Penyebab atau Sumber Konflik
Konflik muncul karena ada kondisiyang melatar-belakanginya
(antecedentconditions). Kondisi tersebut, yangdisebut juga sebagai
sumber terjadinyakonflik, terdiri dari tiga ketegori, yaitu:komunikasi,
struktur, dan variabel pribadi. Menurut Muchlas (2008) ada tiga faktor
yang dapat dianggap sebagai sebab atau sumber dari konfik, yaitu :
1) Komunikasi
Sumber komunikasi direpresentasikan sebagai kekuatan-kekuatan
yang bertentangan yang bisa muncul dari kesulitan-kesulitan
semantik, salah pengertian dan gumuruhnya suara-suara lain
dalam media komunikasi.Sesuatu yang sudah klasik disebutkan
adalah komunikasi yang buruh sebagai alasan timbulnya konflik.
Menurut Serdamayanti (2007), komunikasi dapat menjadi sumber
konflik karena diakibatkan adanya salah pengertian yang
berkenaan dengan kalimat, bahasa yang kurang atau sulit
dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta
gaya individu yang tidak konsisten
2) Struktur
Semakin besar sebuah kelompok dan semakin terspesialisasinya
kegiatan-kegiatan, makin besar pula kemungkinan terjadinya
konflik.Kelompok-kelompok didalam organisasi memliki tujuan
yang berbeda-beda, perbedaan tujuan diantara kelompok-
kelompok ini bisa menjadi sumber pokokterjadi konflik.
Selain itu, konflik yang bersumber dari struktur dapat terjadi
karena adanya pertarungan kekuasaan antar departemen dengan
kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian yang
bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya-
sumber daya yang terbatas atau saling ketergantungan dua atau
lebih kelompok-kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan
mereka (Sedarmayanti, 2007)
3) Variabel-variabel pribadi
Variabel-variabel pribadi dalam konteks ini adalah faktor-faktor
pribadi, termasuk sistem nilai individual yang dimiliki oleh setiap
orang dan karakteristik-karakteristik kepribadian yang
bertanggung jawab terhadap terjadinya penyimpangan dan
perbedaan-perbedaan. Menurut Serdamayanti (2007), hal ini
disebabkan, karena tidak sesuai dengan tujuan atau nilai-nilai
sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada
jabatan mereka, dan perbedaan dalam nilai-nilai persepsi.
Menurut Munandar (2008), konflikperan timbul jika seorang
karyawan mengalami adanya:
1) Pertentangan antara tugas-tugas yang harus ia lakukan dan antara
tanggung jawab yang ia miliki.
2) Tugas-tugas yang harus ia lakukan yang menurut pandangannya
bukan merupakan bagian dari pekerjaannya.
3) Tuntutan-tuntutan yang bertentangan dari atasan, rekan,
bawahannya, atau orang lain yang dinilai penting bagi dirinya.
4) Pertentangan dengan nilai-nilai dan keyakinan pribadinya
sewaktu melakukan tugas pekerjaannya
