Pengertian Manajemen Pemasaran


Manajemen pemasaran ialah seni memilih pasar sasaran dan
mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan
dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul (Kotler dan Keller
2009 : 6). Dengan demikian maka manajemen pemasaran ialah suatu proses
menangani berbagai aktivitas dalam proses memasarkan produk barang
maupun jasa dimana ada peristiwa komunikasi tawar menawar antara kedua
belah pihak baik produsen maupun konsumen. Mempelajari ilmu
manajemen pemasaran sangat penting bagi perusahaan tersebut karena hal
ini menyangkut kelangsungan hidup perusahaan untuk kedepannya.

Pengertian Pemasaran


Pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk
mempromosikan suatu produk atau layanan yang mereka punya. Pemasaran
ini mencakup penjualan, pengiriman, iklan produk kekonsumen atau
perusahaan lainnya. Kotler (2002:7) pemasaran adalah proses sosial dan
manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka
butuhkan dan inginkan melalui pencapaian dan pertukaran produk serta nilai
dengan pihak lain.

Kualitas Produk


Pada umumnya masyarakat membutuhkan bahan-bahan yang bisa
memenuhi kebutuhan dengan ketergantuangan pada hasil alam akan tetapi
pada masa itu mereka belum memperhatikan pentingya kualitas dan mutu.
Seiring perkembangan zaman seorang konsumen dalam membeli produk
lebih memperhatikan pada kualitas produk yang digunakan, Hal ini
menjadikan konsumen lebih kritis dalam proses pembelian produk yang
ditawarkan produsen.
Menurut (Arianty et al., 2016) Mengutarakan bahwa kualitas produk
ialah kemampuan produk secara menyeluruh untuk memenuhi fungsi-fungi
dari produk. Kualitas produk itu sendiri mencangkup dari kemampuan, daya
tahan dan atribut produk yang memiliki nilai manfaat, maka jika suatu fungsi-
fungsi produk terus berjalan makan dapat dikatakan bahwa kualitas dari
produk bagus. Menurut Kotler and Amstrong dalam (Wicaksono, 2016)
menyatakan kualiatas produk adalah karaketristik suatu produk yang dapat
memenuhi kebutuha masyarakat sesuai ketentuaan yang telah ditetapkan
produk yang bersifat pasti.
Menurut Garvin san A.Dale Timpe dalam (Bachriansyah, 2011)
Kualitas produk merupakan keunggulan dari suatu produk baik barang atau
jasa. Konsumen beranggapa bahwa kualitas produk menjadi ruang lingkup
yang berbeda dengan pandangan kualitas produk yang dikeluarkan oleh
produsen lebih mengarah pada kualitas sebenarnya. Berbagai perusahaan
menginginkan pencampaian kualitas produknya baik dengan itu diperlukan
standarisasi kualitas. Selain itu kualitas dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor yang dapat memenuhi tujuan dari produk yang ditawarkan.
Menurut(Assauri, 2016)mengemukakan bahwa tingkat faktor kualitas produk
sebagai berikut :

  1. Fungsi suatu barang
    Kualitas barang atau jasa yang mencapai fungsi-fungsinya secara
    berterusan sesuai dengan kegunaan ,maka akan mencerminkan
    spesifikasi dari produk teresebut.
  2. Wujud luar barang
    Pada dasarnya konsumen dalam proses pemblian barang pertama kali
    dilhat pasti wujud luar yang berupa bentuk, selain itu yang menarik
    konsumen adalah warna dari produk dan susunan lainya.
  3. Biaya barang tersebut
    Pada umumnya biaya yang tercantum pada produk dapat mpengaruhi
    kualitas barang, sehingga dapat dilihat dari harga yang cukup tinggi
    menunjukkan kualitas yang dimiliki produk tersebut baik.
    Menurut (Adisaputro. & Gunawan, 2014) adapun Indikator-indikator dari
    kualitas produk adalah :
    a. Bentuk (Form)
    Struktur fisk dari suatu produk agar mudah digunakan
    b. Keistimewaan Tambahan (Feature)
    Sebagian penawaran suatu produk akan memberikan pelengkap seperti
    keistimewaan berbagi fitur-fitur yang melengkapi fungsinya.
    c. Kinerja
    Suatu karakteristik dari produk yang mempunyai fungsi dari manfaat yang
    diperoleh dari pengguna produk, hal ini menjadi pertimbangan konsumen
    dalam membelinya
    d. Daya tahan
    Berkaitan dengan daya tahan suatu produk yang bisa terus digunakan.
    Dilihat dari segi tersebut menyangkup umur teknis dan ekonomis

