delivery Bogor cabang Pajajaran. Sebab harga yang diberikan pizza hut
delivery Bogor cabang Pajajaran saat ini banyak memberikan potongan
harga, dan harganya juga yang terjangkau sehingga mampu mempengaruhi
konsumen untuk membelinya. Hasil penelitian ini pun didukung dengan
penelitian yang sudah dilakukan oleh Pina, et al. (2016) yang menyatakan
bahwa harga positif berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen
pada Rumah Makan Khas Kaili di Kota Palu. Sehingga variabel harga
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada pizza hut
delivery Bogor cabang Pajajaran.

Pengaruh Produk terhadap Keputusan Pembelian


Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa untuk variabel produk
berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian pada pizza
hut delivery Bogor cabang Pajajaran. Sebab variasi produk, kualitas
produk, dan tampilan produk pada pizza hut delivery Bogor cabang
Pajajaran merupakan faktor penting konsumen memutuskan untuk
membelinya. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh
Kotler dan Keller (2012:5) yang menyatakan bahwa produk adalah segala
sesuatu yang dapat ditawarkan pada pasar agar menarik perhatian, akuisisi,
penggunaan atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu kebutuhan dan
keinginan

Indikator Keputusan Pembelian


Menurut Kotler (2010:159) menyatakan bahwa, dalam penelitian ini
menggunakan empat indikator untuk menentukan keputusan pembelian,
yaitu :
a. Kemantapan pada sebuah produk
b. Kebiasaan dalam membeli sebuah produk
c. Memberikan rekomendasi kepada orang
d. Melakukan pembelian ulang

Faktor-Faktor pada Keputusan Pembelian


a. Faktor Budaya
Budaya, sub budaya, maupun kelas sosial sangat penting bagi perilaku
pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan serta perilaku
paling mendasar. Anak-anak yang sedang tumbuh akan mendapatkan
seperangkat nilai, persepsi, preferensi, serta lembaga-lembaga penting
lainnya. Masing-masing sub budaya terdiri dari kebangsaan, agama,
kelompok, ras, dan wilayah geografis.
Pada intinya dalam sebuah tatanan kehidupan dalam bermasyarakat
terdapat sebuah tingkatan (strata) sosial.
b. Faktor Sosial
Selain faktor budaya, perilaku pembelian konsumen juga dipengaruhi
oleh beberapa faktor sosial diantaranya adalah :
1) Kelompok acuan
Kelompok acuan dalam perilaku pembelian konsumen dapat
didefinisikan sebagai kelompok yang dapat memberikan pengaruh
secara langsung. kelompok ini biasanya mampu memberikan
pengaruh secara langsung terhadap seseorang. Adapun anggota
kelompok ini adalah kelompok primer seperti keluarga, teman,
tetangga, dan rekan kerja.
2) Keluarga
Dalam sebuah organisasi pembelian konsumen, keluarga
dibedakan menjadi dua bagian yaitu yang pertama keluarga
dikenal dengan istilah keluarga orientasi. Keluarga jenis ini terdiri
dari orang tua serta saudara kandung seseorang yang dapat
memberikan orientasi agama, politik, dan ekonomi serta ambisi
pribadi, harga diri, dan cinta. Kedua adalah keluarga yang terdiri
dari pasangan dan jumlah anak yang dimiliki seseorang. Keluarga
jenis ini biasanya disebut dengan keluarga prokreasi.
3) Peran dan status
Semakin tinggi peran seseorang di dalam sebuah organisasi maka
akan semakin tinggi pula status mereka dalam organisasi itu.
c. Faktor Pribadi
Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi
diantaranya adalah usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan
ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian diri pembeli.
d. Faktor Psikologis
Pilihan yang dibeli seorang konsumen lebih lanjut dipengaruhi oleh
empat faktor psikologis, yaitu :

  1. Motivasi
    Motivasi (dorongan) adalah kebutuhan yang cukup menekan
    untuk mengarahkan seseorang untuk mencari cara agar dapat
    memuaskan kebutuhan.
  2. Persepsi
    Seseorang yang sudah termotivasi akan siap untuk bertindak.
    Bagaimana orang tersebut dapat bertindak karena dipengaruhi
    oleh persepsi mengenai situasi. Persepsi itu sendiri adalah proses
    yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan, serta
    mengiteprestasikan informasi agar dapat membentuk gambaran
    yang berarti mengenai dunia.
  3. Pengetahuan
    Jika konsumen bertindak maka dengan sendirinya mereka telah
    belajar. Pelajaran tersebut menjelaskan perubahan dalam tingkah
    laku individual yang muncul dari pengalaman, pembelajaran
    berlangsung melalui saling pengaruh dari dorongan, rangsangan,
    petunjuk, respon, serta pembenaran.
  4. Keyakinan dan Sikap
    Keyakinan merupakan pemikiran deskriptif yang dimiliki
    seseorang mengenai sesuatu. Sedangkan sikap merupakan
    evaluasi, perasaan, serta kecenderungan dari seseorang terhadap
    suatu objek atau ide yang relatif konsisten.

Proses Keputusan Pembelian


Terdapat lima peran yang terjadi dalam keputusan pembelian, yaitu :
a. Pemprakarsa (initiator). Orang yang pertama kali memberikan saran
untuk membeli suatu produk atau jasa tertentu.
b. Pemberi pengaruh (influencer). Orang yang pandangannya atau
nasihatnya memberikan bobot dalam pengambilan keputusan akhir.
c. Pengambil keputusan (decider). Orang yang menentukan sebagian
atau keseluruhan keputusan pembelian, dengan bagaimana dia
membeli, dan di mana akan membeli.
d. Pembeli (buyer). Orang yang melakukan pembelian secara nyata.
e. Pemakai (user). Orang yang mengkonsumsi dan menggunakan produk
atau jasa

Struktur Keputusan Pembelian


Swasta dan Handoko (2020:102) menyatakan bahwa, keputusan
pembelian suatu produk mempunyai suatu struktur sebanyak tujuh
komponen, yaitu :
a. Keputusan tentang jenis produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk
dan menggunakan uangnya untuk tujuan lain, dalam hal ini
perusahaan harus memusatkan perhatiannya pada orang-orang yang
berminat membeli jenis produk serta alternatif lain yang mereka
pertimbangkan.
b. Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen dapat mengambil keputusan dalam membeli sebuah
produk dengan bentuk tertentu, seperti tentang ukuran, mutu, corak,
dan lain sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset
pemasaran agar mengetahui kesukaan konsumen tentang produk yang
bersangkutan untuk dapat memaksimumkan daya tarik mereknya.
c. Keputusan tentang merek
Konsumen harus mengambil keputusan dimana produk itu telah
dibeli, setiap merek memiliki beberapa perbedaan tersendiri. Pada
kasus ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih
sebuah merek.
d. Keputusan tentang penjualannya
Konsumen harus mengambil keputusan dimana produk itu akan dibeli,
apakah di pengecer atau di toko khusus. Oleh karena itu pemasar
harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
e. Keputusan tentang jumlah produk
Konsumen dapat mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada
suatu pasar.
f. Keputusan tentang waktu pembelian
Konsumen membuat keputusan tentang kapan ia akan melakukan
pembelian. Keputusan tersebut menyangkut tentang tersedianya dana
untuk membeli produk yang diinginkannya. Oleh sebab itu,
keputusan tentang waktu pembelian ini berkaitan dengan tersedianya
dana dan juga berkaitan dengan masalah-masalah tingkat harga dari
produk tersebut.
g. Keputusan tentang pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara
membayar produk yang telah dibelinya. Keputusan itu dipengaruhi
oleh penjualan dan jumlah pembelinya

Indikator Proses

Menurut Booms dan Bitner dalam Wijaya (2013:65)
menyatakan proses mempunyai beberapa indikator, yaitu :
1) Kebijakan (polices)
2) Prosedur (procedure)
3) Mekanisme (mechanism)
4) Keterlibatan karyawan dengan konsumen (employee customer
involvement)
Menurut Tjiptono (2014:43) menyatakan bahwa indikator proses
terdiri dari :
1) Proses check in dan check out cepat dan menyenangkan
2) Proses pemesanan mudah serta bisa online
3) Proses pembayaran mudah dan tidak ribet
4) Proses pelayanan dari awal hingga akhir baik
5) Proses pengolahan makanan dijamin bersih dan halal
Menurut Sukotjo (2010:2) menyatakan bahwa proses
mempunyai beberapa indikator, yaitu :
1) Kemudahan Transaksi
2) Kecepatan Transaksi
3) Ketelitian

Proses (process)

Yang dimaksud proses dalam pemasaran ialah procedure actual,
mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan
jasa. Proses disini mencangkup bagaimana cara perusahaan melayani
permintaan pada tiap konsumennya. Mulai dari konsumen tersebut
memesan (order) hingga akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka
butuhkan. Beberapa perusahaan tertentu biasanya memiliki cara yang unik
dan khusus dalam melayani konsumennya. Proses disini merupakan
kegiatan yang menunjukan bagaimana pelayanan diberikan kepada
konsumen selama melakukan pembelian suatu barang.
Proses dapat diartikan sebagai mutu layanan, sedangkan mutu layanan
itu sendiri bergantung pada proses penyampaian informasi kepada
konsumen. Mengingat bahwa penggerak perusahaan adalah karyawan itu
sendiri, maka untuk menjamin mutu layanan (quality assurance), seluruh
operasional perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan
prosedur yang terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi,
berkomitmen, serta loyal terhadap perusahaan dimana tempatnya bekerja.

