Pengertian Perilaku Konsumen


Menurut Swasta (2010:107), “Konsumen akhir mempunyai arti
sebagai individu-individu yang melakukan pembelian untuk memenuhi
kebutuhan pribadi atau konsumen rumah tangganya”. Konsumen membeli
barang dan jasa adalah untuk memuaskan berbagai keinginan dan kebutuhan.
Dalam hal ini minat beli seseorang memang sulit, tetapi kita dapat
mengetahui dari perilaku konsumen.
Perilaku konsumen didefinisikan oleh Schiffman dan Kanuk dalam
Samuel Dossugi dan Putu Ayu Widyasih (2008) sebagai “Perilaku yang
diperlihatkan konsumen pada saat mencari, membeli, menggunakan,
mengevaluasi, dan membuang produk, jasa, dan gagasan yang mereka
harapkan dapat memenuhi kebutuhannya”. Menurut Engel, Blackwell, dan
Miniard dalam Samuel Dossugi dan Putu Ayu Widyasih (2008), “Perilaku
konsumen adalah kegiatan yang secara langsung terlibat dalam memperoleh,
mengkonsumsi, dan membuang produk dan jasa, termasuk di dalamnya
proses mengambil keputusan pembelian”.
Kotler (2008:13) menjelaskan teori perilaku konsumen melalui
model perilaku pembelian, bahwa keputusan pembeli yang meliputi
pemilihan produk, memilih jenis, memilih pemasok, perpanjangan waktu
dan jumlah, tidak terlepas dari pengaruh rangsangan penjualan yang terdiri
dari produk, harga, tempat, promosi serta perangsang lainnya yang meliputi
perekonomian, teknologi, politik, budaya. Rangsangan-rangsangan itu masih
mengalami penyesuaian dengan faktor-faktor intern pembeli (karakter
pembeli) yang meliputi kondisi sosial, unsur budaya, kepribadian perorangan
dan kondisi kejiwaan.

Bauran promosi


Menurut Gitosudarmo (2010:237), Bauran Promosi adalah “Kegiatan
yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi
kenal akan produk yang ditawarkan oleh Perusahaan kepada mereka dan
kemudian mereka menjadi senang lalu membeli produk tersebut”.
a. Teori Periklanan
Menurut Tjiptono (2008:225) iklan merupakan “salah satu bentuk
bauran promosi yang paling banyak digunakan oleh suatu perusahaan dalam
mempromosikan produknya.”
Sedangkan menurut Swastha (2010:27) iklan adalah : “bentuk
komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang
keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa,
sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran
seseorang untuk melakukan pembelian.”
Menurut American Marketing Association (2009:19) iklan adalah
bentuk bayaran dalam rangka mempresentasikan serta promosi ide, barang
atau jasa secara non personal oleh sponsor yang jelas.
Menurut pendapat Tjiptono (2008:226) “iklan memiliki empat
fungsi utama yaitu menginformasikan khalayak mengenai seluk belum
produk (informative), mempengaruhi khalayak untuk membeli (persuading),
dan menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak (reminding), serta
menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan
mencerna informasi (entertainment), bahwa iklan memiliki sifat-sifat
sebagai berikut:
1) Public Presentation yaitu iklan yang memungkinkan setiap orang
menerima pesan yang sama tentang produk yang diiklankan.
2) Pervasiveness yaitu pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk
memantapkan penerimaan informasi.
3) Amplified expressiveness yaitu iklan yang mampu mendramatisasi
perusahaan dan produknya melalui gambar atau suara yang menggugah
dan mempengaruhi perasaan khalayak.
4) Impersonality yaitu iklan yang tidak bersifat memaksa khalayak untuk
memperhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang
monolog (satu arah).

Promotion (promosi)


Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada
konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi
sikap dan perilaku. Melalui periklanan suatu perusahaan mengarahkan
komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat melalui media-
media yang disebut dengan media massa seperti Koran, majalah, tabloid,
radio, televise dan direct mail (Baker, 2010:7). Media promosi yang dapat
digunakan pada bisnis ini antara lain (1) Periklanan, (2) Promosi penjualan,
(3) Publisitas dan hubungan masyarakat, dan (4) Pemasaran langsung.
Penentuan media promosi yang akan digunakan didasarkan pada jenis dan
bentuk produk itu sendiri

Price (Harga)


Menurut Monroe (2005) menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan
ekonomis yang dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa.
Harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa
lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau
penggunaan suatu barang dan atau jasa (Fandy Tjiptono, 2008:151). Harga
dikatakan mahal, murah atau biasa-biasa saja dari setiap individu tidaklah
harus sama, karena tergantung dari persepsi individu yang dilatar belakangi
oleh lingkungan kehidupan dan kondisi individu (Schifman and Kanuk,
2001)

Bauran Pemasaran Jasa


Bauran pemasaran jasa merupakan suatu elemen-elemen organisasi
perusahaan yang bisa dikontrol oleh perusahaan untuk melakukan komunikasi
dengan konsumen dan akan dipakai untuk memuaskan konsumen. Bauran
pemasaran merupakan unsur-unsur pemasaran yang saling terikat, dibaurkan,
diorganisir dan digunakan dengan tepat, sehingga perusahaan dapat mencapai
tujuan pemasaran dengan efektif sekaligus memuaskan kebutuhan dan
keinginan konsumen.
Salah satu strategi yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran
perusahaan adalah marketing mix strategy yang didefinisikan oleh Kotler dan
Armstrong (2012) yang menyatakan bahwa marketing mix as the set of
controllable marketing variables that the firm bleads to produce the response it
wants in the target market”.

Bauran Pemasaran Barang


Bauran pemasaran merupakan salah satu konsep utama dalam dunia
pemasaran modern. Bauran pemasaran dapat didefinsikan sebagai serangkaian
alat pemasaran taktis yang terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi yang
dapat dikendalikan dan dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan
tanggapan yang diinginkan perusahaan dalam pasar sasaran (Kotler 2008: 78).
Kotler dan Keller (2012: 24) juga menyatakan bahwa bauran pemasaran atau
yang sering disebut sebagai Empat P dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu,
sudut pandang penjual dan sudut pandang pembeli. Dari sudut pandang penjual,
empat P merupakan perangkat pemasaran yang tersedia untuk mempengaruhi
pembeli. Sedangkan, dari sudut pandang pembeli empat P merupakan perangkat
pemasaran yang dirancang untuk memberikan manfaat bagi pelanggan.
Komponen-komponen dari bauran pemasaran yang sering disebut empat P
tersebut antara lain: Produk, harga (price), tempat (place) dan promosi.
Konsep bauran pemasaran menurut Kotler dan Keller (2012:25) terdiri
dari 4P, yaitu yaitu:
1) Product (produk), yaitu suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, agar produk yang dijual mau dibeli, digunakan
atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan
dari konsumen.
2) Harga (Price), yaitu sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan
manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya
ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau
ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua
pembeli.
3) Tempat (Place), yaitu sebuah tempat diasosiasikan sebagai saluran
distribusi yang ditujukan untuk mencapai taget konsumen.Sistem
distribusi ini mencakup lokasi, transportasi, pergudangan, dan
sebagainya.
4) Promosi (Promotion), promosi artinya aktivitas yang menyampaikan
manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya.