Menurut Kotler dan Armstrong (2014:516) mengatakan bahwa pemasaran
langsung adalah hubungan langsung yang ditargetkan kepada individual
konsumen untuk memperoleh respon secara cepat dan membangun hubungan
pelanggan secara berkelanjutan. Sedangkan menurut Belch dan Belch
(2012:470), pemasaran langsung adalah sistem pemasaran dimana suatu
organisasi berkomunikasi secara langsung dengan target pelanggan untuk
menghasilkan respon ataupun transaksi. Berdasarkan uraian definisi yang telah
dikemukakan, dapat dijelaskan bahwa pemasaran langsung adalah salah satu
alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan secara
langsung dengan pelanggan secara individual untuk mendapat respon. Program
direct marketing dapat dirancang untuk mencapai beberapa alternatif tujuan
berikut (Tjiptono & Chandra, 2012), yaitu:
1) Mendorong leads atau pencobaan produk (product trial), direct
marketing dapat dimanfaatkan untuk memperluas lingkup
pelanggan perusahaan dengan cara menarik para non pemakai ke
pemakai produk tertentu
2) Meningkatkan kualitas relasi dengan pelanggan, melalui
pengembangan database pelanggan yang memuat sejarah
pembeliannya, perusahaan bisa melakukan seleksi segmen pasar
dengan lebih akurat, menstimulasi pembelian ulang, dan
mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai level dan jenis
bisnis tambahan yang bisa dikembangkan dari masing-masing
individual
3) Mempertahankan pelanggan, dengan cara membuat berbagai
program yang dirancang untuk mempertahankan pelanggan,
misalnya seperti menawarkan kupon atau insentif
4) Mengaktifkan kembali mantan pelanggan, membuat program
untuk merebut kembali pelanggan yang hilang karena tidak
adanya variasi produk yang diinginkannya atau karena
pengalaman buruk yang didapat saat pembelian sebelumnya