Indikator Partisipan

Menurut Zeithaml dan Bitner dalam Alma (2013:19)
menyatakan indikator dari people terbagi menjadi dua, yaitu :
1) Pelayanan Karyawan
2) Konsumen
Menurut Kotler dan Amstrong (2014:62) menyatakan indikator
dari partisipan terbagi menjadi empat, yaitu :
1) Kerapian
2) Kebersihan
3) Kehandalan
4) Keramahan

Partisipan (people)


Partisipan merupakan bagian yang tidak kalah penting dari unsur-
unsur lain dari bauran pemasaran karena disini semua pelaku memainkan
peranan penting dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi
persepsi pembeli. Yang dimaksud partisipan disini adalah karyawan
penyedia jasa layanan maupun penjualan, ataupun orang-orang yang
terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan itu
sendiri yang ingin menjual dan menyampaikan produk kepada sasaran.
Menurut Lovelock (2011:48) menyatakan bahwa, partisipan adalah
semua pelaku berperan dalam penyajian jasa dan berinteraksi secara
langsung dengan pembeli, sehingga dapat mempengaruhi persepsi
pembeli.

Indikator Promosi


Menurut Kotler dalam Rosvita (2010:28) menyatakan terdapat
tiga indikator promosi yaitu :
1) Jangkauan Promosi.
2) Kuantitas penayangan iklan di media promosi.
3) Kualitas penyampaian pesan dalam penayangan iklan di media
promosi.
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:432) menyatakan bahwa
indikator promosi terdiri dari lima, yaitu :
1) Periklanan (Adversiting)
2) Promosi penjualan (Sales Promotion)
3) Penjualan perseorangan (Personal Selling)
4) Hubungan masyarakat (Public Relations)
5) Penjualan langsung (Direct Marketing)
Menurut Kotler dan Amstrong (2016:520) menyatakan bahwa
terdapat beberapa indikator dari variabel promosi, yaitu :
1) Kupon (Coupons)
2) Potongan harga (Rebates)
3) Paket harga atau penawaran diskon (Price pack or cents-off-
deals)

Promosi (promotion)


Salah satu bentuk komunikasi yang biasa digunakan oleh perusahaan
adalah promosi yang bertujuan untuk memperkenalkan, memberitahukan,
meyakinkan serta membujuk konsumen untuk membeli produk yang sudah
ditawarkan. Dapat dikatakan promosi karena merupakan salah satu alasan
komunikasi yang bersifat membujuk serta mengajak agar konsumen
tertarik dengan produk-produk yang ditawarkan atau dipasarkan dan
diharapkan terjadinya transaksi penjualan.
Menurut Lovelock (2011:46) menyatakan bahwa, promosi
merupakan kegiatan untuk menginformasikan, mengajak, dan
mengingatkan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung
mengenai suatu merek atau produk yang ditawarkan.
Menurut Sunyoto (2012:154) menyatakan bahwa, kegiatan promosi
bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan
konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen
dalam kegiatan pembelian atau penggunaan produk sesuai dengan
kebutuhan dan kerugiannya.

Indikator Harga


Menurut Kotler dan Amstrong (2015:452) menyatakan bahwa,
indikator yang digunakan dalam penetapan harga antara lain :
1) Penetapan harga jual
2) Elastisitas harga
3) Pertumbuhan harga pesaing
Menurut Goenadhi (2011:159) menyatakan bahwa, persepsi
harga dapat diukur dengan indikator sebagai berikut :
1) Terjangkau
2) Bersaing
3) Sesuai manfaat
Menurut Asasauri (2015:352) menyatakan bahwa, indikator
harga dapat diukur dengan tiga indikator, yaitu :
1) Keterjangkauan Harga
2) Diskon atau Potongan Harga
3) Cara Pembayaran

Harga (price)


Harga merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan untuk
medapatkan sebuah produk atau jasa. Lebih spesifik lagi, harga adalah
uang yang konsumen tukarkan untuk mendapatkan manfaat dengan
menggunakan suatu barang atau jasa. Harga mencangkup tentang
penentuan penetapan harga yang layak ditawarkan pada pasar berdasarkan
kualias produk, segmentasi dan target pasarnya, yang dinyatakan oleh
Lovelock (2011:45).
Menurut Kotler dan Keller (2012:405) menyatakan bahwa, harga
adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan
pendapatan dan paling mudah untuk disesuaikan, suatu harga yang
ditetapkan mempunyai nilai arti yang sangat penting bagi sebuah
perusahaan. Fungsi harga adalah membantu para konsumen untuk
memutuskan cara memperoleh manfaat.
Menurut Untoro, Joko (2010:8) menyatakan bahwa harga adalah
kemampuan yang dimiliki oleh suatu barang atau jasa, yang dinyatakan
dalam bentuk uang.

Bauran Pemasaran


Menurut Assauri (2015:198) menyatakan bahwa, bauran pemasaran
merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran, para pembeli atau konsumen. Intinya bauran pemasaran
merupakan variabel-variabel yang digunakan perusahaan dalam kegiatan
pemasarannya. Variabel dari bauran pemasaran yang terdiri dari produk,
harga, promosi, dan tempat. Sementara itu, untuk pemasaran jasa perlu bauran
pemasaran yang diperluas dengan elemen-elemen tambahan seperti
partisipan, proses, dan bukti fisik yang dinyatakan oleh Kotler dan Amstrong
(2010:62).
Ketujuh unsur bauran pemasaran tersebut saling berhubungan dan
berpengaruh satu dengan lainnya, sehingga harus diupayakan untuk
menghasilkan suatu kebijakan pemasaran yang mengarah kepada layanan
dalam kepuasan konsumen. Jadi di dalam bauran pemasaran terdapat variabel-
variabel yang saling mendukung satu dengan lainnya, yang kemudian oleh
perusahaan akan digabungkan untuk memperoleh tanggapan-tanggapan yang
diinginkan di dalam pasar sasaran.

  1. Produk (product)
    Produk merupakan titik pusat dari kegiatan pemasaran karena produk
    merupakan hasil dari suatu perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar
    untuk dikonsumsi dan produk merupakan alat dari suatu perusahaan untuk
    mencapai tujuan dari perusahaannya. Suatu produk harus memiliki
    keunggulan dari produk-produk yang lain baik dari segi kualitas, desain,
    bentuk, ukuran, kemasan, pelayanan, garansi, dan rasa agar dapat menarik
    minat konsumen untuk membeli lalu mencoba produk tersebut.
    Produk merupakan elemen yang penting dalam sebuah program
    pemasaran. Strategi produk dapat mempengaruhi strategi pemasaran yang
    lainnya sehingga pembelian sebuah produk bukan hanya sekedar untuk
    memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dan
    keinginan para konsumen. Seperti yang diungkapkan oleh Kotler dan
    Keller (2012:5) menyatakan bahwa, produk adalah segala sesuatu yang
    dapat ditawarkan ke pasar untuk menarik perhatian, dimiliki, digunakan
    atau dikonsumsi serta dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan
    konsumen.

Manajemen Pemasaran


Hampir semua orang beranggapan bahwa manajemen pemasaran
adalah mencari pelanggan sebanyak-banyaknya untuk produk-produk yang
sekarang ada pada perusahaan yang bersangkutan. kebanyakan diantaranya
hanya berfokus pada perancangan iklan dan aktifitas penjualan saja,
sedangkan tanggung jawab seorang pemasaran hanya difokuskan sebagai
wiraniaga (orang yang melakukan penjualan barang secara langsung kepada
konsumen). Tetapi pandangan ini terlalu sempit, karena konsumen
mempunyai tingkatan permintaan yang diinginkan untuk produknya.
Menurut Kotler dan Keller (2012:5) menyatakan bahwa, definisi
manajemen pemasaran adalah sebagai seni dan ilmu untuk memilih pasar
sasaran dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan dengan
menciptakan, menghantarkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang
lebih unggul.
Pengertian menurut Assauri, Sofjan (2013:12) menyatakan bahwa,
manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan,
pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk
membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui
sasaran pasar guna untuk mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam
jangka waktu yang panjang.
Menurut Suparyanto dan Rosad (2015:1) menyatakan bahwa,
manajemen pemasaran adalah proses menganalisis, merencanakan, mengatur,
dan mengelola program-program yang mencangkup pengkonsepan, penetapan
harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang dirancang
untuk menciptakan dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan
pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Buchori dan Djaslim (2010:5) menyatakan bahwa,
manajemen pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan
konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang, dan jasa,
untuk menghasilkan pertukaran yang memuaskan individu dan memenuhi
tujuan organisasi

Pemasaran Langsung


Menurut Kotler dan Armstrong (2014:516) mengatakan bahwa pemasaran
langsung adalah hubungan langsung yang ditargetkan kepada individual
konsumen untuk memperoleh respon secara cepat dan membangun hubungan
pelanggan secara berkelanjutan. Sedangkan menurut Belch dan Belch
(2012:470), pemasaran langsung adalah sistem pemasaran dimana suatu
organisasi berkomunikasi secara langsung dengan target pelanggan untuk
menghasilkan respon ataupun transaksi. Berdasarkan uraian definisi yang telah
dikemukakan, dapat dijelaskan bahwa pemasaran langsung adalah salah satu
alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan secara
langsung dengan pelanggan secara individual untuk mendapat respon. Program
direct marketing dapat dirancang untuk mencapai beberapa alternatif tujuan
berikut (Tjiptono & Chandra, 2012), yaitu:
1) Mendorong leads atau pencobaan produk (product trial), direct
marketing dapat dimanfaatkan untuk memperluas lingkup
pelanggan perusahaan dengan cara menarik para non pemakai ke
pemakai produk tertentu
2) Meningkatkan kualitas relasi dengan pelanggan, melalui
pengembangan database pelanggan yang memuat sejarah
pembeliannya, perusahaan bisa melakukan seleksi segmen pasar
dengan lebih akurat, menstimulasi pembelian ulang, dan
mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai level dan jenis
bisnis tambahan yang bisa dikembangkan dari masing-masing
individual
3) Mempertahankan pelanggan, dengan cara membuat berbagai
program yang dirancang untuk mempertahankan pelanggan,
misalnya seperti menawarkan kupon atau insentif
4) Mengaktifkan kembali mantan pelanggan, membuat program
untuk merebut kembali pelanggan yang hilang karena tidak
adanya variasi produk yang diinginkannya atau karena
pengalaman buruk yang didapat saat pembelian sebelumnya

Penjualan Personal


Menurut Kotler & Keller (2009:174) mengemukakan penjualan perorangan
adalah interaksi tatap muka dengan suatu atau lebih pembeli prospektif untuk
tujuan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan pengadaan pesanan.
Menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2009:121) menyatakan bahwa, penjualan
perseorangan mempunyai peranan yang penting dalam pemasaran jasa, karena:
1) Interaksi secara personal antara penyedia jasa dan konsumen
sangat penting
2) Jasa tersebut disediakan oleh orang bukan oleh mesin
3) Orang merupakan bagian dari produk dan jas

Hubungan Masyarakat


Menurut Kotler & Keller (2009:229) mengemukakan bahwa perusahaan
tidak hanya harus berhubungan secara konstruktif dengan pelanggan, pemasok,
dan penyalur, tetapi juga harus berhubungan dengan sejumlah besar masyarakat
yang berminat. Hubungan masyarakat meliputi berbagai program untuk
mempromosikan atau melindungi citra atau produk individual perusahaan.
Hubungan masyarakat sangat peduli terhadap beberapa tugas pemasaran
antara lain:
1) Membangun citra
2) Mendukung aktifitas komunikasi lainnya
3) Mengatasi permasalahan dan isu yang ada
4) Memperkuat positioning perusahaan
5) Memengaruhi public yang spesifik
6) Mengadakan peluncuran untuk produk atau jasa baru

Promosi Penjualan


Menurut Kotler & Keller (2009:218) mengemukakan promosi penjualan
adalah berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau
pembelian produk atau jasa oleh konsumen atau pedagang. Berikut ini beberapa
alat promosi konsumen utama yang dikemukakan oleh Kotler & Keller (2009:222)
sebagai berikut:
1) Sampel
Menawarkan sejumlah produk barang atau jasa gratis yang
diantarkan dari pintu kepintu, dikirim lewat surat, diambil di took,
ditempel ke produk lain, atau ditampilkan dalam penawaran iklan
2) Kupon
Sertifikat yang membuat pemegangnya memiliki hak atas
penghematan yang tertulis terhadap pembelian produk tertentu,
dikirim lewat surat, terbungkus dalam produk lain
3) Penawaran pengembalian dana tunai (rabat)
memberikan penurunan harga setelah pembelian alih-alih ditoko
enceran, konsumen mengirimkan bukti pembelian tertentu kepada
produsen yang mengembalikan sebagian harga pembeli lewat
surat
4) Premi (hadiah)
barang-barang yang ditawarkan pada harga yang relative rendah
atau gratis insentif untuk membeli produk tertentu
5) Hadiah (kontes, undian, permainan)
hadiah adalah penawaran peluang untuk memenangkan uang
tunai, perjalanan, atau barang sebagai hasil pembelian sesuatu.
Kontes mengharuskan konsumen memberikan masukan untuk
dipelajari oleh panel dewan juri yang akan memilih masukan
terbaik. Undian meminta konsumen untuk mengumpulkan nama
mereka yang di undi
6) Percobaan gratis
mengundang calon pembeli mencoba produk secara gratis dengan
harapan mereka akan membeli

Periklanan


Menurut Kotler & Keller (2009:202) mengemukakan periklanan adalah
suatu bentuk terbayar atas presentasi nonpribadi dan promosi ide, barang, atau
jasa oleh sponsor yang jelas. Atau iklan bisa menjadi cara yang efektif dari segi
biaya untuk mendistribusikan pesan, baik dengan tujuan membangun preferensi
merek atau mendidik orang. Tujuan atau sasaran umum dari periklanan menurut
Kotler & Keller (2009:203) adalah sebagai berikut:
1) Iklan informasi bertujuan menciptakan kesadaran merek dan
pengetahuan tentang produk atau fitur baru produk yang ada
2) Iklan persuasif bertujuan menciptakan kesukaan, preferensi,
keyakinan, dan pembelian produk atau jasa
3) Iklan pengingat bertujuan menstimulasikan pembelian berulang
produk atau jasa
4) Iklan penguat bertujuan meyakinkan pembeli saat ini bahwa
mereka melakukan pilihan yang tepat

Ciri-ciri efektif


Menurut Pelayananpublik.id (2021), ciri-ciri sebuah pekerjaan dikerjakan
secara efektif adalah:
1) Tujuan tercapai
2) Sasaran atau target terpenuhi
3) Tujuan tercapai dengan cepat
4) Tidak peduli bagaimana cara atau biayanya karena orientasinya
adalah tujuan yang tercapai secepatnya

Efektif


Menurut Sondang P. Siagian (Gradianto, 2022), efektif adalah
pemanfaatan sumber daya, sarana, dan prasarana dalam jumlah tertentu yang
secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang atas
jasa kegiatan yang dijalankannya. Efektivitas menunjukkan keberhasilan dari
segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan makin
mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya

Indikator yang mempengaruhi minat beli


Super dan Crites dalam (Purbohastuti & Ayuning, 2019), menjelaskan
bahwa ada beberapa indikator yang mempengaruhi minat, yaitu:
1) Perbedaan pekerjaan, artinya karena adanya perbedaan
pekerjaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat
pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan,
penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain
2) Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang mempunyai
sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang
diinginkannya ketimbang seseorang yang mempunyai sosial
ekonomi rendah
3) Perbedaan hobi, artinya bagaimana seseorang menggunakan
waktu senggangnya
4) Perbedaan jenis kelamin, disini minat pria pasti berbeda dengan
minat wanita, contohnya dalam pola belanja
5) Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja, dewasa hingga
orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas
benda dan seseorang
Menurut Ferdinand & Setiawan (2019) minat beli dapat dibagi melalui
indikator-indikator sebagai berikut:
1) Minat transaksional, adalah kecenderungan seseorang untuk
membeli produk
2) Minat prefensial, adalah minat yang menggambarkan perilaku
seseorang yang memiliki prefensi utama pada produk tersebut,
prefensi ini hanya bisa diganti jika terjadi sesuatu dengan produk
prefensinya
3) Minat refensial, adalah kecenderungan seseorang untuk
merefensikan produk kepada orang lain
4) Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang
yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya
dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari
produk tersebut

Minat beli


Menurut Kotler dan Keller (Suradi & Yunelly, 2012), minat beli adalah
sebuah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalam
membeli atau memilih suatu produk, berdasarkan pengalaman dalam
memilih, menggunakan dan mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu
produk

