Pertumbuhan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan Gross Domestik Product tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk. Berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari pembangunan ekonomi itu sendiri sebab di dalam pertumbuhan ekoomi juga disertai dengan peningkatan kegiatan pembangunan yang mana tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan perkapita yang tinggi (Sukirno, 1985: 13). Schumpeter mengartikan pertumbuhan ekonomi (growth) sebagai peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah factor produksi masyarakat tanpa adanya perubahan cara-cara atau teknologi produksi itu sendiri. Menurut Karjoredjo, pembangunan ekonomi ataupun pertumbuhan ekonomi, termaksud pembangunan daerah merupakan proses kenaikan pendapatan masyarakat di suatu daerah dalam jangka panjang. Pendapatan masyarakat di sini lebih ditekankan pada pendapatan riil dan pendapatan masyarakat perkapita orang (Karjoredjo, 1999: 35)

Macam – macam PDRB (skripsi dan tesis)

Berdasarkan dalam pengitungan PDRB, ada 2 macam PDRB yaitu sebagai
berikut :
a) Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) atas dasar harga
berlaku
yaitu PDRB yang penghitungannya berdasarkan harga tahun yang
sedang berjalan atau harga tahun yang sedang berlaku (at current
price).
b) Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) atas dasar harga
konstan
yaitu PDRB yang penghitungannya berdasarkan harga suatu tahun
yang tetap/konstan yang dipakai sebagai tahun dasar. Tujuan
menghitung PDRB atas dasar harga konstan adalah untuk melihat
perkembangan PDRB atau perekonomian secara riil (nyata) yang
tidak dipengaruhi oleh perubahan harga, baik inflasi maupun
deflasi.

Manfaat Menghitung PDRB (skripsi dan tesis)

Beberapa manfaat dalam penghitungan PDRB bagi suatu daerah yaitu sebagai
berikut :
a) Untuk bahan evaluasi pembangunan di masa lalu, baik
pembangunan sektoral maupun pembangunan regional secara
keseluruhan.
b) Untuk bahan umpan balik terhadap perencanaan pembangunan
yang telah dilaksanakan.
c) Sebagai dasar pembuatan proyeksi perkembangan perekonomian di
masa yang akan datang. d. Untuk membandingkan peranan masingmasing sektor perekonomian di suatu wilayah.
d) Jika perhitungan PDRB dihubungkan dengan banyaknya tenaga
kerja, maka dapat mencerminkan produktivitas tenaga kerja
masing-masing sektor

Pendekatan PDRB (skripsi dan tesis)

Tiga Pendekatan PDRB yaitu sebagai berikut :
a) Pendekatan Nilai Produksi (Production Approach)
PDRB diartikan sebagai jumlah nilai produk barang dan jasa yang
dihasilkan oleh berbagai unit produksi dalam suatu daerah pada
periode tertentu.
b) Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
PDRB diartikan sebagai jumlah nilai balas jasa dari factor – factor
produksi yang ikut dalam proses produksi. Balas jasa yang
dimaksud diatas terdiri dari gaji, upah, sewa tanah, bunga modal
serta keuntungan. Jumlah nilai balas jasa factor produksi tersbut
sama dengan domestic regional bruto dari sudut pendapatan.
c) Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
PDRB dapat diartikan total nilai pengeluaran konsumsi rumah
tangga, pengeluaran pemerintah, pengeluaran lembaga nirlaba,
pembentukan modal, perubahan stok serta ekspor neto (EskporImpor). PDRB dari sudut pengeluaran selama ini lebih dikenal
dengan PDRB menurut penggunaan.

Definisi PDRB (skripsi dan tesis)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang lebih dikenal dengan Pendapatan Regional merupakan takaran makro yang digunakan untuk mengamati perekonomian suatu wilayah atau daerah, baik daerah tingkat I (Provinsi) maupun daerah Tingkat II (Kabupaten atau Kotamadya). Selain indikator-indikator lain, pendapatan regional sangat banyak digunakan oleh para birokrasi pemerintah, peneliti, dan masyarakat dalam mengevaluasi perekonomian. Berbagai kebijakan pembangunan pada umumnya memakai data yang bersumber dari pendapatan regional. PDRB dengan berbagai data suplemen lainnya yang merupakan indikator makro ekonomi, dapat digunakan pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan daerah. Informasi ini sangat diperlukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk menyusun skala prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan. Untuk mengartikan PDRB kita dapat menggunakan tiga pendekatan. (2014, dalam www.ekonomisku.blogspot.com)

Kriteria Penentuan Sektor Unggulan (skripsi dan tesis)

Menentukan kriteria sektor unggulan menjadi suatu hal yang penting sebagai
dasar perencanaan pembangunan daerah sesuai era otonomo daerah saat ini,
dimana daerah memiliki kesempatan serta kewenangan untuk membuat kebijakan
yang sesuai dengan potensi daerah demi mempercepat pembangunan ekonomi
daerah.
Beberapa kriteria sektor unggulan menurut Sambodo dalam Usya (2006)
yaitu :
a) Sektor unggulan memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi
b) Sektor unggulan memiliki angka penyerapan tenaga kerja yang
relatif besar
c) Sektor unggulan memiliki keterkaitan antara sektor yang tinggi
baik ke depan maupun ke belakang
d) Sektor yang mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi.
Menurut Rachbini (2001) ada beberapa kriteria sektor unggulan agar sektor
unggulan tersebut menjadi sektor prioritas, yaitu sebagai berikut :
a) Sektor unggulan harus menghasilkan produk yang mempunyai
permintaan yang cukup besar sehingga laju pertumbuhan dapat
berkembang dengan cepat yang diakibatkan dari efek permintaan
tersebut
b) Ada perubahan teknologi yang teradopsi secara kreatif maka fungsi
produk baru bergeser dengan pengembangan kapasitas yang lebih
luas.
c) Harus terjadi peningkatan investasi kembali dari hasil – hasil
produksi sektor yang menjadi prioritas tersebut, baik swasta
maupun pemerintah.
d) Sektor unggulan harus berkembang sehingga mampu memberi
pengaruh terhadap sektor – sektor lainnya

Pengertian Sektor Unggulan (skripsi dan tesis)

Pengertian sektor unggulan biasanya berkaitan dengan suatu perbandingan, baik perbandingan berskala regional, nasional maupun internasional. Pada ruang lingkup internasional, sektor unggulan dapat dikatakan unggul jika sektor nya mampu bersaing dengan sektor yang sama dengan negara lain. Sedangkan pada ruang lingkup nasional, suatu sektor dapat dikategorikan sebagai sektor unggulan jika sektor di daerah tersebut mampu bersaing dengan sektor yang sama yang dihasilkan oleh daerah lain, baik pada pasar nasional ataupun pasar domestik (Suyatno, 2000) Pengertian sektor unggulan menurut Tumenggung (1996) yaitu sektor yang memiliki keunggulan komperatif dan keunggulan kompetitif dengan produk sektor sejenis dari daerah lain serta memberikan nilai manfaat yang besar. (Unknown, 2008, dalam www.ilmuekonomi.net) Sektor unggulan memiliki sebuah potensi yang lebih besar untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan sektor lain dalam suatu daerah terutama yang memiliki faktor pendukung terhadap sektor unggulan tersebut seperti halnya akumulasi modal, pertumbuhan tenaga kerja yang terserap serta kemajuan teknologi. Sektor unggulan pada suatu daerah mempunyai hubungan erat dengan data PDRB dari daerah yang bersangkutan. Dalam PDRB terkandung informasi yang penting diantaranya untuk melihat output sektor ekonomi dan tingkat pertumbuhan dalam suatu daerah baik dalam provinsi maupun kabupate/kota.

Strategi Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah (skripsi dan tesis)

Untuk mengetahui potensi ekonomi suatu daerah tidaklah mudah. Potensi
yang ada di daerah layak untuk dikembangkan sehingga terus berkembang
menjadi sumber penghidupan masyarakat serta menjadi perekonomian daerah
secara keseluruhan untuk berkembang dengan sendirinya dan berkesinambungan.
Tujuan dalam pengembangan ekonomi pada umumnya adalah untuk
meningkatkan pendapatn riil perkapita serta adanya unsur keadilan dan
pemerataan dalam penghasilan dan kesempatan berusaha.
Langkah – langkah yang dilakukan dalam mempersiapkan strategi potensi
daerah yaitu sebagai berikut :
a) Mengidentifikasi sektor – sektor kegiatan yang mempunyai potensi
untuk dikembangkan dengan memperhatikan kekuatan dan
kelemahan
b) Mengidentifikasi sektor – sektor yang potensinya rendah untuk
dikembangkan dan mencari faktor – faktor penyebab rendahnya
potensi sektor tersebut.
c) Mengidentifikasi sumber daya yang ada termasuk SDM
d) Menggunakan model pembobotan terhadap variabel – variabel
kekuatan dan kelemahan untuk setiap sektor dan sub-sektor
e) Menentukan strategi yang akan ditempuh untuk pengembangan
sektor – sektor andalan

Strategi dalam Pembangunan Ekonomi Daerah (skripsi dan tesis)

Pembangunan ekonomi mampu berhasil bila dapat memenuhi kebutuhan
dunia usaha. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya fluktuasi
ekonomi sektoral yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesempatan kerja.
Secara garis besar strategi pembangunan daerah menurut Arsyad (1999)
dibagi menjadi 4 kelompok yaitu sebagai berikut :
a) Strategi pengembangan fisik (Locality Or Phsycal Development
Strategy)
Dengan melalui pengembangan program perbaikan kondisi fisik
daerah yang ditujukan untuk kepentingan pembangunan industri dan
perdagangan, pemerintah daerah berpengaruh positif bagi
pengembangan dunia usaha daerah. Secara khusus tujuan strategi
pembangunan fisik adalah untuk menciptakan identitas daerah,
memperbaiki basis pesona atau kualitas hidup masyarakat serta
memperbaiki daya tarik pusat kota supaya memperbaiki dunia usaha
daerah.
b) Strategi Pengembangan Dunia Usaha (Bussines Development
Strategy)
Pengembangan dunia usaha adalah komponen yang penting dalam
merencanakan pembangunan ekonomi daerah karena dari daya tarik,
kreasi atau daya tahan kegiatan dunia usaha merupakan cara yang
terbaik dalam menciptakan perekonomian daerah.
c) Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Resources
Development Strategy)
Sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam proses
pembangunan ekonomi, oleh karena itu peningkatan kualitas serta
keterampilan sumber daya manusia adalah suatu keniscayaan.
d) Strategi Pengembangan Masyarakat (Community-Based
Development Strategy)
Kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat adalah kegiatan
yang dituju untuk mengembangkan suatu kelompok masyarakat
tertentu di suatu daerah. Dalam bahasa dikenal dengan istilah
pemberdayaan. Kegiatan seperti ini berkembang marak di indonesia
karena kebijakan umum ekonomi yang ada tidak mampu memberikan
manfaat bagi kelompok – kelompok masyarakat tertentu.

Peran Pemerintah dalam Pembangunan Ekonomi Daerah (skripsi dan tesis)

Dalam proses pembangunan ekonomi daerah, peran pemerintah sangat penting. Dimana pemerintah tidak boleh berlaku sebagai penonton pasif. Masalah yang dihadapi dalam proses pembangunan ekonomi daerah sedemikian besarnya sehingga tidak dapat diserahkan begitu saja kepada mekanisme bebas kekuatan – kekuatan ekonomi. Bahkan perusahaan swasta tidak mampu menyelesaikan masalah – masalah tersebut. Maka dari itu tindakan dari pemerintah sangat diperlukan bagi pembangunan ekonomi. Pada fase awal pembangunan, investasi harus dilakukan di bidang – bidang yang mampu meningkatkan ekonomi eksternal yaitu yang mengarah kepada social dan ekonomi seperti transportasi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Perusahaan swasta tidak tertarik untuk melakukan kegiatan – kegiatan tersebut karena resiko terlalu tinggi serta keuntungan kecil. Dari sinilah timbul kebutuhan untuk menyeimbangkan pertumbuhan berbagai sector perekonomian sehingga penawaran sesuai dengan permintaan. Oleh karena itu pengawasan serta pengaturan oleh negara menjadi penting untuk mencapai keseinmbangan pertumbuhan. Pemerintah harus merencanakan pengawasan fisik dan langkah – langkah fiscal dan moneter. Ruang lingkup pemerintah sangat luas dan menyeluruh. Menurut Prof. Lewis lingkup tersebut mencangkup penyelenggaraan pelayanan umum, meentukan sikap, membentuk lembaga – lembaga ekonomi, menentukan penggunaan sumber, menentukan distribusi pendapatan, mengendalikan jumlah uang, mengendalikan fluktuasi, menjamin pekerjaan penuh dan menentukan laju investasi. (sugih dragon, 2014, dalam www.academia.edu) Peran pemerintah dalam membangun perekonomian daerah yaitu sebagai berikut : a) Entrepeneur Peran pemerintah sebagai entrepreneur merupakan tanggung jawab untuk menjalankan suatu usaha bisnis didaerahnya. Pemerintah bisa mengembangkan suatu usaha dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau bermitra dengan dunia usaha swasta namun kegiatannya tetap dalam pengendalian pemerintah daerah. Pemerintah harus mampu mengelola asset – asset daerah dengan baik sehingga mampu memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah. b) Koordinator Pemerintah daerah harus mampu bertindak sebagai coordinator dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan melalui penetapan kebijakan – kebijakan atau mengusulkan strategi – strategi pembangunan ekonomi yang komprehensip untuk kemajuan daerahnya. Pemerintah daerah dapat melibatkan lembaga – lembaga pemerintah daerah lainnya, dunia usaha dan masyarakat dalam menyusun sasaran ekonomi. Pendekatan ini sangat potensial dalam menjaga konsistensi pembangunan daerah serta untuk menjamin bahwa perekonomian di daerah akan mendapatkan manfaat yang optimal. c) Fasilitator Pemerintah berperan sebagai fasilitator dengan cara mempercepat pembangunan melalui perbaikan lingkungan attidunal (perilaku atas budaya masyarakat) didaerah. Hal ini dilakukan agar mempercepat proses pembangunan serta prosedur perencanaan, peraturan tata ruang daerah yang lebih baik. d) Stimulator Pemerintah berperan sebagai stimulan dalam menciptakan dan mengembangkan usaha melalui tindakan – tindakan yang dapat mempengaruhi dunia usaha untuk masuk ke daerah daerah. Menjaga perusahaan – perusahaan yang tetap berada di daerah tersebut. Stimulus tersebut dapat dilakukan dengan cara antara lain sebagai berikut : pembuatan brosur – brosur, pengembangan kawasan industri pembuata outlet untuk produk – produk UKM, membantu UKM melakukan pameran lainnya.

Permasalahan dalam Pembangunan Ekonomi Daerah (skripsi dan tesis)

Dalam pembangunan ekonomi daerah, mempunyai beberapa permasalahan
yang dihadapi yaitu sebagai berikut :
a) Ketimpangan Pembangunan Sektor Industri
b) Kurang meratanya investasi
c) Tingkat Mobilitas factor produksi yang rendah
d) Perbedaan SDA
e) Perbedaan Demografis
f) Kurang lancarnya perdagangan antar daerah

Definisi Pembangunan ekonomi daerah (skripsi dan tesis)

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses saat pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada dan selanjutnya membentuk kemitraan antara pemerintah daerah dengan sector swasta yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru serta merangsang perkembangan kegiatan ekonomi. Pembangunan ekonomi meliputi berbagai aspek perubahan dalam kegiatan ekonomi, maka sampai dimana taraf pembagunan ekonomi yang dicapai oleh suatu negara telah meningkat, serta tidak mudah diukur secara kuntitatif. Dalam pembangunan ekonomi daerah yang menjadi pokok permasalahannya adalah terletak pada kebijakan – kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan dan sumber daya fisik secara local. Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses yang mencakup pembentukan institusi – institusi baru, pembangunan industry – industry alternative, perbaikan kapasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan barang dan jasa, identifikasi pasar – pasar baru, pengetahuan dan teknologi serta pengembangan usaha – usaha baru. Tujuan utama dari pembangunan ekonomi daerah adalah untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerjauntuk masyarakat daerah. Pemerintah daerah dan masyarakatnya harus bersama – sama mengambil inisiatif pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah dengan pasrtisipasi masyarakat, dengan dukungan sumber daya yang ada harus mampu menghitung potensi sumber daya yang diperlukan untuk merancang serta membangun ekonomi daerahnya.

Hambatan Dalam Pembangunan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Dalam melakukan pembangunan ekonomi dapat menimbulkan hambatan –
hambatan pada prosesnya. Hambatan – hambatan tersebut yang bisa terjadi yaitu
sebagai berikut :
a) Dualisme ekonomi. Bisa terjadi kesenjangan yang hanya
berorientasi di perkotaan saja
b) Adanya kebudayaan yang tidak bersifat ekonomis. Misalnya
seperti adat yang tidak mendukung adanya penggunaan sumber daya
manusia secara penuh untuk meningkatkan taraf hidupnya, adanya
status social penduduk, kebiasaan yang turun temurun dan hambatan
filosofis.
c) Banyaknya jumlah pengangguran karena meningkatnya angka
kelahiran
d) Pendapatan tidak teratribusi secara merata.Hambatan Dalam Pembangunan Ekonomi
Dalam melakukan pembangunan ekonomi dapat menimbulkan hambatan –
hambatan pada prosesnya. Hambatan – hambatan tersebut yang bisa terjadi yaitu
sebagai berikut :
a) Dualisme ekonomi. Bisa terjadi kesenjangan yang hanya
berorientasi di perkotaan saja
b) Adanya kebudayaan yang tidak bersifat ekonomis. Misalnya
seperti adat yang tidak mendukung adanya penggunaan sumber daya
manusia secara penuh untuk meningkatkan taraf hidupnya, adanya
status social penduduk, kebiasaan yang turun temurun dan hambatan
filosofis.
c) Banyaknya jumlah pengangguran karena meningkatnya angka
kelahiran
d) Pendapatan tidak teratribusi secara merata.

Faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Adapun factor factor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi diantaranya
adalah sebagai berikut :
Faktor Ekonomi
Beberapa hal yang mempengaruhi pembangunan ekonomi
dalam factor ekonomi ialah sumber daya manusia, sumber
daya alam serta keahlian dan entrepeneurship.
Sumber daya manusia sangat berpengaruh dalam menentukan
tingkat suatu keberhasilan pembangunan nasional melalui
kualitas dan kuantitas produk.
Sumber daya alam yang berpengaruh meliputi kesuburan
tanah, keadaan iklim atau cuaca, hasil laut serta hasil tambang,
yang berhubungan dengan penyediaan bahan baku produksi.
Keahlian dan entrepeneurship sangat diperlukan dalam
pembangunan ekonomi dengan mengolah bahan mentah hasil
alam menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.
Factor Non-ekonomi
Suatu hal yang mempengaruhi pembangunan dalam factor non
ekonomi yaitu kondisi kultur social masyarakat sebuah negara,
politik, kelembagaan, dan system yang berkembang dan
berlaku di masyarakat.

Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Pembangunan ekonomi tidak selalu memberikan efek positif bagi negaranya.
Bisa saja memberikan efek negative dalam pembangunan yang sedang
berlangsung. Berikut adalah efek positif serta efek negative dalam pembangunan
ekonomi sebagai berikut :
Dampak Positif Pembangunan Ekonomi
a) Meningkatkan proses pertumbuhan ekonomi sebuah negara
b) Mengurangi pengangguran dengan meningkatkan jumlah
lapangan pekerjaan
c) Keberagaman kegiatan ekonomi negara – negara
d) Peningkatan kualitas sumber daya manusia karena adanya
tuntutan pendidikan dan teknologi
Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
a) Pembangunan ekonomi yang tidak direncanakan dengan
baik dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup
b) Pembangunan di bidang ekonomi sering berorientasi pada
pembangunan infrastruktur serta industry yang dapat
menyebabkan berkurangnya lahan pertanian

Tujuan Pembangunan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Adapun tujuan dalam pembanngunan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan
terhadap pendapatan perkapitanya, yaitu sebagai berikut :
a) Untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat dengan
pemerataan pendapatan.
b) Meningkatkan kesempatan kerja dengan menambah bidang –
bidang kerja yang bisa menyerap tenaga kerja.
c) Memperbaiki mutu pendidikan untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia.
d) Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya nilai –
nilai luhur termasuk social, agama serta kultur agar tidak mudah
terpengaruh oleh budaya lainnya.
e) Menghindari kemungkinan inflasi

Indikator Pembangunan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Tolak ukur dalam suatu pembangunan ekonomi berdasarkan beberapa indicator yang harus terpenuhi agar dapat digunakan sebagai gambaran bahwa negara tersebut sedang melalui proses pembangunan ekonomi. Indicator tersebut mencakup indicator ekonomi dan social. Indicator ekonomi yaitu meliputi laju pertumbuhan ekonomisebagai proses adanya kenaikan output perkapita dalam kurun waktu yang lama serta adanya peningkatan Produk Nasional Bruto perkapita. Indicator social yaitu meliputi indeks dari pembangunan Sumber Daya Manusia dan indeks mutu hidup.

Komponen Dalam Pembangunan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Dalam bidang ekonomi memiliki 3 komponen yang harus terpenuhi yaitu
sebagai berikut :
a) Pembangunan bagian dari suatu proses
Pembangunan adalah sebuah bagian dari suatu proses yang dalam
pembangunan ekonominya memerlukan tahapan – tahapan yang harus
dijalani oleh Negara. Tahapan – yahapan yang dimaksud itu ialah
keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan penduduk. Suatu bangsa
dimana membangun ekonominya adalah bangsa yang mau berproses.
b) Pembangunan berorientasi untuk meningkatkan pendapatan
Misi yang paling utama dalam pembangunan ekonomi adalah untuk
meningkatkan pendapatan perkapita dengan tindakan aktif maka
dibutuhkannya kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat
serta elemen – elemen lainnya untuk saling berpartisipasi dalam
melakukan perbaikan ekonomi.
c) Peningkatan pendapatan jangka panjang
Suatu negara saat dalam kurun waktu tertentu pendapatan
perkapitanya cenderung meningkat secara terus menerus maka dapat
dikatakan negera tersebut sudah melalui proses peningkatan ekonomi

Definisi Pembangunan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang bertujuan untuk menaikkan
pendapatan total dan perkapita melalui perhitungan pertambahan penduduk suatu
Negara yang disertai dengan perubahan fundamental terhadap struktur ekonomi
Negara serta pemerataan pendapatan penduduknya. (jonathan, 2012, dalam
www.maxmanroe.com)
Definisi pembangunan ekonomi menurut para ahli yaitu sebagai berikut :
1) Sadono Sukirno (1996)
Pembangunan ekonomi adalah upaya meningatkan pendapatan
perkapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial
menjadi ekonomi real dengan melakukan penanaman modal,
penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan
keterampilan, penambahan kemampuan berorganisasi dan
manajemen.
2) Adam smith
Pembangunan ekonomi adalah proses perpaduan atau kombinasi
antara pertumbuhan penduduk dengan kemajuan teknologi.
3) Prof. Meier
Pembangunan ekonomi adalah proses kenaikan pendapatan riil
perkapita dalam jangka waktu yang panjang.
4) Schumpeter (Suryana, 2000:5)
Pembanguna ekonomi adalah perubahan dalam lapangan industry
dan perdagangan yang berkaitan dengan pendapatan perkapita dan
pendapatan nasional dimana proses tersebut terjadi secara spontan
dan tidak terputus – putus.
5) Irawan (2002:5)
Pembangunan ekonomi adalah berbagai usaha yang dilakukan untuk
meningkatkan taraf hidup suatu Negara yang dapat diukur dengan
tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Menurut Para Ahli Beberapa ahli ekonomi pernah memberikan penjelasan tentang pertumbuhan ekonomi, salah satunya sebagai berikut : a) Adam Smith Menurut Adam Smith Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat ekonomi pada suatu Negara yang bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka output dari suatu Negara akan ikut bertambah. b) Sadono Sukimo (1985) Menurut Sadono Sukimo pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun. Untuk mengetahui pertumbuhannya, maka harus dilakukan perbandingan pendapatan nasional segera dari tahun ke tahun, yang sering kita dengar dengan laju pertumbuhan ekonomi. c) Budiono (1994) Menurut Budiono pertumbuhan ekonomi adalah sebuah pertumbuhan output perkapita jangka panjang yang terjadi apabila ada peningkatan output yang bersumber dari proses intern perekonomian itu sendiri dan sifatnya sementara. Adapun komponen pokok dalam pertumbuhan ekonomi yaitu : a) Kenaikan output secara berkesinambungan adalah manifestasi dari pertumbuhan ekonomi sedangkan kemampuan menyediakan berbagai jenis barang merupakan tanda kematangan ekonomi pada negara yang bersangkutan. b) Perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berkesinambungan dimana peran pemerintah dalam berinvestasi di bidang pendidikan. c) Mewujudkan potensi pertumbuhan yang terkandung dalam kemajuan teknologi dilakukan dengan penyesuaian kelembagaan, sikap serta ideology. Sehingga secara ekonomi dan social terjadi pertumbuhan yang seiring.

Definisi Pertumbuhan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Pertumbuhan Ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendatan nasional riil. Jadi pertumbuhan Ekonomi dapat dikatakan tumbuh apabila teerjadi pertumbuhan outputriil. Definisi lain pertumbuhan ekonomi yaitu pertumbuhan ekonomi terjadi apabila ada kenaikan out put perkapita. Pertumbuhan ekonomi itu sendiri menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang. Secara singkatnya, pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Dalam pengertian tersebut ada 3 hal yang perlu digaris bawahi yaitu proses, out put per kapita, dan jangka panjang. Pertumbuhan dalam proses maksudnya bahwa pertumbuhan ekonomi bukan gambaran perekonomian pada suatu saat. Pertumbuhan ekonomi juga berkaitan dengan output per kapita berarti harus memperhatikan dua hal yaitu Output total (GDP) dan jumlah penduduk, karena output perkapita adalah output total dibagi dengan jumlah penduduk. Aspek jangan panjang maksudnya bahwa kenaikan output perkapita harus dilihat dari kurun waktu yang cukup lama. Kenaikan output perkapita dalam satu atau dua tahun kemudian akan diikuti dengan penurunan bukan pertumbuhan ekonomi. Secara umum teori pertumbuhan ekonomi menurut para ahli dibagi menjadi dua, yaitu teori pertumbuhan ekonomi historis dan teori pertumbuhan ekonomi klasik dan neoklasik. (Ika Novita, 2014, dalam www.academia.edu). Teori pertumbuhan ekonomi historis berkembang di jerman dan kemunculan teori pertumbuhan ekonomi histori inilah merupakan reaksi terhadap pandangan kaum klasik yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat dengan revolusi industry dan menyatakan bahwa teori ini dilakukan secara bertahap. Teori pertumbuhan ekonomi klasik menurut pandangan para ahli ada 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu : jumlah penduduk, jumlah stok barang – barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan. Berdasarkan teori klasik tersebut, dikemukakan suatu teori yang menjelaskan kaitannya antara pendapatan perkapita dengan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori optimus. Teori pertumbuhan ekonomi klasik dapat dilihat apabila terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita. Namun apabila jumlah penduduk bertambah banyak, hukum hasil tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi yaitu produksi marjinal akan mengalami penurunan. Oleh karena itu pendapatan nasional dan pendapatan perkapita menjadi semakin lambat pertumbuhannya. Teori pertumbuhan ekonomi nonklasik melihat dari sudut pandang berbeda yaitu dari segi penawaran. Menurut teori ini, yang dikembangkan oleh Abramovits dan Solow pertumbuhan ekonomi tergantung kepada perkembangan factor – factor produksi.

