Bauran promosi


Menurut Gitosudarmo (2010:237), Bauran Promosi adalah “Kegiatan
yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi
kenal akan produk yang ditawarkan oleh Perusahaan kepada mereka dan
kemudian mereka menjadi senang lalu membeli produk tersebut”.
a. Teori Periklanan
Menurut Tjiptono (2008:225) iklan merupakan “salah satu bentuk
bauran promosi yang paling banyak digunakan oleh suatu perusahaan dalam
mempromosikan produknya.”
Sedangkan menurut Swastha (2010:27) iklan adalah : “bentuk
komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang
keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa,
sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran
seseorang untuk melakukan pembelian.”
Menurut American Marketing Association (2009:19) iklan adalah
bentuk bayaran dalam rangka mempresentasikan serta promosi ide, barang
atau jasa secara non personal oleh sponsor yang jelas.
Menurut pendapat Tjiptono (2008:226) “iklan memiliki empat
fungsi utama yaitu menginformasikan khalayak mengenai seluk belum
produk (informative), mempengaruhi khalayak untuk membeli (persuading),
dan menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak (reminding), serta
menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan
mencerna informasi (entertainment), bahwa iklan memiliki sifat-sifat
sebagai berikut:
1) Public Presentation yaitu iklan yang memungkinkan setiap orang
menerima pesan yang sama tentang produk yang diiklankan.
2) Pervasiveness yaitu pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk
memantapkan penerimaan informasi.
3) Amplified expressiveness yaitu iklan yang mampu mendramatisasi
perusahaan dan produknya melalui gambar atau suara yang menggugah
dan mempengaruhi perasaan khalayak.
4) Impersonality yaitu iklan yang tidak bersifat memaksa khalayak untuk
memperhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang
monolog (satu arah).