Pemasaran


Pemasaran merupakan salah satu faktor yang terpenting untuk
memajukan perusahaan khususnya pada perusahaan yang bergerak dalam
bidang barang dan jasa. Peranan pemasaran menyangkut berbagai aspek
kehidupan, termasuk dibidang ekonomi dan sosial. Pada sebagian besar
masyarakat, pemasaran sering diartikan sebagai proses penjualan barang dan
jasa, namun apabila dilihat lebih mendalam pengertian pemasaran mempunyai
aspek yang lebih luas dari pengertian tersebut. Berikut ini pendapat menurut
Kotler dan Amstrong (2014:27) menyatakan bahwa pemasaran adalah the
process by which companies create value for customers and build strong
customer relationships in order to capture value from customers in return.
Dari definisi tersebut mendefinisikan bahwa pemasaran adalah proses dimana
perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang
baik dan kuat dengan pelanggan, tujuannya untuk memenuhi keinginan dan
kebutuhan konsumen sehingga menangkap nilai dari konsumen sebagai
imbalannya.
Menurut Hasan (2013:4) menyatakan bahwa pemasaran adalah proses
mengidentifikasi, menciptakan, dan mengkomunikasikan nilai, serta
memelihara hubungan yang memuaskan pelanggan dengan tujuan untuk
memaksimalkan laba atau keuntungan perusahaan.
Menurut Mullins, Jhon W dan Orville C. Walker, Jr (2013:5)
menyatakan marketing is a social process involving the activities necessary to
enable iondividuals and organizations to obtain what they need and want
through exchange with others and to develop ongoing exchange relationships.
Dari definisi tersebut mendefinisikan bahwa pemasaran adalah proses sosial
yang melibatkan kegiatan yang diperlukan mengaktifkan individuals dan
organisasi untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
melalui bertukar dengan lain dan mengembangkan hubungan bertukar
berkelanjutan.
Kotler dan Keller (2015:5) menyatakan marketing is about identifying
and meeting human and social needs. One of the shortest good definition of
marketing is meeting needs profitably. Yang artinya yaitu pemasaran adalah
mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu
definisi yang baik dan singkat dari pemasaran adalah memenuhi kebutuhan
pelanggan dengan cara yang menguntungkan

Tujuan promosi


Tujuan utama dalam promosi yaitu mencari keuntungan, menurut Rangkuti
(Puspitarini & Nuraeni, 2019) umumnya promosi yang dilakukan perusahaan
harus didasari oleh tujuan seperti berikut:
1) Modifikasi tingkah laku, tujuan promosi adalah untuk mengubah
tingkah laku dan pendapat suatu seseorang, yang awalnya tidak
menerima produk menjadi setia terhadap produk
2) Memberikan informasi, kegiatan promosi bertujuan untuk
menginformasikan kepada konsumen mengenai suatu produk
3) Membujuk, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong adanya
pembelian
4) Mengingatkan, ini dilakukan untuk mempertahankan merek produk
dihati masyaraka

Media promosi


Media promosi yaitu sarana yang digunakan dalam mendukung kegiatan
promosi dan pengenalan produk atau jasa kepada masyarakat. Keberadaan
media promosi sangat penting untuk memperkenalkan produk, media promosi
juga adalah bagian yang penting untuk meningkatkan mutu suatu produk. Ada
banyak media promosi yang dapat dibuat.
Menurut Drajat (2021) media promosi itu adalah sebagai berikut:
1) Brosur, media promosi ini merupakan media promosi cetak, brosur
akan menampilkan produk-produk dalam halamannya.
2) Poster, media promosi ini biasanya dipasang pada lokasi-lokasi
yang strategis sehingga banyak mata bisa melihat poster ini
dengan jelas.
3) Banner, berbeda dengan poster ukuran banner lebih besar lagi
dan biasanya dimanfaatkan sebagai iklan ketika ada event dan
pameran.
4) Televisi, di televisi akan ditayangkan iklan secara virtual lengkap
dengan suara dan gambarnya.
5) Internet, merupakan media promosi yang paling efektif dan sering
dipakai dikarenakan saat ini pengguna internet semakin
meningkat

Jenis-jenis promosi


Secara umum, promosi dibagi menjadi beberapa jenis yang dapat
digunakan dan dipilih sesuai dengan yang dikehendaki dan sesuai dengan pasar.
Menurut Azhis (2021) ada enam jenis promosi yaitu:
1) Traditional marketing, yaitu salah satu jenis promosi yang sudah
lama ada akan tetapi dan masih digunakan oleh banyak orang
hingga saat ini. Cara promosi pada jenis ini adalah menggunakan
media cetak, seperti koran, brosur, papan reklame dan lain
sebagainya.
2) Digital marketing, yaitu dengan memanfaatkan media sosial
seperti, facebook, instagram, tiktok, dan lain sebagainya.
3) Direct marketing atau yang dikenal juga sebagai promosi secara
langsung ini tidak kalah menjanjikan, keuntungannya yaitu
pebisnis dapat menggunakan sale representative yang bisa bicara
langsung kepada calon konsumen.
4) Endorsement, yaitu memanfaatkan media sosial untuk
mempromosikan bisnis dengan memanfaatkan artis atau
influencer yang aktif di media sosial untuk mempromosikan produk
atau jasa yang ingin dijual.
5) Personal selling, yaitu jenis promosi yang dilakukan langsung oleh
pemilik barang atau jasa.
6) Publicity, yaitu usaha pendekatan kepada masyarakat agar
masyarakat lebih mengenal produk dan jasa yang ditawarkan

Bauran promosi


Adapun bauran promosi menurut Kotler (Siadari, 2015) adalah sebagai
berikut:
1) Periklanan (advertising), yaitu segala bentuk non personal,
promosi ide-ide, promosi barang atau jasa yang dilakukan oleh
sponsor yang dibayar.
2) Promosi penjualan (sales promotion), merupakan variasi intensif
jangka pendek yang bertujuan untuk merancang pembelian atau
penjualan suatu produk atau jasa.
3) Hubungan masyarakat dan publisitas (public relation and
publicity), yaitu sebuah usaha atau variasi dari rancangan program
guna memperbaiki, mempertahankan, atau melindungi
perusahaan dan citra produk.
4) Penjualan personal (personal selling), yaitu penyajian lisan dalam
suatu pembicaraan dengan satu atau beberapa pembeli potensial
dengan tujuan untuk melakukan penjualan.
5) Pemasaran langsung (direct marketing), merupakan komunikasi
secara langsung yang digunakan dari mail, telepon, fax, e-mail,
atau internet guna mendapatkan tanggapan langsung dari
konsumen secara jelas.

Strategi promosi


Strategi promosi adalah suatu rencana jangka panjang yang dilakukan
yang sifatnya membujuk serta mengingatkan konsumen akan produk yang
dimiliki oleh suatu perusahaan dengan tujuan untuk mencapai target
perusahaan. Strategi promosi juga dapat dikatakan sebagai upaya yang
dilakukan suatu perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada
masyarakat guna meningkatkan volume penjualan serta mendapatkan
kepercayaan konsumennya (Melati, 2020:50)

Fungsi promosi


Promosi merupakan sebagai salah satu langkah dalam membangun bisnis.
Supaya dapat melakukan promosi dengan optimal maka terlebih dahulu
pengusaha atau pebisnis harus mengetahui fungsi promosi menurut (Umam,
2021), ada lima fungsi promosi yaitu:
1) Mengenalkan informasi seputar produk atau jasa yang akan
ditawarkan.
2) Mengajak calon pelanggan yang potensial.
3) Menjaga citra dan kesan bisnis yang dibangun agar tetap relevan.
4) Melakukan peningkatan nilai pada bisnis yang sedang dijalankan.
5) Promosi sebagai solusi dalam upaya untuk mempermudah proses
bisnis lainnya

Promosi


Promosi yaitu salah satu bentuk suatu komunikasi pemasaran yang
dilakukan untuk mempublikasikan suatu informasi, mempengaruhi, mengajak,
dan meningkatkan sasaran target pasar suatu perusahaan dan juga produknya
agar bisa diterima dan dibeli oleh masyarakat dan juga dapat loyal terhadap
produk yang telah ditawarkan oleh perusahaan yang dikemukakan oleh Tjiptono
(Ibnu, 2021)

Strategi pemasaran


Menurut Tjiptono (Mekari, 2022), strategi pemasaran yaitu suatu alat
fundamental yang dirancang untuk mencapai tujuan suatu perusahaan dengan
mengembangkan keunggulan daya saing yang berkesinambungan melewati
pasar yang dimasuki, dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani
pasar target tersebut. Strategi pemasaran di setiap perusahaan merupakan
perencanaan secara keseluruhan untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan
kata lain, setiap perusahaan memiliki cara sendiri dalam melakukan proses
marketing, sesuai dengan karakteristik dan kesanggupan masing-masing
perusahaan. Berikut adalah konsep strategi pemasaran menurut Amstrong, el.al
(2012:75):
1) Segmentasi pasar, setiap konsumen pasti memiliki kebutuhan dan
keinginan yang berbeda. Perusahaan harus melakukan klasifikasi
pasar yang bersifat heterogen menjadi satu-satunya pasar yang
bersifat homogen.
2) Marketing positioning, tidak satupun perusahaan yang benar-
benar menguasai seluruh pasar. Itulah mengapa setiap
perusahaan harus memilih segmen paling menguntungkan untuk
mendapatkan posisi yang kuat dalam pasar.
3) Market entry strategy, strategi perusahaan agar dapat masuk
segmen pasar tertentu, dengan cara membeli perusahaan lain
atau kerjasama dengan perusahaan yang lainnya.
4) Bauran pemasaran, kumpulan beberapa variabel yang telah
digunakan perusahaan untuk mempengaruhi konsumen
diantaranya produk merupakan sesuatu yang diperjualbelikan di
pasar, kemudian digunakan untuk kegiatan konsumsi dalam
rangka memenuhi kebutuhan konsumen (Alma, 2008). Harga yaitu
faktor penentu dalam menentukan pasar yang dialokasikan oleh
perusahaan. Harga juga yang akan memberikan pemasukan
perusahaan Rismiati dalam (Wijaya, 2016). Tempat, yaitu kegiatan
dalam menentukan tempat dengan pertimbangan mudah dan
gampang dijangkau oleh konsumen (Kasmir, 2004). Dan promosi,
yaitu kegiatan pemasaran bauran yang dalam kegiatannya untuk
mempromosikan dalam rangka memperkenalkan produk barang
atau jasa yang diproduksinya baik secara langsung maupun tidak
langsung