Tenaga kerja dan Pertumbuhan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Tenaga kerja adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (berusia 15 tahun atau lebih) yang potensial dapat memproduksikan barang dan jasa. Sebelum tahun 2000, Indonesia menggunakan dasar kriteria seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas. Selanjutnya mulai Sensus Penduduk 2000 dan sesuai dengan ketentuan secara internasional, tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih. Kriteria ini menjadi indikator yang digunakan dalam pembuat kebijakan perencanaan ketenagakerjaan baik di daerah maupun nasional. Indikator ini juga digunakan untuk mengetahui berapa banyak tenaga kerja atau penduduk usia kerja potensia yang dapat memproduksikan barang dan jasa. Sedangkan untuk mengetahui distribusi penyebaran penduduk yang bekerja di setiap lapangan pekerjaan digunakan angka proporsi penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan. Yang dimaksud dengan lapangan pekerjaan sendiri adalah bidang kegiatan dari usaha/perusahaan dimana seseorang bekerja atau pernah bekerja. Lapangan kerja ini dibagi dalam 10 golongan, terdiri dari 5 sub sektor pertanian yaitu pertanian tanaman pangan, perkebunan, perimakan, peternakan, pertanian lainnya dan lima lainnya adalah sektor industri pengolahan, perdagangan, jasa, angkuran dan sektor lainnya

Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Infrastruktur dapat diartikan sebagai kemudahan dasar dalam berbagai instalasi terutama dalam sistem komunikasi, transportasi, listrik, air telepon yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam menunjang aktivitasnya baik itu untuk usaha dalam bentuk industri maupun perdagangan serta untuk mendukung kelancaran arus orang, barang dan jasa dari suatu tenpat ke tempat lain. Infrastruktur fisik dipengaruhi oleh ketersediaan, kualitas dan aksesnya. Ketersediaan infrastruktur fisik adalah seperti jalan raya, pelabuhan laut dan udara, jembatan, sarana komunikasi dan sumber energi seperti listrik. Sedangkan kualitas dan aksesnya meliputi kondisi dari infrastruktur fisik tersebut dalam keadaan yang baik dan terpelihara. Infrastruktur fisik yang tersedia belum tentu dapat mendukung kelancaran usaha bila infratruktur yang tersedia tidak dalam kondisi yang baik. Selain kualitas, kemudahan pengguna untuk mengakses infrastruktrur fisik tersebut juga turut diperhatikan. Produktivitas dapat ditingkatkan melalui ketersediaan infrastruktur yang baik. Demikian pula dengan biaya produksi yang dapat diturunkan sehingga ketersediaan infrastruktur dapat menjadi salah satu faktor daya tarik masuknya investasi ke suatu wilayah atau dengan kata lain infrastruktur yang tersedia dapat membantu meningkatkan kegiatan investasi yang sudah ada. Untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur, pemerintah perlu mengalokasikan biaya (pembelanjaan pemerintah) untuk membiayai penambahan dan perbaikan infrastruktur yang ada

Pengertian Penanaman Modal Asing (PMA) (skripsi dan tesis)

Arus modal yang masuk dari luar negeri dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu utang luar negeri, investasi portfolio, dan penanaman modal asing langsung
(FDI). Secara umum, FDI adalah bentuk investasi yang ditanamkan langsung dan
bergerak di berbagai bidang. Di dalam arus FDI tidak termasuk investasi portfolio
global berbentuk saham lewat jual beli di bursa, obligasi dan surat berharga
lainnya. Dibandingkan dengan hutang, FDI sering dianggap sebagai cara yang
lebih menguntungkan dan lebih aman dalam membiayai pembangunan, selain
karena factor resiko kegagalan usaha dipegang oleh investor asing, dimana pada
hutang, negara dalam kondisi apapun, berkewajiban unuk membayar utang
beserta bunganyam juga karena FDI terkait dengan kepemilikan langsung,
pengusaan pabrik, peralatan dan infrastruktur yang turut membiayai kapasitas
penciptaan pertumbuhan dalam suatu perekonomian, sedangkan pinjaman luar
negeri jangka pendek lebih sering digunakan untuk membiayai konsumsi.
Dalam teori FDI dengan pendekatan endowment factors, FDI ditentukan
oleh tingkat pengembalian yang tinggi (rate of return) terhadap factor produksi.
Dalam kerangka teori Heckscher–Ohlin (H-O), dimana diasumsikan terdapat dua
negera dua factor produksi dan dua barang, maka FDI (dinyatakan dengan arus
capital/modal) terjadi dari negara-negara yang berlimpah capital/modal (capital
abundant), yang pada umumnya memberikan tingkat pengembalia yang rendah,
ke negara yang berlimpah tenaga kerja (labour abundant) dengan tingkat
pengembalian yang umumnya relative lebih tinggi. Kelemahan H-O ini dalam
menjelaskan fenomena arus modal H-O terlalu sederhana sehingga tidak dapat menjelaskan fenomena arus modal yang terjadi diantara dua negara yang samasama berlimpah capital/modal ataupun sama-sama berlimpah tenaga kerja.
Teori FDI dengan pendekatan mikroekonomi mendasarkan teorinya pada
teori perusahaan (theory of the firm) dimana analisisnya menekankan pada
maksimalisasi profit melalui cost benefit analysis. Teori – teori mikro berfokus
pada ketidaksempurnaan pasar (market imperfection), keinginan perusahaanperusahaan multinasional untuk melakukan ekspansi dan meraih pangsa pasar
yang lebh besar (market power), economies of scale, kemajuan teknologi, dan lain
sebagainya. Pada Prinsipnya, teori FDI lebih mengarah pada studi ekonomi mikro
yang membahas fungsi produksi suatu perusahaan dimana FDI tersebut
ditanamkan, karena pada kenyataannya investor asing cenderung menanamkan
modalnya langsung pada bidang/sektor atau perusahaan yang dipilihnya.
Studi mengenai FDI berkembang ke arah yang lebih luas yaitu
makroekonomi, dimana secara agregat tingkat FDI akan mempengaruhi
perekonomian negara penerima FDI dalam banyak hal, diantaranya produksi
(output), ketenagakerjaan, tingkat pengangguran, pendapatan, harga, eksporimpor, pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran, dan kesejahteraan umum
negara penerima FDI. Di sisi lain, tingkat FDI yang masuk ke suatu negara juga
dipengaruhi oleh variabel-variabel makroekonominya, seperti tingkat pendapatan
nasional (GDP), investasi domestic, tingkat pertumbuhan ekspor, nilai tukar riil,
surplus/deficit anggaran pemerintah, dan variabel makroekonomi lainnya,
termasuk pula tingkat pertumbuhan ekonomi negara tersebut

 Pengertian Investasi (skripsi dan tesis)

 

Berdasarkan pengalaman negara maju, memberikan bukti bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam kemakuan ekonomi adalah besarnya barang modal dan kualitas sumber daya manusia. (Pratama dan Manurung, 2008: 58).
Sehingga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diperlukan investasi baik
dalam bentuk fisik maupun non fisik.
Pengertian investasi secara umum diartikan sebagai pembelian (dan
berarti juga produksi), baik terhadap aktiva fisik seperti membangun jembatan,
membangun gedung, pembuatan jalan dan lain sebagainya, maupun aktiva
finansial (keuangan) seperti membeli sekuritas atau bentuk keuangan lainnya atau
aktiva kertas seperti halnya seseorang yang membeli saham atau obligasi. Dalam
ekonomi makro sendiri, pengertian investasi lebih dipersempit yakni sebagai
pengeluaran masyarakat yang ditujukan untuk menambah stok modal fisik
(Dornbusch dan Fischer, 1998:331). Sementara itu dalam perhitungan pendapatan
nasional dan statistik, pengertian investasi adalah seluruh nilai pembelian para
pengusaha atas barang-barang modal dan pembelanjaan untuk mendirikan industri
dan pertambahan dalam nilai stok barang perusahaan yang berupa bahan mentah,
bahan belum diproses, dan barang jadi.
Dalam pengertiannya, Nurfatah (1981) investasi merupakan usaha
pembentukan modal guna memperoleh keuntungan, terutama dalam bentuk
pendapatan atau bunga modal. Hal ini menjelaskan investasi dari sisi ekonomi
terutama pada upaya perolehan manfaat (benefit). Suparmoko (2002) menyatakan
bahwa investasi adalah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan langsung
maupun tidak langsung dalam produksi untuk menambah output. Secara khusus
dapat dikatakan bahwa investasi terdiri dari barang-barang yang dibuat untuk
penggunaan produksi pada masyarakat yang akan datang.
Dalam investasi tercakup dua tujuan utama, yakni untuk mengganti bagian
dari penyediaan modal yang rusak (depresiasi) dan tambahan penyediaan modal
yang ada. Sedangkan tujuan lainnya menyebutkan bahwa pengeluaran investasi
adalah pembelian barang-barang yang memberi harapan menghasilkan
keuntungan di masa mendatang. Harapan keuntungan ini digunakan sebagai faktor
utama dalam pengambilan keputusan investasi (Kunarjo, 1982:30). Artinya,
pertimbangan yang diambil oleh perusahaan dalam memutuskan membeli atau
tidak barang dan jasa tersebut adalah harapan dari perusahaan akan kemungkinan  keuntungan yang bisa diperoleh (dengan dijual atau digunakan untuk proses
produksi).
Investasi dapat dibedakan menjadi tiga komponen (Dornbusch dan Fisher,
1994:331), yaitu pertama, investasi tetap dunia usaha (business fixed investment),
yaitu pengeluaran yang ditujukan untuk pembangunan pabrik atau bangunan baru,
pembelian peralatan produksi dan mesin-mesin baru. Kedua, investasi persediaan
(inventory investment) yaitu pengeluaran yang ditujukan untuk menambah stok
persediaan. Ketiga, investasi tempat tinggal (residential investment) yang
sebagian besar berupa investasi perumahan
Sebagaimana dijelaskan oleh Suparmoko (2002) investasi dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu pertama, investasi yang besar kecilnya tergantung pada
pada besarnya pendapatan nasional. Jika pendapatan nasional tinggi maka
investasi akan meningkat, sebaliknya jika pendapatan nasional rendah atau
menurun maka investasi akan menjadi lebih sedikit atau rendah. Kedua,
investasi yang dilakukan bukan berdasarkan pada besarnya pendapatan nasional.
Sehingga besar kecilnya investasi tidak tergantung pada naik turunnya pendapatan
nasional.
Sedangkan menurut Simarmata (1984) dalam Tanjung (2001), investasi
dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Investasi baru, yaitu investasi bagi pembuatan sistem produksi baru, baik
sebagai bagian dari kegiatan usaha baru untuk produksi maupun perluasan
produksi, tetapi harus menggunakan sistem produksi baru
2. Investasi peremajaan. Investasi jenis ini biasanya hanya digunakan untuk
mengganti barang-barang kapital lama dengan yang baru, tetapi masih dengan
kapasitas produksi dengan ongkos produksi yang sama dengan alat yang
digantikan
3. Investasi rasionalisasi. Jenis kelompok investasi ini peralatan yang lama
diganti oleh yang baru tetapi dengan ongkos produksi yang lebih murah
walaupun kapasitas sama dengan yang digantikan
4. Investasi perluasan. Jenis investasi ini peralatan baru diganti dengan yang
lama, kapasitasnya lebih besar sedangkan ongkos produksinya masih sama  5. Investasi modernisasi. Investasi jenis ini digunakan untuk memproduksi
barang-barang baru yang memang prosesnya baru atau memproduksi barang
lama dengan proses yang baru
6. Investasi yang diverifikasikan. Investasi ini diperlukan untuk memperluas
program produksi perusahaan tertentu sesuai dengan program diverifikasi
kegiatan usaha produksi yang bersangkutan.
Setiap jenis investasi tersebut memerlukan analisa kelayakan apakah investasi
tersebut menguntungkan atau tidak, dan yang terutama adalah mencari alternatif
mana yang terbaik dari kemungkinan atau peluang yang terbuka bagi perusahaan.
Kegiatan investasi ditinjau dari pelakunya dapat dibagi menjadi dua
kategori, yakni penanaman modal dalam negeri (investasi domestik) yaitu
investasi yang dilakukan oleh penduduk di negara itu sendiri dan penanaman
modal asing (investasi asing) yaitu investasi yang dilakukan oleh penduduk dari
negara lain. Menurut jenis investor, investasi dapat dibagi dalam dua kategori
(kelompok) yaitu penanam modal individual dan penanam modal institusional
(Jones, 1991:13). Penanam modal individual di sini adalah penanam modal
perseorangan, sedangkan penanam modal institusional adalah penanam modal
yang sifatnya berkelompok atau suatu lembaga tertentu, bisa lembaga perbankan
atau lembaga asuransi.
Adapun sumber-sumber modal yang digunakan untuk investasi menurut
Sukirno (1985) dalam Tanjung (2001) berasal dari tiga sumber, yakni :
1. Tabungan pemerintah yang berasal dari penerimaan rutin Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikurangi dengan pengeluaran rutin
APBN. Atau kebutuhan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber lainnya
setelah pendapatan tersebut digunakan untuk membiayai pengeluaranpengeluaran rutin.
2. Tabungan yang berasal dari sumber luar negeri, baik yang berasal dari bantuan
maupun yang berwujud dalam bentuk penanaman modal asing di dalam
negeri. Jadi sumber modal yang berasal dari luar negeri hanya pelengkap dana
dalam penanaman investasi.
3. Tabungan masyarakat dalam negeri, baik yang berasal dari individu
perorangan, maupun yang berasal dari cadangan perusahaan-perusahaan atau yang merupakan bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk
konsumsi.
Dengan demikian sumber-sumber yang ada tersebut dapat digunakan
untuk investasi yang merupakan faktor penting dalam pelaksanaan pembangunan
ekonomi. Pengeluaran untuk investasi tidak saja ditentukan oleh tabungan dan
tingkat bunga, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang stabil
dan dinamis

Teori Pertumbuhan Neo Klasik (skripsi dan tesis)

Teori ini dikembangkan oleh Solow (1956) merupakan model ekonomi
dengan pendekatan umum dimana bebas mengabaikan beberapa aspek penting
dari macroeconomics, seperti fluktuasi jangka pendek dalam ketenaga-kerjaan,
pertumbuhan populasi, dan tabungan. Model pertumbuhan Solow merupakan
model pertumbuhan yang mengasumsikan bahwa perkembangan teknologi adalah
exogenues. Asumsi-asumsi penting dari model Solow antara lain: tingkat
depresiasi dianggap konstan, tidak ada perdagangan luar negeri atau aliran keluar
masuk barang modal, tidak ada sektor pemerintah, tingkat pertambahan penduduk
(tenaga kerja) dianggap konstan serta seluruh penduduk bekerja, sehingga jumlah
penduduk sama dengan jumlah pekerja (Pratama dan Manurung, 2008: 141)
Jika output atau dijelaskan oleh input modal dan tenaga kerja. Model tersebut
dinyatakan dalam bentuk umum sebagai berikut:
Y (t) = F (K(t), L(t))

Dengan memperhitungkan perkembangan teknologi, model difokuskan pada
empat variabel yaitu output (Y), modal (K), tenaga kerja (L) dan tingkat teknologi
(A). Dengan mengasumsikan fungsi produksi dinyatakan dalam beberapa bentuk
persamaan yaitu:
Y(t) = F (K(t), A(t)L(t)) (2.4)
Y(t) = F (A(t)K(t),L(t)) (2.5)
Y(t) = A(t)F(K(t),L(t)) (2.6)
t adalah waktu yang menentukan tingkat pertumbuhan melalui input K,L dan L.
Output akan berubah jika input berubah dalam waktu tertentu. Bila tingkat
teknologi masuk dalam labour (persamaan 2.7) maka dinamakan labour
augmenting atau solow neutral, bila masuk dalam modal (persamaan 2.8) maka
dinamakan capital augmenting atau harrod neutral dan bila netral (persamaan
2.9) maka disebut juga hicks neutral. Dengan mengasumsikan bahwa teknologi
adalah konstanta maka fungsi produksi adalah constans return return to scale
dengan model matematika yang dirumuskan dengan:
F(cK,cAL) = cF(K,AL) c≥ 0 (2.7)
Sesuai dengan asumsi diatas, dalam model dinyatakan bahwa modal, tenaga kerja
dan pengetahuan berubah sepanjang waktu,serta diasumsikan pula bahwa tenaga
kerja dan pengetahuan sebagai variabel eksogen tumbuh pada tingkat yang
konstan maka:
( ) ( ) ( ) L t nL t
dt
dL t = = (2.8)
( ) ( ) ( ) A t gA t
dt
dA t = =
n dan g adalah parameter eksogen, L dan A menunjukkan derivasi dengan
memperhitungkan t. Bila t diasumsikan 0 maka L(t) = L(0) ent dan A(t) = A(0)egt.
A(t)L(t) merupakan unit tenaga kerja efektif yang tumbuh pada tingkat n+g.Besarnya output diasumsikan digunakan untuk investasi sebesar s dan eksogen.
Dengan mendefinisikan k sebagai stok modal per unit tenaga kerja efektif k =
K/AL dan y sebagai output per unit tenaga kerja efektif y = Y/AL dimana y = f(k),
maka dengan mempertimbangkan depresiasi modal pada tingkat δ diperoleh
persamaan:
k = s ) f (k(t)) − (n + g + δ )k(t (2.9)
persamaan tersebut merupakan salah satu kunci dari model Solow yang
menjelaskan perubahan modal per unit tenaga kerja efektif.
Dengan mengasumsikan hubungan yang konstan antara input modal dan
tenaga kerja, maka untuk mencakup kemajuan teknologi yang merupakan variabel
eksogen sebagai variabel yang dapat meningkatkan kemampuan perekonomian
untuk berproduksi sepanjag waktu perlu dilakukan modifikasi. Diasumsikan
bahwa kemajuan teknologi dapat mengefisiensikan tenaga kerja, sehingga
persamaan yang sesuai untuk memperjelas asumsi iniadalah persamaan (2.7).
Mankiw mengganti variabel A dalam persamaan ini dengan variabel E yang
dikenal dengan efisiensi tenaga kerja, sehingga diperoleh persamaan lain yang
sejenis yaitu:
Y(t) = F(K(t),E(t)L(t) (2.10)
Fungsi produksi yang baru ini menyatakan bahwa output perekonomian Y
tergantung pada unit modal K dan jumlah pekerja efektif EL. Karena angkatan
kerja L tumbuh pada tingkat n den efisiensi dari setiap unit tenaga kerja efektif E
tumbuh pada tingkat g, maka jumlah pekerja efektif LE tumbuh pada tingkat n+g.
Menurut Mankiw (2007), model pertumbuhan Solow dirancang untuk
menunjukkan bagaimana pertumbuhan persediaan modal, pertumbuhan angkatan
kerja, dan kemajuan teknologi berinteraksi dalam prekonomian serta bagaimana
pengaruhnya terhadap output barang dan jasa suatu negara keseluruhan.

Faktor-faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Para ekonom aliran klasik yang telah mempelajari gejala pertumbuhan
ekonomi, melihat bahwa terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi. Dalam pembahasan teori produksi (Teori Ekonomi
Mikro), telah diperkenalkan dengan fungsi produksi klasik sederhana (Pratama
dan Manurung, 2008: 136):
Q = f (K,L) (2.1)
dimana:
Q = output
K = barang modal
L = tenaga kerja
Untuk analisis pertumbuhan ekonomi (analisis makro), model klasik tersebut
dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga dapat ditulis persamaan:
Q = f (K,L,T,U) (2.2)
dimana:
Q = output atau PDB
K = barang modal
L = tenaga kerja
T = teknologi
U = uang
∂Q / ∂K;∂Q / ∂L;∂Q /T;∂Q / ∂U ≥ 0
Persamaan diatas secara sederhana menunjukkan faktor-faktor yang menentukan
pertumbuhan ekonomi. Berikut ini akan dijelaskan faktor-faktor penentu
pertumbuhan ekonomi tersebut (Pratama dan Manurung, 2008: 136-137)a. Barang Modal
Ekonomi akan tumbuh, jika stok barang modal ditambah. Penambahan
stok barang modal dilakukan lewat investasi. Karena itu salah satu upaya pokok
untuk meningkatkan investasi adalah menangani faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat investasi. Pertumbuhan ekonomi baru dimungkinkan jika
investasi neto lebih besar daripada nol. Sebab, jika investasi neto sama dengan
nol, perekonomian hanya dapat berproduksi pada tingkat sebelumnya. Akan lebih
baik lagi, jika penambahan kuantitas barang modal juga disertai peningkatan
kualitas.
b. Tenaga kerja
Sampai saat ini, khususnya di Negara Sedang Berkembang (NSB), tenaga
kerja masih merupakan faktor produksi yang sangat dominan. Penambahan tenaga
kerja umumnya sangat berpengaruh terhadap peningkatan output. Yang menjadi
persoalan adalah sampai berapa banyak penambahan tenaga kerja akan terus
meningkatkan output. Hal ini sangat tergantung dari seberapa cepat terjadinya The
Law of Diminishing Return (TLDR). Sedangkan cepat atau lambatnya proses
TLDR sangat ditentukan oleh kualitas SDM dan keterkaitannya dengan kemajuan
teknologi produksi. Selama ada sinerji antara tenaga kerja dan teknologi,
penambahan tenaga kerja akan memacu pertumbuhan ekonomi.
Jumlah tenaga kerja yang dapat dilibatkan dalam proses produksi akan
semakin sedikit bila teknologi yang digunakan makin tinggi. Sehingga akan
terjadi trade-off antara efisiensi produktivitas dan kesempatan kerja. Untuk
meningkatkan output secara efisien, pilihan yang rasional adalah teknologi padat
modal. Harga dari pilihan tersebut adalah menciutnya kesempatan kerja.
c. Teknologi
Penggunaan teknologi yang makin tinggi sangat memacu pertumbuhan
ekonomi, jika hanya dilihat dari peningkatan output. Namun ada trade off antara
kemajuan teknologi dan kesempatan kerja. Lebih dari itu, kemajuan teknologi
makin memperbesar ketimpangan ekonomi antar bangsa, utamanya bangsabangsa maju serta dunia ketiga atau Negara Sedang Berkembang (NSB) d. Uang
Dalam perekonomian modern, uang memegang peranan dan fungsi sentral.
Tidak mengherankan makin banyak uang yang digunakan dalam proses produksi,
makin besar output yang dihasilkan. Tetapi dengan jumlah uang yang sama, dapat
dihasilkan output yang lebih besar jika penggunaannya efisien. Jika terdapat
perusahaan –perusahaan yang tidak memiliki cukup uang, namun memiliki
prospek yang baik maka banyak bank atau lembaga keuangan yang mau
membantu, misalnya dengan memberikan kredit. Hanya saja minat meminjam,
sangat tergantung dari besar kecilnya biaya yang harus dikeluarkan, terutama
bunga pinjaman. Sedangkan bunga pinjaman dapat ditekan, jika sistem keuangan
berjalan efisien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa uang sangat memberikan
kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, selama penggunaannya sangat efisien.
Tingkat efisiensi penggunaan uang sangat ditentukan oleh tingkat efisiensi sistem
perbankan.

Konsep Pertumbuhan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Secara ekonomi, ada beberapa cara untuk memperhitungkan pertumbuhan ekonomi, baik dilihat dari sisi permintaan maupun jika dilihat dari sisi penawaran. Apabila dari sisi permintaan (demand) yaitu dengan memperhitungkan komponen-komponen makro ekonomi berupa konsumsi, investasi, ekspor dan impor sedangkan dari sisi penawaran (supply) dengan memperhitungkan nilai tambah setiap sektor dalam produksi nasional. Perekonomian dibagi menjadi tiga sektor besar, yaitu primer, sekunder dan jasa-jasa (tersier). Laju pertumbuhan ekonomi akan diukur melalui indikator perkembangan PDB atau PNB dari tahun ke tahun. Adapun cara menghitung laju pertumbuhan dilakukan dengan tiga metode yaitu, cara tahunan, cara rata-rata setiap tahun, dan cara compounding factor. Pengukuran pertumbuhan ekonomi secara konvensional biasanya dengan menghitung peningkatan presentase dari Produk Domestik Bruto (PDB). PDB mengukur pengeluaran total dari suatu perekonomian terhadap berbagai barang dan jasa yang baru diproduksi pada suatu saat atau tahun serta pendapatan total yang diterima dari adanya seluruh produksi barang dan jasa tersebut atau secara lebih rinci, PDB adalah nilai pasar dari semua barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam kurun waktu tertentu (Mankiw, 2001:126). Pertumbuhan biasanya dihitung dalam nilai riil dengan tujuan untuk menghilangkan adanya inflasi dalam harga dan jasa yang diproduksi sehingga PDB riil mencerminkan perubahan kuantitas produksi. Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi regional, digunakanlah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dimana PDRB dapat didefinisikan sebagai nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh sistem perekonomian di suatu wilayah atau daerah dalam kurun waktu tertentu. Sehingga PDRB merupakan suatu ukuran untuk melihat aktivitas perekonomian suatu daerah. Secara teori, PDRB tidak dapat dipisahkan dari Produk Domestik Bruto (PDB) baik dari konsep, definisi, metodologi, cakupan dan sumber datanya. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseragaman konsep, definisi dan metoda yang dipakai di seluruh Indonesia

Teori Struktur Modal (skripsi dan tesis)

1. Pecking Order Theory Pecking Order Theory dikemukakan oleh Michael c. Jensen dan William H. Meckling pada tahun 1976. Secara singkat Packing Order Theory mengemukakan bahwa : a. Perusahaan menyukai pendanaan secara internal (pendanaan dari hasil operasi perusahaan berwujud laba ditahan).  b. Apabila pendanaan dari luar (eksternal financing) diperlukan, maka perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang paling aman terlebih dulu, yaitu dimulai dengan penerbitan obligasi, kemudian diikuti oleh sekuritas yang berkarakteristik opsi (seperti obligasi konversi), baru akhirnya apabila masih belum mencukupi, saham baru diterbitkan. Penentuan struktur modal perusahaan dengan POT didasarkan pada keputusan pendanaan secara hierarki dari pendanaan yang bersumber pada laba, hutang, sampai pada saham (dimulai dari sumber dana dengan biaya termurah), dalam teori ini dijelaskan mengapa perusahaan-perusahaan yang profitabel umumnya meminjam dalam jumlah yang sedikit, hal tersebut bukan disebabkan karena mereka mempunyai debt ratio yang rendah tetapi karena mereka memerlukan pendanaan dari luar yang sedikit. Hipotesis Pecking Order Theory yang dikemukakan Brigham (2011) menyatakan bahwa keuntungan perusahaan yang tinggi membutuhkan utang yang kecil sebab perusahaan memiliki kas secara internal. Namun demikian, perusahaan dengan profit yang tinggi memiliki masalah free cash flow yang cukup besar, jadi perusahaan membutuhkan hutang untuk mengimbangi masalah ini, di samping itu adanya hutang membuat manajemen memiliki kewajiban untuk membayar bunga pinjaman. Hal ini dapat mengontrol tindakannya dalam menentukan kebijakan perusahaan, karena sebagian kerugian yang terjadi akan ditanggung manajemen. Pendanaan internal berasal dari aliran kas, laba ditahan dan depresiasi, sedangkan pendanaan eksternal lebih disukai dalam bentuk hutang dari pada modal sendiri karena dua alasan, yakni :  a. Pertimbangan biaya emisi, biaya emisi obligasi akan lebih murah dari biaya emisi saham baru, hal ini disebabkan karena penerbitan saham baru akan menurunkan harga saham lama. b. Manajer khawatir kalau penerbitan saham baru akan ditafsirkan sebagai kabar buruk oleh para pemodal dan membuat harga saham akan turun, hal ini disebabkan antara lain oleh kemungkinan adanya asimetri informasi antara pihak manajemen dengan pihak pemodal. Berdasarkan kedua teori struktur modal yang telah dikemukakan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa struktur modal akan ditentukan oleh beberapa faktor seperti agresivitas manajemen, tingkat pajak perusahaan dan tingkat leverage. Semakin agresif pihak manajemen, yang berarti semakin berani mengambil risiko, perusahaan akan cenderung menggunakan hutang lebih banyak. Semakin tinggi tingkat pajak yang membebani perusahaan, perusahaan akan cenderung menggunakan hutang yang lebih banyak karena perusahaan bias memanfaatkan penghematan pajak yang timbul dari bunga yang dibayarkan (bunga bisa dikurangkan dari pajak) ini adalah harapan dari pemilik yang cenderung menyukai pendanaan dari hutang. Semakin tinggi tingkat leverage perusahaan, semakin kecil fleksibilitas yang dipunyai perusahaan, yang berarti perusahaan akan menggunakan tambahan hutang yang lebih sedikit. 2. Teori Trade-Off Esensi trade-off dalam struktur modal adalah menyeimbangkan manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai akibat penggunaan hutang. Teori trade-off dari leverage menyatakan bahwa perusahaan menyeimbangkan manfaat dari pendanaan dengan utang (perlakuan pajak perseroan yang menguntungkan) dengan suku bunga dan biaya kebangkrutan yang lebih tinggi. Kenyataan bahwa bunga merupakan beban yang dapat dikurangkan telah mengakibatkan utang lebih murah daripada saham biasa atau saham preferen (Jensen, 2010). Dengan kata lain, utang memberikan manfaat perlindungan pajak. Sehingga, penggunaan utang akan mengakibatkan peningkatan porsi laba operasi perusahaan (EBIT) yang mengalir kepada investor (Weston 2013). Namun dalam kenyataannya, jarang ada perusahaan yang menggunakan 100 persen utang sebagai pendanaannya. Hal ini dikarenakan pemegang saham mendapat keuntungan modal yang rendah di samping itu, perusahaan membatasi penggunaan utang untuk menekan biaya-biaya yang berkaitan dengan kebangkrutan. Karena itu, penggunaan utang sebagai pendanaan perusahaan perlu dibatasi untuk memperkecil kebangkrutan yang mungkin terjadi.

