Indikator Citra Merek


Menurut Keller dalam (Suleman et al., 2018), terdapat beberapa faktor-faktor yang
dapat membentuk citra merek, yaitu:

  1. Strength of Brand Association, yang mana hal ini berisi mengenai informasiinformasi yang tertanam dalam benak konsumen yang akan terproses dalam
    memori konsumen dan menjadi bagian dari citra merek.
  2. Favorability of Brand Association, yakni keberhasilan dari pemasaran yang
    dalam prosesnya dapat menciptakan asosiasi merek yang dapat dipercayai oleh
    konsumen.
  3. The Uniqueness of Brand Association, dimana apabila perusahaan ingin
    konsumen untuk memilih merek tertentu maka merek tersebut haruslah
    mengungguli kompetisi dalam industrinya.
    Selain itu, menurut (Firmansyah, 2019) indikator-indikator yang terdapat dalam
    citra merek, antara lain:
  4. Corporate Image, merupakan gabungan asosiasi yang dilihat dari sudut
    pandang konsumen terhadap perusahaan yang membentuk suatu merek.
    Perusahaan yang memiliki citra baik di mata konsumen, akan lebih diminati
    dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki citra yang netral ataupun
    kurang. Corporate image ini dapat meliputi popularitas dan kredibilitas dari
    sebuah perusahaan.
  5. User Image, yakni gabungan dari beberapa asosiasi yang dilihat dari sudut
    pandang konsumen sebagai pengguna barang atau jasa dari suatu merek. User
    Image mencakup gaya hidup atau kepribadian pengguna, karena citra pengguna
    memiliki hubungan yang erat dengan kepribadian sang pengguna.
  6. Product Image, yang merupakan gabungan dari beberapa asosiasi yang dilihat
    dari sudut pandang konsumen mengenai barang dan jasa. Hal ini meliputi
    bagian dari produk, fungsi produk bagi konsumen, pelayanan terhadap
    konsumen, dan juga garansi kualitas produk.
    Sedangkan Aaker dalam (Daga, 2017), menggunakan beberapa indikator yang
    dilakukan untuk mengukur citra merek, yakni sebagai berikut:
  7. Recognition, yakni takaran sebuah merek dikenal di kalangan konsumen.
  8. Reputation, yang merupakan derajat tinggi yang wajib dimiliki oleh sebuah
    merek karena catatan masa lalu yang baik.
  9. Affinity, merupakan ketertarikan hubungan yang terjadi akibat sebuah
    merek terhadap konsumen.
  10. Domain, yang berkaitan dengan besarnya cakupan konsumen yang tertarik
    untuk menggunakan produk atau jasa dari sebuah merek.