Unsur-unsur bauran pemasaran (marketing mix)


Dalam pemasaran terdapat strategi pemasaran yang biasa disebut dengan
bauran pemasaran (marketing mix) memiliki peranan penting dalam
mempengaruhi konsumen agar dapat membeli suatu produk atau jasa yang di
tawarkan oleh perusahaan. Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran
untuk mencapai tujuan organisasi dan konsumen, model bauran pemasaran
menekankan pada berbagai faktor yang kemudian dikenal dengan istilah 4P
yaitu:
1) Produk (Product)
produk yang dimaksud disini adalah terkait dengan produk
berkualitas, yang ditawarkan dengan harga terjangkau jelas kan
menjadi sasaran pasar. Brand produk juga menjadi penting karena
ada beberapa segmen di pasar yang menjadikan brand sebagai
alasan utama memilih produk.
2) Harga (Price)
Harga adalah elemen penting yang menempel pada sebuah
produk. Harga menjadi kunci utama bagi konsumen untuk membeli
barang, khususnya konsumen untuk membeli barang, khususnya
konsumen kelas menengah ke bawah dalam pemasaran,
penentuan harga bisa menjadi kekuatan untuk bersaing di dalam
pasar.
3) Promosi (Promotion)
promosi sudah jelas alat utama dalam pemasaran sebuah produk.
Promosi ini juga yang kemudian banyak menggerus keuangan
perusahaan demi memperkenalkan produknya ke pasar. Promosi
dapat berupa iklan di media cetak maupun elektronik, brosur,
baligho, dan sponsorship.
4) Tempat (Place)
tempat adalah berkaitan dengan akses tempat maupun distribusi
produk. Lokasi menjadi penting peranannya dalam pemasaran
karena terkait dengan after – sales satisfaction maupun before –
sales satisfaction pelanggan (People, 2016).
e. Jenis-jenis pemasaran
Menurut Rizeki (2021) jenis-jenis pemasaran dibagi menjadi tujuh yaitu:
1) Word of mouth marketing (WOMM)
Yaitu informasi produk yang didapatkan oleh konsumen dari
konsumen lain secara verbal dan langsung atau yang disebut juga
dengan promosi dari mulut ke mulut.
2) Public relation marketing
Merupakan salah satu jenis pemasaran yang penting, banyak
perusahaan yang bekerjasama dengan media untuk meningkatkan
brand awareness produk mereka dan benefit yang bisa didapat oleh
konsumen saat produk mereka telah miliki.
3) Relationship marketing
Merupakan bagaimana perusahaan membangun hubungan dengan
konsumen, hal ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk
memasarkan produk.
4) Digital marketing
Dimana digital marketing ini yaitu memanfaatkan semua sumber
daya dan aset perusahaan melalui media online.
5) Branding
Branding merupakan salah satu jenis pemasaran yang mempunyai
fungsi sebagai promosi jangka panjang. Branding meliputi nama,
slogan, dan logo.
6) Iklan siaran
Konsep pemasaran ke konsumen dengan cara ini sangat potensial
karena saat konsumen mendapatkan informasi para konsumen
dapat dengan jelas menangkap informasi yang didengarkan.
7) Mutilevel marketing
Merupakan bentuk pemasaran yang secara langsung yang
melibatkan banyak orang pada saat perusahaan merekrut dan
menjual produknya.

Unsur-unsur bauran pemasaran (marketing mix)


Dalam pemasaran terdapat strategi pemasaran yang biasa disebut dengan
bauran pemasaran (marketing mix) memiliki peranan penting dalam
mempengaruhi konsumen agar dapat membeli suatu produk atau jasa yang di
tawarkan oleh perusahaan. Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran
untuk mencapai tujuan organisasi dan konsumen, model bauran pemasaran
menekankan pada berbagai faktor yang kemudian dikenal dengan istilah 4P
yaitu:
1) Produk (Product)
produk yang dimaksud disini adalah terkait dengan produk
berkualitas, yang ditawarkan dengan harga terjangkau jelas kan
menjadi sasaran pasar. Brand produk juga menjadi penting karena
ada beberapa segmen di pasar yang menjadikan brand sebagai
alasan utama memilih produk.
2) Harga (Price)
Harga adalah elemen penting yang menempel pada sebuah
produk. Harga menjadi kunci utama bagi konsumen untuk membeli
barang, khususnya konsumen untuk membeli barang, khususnya
konsumen kelas menengah ke bawah dalam pemasaran,
penentuan harga bisa menjadi kekuatan untuk bersaing di dalam
pasar.
3) Promosi (Promotion)
promosi sudah jelas alat utama dalam pemasaran sebuah produk.
Promosi ini juga yang kemudian banyak menggerus keuangan
perusahaan demi memperkenalkan produknya ke pasar. Promosi
dapat berupa iklan di media cetak maupun elektronik, brosur,
baligho, dan sponsorship.
4) Tempat (Place)
tempat adalah berkaitan dengan akses tempat maupun distribusi
produk. Lokasi menjadi penting peranannya dalam pemasaran
karena terkait dengan after – sales satisfaction maupun before –
sales satisfaction pelanggan (People, 2016)

Fungsi pemasaran


Fungsi pemasaran terbagi menjadi lima fungsi menurut Rizeki (2021),
yaitu:
1) Pengenalan produk
Dengan pemasaran, produk akan menjadi lebih dikenal oleh
konsumen. Dengan syarat, pihak perusahaan mampu
menunjukkan keunggulan dari produknya, sehingga dapat menarik
perhatian konsumen.
2) Pertukaran
Pemasaran dapat memungkinkan konsumen mendapatkan
informasi dan membeli produk yang dijual dengan menukar produk
dengan uang atau produk dengan produk.
3) Riset
Pemasaran dapat menjadi alat tempat untuk melakukan riset, baik
secara langsung atau tidak langsung. Riset dapat memungkinkan
pemilik bisnis atau perusahaan untuk mendapatkan informasi yang
tepat mengenai target pasar sebuah produk.
4) Distribusi fisik
Memastikan bahwa produk dapat mudah didistribusikan dengan
baik dari tempat produksi ke pasar luas.
5) Layanan purna jual
Disini fungsi pemasaran yaitu dalam hal memberikan rasa aman
pada konsumen dimasa purna jual

Pemasaran digital


Pemasaran digital yaitu pemasaran suatu produk atau layanan dengan
menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital melalui internet, media sosial,
telepon seluler, atau media digital lainnya. Dibandingkan dengan metode
pemasaran tradisional seperti media cetak, papan reklame, dan TV, pemasaran
digital pada dasarnya didorong oleh data. Dengan banyaknya platform periklanan
digital populer pada saat ini menyediakan banyak akses ke laporan kampanye
untuk melakukan Analisa data yang komprehensif (Gie, 2020).
Dengan gabungan kekuatan dari internet dan teknologi, pemasar digital
pada saat ini bisa dapat mengumpulkan dan melakukan analisa data dari
perilaku pelanggan yang berbeda atau keterlibatan pengguna, memungkinkan
mereka para pemasar digital untuk memfasilitasi konten dan iklan yang lebih
dipersonalisasi kearah audiens atau sasaran pasar yang ditentukan dengan jelas
untuk keterlibatan dan hasil yang lebih baik.
Menurut Marketo (OCBC NISP, 2021), pemasaran digital adalah strategi
dalam tingkat tinggi berbentuk promosi atau periklanan melalui perangkat,
platform, media, data, dan teknologi digital. Selain itu, pemasaran digital yaitu
semua upaya pemasaran dengan memanfaatkan perangkat elektronik dan
internet:
1) Keunggulan pemasaran digital, yaitu terdapat lebih banyak opsi
atau pilihan untuk meraih engagement, lebih mudah untuk
mengukur keberhasilan campaign karena terdapat pelaporan
insight untuk pengguna ads campaign, serta lebih tertarget.
Dengan menggunakan beberapa platform digital marketing, pelaku
usaha dapat melihat metode marketing digital yang mana dapat
menarik pelanggan. Setiap platform biasanya memiliki karakter
sendiri, misalnya Facebook kebanyakan digunakan para ibu
rumah tangga, sedangkan Instagram untuk menarik minat ibu
rumah tangga atau penggiat media sosial, dan masih banyak lagi.
Untuk keefektifannya tergantung pada produk dan jasa yang
ditawarkan dan bagaimana cara menariknya sebuah konten digital
marketing yang diterbitkan (Amalia, 2021)
2) Analisis pemasaran digital, pemasaran digital bukan hanya
sembarang memasarkan suatu produk namun juga harus
mengamati pasar yang ditargetkan agar tidak sia-sia dalam hal
memasarkan, salah satu cara dengan melihat apa yang sedang
trend pada media sosial, sehingga mempermudah dalam
menganalisis, melihat target pasar dan mengiklankan produk.
Analisis di dalam pemasaran digital dapat dilihat dengan mudah,
karena perusahaan hanya dengan meliat daerah mana saja yang
kurang akan adanya pemasaran atau iklan terhadap produk.
Solusi dalam menganalisis target pasar dalam pemasaran digital
yaitu, menetapkan segmen pasar terlebih dahulu sehingga
mencapai brand image. Perusahaan perlu menjadi adaptif dan
responsif dalam memenangkan masyarakat (Tjiptono, 2008:55)
3) Pengaruh pemasaran digital terhadap keputusan pembelian,
banyak pertimbangan yang dilakukan konsumen sebelum
memutuskan untuk membeli atau memakai suatu produk misalnya
dari cara bagaimana perusahaannya memasarkan produk
tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut yang harus diperhatikan
untuk dilakukan oleh perusahaan dalam mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan yaitu dengan merancang strategi
pemasaran yang tepat dan terarah, salah satunya menggunakan
pemasaran digital. Dengan demikian, semakin tepat perusahaan
menentukan strategi pemasaran, keputusan pembelian akan
semakin tinggi (Tjiptono, 2008:55)