Komponen Struktur Modal (skripsi dan tesis)

Struktur modal suatu perusahaan secara umum terdiri atas beberapa komponen (Riyanto, 2013) yaitu : 1) Modal asing Modal asing atau hutang jangka panjang adalah hutang yang jangka waktunya umumnya lebih dari sepuluh tahun. Hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar. Komponen – komponen hutang jangka panjang ini terdiri dari : a) Hutang Hipotik Hutang hipotik adalah bentuk hutang jangka panjang yang dijamin dengan aktiva tidak bergerak (tanah dan bangunan). b) Obligasi (Bond) Obligasi adalah sertifikat yang menunjukkan pengakuan bahwa perusahaan meminjam uang dan menyetujui untuk membayarnya kembali dalam jangka waktu tertentu. Pelunasan atau pembayaran kembali obligasi dapat diambil dari penyusutan aktiva tetap yang dibelanjai dengan pinjaman obligasi tersebut dan dari keuntungan. Modal asing hutang jangka panjang di lain pihak, merupakan sumber dana bagi perusahaan yang harus dibayar kembali dalam jangka waktu tertentu. Semakin lama jangka waktu semakin ringan syarat-syarat pembayaran kembali hutang tersebut akan mempermudah dan memperluas kemampuan bagi perusahaan untuk mendayagunakan sumber dana yang berasal dari asing atau hutang jangka panjang tersebut. Meskipun demikian, hutang harus tetap dibayar pada waktu yang sudah ditetapkan tanpa memperhatikan kondisi finansial perusahaan pada saat itu dan harus sudah disertai dengan bunga yang sudah diperhitungkan sebelumnya, dengan demikian seandainya perusahaan tidak mampu membayar kembali hutang dan bunga, maka kreditur dapat memaksa perusahaan dengan menjual asset yang dijadikan jaminannya. Oleh karena itu, kegagalan membayar hutang atau bunganya akan mengakibatkan perusahaan kehilangan kontrol terhadap perusahaannya seperti halnya sebagian atau keseluruhan modal yang ditanamkan dalam perusahaan, begitu pula sebaliknya para kreditur dapat kehilangan kontrol sebagian atau keseluruhan dana pinjaman dan bunganya, karena segala macam bentuk yang ditanamkan dalam perusahaan selalu dihadapkan pada risiko kerugian. Struktur modal pada dasarnya merupakan suatu pembiayaan permanen terdiri dari modal sendiri dan modal asing, dimana modal sendiri terdiri dari berbagai saham dan laba ditahan. Penggunaan modal asing akan menimbulkan beban yang tetap dan besarnya penggunaan modal asing ini menurunkan leverage keuangan yang digunakan perusahaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin besar proporsi modal asing atau hutang jangka panjang dalam struktur modal perusahaan akan semakin besar pula risiko kemungkinan terjadinya ketidakmampuan untuk membayar kembali hutang jangka panjang beserta bunga pada jatuh tempo. Bagi kreditur hal ini berarti bahwa kemungkinan turut serta dana yang mereka tanamkan dalam perusahaan untuk dipertaruhkan pada kerugian juga semakin besar. 2) Modal Sendiri (ShareholderEquity) Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam dalam perusahaan dalam jangka waktu tertentu lamanya. Modal sendiri berasal dari sumber intern maupun ekstern, sumber intern didapat dari keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan, sedangkan sumber ekstern berasal dari pemilik perusahaan. Komponen modal sendiri terdiri dari : a) Modal Saham Saham adalah tanda bukti kepemilikan suatu Perusahaan Terbatas (PT), dimana modal saham terdiri dari : (1) Saham Biasa (Common Stock) Saham biasa adalah bentuk komponen modal jangka panjang yang ditanamkan oleh investor, dengan memiliki saham ini berarti membeli prospek dan siap menanggung segala risiko sebesar dana yang ditanamkan. (2) Saham Preferen (Preferred Stock) Saham preferen bentuk komponen modal jangka panjang yang merupakan kombinasi antara modal sendiri dengan modal jangka panjang. b) Laba Ditahan Laba ditahan adalah sisa laba dari keuntungan yang tidak dibayarkan sebagai deviden. Komponen modal sendiri ini merupakan modal perusahaan yang dipertaruhkan untuk segala risiko, baik resiko usaha maupun risiko-risiko kerugian lainnya. Modal sendiri ini tidak memerlukan jaminan atau keharusan untuk pembayaran kembali dalam setiap keadaan maupun tidak adanya kepastian tentang jangka waktu pembayaran kembali modal sendiri. Oleh karena itu, tiaptiap perusahaan harus mempunyai jumlah minimum modal yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Modal sendiri yang bersifat permanen akan tetap tertanam dalam perusahaan dan dapat diperhitungkan pada setiap saat untuk memelihara kelangsungan hidup dan melindungi perusahaan dari risiko kebangkrutan. Modal sendiri merupakan sumber dana perusahaan yang paling tepat untuk diinvestasikan pada aktiva tetap yang bersifat permanen dan investasi – investasi yang menghadapi risiko kerugian yang relatif kecil, karena suatu kerugian atau kegagalan dari investasi tersebut dengan alasan apapun merupakan tindakan membahayakan bagi kontinuitas kelangsungan hidup perusahaan

Pengertian Struktur Modal (skripsi dan tesis)

Capital Structure (struktur modal) didefinisikan sebagai komposisi modal perusahaan dilihat dari sumbernya khususnya yang menunjukkan porsi dari modal perusahaan yang berasal dari sumber utang (kreditur) dan sekaligus porsi modal yang berasal dari pemilik sendiri (owners equity). struktur modal diukur menggunakan tiga indikator, yaitu leverage, debt to equity, dan collateralizable assets. Leverage mencerminkan penggunaan sumber dana yang berasal dari utang jangka panjang (modal asing) yang menimbulkan beban tetap bagi perusahaan, seperti beban bunga. Nilai dari indikator ini ditentukan menggunakan long-term debt to total assets ratio (Sugeng, 2010). Handayani (2011) menyatakan struktur modal merupakan perimbangan antara hutang dengan modal yang dimiliki perusahaan. Sjahrial (2011) mendefinisikan struktur modal sebagai perimbangan antara penggunaan modal pinjaman yang terdiri dari utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang dengan modal sendiri yang terdiri dari saham preferen dan saham biasa. Struktur modal yang optimal yang secara langsung akan mempengaruhi nilai perusahaan. Rodoni (2012) menjelaskan struktur modal (capital structure) adalah sesuatu yang berkaitan dengan struktur pembelanjaan permanen perusahaan yang terdiri atas hutang jangka Panjang. Harmono (2018) menyatakan struktur modal adalah variasi perubahan komposisi struktur modal yang dapat mengubah besarnya rata-rata tertimbang biaya modal yang berpengaruh terhadap biaya perusahaan. Struktur modal perusahaan secara umum terdiri atas beberapa komponen yaitu Hutang jangka panjang yaitu 15 1) Hutang yang masa jatuh tempo pelunasannya lebih dari 10 tahun. Komponen ini terdiri dari hutang hipotek dan obligasi. 2) Modal pemegang saham terdiri dari saham preferen (preferred stock) dan saham biasa (common stock). Dari pandangan tersebut dapat dikatakan bahwa struktur modal merupakan pembelanjaan permanen yang mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri baik dari sumber internal maupun eksternal. Pada tahun 1958, Franco Modigliani dan Merton Miller (yang selanjutnya disebut MM) mempublikasikan salah satu teori keuangan modern yang paling mengejutkan. Mereka menyimpulkan bahwa nilai suatu perusahaan semata-mata tergantung pada arus penghasilan di masa mendatang (futureearning) berdasarkan besarnya ekspektasi return yang dikapitalisasi dengan discount rate sesuai dengan tingkat risikonya. Oleh karena itu nilainya tidak tergantung pada struktur modal (perbandingan utang dan modal sendiri) perusahaan. (Mahendra, 2011). Akan tetapi, studi MM didasarkan pada beberapa asumsi yang tidak realistik, termasuk hal-hal berikut: a) Tidak ada biaya pialang. b) Tidak ada pajak. c) Tidak ada biaya kebangkrutan d) Investor dapat meminjam pada tingkat yang sama dengan perusahaan. e) Semua investor memiliki informasi yang sama dengan menajemen tentang peluang-peluang investasi perusahaan dimasa depan. f) Earnings Before Interestand Taxes (EBIT) perpengaruh oleh penggunaan hutang. 16 Meskipun beberapa asumsi di atas jelas-jelas merupakan suatu hal yang tidak realistis, hasil ke tidak relevanan. MM memiliki arti yang sangat penting. Dengan menunjukkan kondisi-kondisi dimana struktur modal tersebut tidak relevan, MM juga telah memberikan petunjuk mengenai hal-hal apa yang dibutuhkan agar membuat struktur modal menjadi relevan yang selanjutnya akan mempengaruhi nilai perusahaan. Hasil karya MM menandai awal penelitian struktur modal modern, dengan penelitian selanjutnya berfokus pada melonggarkan asumsi-asumsi MM guna mengembangkan suatu teori struktur modal yang lebih realistis. 1) Pengaruh Perpajakan MM menerbitkan makalah lanjutan pada tahun 1963, dimana di dalamnya mereka melonggarkan asumsi tidak adanya pajak perusahaan. Peraturan perpajakan memperbolehkan perusahaan untuk mengurangkan pembayaran bunga sebagai suatu beban, akan tetapi pembayaran deviden kepada pemegang saham tidak dapat menjadi pengurangan pajak. Perbedaan Perlakuan ini mendorong perusahaan menggunakan hutang dalam struktur modalnya. 2) Pengaruh Potensi Terjadinya Kebangkrutan. Hasil irelevansi MM juga tergantung pada asumsi bahwa perusahaan tidak akan bangkrut, sehingga tidak akan ada biaya kebangkrutan. Namun kebangkrutan pada praktiknya terjadi, Perusahaan yang bangkrut akan memiliki beban akuntansi dan hukum yang tinggi, dan juga mengalami kesulitan untuk mempertahankan pelanggan, pemasok dan karyawannya. Masalah-masalah yang berhubungan dengan kebangkrutan kemungkinan 17 besar akan timbul ketika sebuah perusahaan memasukkan lebih banyak hutang dalam struktur modal. 3) Teori Pertukaran. Fakta bahwa bunga adalah beban pengurangan pajak menjadikan hutang lebih murah dari pada saham biasa atau saham preferen. Akibatnya, secara tidak langsung pemerintah akan membayarkan sebagian biaya dari modal hutang, atau dengan cara lain, hutang memberikan manfaat perlindungan pajak. Semakin banyak perusahaan menggunakan hutang, maka semakin tinggi nilai dan harga sahamnya. 4) Teori Pengisyaratan. MM berasumsi bahwa investor memiliki informasi yang sama tentang prospek sebuah perusahaan seperti para manajernya, hal ini disebut informasi simetris (symmetric information). Namun kenyataanya, para manajer sering kali memiliki informasi yang lebih dari pada pihak luar. Hal ini disebut informasi asimetris (asymmetric information), dan memiliki pengaruh yang penting pada struktur modal yang optimal. 5) Menggunakan Pendanaan Hutang untuk Membatasi Manajer. Perusahaan dapat mengurangi arus kas yang berlebihan dengan beragam cara. Salah satunya adalah dengan menyalurkan kembali kepada pemegang saham melalui deviden yang lebih tinggi atau pembelian kembali saham. Alternatif yang lain adalah untuk mengubah struktur modal ke arah hutang dengan harapan adanya persyaratan penutupan hutang yang lebih tinggi akan memaksa manajer untuk lebih disiplin. Jika hutang tidak tertutupi seperti yang diharuskan, perusahaan akan terpaksa dinyatakan 18 bangkrut Pembelian melalui hutang (laverage buy out-LBO) adalah satu cara untuk mengurangi kelebihan arus kas. Pada dasarnya, keputusan pendanaan (financing) perusahaan berkaitan dengan penentuan sumber-sumber dana yang digunakan untuk membiayai usulanusulan investasi yang telah diputuskan sebelumnya. Pemenuhan kebutuhan dana tersebut dapat disediakan atau diperoleh dari sumber internal maupun eksternal perusahaan. Apabila perusahaan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dananya dari sumber internal, maka perusahaan tersebut melakukan pendanaan internal (internal financing) yaitu dalam bentuk laba ditahan. Sebaliknya, jika perusahaan memenuhi kebutuhan dananya dari sumber eksternal, maka perusahaan tersebut melakukan pendanaan eksternal (external financing). Pemenuhan kebutuhan dana secara eksternal dipisahkan menjadi 2 (dua) yaitu pembiayaan hutang (debt financing) dan pendanaan modal sendiri (equity financing). Pembiayaan hutang diperoleh melalui pinjaman, sedangkan pendanaan modal sendiri berasal dari emisi atau penerbitan saham (Sjahrial, 2010).

Macam-macam harga saham (skripsi dan tesis)

Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi juga kekayaan pemegang saham. Menurut Jogiyanto (2016), Menurut harga saham dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu” : 1) Harga nominal Merupakan nilai yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkannya 2) Harga perdana Harga ini merupakan harga saham sebelum saham dicatat di Bursa Efek 3) Harga pasar Harga jual dari investor satu dengan investor lainnya 4) Harga pembukaan Harga yang diminta oleh penjual dan pembeli pada saat jam bursa dibuka 5) Harga penutup Harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir hari bursa 6) Harga tertinggi Harga yang paling tinggi pada suatu hari bursa 7) Harga terendah Harga yang paling rendah pada suatu hari bursa. 8) Harga rata-rata Harga rata-rata dari harga tertingi dan harga terendahMacam-macam harga saham Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi juga kekayaan pemegang saham. Menurut Jogiyanto (2016), Menurut harga saham dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu” : 1) Harga nominal Merupakan nilai yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkannya 2) Harga perdana Harga ini merupakan harga saham sebelum saham dicatat di Bursa Efek 3) Harga pasar Harga jual dari investor satu dengan investor lainnya 4) Harga pembukaan Harga yang diminta oleh penjual dan pembeli pada saat jam bursa dibuka 5) Harga penutup Harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir hari bursa 6) Harga tertinggi Harga yang paling tinggi pada suatu hari bursa 7) Harga terendah Harga yang paling rendah pada suatu hari bursa. 8) Harga rata-rata Harga rata-rata dari harga tertingi dan harga terendah

Pengertian Harga Saham (skripsi dan tesis)

Para pemodal tentunya termotivasi untuk melakukan investasi pada suatu instrument yang diinginkan, dengan harapan untuk mendapatkan kembalian investasi yang sesuai. Menurut Jogiyanto (2016), “Harga saham adalah harga yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran yang bersangkutan di pasar modal”. Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan perusahaan karena harga saham yang tinggi akan memberikan keuntungan yaitu capital gain dan prospek pertumbuhan perusahaan juga dapat terlihat dari pergerakan harga saham sehingga investor secara umum akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan yang memberikannya keuntungan.

Jenis-Jenis Saham (skripsi dan tesis)

Tanda penyertaan modal dari seseorang atau badan usaha didalam suatu perusahaan perseroan terbatas yaitu saham. Menurut Asril (2011), “Saham (Stock) terbagi atas beberapa jenis, antara lain” : 1) Saham biasa (common stock) Saham biasa atau common stock adalah saham yang mewakili jumlah kepemilikan dalam suatu perusahaan Karakteristik saham biasa adalah sebagai berikut: a) Pemiliknya mempunyai tanggung jawab yang terbatas terhadap perusahaan. b) Mempunyai hak suara pada Rapat Umum Pemegang Saham c) Adanya hak menuntut bila terjadi kebangkrutan perusahaan, bila perusahaan mengalami kepailitan maka pemegang saham dapat menuntut pembayaran atas sahamnya setelah semua kewajiban perusahaan terhadap pihak lain dipenuhi. d) Hak atas pembagian dividen, pembagian dividen ini ditetapkan biasanya dalam rapat umum para pemegang saham. 2) Saham Preferen (Prefered stock) Saham preferen adalah saham yang memiliki ciri yang berbeda dengan saham biasa. Saham preferen ini memiliki pembayaran yang tetap setiap tahun. Harahap (2013) menjelaskan saham preferen memiliki hak paling dahulu memperoleh dividen, namun tidak memiliki hak suara.

Pengertian Saham (skripsi dan tesis)

Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Astuti (2011) mendefinisikan saham adalah “Surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada suatu perseoraan terbatas”. Asril (2011), menyatakan harga saham adalah “Harga saham di bursa saham pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal”. Manfaat dari memiliki saham adalah sebagai berikut: 1) Untuk memperoleh dividen, yaitu bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik saham. 2) Untuk memperoleh capital gain, yaitu keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual dengan harga beli.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan utang (skripsi dan tesis)

a. Dividend Payout Ratio Dividend Payout Ratio (DPR) menurut (Brigham dan Houtson, 2006:69) dalam Nita (2008) adalah persentase dari laba bersih yang akan dibayarkan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Dividend Payout Ratio (DPR) merupakan perbandingan antara Dividend Per Share (DPS) dengan Earnings Per Share (EPS). Jika dividen tunai meningkat maka dana perusahaan untuk reinvestment akan semakin berkurang sehingga perusahaan cenderung akan mencari sumber dana eksternal untuk mencukupi kebutuhannya (Brigham dan Houston, 2001:13). b. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah cerminan besar kecilnya perusahaan (Setiawan, 2006). Selanjutnya (Riyanto, 1997:230) mengatakan bahwa perusahaan dengan ukuran yang lebih besar memiliki akses yang lebih besar untuk mendapat sumber pendanaan dari berbagai sumber, sehingga untuk memperoleh pinjaman dari krediturpun akan lebih mudah karena perusahaan dengan ukuran besar memiliki probabilitas lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Pada sisi lain, perusahaan dengan skala kecil lebih fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian, karena perusahaan kecil lebih cepat bereaksi terhadap perubahan yang mendadak. Oleh karena itu, memungkinkan perusahaan besar tingkat leveragenya akan lebih besar dari perusahaan yang berukuran kecil. Dari uraian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya (ukuran) perusahaan akan 29 berpengaruh terhadap struktur modal dengan didasarkan pada kenyataan bahwa semakin besar suatu perusahaan mempunyai tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi sehingga perusahaan tersebut akan lebih berani mengeluarkan saham baru dan kecenderungan untuk menggunakan jumlah pinjaman juga semakin besar pula. c. Profitabilias Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri (Sartono, 2001:122). Secara keseluruhan ketiga pengukuran ini akan memungkinkan seorang penganalisa untuk mengevaluasi tingkat earnings dalam hubungannya dengan volume penjualan, jumlah aktiva dan investasi tertentu dari pemilik perusahaan Profitabilitas adalah keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Menurut Brigham dan Housten (2001:40), jika suatu perusahaan mempunyai profitabilitas tetap dan pengeluaran investasi tetap maka perusahaan yang mempunyai profitabilitas tinggi akan menggunakan hutang yang relatif rendah dan sebaliknya.

Teori Kebijakan Utang (skripsi dan tesis)

a) Agency theory Agency theory menyebutkan bahwa sebagai agen dari pemegang saham, manager tidak selalu bertindak demi kepentingan pemegang saham. Untuk itu, diperlukan biaya pengawasan yang dapat dilakukan melalui cara-cara seperti pengikatan agen, pemeriksaan laporan keuangan, dan pembatasan terhadap pengambilan keputusan oleh manajemen. Kegiatan pengawasan yang dilakukan memerlukan biaya keagenan. Biaya keagenan digunakan untuk mengontrol semua aktivitas yang dilakukan manajer sehingga manajer dapat bertindak konsisten sesuai dengan perjanjian kontraktual antara kreditor dan pemegang saham ( Jensen dan Meckling, 1976 dalam Sofiana, 2009). Menurut ( Horne dan Wachowicz, 2007) salah satu pendapat dalam teori agensi adalah siapapun yang menimbulkan biaya pengawasan, biaya yang timbul pasti menjadi tanggungan pemegang saham. b) Signaling Theory Isyarat atau signal menurut (Brigham dan Houston, 2001) adalah suatu tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Dalam (Brigham dan Houston, 2001), perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan mencoba menghindari penjualan saham dan mengusahakan setiap modal baru yang diperlukan dengan cara-cara lain, termasuk penggunaan utang yang melebihi target struktur modal yang normal. Perusahaan dengan prospek yang kurang menguntungkan akan cenderung untuk menjual sahamnya. Pengumuman emisi saham oleh suatu perusahaan umumnya merupakan suatu isyarat (signal) bahwa manajemen memandang prospek perusahaan tersebut suram. Apabila suatu perusahaan menawarkan penjualan saham baru lebih sering dari biasanya, maka harga sahamnya akan menurun, karena menerbitkan saham baru berarti memberikan isyarat negatif yang kemudian dapat menekan harga saham sekalipun prospek perusahaan cerah. c) Static Trade Off Theory Static trade off berasumsi bahwa struktur modal suatu perusahaan ditentukan dengan mempertimbangkan manfaat pengurangan pajak ketika utang meningkat di satu sisi dan meningkatnya agency cost (biaya agensi) ketika utang meningkat pada sisi yang lain. Ketika manfaat pengurangan pajak masih lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan agency cost maka perusahaan masih bisa meningkatkan utangnya dan peningkatan utang harus dihentikan ketika pengurangan pajak atas tambahan utang tersebut sudah lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan agency cost. Model Static Trade off ini  merupakan evolusi atau pengembangan dari teori irrelevance-nya Modigliani dan Miller dan saat ini merupakan mainstream dari teori struktur modal. d) Pecking Order Theory Secara singkat teori ini menyatakan bahwa : (a) Perusahaan menyukai internal financing (pendanaan dari hasil operasi perusahaan berwujud laba ditahan), (b) Apabila pendanaan dari luar (external financing) diperlukan, maka perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang paling aman terlebih dulu, yaitu dimulai dengan penerbitan obligasi, kemudian diikuti oleh sekuritas yang berkarakteristik opsi (seperti obligasi konversi), baru akhirnya apabila masih belum mencukupi, saham baru diterbitkan. Sesuai dengan teori ini, tidak ada suatu target ratio, karena ada dua jenis modal sendiri, yaitu internal dan eksternal. Modal sendiri yang berasal dari dalam perusahaan lebih disukai daripada modal sendiri yang berasal dari luar perusahaan (Suad Husnan, 1996). Menurut ( Myers, 1996 dalam penelitian Susetyo 2006) perusahaan lebih menyukai penggunaan pendanaan dari modal internal, yaitu dana yang berasal dari aliran kas, laba ditahan dan depresiasi. Urutan penggunaan sumber pendanaan dengan mengacu pada packing order theory adalah : internal fund (dana internal), debt (utang), dan equity (Kaaro, 2003). Dana internal lebih disukai karena memungkinkan perusahaan untuk tidak perlu “membuka diri lagi” dari sorotan pemodal luar. Kalau bisa memperoleh sumber dana yang diperlukan tanpa memperoleh “sorotan dan publisitas publik” sebagai akibat penerbitan saham baru. Dana eksternal lebih disukai dalam bentuk utang daripada modal sendiri karena dua alasan. Pertama adalah pertimbangan biaya emisi. Biaya emisi obligasi lebih murah dari biaya emisi saham baru (Suad Husnan, 1996), hal ini disebabkan karena penerbitan saham baru akan menurunkan harga saham lama. Kedua, manajer khawatir kalau penerbitan saham baru akan ditafsirkan sebagai kabar buruk oleh pemodal, dan membuat harga saham akan turun. Hal ini  disebabkan antara lain oleh kemungkinan adanya informasi asimetrik antara pihak manajemen dengan pihak pemodal.

