Etika berasal dari kata Yunani ethos (bentuk tunggal) yang berarti:
tempat tinggal, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, watak, perasaan,
sikap dan juga cara berpikir. Bentuk jamaknya adalah taetha, yang berarti adat
istiadat. Dalam hal ini kata etika sama pengertiannnya dengan moral. Moral
berasal dari kata latin: mos (bentuk tunggal), atau mores (bentuk jamak) yang
berarti adat istiadat, kebiasaan, watak, tabiat, akhlak dan cara hidup.
Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang moralitas. Etika kerja
dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma kerja yang
diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar
pekerjaan yang diwujud nyatakan melalui perilaku kerja mereka atau sebagai
sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan perusahaan,
termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja sehari-hari. Perusahaan
dengan etika kerja yang baik akan memiliki dan mengamalkan nilai-nilai,
yakni: kejujuran, keterbukaan, loyalitas kepada perusahaan, konsisten pada
keputusan, kerja sama yang baik, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dimanapun kita berada kita selalu dihadapkan pada etika, termasuk dalam
lingkungan kerja. Karena etika juga sangat penting dalam dunia kerja, hal ini
dikarenakan etika menjadi kunci atau panduan kita dalam profesionalisme
kerja.
Etika kerja adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan
prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan
tugas pekerjaannya dalam perusahaan. Etika kerja ini dibuat untuk karyawan
agar karyawan menjadi lebih disiplin dengan menaati etika yang berlaku di
tempat kerja sehingga dapat memperlancar kinerja sehari-hari.
Etika kerja Menurut Ginting, (2016:7)
“etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas seseorang
atau sekelompok orang yang bekerja, yang berlandaskan etika atau
perspektif kerja yang diyakini, dan diwujudkan melalui tekad dan
perilaku konkret di dunia kerja.”
Menurut Jufrizen, (2017: 151) “Etika kerja yang baik akan membuat
seseorang tidak bosan dengan rutinitas atau pekerjaannya, bahkan mampu
meningkatkan kinerja atauprestasi kerja orang tersebut.”
Etika kerja Menurut Ridwan, (2018:146)
“Etika kerja dapat diartikan sebagai terciptanya keyakinan sesuai
dengan dasar-dasar saat pelimpahan kekuasaan pada sebuah
organisasi yang akan memotivasi anggota organisasi agar
pengembangan ide-ide untuk organisasi tersebut segera terlaksana,
percaya diri dalam pengambilan keputusan, serta mengadakan
perubahan sehingga akan memaksimalkan kinerja organisasi.