Pemasaran


Pemasaran yaitu suatu strategi bisnis yang mengacu terhadap aktivitas
yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mempromosikan penjual suatu
produk. Pemasaran mencakup periklanan, penjualan, dan pengiriman produk
kepada konsumen atau bisnis lain. Beberapa aktivitas pemasaran seringkali
dilakukan oleh perusahaan lain. Adapun tujuan dari pemasaran yaitu tentunya
agar bisa memaksimalkan keuntungan dengan membuat strategi penjualan.
Dalam melakukan pemasaran, perusahaan membutuhkan suatu strategi yang
bisa disesuaikan dengan target yang diinginkan. Sehingga seringkali pemasaran
banyak melibatkan artis, olahragawan, publik figure sampai selebgram (Idris,
2021).
Pemasaran adalah suatu rangkaian perencanaan dalam menjalankan
konsep, harga, promosi, serta distribusi barang dan jasa untuk menciptakan
pertukaran yang dapat memuaskan tujuan individu dan organisasi. Pemasaran
merupakan proses sosial dan manajerial pada suatu individu dan kelompok
dalam memenuhi kebutuhan dengan menciptakan, menawarkan, dan
mempertukarkan produk yang bernilai pada pihak lain (Rangkuti, 2009:24).
Berdasarkan definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa keputusan-
keputusan dalam pemasaran harus dibuat untuk menentukan produk dan pangsa
pasarnya, penentuan harga, dan kegiatan promosi. Kegiatan pemasaran tidak
hanya sebagai pertukaran berupa barang namun juga mencakup distribusi
sejumlah ide ataupun jasa yang mampu memberikan kepuasan kepada individu
atau organisasi, sehingga seluruh usaha yang dilakukan perusahaan dapat terus
berjalan dan mendapatkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan
(Rangkuti, 2009:24)

Pengukuran Kepuasan


Terdapat empat metode yang banyak digunakan dalam mengukur
kepuasan pelanggan, Menurut Kotler dalam (Tjiptono, 2008:111), antara
lain:
1) Sistem Keluhan dan Saran
Setiap organisasi jasa yang berorientasi pada pelanggan wajib
memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pelanggannya untuk
menyampaikan saran, kritik, pendapat, dan keluhan mereka. Media yang
digunakan bisa berupa kotak saran yang diletakkan di tempat-tempat
strategis (yang mudah diakses atau sering dilalui pelanggan), saluran
telepon khusus bebas pulsa, sehingga memungkinkannya untuk bereaksi
dengan tanggap dan cepat mengatasi masalah-masalah yang timbul.
2) Ghost Shopping
Salah satu metode untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan
pelanggan adalah dengan mempekerjakan orang untuk berperan sebagai
pelanggan potensial jasa perusahaan dan pesaing.
3) Lost Customer Analysis
Perusahaan seyogyanya menghubungi para pelanggan yang telah berhenti
membeli atau yang telah beralih pemasok agar dapat memahami mengapa
42
hal itu terjadi dan supaya dapat mengambil kebijakan perbaikan atau
penyempurnaan selanjutnya.
4) Survei Kepuasan Pelanggan
Umumnya sebagian besar penelitian mengenai kepuasan pelanggan
menggunakan metode survei, baik via pos, telepon, e-mail, maupun
wawancara langsung. Melalui survei perusahaan akan memperoleh
tanggapan dan umpan balik langsung dari pelanggan dan juga
memberikan sinyal positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap
mereka.
a. Directly Reported Satisfaction. Pengukuran dilakukan secara langsung
melalui pertanyaan.
b. Derived Dissatisfaction. Pertanyaan yang di ajukan menyangkut dua
hal utama, yaitu besarnya harapan pelanggan terhadap atribut tertentu
dan besarnya kinerja yang telah mereka rasakan atau terima.
c. Problem Analysis. Pelanggan yang dijadikan responden, diminta untuk
mengungkapkan dua hal pokok yaitu: masalah-masalah yang mereka
hadapi berkaitan dengan penawaran dari menajemen perusahaan dan
saran-saran untuk melakukan perbaikan.
d. Importance-Performance Analysis. Dalam tehnik ini responden
diminta meranking berbagai elemen dari penawaran berdasarkan
derajat pentingnya setiap elemen tersebut. Selain itu juga, responden
diminta merangking seberapa baik kinerja perusahaan dalam masing-
masing elemen tersebut.
Tjiptono (2008:101) atribut pembentuk kepuasan terdiri dari:
1) Kesesuaian harapan
Merupakan tingkat kesesuaian antara kinerja produk yang
diharapkan oleh pelanggan dengan yang dirasakan oleh pelanggan,
meliputi :
a. Produk yang diperoleh sesuai atau melebihi dengan yang
diharapkan.
b. Pelayanan oleh karyawan yang diperoleh sesuai atau melebihi
dengan yang diharapkan.
c. Fasilitas penunjang yang didapat sesuai atau melebihi dengan
yang diharapkan.
2) Minat berkunjung kembali
Merupakan kesedian pelanggan untuk berkunjung kembali atau
melakukan pembelian ulang terhadap produk terkait, meliputi :
a. Berminat untuk berkunjung kembali karena pelayanan yang
diberikan oleh karyawan memuaskan.
b. Berminat untuk berkunjung kembali karena nilai dan manfaat
yang diperoleh setelah mengkonsumsi produk.
c. Berminat untuk berkunjung kembali karena fasilitas penunjang
yang disediakan memadai.
3) Kesediaan merekomendasikan
Merupakan kesediaan pelanggan untuk merekomendasikan produk
yang telah dirasakannya kepada teman atau keluarga, meliputi :
a. Menyarankan teman atau kerabat untuk membeli produk yang
ditawarkan karena pelayanan yang memuaskan.
b. Menyarankan teman atau kerabat untuk membeli produk yang
ditawarkan karena fasilitas penunjang yang disediakan memadai.
c. Menyarankan teman atau kerabat untuk membeli produk yang
ditawarkan karena nilai atau manfaat yang didapat setelah
mengkonsumsi sebuah produk jasa.
Hal ini membuktikan bahwa memuaskan kebutuhan pelanggan
adalah keinginan setiap perusahaan. Selain faktor penting bagi kelangsungan
hidup perusahaan, memuaskan kebutuhan pelanggan dapat meningkatkan
keunggulan dalam persaingan. Pelanggan yang puas terhadap produk dan
jasa pelayanan cenderung untuk membeli kembali produk dan menggunakan
kembali jasa pada saat kebutuhan yang sama muncul kembali dikemudian
hari. Hal ini berarti kepuasan merupakan faktor kunci bagi konsumen dalam
melakukan pembelian ulang yang merupakan porsi terbesar dari volume
penjualan perusahaan.

Manfaat Kepuasan Pelanggan


Adapun manfaat yang dapat diraih ketika pelanggan merasa puas
adalah sebagai berikut (Tjiptono, 2008:110):
1) Reaksi terhadap produsen berbiaya rendah
Fokus pada kepuasan pelanggan akan mempertahankan pelanggan dari
serangan gencar produsen berbiaya rendah. Banyak pelanggan yang
bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkan kualitas dan
kepuasan lebih.
2) Manfaat ekonomis retensi pelanggan
Berbagai studi menunjukkan bahwa mempertahankan dan memuaskan
pelanggan saat ini lebih murah bila dibandingkan dengan memprospek
pelanggan baru secara terus menerus.
3) Nilai Kumulatif dari relasi berkelanjutan
Upaya mempertahankan loyalitas pelanggan dalam waktu yang lama bisa
menghasilkan anuitas yang lebih besar daripada pembelian individual.
4) Daya Persuasif Positive Word Of Mouth
Dalam banyak industri, pendapat atau opini keluarga atau teman jauh
persuasif dan kredibel dibandingkan iklan.
5) Reduktifitas sensitifitas harga
Pelanggan yang puas dan loyal terhadap perusahaan cenderung lebih
jarang menawar harga untuk setiap pembelian individualnya.
6) Sebagai indikator kesuksesan bisnis di masa depan
Kepuasan pelanggan merupakan strategi jangka panjang, karena
dibutuhkan waktu cukup lama sebelum bisa membangun dan
mendapatkan reputasi atas layanan prima. Akan tetapi hasilnya dapat
dituai dalam jangka panjang dan hasil tersebut mampu bertahan lama.