Pengertian Struktur Modal (skripsi dan tesis)

Keputusan untuk memilih sumber pembiayaan merupakan keputusan bidang keuangan yang sangat penting bagi perusahaan. Rasio hutang jangka panjang terhadap modal sendiri (long time debt to equity ratio) menggambarkan struktur modal perusahaan dan rasio utang terhadap modal akan menentukan besarnya laverage keuangan yang digunakan perusahaan (Weston dan Copeland, 1992:22 dalam Pitaloka, 2009). Weston dan Copeland (1992, dalam Pitaloka 2009) memberikan definisi struktur modal sebagai pembiayaan permanen yang terdiri dari utang jangka panjang, saham preferen, dan modal pemegang saham. Nilai buku dari modal pemegang saham terdiri dari saham biasa, modal disetor atau surplus modal dan akumulasi laba ditahan. Bila perusahaan memiliki saham preferen, maka saham tersebut akan ditambahkan pada modal pemegang saham. Menurut Riyanto (1997) struktur modal adalah pembelanjaan permanen yang mencerminkan pertimbangan atau perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri. Struktur modal menunjukan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasinya, sehingga dengan mengetahui struktur modal investor dapat mengetahui keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian investasinya. b. Sumber/ Komponen Struktur Modal 1) Modal Sendiri Modal sendiri atau ekuitas merupakan modal jangka panjang yang diperoleh dari pemilik perusahaan atau pemegang saham. Modal sendiri diharapkan tetap berada dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, sedangkan modal pinjaman memiliki jatuh tempo. Ada dua sumber utama dari modal sendiri yaitu: modal saham preferen, dan modal saham biasa. 2) Modal Asing atau Utangg

Harga Minyak dunia (skripsi dan tesis)

Minyak mentah atau crude oil merupakan salah satu energi utama yang sangat dibutuhkan. Hasil dari pengolahan minyak mentah dapat menjadi energi untuk melakukan kegiatan produksi. Jenis minyak mentah yang di perdagangkan di dunia seperti, West Texas Intermediate (WTI), Brent Bland, OPEC Basket price dan Russian Export Blend. Harga minyak dunia yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan harga minyak Amerika. Karena Amerika menggunakan West Texas Intermediate (WTI) atau light-sweet sebagai ukuran standar perdagangan minyak. WTI sendiri merupakan jenis minyak yang memiliki kualitas tinggi. Sehingga harga minyak ini dipakai sebagai standar harga minyak dunia. Beberapa faktor yang mempengaruhi harga minyak dunia antara lain (useconomy.about.com): 1. Penawaran minyak dunia, terutama kuota suplai yang ditentukan oleh OPEC. 2. Cadangan minyak Amerika Serikat, terutama yang terdapat di kilang- kilang minyak Amerika Serikat dan yang tersimpan dalam cadangan minyak strategis. 3. Permintaan minyak dunia, ketika musim panas, permintaan minyak diperkirakan dari perkiraan jumlah permintaan oleh maskapai penerbangan untuk perjalanan wisatawan. Sedangkan ketika musim dingin, diramalkan dari ramalan cuaca yang digunakan untuk memperkirakan permintaan potensial minyak untuk pengahangatan ruangan.

Faktor permintaan dan penawaran valuta asing (skripsi dan tesis)

Menurut Simorangkir dan Suseno (2004: 6) faktor-faktor utama yang mempengaruhi valuta asing yaitu : a. Faktor pembayaran impor. Semakin tinggi impor barang dan jasa, maka semakin besar permintaan terhadap valuta asing sehingga nilai tukar akan cenderung melemah. Sebaliknya, jika impor menurun, maka permintaan valuta asing menurun sehingga mendorong menguatnya nilai tukar. b. Faktor aliran modal keluar. Semakin besar aliranmodal keluar, maka semakin besar permintaan valuta asing dan pada lanjutannya akan memperlemah nilai tukar. Aliran modal keluar meliputi pembayaran hutang penduduk Indonesia (baik swasta dan pemerintah) kepada pihak asing dan penempatan dana penduduk Indonesia ke luar negeri. c. Kegiatan spekulasi. Semakin banyak kegiatan spekulasi valuta asing yang dilakukan oleh spekulan maka semakin besar permintaan terhadap valuta asing sehingga memperlemah nilai tukar mata uang lokal terhadap mata uang asing. Penawaran valuta asing dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu : a. Faktor penerimaan hasil ekspor. Semakin besar volume penerimaan ekspor barang dan jasa, maka semakin besar jumlah valuta asing yang dimiliki oleh suatu negara dan lanjutannya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing cenderung menguat atau apresiasi. Sebaliknya, jika ekspor menurun maka jumlah valuta asing yang dimiliki semakin menurun sehingga nilai tukar juga cenderung mengalami depresiasi. b. Faktor aliran modal masuk. Semakin besar aliran modal masuk, maka nilai tukar akan cenderung semakin menguat. Aliran modal masuk tersebut dapat berupa penerimaan hutang luar negeri, penempatan dana jangka pendek oleh pihak asing (portfolio invesment) dan investasi langsung pihak asing (foreign direct investment).

Sistem penetapan nilai tukar (skripsi dan tesis)

Menurut Wiene Sandyawati (2011:17) nilai tukar ditetapkan dengan sistem sebagai berikut : 1. Gold Standard Sistem ini mulai dipakai pada tahun 1880 dan tidak dipakai lagi pada saat perang dunia pertama. Pada sistem ini, nilai uang suatu negara ditentukan dengan harga emas murni yang merupakan standar di negara tersebut. Nilai uang yang stabil dan pertukaran emas ke dalam mata uang lain adalah ciri khusus dari sistem ini. 2. Gold Exchange Standard Mekanisme Gold Exchange Standard mirip dengan Gold Standard, yaitu apabila suatu negara menderita defisit dalam neraca pembayaran maka negara tersebut wajib mengatasinya dengan cara menjual atau menyerahkan emasnya. Jadi apabila nilai mata uang suatu negara dirasakan tidak wajar, maka debitur bank dapat memilih untuk dibayar dengan emas. 3. Fixed Exchange Rate System Dalam Fixed Exchange Rate System, negara-negara anggota dibolehkan menetapkan sendiri nilai tukar mata uangnya terhadap US$. 4. Floating Exchange Rate System Pada konsep ini nilai tukar atau harga valuta asing dibiarkan bebas terbentuk atas kekuatan penawaran dan permintaan pasar. Suatu negara yang menggunakan sistem ini maka ada pengawasan dari pemerintah. Pemerintah dapat mengadakan intervensi mata uangnya guna dapat menstabilkan nilai tukarnya. 5. Free Float Dalam sistem Nilai Tukar Mengambang Bebas, tingkat nilai tukar ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran mata uang dimana perubahan harga, perbedaan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi negara yang menggunakan sistem ini. Sistem ini ditentukan oleh mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah. Bebrapa pakar ekonomi menyebutkan sistem ini sebagai sistem mengambang bersih (Clear atau Pure Floating Rate). 6. Sistem Nilai Tukar lainnya Jenis-jenis nilai tukar mata uang lainnya yang digunkan oleh bebrpa negara di dunia, umumnya merupakan variasi dari Fixed Exchange Rate System dan Floating Exchange Rate System, yaitu Pegged Rate, Joint Floating Rate, Managing Floating,Target-zone Agreement.

Pengertian nilai tukar (skripsi dan tesis)

Menurut Brigham (2006:365) nilai tukar (exchange rate) merupakan jumlah unit dari suatu mata uang yang dapat dibeli dengan satu unit mata uang lain. Triyono (2008) berpendapat bahwa nilai tukar atau kurs adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, yaitu perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut. Misal kurs rupiah terhadap dollar Amerika menunjukkan berapa rupiah yang diperlukan untuk ditukarkan dengan satu dollar Amerika. Pendapat Soekirno (2006:397) kurs valuta asing didefinisikan sebagai jumlah uang domestik yang dibutuhkan, yaitu banyaknya rupiah yang dibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing. Jadi nilai tukar (exchange rate) merupakan pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, yaitu merupakan perbandingan nilai atau harga mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain.

Makro Ekonomi (skripsi dan tesis)

Salah satu lingkungan yang mempengaruhi kegiatan perusahaan adalah lingkungan makro yang digunakan oleh investor untuk memprediksi kondisi ekonomi dimasa mendatang sehingga keputusan investasi yang diambil menguntungkan (Tandelilin 2010:342). Makro ekonomi merupakan analisis ilmu ekonomi yang menjelaskan gambaran menyeluruh mengenai kegiatan ekonomi baik keseluruhan konsumen maupun keseluruhan produsen dalam perekonomian (Soekirno, 2006:29). Menurut Didit Herlianto (2010:81) beberapa variabel makro ekonomi yang perlu diperhatikan oleh investor antara lain produk domestik bruto (PDB), tingkat pengangguran, tingkat inflasi, tingkat bunga, dan kurs mata uang (fluktuasi nilai tukar). Variabel tersebut perlu dianalisa karena adanya kecenderungan hubungan yang kuat yang terjadi di lingkungan ekonomi makro dan kinerja pasar modal. Kondisi makro perekonomian suatu negara merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan yang ada di dalam suatu negara.

Pengertian profitabilitas (skripsi dan tesis)

Menurut Fahmi (2011: 135) profitabilitas ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi.Menurut Hendra (2009: 205) profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan para eksekutif perusahaan dalam menciptakan tingkat keuntungan baik perusahaan maupun modal sendiri (shareholders equity). Menurut Greuning (2005: 29) profitabilitas adalah suatu indikasi atas bagaimana margin laba suatu perusahaan berhubungan dengan penjualan, modal rata-rata, dan ekuitas saham biasa rata-rata. Menurut G.Sugiyarso dan F.Winarni (2005: 118) profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri

Faktor yang mempengaruhi harga saham (skripsi dan tesis)

Berikut adalah beberapa kondisi dan situasi yang menentukan suatu saham itu akan mengalami fluktuasi. 1. Kondisi mikro dan makro ekonomi. 2. Kebijakan perusahaan dalam memutuskan untuk ekspansi (perluasan usaha). 3. Pergantian direksi secara tiba-tiba. 4. Adanya direksi atau pihak komisaris perusahaan yang terlibat tindak pidana dan kasusnya sudah masuk ke pengadilan. 5. Kinerja perusahaan yang terus mengalami penurunan dalam setiap waktunya. 6. Risiko sistematik, yaitu suatu bentuk risiko yang terjadi secara menyeluruh dan telah ikut menyebabkan perusahaan ikut terlibat. 7. Efek dari psikologi pasar yang ternyata mampu menekan kondisi teknikal jual beli saham. Menurut Alwi (2008: 87), faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham yaitu: 1. Faktor Internal a. Pengumuman tentang pemasaran, produksi, penjualan seperti pengiklanan, rincian kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan produksi, laporan keamanan produk, dan laporan penjualan. b. Pengumuman pendanaan (financing announcements), seperti pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas dan hutang. c. Pengumuman badan direksi manajemen (management board of director announcements) seperti perubahan dan pergantian direktur, manajemen, dan struktur organisasi. d. Pengumuman pengambilalihan diversifikasi, seperti laporan merger, investasi ekuitas, laporan take over oleh pengakusisian dan diakuisisi. e. Pengumuman investasi (investment announcements), seperti melakukan ekspansi pabrik, pengembangan riset dan penutupan usaha lainnya. f. Pengumuman ketenagakerjaan (labour announcements), seperti negoisasi baru, kontrak baru, pemogokan dan lainnya. g. Pengumuman laporan keuangan perusahaan, seperti peramalan laba sebelum akhir tahun fiskal dan setelah akhir tahun fiskal, Earning Per Share (EPS), Dividen Per Share (DPS), Price Earning Ratio, Net Profit Margin, Return On Assets (ROA), dan lain-lain. 2. Faktor Eksternal a. Pengumuman dari pemerintah seperti perubahan suku bunga tabungan dan deposito, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. b. Pengumuman hukum (legal announcements), seperti tuntutan karyawan terhadap perusahaan atau terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan terhadap manajernya. c. Pengumuman industri sekuritas (securities announcements), seperti laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga saham perdagangan, pembatasan/penundaan trading. d. Gejolak politik dalam negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan faktor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga. Menurut Arifin (2007: 15), faktor-faktor yang menjadi pemicu fluktuasinya harga saham adalah: 1. Kondisi fundamental emiten Faktor fundamental adalah faktor yang berkaitan langsung dengan kinerja emiten itu sendiri. Semakin baik kinerja emiten maka semakin baik pengaruhnya terhadap kenaikan harga saham. Untuk mengetahui kondisi emiten dalam posisi baik atau buruk, kita bisa melakukan pendekatan analisis rasio keuangan. 2. Hukum permintaan dan penawaran Faktor hukum permintaan dan penawaran berada pada urutan kedua setelah faktor fundamental, karena begitu investor tahu kondisi fundamental perusahaan, tentunya mereka akan melakukan transaksi baik menjual atau membeli saham perusahaan tersebut. Transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuaktif harga saham. 3. Tingkat suku bunga Bank Indonesia (SBI) Suku bunga ini penting untuk diperhitungkan, karena pada umumnya investor saham selalu mengharapkan hasil investasi yang lebih besar. Perubahan suku bunga akan mempengaruhi kondisi fundamental perusahaan, karena hampir semua perusahaan yang terdaftar di bursa mempunyai pinjaman bank. 4. Valuta asing Dalam perekonomian global dewasa ini, hampir tidak ada satu pun negara yang dapat menghindari perekonomian negaranya dari pengaruh pergerakan valuta asing, khususnya terhadap US dollar. Ketika dolar naik para investor akan berbondong-bondong menjual sahamnya untuk ditempatkan di bank dalam bentuk dolar, otomatis harga saham akan menurun. 5. Dana asing di bursa Jika sebuah bursa dikuasai oleh investor asing maka ada kecenderungan transaksi saham sedikit banyak bergantung pada investor asing tersebut. 6. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Sebenarnya indeks harga saham gabungan lebih mencerminkan kondisi keseluruhan transaksi bursa saham yang terjadi, dan menjadi ukuran kenaikan atau penurunan harga saham. 7. News and rumors Yang dimaksud news and rumors disini adalah semua berita yang beredar di tengah masyarakat. Menurut penulis harga saham suatu perusahaan dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal perusahaan. Faktor internal perusahaan berupa kondisi dan kinerja perusahaan yang dapat didasarkan pada informasi keuangan seperti profitabilitas yang dihasilkan perusahaan, sedangkan faktor eksternal didasarkan pada kondisi perekonomian global seperti perubahan kurs rupiah dan harga minyak dunia.

Jenis-jenis harga saham (skripsi dan tesis)

Harga saham dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : 1) Harga nominal Harga nominal merupakan nilai yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkannya. Harga nominal tercantum dalam lembar saham tertentu. 2) Harga perdana Harga perdana merupakan harga sebelum saham tersebut dicatatkan di bursa efek. Besarnya harga perdana ini tergantung dari persetujuan antara emiten dan penjamin emisi. 3) Harga pasar Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu ke investor yang lain (Sawidji Widiatmojo 1996:43). Sedangkan jenis harga saham yang lain dalam pasar modal, yaitu: 1) Harga pembukaan Harga pembukaan merupakan harga yang diminta oleh penjual dan pembeli pada saat jam bursa dibuka. 2) Harga penutupan Harga penutupan merupakan harga yang diminta oleh penjual dan pembeli pada saat akhir hari bursa. 3) Harga tertinggi Harga tertinggi merupakan harga saham yang paling tinggi dalam satu hari bursa. 4) Harga terendah Harga terendah merupakan harga saham yang paling rendah dalam satu hari bursa. 5) Harga rata-rata Harga rata-rata merupakan rata-rata dari harga tertinggi dan harga terendah. Harga ini bisa dicatat untuk transaksi, bulanan atau tahunun. 6) Indeks harga saham Indeks harga saham merupakan angka harga saham yang telah disusun dan dihitung sedemikian rupa, sehingga diharapkan menghasilkan trend.

Pengertian harga saham (skripsi dan tesis)

Menurut Med press Team Work (dalam David dan Kurniawan, 2010:1) harga saham merupakan harga yang terbentuk di bursa saham dan umunya harga saham itu diperoleh untuk menghitung nilai saham. Harga saham mencerminkan segala sesuatu yang diketahui tentang saham tersebut. Sementara informasi baru datang, peserta pasar secara cepat menyebarkan informasi tersebut. Akibatnya harga saham menyesuaikan diri. Menurut Tandelilin (2007: 19) harga saham merupakan harga yang terjadi di pasar saham, yang akan sangat berarti bagi perusahaan karena harga tersebut menentukan besarnya nilai perusahaan. Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan. Sehingga semakin tinggi harga saham yang ada di pasar atas suatu perusahaan tertentu, maka dapat diartikan perusahaan tersebut dapat mengelola aktiva dengan baik. Dengan demikian harga saham adalah harga yang paling efisien, artinya mencerminkan segala sesuatu yang diketahui tentang saham tersebut

Pengertian Saham (skripsi dan tesis)

Menurut Sjahrial (2009:22) saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas atau yang biasa disebut emiten. Pengertian saham menurut Suhartono dan Qudsi (2009:40) yaitu tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Pendapat Irham Fahmi (2012) saham adalah (1) tanda bukti penyertaan kepemilikan modal atau dana pada suatu perusahaan, (2) kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan, disertai dengan hak dan kewajiban yang dijelaskan kepada setiap pemegangnya, (3) persediaan yang siap dijual. Menurut Didit Herlianto (2010:11) saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pada dasarnya investasi dalam instrument saham mempunyai return and risk (keuntungan dan kerugian) Menurut penulis saham merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas sebagai surat bukti atau tanda kepemilikan modal pada perusahaan tersebut.

Pengertian Produk Domestik Regional Bruto (skripsi dan tesis)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu wilayah dalam suatu periode tertentu, yang didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah, atau meruakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonom tanpa memperhatikan apakah faktor produksi yang dimiliki residen atau non-residen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator yang dipakai untuk mengukur pertumbuhan ekonomi pada tingkat daerah. Sedangkan Produk Domestik Bruto merupakan indikator yang dipakai mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara (Hera Susanti dkk, 2007: 21) dalam baibaba (2008). Jadi, PDRB adalah seluruh nilai netto barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu daerah dalam jangka waktu tertentu, tanpa memperhatikan apakah faktor produksinya berasal dari dan dimiliki oleh penduduk daerah tersebut atau tidak.

Faktor-Faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi (skripsi dan tesis)

Proses pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor-faktor ekonomi dan faktor non ekonomi. Pertumuhan ekonomi suatu negara tergantung pada sumber daya alamnya (SDA), sumber daya manusia (SDM), modal 45 Gerald M Meier & Baldwin, R.E, Economic. Development: Theory, History and Policy, Jhon Wiley usaha, teknologi dan lainnya. Disamping faktor ekoomi tersebut, pertumbuhan ekonomi tidak mungkin terlaksana tanpa ditunjang oleh lembaga-lembaga sosial, sikap masyarakat, kelembagaan politik dan lainnya, yang kesemuanya merupakan faktor non-ekonomi. a. Faktor-faktor ekonomi 1) Sumber Daya Alam Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan suatu perekonomian adalah sumber daya alam (utamanya tanah). Sumber daya tanah meliputi berbagai aspek, misalnya kesuburan tanah, letaknya, iklim, sumber air, kekayaan hutan, mineral, dan lainnya. Tersedianya sumber daya alam yang melimpah saja belum cukup, masih harus dilengkapi fasilitas pengolahan, pemasaran dan transportasi yang cukup dan memadai, diharapkan akan mampu mendorongperkmbangan dan pertumbuhan ekonomi yang maju.  2) Organisasi Organisasi merupakan bagian penting dalam proses pertumbuhan. Organisasi berkaitan dengan penggunaan faktor produksi dalam kegiatan ekonomi. Dala pertumbuhan ekonomi modern, para wirausahawan tampil sebagai organisator dan mengambil resiko dalam menghadapi ketidakpastian. Di negara-negara berkembang, jumlah wirausahawan sejati sangat langka, faktor seperti sempitnya pasar, kurang modal, kurang buruh terlatih dan terdidik kurangnya infrastruktur dan sebagainya akan mempertinggi resiko ketidakpastian.  1. Barang modal Agar ekonomi mengalamai pertumbuhan, stok barang modal harus ditambah. Penambahan stok barang modal dilakukan melalu investasi. Oleh karena itu, salah satu upaya dalam meningkatkan investasi adalah dengan mendorong peningkatan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah investasi. 2. Manajemen Manajemen adalah peralatan yang sangat dibutuhkan untuk mengelola perekonomian modern, terutama perekonomian yang sangat mengandalkan mekanisme pasar. Sistem manajemen yang baik, terkadang jauh lebih berguna dibanding barang modal yang banyak , uang yang berlimpah dan teknologi tinggi. 3. Informasi Pentingnya informasi sebagai syarat agar pasar berfungsi sebagai alokasi sumber daya ekonomi yang efesien yaitu adanya informasi yang sempurna dan seimbang. Kegagalan pasar merupakan akibat tidak terpenuhinya asumsi ini. Sebab semakin banyak, semakin besar dan semakin berimbang arus informasi, para pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan lebih baik, sehingga sumber daya ekonomi makin  efesien. Informasi amat menunjang pertumbuhan ekonomi. 4. Faktor Non –Ekonomi Pada umumnya, faktor-faktor non ekonomi, seperti organisasi sosial, budaya dan politik, berpengaruh terhadap fator-faktor ekonomi. Oleh karena itu faktor non ekonomi juga memiliki arti penting dalam pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi berkaitan dengan peranan manusia, pandangan masyarakat, kondisi politik dan latar belakang historis. Dalam pertumbuhan ekonomi, faktor sosial, budaya, politik dan psikologi adalah sama pentingnya dengan faktor ekonomi.48 5. Faktor Sosial Faktor sosial dan budaya juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pendidikan dan kebudayaan barat membawa ke arah penalaran dan skeptisme. Kekuatan faktor ini menghasilkan perubahan pandangan, harapan, struktural dan nilai-nilai sosial. Orang dibiasakan menabung dan berinvestasi dan menikmati risiko untuk memperoleh laba. , 6. Faktor Manusia Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata tergantung pada jumlah sumber daya manusia saja, tetapi lebih menekan pada efesiensi mereka. menurut Kuznets, penduduk Eropa meningkat persen antara 1750-1950 sedang penduduk dunia selebihnya meningkat 200 persen dalam periode itu. Peningkatan GNP per kapita yang begitu hebat rupanya berkaitan erat dengan pengembagan faktor manusia sebagaimana terlihat dalam efesinesi atau produktivitas yang melonjak dikalangan tenaga buruh. 7. Faktor Politik dan Administrasi Faktor politik dan administasi juga membantu pertumbuhan ekonomi modern. Struktur politik dan administrasi yang lemah merupakan penghambat besar bagi pembangunan ekonomi negara terbelakang. Dalam administrasi yang bersih dan kuat seperti keadilan sepenuhnya dapat merangsang petumbuhan ekonomi. Sebagaimana dikemukakan secara tepat oleh lewis dalam  buku M.L Jhingan “ tidak ada negara yang berhasil maju tanpa dorongan positif dari pemerintahnya yang cukup

Pengertian pertumbuhan ekonomi (skripsi dan tesis)

Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran menjadi meningkat. Perjalanan dari waktu ke waktu, diharapkan kemampuan suatu negara dalam menghasilkan barang dan jasa semakin meningkat. Meier dan Baldwin mendefiniikan pertumbuhan ekonomi sebagai proses kenaikan output perkapital dalam jangka panjang. Definisi ini menekankan 3 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu: 1) proses, 2) output perkapital, 3) jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses, bukan suatu gambaran ekonomi pada suatu saat. Pertumbuhan ekonomi harus memberikn kontribusi pada pendapatan  Perekonomian Indonesia Tinjauan Historis, Teoritis dan Empiris,   perkapital, dan pertumbuhan ekonomi menyangkut jangka waktu yang panjang. Proses pertumbuhn ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Kondisi perekonomian suatu negara dapat dikatakan mengalami pertumbuhan apabila output ekonomi yang dicapai sekarang lebih tinggi dari pada yang dicapai pada masa sebelumnya. Pertumbuhan tercapai bila jumlah fisik barangbarang dan jasa-jasa ynag dihasilkan dalam perekonomian suatu negara bertambah besar dari waktu-waktu sebelumnya.

Teori Tenaga Kerja (skripsi dan tesis)

a. Teori lewis (1959) mengemukakan bahwa kelebihan pekerja merupakan kesempatan dan bukan suatu masalah. Kelebihan pekerja satu sektor akan memberikan andil terhadap pertumbuhan output dan penyediaan pekerja disektor lain. Dengan demikian menurut Lewis, adanya kelebihan penawaran pekerja tidak memberikan masalah , 6 BUKAN TENAGA KERJA (berusia < 10 tahun) Angkatan Kerja a. Pekerja b. Penganggur TENAGA KERJA (Berusia > 10 tahun) PENDUDUK Bukan Angkatan Kerja a. Pelajar dan Mahasiswa b. Penngurus Rumah Tangga c. Penerima Pendapatan lain  pada pembangunan ekonomi. Sebaiknya kelebihan pekerja justru merupakan modal untuk mengakumulasi pendapatan, dengan asumsi bahwa perpindahan pekerja dari sektor subsisten ke sektor kapitalis modern berjalan lancar dan perpindahan tersebut tidak akan pernah menjadi “terlalu banyak”. b. Teori Fei-Ranis (1961) yang berkaitan dengan negara berkembang yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: kebihan buruh, sumber daya alamnya belum dapat diolah, sebagian besar penduduknya bergerak di sektor pertanian, banyak pengangguran, dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Menurut Fei-Ranis ada tiga tahap pembangunan ekonomi dalam kondisi kelebihan buruh. Pertama, dimana para penganggur semu (yang tidak menambah output pertanian) dialihkan ke sektor industri dengan upah institusional yang sama. Kedua, tahap di mana pekerja pertanian menambah output tetapi memproduksi lebih kecil , Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Pembangunan, dari upah institusional yang mereka peroleh, dialihkan pula ke sektor industri. Ketiga, tahap ditandai awal pertumbuhan swasembada pada saat buruh pertanian menghasilkan output lebih besar dari pada perolehan upah institusional. Dan dalam hal ini kelebihan pekerja terserap ke sektor jasa dan industri yeng meningkat terus-menerus sejalan dengan pertambahan output dan perluasan usahanya. c. Teori Keynes berpendapat bahwa dalam kenyataan pasar tenaga kerja tidak berkerja sesuai dengan pandangan klasik. Dimanapun para pekerjamempunyai semacam serikat kerja (Labour Union) yang akan berusaha memperjuangkan kepentingan buruh dari penurunan upah. Para tenaga kerja memiliki hak untuk memperoleh upah yang sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Penurunan upah dipandang kecil sekali, karena akan mempengaruhi kepada daya beli masyarakat yang menyebabkan konsumsi menurun dan berkurangnya daya beli akan mendorong harga-harga menurun. Ilmu ekonomi tenaga kerja merupakan suatu sistem hubungan yang terorganisir, dan juga merupakan suatu subsistempada sistem ekonomi yang lebih luas.Ilmu ekonomi tenaga kerja ini memusatkan perhatian pada tingkah laku perorangan dalam peranan mereka sebagai pemasok jasa tenaga kerja dan sebagai pihak peminta yang membutuhkan jasa tenaga kerja. Di dalam pasar tenaga kerja, permintaan dan penawaran secara bersama-sama menentukkan jumlah yang akan dipekerjakan serta upah yang akan mereka terima. Keunggulan dalam persaingan pada era globalisasi sekarang ini sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang sangat berperan dalam penguasaan dan penerapan teknologi.Kualitas yang dibutuhkan adalah yang dapat memenuhi standar kompetensi internasional

Macam-macam Tenaga Kerja (skripsi dan tesis)

Tenaga kerja dibagi menjadi dua kelompok yaitu: a. Angkatan Kerja Yaitu penduduk atau tenaga kerja dalam usia kerja yang bekerja atau yang mempunyai pekerjaan tetapi untuk sementara sedang tidak bekerja dan yang sedang mencari pekerjaan. Angkatan kerja itu sendiri juga dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu: 1) Pekerja Yaitu orang-orang yang mempunyai pekerjaan, meliputi mereka yang sedang bekerja atau mereka yang mempunyai pekerjaan tetapi sementara sedang tidak dalam bekerja seperti petani yang sedang menanti panen, wanita karir yang sedang cuti melahirkan.  2) Pengangguran Yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan, baik yang memang tidak mempunyai pekerjaan maupun mereka yang sedang mencari pekerjaan. Pengangguran semacam ini bisa disebut pengangguran terbuka. b. Bukan Angkatan Kerja Yaitu penduduk atau tenaga kerja dalam usia kerja yang tidak bekerja, tidak mempunyai pekerjaan dan sedang tidak mencari pekerjaan, misalnya penduduk yang masih bersekolah, ibu-ibu pengurus rumah tangga dan penerimaan pendapatan tetapi tidak merupakan imbalan langsung atas jasa kerjanya (pensiunan, penderita cacat dependen).  Jadi, tenaga kerja mencakup siapa saja yang dikategorikan sebagai angkatan kerja dan juga mereka yang bukan angkatan kerja, sedangkan angkatan kerja adalah mereka yang bekerja dan yang tidak bekerja (pengangguran)

Pengertian Tenaga Kerja (skripsi dan tesis)

Julius dalam bukunya mengatakan bahwa Tenaga kerja adalah setiap orang yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan dan mampu untuk bekerja serta memnuhi persyaratan peraturan perburuhan suatu negara. Angkatan kerja adalah setiap orang yang termasuk dalam kelompok usia kerja sesuai dengan undang-undang perburuhan negara yang bersangkutan.juga mengemukakan Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja (berusia 15-64 tahun) atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika dalam permintaan terhadap  tenaga kerja mereka, dan jika mereka mau partisipasi dalam aktivitas tersebut. Sedangkan menurut Payaman Simanjuntak, tenaga kerja (man power) adalah penduduk yang sudah atau sedang bekerja, sedang mencari pekerjaan, dan yang melaksanakan kegiatan lain, seperti bersekolah dan mengurus rumah tangga. Pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja menurutnya ditentukan oleh umur/usia. Tenaga kerja (man power) terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja (labour force), terdiri dari:  Golongan yang bekerja, dan  Golongan yang menganggur atau sedang mencari pekerjaan. Kelompok bukan angkatan kerja, terdiri atas:  Golongan yang bersekolah, . “ekonomi sumber daya manusia dalam perspektif pembangunan”. (Jakarta: Rajawali Pers, 2014),   Golongan yang mengurus rumah tangga, dan  Golongan lain-lain atau penerima pendapatan.

