Kelelahan kerja atau kelelahan kerja yang dialami seorang pegawai dapat
dilatarbelakangi oleh beberapa faktor dimaan faktor-faktor tersebut kemudian
terakumulasi dalam tubuh yang akhirmya menyebabkan adanya kelelahan kerja
yang dirasakan pegawai. Menurut Prawirakusumah (2009) ada enam penyebab
seorang pekerja mengalami Kelelahan kerja, antara lain:
- Lingkungan, yaitu (iklim, penerangan, kebisingan, getaran, dan lain-lain)
Menurut Sedarmayanti (2009) jenis lingkungan kerja terbagi menjadi dua yaitu
lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja fisik
adalah semua yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi
pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan lingkungan
kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan
hubungan kerja, baik dengan atasan maupun dengan sesama rekan kerja
ataupun hubungan dengan bawahan. Aruan & Fakhri (2015) menjelaskan jika
pegawai memiliki persepsi yang positif terhadap lingkungan kerja, pegawai
akan menerima hal tersebut sebagai hal yang menyenangkan. Sebaliknya, bila
pegawai memiliki persepsi yang negatif terhadap lingkungan kerja, maka
pegawai akan menerima hal tersebut sebagai sesuatu yang tidak
menyenangkan. Lingkungan kerja fisik yang tidak dikondisikan dengan baik
bisa berakibat mempercepat munculnya kelelahan dan keluhan subjektif pada
pekerja, menurunya tingkat kenyamanan dan kesehatan pekerja (Abidin &
Widagdo, 2009). Lingkungan kerja fisik sangat berpengaruh pada kelelahan
kerja pegawai, apabila lingkungan kerja tidak kondusif akan meningkatkan
kelelahan kerja begitupun sebaliknya apabila lingkungan kerja mendukung
akan menurunkan kelelahan kerja pada pegawai (Munandar, 2014). - Intensitas dan lama kerja mental dan fisik
Lama seseorang bekerja dengan baik dalam sehari pada umumnya 6-10 jam.
Sisanya 14-16 jam dipergunakan untuk kehidupan dalam keluarga dan
masyarakat, istirahat, tidur dan lain-lain. Memperpanjang waktu kerja lebih dar
kemampuan lama kerja tersebut akan menurunkan tingkat efisiensi dan
efektivitas dalam bekerja. Kemudian apabila bekerja dengan waktu yang lebih
lama hal ini akan memicu timbulnya kelelahan. - Monoton
Pekerja dapat mengalami kejenuhan ketika melakukan pekerjaan yang sama
dan berulang setiap harinya. Hal tersebut bisa dikurangi dengan mendesain
ulang lingkungan kerjanya, bekerja sambil mendengarkan musik dan
sebagainya. - Konflik dan ambiguitas peran
Konflik peran dan tidak jelasnya tanggung jawab tuntutan pekerjaan atau beban
kerja pada pekerja secara psikologis dapat membuat pekerja merasa tertekan
dan hal ini yang akan memicu timbulnya kelalahan kerja. - Kondisi kesehatan tidak fit sehingga cepat lelah.
Kesehatan dapat mempengaruhi kelelahan kerja yang dapat dilihat dari riwaya
penyakit yang diderita. Beberapa penyakit yang dapat mempengaruh kelelahan
yaitu penyakit jantung, penyakit gangguan ginjal, penyakit asma, tekanan
darah rendah, hipertensi. - Kekhawatiran dan konflik batin manusia memiliki pemikiran dan
pertimbangan.
Salah satu pikiran yang megganggu adalah pikiran yang berakar pada
kekhawatiran. Khawatir kalau perusahaan akan bangkrut, khawatir kalau dipecat,
khawatir melakukan salah dan sebagainya. Rasa kekhawatiran ini sering meningkat
menjadi tegangan pikiran yang bisa mengganggu kesehatan pekerja.
Menurut Sholihah dan Fauzia (2013) faktor penyebab kelelahan kerja
berkaitan dengan: - Faktor internal. Faktor internal yang meliputi, faktor faktor somatik atau fisik,
gizi, jenis kelamin, umur, pengetahuan dan sikap atau gaya hidup. - Faktor eksternal. Sementara termasuk faktor eksternal adalah keadaan fisik
lingkungan kerja (kebisingan, suhu, pencahayaan, faktor kimia (zat beracun),
faktor biologi(bakteri, jamur), faktor ergonomis, kategori pekerjaan, sifat
pekerjaan, disiplin atau perusahaan peraturan, upah, hubungan sosial dan status
kerja.