Promosi


Promosi menjadikan hal yang sering didengar dalam kehidupan
masyarakat yang luas. Menurut (Sunyoto, 2013) mengungkapkan bahwa
promosi merupakan suatu tindakan yang dilakukan perusahaan untuk
mengenalkan suatu produk pada konsumen berupa menawarkan,
menginformasikan dan mempengaruhi agar sesuai target pasar tentang
produk yang dijual yang bertujuan menarik konsumen untuk membelinya.
Menurut (Babin, 2011) mengatakan promosi merupakan fungsi komunikasi
tentang pemasaran suatu barang maupun jasa yang bertanggung jawab untuk
memberitahu dan meyakinkan pembeli. Pemasaran dalam suatu usaha bisnis
apapun memiliki peran besar karena perencanaan awal dalam mengenalkan
produknya, strategi mempromosikan produk, penentuan harga, dan
mendistribusikan produk atau jasa untuk diberikan pada konsumen dalam
memuaskan penggunaan produk sesuai kebutuhan. Promosi adalah hal yang
penting dalam bauran pemsaran untuk menentukan keputusan strategi
pemasaran.
Menurut (Cahyono, 2018) menyatakan promosi adalah termasuk
dalam aktivitas pemasaran dalam menumbuhkan perusahaan mengenai
tingkat mutu suatu produk yang sesuai selera konsumen dan meningkatkan
perdagangan pada produk atau jasa. Selain itu, promosi juga disebut sebagai
bentuk komunikasi yang berguna untuk penyampaian informasi produk pada
konsumen, membujuk konsumen untuk mengingat akan produk yang
dihasilkan individu, rumah tangga, maupun organisasi agar lebih dikenal
secara meluas. Rizky dkk dalam (Lisa, 2020) mengungkapkan bahwa
Promosi dapat mendorong konsumen dalam pengambilan keputusan
pemasaran yang dilakukan komunikasi antar penjual dan pembeli untuk
menyadarkan dan mengarahkan untuk saling berbuat baik.
Promosi dapat disimpulkan bahwa suatu kegiatan pemasaran
perusahaan yang dilakukan melalui komunikasi pada masyarakat untuk
menawarkan, menginformasikan, serta membujuk konsumen untuk
mengenalkan produk agar meluas supaya menjadikan ketertarikan konsumen
dalam membeli maupun menggunakanya. Adanya promosi yang menarik
akanada ketertarikan konsumen untuk membeli produk oleh sebab itu
terjadinya perpindahan merek.Menurut (Kotler & Armstrong, 2012)
Indikator-indikator untuk mengukur promosi adalah :

  1. Periklanan
    Bentuk penyampaian ide tentang produk atau jasa yang sifatnya non
    pribadi, dan disampaikan kepada masyarakat yang bertujuan
    mengenalkan lewat sponsor melalui media antara lain: Televisi, koran,
    radio, catalog.
  2. Penjualan Pribadi
    Aktivitas promosi yang dilakukan secara tatap muka antara penjual dan
    pembeli untuk membicarakan tentang produk maupun jasa yang
    ditawarkan dalam memberikan pemahaman akan suatu kinerja barang
    atau jasa, sehingga akan timbul ketertarikan konsumen untuk mencoba.
  3. Promosi Penjualan
    Insentif dalam waktu singkat yang mempengaruhi konsumen untuk
    membeli produk atau jasa melalui pemberian diskon, kupon, undian
  4. Direct marketing
    Melibatkan usaha untuk berinteraksi dengan masyarakat dalam
    mendorong sikap publik untuk berpendapat terhadap produk dan
    organisasi. Hal ini dilakukan agar bisa berbaur dengan masyarakat untuk
    mendukung penjualan pada barang atau jasa melalui promosi langsung
    pada pelanggan

