Indikator Kinerja
Menurut Mathis dan Jackson (2009), kinerja karyawan dapat diukur
dari lima komponen atau indikator yaitu:
1) kuantitas
Kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam
istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang
diselesaikan. Kuantitas yang diukur dari persepsi pegawai
terhadap jumlah aktivitas yang ditugaskan beserta hasilnya.
2) Kualitas output
Kualitas adalah ketaatan dalam prosedur, disiplin, dedikasi.
Tingkat dimana hasil aktivitas yang dikehendaki mendekati
sempurna dalam arti menyesuaikan beberapa cara ideal dari
penampilan aktivitas, maupun memenuhi tujuan-tujuan yang
diharapkan dari suatu aktivitas. Kualitas kerja diukur dari
persepsi pegawai terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan
serta kesempurnaan tugas terhadap ketrampilan dan kemampuan
pegawai.
3) Jangka waktu output, yaitu mampu menghasilkan output yang
maksimal pada jangka waktu tertentu.
4) Kehadiran
Kehadiran adalah keyakinan akan masuk kerja setiap hari dan
sesuai dengan jam kerja.
5) Sikap kooperatif (kerjasama)
Kemampuan bekerja sama adalah kemampuan seorang tenaga
kerja untuk bekerja bersama dengan orang lain dalam
menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan yang telah ditetapkan
sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-
besarnya.
Sedangkan menurut Robbins (2006) terdapat enam indikator yang
terdiri Sembilan belas komponen dari masing-masing indikator yang
dapat digunakan untuk mengukur kinerja individu yaitu:
1) Kualitas
Tingkat dimana hasil aktivitas yang dikehendaki mendekati
sempurna dalam arti menyesuaikan beberapa cara ideal dari
penampilan aktivitas, maupun memenuhi tujuan-tujuan yang
diharapkan dari suatu aktivitas. Kualitas kerja diukur dari
persepsi pegawai terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan
serta kesempurnaan tugas terhadap ketrampilan dan kemampuan
pegawai.
2) Kuantitas
Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah
seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.
Kuantitas yang diukur dari persepsi pegawai terhadap jumlah
aktivitas yang ditugaskan beserta hasilnya.
3) Ketepatan Waktu/jangka waktu
Tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal yang dinyatakan,
dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta
memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.
Ketepatan waktu diukur dari persepsi pegawai terhadap suatu
aktivitas yang diselesaikan di awal waktu sampai menjadi output
4) Kemandirian
Adalah tingkat seorang pegawai dapat melakukan fungsi
kerjanya tanpa minta bantuan, bimbingan dari orang lain atau
pengawas. Kemandirian dapat diukur dari persepsi pegawai
terhadap tugas dalam melakukan fungsi kerjanya masing-masing
pegawai sesuai dengan tanggung jawab pegawai itu sendiri.
5) Efektivitas
Tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang,
teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud
menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber
daya. Efektivitas kerja persepsi pegawai dalam menilai
pemanfaatan waktu dalam menjalankan tugas, efektivitas
penyelesaian tugas yang dibebankan organisasi.
6) Kehadiran
Kehadiran adalah keyakinan akan masuk kerja setiap hari dan
sesuai dengan jam kerja
