Keterkaitan leverage dengan integritas laporan keuangan sangat erat.
Perusahaan dengan leverage yang tinggi dituntut untuk mengungkapkan informasi
keuangan dengan luas dibandingkan dengan perusahaan leverage yang rendah. Hal
ini dikarenakan untuk menarik investor dan sebagai pertanggung jawaban kepada
pemegang saham tersebut. Melalui rasio leverage ini, pemilik perusahaan dan pihak
eksternal dapat menilai kinerja manajemen dalam mengelola dana yang telah
dipercayakan, termasuk dalam hal membayar aset tersebut. Namun risiko yang
dihadapi oleh investor akan meningkat sehingga mereka akan menuntut untuk
mendapatkan laba atas investasi mereka.
Menurut Kasmir (2014:113) mendefinisikan leverage sebagai rasio yang
berguna untuk mengukur seberapa besar aset perusahaan yang berasal dari utang.
Rasio yang digunakan adalah Debt to Asset (DAR). DAR adalah rasio keuangan
yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar kembali utang
yang dengan menggunakan asset (Wardhani, Widya Kusuma, 2020).
Winasis et al. (2020) menyatakan leverage berpengaruh signifikan terhadap
integritas informasi laporan keuangan. Dari hasil penelitian ini memberikan arti
bahwa meningkatnya tingkat leverage pada sebuah perusahaan akan meningkatkan
integritasi informasi laporan keuangan perusahaan. Sedangkan dalam penelitian
Abubakar (2018) menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap
integritas laporan keuangan. Ketika rasio leverage tinggi, perusahaan sulit untuk
mengelola operasi perusahaan, yang dapat menyebabkan manipulasi agar terlihat
menguntungkan bagi investor. Tingkat utang yang tinggi menempatkan pemegang
saham dalam risiko, sehingga manajer memanipulasi mereka untuk meyakinkan
pemegang saham bahwa mereka mendapatkan pengembalian atas investasi mereka
dan untuk menenangkan kreditur bahwa perusahaan dapat membayar hutangnya.
Semakin banyak hal terlibat, semakin banyak waktu yang dibutuhkan dan membuat
manajer memanipulasi. Atiningsih & Suparwati (2018) menyatakan leverage
berpengaruh negatif terhadap integritas laporan keuangan. Sehingga semakin
rendah leverage maka integritas laporan keuangan perusahaan semakin meningkat.
Berlawanan Anggraeni et al. (2020) menyatakan bahwa leverage tidak berpengaruh
terhadap integritas laporan keuangan. Sebaiknya perusahaan mengurangi tingginya
hutang atau menjauhi perusahaan ke arah pelanggaran persyaratan hutang yang
didasarkan atas angka akuntansi maka manajer akan terdorong untuk menyajikan
laporan keuangan dengan integritas yang tinggi