Faktor-faktor dalam penetapan harga


Menurut (Sunyoto, 2013) Pada dasarnya faktor mempengaruhi terhadap
penetapan harga adalah sebagi berikut :
a. Memperkirakan Permintaan Produk
Ada dua langkah dalam memperkirakan suatu produk :

  1. Memperkirakan berapa besar harga yang diharapkan
    Harga yang diharapkan pada suatu produk maupun jasa
    merupakan harga yang dapat dinilai konsumen secara sadar
    ataupun tidak sadar. Hal ini membuat produsen berfikir dalam
    menjual produknya dan harus memperkirakan terhadap respon
    konsumen, seandainya adanya penetapan harga produk dinaikan
    maupun diturunkan.
  2. Memperkirakan penjualan dengan harga yang berbeda
    Manajemen Eksekutif harus memperhitungkan pada volume
    penjualan produk atau jasa yang ditawarkan dengan memberikan
    harga yang berbeda, sehingga produsen bisa menentukan jumlah
    permintaan, dan dapat mengukur tingkat perubahan pada jumlah
    permintaan dari perubahan harga yang mungkin tercapai.
    b. Reaksi pesaing
    Pesaingan bisnis sangatlah banyak dari berbagai produk atau jasa.
    Dampak dari pesaingan akan mempengaruhi terhadap penetapan
    harga, hal ini dapat menjadi ancaman bagi perusahaan. Sumber dari
    pesaingan tersebut berasal dari tiga macam yaitu :
  3. Produk yang serupa indomie dan mie sedap
  4. Produk pengganti computer dan leptop
  5. Produk yang tidak serupa produk sepedah motor dan mobil

Pengertian Perpindahan Merek


Menurut (Peter & Olson, 2014) perpindahan merek merupakan dimana
konsumen yang melakukan pola pembelian dan mempunyai karakteristik
tertentu tentang pergantian dari satu merek ke merek lainya. Terjadinya
pergantian merek bisa terjadi di karenakan konsumen melakukan pencarian
informasi tetang suatu produk yang akan di pakai, dengan harapan bisa
mendapatkan suatu produk yang diinginkan pada akhirnya akan timbul
perpindahan merek.
Menurut (Afzal, 2013) Brand Switching ialah segi perpindahan dalam
pemakaian barang atau merek yang dilakukan konsumen pada waktu
penggunaanya. Sedangkan menurut Nugrroho dalam (Suwandi et al., 2015)
perpindahan merek merupakan perubahan konsumen dalam penggunaan
suatu barang atau merek dari kebiasaanya ke merek lain, karena adanya rasa
bosan yang dirasakan konsumen pada merek sebelumnya dan ingin mencoba
merek yang lain yang bisa mengatasi masalah.
Menurut (Jamil et al., 2018) mengungkapkan bahwa perilaku
perpindahan merek yakni suatu presepsi konsumen yang menunjukan adanya
pebedaan suatu produk tertentu dan menjadikan konsumen merubah
pilihanya yang lebih mengutamakan produk yang menyediakan layanan yang
dibutuhkan. Keterlibatan emosional yang rendah menjadi kebiasaan
konsumen akan kesadaran pada perbedaan merek yang dipakai dengan merek
lainya hal tersebut akan rentan dalam melakukan perpindahan pada suatu
produk. Keterlibatan konsumen pada suatu produk rendah yang dipengaruhi
perbedaan yang signifikan antara produk yang dirasakan sebelumya dengan
produk lain, maka terjadinya perpindahan merek. Menurut Wuri dalam
(Mantansari, 2013) bahwa perpindahan merek terdapat dua faktor yaitu :