Manfaat Investasi (skripsi dan tesis)

a. Investasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk memecahkan kesulitan modal yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan pembangunan nasional. b. Industri yang dibangun dengan investasi akan berkontribusi dalam perbaikan sarana dan prasarana, yang pada gilirannya akan menunjang pertumbuhan industri-industri turutan di wilayah sekitarnya. c. Investasi turut serta membantu pemerintah memecahkan masalah lapangan kerja, yakni akan menciptakan lowongan kerja untuk tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja yang tidak termpil. d. Investasi akan memperkenalkan teknologi dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi peningkatan keterampilan pekerja dan efisiensi produksi. e. Investasi akan memperbesar pemerolehan devisa yang didapatkan dari industri yang hasil produksinya sebagian besar ditujukan untuk ekspor. Dari hal-hal yang dikemukanakan diatas kelihatan bahwa investasi langsung maupun investasi tidak langsung sangat penting peranannya dalam pembangunan ekonomi. Baik investasi yang dilakukan oleh investor dalam negeri maupun yang dilakukan oleh investor asing sama-sama berperan dalam meningkatkan PDB, dan kedua-duanya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Tentunya yang diprioritaskan dalam pembangunan ekonomi nasional adalah investasi yang bersumber dari kekuatan sendiri. Hal terebut sesuai dengan asas kemandirian dalam pembangunan ekonomi nasional.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Investasi (skripsi dan tesis)

Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi, terdiri dari tingkat keuntungan yang akan diperoleh, tingkat suku bunga, ramalan kondisi di masa depan, dan kemajuan teknologi. Berikut ini akan dibahas masingmasing faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi tersebut, yaitu; a. Tingkat Keuntungan Yang Akan Diperoleh Investor akan menanamkan modalnya pada jenis investasi yang memberikan prospek yang baik dan menguntungkan. Bila investasi yang dipilih sudah tidak menguntungkan lagi, investor akan berpindah pada jenis lain yang lebih menguntungkan. Investor harus selalu mengamati kinerja perusahaan tempat ia menanamkan modalnya. Naik turunnya saham, dapat menjadi indikator apakah perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik atau tidak. b. Tingkat Suku Bunga Investasi merupakan fungsi dari tingkat suku bunga.Hubungan antara investasi dengan suku bunga adalah negatif.Bila suku bunga tinggi, maka jumlah investasi menurun. Begitu pula sebaliknya, jumlah investasi akan semakin banyak pada saat tingkat suku bunga relative rendah.  c. Ramalan Kondisi Di Masa Depan Apabila diramalkan kondisi ekonomi di masa yang akan datang menggairahkan dan memiliki prospek yang menguntungkan, maka akan mendorong pertumbuhan investasi. Pertumbuhan yang tinggi dan tingkat harga yang stabil menjadi pemicu laju investasi. Semakin baik kondisi perekonomian akan meningkatkan tingkat keuntungan para pengusaha. d. Kemajuan Teknologi Teknologi tinggi dan tepat guna mampu meningkatkan produktivitas sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena produktivitas yang tinggi akan meningkakan pendapatan perusahaan, dan pada akhirnya akan dinikmati oleh pekerja. Meningkatnya pendapatan akan mendorong jumlah konsumsi, sehingga mendorong laju investasi. Bila kondisi ini tercipta secara terus menerus akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. 30 Sebagai sebuah keputusan yang rasional, investasi sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu tingkat pengembalian yang diharapkan dan biaya investasi. 1. Tingkat Pengembalian Yang Diharapkan (Expected Rate Of Return) Kemampuan perusahaan menentukan tingkat investasi yang diharapkan, sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal perusahaan. a. Kondisi Internal Perusahaan Kondisi internal adalah faktor-faktor yang berada di bawah control perusahaan, misalnya tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi yang digunakan. Ketiga aspek tersebut berhubungan positif dengan tingkat pengembalian yang diharapkan.Artinya, makin tinggi tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi, maka tingkat pengembalian yang diharapkan makin tinggi. Selain ketiga aspek teknis tersebut diatas, tingkat pengembalian yang diharapkan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor non-teknis, terutama di negara sedang berkembang. b. Kondisi Eksternal Perusahaan Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan investasi terutama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestik maupun internasional. Jika perkiraan tentang masa depan ekonomi nasional maupun dunia optimis, biasanya tingkat investasi meningkat, karena tingkat pengembalian investasi dapat dinaikkan. 2. Biaya Investasi Yang paling menentukan tingkat biaya investasi adalah tingkat bunga pinjaman; makin tinggi tingkat bunganya, maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat akan investasi makin menurun.  Namun, tidak jarang, walaupun tingkat bunga pinjaman rendah, minat akan investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi. Faktor yang mempengaruhi terutama adalah masalah kelembagaan.Misalnya, prosedur izin investasi yang berbelit-belit dan lama (> 3 tahun), menyebabkan biaya ekonomi dengan memperhitungkan nilai waktu uang dari investasi makin mahal.Demikian halnya dengan keberadaan dan efisiensi lembaga keuangan, tingkat kepastian hukum, dan stabilitas politik.

Jenis – jenis Investasi (skripsi dan tesis)

a) Investasi berdasarkan asetnya Investasi berdasarkan asetnya merupakan penggolongan investasi dari aspek modal atau kekayaannya. Investasi berdasarkan asetnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu: 1) Real asset, yaitu investasi yang berwujud seperti gedung-gedung, kendaraan dan sebagainya.  2) Financial asset merupakan dokumen (surat-surat) klaim tidak langsung pemegangnya terhadap aktivitas riil pihak yang menerbitkan sekuritas tersebut. b) Investasi berdasarkan pengaruhnya Investasi menurut pengaruhnya merupakan investasi yang di dasarkan pada faktor yang mempengaruhi atau tidak berpengaruh dari kegiatan investasi. c) Investasi berdasarkan sumber pembiayaannya d) Investasi berdasarkan sumber pembiayaannya merupakan investasi yang didasarkan pada asal-usul investasi itu diperoleh. e) Investasi berdasarkan bentuknya Investasi berdasarkan bentuknya merupakan investasi yang didasarkan pada cara menanamkan investasinya. Investasi cara ini dibagi menjadi dua macam, yaitu : investasi portofolio dan investasi langsung. Investasi portofolio ini dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga, seperti saham dan obligasi. Investasi langsung merupakan bentuk investasi dengan jalan membangun, membeli modal, atau mengakuisi perusahaan. Setiap investasi akan memberikan kontribusi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi, karena investasi akan mendorong aktivitas perekonomian. Kegiatan investasi akan menyerap dana-dana menganggur yang dimiliki oleh masyarakat atau perseroan, sehingga tersalur ke aktivitas yang lebih produktif. Dengan dana yang didapatkan dari pemiliknya, melaluiaktivitas investasi akan tercipta kegiatan produksi, industri maupun jasa-jasa perdagangan lainnya. Kegiatan tersebut menghasilkan barang dn jasa yang manambah produksi baik untuk dipasarkan didalam negeri maupun untuk tujuan ekspor. Kegiatan investasi juga akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, terutama manfaatnya sangat dirasakan untuk menyerap tenaga kerja di sekitar lokasi proyek investasi tersebut berada. Dengan adanya investasi akan menambah penerimaan pemerintah dari pajak maupun penerimaan negara dalam bentuk lainnya. Keseluruhan hal-hal tersebut sangat mendukung kegiatan ekonomi nasional. Secara singkat investasi dimaksud akan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), dan apabila pertumbuhan investasi mengalami stagnasi, pada akhirnya akan mempengaruhi laju pertumbuhan PDB secara keseluruhan

Teori Investasi (skripsi dan tesis)

Para ahli dalam bidang investasi memiliki pandangan yang berbeda mengenai konsep teoritis tentang investasi. Menurut Harrod-domar, melihat pentingnya investasi terhadap pertumbuhan ekonomi, sebab investasi akan meningkatkan stok barang modal, yang memungkinkan peningkatan output. Sumber dana domestik untuk keperluan investasi berasal dari bagian produksi (pendapatan nasional) yang di tabung. Dimana apabila pada suatu masa tertentu dilakukan sejumlah pembentukan modal, maka pada masa berikutnya stok modal akan bertambah di masa yang akan datang. Sedangkan menurut Keynes ia mengemukakan bahwa besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tangga bukan tergantung kepada tinggi rendahnya tingkat bunga. Terutama tergantung kepada besar kecilnya tingkat pendapatan rumah tangga tersebut. Makin besar jumlah pendapatan yang diterima Mandala Manurung, Teori Ekonomi Makro, (Jakarta: Raharja Prathama, 2001),  oleh sesuatu rumah tangga, makin besar pula jumlah tabungan yang akan dilakukan olehnya. Dan apabila jumlah pendapatan rumah tangga itu tidak mengalami perubahan, perubahan yang cukup besar dalam tingkat bunga tidak akan menimbulkan pengaruh yang berarti keatas jumlah tabungan yang akan dilakukan oleh rumah tangga tersebut. Investasi merupakah salah satu faktor penggerak dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi suatu negara. Penanaman modal yang dilakukan untuk menyetok modal atau dana untuk masa yang akan datang. Sumber-sumber investasi dapat berasal dari berbagai sumber. Sumber investasi dapat berasal dari pendapatan nasional, tingkat bunga dan bukan berasal dari tingkat bunga melainkan dari pendapatan yang didapat, karena semakin besar pendapatan maka akan semakin besar yang ditabung. Dalam kenyataannya, peran investasi belum sepenuhnya dianggap sebagai penyumbang untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di Negara Berkembang, khususnya dikalangan masyarakat menengah kebawah.Karena pendapatan yang mereka hasilkan masih kecil sekali, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari belum mencukupi. Kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus akan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Dimana Indonesia mengalami penekanan jumlah penduduk yang makin meningkat setiap tahunnya.Peningkatan jumlah penduduk yang semakin meningkat karena belum seimbangnya kegiatan ekonomi khususnya kesempatan kerja yang tersedia sehingga menciptakan permasalahn pokok yaitu pengangguran

Pengertian Investasi (skripsi dan tesis)

Investasi merupakan suatu pengeluaran sejumlah dana investor guna membiayai kegiatan produksi untuk mendapatkan profit dimasa yang akan datang. Memahami tentang investasi tentunya akan lebih baik, jika kita memahami makna investasi itu sendiri. Beberapa makna investasi dikemukakan oleh para ahli yaitu. Martono mengungkapkan bahwa investasi merupakan penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan kedalam suatu aset dengan harapan memperoleh pendapatan dimasa yang akan datang. Investasi menurut Mulyana yaitu komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa datang. Sedangkan menurut Halim memberikan definisi investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang. Fitzgeral mengartikan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber dana yang dipakai untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang, dan dengan barang modal akan dihasikan aliran produk baru dimasa yang akan datang. Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan diatas, investasi merupakan suatu alat untuk penyediaan suatu barang modal yang dipergunakan sekarang dan mengharapkan sebuah keuntungan dimasa yang akan datang. Para ekonomi menyepakati bahwa tingkat investasi berkolerasi positif dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Tingkat investasi yang tinggi akan meningkatkan kapasitas produksi yang pada akhirnya berujung pada pembukaan lapangan kerja baru. Dengan begitu tingkat pengangguran bisa direduksi dan pendapatan masyarakatpun meningkat. Investasi menjadi penting bagi pertumbuhan ekonomi terkait dengan kontribusi yang diberikannya. Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi bisa dilihat dari sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi permintaan, peningkatan investasi akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan permintaan yang efektif. Sedangkan dari sisi penawaran, peningkatan investasi akan merangsang pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lebih banyak cadangan modal yang kemudian berkembang dalam bentuk peningkatan kapasitas produksi. Investasi juga bisa juga dipakai untuk alat pemerataan, baik pemerataan antar daerah, antar sektor dan antar perorangan. Investasi sebagai alat pemerataan ini tentu saja tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri atau dibiarkan berjalan menuruti mekanisme pasar tetapi harus ada intervensi pemerintah. Pesatnya penanaman modal baik lokal maupun asing di suatu negara merupakan suatu indikator bahwa negara tersebut memiliki sistem perekonomian yang baik, karena didukung oleh kecukupan sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Apalagi jaminan keamanan, serta stabilitas sosial politik yang terjaga. Kondisi ini akan menarik minat para investor menanam investasi. Maraknya investasi disuatu negara, tentunya akan membawa manfaat yang positif bagi negara yang bersangkutan. Misalnya terbukanya lapangan pekerjaan, transfer ilmu pengetahuan, menambah pendapatan daerah/pusat. Juga mampuh mempercepat kemajuan daerah tersebut melalui perbaikan infrastruktur, dan prasarana publik lainnya. Oleh karena itu, semakin banyaknya jumlah investor dan semakin besar nominal investasi yang ditanamkan, hal ini pasti akan mempengaruhi terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi negara kearah yang positif.

Modal (skripsi dan tesis)

a. Pengertian Modal Pengertian modal adalah sejumlah uang yang dipinjamkan yang berhadapan dengan bunga, interest (bunga) berasal dari perkataan interest artinya “apa yang berada antaranya”. Pengertian modal yang dihubungkan dengan uang bersifat tipis untuk fase merkautilistis (mercantilisme/sebuah madzhab islam) sejarah pemikiran ekonomi.1 Modal (capital) sering diartikan secara berbeda. Dalam konteks akuntansi, modal diartikan sebagai kekayaan bersih atau ekuitas pemilik dalam bisnis. Sedangkan dalam konteks manajemen, modal sering diartikan sebagai keseluruhan aktiva sehingga mencakup ekuitas dan utang bisnis. Perbedaan pengertian ini sering diakibatkan oleh perbedaan tujuan pembahasan, dimana akuntansi lebih terkait dengan masalah administrasi dan hukum, sedangkan manajemen dengan masalah efisiensi. Pengertian masing-masing modal dilihat dari sumber asalnya dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Modal sendiri Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham. Saham yang dikeluarkan perusahaan dapat dilakukan secara tertutup atau terbuka.keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga, tetapi hanya akan membayar deviden. Pembayaran deviden dilakukan apabila perusahaan memperoleh keuntungan dan besarnya deviden tergantung dari keuntungan perusahaan. Kemudian, tidak ada kewajiban untuk mengembalikan modal yang telah digunakan. Kerugian menggunakan modal sendiri adalah jumlahnya sangat terbatas dan relatif sulit untuk memperolehnya. 2) Modal asing (pinjaman) Modal asing atau modal pinjaman adalah modal yang diperoleh dari pihak luar peusahaan dan biasanya diperoleh dari pinjaman. Penggunaan modal pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan menimbulkan beban biaya bunga, biaya administrasi, serta biaya provisi dan komisi yang besarnya relatif. Penggunaan modal pinjaman mewajibkan pengembalian pinjaman setelah jangka waktu tertentu. Keuntungan modal pinjaman adalah jumlahnya yang tidak terbatas, artinya tersedia dalam jumlah banyak. Di samping itu, dengan menggunakan modal pinjaman biasanya timbul motivasi dari pihak manajemen untuk mengerjakan usaha dengan sungguh- sungguh. Sumber dana dari modal asing dapat diperoleh dari : a) Pinjaman dari dunia perbankan, baik dari perbankan swasta, pemerintah, maupun perbankan asing. b) Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan pegadaian, modal ventura, asuransi, leasing, dana pensiun, koperasi atau lembaga pembiayaan lainnya. c) Pinjaman dari perusahaan non keuangan. Menurut Moh. Hatta dalam bukunya beberapa fatsal ekonomi dan koperasi, menyatakan bahwa dalam bahasa sehari- hari hampir tiap orang tahu apa yang disebut kapital/modal. Tetapi dalam ilmu ekonomi pengertian tentangkapital itu masih kusut. Kapital asalnya dari perkataan latin caput artinya kepala atau induk. Harry G.Gutman dan Herbert E.Dougall mengemukakan bahwa pengertian kapital bisa ditinjau dari beberapa penggunaan : a) Legal view of capital Dari segi hukum, modal diartikan sebagai modal saham suatu perusahaan, yang dibentuk dalam suatu perseroan terbatas. b) Accounting view of capital Modal diartikan sebagai selisih antara total assets dengan total liabilities. Dalam bahasa sehari-hari kita kenal selisih antara harta dengan utang, inilah yang disebut dengan modal sendiri. c) Business view of capital Seperti dikatakan oleh Guthmann and Dougall, “ a businessman speaking of capital refers to the total of assets needed to operate a business” . Berdasarkan pendapat tersebut, business view of capital memandang kapital dengan bertitik tolak dari sisi kiri neraca, dan menganggap modal perusahaan sebagai totalitas dari barang-barang yang dimiliki oleh perusahaan. d) Economic view of capital Guthman and Dougall menulis economist, too differ in their definition if capital, althought their general definition is “wealth used in the production of further wealth”. b. Jenis-jenis Modal Usaha Pada dasarnya, kebutuhan modal untuk melakukan usaha terdiri dari dua jenis yaitu : 1) Modal investasi Modal investasi digunakan untuk jangka panjang dan dapat digunakan berulang-ulang. Biasanya umurnya lebih dari 1 tahun. Sementara modal kerja digunakan untuk jangka pendek dan beberapa kali pakai dalam satu proses produksi. Jangka waktu modal kerja biasanya tidak lebih dari 1 tahun. Penggunaan utama modal investasi jangka panjang adalah untuk membeli aktiva tetap seperti tanah, bangunan atau gedung, peralatan dan lain-lain. Modal investasibiasanya diperoleh dari modal pinjaman berjangka waktu panjang (lebih dari setahun). Pinjaman ini biasanya diperoleh dari dunia perbankan. Setelah kebutuhan modal kerja terpenuhi, selanjutnya adalah pmenuhan kebutuhan modal kerja. Modal kerja, yaitu modal yang dgunakan untuk membiayai operasional perusahaan pada saat perusahaan sedang beroperasi. Jenis modalnya bersifat jangka pendek, biasanya hanya digunakan untuk sekali atau beberapa kali proses produksi. 2) Modal Kerja Modal kerja juga dapat diperoleh dari modal pinjaman bank (biasanya maksimal setahun). Biasanya dunia perankan dapat membiayai modal investasi dan modal kerja baik secara bersamaan maupun sendiri-sendiri (tergantung kebutuhan dan permintaan nasabah). c. Analisis Struktur Modal Kinerja manajer keuangan diukur dengan kekayaan perusahaanya. Dana dari utang jangka panjang (long term debt) diperoleh dengan meminjam atau menerbitkan obligasi, dan dana ekuitas diperoleh dari penerbitan saham. Nilai perusahaan ditentukan dengan cara bagaimana dana tersebut diinvestasikan, dan bagaimana kas didapatkan. Istilah modal selalu diasosiasikan atau dikaitkan dengan uang sehingga tidak ada uang berarti tidak ada modal. Modal adalah segala sesuatu yag dapat digunakan untuk menjalankan usaha. Dengan demikian, modal dapat berupa benda fisik ataupun bukan fisik, kesempatan, waktu, pendidikan dan pengalaman adalah benda abstrak yang sesungguhnya merupakan modal yang menilai pentingnya dan sangat menentukan keberhasilan dalam berusaha. Waktu adalah juga modal yang sangat berharga terutama dalam menentukan laju dan efisiensi usaha seseorang, suatu masyarakat ataupun bangsa. Ada dua hal penting yang berkaitan dengan waktu, yaitu kesempatan dan efisiensi. Faktor kesempatan menentukan keberhasilan seseorang atau suatu perusahaan. Efisiensi adalah ukuran atau keluaran (output) per satuan waktu tenaga dan daya. Makin banyak barang dapat dihasilkan per satuan waktu, persatuan tenaga atau persatuan biaya maka makin efisien dia bekerja. Time is money adalah pepatah Inggris yang banyak diadopsi oleh berbagai bangsa didunia dewasa ini. Dari pepatah tersebut jelas terlihat betapa besar mereka menghargai waktu. Sumber modal yang utama adalah uang, tabungan, pinjaman, penjualan surat-surat berharga, kedit perdagangan dan penanaman kembali laba. Sumber mana yang akan ditarik tergantung pada banyak faktor. Beberapa adalah tepat bila usaha baru dimulai, beberapa adalah lebih tepat beberapa waktu kemudian, dan beberapa adalah tepat setiap waktu. 1) Uang tabungan 2) Pinjaman 3) Penjualan surat-surat berharga 4) Kredit perdagangan 5) Penanaman kembali laba

Analisis Makro (skripsi dan tesis)

Analisis makro untuk mengetahui kondisi ekonomi negara secara keseluruhan, yang perlu dilihat apakah ekonomi masih bertumbuh, inflasi tidak mengancam pertumbuhan akan mendorong pertumbuhan perusahaan- perusahaan. Untuk mengetahui kondisi ekonomi Indonesia beberapa indicator yang harus diketahui: a. GDP (Gross Domestic Product) GDP (gross domestic produk) atau PDB (produk domestik Bruto) para pemikir ekonomi telah memberikan pengertian bahwa pengertian PDB adalah total keseluruhan nilai output baik itu barang atau jasa yang diproduksi pada suatu wilayah pada kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun. PDB adalah indikator utama untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu negara. PDB mengukur nilai output barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan asal perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. PDB dapat dibedakan menjadi PDB nominal dan PDB riil. PDB nominal mengukur pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh bertambahnya produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh ekonomi nasional dan inflasi. Sedangkan PDB riil adalah perhitungan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh bertambahnya produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh ekonomi nasional tanpa memperhitungkan inflasi. Pada dasarnya, Pertumbuhan PDB dipengaruhi oleh konsumsi dan investasi swasta, konsumsi dan investasi pemerintah, besarnya ekspor dan impor. Peningkatan PDB berpengaruh positif terhadap pertumbuhan perusahaan. Dengan tingkat pertumbuhan PDB yang tinggi di suatu negara, maka diasumsikan sedang terjadi pertumbuhan ekonomi di Negara tersebut dan kondisi ini akan memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk meningkatkan penjualannya b. Angka inflasi Angka inflasi adalah angka yang mengukur tingkat harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen. Angka inflasi yang tinggi, yang ditunjukan dengan naiknya harga-harga barang, biasanya akan mendorong Bank Indonesia (BI) untuk menaikan suku bunga. Biasanya diikuti oleh perbankan dengan menaikan suku bunga pinjaman. c. Tingkat suku bunga Tingkat suku bunga merupakan ukuran keuntungan investasi yang digunakan oleh pemilik modal atau investor, selain itu juga merupakan ukuran biaya modal yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menggunakan dana dari pemilik modal. Bank Indonesia menggunakan tingkat suku bunga sebagai salah satu alat untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dan juga untuk mendorong investasi di Indonesia. Kebijakan tingkat suku bunga rendah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia akan membuat perusahaan-perusahaan akan lebih mudah mendapatkan modal untuk melakukan investasi. Selain itu, diharapkan masyarakat dalam hal ini akan terdorong untuk melakukan investasi dan konsumsi daripada menabung, sehingga akan meningkatkan permintaan terhadap produk sektor usaha yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas perusahan. Namun perlu diperhatikan dengan investasi yang meningkat, hal itu tentunya akan menambah jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah peningkatan uang beredar terlalu tinggi, maka akan menyebabkan ekonomi terlalu ekspansif dan menyebabkan inflasi yang tinggi. Sebaliknya, dalam kondisi inflasi, Bank Indonesia akan melakukan kebijakan uang ketat dan meningkatkan suku bunga, hal ini akan menyebabkan naiknya biaya modal perusahan yang akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Selain itu dengan naiknya tingkat suku bunga akan membuat masyarakat lebih suka menabung dibandingkan investasi atau konsumsi. Dalam jangka panjang, keadaan ini akan membuat perekonomian menjadi stagnan. Oleh sebab itu peranan Bank Indonesia sangat diperlukan dalam mengendalikan jumlah uang yang beredar dan inflasi melalui penetapan tingkat suku bunga atau BI Rate. Untuk menjaga stabilitas perekonomian, pada umumnya kebijakan Bank Indonesia yang terkait pada penetapan tingkat suku bunga adalah dengan menaikkan BI Rate apabila inflasi beberapa bulan ke depan diperkirakan akan melampaui sasaran yang sudah ditetapkan, demikian juga sebaliknya, Bank Indonesia akan menurunkan BI Rate apabila inflasi dalam beberapa bulan ke depan akan berada di bawah sasaran yang sudah ditetapkan. d. Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) Umumnya di bursa saham dunia mengenal lebih dari satu indeks. Contohnya di AS, ada S&P500, Dow Jones, Nasdaq. Sedangkan di BEI, ada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Jakarta Composite Index (JCI), Indeks LQ45, Jakarta Islamic Index (JII), Indeks Sektoral, serta Indeks Individual. Selain indeks utama tersebut, indeks lainnya adalah Kompas100 dan Bisnis-27. IHSG pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 April 1983. Tapi, hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100. Kalau IHSG merepresentasikan rata-rata dari seluruh saham di BEI. Indeks harga saham mempunyai tiga manfaat utama. Yaitu: sebagai penanda arah pasar, pengukur tingkat keuntungan, dan tolok ukur kinerja portofolio. o Penanda Arah Pasar Boleh dibilang, Indeks merupakan nilai representatif atas rata-rata dari sekelompok saham. Karena menggunakan harga hampir semua saham di BEI dalam perhitungannya, IHSG menjadi indikator kinerja bursa saham paling utama. Gampangnya, jika ingin melihat kondisi bursa saham saat ini, kita tinggal melihat pergerakan angka IHSG. Jika IHSG cenderung meningkat seperti yang terjadi akhir-akhir ini, artinya harga-harga saham di BEI sedang meningkat. Sebaliknya, jika IHSG cenderung turun, artinya harga-harga saham di BEI sedang merosot. Sekedar catatan, persentase kenaikan atau penurunan IHSG akan berbeda dibanding dengan kenaikan atau penurunan harga masingmasing saham. Kadang ada kalanya peningkatan atau penurunan harga saham melebihi atau bahkan berlawanan dengan pergerakan angka IHSG. o Pengukur Tingkat Keuntungan Misalnya kita dapat menghitung secara rata-rata berapa keuntungan berinvestasi di pasar saham. Sebagai contoh di tahun 2013, IHSG bernilai 4400. Tahun 2008 IHSG bernilai 1400. Kita dapat menghitung secara sederhana berinvestasi selama 5 tahun dari tahun 2008-2013 menghasilkan keuntungan (4400-1400)/1400*100% = 214%. Secara rata-rata per tahun keuntungan berinvestasi di pasar saham adalah 214%. Berarti per tahun 42,8%. Angka tersebut belum termasuk keuntungan dari deviden. o Tolok ukur kinerja portofolio Bila memiliki reksadana atau portofolio saham, bias membandingkan kinerjanya dengan IHSG. Misalnya dalam 5 tahun terakhir IHSG naik sebanyak 214%. Kalau reksadana atau portofolio kinerjanya di bawah angka tersebut, sebaiknya perlu berganti strategi.