Pengertian Kepuasan Konsumen


Ada beberapa pengertian tentang kepuasan konsumen. Kepuasan
dalam hal ini adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal
dari perbandingan antara kesan dengan kinerja (hasil) suatu produk dan jasa
terhadap harapan-harapannya. Dengan kata lain bahwa kepuasan merupakan
kesan kinerja harapan, jika kinerja di bawah harapan maka pelanggan tidak
puas, jika kinerja melebihi harapan maka pelanggan sangat puas. Sebenarnya
konsep kepuasan pelanggan masih bersifat abstrak banyak pakar yang
memberikan definisi mengenai kepuasan konsumen.
Menurut Kotler (2008:42) “kepuasan konsumen/pelanggan adalah
perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah
membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil
dari suatu produk dan harapan-harapannya. Sedangkan menurut Supranto
(2010:44) istilah kepuasan pelanggan/konsumen merupakan label yang
digunakan oleh pelanggan untuk meringkas suatu himpunan aksi atau
tindakan yang terlihat, terkait dengan produk atau jasa. Contohnya bila
seorang pelanggan tersenyum saat melihat produk atau jasa yang sedang dipromosikan maka seseorang itu telah merasakan kepuasan pada produk
atau jasa yang dilihat. Dipertegas oleh Kotler (2008:10) yang menyatakan
bahwa kepuasan pelanggan/konsumen yaitu tingkatan dimana anggapan
kinerja (perceived performance) produk akan sesuai dengan harapan seorang
pelanggan. Bila kinerja produk jauh lebih rendah dibandingkan harapan
pelanggan, pembelinya tidak puas

Peranan Konsumen Dalam Pembelian


Titik tolak untuk memahami konsumen terletak pada perusahaan
yang harus mengerti dan memahami bagaimana tanggapan konsumen
terhadap rangsangan pemasaran (marketing stimuli) yang dilakukan
perusahaan. Untuk itu, perusahaan perlu meneliti hubungan antara
rangsangan pemasaran dan tanggapan konsumen.
Menurut Engel, dkk (2010:40), ada beberapa peranan yang
dimainkan orang dalam sebuah pengambilan keputusan, antara lain :
1) Insiator (initiator), yaitu seorang dalam proses pembelian
2) Pemberi pengaruh (influencer), yaitu individu yang opininya sangat
dipertimbangkan dalam memilih.
3) Pengambil keputusan (decider), yaitu orang dengan wewenang keuangan
atau kekuasaan untuk mendikte pilihan akhir.
4) Pembeli (buyer), yaitu agen pembeli
5) Pemakai (user), yaitu konsumen aktual
Ada empat tipe perilaku konsumen berdasarkan derajat keterlibatan
pembeli dalam membeli dan antara berbagai merk (Kotler, 2008:220).
1) Perilaku membeli yang kompleks
Konsumen menyadari perbedaan penting diantara beberapa merk
yang ada dan konsumen sangat terlibat. Biasanya konsumen tidak banyak
mengetahui tentang penggolongan dan tidak banyak belajar tentang
produk. Untuk lebih membantu pembeli dalam mengenal produk tersebut,
pemasar perlu membedakan ciri-ciri merknya, menggunakan iklan untuk
menjelaskan manfaat yang terkandung dalam suatu merk tertentu.
2) Perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan
Konsumen hanya melihat sedikit perbedaan dalam merk dan
kadang-kadang konsumen sangat terlibat. Apabila dalam suatu pembelian
konsumen tidak begitu cocok dengan suatu produk tertentu dan berupaya
untuk membedakan keputusannya guna mengurangi ketidakcocokan.
Langkah terbaik bagi pemasar untuk mengantisipasi hal tersebut
adalah dengan jalan penentuan harga, lokasi yang baik, tenaga jual yang
efektif guna mempengaruhi merk dan yang terutama adalah membantu
konsumen agar tetap mantap dengan keputusannya setelah melakukan
pembelian.
3) Perilaku membeli berdasarkan kebiasaan
Tidak adanya perbedaan nyata antara merk dan pembeli kurang
terlibat. Langkah terpenting bagi pemasar adalah dengan memanfaatkan
promosi harga dan penjualan sebagai rangsangan bagi pembeli yang
mencoba memakai produk karena pembeli tidak begitu terikat dengan
merk tertentu dan untuk mengubah dari keterlibatan rendah menjadi
keterlibatan tinggi.
4) Perilaku membeli yang mencari keseragaman
Keterlibatan konsumen rendah ditandai dengan adanya perbedaan
nyata, konsumen berganti merk bukan karena ketidak puasan, tetapi
semata-mata untuk keseragaman, misalnya dalam membeli sabun mandi,
suatu ketika konsumen ingin berganti merk lain karena konsumen telah
bosan dengan aroma sabun mandi yang telah menjadi kebiasaannya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen


Menurut Kotler (2008:224), faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen meliputi kebudayaan, sosial, pribadi, dan psikologis.
Faktor-faktor ini saling berinteraksi dari proses mengambil keputusan untuk
membeli sampai mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk dan jasa.
Pemahaman perilaku konsumen ini meliputi juga pertanyaan-pertanyaan,
seperti apa yang dibeli, siapa yang membeli, bagaimana mereka membeli, di
mana mereka membeli, bagaimana kebiasaan membeli, dalam kondisi
seperti apa dan mengapa mereka membeli.
1) Faktor Kebudayaan
Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan
mendalam terhadap perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran
yang dimainkan oleh kultur, sub kultur, dan kelas sosial pembeli.
2) Faktor Sosial
Perilaku seorang konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor
sosial seperti perilaku kelompok acuan (kelompok referensi), keluarga,
serta peran dan status sosial dari konsumen.
3) Faktor Pribadi
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi, yaitu usia pembeli dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan,
kondisi ekonomi. Gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
4) Faktor Psikologis
Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi pula oleh empat faktor
psikologis utama, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan (learning), serta
keyakinan dan sikap

Pengertian Perilaku Konsumen


Menurut Swasta (2010:107), “Konsumen akhir mempunyai arti
sebagai individu-individu yang melakukan pembelian untuk memenuhi
kebutuhan pribadi atau konsumen rumah tangganya”. Konsumen membeli
barang dan jasa adalah untuk memuaskan berbagai keinginan dan kebutuhan.
Dalam hal ini minat beli seseorang memang sulit, tetapi kita dapat
mengetahui dari perilaku konsumen.
Perilaku konsumen didefinisikan oleh Schiffman dan Kanuk dalam
Samuel Dossugi dan Putu Ayu Widyasih (2008) sebagai “Perilaku yang
diperlihatkan konsumen pada saat mencari, membeli, menggunakan,
mengevaluasi, dan membuang produk, jasa, dan gagasan yang mereka
harapkan dapat memenuhi kebutuhannya”. Menurut Engel, Blackwell, dan
Miniard dalam Samuel Dossugi dan Putu Ayu Widyasih (2008), “Perilaku
konsumen adalah kegiatan yang secara langsung terlibat dalam memperoleh,
mengkonsumsi, dan membuang produk dan jasa, termasuk di dalamnya
proses mengambil keputusan pembelian”.
Kotler (2008:13) menjelaskan teori perilaku konsumen melalui
model perilaku pembelian, bahwa keputusan pembeli yang meliputi
pemilihan produk, memilih jenis, memilih pemasok, perpanjangan waktu
dan jumlah, tidak terlepas dari pengaruh rangsangan penjualan yang terdiri
dari produk, harga, tempat, promosi serta perangsang lainnya yang meliputi
perekonomian, teknologi, politik, budaya. Rangsangan-rangsangan itu masih
mengalami penyesuaian dengan faktor-faktor intern pembeli (karakter
pembeli) yang meliputi kondisi sosial, unsur budaya, kepribadian perorangan
dan kondisi kejiwaan.

Bauran promosi


Menurut Gitosudarmo (2010:237), Bauran Promosi adalah “Kegiatan
yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi
kenal akan produk yang ditawarkan oleh Perusahaan kepada mereka dan
kemudian mereka menjadi senang lalu membeli produk tersebut”.
a. Teori Periklanan
Menurut Tjiptono (2008:225) iklan merupakan “salah satu bentuk
bauran promosi yang paling banyak digunakan oleh suatu perusahaan dalam
mempromosikan produknya.”
Sedangkan menurut Swastha (2010:27) iklan adalah : “bentuk
komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang
keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa,
sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran
seseorang untuk melakukan pembelian.”
Menurut American Marketing Association (2009:19) iklan adalah
bentuk bayaran dalam rangka mempresentasikan serta promosi ide, barang
atau jasa secara non personal oleh sponsor yang jelas.
Menurut pendapat Tjiptono (2008:226) “iklan memiliki empat
fungsi utama yaitu menginformasikan khalayak mengenai seluk belum
produk (informative), mempengaruhi khalayak untuk membeli (persuading),
dan menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak (reminding), serta
menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan
mencerna informasi (entertainment), bahwa iklan memiliki sifat-sifat
sebagai berikut:
1) Public Presentation yaitu iklan yang memungkinkan setiap orang
menerima pesan yang sama tentang produk yang diiklankan.
2) Pervasiveness yaitu pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk
memantapkan penerimaan informasi.
3) Amplified expressiveness yaitu iklan yang mampu mendramatisasi
perusahaan dan produknya melalui gambar atau suara yang menggugah
dan mempengaruhi perasaan khalayak.
4) Impersonality yaitu iklan yang tidak bersifat memaksa khalayak untuk
memperhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang
monolog (satu arah).