  1. Faktor Internal Konsumen
    Faktor yang berasal dari dalam lingkungan diri seorang konsumen. Segi
    dari faktor internal meliputi dissatisfaction, kebutuhan akan mencari
    variasi dan pengetahuan konsumen akan suatu merek. Biasanya
    konsumen memilih produk dengan mempertimbangkan terlebih dahulu
    sesuai informasi yang didapat agar sesuai yang diharapkan.
  2. Faktor Eksternal Konsumen
    Faktor dari lingkungan konsunen yang dimana dapat mempengaruhi
    perpindahan merek berupa iklan dan promosi. Adanya sisi perbedaan
    berbagai iklan yang memiliki strategi dalam menawarkan suatu produk
    untuk bisa menarik konsumen untuk melakukan perpindahan merek.
    Penemuan banyak merek pada saat ini, mendorong konsumen untuk
    mencari banyak informasi akan suatu produk sama tetapi merek berbeda.
    Salah satu dari produk itu yaitu jasa layanan operator seluler. Sebab pada jasa
    layanan operator seluler memilik banyak merek dan perbedaan kualitas
    layanan yang pada akhirnya memungkinkan konsumen akan memilih
    perpindahan merek. Fenomena keputusan perpindahan merek terjadi karena
    dilatar belakangi oleh berbagai produk yang dipasarkan yang memiliki
    persaingan antar merek.

Perilaku Konsumen


Menurut Solomon dalam (Sangadji & Sopiah., 2013) Perilaku
konsumen merupakan suatu tindakan konsumen dalam memilih, membeli dan
memakai produk atau jasa dengan tujuan memuaskan kebutuhan atas
keinginannya. (Peter & Olson, 2014) American Marketing Asosiation
mengutarakan bahwa perilaku konsumen (Consumen Behavior) didefinikan
sebagai dinamis interaksi antara kesadaran dan aspek-aspek pertukaran dalam
kehidupan mereka. Definisi diatas terdapat tiga ide penting yaitu perilaku
konsumen dinamis, tetang melibatkan interaksi antara kesadaran, perilaku,
dan kejadian sekitar, dan mengenai yang melibatkan pertukaran, dijelaskan
sebagi berikut :

  1. Perilaku konsumen yang dinamis dapat diartikan sebagai seorang
    konsumen beserta masyarakat yang luas terus bergerak dan berubah
    sepanjang waktu sehingga tidak memberikan hasil yang sama
  2. Perilaku konsumen melibatkan interaksi antara kesadaran, perilaku, dan
    kejadian sekitar yang dimaksud adalah bahwa cara memahami konsumen
    dengan menumbuhkan strategi pemasaran yang pas dan harus memahami
    konsumen terhadap apa yang dipikirkan, dan mereka rasakan, selain itu
    tetang kejadian sekitar akan mempengaruhi terhadap pemikiran, lalu
    yang dirasakan, terhadap konsumen.
  3. Perilaku konsumen yang melibatkan pertukaran maksudnya adalah
    pertukaran antara individu dimana konsumen tetap terpaku sesuai
    pernyataan pemasaran yang sejauh ini menekankan tentang pertukaran.