Analisis Saham (skripsi dan tesis)

Ada dua teknik analisis yang biasa dipakai oleh investor untuk mengetahui apakah suatu saham layak beli pada saat tertentu atau tidak. a. Analisis fundamental Analisis fundamental memperhitungkan berbagai faktor, seperti kinerja perusahaan, analisis persaingan usaha, analisis industri, analisis ekonomi, dan pasar mikro-makro dari sini dapat diketahui apakakah perusahaan tersebut masih sehat atau tidak. b. Analisis Teknikal Analisis teknikal adalah teknik yang menganalisa fluktuasi harga saham dalam rentan waktu tertentu. Dari pergerakan tersebut akan terlihat pola tertentu yang dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembelian atau penjualan. Pada dasarnya analisis teknikal digunakan untuk menentukan apakah saham sudah Overbought (jenuh beli) atau Oversold (jenuh jual)

Jenis Deviden dan Pembayaranya (skripsi dan tesis)

Salah satu keuntungan memiliki saham adalah memperoleh deviden. Pembayan deviden dapat dilakukan dalam bentuk tunai (cash) namun ada juga pembayaran dividend dilakukan dalam bentuk pemberian saham, bahkan juga dalam bentuk pemberian properti. Ada beberapa jenis deviden yang merupakan realisasi dari pembayaran deviden, yaitu: a. Deviden tunai (cash dividend), yaitu deviden yang dinyatakan dan dibayarkan pada jangka waktu tertentu dan deviden tersebut berasal dari dana yang diperoleh secara legal. deviden ini dapat bervariasi dalam jumlah bergantung keppada keuntungan perusahaan. b. Deviden property (property dividend), yaitu”… a distribution of earning in the form of property.”Suatu distribusi keuntungan perusahaan dalam bentuk properi atau barang. c. Deviden liquidasi (liquidating dividend) yaitu “ a distribution of capital assets to shareholder is referred to as liquidating dividend.” Distribusi

Faktor Penggerak Harga Saham (skripsi dan tesis)

Berikut adalah faktor-faktor penggerak harga saham:  Kondisi Fundamental Emiten Faktor fundamental adalah faktor yang berkaitan langsung dengan kinerja emiten itu sendiri. Semakin baik kinerja emiten maka semakin besar pengaruhnya terhadap kenaikan harga saham. Begitu juga sebaliknya, semakin menurun kinerja emiten maka semakin besar kemungkinan merosotnya harga saham yang diterbitkan dan diperdagangkan. Selain itu keadaan emiten akan menjadi tolok ukur seberapa besar risiko yang bakal ditanggung oleh investor. Saham-saham yang bagus, alias saham blue chip, tentu memiliki risiko yang lebih kecil jika dibandingkan jenis saham lainnya. Ini karena faktor fundamental perusahaan penerbitnya sangatlah bagus. Baik itu kondisi keuangannya, startegi bisnisnya, produknya, manajemennya hingga keunggulan lainnya yang bersifat comparative advantage.  Hukum Permintaan Dan Penawaran Faktor hukum permintaan dan penawaran berada di urutan kedua setelah faktor fundamental karena begitu investor tahu kondisi fundamental perusahaan tentunya mereka akan melakukan transaksi baik jual maupun beli. Transaksi transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga saham. Perlu diwaspadai juga bahwa kenaikan harga karena permintaan yang banyak atau penawaran yang sedikit tidak akan berlangsung terus, sebab pada suatu titik harga saham akan menjadi terlalu mahal.  Tingkat Suku Bunga (SBI) Faktor suku bunga ini penting untuk diperhatikan karena rata-rata semua orang, termasuk investor saham, selalu mengharapkan hasil investasi yang lebih besar. Dengan adanya perubahan suku bunga, tingkat pengembalian hasil berbagai sarana investasi akan mengalami perubahan. Ada yang cenderung naik, ada juga yang cenderung turun. Yang mengalami kecenderungan naik, misalnya investasi di pasar uang seperti tabungan, deposito, valuta asing, dan lain sebagainya.  Valuta Asing Dalam kehidupan perekonomian global, hampir tak ada satupun Negara yang dapat menghindari perubahan perekonomiannya dari pengaruh pergerakan valuta asing, khususnya terhadap pengaruh US dolar. Karena dolar Amerika telah menjadi mata uang International maka mau tidak mau setiap Negara harus mengandalkan mata uang ini.  Dana Asing Di Bursa Dana asing di bursa perlu diketahui karena memiliki dampak yang sangat besar. Jika sebuah bursa dikuasai oleh investor asing maka ada kecenderungan tranasaksi saham sedikit banyak tergantung pada investor asing tersebut.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG lebih mencerminkan kondisi keseluruhan transaksi bursa saham yang terjadi jika dibandingkan menjadi ukuran kenaikan maupun penurunan harga saham. Karena bursa saham merupakan salah satu indicator perekonomian sebuah Negara, maka diperlukan sebuah standar perhitungan tentang transaksi yang terjadi dalam bursa sepanjang periode tertentu. Perhitungan ini yang akan dipergunakan sebagai tolok ukur kondisi perekonomian dan investasi sebuah Negara. Perhitungan IHSG menggunakan rumus tertentu yang merupakan gabungan dari semua transaksi saham sektoral yang ada. Untuk saham-saham yang memiliki nilai tinggi dan volume yang besar tentu akan mempunyai bobot yang besar.  News Dan Rumors News dan rumor disini adalah semua berita yang beredar di tengah masyarakat yang menyangkut berbagai hal baik itu masalah ekonomi, sosial, politik, keamanan hingga seputar rencana reshuffle kabinet. Sedangkan, rumors adalah berita-berita yang belum tentu benar yang terkadang juga terselip diantara news berbagai media massa.

Saham (skripsi dan tesis)

Saham adalah tanda bukti kepemilikan perusahaan. Pemilik saham disebut juga pemegang saham (shareholder atau stockholder). Bukti bahwa seorang atau suatu pihak dapat dianggap sebagai pemegang saham adalah apabila seseorang atau suatu pihak sudah tercatat sebagai pemegang saham dalam buku yang disebut daftar pemegang saham (DPS). Sedangkan dalam kamus istilah akuntansi saham adalah:  Tanda bukti penyertaan kepemilikan modal/dana pada suatu perusahaan.  Kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang dijelaskan kepada setiap pemegangnya.  Persediaan yang siap untuk dijual. Nilai yang berhubungan dengan saham dapat dilihat dalam 4 (empat) konsep yaitu: a. Nilai nominal (par value) yaitu nilai kewajiban yang ditetapkan untuk tiap-tiap lembar saham. b. Nilai buku (book value) yaitu per lembar saham menunjukkan aktiva bersih (net assets) per lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham c. Nilai pasar (market value) yaitu nilai yang ditentukan oleh pelaku pasar berkaitan dengan permintaan dan penawaran saham bersangkutan di pasar bursa. d. Nilai intrinsik (intrinsic value) atau nilai fundamental (fundamental value) yaitu nilai sebenarnya dari saham yang diperdagangkan.

Investasi (skripsi dan tesis)

Menurut Relly dan Brown investasi adalah, “investment is the current commitment of dollar for a period of time to derive future payment that will compensate the investor for (1) the time the funds are committed, (2) the expected rate of inflation, (3) the uncertainty of the future payment.” Sharpe dkk., menjelaskan bahwa investasi dalam arti luas, berarti mengorbankan dolar sekarang untuk dolar pada masa depan. Dalam aktivitas investasi pada umumnya dikenal dua bentuk yaitu: a. Real Investment Investasi nyata (Real Investment) secara umum melibatkan asset berwujud seperti tanah, mesin-mesin, dan pabrik. b. Financial Investment Investasi keuangan (Financial Investment) melibatkan kontrak tertulis, seperti saham biasa (common stock) dan obligasi (bond). Pada dua bentuk investasi ini Sharpe dkk., menegaskan bahwa pada perekonomian primitif hampir semua investasi lebih ke investasi nyata, sedangkan pada perekonomian modern, lebih banyak melakukan investasi keuangan. Sehingga kita bisa melihat salah satu ukuran ekonomi suatu negara tersebut adalah maju dimana keberadaan dan kualitas bursa efeknya diakui oleh para pebisnis.

Pasar Modal (skripsi dan tesis)

Pasar modal adalah tempat dimana berbagai pihak khususnya perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari hasil penjualan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai tambahan dana atau untuk memperkuat modal perusahaan Husnan mendefinisikan pasar modal sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Menurut Tandelilin pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Sedangkan menurut UU Pasar Modal No. 8 tahun 1995, pengertian pasar modal dijelaskan lebih spesifik tentang kegiatan yang bersangkutan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan.  Pasar modal menawarkan manfaat bagi pemerintah, dunia usaha, dan invetor. Manfaat ini adalah: a. Pasar modal adalah sumber pendapatan bagi Negara karena perusahaan yang go public membayar pajak kepada Negara. b. Bagi perusahaan, pasar modal menjadi alternatif penghimpunan dana, selain dari sistem perbankan dari masyarakat/pemodal, untuk membiayai kehidupan perusahaan c. Pasar modal adalah leading indicator bagi trend ekonomi Negara d. Pasar modal menciptakan iklim yang sehat bagi perusahaan, karena menyebarkan pemilikan, keterbukaan dan profesionalisme e. Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penanaman Modal Asing (skripsi dan tesis)

Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu Penanaman Modal Asing adalah sebagai berikut: a) Produk domestik bruto (PDRB) Peranan PDRB sangat penting, karena semakin meningkat PDRB suatu negara maka pertumbuhan ekonomi suatu negara akan meningkat, sehingga lapangan pekerjaan terbuka luas, pendapatan masyarakat meningkat. Peningkatan pendapatan akan menggeliatkan daya beli masyarakat, permintaan barang dan jasa semakin meningkat, keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan akan meningkat sehingga investasi semakin banyak. b) Tingkat Inflasi Inflasi merupakan salah satu hal yang menjadi fokus bagi pemerintah dalam menjaga kestabilan perekonomian, karena gejolak yang ditimbulkan oleh inflasi berpengaruh pada semua sektor perekonomian. Inflasi yang sangat berat akan menyebabkan iklim investasi memburuk, karena dengan tingginya inflasi pertumbuhan ekonomi akan melemah dan daya saing menurun, hal ini dikarenakan pada saat inflasi tinggi biaya produksi akan meningkat sebagai akibat dari kenaikan harga pada barang. c) Nilai Tukar Nilai tukar merupakan nilai yang digunakan untuk mendapatkan mata uang asing sejumlah dengan mata uang dalam negeri yang dimiliki. Nilai tukar terdiri dari dua jenis yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar riil. Nilai tukar nominal adalah nilai tukar dalam bentuk surat berharga, sedangkan nilai tukar riil adalah nilai tukar nominal dikalikan dengan harga barang domestik dibagi dengan harga barang asing. Peningkatan yang terjadi pada nilat tukar riil akan menyebabkan harga barang dalam negeri cenderung meningkat dan harga barang luar negeri menjadi murah, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, jika kurs rendah maka masyarakat akan cenderung membeli barang dalam negri dibanding luar negeri sehingga permintaan barang akan meningkat, dan ini dapat mempengaruhi investor menanamkan modalnya. d) Upah Kenaikan upah akan menyebabkan biaya faktor produksi akan meningkat, sehingga harga barang akan meningkat, peningkatan ini berpengaruh pada kurangnya minat investor karena daya beli pemerintah akan menurun dan keuntungan yang diperoleh akan berkurang. e) Tarif Pajak pajak merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan untuk tetap menciptakan iklim investasi yang kondusif karena tarif pajak yang besar akan memberatkan para investor.

Tujuan Penanaman Modal Asing (skripsi dan tesis)

Adapun tujuan dari diselenggarakannya Penanaman Modal Asing adalah sebagai berikut: a) Untuk menarik arus modal yang signifikan ke suatu negara. b) Untuk mendapatkan keuntungan berupa biaya produksi yang rendah, manfaat pajak lokal dan lain-lain. c) Untuk membuat rintangan perdagangan bagi perusahaan perusahaan lain. d) Untuk mendapatkan return yang lebih tinggi daripada di negara sendiri melalui tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sistem perpajakan yang lebih menguntungkan dan infrastruktur yang lebih baik.

Pengertian Penanaman Modal Asing (PMA) (skripsi dan tesis)

Istilah Penanaman Modal Asing merupakan terjemahan dari bahasa inggris yaitu foreign investment. Pengertian Penanaman Modal Asing ditemukan dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Sedangkan menurut Pasal 1 angka 3 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Penanaman Modal Asing adalah hanya meliputi modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan ketentuan undang-undang dan digunakan untuk menjalankan usaha di Indonesia. Penanaman modal asing adalah merupakan transfer modal baik nyata maupun tidak nyata dari suatu negara ke negara lain, tujuannnya untuk digunakan di negara tersebut agar menghasilkan keuntungan di bawah pengawasan dari pemilik modal, baik secara total maupun sebagian. Dari beberapa definisi diatas dapat diketahui Penanaman Modal Asing (PMA) dikontruksikan sebagai upaya pemindahan modal dari satu negara ke negara lainnya yang tujuan utamanya memperoleh keuntungan. Unsur-unsur Penanaman Modal Asing dalam definisi diatas dapat meliputi: a) Dilakukan secara langsung, artinya investor secara langsung menangggung semua resiko yang akan dialami dari penanaman modal tersebut. b) Menurut Undang-Undang, artinya bahwa modal asing yang di investasikan di Indonesia oleh investor asing harus didasarkan pada subtansi, prosedur, dan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam peraaturan perundang-undangan yang berlaku dan ditetapkan oleh pemerintahan Indonesia. c) Digunakan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, artinya mdal yang ditanamkan oleh investor asing digunakan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia harus berstatus sebagai Badan Hukum

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penanaman Modal Dalam Negeri (skripsi dan tesis)

Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu Penanaman Modal
Dalam negeri adalah sebagai berikut:
a) Potensi dan karakteristik suatu daerah.
b) Budaya masyarakat.
c) Pemanfaatan era otonomi daerah secara proposional.
d) Peta politik daerah dan nasional                                                                                                e) Kecermatan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan lokal
dan peraturan daerah yang menciptakan iklim yang kondusif bagi
dunia bisnis dan investasi.

Manfaat Penanaman Modal Dalam Negeri (skripsi dan tesis)

Manfaat Penanaman Modal Dalam Negeri, adalah sebagai
berikut:
a) Mampu menghemat devisa.
b) Mengurangi ketergantungan terhadap produk asing.
c) Mendorong kemajuan industri dalam negeri melalui keterkaitan ke
depan dan keterkaitan ke belakang.
d) Memberikan kontribusi dalam upaya penyerapan tenaga kerja

Tujuan Penanaman Modal Dalam Negeri (skripsi dan tesis)

Adapun tujuan dari diselenggarakannya Penanaman Modal Dalam Negeri adalah sebagai berikut: a) Untuk mendapatkan keuntungan berupa biaya produksi yang rendah, manfaat pajak lokal dan lain-lain. b) Untuk membuat rintangan perdagangan bagi perusahaan perusahaan lain. c) Untuk mendapatkan return yang lebih tinggi dari pada di dalam negeri melalui tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,  sistem perpajakkan yang lebih menguntungkan dan infrastruktur yang lebih baik. d) Untuk menarik arus modal yang signifikan ke dalam negeri.

Pengertian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) (skripsi dan tesis)

Istilah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berasal dari bahasa inggris, yaitu domestic investment. Penggunaan kekayaan secara langsung adalah penggunaan modal yang digunakan secara langsung oleh investor domestic untuk pengembangan usahanya, sedangkan penggunaan secara tidak langsung merupakan penggunaan modal yang digunakan tidak dilakukan secara langsung untuk membangun usaha. Pelaksanaan penanaman modal itu berdasarkan pada peraturan perundang- undangan yang berlaku. Pasal 1 Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Penanaman Modal Dalam Negeri adalah kegiatan menanamkan modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanaman modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri. Pihak yang dapat menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri adalah menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal adalah: a) Orang-Perorangan Warga Negara Indonesia. b) Badan Usaha Indonesia. c) Badan Hukum Indonesia. Pihak yang dapat mengajukan permohonan penanaman modal baru dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah: a) Perseroan Terbatas (PT). b) Commanditaire Vennootschap (CV). c) Firma (Fa). d) Badan Usaha Koperasi. e) BUMN. f) BUMD. g) Perorangan.

Sumber investasi (skripsi dan tesis)

1. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Modal Dalam Negeri adalah bagian dari kekayaan masyarakat Indonesia termasuk hak-hak dan benda-benda, baik yang dimiliki oleh negara maupun swasta nasional atau swasta asing yang berdomisili di Indonesia. Penanaman Modal diatur didalam Undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal. Penanaman modal Dalam Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan WNI, badan usaha Negeri, dan/atau pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia. 2. Penanaman Modal Asing (PMA) Penanaman Modal di Indonesia diatur dengan UndangUndang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan Penanaman Modal Asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri (Pasal 1 UndangUndang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal).Jenis-jenis Penanaman Modal Menurut Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, Penanaman Modal di Indonesia dibagi menjadi 2 jenis yaitu penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

Asas Investasi (skripsi dan tesis)

Asas mempunyai dua pengertian, yakni sebagai dasar, alas, pondamen di satu pihak, dan di pihak lain juga dimaksudkan sebagai kebenaran yang menjadi pokok dasar atau tumpuan berpikir atau berpendapat. Asas investasi atau penanaman modal adalah: a. Asas kepastian hukum; adalah asas dalam negara hukum yang meletakan hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagai dasar dalam setiap kebijakan dan tindakan dalam bidang penanaman modal. b. Asas keterbukaan; adalah asas yang terbuka terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang kegiatan penanaman modal. c. Asas akuntabilitas; adalah asas yang menentukan setiap kegiatan dan hasil akhir dari penyelenggaraan penanaman modal harus dipertanggungjawabana kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Asas perlakuan yang sama dan tidak membedakan asal negara; adalah asas perlakuan pelayanan nondiskriminasi berdasarkan ketentuan perundang-undangan, baik antara penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing maupun antara penanam modal dari satu negara asing dan penanam modal dari negari asing lainnya.e. Asas kebersamaan; adalah asas yang mendorong peran seluruh penanam modal secara bersama-sama dalam kegiatan usahanya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. f. Asas efisiensi berkeadilan; adalah asas yang mendasari pelaksanaan penanaman modal dengan mengedepankan efisiensi berkeadilan dalam usaha untuk mewujudkan iklim usaha yang adil, kondusif dan berdaya saing. g. Asas berkelanjutan; adalah asas yang secara terencana mengupayakan berjalannya proses pembangunan melalui penanaman modal untuk menjamin kesejahteraan dan kemajuan dalam segala aspek kehidupan, baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang. h. Asas berwawasan lingkungan; adalah asas penanaman modal yang dilakukan dengan memperhatikan dan mengutamakan perlindungan dan pemeliharaan lingkungan hidup. i. Asas kemandirian; adalah asas penanaman modal yang dilakukan dengan tetap mengedepankan potensi bangsa dan negara dengan tidak menutup diri pada masuknya modal asing demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi. j. Asas keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional; adalah asas yang berupaya menjaga keseimbangan kemajuan ekonomi dalam kesatuan ekonomi nasional.

Teori Investasi (skripsi dan tesis)

a. Neo-Classical Economic Theory Teori ini berpendapat bahwa Foreign Direct Investment (FDI) memiliki kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi host country. Fakta menunjukkan modal asing yang dibawa ke host country mendorong modal domestik menggunakan hal tersebut untuk berbagai usaha. Sejalan dengan kesimpulan Sornarajah investasi asing secara keseluruhan bermanfaat atau menguntungkan host country sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. b. Dependency Theory Teori ini secara diametral berlawanan dengan ekonomi klasik yang berpendapat foreign investment tidak menimbulkan makna apa pun bagi pembangunan ekonomi di host country. Mereka berpendapat bahwa foreign investment menindas pertumbuhan ekonomi dan menimbulkan ketidakseimbangan pendapatan di host country. Teori ini berpendapat Foreign Direct Investment tampaknya sebagai ancaman terhadap kedaulatan host country dan terhadap kebebasan pembangunan kehidupan social dan budaya karena investasi asing cenderung memperluas yurisdiksi menggunakan pengaruh kekuatan pemerintah asing terhadap host country sehingga pengaruh politik investasi asing terhadap host country cukup besar. c. The Middle Path Theory Banyak Negara berkembang mengembangkan regulasi antara lain mengatur penapisan dalam perizinan dan pemberian insentif melalui kebijakan investasi. Menurut teori ini investasi asing memiliki aspek positif dan aspek negatif terhadap host country, karena itu host country harus hati-hati dan bijaksana. Kehati-hatian dan kebijaksanaan dapat dilakukan dengan mengembangkan kebijakan regulasi yang adil.  d. State/Government Intervention Theory Pendukung teori ini berpendapat, perlindungan terhadap invant industries di negara-negara berkembang dari kompetensi dengan industri-industri di negara-negara maju merupakan hal yang esensial bagi pembangunan nasional. Teori ini melihat pentingnya peran negara yang otonom yang mengarahkan langkah kebijakan ekonomi termasuk investasi, peran negara dipercaya akan bisa mengintervensi pasar untuk mengoreksi ketimpangan pasar dan memberikan perlindungan kepada invant industries, kepentingan masyarakat, pengusaha domestik dan perlindungan lingkungan. Peran negara juga dapat memberi perlindungan bagi kepentingan para investor termasuk investor asing. Beberapa teori di atas paling tidak menggambarkan adanya varian pemikiran dalam memahami kebijakan investasi yang dapat dipilih yang menjadi dasar pertimbangan kebijakan hukum investasi dari sisi kepentingan dan kedaulatan host country. Apabila melihat kondisi Indonesia saat ini, investasi asing sangat dibutuhkan karena dapat membantu meningkatkan pendapatan negara, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta pendapatan asli daerah; dengan demikian teori klasik dapat diterapkan dalam rangka mendatangkan investor asing ke Indonesia.

Pengertian Investasi (skripsi dan tesis)

Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.1 Investasi dan penanaman modal merupakan istilah yang dikenal baik dalam kegiatan bisnis maupun dalam bahasa perundang-undangan. Investasi merupakan istilah populer dalam dunia usaha, sedangkan istilah penanaman modal lebih banyak digunakan dalam bahasa perundangundangan. Pada dasarnya kedua istilah tersebut mempunyai pengertian yang sama sehingga kadang-kadang digunakan secara interchangeable. 2 Kedua istilah tersebut terjemahan bahasa Inggris dari kata Invest yang berarti menanam atau menginvestasikan uang atau modal.3 Untuk mengetahui perbedaan makna antara penanaman modal dan investasi, berbagai pengertian investasi diantaranya sebagai berikut: a) Dalam kamus istilah keuangan dan investasi digunakan istilah investment (investasi) mempunyai arti: menciptakan uang, baik melalui sarana yang menghasilkan pendapatan maupun melalui ventura yang lebih berorientasi ke risiko yang dirancang untuk mendapatkan perolehan modal. Investasi dapat menunjuk ke suatu investasi keuangan (di mana investor menetapkan uang ke dalam suatu sarana) atau menunjuk investasi usaha atau waktu seseorang yang ingin memetik keuntungan keberhasilan pekerjaannya. b) Dalam ensiklopedia ekonomi perdagangan, istilah investment atau investasi adalah penanaman modal; digunakan untuk: penggunaan atau pemakaian sumber-sumber ekonomi untuk produksi barang-barang produsen atau barang-barang konsumen. Semata-mata bercorak keuangan, investment mungkin berarti penempatan dana-dana kapital dalam suatu perusahaan selama jangka waktu relatif panjang supaya memperoleh hasil yang teratur dengan maksimum keamanan. c) Dalam kamus ekonomi, investasi (investment) mempunyai dua makna; pertama, investasi berarti pembelian saham, obligasi, dan benda-benda tidak bergerak setelah dianalisis akan menjamin modal yang diletakkan dan memberikan hasil yang memuaskan; kedua, dalam teori ekonomi investasi berarti pembelian alat produksi (termasuk di dalamnya benda-benda untuk dijual) dengan modal berupa uang. d) Dalam kamus hukum ekonomi digunakan terminologi investment, penanaman modal; investasi berarti penanaman modal yang biasanya dilakukan untuk jangka panjang misal berupa pengadaan aktiva tetap 3 perusahaan atau membeli sekuritas dengan maksud untuk memperoleh keuntungan. e) Dalam kamus besar bahasa Indonesia, arti investasi; pertama, penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntunga; kedua, jumlah uang atau modal yang ditanam. f) Di dalam undang-undang, penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia. penggunaan modal untuk

Pengukuran Struktur Modal (skripsi dan tesis)

Struktur modal diukur dengan DER (Debt to equity ratio), DER merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan hutang terhadap total modal sendiri. Menurut Masdupi (2012) semakin tinggi hutang perusahaan maka semakin rendah dividen yang dibayarkan

Pengertian Struktur Modal (skripsi dan tesis)

Menurut Martono dan Agus (2004) dalam Huda (2013) struktur modal menunjukkan perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Menurut Artini dan Pupaningsih (2011) struktur modal merupakan perbandingan Size = Natural Log dari total asset  antara utang jangka panjang dengan nilai modal sendiri yang tercermin pada laporan keuangan perusahaan akhir tahun perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Syamsudin (2009) struktur modal merupakan penentuan komposisi antara hutang dengan modal yang dimiliki perusahaan. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa struktur modal adalah perimbangan antara jumlah hutang baik hutang jangka pendek maupun jangka panjang dengan modal yang dimiliki oleh perusahaan.

Pengukuran Firm Size (skripsi dan tesis)

Menurut Yusuf dan Soraya (2004) dalam Prawira (2014) firm size (ukuran perusahaan) merupakan besarnya asset yang dimiliki oleh perusahaan yang ditunjukkan dengan natural logaritma dari total asset. Menurut Nurhayati (2013) suatu perusahaan yang besar dan sudah mapan lebih mudah mendapatkan dana dari pihak eksternal sehingga berani membayar dividen lebih tinggi daripada perusahaan yang baru berkembang.

