Teori Komunikasi Pemasaran


Dalam ilmu pemasaran terdapat elemen-elemen yang sering disebut dengan
Marketing Mix untuk menyokong perusahaan mencapai tujuannya. Di dalam
Marketing Mix terdapat elemen promosi yang merupakan suatu bentuk dari komunikasi
pemasaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsumen mengenai hal-hal yang
menyangkut pada produk mereka dan meningkatkan penjualan (Išoraitė, 2016).
Komunikasi pemasaran merupakan sarana dimana merek dan organisasi disajikan
kepada audiens mereka. Tujuan dari komunikasi pemasaran ini adalah untuk
menciptakan perbincangan yang idealnya akan mengarah kepada adanya pembelian
yang berurutan (Fill & Jamieson, 2014). Menurut (Firmansyah, 2020), terdapat dua
bagian penting dalam komunikasi pemasaran, yakni “Komunikasi” dan “Pemasaran”.
Dimana komunikasi diartikan sebagai proses pemikiran dan pemahaman disampaikan
oleh antar personal ataupun dari organisasi ke personal, sedangkan aktivitas yang
dilakukan oleh perusahaan dalam menyampaikan value mengenai informasi produk,
jasa, dan ide-ide antar perusahaan dengan konsumen merupakan pengertian dari
pemasaran. Terdapat kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam komunikasi pemasaran
menurut (Panuju, 2019), yakni:
11

  1. Advertensi, merupakan segala rupa yang didukung oleh suatu sponsor tertentu
    mengenai promosi ide, barang, ataupun jasa.
  2. Promosi penjualan, merupakan segala hal mengenai dorongan-dorongan dalam
    jangka pendek untuk menumbuhkan rasa ingin mencoba atau membeli suatu
    produk.
  3. Public relation, merupakan segala bentuk program yang membangun hubungan
    antara perusahaan dengan publik guna menciptakan citra perusahaan yang baik.
  4. Publicity, merupakan segala bentuk promosi produk atau jasa melalui event
    yang dibuat dengan sengaja demi kepentingan komunikasi pemasaran.
  5. Penjualan secara pribadi, merupakan suatu usaha dari personal dengan
    melakukan interaksi dengan calon konsumen. Usaha tersebut dapat berupa
    presentasi produk atau jasa, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan.
  6. Word-of-Mouth, merupakan suatu kegiatan komunikasi pemasaran dengan
    mengandalkan referensi dari mulut ke mulut.
  7. Pemasaran langsung, merupakan kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk
    tanggapan langsung oleh calon konsumen dan konsumen tertentu. Kegiatan ini
    dapat menggunakan alat hubung seperti e-mail, surat, telepon, dan lain
    sebagainya.
    Bentuk kegiatan komunikasi pemasaran public relation saat ini sedang ramai
    digunakan, baik dengan menampilkan Public Relation Package yang menarik ataupun
    menggunakan jasa duta merek. Walaupun duta merek sering dianggap sebagai bentuk
    komunikasi pemasaran Word-of-Mouth, namun konsep tersebut memiliki ikatan
    khusus untuk public relation (Smith et al., 2018)