Promotion (promosi)


Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada
konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi
sikap dan perilaku. Melalui periklanan suatu perusahaan mengarahkan
komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat melalui media-
media yang disebut dengan media massa seperti Koran, majalah, tabloid,
radio, televise dan direct mail (Baker, 2010:7). Media promosi yang dapat
digunakan pada bisnis ini antara lain (1) Periklanan, (2) Promosi penjualan,
(3) Publisitas dan hubungan masyarakat, dan (4) Pemasaran langsung.
Penentuan media promosi yang akan digunakan didasarkan pada jenis dan
bentuk produk itu sendiri

Price (Harga)


Menurut Monroe (2005) menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan
ekonomis yang dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa.
Harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa
lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau
penggunaan suatu barang dan atau jasa (Fandy Tjiptono, 2008:151). Harga
dikatakan mahal, murah atau biasa-biasa saja dari setiap individu tidaklah
harus sama, karena tergantung dari persepsi individu yang dilatar belakangi
oleh lingkungan kehidupan dan kondisi individu (Schifman and Kanuk,
2001)

Bauran Pemasaran Jasa


Bauran pemasaran jasa merupakan suatu elemen-elemen organisasi
perusahaan yang bisa dikontrol oleh perusahaan untuk melakukan komunikasi
dengan konsumen dan akan dipakai untuk memuaskan konsumen. Bauran
pemasaran merupakan unsur-unsur pemasaran yang saling terikat, dibaurkan,
diorganisir dan digunakan dengan tepat, sehingga perusahaan dapat mencapai
tujuan pemasaran dengan efektif sekaligus memuaskan kebutuhan dan
keinginan konsumen.
Salah satu strategi yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran
perusahaan adalah marketing mix strategy yang didefinisikan oleh Kotler dan
Armstrong (2012) yang menyatakan bahwa marketing mix as the set of
controllable marketing variables that the firm bleads to produce the response it
wants in the target market”.

Bauran Pemasaran Barang


Bauran pemasaran merupakan salah satu konsep utama dalam dunia
pemasaran modern. Bauran pemasaran dapat didefinsikan sebagai serangkaian
alat pemasaran taktis yang terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi yang
dapat dikendalikan dan dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan
tanggapan yang diinginkan perusahaan dalam pasar sasaran (Kotler 2008: 78).
Kotler dan Keller (2012: 24) juga menyatakan bahwa bauran pemasaran atau
yang sering disebut sebagai Empat P dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu,
sudut pandang penjual dan sudut pandang pembeli. Dari sudut pandang penjual,
empat P merupakan perangkat pemasaran yang tersedia untuk mempengaruhi
pembeli. Sedangkan, dari sudut pandang pembeli empat P merupakan perangkat
pemasaran yang dirancang untuk memberikan manfaat bagi pelanggan.
Komponen-komponen dari bauran pemasaran yang sering disebut empat P
tersebut antara lain: Produk, harga (price), tempat (place) dan promosi.
Konsep bauran pemasaran menurut Kotler dan Keller (2012:25) terdiri
dari 4P, yaitu yaitu:
1) Product (produk), yaitu suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, agar produk yang dijual mau dibeli, digunakan
atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan
dari konsumen.
2) Harga (Price), yaitu sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan
manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya
ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau
ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua
pembeli.
3) Tempat (Place), yaitu sebuah tempat diasosiasikan sebagai saluran
distribusi yang ditujukan untuk mencapai taget konsumen.Sistem
distribusi ini mencakup lokasi, transportasi, pergudangan, dan
sebagainya.
4) Promosi (Promotion), promosi artinya aktivitas yang menyampaikan
manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya.

Bauran Pemasaran


Marketing mix atau bauran pemasaran adalah kombinasi dari empat
variabel yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi
(Dharmesta dan Handoko, 2010:40). Keempat unsur bauran pemasaran tersebut
saling berhubungan dan berpenganruh satu sama lain, sehingga harus
diupayakan untuk menghasilkan suatu kebijakan pemasaran yang mengarah
pada layanan efektif dan kepuasan konsumen. Jadi didalam bauran pemasaran
terdapat variabel-variabel yang saling mendukung satu dengan yang lainnya,
yang kemudian oleh perusahaan digabungkan untuk memperoleh tanggapan-
tanggapan yang diinginkan di dalam pasar sasaran.
Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan
makro. Lingkungan pemasaran mikro terdiri dari perusahaan, pemasok,
perantara, konsumen dan pesaing (Kotler, 2009:76). Sedangkan lingkungan
pemasaran makro terdiri dari kekuatan societal lebih luas yang mempengaruhi
lingkungan mikro; meliputi demographic, economic, natural, technological,
political dan cultural (Kotler, 2009:76).
Sedangkan menurut Swasta dan Sukotjo (2008:179) pemasaran adalah
“Sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa
yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial”

Ciri-Ciri Konsumen Puas


Ciri-ciri konsumen yang merasa puas (Kotler, Philip, 2001) yaitu :

  1. Loyal terhadap produk, konsumen yang puas cenderung loyal dimana
    mereka akan membeli ulang dari produsen yang sama
  2. Adanya komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif, yaitu
    rekomendasi kepada calon konsumen lain dan mengatakan hal-hal yang
    baik mengenai produk dan perusahaan
  3. Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli merk lain, ketika
    konsumen ingin membeli produk yang lain, maka perusahaan yang telah
    memberikan kepuasan kepadanya akan menjadi pertimbangan yang utama

Cara Mengukur Kepuasan Pasien


Ada beberapa cara mengukur kepuasan pelanggan atau pasien (Nursalam,
2011) antara lain :

  1. Sistem keluahan dan saran, seperti kotak saran di lokasi-lokasi strategis,
    kartu pos berprangko, saluran telepon bebas pulsa, website, email dan lain-
    lain
  2. Survey kepuasan pelanggan, baik via pos, telepon, email, maupun tatap
    muka langsung
  3. Ghost shopping, salah satu bentuk observasi yang memakai jasa orang
    yang menyamar sebagai pelanggan atau pesaing untuk mengamati aspek-
    aspek pelayanan dan kualitas produk
  4. Lost customer analysis, yaitu menghubungi atau mewawancarai pelanggan
    yang telah beralih dalam rangka memahami penyebab dengan melakukan
    perbaikan pelayanan

Komponen Kepuasan Konsumen


Sekalipun banyak definisi kepuasan konsumen, namun secara umum tetap
mengarah kepada tiga komponen utama (Cote, 2000):

  1. Respon : Tipe dan Intensitas, kepuasan konsumen merupakan respon
    emosional dan juga kognitif. Intensitas respondnya mulai dari sangat puas
    dan menyukai produk sampai sikap yang apatis terhadap produk tersebut
  2. Focus pada performansi objek yang disesuaikan pada beberapa standar.
    Nilai standar ini secara langsung berhubungan dengan produk, konsumsi,
    keputusan berbelanja, penjual
  3. Waktu Respon, respon terjadi pada waktu tertentu, antara lain : setelah
    konsumsi, setelah pemilihan produk atau jasa, berdasarkan pengalaman
    akumulatif. Durasi kepuasan mengarah kepada beberapa lama respon
    kepuasan itu berakhir

Pengertian Kepuasan Pelanggan/Pasien


Pada dasarnya tujuan dari suatau bisnis adalah untuk menciptkan konsumen
yang merasa puas. Terciptanya kepuasan konsumen dapat memberikan beberapa
manfaat antara lain pengaruh antara perusahaan dan konsumen menjadi harmonis,
memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas
konsumen, dan membentuk suatu recomendasi dari mulut ke mulut (word of-
mouth) yang menguntungkan bagi perusahaan.
Secara umum kepuasan (satisfaction) adalah perasaan senang atau kecewa
seseorang yang timbul karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk
atau hasil terhadap ekspektasi. Jika kinerja gagal memenuhi ekspektasi maka
pelanggan tidak puas, jika kinerja sesuai ekspektasi, pelanggan akan puas.
Perusahaan akan bertindak bijaksana dengan mengukur kepuasan pelanggan
secara teratur, karena salah satu kunci untuk mempertahankan pelanggan adalah
kepuasan pelanggan (Kotler, 2009). Kepuasan konsumen merupakan respon
emosional terhadap pengalaman yang berkaitan dengan produk atau jasa yang
dibeli (Tjiptono, 2005)