Pengertian Firm Size (skripsi dan tesis)

Menurut Pasadena (2013) firm Size (ukuran perusahaan) adalah skala besar kecilnya perusahaan yang ditentukan oleh total asset. Menurut Marietta (2013) firm size (ukuran perusahaan) adalah skala besar kecilnya perusahaan yang ditentukan berdasarkan total penjualan, total aktiva, dan rata-rata tingkat penjualan perusahaan. Menurut Sumantri dan Candraningrat (2017) firm size merupakan simbol dari ukuran perusahaan yang dapat dinyatakan dalam total asset, penjualan, dan kapitalisasi pasar. MOWN = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑑𝑖𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑛𝑎𝑗𝑒𝑟 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 Jadi, dapat disimpulkan Firm Size (ukuran perusahaan) merupakan nilai yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan total asset yang dimiliki oleh perusahaan.

Pengukuran Managerial Ownership (skripsi dan tesis)

Kepemilikan saham yang dimiliki oleh manager diukur berdasarkan prosentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajerial. Menurut Nuringsih (2005) proksi managerial ownership dihitung dengan cara jumlah saham direksi dan manajer terhadap total saham beredar yang biasanya disajikan dalam prosentase. Menurut Dewi (2008) semakin besar managerial ownership memiliki saham di perusahaan tersebut maka semakin rendah dividen yang dibayarkan. Menurut Nuringsih (2005)

Pengertian Managerial Ownership (skripsi dan tesis)

Menurut Wahidahwati (2002) dalam Pujiati (2015) Managerial Ownership merupakan proporsi investor dari pihak manajemen perusahaan yang ikut aktif dalam pengambilan keputusan perusahaan yaitu direktur dan komisaris. Menurut Melinda (2008) dalam Syahrul (2016) managerial ownership adalah prosentase suara yang berkaitan dengan saham dan option yang dimiliki oleh manajer dan komisaris suatu perusahaan. Menurut Susilawati (2010) managerial ownership merupakan investor dari pihak manajemen perusahaan itu sendiri (Direktur dan Komisaris) yang turut aktif dalam pengambilan keputusan. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Managerial Ownership adalah proporsi saham biasa yang dimiliki oleh pihak manajemen (direksi dan komisaris) yang turut aktif dalam pengambilan keputusan.

Teori-Teori Kebijakan Dividen (skripsi dan tesis)

Menurut Gumanti (2013) kajian literatur dan empiris setidaknya ada 5 teori tentang kebijakan dividen yang ada dalam manajemen keuangan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa teori-teori yang mencoba menjelaskan fenomena dari dividen hanya terbatas pada teori-teori tersebut. Dikutip dari www,akuntansilengkap,com yang diakses pada Maret 2018 dan Atmaja (2008) ada 5 teori tentang kebijakan dividen yaitu: a. Dividen tidak relevan Dari Modigliani dan Miller (MM) Menurut Modgliani dan Miller (MM), nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya DPR, 40 40 tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak (EBIT) dan kelas risiko perusahaan. Jadi menurut MM, dividen adalah tidak relevan. Pernyataan MM ini bisa didasarkan pada beberapa asumsi penting yang lemah seperti pasar modal sempurna dimata semua investor adalah rasional, tidak ada biaya emisi saham baru jika perusahaan menerbitkan saham baru, tidak ada pajak, dan kebijakan investasi perusahaan tidak berubah. Tetapi pada praktiknya pasar modal yang sempurna sulit ditemui, biaya emisi saham baru pasti ada, pajak pasti ada, dan kebijakan investasi perusahaan tidak mungkin berubah. Beberapa ahli menentang pendapat MM tentang dividen adalah tidak relevan dengan menunjukkan bahwa adanya biaya emisi saham baru akan mempengaruhi nilai perusahaan. b. Teori The Bird in the Hand Gordon dan Lintner (1991) menyatakan bahwa biaya modal sendiri perusahaan akan naik jika DPR rendah, karena investor lebih suka menerima dividen daripada capital gains. Menurut mereka investor lebih memandang dividen yield lebih pasti daripada capital gains yield. Modgliani dan Miller menganggap bahwa argument Gordon dan Lintner ini merupakan suatu  kesalahan (MM menggunakan istilah The Bird in the hand Fallacy). Menurut MM, pada akhirnya investor akan kembali menginvestasikan dividen yang diterima pada perusahaan yang sama atau perusahaan yang memiliki risiko yang hampir sama. c. Teori Perbedaan Pajak Teori ini diajukan oleh Litzbenberger dan Ramaswamy. Mereka menyatakan bahwa karena adanya pajak terhadap keuntungan dividen dan capital gains, para investor lebih menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran pajak. Oleh karena itu investor mensyaratkan suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang memberikan dividen yield tinggi, capital gains yield rendah daripada saham dengan dividen yield rendah, capital gains yield tinggi. Jika pajak atas dividen lebih besar daripada pajak atas capital gains, perbedaan ini akan makin terasa. Jika manajemen percaya bahwa teori Dividen tidak relevan dari MM adalah benar, maka perusahaan tidak perlu memperdulikan berapa besar dividen yang harus dibagi. Jika mereka menganut The Bird in the Hand, mereka harus membagi seluruh EAT dalam bentuk dividen. Dan bila manajemen cenderung mempercayai teori 42 42 perbedaan pajak (Tax Differential Theory), mereka harus menahan seluruh EAT atau DPR=0%. d. Teori Signaling Hypothesis Teori signaling hyphothesis dicetuskan pertama kali oleh Bhattacharya (1979). Ada bukti empiris bahwa jika ada kenaikan dividen, sering diikuti dengan kenaikan harga saham. Sebaliknya penurunan dividen pada umumnya menyebabkan harga saham turun. Fenomena ini dapat dianggap sebagai bukti bahwa para investor lebih menyukai dividen daripada capital gains. Tapi MM berpendapat bahwa suatu kenaikan dividen yang diatas biasanya merupakan suatu sinyal kepada investor bahwa manajemen perusahaan meramalkan suatu penghasilan yang baik di masa mendatang. Sebaliknya suatu penurunan dividen atau kenaikan dividen yang dibawah kenaikan normal (biasanya) diyakini investor sebagai sinyal bahwa perusahaan menghadapi masa sulit diwaktu mendatang. Secara teori dividen yang lain, teori Signaling hypothesis ini juga sulit dibuktikan secara empiris. Adalah nyata bahwa perubahan dividen mengandung beberapa informasi. Tetapi sulit dikatakan apakah kenaikan dan penurunan harga setelah adanya kenaikan  dan penurunan dividen semata-mata disebabkan oleh efek sinyal atau disebabkan karena efek sinyal dan preferensi terhadap dividen. e. Teori Clientele effect Teori ini menyatakan bahwa kelompok (clientele) pemegang saham yang berbeda akan memiliki preferensi yang berbeda terhadap kebijakan dividen perusahaan. Kelompok pemegang saham yang membutuhkan penghasilan pada saat ini lebih menyukai suatu DPR yang tinggi. Sebaliknya kelompok pemegang saham yang tidak begitu membutuhkan uang saat ini lebih senang jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan. Jika ada perbedaaan pajak bagi individu (misalnya orang lanjut usia dikenai pajak lebih ringan) maka kelompok pemegang saham yang dikenai pajak tinggi lebih menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran pajak. Kelompok ini lebih senang jika perusahaan membagi dividen yang kecil. Sebaliknya kelompok pemegang saham yang dikenai pajak relatif rendah cenderung menyukai dividen yang besar. Bukti empiris menunjukkan bahwa efek dari clientele ini ada. Tapi menurut MM hal ini tidak menunjukkan bahwa dividen besar lebih baik dari dividen kecil, demikian sebaliknya. Efek Clientele ini hanya mengatakan bahwa bagi sekelompok pemegang saham, kebijakan dividen tertentu lebih menguntungkan mereka. Berdasarkan dua referensi yang sudah disampaikan diatas maka dapat disimpulkan ada 5 teori kebijakan dividen yaitu dividen tidak relevan dari Modigliani dan Miller (MM), teori the bird in the hand, teori perbedaan pajak, teori signaling hyphothesis, dan teori clientele effect. Menurut Modigliani dan Miller nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya DPR tetapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak (EBIT). Teori The Bird in The Hand yang dikemukakan oleh Gordon dan Lintner berpendapat bahwa investor lebih menyukai pendapatan dari dividen dibandingkan dengan capital gains. Teori perbedaan pajak yang diajukan oleh Litzbenberger dan Ramaswamy berpendapat investor lebih menyukai dividen yang rendah karena dapat menunda pembayaran pajak. Teori signaling hyphotesis yang dicetuskan oleh Bhattacharya (1979) berpendapat jika ada kenaikan dividen akan diikuti dengan kenaikan harga saham begitu pula sebaliknya. Terakhir teori clientele effect menyatakan bahwa kelompok investor yang membutuhkan penghasilan lebih menyukai DPR yang tinggi sedangkan kelompok investor yang tidak begitu membutuhkan uang lebih menyukai jika perusahan menahan sebagian besar laba perusahaan.

Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen (skripsi dan tesis)

Kebijakan dividen merupakan keputusan terkait dengan seberapa besar laba yang akan dibagikan kepada investor. Menurut Gumanti (2013) dalam hal ini manajer harus mampu menjelaskan alasan besarnya dividen yang dibagikan maupun laba ditahan, selain itu, manajer juga harus memperhatikan kapan keputusan tersebut diumumkan ke publik karena kebijakan dividen mengandung informasi penting yang akan mempengaruhi bagaimana investor menyikapi rencana jangka panjang dan jangka pendek perusahaan. Weston dan Copeland (1986) dalam Gumanti (2013) ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan diantaranya: a. Undang-undang (Peraturan) Sejumlah peraturan sengaja ditetapkan untuk mengurangi kemungkinan tindakan dari manajemen untuk membagikan dividen secara berlebihan. Peraturan yang ada ditujukan guna mengurangi upaya manajemen untuk lebih mengedepankan investor dengan mensyaratkan rasio tertentu agar kepentingan kreditur tidak diabaikan. Peraturan atau perundang-undangan yang ditetapkan pemerintah dapat mempengaruhi keputusan manajemen dalam menetapkan besar kecilnya dividen. Jadi, dengan adanya peraturan yang mensyaratkan batasan-batasan tertentu atas kebijakan dividen dapat mempengaruhi besar kecilnya dividen yang diambil perusahaan. b. Posisi Likuiditas Jika perusahaan memerlukan likuiditas yang tinggi dalam hal ini dapat berbentuk sumber pendanaan internal yang berupa laba ditahan, maka dividen yang akan dibagikan seharusnya dikurangi karena membayar dividen berarti pengeluaran kas dan pengeluaran berarti pengurangan kemampuan likuiditas (memenuhi kewajiban lancarnya). Apalagi jika kebutuhan dana tersebut sangat mendesak yang memaksa manajemen untuk mengurangi atau bahkan menunda pembayaran dividen kepada investor. Artinya, kebutuhan akan likuiditas akan menentukan besar kecilnya dividen jika dibandingkan dengan posisi laba ditahan. c. Kebutuhan untuk pelunasan hutang Jika perusahaan memiliki kewajiban yang besar dan harus segera dibayar maka sangat mungkin kepentingan investor harus dikorbankan yaitu menunda atau mengurangi pembayaran dividen. Membayar hutang berarti harus menyisihkan sebagian arus kas perusahaan 33 33 dan konsekuensinya mengorbankan kebutuhan yang lain atas arus kas. Pemenuhan pembayaran hutang dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya tidak membagi atau mengurangi dividen. Semakin tinggi beban hutang yang ditanggung perusahaan maka semakin besar pula laba ditahan yang berarti mengurangi dividen. d. Batasan-Batasan Dalam Perjanjian Hutang Perjanjian utang, khususnya utang jangka panjang seringkali dibarengi dengan persyaratan-persyaratan khusus. Pihak pemberi pinjaman akan menetapkan syarat utang – piutang yang mampu menjamin kelancaran pembayaran piutangnya. Hal yang seringkali dikedepankan adalah persyaratan untuk membatasi perusahaan dalam membayar dividen kas (tunai). Persyaratan diajukan oleh pemberi pinjaman tidak hanya dalam rangka menjamin, tetapi juga melindungi pemberi pinjaman dari kemungkinan diabaikannya kewajiban membayar utang oleh peminjam. e. Potensi Kehidupan Aktiva Kebutuhan dana yang tinggi khususnya pembiayaan untuk asset perusahaan, memaksa manajemen lebih memprioritaskan sumber dana internal. Seiring dengan semakin mapannya posisi perusahaan di industri dan persaingan serta tingkat kemampulabaan yang baik yang biasanya dicirikan dengan berkurangnya kebutuhan atas aktiva maka manajemen mulai memikirkan untuk memakmurkan investor dengan memberi dividen. Siklus kehidupan perusahaan akan menentukan kapasitas perusahaaan yang tercermin pada skala usahanya dan jika usaha menunjukkan tren semakin besar yang konsekuensinya membuat perusahaan semakin membutuhkan tambahan dana untuk ekspansi, maka dividen akan berpengaruh. f. Perolehan Laba Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan kestabilan tingkat laba yang diperoleh sangat menentukan berapa besarnya dividen yang dapat dibagikan kepada investor. Keyakinan manajemen akan prospek capaian laba ditahun depan juga menjadi faktor kunci atas berapa besarnya dividen yang akan dibayarkan pada tahun berjalan. Jika keyakinan manajemen bahwa prospek laba tahun depan dapat diraih dan dalam upaya untuk memberikan jaminan atas prospek usaha, dividen dapat dipastikan akan mengalami peningkatan. Perusahaan dengan capaian laba lebih tinggi akan memiliki motivasi lebih untuk membagi dividen karena 35 35 unsur kemampuan dan kepastian pencapaian laba (keuntungan). g. Stabilitas Laba Laba yang stabil dari waktu ke waktu sangat menentukan besar kecilnya dividen yang akan dibagikan kepada investor. Jika perusahaan memiliki tingkat kestabilan laba yang baik, ada kecenderungan untuk berusaha mempertahankan bahkan menaikkan dividen yang dibayarkan. h. Peluang Penerbitan Saham di Pasar Modal Menurut theory pecking order penerbitan saham baru dalam rangka pemenuhan dana merupakan alternative terakhir dan secara konsep alternatif tersebut kurang disukai oleh investor. Pertimbangan yang berbeda tentu akan muncul jika alternatif pemenuhan dana dengan penerbitan saham baru tersebut adalah alternatif yang baru pertama dilakukan, dalam kasus penawaran saham perdana (IPO). Jika kondisi internal perusahaan memang baik dan prospek masa depannya cukup menjanjikan, rencana penerbitan saham tentu akan menarik, karena investor akan mengapresiasi usaha tersebut. i. Kendali kepemilikan Adanya kendali dari pemilik yang memiliki insentif untuk mengoptimalkan penggunaan sumber dana internal daripada eksternal. Maka pembayaran akan dikurangi bahkan ditiadakan sama sekali. Artinya rasio pembayaran dividen akan menurun jika manajemen merasa yakin bahwa kebutuhan dana untuk investasi semakin tinggi. j. Posisi pemegang saham Pemegang saham institusi, dalam banyak hal tidak menyukai dividen tunai yang tinggi karena akan meningkatkan golongan pengenaan pajak, Jika komposisi investor di perusahaan didominasi oleh investor retail sangat besar kemungkinan bahwa manajemen akan membagikan dividen lebih tinggi karena beban pajak pemilik individu relatif rendah dibandingkan dengan pemilik institusi, k. Kesalahan Akumulasi Pajak atas Laba Dalam upaya untuk menekan upaya perusahaan sebagai penyimpan uang. pemerintah dapat menetapkan peraturan perpajakan yang menentukan pajak tambahan khusus terhadap penghasilan yang terakumulasi secara tidak benar. Perusahaan tidak boleh melakukan upaya pengakumulasian yang tidak benar dalam rangka  mendapatkan manfaat dalam bentuk sisa laba. Peraturan perpajakan dapat diarahkan untuk mensyaratkan adanya bukti yang sah bahwa kebijakan yang meningkatkan sisa laba tersebut memang diperlukan oleh perusahaan sebagai bagian dari rencana strategisnya. Menurut Sartono (2001) ada 5 faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen: a. Kebutuhan Dana Perusahaan Kebutuhan dana bagi perusahaan merupakan faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan kebijakan dividen yang diambil. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan aliran kas perusahaan, pengeluaran modal dimasa yang akan datang, kebutuhan tambahan persediaan, pola pengurangan hutang , dan posisi kas perusahaan b. Likuiditas Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam banyak hal tentang kebijakan dividen. Semakin besar posisi kas dan likuiditas perusahaan maka semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. c. Kemampuan meminjam Kemampuan meminjam dalam jangka pendek akan meningkatkan fleksibiltas likuiditas perusahaan. Perusahaan yang semakin besar memiliki akses yang lebih baik masuk kepasar modal sehingga akan lebih mudah mendapatkan dana. Kemampuan meminjam yang semakin besar, fleksibilitas yang lebih besar akan memperbesar kemampuan membayar dividen d. Keadaan Pemegang saham Jika perusahaan dengan kepemilikan yang relatif tertutup manajemen biasanya mengetahui dividen yang diharapkan dan dapat bertindak lebih tepat. Jika hampir semua investor berada dalam golongan high tax dan lebih suka memperoleh capital gains maka perusahaan dapat menahan laba dalam bentuk laba ditahan. e. Stabilitas Dividen Bagi investor faktor stabilitas dividen lebih menarik daripada dividend payout ratio yang tinggi. Artinya tetap memperhatikan tingkat pertumbuhan perusahaan yang ditunjukkan oleh koefisien yang positif. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen antara lain peraturan, likuiditas, stabilitas dividen, kemampuan untuk meminjam, batasan-batasan dalam perjanjian hutang, keadaan pemegang saham, perolehan laba, potensi aktiva, stabilitas laba, peluang penerbitan saham dipasar modal,kendali kepemilikan, kebutuhan dana perusahaan, dan kesalahan pajak atas laba. Faktorfaktor tersebut penting untuk diperhatikan oleh manajemen sebelum memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan. Karena dividen yang dibagi oleh perusahaan juga akan mempengaruhi aliran kas perusahaan dimasa yang akan datang

Pengertian Kebijakan Dividen (skripsi dan tesis)

Menurut Latiefasari dan Chabib (2017) kebijakan dividen adalah keputusan mengenai laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada investor dalam bentuk dividen atau akan ditahan sebagai laba ditahan guna membiayai investasi di masa mendatang. Menurut Mawarni dan Ratnadi (2014) kebijakan dividen merupakan keputusan laba yang dibagikan kepada investor sebagai dividen atau untuk pembiayaan investasi di masa yang akan datang. Menurut Hidayat (2013) kebijakan dividen adalah besarnya laba yang dibagikan kepada investor untuk mengetahui porsi pembagian dividen yang dibagikan kepada investor. Dari beberapa pengertian yang sudah dikemukakan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan dividen adalah keputusan mengenai laba yang diperoleh perusahaan apakah akan dibagikan kepada investor dalam bentuk dividen atau akan ditahan sebagai laba ditahan untuk kegiatan operasional perusahaan selanjutnya.

Proses Dividen (skripsi dan tesis)

Pembayaran dividen yang dilakukan oleh perusahaan biasanya dilakukan dalam beberapa tahap dalam satu tahun. Menurut Gumanti (2013) di Indonesia praktik pembayaran dividen dua kali atau satu kali dalam setahun. Keputusan mengenai seberapa besar dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jadi RUPS memegang peran kunci dalam kebijakan dividen sehingga keputusan mengenai seberapa besar dividen yang akan dibagikan kepada investor bukan merupakan keputusan dari manajemen perusahaan semata. Menurut Ang (1987) dan Gumanti (2013) proses pembayaran dividen oleh perusahaan go-public secara umum ada 4 kegiatan utama yaitu: a. Tanggal Pengumuman (dividend declaration) Dividend declaration merupakan tanggal dimana dewan direksi atau hasil dari RUPS mendeklarasikan jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan perusahaan untuk suatu periode tertentu. Tanggal ini penting untuk dicermati karena pengumuman yang dilakukan apakah akan menaikkan atau menurunkan bahkan tetap menjaga tingkat dividen menyiratkan atau mengandung kekuatan informasi tertentu yang dapat dijadikan sebagai dasar oleh investor dalam menilai prospek perusahaan kedepan. b. Tanggal Cum-Dividend Tanggal ini adalah tanggal beberapa hari terkhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen baik secara tunai maupun dividen saham c. Tanggal eks dividen (ex dividend date) Tanggal ini penting untuk dicermati karena investor harus membeli saham dalam rangka untuk menerima dividen. Artinya, investor harus tahu kapan seharusnya membeli saham agar dapat menerima pembayaran dividen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena investor tidak akan menerima dividen setelah tanggal eks-dividen, harga saham biasanya akan akan turun pada tanggal tersebut sebagai cerminan kerugian. d. Tanggal pencatatan (holder of record date) Tanggal pencatatan atau holder of record date merupakan tanggal penutupan setelah beberapa hari tanggal eks-dividen, perusahaan menutup transfer buku saham dan membuat daftar pemegang saham sampai dengan tanggal tertentu yang ditetapkan. Para pemegang saham yang tercatat pada tanggal tersebut, adalah mereka yang berhak untuk menerima pembayaran dividen tunai, Pada tanggal pencatatan tersebut, secara ekonomi seharusnya tidak ada efek berarti terhadap harga saham dipasar modal. e. Tanggal pembayaran dividen (Dividend Payment Date) Tahap terakhir adalah tanggal pembayaran dividen dimana manajemen melakukan pembayaran kepada pemegang saham baik melalui kiriman cek atau melalui mekanisme transfer antar bank. Dalam banyak kasus, tanggal pembayaran dilakukan dalam waktu dua atau tiga minggu setelah tanggal pencatatan pemilik yang sah. Sementara pemegang saham dapat menganggap bahwa tanggal pembayaran tersebut sebagai tanggal penting, sebenarnya tidak ada ekonomis terhadap harga saham dipasar modal pada tanggal tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat 5 proses pembayaran dividen yaitu tanggal pengumuman, tanggal cum-dividen, tanggal ex-dividend, tanggal pencatatan, tanggal pembayaran dividen. Tanggal pengumuman merupakan tanggal dimana manajemen mengumumkan jumlah dividen tunai yang diterima investor. Tanggal cum –dividend merupakan beberapa hari terkhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen. Tanggal pencatatan merupakan dimana perusahaan mencatatkan nama investor untuk diberikan haknya. Terkahir, tanggal ex dividend merupakan tanggal perdagangan saham sudah tidak ada lagi artinya jika investor membeli saham pada tanggal itu atau sesudahnya maka investor tersebut sudah tidak mendapatkan dividen. Tanggal pembayaran dividen merupakan tanggal dimana manajemen membayarkan dividen kepada investor.

Jenis-Jenis Dividen (skripsi dan tesis)

Ada berbagai cara untuk membedakan pembagian dividen perusahaan. Menurut Baridwan (1997) dan Gumanti (2013) jenis-jenis dividen yang akan dibagikan oleh perushaaan antara lain: a. Dividen Kas Dividen kas adalah dividen yang dibagikan dalam bentuk uang tunai yang besarnya ditentukan oleh manajemen perusahaan. Cash dividend biasanya dibayarkan empat kali dalam setahun (kuartalan), dua kali setahun (tengah tahunan) dan sekali setahun. b. Dividen saham Dividen saham adalah dividen yang dibagikan dalam bentuk saham. Dividen saham secara ekonomis akan menambah jumlah saham yang beredar dipasar, tetapi tidak menambah jumlah dana yang melekat didalam modal saham. Dividen saham biasanya menyebabkan penurunan harga saham dipasar. c. Dividen likuidasi Dividen likuidasi adalah dividen ini merupakan kelebihan dari laba ditahan atau sisa laba yang ditunjukkan dalam nilai bukunya. Dividen ini dipandang sebagai layanan pendapatan internal sebagai tingkat pengembalian terhadap modal daripada pendapatan biasa. Oleh karena itu, dividen likuidasi dapat memiliki konsekuensi pajak yang berbeda bagi investor. d. Dividen aktiva selain kas Dividen aktiva selain kas disebut juga dengan dividen properti adalah apabila perusahaan tidak memiliki kas yang cukup, namun memiliki kas untuk dipergunakan dihal lain maka pembagian dividen menggunakan aktiva selain kas. e. Dividen Hutang Dividen hutang merupakan pembagian dividen dalam bentuk janji tertulis untuk membayar sejumlah kas dimasa yang akan datang. Berdasarkan uraian yang sudah disebutkan diatas maka dapat ditarik kesimpulan ada 5 macam dividen yaitu dividen kas, dividen saham, dividen likuidasi, dividen properti, dan dividen hutang. Dividen kas merupakan dividen yang dibagikan dalam bentuk uang tunai. Dividen saham adalah dividen yang dibagikan dalam bentuk saham tambahan. Dividen likuidasi merupakan dividen yang dibagi karena sisa dari laba ditahan. Dividen properti merupakan dividen yang dibagi apabila perusahaan tidak memiliki kas yang cukup. Terkahir dividen hutang merupakan dividen yang dibayarkan dalam bentuk janji tertulis untuk membayar sejumlah kas dimasa yang akan datang.

Pengertian Dividen (skripsi dan tesis)

Menurut Sunariyah (2011) dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Menurut Baridwan (2004) dalam Mesrah (2016) menyatakan bahwa: dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham yang besarnya sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliki. Menurut Sugiono (2009) dividen adalah laba yang diperoleh perusahaan yang dibagikan kepada investor. Dari beberapa pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dividen adalah pembagian laba yang diperoleh perusahaan kepada investor sebagai return atas investasi yang sudah ditanamkan besarnya sebanding dengan jumlah lembar saham yang di miliki di perusahaan tersebut.

Hubungan Agency Theory (skripsi dan tesis)

Teori keagenan atau agency theory pada manajemen keuangan diajukan pertama kali oleh Jensen dan Meckling. Dalam konteks manajemen keuangan hubungan ini muncul antara pemegang saham (shareholders) dengan manajer serta shareholders dengan kreditur. Agency Problem antara pemegang saham dengan manajer terjadi apabila manajemen tidak memiliki saham mayoritas perusahaan. Pemegang saham tentu menginginkan kinerja manajer untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham. Implikasinya memungkinkan terjadinya sikap opportunistic dikalangan manajemen perusahaan. Menurut Irham (2014) sikap opportunistic yang dilakukan oleh pihak manajemen diantaranya: 1. Melakukan piutang tak tertagih yang lebih besar dari kenyataan sesungguhnya 2. Melaporkan hasil penjualan dengan peningkatan yang tidak terlalu tinggi 3. Melaporkan kepada pihak principal bahwa dibutuhkan dana tambahan untuk menunjang pelaksanaan proyek yang dikerjakan 4. Melakukan income smoothing Pihak menajemen menguasai informasi secara maksimal dan disisi lain principal memiliki keunggulan kekuasaan. Manajer perusahaan tidak bertindak sesuai dengan keinginan pemegang saham tetapi untuk memaksimalkan kemakmuran sendiri. Untuk meyakinkan bahwa manajer bekerja bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan pemegang saham, pemegang saham harus mengeluarkan biaya yang disebut agency cost (biaya keagenan) yang meliputi antara lain: pengeluaran untuk memonitor kegiatan manajer, pengeluaran untuk membuat suatu struktur organisasi yang meminimalkan tindakantindakan manajer yang tidak diinginkan, serta opportunity cost yang timbul akibat kondisi dimana manajer tidak dapat segera mengambil keputusan tanpa persetujuan pemegang saham (Atmaja, 2008). Agency Problem juga muncul antara kreditur dengan pemegang saham yang diwakili oleh manajemen perusahaan. Menurut Atmaja (2008) konflik ini muncul jika manajemen mengambil proyek-proyek yang risikonya lebih besar daripada yang diperkirakan oleh kreditur atau perusahaan meningkatkan hutang hingga mencapai tingkatan yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan kreditur. Kreditur akan dirugikan jika perusahaan mengambil proyek berisiko tinggi karena hal ini akan meningkatkan risiko kebangkrutan yang tentunya kreditur juga akan menanggung konsekuensinya dengan sulit terbayarnya hutang perusahaan. Dilain pihak, jika proyek berisiko tinggi tersebut memberikan hasil yang baik kompensasi yang diterima kreditur (berupa bunga) tidak ikut naik.

