Pengertian Citra Merek


Gambaran dari suatu merek disebut dengan citra merek (Posner, 2015).
Menurutnya, merek dan identitas konsumen memiliki hubungan yang kuat karena
konsumen cenderung terikat dengan sebuah merek yang menyuguhkan perspektif dan
ide ide pribadi mereka. (Išoraitė, 2018) juga mengatakan, pandangan-pandangan
mengenai merek yang berada di benak konsumen dapat melahirkan sebuah citra dari
merek tersebut. Maka dari itu, perusahaan harus memahami, salah satu kunci
keberhasilan suatu perusahaan tercipta dengan memiliki citra merek dari produk dan
layanan yang baik di tengah banyaknya kompetitor. Telah diketahui bahwa citra merek
merupakan konsep penting dalam pemasaran. Dengan menanamkan asosiasi yang unik
dalam produk dan layanan, menyuguhkan beragam produk dan layanan, serta
pemberian harga dan kebijakan kredit suatu merek, perusahaan dapat menciptakan
sebuah citra dari merek itu sendiri (Grassl, 2000). (Santoso, 2021) mengatakan, citra
merek yang baik memiliki peran psikologis terhadap konsumen, sebab hal ini
menciptakan gambaran di benak konsumen yang mengarah kepada niat untuk membeli,
sedangkan citra merek yang lemah berpotensi mengembangkan niat konsumen
terhadap produk tertentu. Bagi pengguna, citra merek didasari pada pengalaman praktis
dan bagi non-pengguna citra merek didasari atas informasi yang telah disatukan dari
beberapa sumber (Posner, 2015).
Salah satu sumber yang saat ini sering digunakan oleh calon konsumen adalah
dengan menghampiri platform media social influencer yang dipilih untuk menyebarkan
informasi mengenai produk dan layanan dari suatu merek. Skenario ini dibuat oleh
perusahaan untuk mempengaruhi citra merek, keputusan pembelian, dan juga reputasi
sebuah merek (Watkins, 2021). Baik dan buruknya sebuah citra merek secara tidak
sadar dapat disimpulkan sejak konsumen melihat produk dari sebuah merek hingga
konsumen telah mengkonsumsi atau menggunakan produk tersebut. Hal tersebut akan
membuat konsumen memilih produk dari merek apa yang memiliki kualitas yang baik
dan mana yang tidak sama sekali memiliki kualitas (Kusuma et al., 2020).