Definisi cita merek menurut Setiadi (2003) berpendapat : Citra merek mengacu
pada skema memori akan sebuah merek, yang berisikan interpretasi konsumen atas
atribut, kelebihan, penggunaan, situasi, para pengguna dan karakteristik pemasar dan atau
karakteristik pembuat produk atau merek tersebut.
Menurut Leon Schiffman, St. dan Leslie Kanuk (2007) “Citra merek adalah
sekumpulan asosiasi mengenai suatu merek yang tersimpan dalam benak atau ingatan
konsumen”. Ada beberapa faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Merek Leon
Schiffman dan Leslie Kanuk (2007) menyebutkan faktor-faktor pembentuk citra merek
yaitu:
(1). Kualitas atau mutu, berkaitan dengan kualitas produk barang yang ditawarkan oleh
produsen dengan merek tertentu.
(2) Dipercaya atau diandalkan. berkaitan dengan pendapat atau kesepakatan yang
dibentuk oleh masyarakat tentang suatu produk yang dikonsumsi.
(3). Kegunaan atau manfaat yang terkait dengan fungsi dari suatu produk barang yang
bisa dimanfaatkan oleh konsumen.
(4). Harga, yang dalam hal ini berkaitan dengan tinggi rendahnya atau banyak sedikitnya
jumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk mempengaruhi suatu produk, juga dapat
mempengaruhi citra jangka panjang.
(5). Citra yang dimiliki oleh merek itu sendiri, yaitu berupa pandangan, kesepakatan dan
informasi yang berkaitan dengan suatu merek dari produk tertentu
Menurur Keller (2000) citra merek adalah persepsi konsumen terhadap citra
merek produk yang akan dikonsumsi atau dipakai. Menurut Keller (2000), pengukuran
citra merek dapat dilakukan berdasarkan pada aspek sebuah merek, yaitu:
(1) Merek mudah diingat: Artinya elemen merek yang dipilih hendaknya yang mudah
diingat dan disebut atau diucapkan. Simbol, logo, nama yang digunakan hendaknya
menarik, unik sehingga menarik perhatian masyarakat untuk diingat dan dikonsumsi.
(2) Merek mudah dikenal: Selain dengan logo, sebuah merek dikenal melalui pesan dan
cara dimana produk dikemas dan disajikan kepada para konsumen yang disebut trade
dress. Melalui komunikasi yang intensif, suatu bentuk produk khusus dapat menarik
perhatian dan mudah dikenali oleh konsumen. Sehingga trade dress sering sama seperti
merek dagang, yaitu deferensiasi produk dan jasa di pasar yang dapat dimintakan
perlindungan hukum, dan
(3). Reputasi merek baik: Bagi perusahaan citra berarti persepsi masyarakat terhadap jati
diri perusahaan. Persepsi ini didasarkan pada apa yang masyarakat ketahui atau kira
tentang perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan yang sama belum tentu memiliki citra
yang sama pula dihadapan orang. Citra perusahaan menjadi salah satu pegangan bagi
konsumen dalam mengambil
Menurut Keller (2000) citra merek terdiri dari dua faktor utama yaitu:
(1). Faktor fisik, merupakan karakteristik fisik dari merek yaitu: desain, kemasan, logo,
nama merek, fungsi, dan kegunaan produk dari merek itu, dan
(2). Faktor psikologis, dibentuk oleh emosi, kepercayaan, nilai dan kepribadian yang
dianggap oleh konsumen dapat menggambarkan produk dari merek tersebut. Citra merek
sangat erat kaitannya dengan apa yang orang pikirkan, rasakan terhadap suatu merek
tertentu. Sehingga citra merek faktor psikologis lebih banyak berperan dibandingkan
faktor fisik merek tertentu.