Pengertian Agency Thory (skripsi dan tesis)

Menurut Irham (2014) agency theory merupakan suatu kondisi yang terjadi pada perusahaan dimana pihak manajemen sebagai pelaksana yang disebut lebih jauh sebagai agen dan pemilik modal sebagai principal membangun suatu kontrak kerjasama yang disebut dengan nexus contract, kontrak kerjasama ini berisi kesepakatankesepakatan yang menjelaskan bahwa pihak manajemen perusahaan harus bekerja secara maksimal untuk memberi kepuasan yang maksimal seperti profit yang tinggi kepada pemilik modal. Brigham dan Houston (2009), mendefinisikan teori keagenan (agency theory) sebagai hubungan yang terjadi ketika satu atau lebih individu, yaitu prinsipal yang menyewa individu atau organisasi lain, yang disebut sebagai agen, untuk melakukan sejumlah jasa atau mendelegasikan kewenangan untuk membuat keputusan kepada agen tersebut. Menurut Jensen dan Meckling (1976) dalam Masdupi (2012) teori keagenan merupakan hubungan antara agen (manajemen suatu usaha) dan principal (pemilik usaha. Dari pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa agency theory merupakan hubungan antara manajemen suatu perusahaan dan investor dimana manajemen perusahaan harus bekerja secara maksimal untuk memperoleh profit sehingga dapat memuaskan investor.

Instrumen Pasar Modal (skripsi dan tesis)

di Indonesia Instrumen pasar modal adalah seluruh surat berharga yang secara umum diperjualbelikan di pasar modal. Menurut Keputusan Presiden RI Nomor 53 tahun 1990 efek adalah setiap surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti hutang, setiap rights, warrants, opsi, atau setiap derivatif dan efek, atau setiap instrument yang ditetapkan oleh menteri sebagai efek. Menurut Bapepam LK, Martalena dan Malinda (2011) ada 3 instrumen pasar modal di Indonesia: 1. Saham Saham merupakan salah satu instrumen yang secara umum diperjualbelikan dipasar modal. Saham adalah tanda penyertaan modal pada suatu PT (Perseroan Terbatas). Manfaat yang diperoleh dari kepemilikan saham diantaranya: a. Dividen Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada investor b. Capital gain Capital gain adalah laba yang diperoleh dari selisih harga jual saham terhadap harga belinya c. Manfaat nonfinansial Manfaat nonfinansial adalah mempunyai hak suara dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan. Menurut Martalina dan Malinda (2011) Ada 2 macam jenis saham yaitu saham biasa dan saham preferen. a. Karakteristik saham biasa: 1. Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan dilikuidasi 2. Hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada rapat umum pemegang saham 3. Dividen, jika perusahaan memperoleh laba dan laba disetujui di dalam rapat umum pemegang saham 4. Hak memesan efek terlebih dahulu sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat b. Karakteristik saham preferen: 1. Pembayaran dividen dalam jumlah yang tetap 2. Hak klaim lebih dahulu dibandingkan saham biasa jika perusahaan dilikuidasi 3. Dapat dikonversikan menjadi saham biasa 2. Obligasi Obligasi merupakan surat pengakuan utang atas pinjaman yang telah diterima oleh emiten (perusahaan) penerbit obligasi dari masyarakat pemodal. Pendapatan yang diperoleh dari obligasi berupa bunga tetap untuk jangka waktu tertentu dan akan membayar kembali jumlah pokoknya pada saat jatuh tempo. Menurut Martalina dan Malinda (2011) ada 2 macam jenis obligasi yaitu: a. Obligasi biasa Obligasi biasa merupakan suatu bentuk hutang jangka panjang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pihak lain dengan kewajiban membayar bunga setiap periode tertentu b. Obligasi konversi Obligasi konversi adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi meminjam sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayar bunga secara berkala, dan kewajiban melunasi pokok hutang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut 3. Derivatif Derivatif disebut juga dengan surat berharga turunan yang dapat digunakan sebagai pinjaman di Bursa Efek Indonesia. Beberapa jenis surat berharga yang dapat digunakan sebagai pinjaman yaitu opsi, warran, right, dan reksadana a. Opsi (option) Opsi merupakan suatu kontrak yang dikeluarkan oleh lembaga/seseorang (bukan emiten) dengan memberikan hak kepada investor untuk membeli dan menjual saham pada harga khusus tanpa waktu tertentu b. Waran (Warrant) Waran merupakan efek yang dikeluarkan oleh emiten untuk memberikan hak kepada investor untuk membeli jumlah tertentu saham perusahaan pada harga, serta dalam periode, dan tanggal tertentu yang telah ditentukan sebelumnya c. Right Right sering disebut juga dengan hak memesan terlebih dahulu. Right adalah surat berharga yang diterbitkan oleh emiten dengan memberikan hak kepada investor untuk membeli tambahan saham pada penerbitan saham baru d. Reksadana Reksadana merupakan suatu wadah untuk investasi secara kolektif dengan menempatkan dalam portofolio efek berdasarkan kebijakan investasi yang ditetapkan oleh institusi jasa keuangan. Reksadana ini lebih fleksibel karena mampu memberikan berbagai pilihan dan alternatif bagi investor yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan dalam berinvestasi Berdasarkan referensi diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada beberapa macam instrumen pasar modal yaitu saham, obligasi, dan derivatif. Saham adalah tanda penyertaan modal di suatu PT (Perseroan Terbatas). Ada 2 macam jenis saham yaitu saham biasa dan saham preferen. Kedua obligasi merupakan surat pengakuan hutang yang bersifat jangka panjang. Ada 2 macam jenis obligasi yaitu obligasi biasa dan obligasi konversi. Ketiga derivatif yang disebut juga surat berharga turunan. Derivatif meliputi right, waran, opsi, dan reksadana.

Fungsi Pasar Modal (skripsi dan tesis)

Lima aspek yang sudah disebutkan diatas menggambarkan aspek mikro yang ditinjau dari kepentingan investor, Dalam perekonomian secara nasional pasar modal mempunyai peranan yang lebih luas jangkauannya. Menurut Sunariyah (2011), Martalena dan Malinda (2011) ada 4 fungsi pasar modal dalam perekonomian suatu negara yaitu : a. Fungsi Tabungan (Savings Function) Pasar modal memberikan kesempatan kepada penabung untuk menabung uangnya ke altenatif yang lebih menguntungkan yaitu investasi daripada menyimpan uang secara tradisional. Hal ini dikarenakan terutama untuk menghindari penurunan mata uang inflasi. Surat berharga yang diperdagangkan dipasar modal lebih mudah dan murah, dana yang sudah didapatkan tersebut dapat digunakan untuk memperbanyak jasa dan produk suatu perekonomian. b. Fungsi Kekayaan (Wealth Function) Pasar modal merupakan salah satu alternatif untuk menyimpan kekayaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Masyarakat dapat mengembangkan nilai kekayaan dengan berinvestasi dalam berbagai instrument pasar modal yang tidak akan mengalami depresiasi seperti aktiva tetap c. Fungsi Likuidasi (Liquidity Function) Kekayaan yang disimpan dalam bentuk surat berharga bisa lebih mudah dicairkan sehingga memudahkan masyarakat untuk memperoleh kembali dananya dibandingkan rumah dan tanah dengan risiko yang lebih minimal, Proses likuidasipun lebih murah dan relatif cepat. d. Fungsi Pinjaman ( Credit Function) Pasar modal merupakan sumber pinjaman bagi pemerintah maupun kegiatannya. Pemerintah sendiri lebih mendorong pertumbuhan pasar modal untuk mendapatkan dana yang lebih mudah dan murah dibandingkan dengan bunga dari bank. Berdasarkan dua referensi yang sudah disebutkan diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada fungsi pasar modal yaitu saving, kekayaan, likuiditas, dan pinjaman. Dikatakan sebagai fungsi saving karena pasar modal menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyimpan uangnya ke investasi yang lebih menguntungkan. Kedua dikatakan sebagai fungsi kekayaan karena di pasar modal masyarakat dapat menyimpan maupun mengembangkan kekayaaannya baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Ketiga dikatakan sebagai fungsi likuiditas karena surat berharga bisa dicairkan lebih mudah dengan risiko yang lebih minimal. Terakhir, dikatakan sebagai fungsi pinjaman karena dipasar modal merupakan sumber pinjaman bagi pemerintah maupun perusahaan.

Peranan Pasar Modal (skripsi dan tesis)

Pasar modal mempunyai peran penting dalam perekonomian suatu negara. Hampir setiap negara didunia mempunyai pasar modal tidak terkecuali Indonesia hal ini bertujuan untuk memberikan fasilitas bagi keperluan seluruh entitas dalam memenuhi modal yang dibutuhkan maupun yang diinvestasikan. Menurut Sunariyah (2011) peran penting pasar modal dalam suatu negara adalah sebagai berikut : a. Sebagai sarana antara penjual dan pembeli dalam melakukan interaksi untuk menentukan harga saham yang diperjual-belikan tanpa harus melalui tatap muka secara langsung tetapi hal ini bisa dilakukan dengan mudah melalui fasilitas komputer. b. Pasar modal memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh hasil yang diharapkan berupa dividen. Kepuasan yang diberikan kepada investor tercermin dari tingkat harga sekuritas yang mencerminkan kondisi perusahaan c. Pasar modal memberikan kesempatan kepada investor untuk menjual kembali sahamnya setiap saat sehingga investor lebih mudah mendapatkan uangnya kembali tanpa harus menunggu pencairan surat berharga sampai dengan saat likuidasi perusahaan. d. Pasar modal memberikan kesempatan kepada masayarakat untuk turut andil dalam perkembangan ekonomi. Masyarakat yang mampu secara finansial menggunakan uang mereka untuk membeli sebagian dari saham perusahaan publik. e. Pasar modal menyediakan kebutuhan informasi bagi investor secara lengkap secara akurat dan dapat dipercaya sehingga hal ini mengurangi biaya informasi dan transaksi surat berharga. Menurut Martalena dan Malinda (2011) terdapat peran penting pasar modal dalam suatu negara yaitu: a. Pasar modal merupakan tempat untuk mengalokasikan dana secara efisien b. Pasar modal sebagai alternatif investasi c. Memberikan kemungkinan bagi investor untuk memiliki perusahaan yang sehat dan berprospek baik d. Pelaksanaan manajemen perusahaan secara professional dan transparan e. Peningkatan aktivitas ekonomi nasional Berdasarkan dua referensi yang sudah disampaikan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa pasar modal mempunyai peran penting dalam suatu negara salah satunya untuk memberikan alternatif investasi bagi investor. Dengan adanya pasar modal investor mendapat kesempatan untuk memperoleh kembalian atas investasi yang sudah ditanamkan. Selain itu pasar modal juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk peningkatan aktivitas ekonomi nasional.

Pengertian Pasar Modal (skripsi dan tesis)

Pasar modal adalah tempat bertemunya investor dan issuer untuk melakukan penawaran dan permintaaan surat berharga (Sunariyah,2011). Di pasar modal inilah investor baik individu maupun badan usaha melakukan investasi dalam dalam bentuk surat berharga yang ditawarkan oleh emiten. Sebaliknya dipasar modal pula perusahaan atau entitas yang membutuhkan dana menawarkan surat berharga dengan cara listing terlebih dahulu pada badan otoritas dipasar modal sebagai emiten. Menurut Keputusan Presiden RI Nomor 53 Tahun 1990 pasar modal merupakan alternatif penting bagi pengerahan dana yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional dan perluasan pengikutsertaan masyarakat dalam pemilikan efek perusahaan menuju pemerataan pendapatan masyarakat. Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek. Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan pasar modal merupakan tempat bertemunya investor dan emiten (perusahaan) dengan melakukan permintaan dan penawaran surat berharga yang sebelumnya emiten (perusahaan) tersebut harus listing terlebih dahulu di Bursa Efek Indonesia dengan harapan dapat memberikan keuntungan dimasing-masing pihak.

Aspek – Aspek Studi Kelayakan Bisnis (skripsi dan tesis)

1. Aspek Manajemen Analisis aspek manajemen dan sumber daya manusia dapat digambarkan sebagai berikut (Subagyo, 2007): 1. Job Analysis, yaitu menganalisa setiap jabatan yang nantinya diperlukan dalam setiap lini. 2. Job Specification, yaitu menentukan syarat – syarat apa saja dan kualifikasi seperti apa untuk mengisi suatu jabatan tersebut. 3. Melakukan Desain dalam struktur organisasi, yaitu menyusun struktur organisasi pengambaran manajemen, kedudukan setiap jabatan, dan struktur pertanggungjawaban. 4. Job Description, yang menjelaskan tentang pekerjaan setiap anggota organisasidan jabatanyang diembannya. 5. Menyusun sistem kompensasi, yaitu pengajian yang diuraikan lengkap untuk setiap pekerjaan berdasarkan struktur jabatan dan fungsinya. 6. pengembangan karyawan, yaitu menyusun rencana pendidikan dan pelatihan dalam membatu mengembangkan keterampilan, produktifitas, dan kinerja karyawan secara keseluruhan. 2. Aspek Hukum Suatu ide usaha dinyatakan layak jika dapat memenuhi beberapa aspek yang ada dalam studi kelayakan bisnis, yang termasuk didalamnya ada aspek hukum. Dalam aspek hukum mengkaji tentang ketetapan pemerintah yang harus dipenuhi oleh masyatakat agar senantiasa menjaga ketertiban hukum sebagai seorang pelaku bisnis. Ketentuan yang sangat penting untuk melakukan analisisaspek hukup adalah dengan melakukan pemahaman hukum dan perizinan investasi pada setiap daerah dan setiap jenis usaha pun berbeda – beda. Secara spesifik analisis aspek hukum pada studi kelayakan bisnis bertujuan untuk meganalisisbentuk badan hukum dari ide bisnis yang akan dilakukan,legalitas sebuah usahaserta memenuhi persyaratan dalam melakukan perizinan. (Suliyanto,2010) 3. Aspek Lingkungan Setiap aktivitas yang dihasilkan dari setiap usaha pastinya menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitarnya. Timbulnya timbulnya penyakit masyarakat,kerawanan sosial, semakin ramainya sebuah kawasan, juga perubahan gaya hidup masyarakat sebagai akibat dari masuknya tenaga kerja dari luar daerah. Sedangkan dampak terhadap kehidupan ekonimi dapat berupa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat karena adanya penyerapan tenaga kerja. Semua dampak yang timbul dalam lingkungan harus dianalisis dengan cermat. Dalam aspek lingkungan pun tidak selalu membahas tentang kesesuaian lingkungan dengan bisnis tetapi juga dengan dampak apa yang nantinya timbul dalam lingkungan saat bisnis sudah berjalan dan bagi masyaraka yang memperoleh dampak positif akan mendukung adanya bisnis sedangkan yang terkena dampak negatif akan menolak. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian tentang aspek lingkungan karena dalam aspek ini juga mencakup tentang lingkungan operasional, lingkungan industri dan lingkungan jauh yang perlu di analisis. (Suliyanto,2010) 4. Aspek Pemasaran Aspek pemasaran memiliki peran penting dalam bisnis karena sumber pendapatan utama dalam bisnis adalah penjualan dari produk yang dihasilkan. Setelahmembahas tentang jenis produk yang akan diproduksi, banyaknya produk yang diminta konsumen, dan menganalisa strategi agar produk yang dihasilkan dapat sampai ke konsumen dengan lebih efisien dibanding pesaing. Kesalahan dalam mengukur potensi pasar seringkali menjadi penyebab kegagalan bisnis. Oleh karena itu, sebuah ide bisnis dilanjutkan untuk menganalisa secara mendalam terhadap aspek pemasaran. (Suliyanto,2010) Bauran pemasaran (Kotler, 2005) adalah alat pemasaran yang umum digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Bagi pemasaran suatu produk barang, manajemen pemasaran dibagi menjadi 4 (empat) kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari 4 (empat) komponen, yaitu produk (product), harga (price), distribusi atau tempat (place), dan promosi (promotion). Yang masing-masing akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Produk Produk berupa barang atau jasa yang dapat dibeda-bedakan atau diklasifikasikan menurut bentuk dan jenisnya. Produk barang tidak hanya memperhatikan penampilan, tetapi juga hendaknya berupa produk yang mudah, praktis, aman, tidak mahal, sederhana dan ekonomis dalam proses produksi dan distribusinya. 2. Harga Harga merupakan sejumlah nilai yang akan ditukarkan oleh konsumen dengan segala manfaat dari memiliki atau menggunakan produk tersebut. Yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui proses tawar-menawar, atau yang ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. 3. Distribusi/Tempat Sebagian besar produsen menggunakan perantara pemasaran untuk memasarkan produknya, khususnya barang dengan cara membangun saluran distribusi, yakni sekelompok organisasi yang saling tergantung pada proses yang memungkinkan suatu produk tersedia bagi pengguna atau konsumen. 4. Promosi Dalam dunia pemasaran tidak selalu hanya membicarakan produk, harga produk, dan mendistribusikan produk, tetapi juga ada hal lain yang cukup penting dalam mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk tersebut dapat dikenal dan akhirnya dibeli oleh konsumen. Dalam mengkomunikasikan produk perlu dibuat suatu strategi yang tepat dalam memenangkan persaingan atau dengan strategi yang sering disebut bauran promosi, yang terdiri atas empat komponen utama yaitu 1. Periklanan, merupakan bentuk komunikasi non individu dengan memanfaatkan media tertentu (poster, brosur, iklan televisi dll) yang dilakukan oleh perusahaan guna meningkatkan permintaan atas produk yang ditawarkan pada banyak orang sekaligus. 2. Promosi penjualan, kegiatan pemasaran yang sangat efektif mempengaruhi psikologi seorang konsumen untuk melakukan pembelian dengan menggunakan alat seperti peraga, potongan harga, pameran, demonstrasi dan lain sebagainya. 3. Public relation, membina hubungan yang baik dengan publik sangat efektif untuk meningkatkan “brand image” perusahaan dengan contoh melakukan kegiatan sosial yang nantinya mendapatkan nilai positif dari masyarakat. 4. Personal selling, merupakan upaya mempertkenalkan produk melalui penjualan langsung/ tatap muka dengan calon pembeli merupakan langkah efektif untuk menarik minat calon konsumen serta menjalin hubungan baik dengan calon konsumen. 5. Direct marketing (pemasaran langsung), merupakan upaya lain untuk menarik minat konsumen terhadap suatu produk melalui hubungan langsung berupa penggunaan surat, telepon, email dan lainnya untuk melihat langsung respono yang diberikan konsumen.  Aspek Teknik Aspek lain dalam studi kelayakan adalah aspek teknik dimana akan membahas hal hal tentang awal berdiri sebuah usaha sampai bagaimana sebuah produk mampu diproduksi dan siap jual. Menurut (Kasmir dan Jakfar 2003) secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknik/operasi yaitu: 1. Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang, maupun kantor pusat. 2. Agar perusahaan dapat menentukan layout yang sesuai dengan proses produksi yang dipilih, sehingga dapat memberikan efisiensi. 3. Agar perusahaan bisa menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan produksinya. 4. Agar perusahaan mampu memilih dan memastikan ketersediaan bahan baku untuk kelangsungan usaha. 5. Agar perusahaan bisa menentukan metode persediaan yang paling baik untuk dijalankan sesuai dengan bidang usahanya. 6. Agar dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan di masa yang akan datang. 5. Aspek Keuangan Aspek keuangan pada umumnya merupakan aspek paling akhir disusun dalam sebuah penyusunan studi kelayakan bisnis. Hal ini karena kajian dalam aspek keuangan memerlukan informasi yang berkaitan dengan aspek – aspek sebelumnya. Bisnis yang berorientasi pada keuntungan maupun yang tidak harus tetap memperhatikan aspek keuangan. Bisnis yang berorientasi pada keuntungan akan memutuskan untuk menjalankan sebuah ide bisnis jika bisnis tersebut menguntungkan secara finansial, sedangkan bisnis yang tidak berorientasi pada keuntungan memerlukan aspek keuangan untuk mejawab pertanyaan apakah ide bisnis yang akan dijalankan dapat terus berjalan dalam upaya untuk menjalankan misi sosialnya dengan pendapatan yang diterima.(Suliyanto,2010) Dalam melakukan analisis kelayakan usaha, pasti dilakukan pula analisis keuangan yang dapat menguraikan tentang penerapan kriteriakriteria investasi untuk mengukur layak atau tidaknya suatu investasi yang akan dilanjutkan. Pengukuran dengan kriteria-kriteria investasi diantaranya 1. Net Present Value, Jika NPV > 0, maka usulan diterima. 2. Internal Rate of Return, Jika IRR > dari bunga pinjaman, maka investasi diterima. 3. Discounted Payback Periode Method, Jika DPBPM < umur ekonomis, maka investasi diterima. 4. Profitability Indeks, Jika PI > 1, maka investasi diterima. 5. Return On Investment, Jika ROI > dari bunga pinjaman, maka investasi diterima. 6. Break Event Point, Jika BEP (Q) < dari hasil produksi, maka investasi diterima. Berdasarkan atas data keuangan yang telah disusun baik dalam bentuk struktur modal, biaya modal, proyeksi laporan kas, proyeksi laporan rugi/laba, dan proyeksi laporan neraca.(Soeseno, 2007

Studi Kelayakan (skripsi dan tesis)

Bisnis Menurut Subagyo(2005) Studi kelayakan adalah penelitian yang mendalam terhadap sesuatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut untuk dilanjutkan. Kelayakan usaha atau bisnis merupakan usaha yang dijalankan yang tujuan utamanya untuk memperoleh keuntungan baik finansial maupun nonfinansial. Jadi dengan dilanjutkannya studi kelayakan usaha akan didapatkan gambaran apakah usaha atau bisnis yang diteliti layak atau tidak untuk dijalankan (Kasmir dan Jakfar, 2003). Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengambil keputusan apakah nantinya layak sebuah ide bisnis dilanjutkan. Sebuah ide bisnis dinyatakan layak untuk dilanjutkan jika ide tersebut mendapatkan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak (stakeholder) dibanding dampak negatif yang di timbulkan.(Suliyanto, 2010).  Menutut beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa studi kelayakan bisnis adalah tolak ukur sebuah ide bisnis dapat dilanjukan atau dengan tanpa merugikan berbagai pihak yang bersangkutan. Kondisi lingkungan yang sangat dinamis dan intensitas persaingan dalam bisnis yang semakin ketat membuat pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dalam memulai usaha. Seorang pengusaha di tuntut untuk melakukan studi kelayakan terhadap ide bisnis yang mereka miliki agar tidak terjadi keterlanjuran investasi yang nantinya dapat merugikan. Selain itu, sebelum ide bisnis dijalankan, beberapa pihak selain pelaku bisnis pun juga membutuhkan studi kelayakan seperti pihak kreditor, investor, pemerintah dan masyarakat sekitar yang perlu mengerti alur sebuah perencanaan bisnis yang akan dibuat.

Penilaian Investasi (skripsi dan tesis)

Ada beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk mengevaluasi rencana investasi 1. Net Present Value (NPV) Net Present Value atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih (PV of Proceed) dan PV investasi (capital outlay) selama umur investasi (Kasmir dan Jakfar, 2003). 2. Internal Rate of Return (IRR) Internal Rate of Return merupakan metode untuk menghitung tingkat bunga yang dapat menyamakan antara present value dari semua aliran kas masuk dengan aliran kas keluar dari suatu investasi proyek (Suliyanto, 2010). 3. Discounted payback period method(DPBPM) Discounted payback period method(DPBPM) adalah jumlah tahun yang dibutuhkan untuk menutup investasi dari arus kas bersih yang didiskontokan (Brigham dan Houston, 2001). 4. Profitability indeks(PI) Profitability indeks (PI)merupakan metode yang menghitung perbandingan nilai sekarang penerimaan bersih dan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. (Sugiyono, 2010) 5. Return On Investment (ROI) Return On Investmen merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return)atas jumlah aktiva yang digunakan perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya. Disamping itu, hasil pengembalian investasi menunjukkan produktivitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Semakin rendah rasio ini, semakin kurang baik, demikian  pula sebaliknya. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas dari seluruh operasi perusahaan. (Kasmir, 2015). 6. Break Even Point(BEP) Metode Break Even Point atau titik impas adalah suatu kondisi dimana suatu usaha tidak untung maupun rugi. BEP menggambarkan kondisi penjualan yang harus dicapai melalui titik impas. Dikatakan mencapai titik impas jika jumlah hasil penjualan produknya pada suatu periode tertentu sama dengan jumlah biaya yang ditanggung, sehingga tidak menderita kerugian dan tidak memperoleh laba (Panjaitan et al. 2012) . BEP pada dasarnya merupakan metode yang digunakan untuk analisa keuntungan.

Investasi (skripsi dan tesis)

Menurut (Kasmir 2003) investas merupakan mengorbankan sejumlah uang untuk masa yang akan datang entah melalui investasi nyata berupa tanah, bangunan, mesin bahkan peralatan atau investas finasial berupa pembelian saham, kontrak kerja, obligasi dan surat berharga lainnya. (Adisaputro 2012) menyebutkan bahwa bentuk investasi dibagi menjadi beberapa golongan diantaranya. 1. Pendirian usaha baru Investasi ini timbul saat seseorang atau kelompok yang semula belum memliliki usaha memulai dengan perencanaan – perencanaan yang menghasilkan aktivitas demi mendapatkan keuntungan. 2. Melakukan perluasan usaha Investasi jenis ini merupakan pengeluaran untuk menambah kapasitas produksi atau operasi menjadi lebih besar dari sebelumnya. 3. Merehabilitasi aktiva  Investasi yang dikeluarkan terutama untuk aktiva tetap untuk memulihkan atau upaya memperbaiki kinerjanya untuk memaksimalkan hasil. 4. Membangun kembali mesin Investasi ini dilanjutkan saat mesin lama sudah tidak bisa dipakai tapi beberapa komponennya masih bisa dimanfatkan saat penggunaan mesin baru. 5. Merubah saluran distribusi Investasi yang ada saat dimana peusahaan memutuskan untuk mengembangkan atau merubah strategi distribusi mereka. 6. Melakukan penelitian Dimana investasi ini digunakan untuk mengkaji lebih dalam tentang penciptaan produk baru, menemukan prosedur yang lebih efisien atau memperbaiki sistem manajemen perusahaan. Dalam mengukur sebuah investasi perlu dilanjutkan beberapa metode agar dapat memiliki gambaran yang lengkap dan informasi yang akurat dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan penilaian – penilain yang mendalam investasi dapat dikatakan layak jika memenuhi syarat atau tidak layak jika nantinya dapat merugikan perusahaan.