Bauran Pemasaran


Pemasaran sangatlah penting dalam dunia bisnis, sehingga diperlukan
pendekatan baru untuk pelanggan agar loyal pada produk maupun jasa yang
ditawarkan. Menurut (Farida, 2012) adanya perubahan pada tendensi
pemasaran dan perlunya membangun hubungan pendekatan dengan
konsumen, hal ini akan mendorong pada pendekatan pemasaran yang sampai
saat ini terus dibutuhkan. Pemasaran terjadi apabila adanya sekelompok
sosial yang melakukan penukaran barang yang bertujuan untuk memuaskan
atas kebutuhannya, selain itu pemasaran dapat diartikan sebagai suatu
kegiatan yang dilakukan seorang pengusaha dalam upaya mempertahankan
hidupnya. Semakin banyaknya persaingan di dunia bisnis menjadikan
perusahaan dituntut untuk lebih kreatif dalam memasarkan produknya supaya
diterima serta dapat memuaskan konsumen.
Peran dari strategi pemasaran adalah suatu upaya penyesuaian dalam
pencapaian perusahaan dengan lingkunganya yang memiliki tujuan untuk
mencari penyelesaian masalah yang terdiri atas 2 pertimbangan. Pertama
bisnis apa yang diminati perusahaan saat ini dan jenis bisnis yang bisa
dikembangkan dimasa yang akan datang. Adapun pertimbangam yang kedua
yaitu sebagaimana bisnis yang dipilih mampu dijalankan selaras dengan
bauran pemasaran terhadap sasaran pasar.
Menurut (Kotler & Armstrong, 2012) “Marketing mix is yhe set of
tactical marketing tools that the firm blends to produce the response it wants
in the target market”. “Bauran pemasaran mencangkup seperangkat alat
pemasaran yang diterapkan pada perusahaan untuk berkelanjutan dalam
pencapaian tujuan perusahaan di pasar sasaran”.
Menurut (P. Kotler & Armstrong, 2016) Mengungkapkan bahwa
bauran pemasaran adalah kumpulan dari berbagai alat pemasaran yang
diperlukan perusahaan dalam memproduksi barang yang bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan pangsa pasar. Adapun Unsur dari bauran pemasaran
adalah 4P meliputi produk, harga, tempat dan promosi. Sebagaimana bauran
pemasaran sangat penting bagi suatu perusahaan dalam meciptakan
keberhasilan pemasaran produk. Menurut (P. Kotler & Armstrong, 2016)
Unsur dari bauran pemasaran antara lain :

  1. Produk
    Barang atau jasa yang dipromosikan oleh perusahaan terhadap konsumen
    sesuai sasaran pasar. Kombinasi dari produk yang dipasarkan yaitu
    kualitas produk, varisi produk, fitur produk, brand, kemasan produk, dan
    desain produk.
  2. Harga
    Harga yaitu sejumlah uang yang dikeluarkan kosumen untuk
    mendapatkan barang yang diingikan. Komponen harga yang ditawarkan
    meliputi pembayaran pada produk, Adanya harga promo yang diberikan,
    daftar harga, serta potongan harga sesuai ketentuan penjual.
  3. Tempat
    Tempat yaitu lokasi yang sudah dipertimbangkan perusahaan yang
    bertujuan untuk menjalankan aktivitas produksi, administrasi, serta
    pemasaran produk. Kompone tempat yang ditentukan sebagai segmentasi
    pasar diantaranya lokasi, persediaan, saluran distribusi, dan logistic
  4. Promosi
    Promosi yaitu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengenalkan
    dan mengkomunikasikan manfaat produk, serta membujuk konsumen
    agar tertarik untuk membelinya

Manajemen Pemasaran


Manajemen berperan penting dalam suatu perusahaan, karena dapat
membantu perusahaan dalam pegelolaan, mengatur dan memanfaatkan
sumber daya manusia yang lebih efektif dan dapat mencapai tujuan
perusahaan secara maksimal. Menurut (P Kotler & Keller, 2016) Manajemen
pemasaran yakni ilmu dalam penetapan pangsa pasar yang bertujuan
mendapatkan dan menjaga konsumen dengan cara memberikan informasi
tentang manfaat dari produk maupun jasa kepada konsumen.
Manusia yang memiliki kehidupan yang berubah-ubah, dimana
manusia menyebar dibeberapa lokasi akan mempengaruhi efesiensi dan
efektifitas pada perusahaan dalam menawarkan produknya ke konsumen.
Manajemen pemasaran sangat membantu dalam menghadapi permasalah ini,
disebabkan perusahaan akan memunculkan produk yang cenderung diminati
konsumen, dan pemasaran yang berlokasi yang tepat sasaran, sehingga
keterbatasan sumber daya perusahaan akan dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut (P Kotler & Keller, 2016) Penerapan strategi pemasaran dapat
dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Penentuan Segmetasi Pasar
    Segmentasi pasar ialah pembagian pasar menjadi beberapa kelompok
    berdasarkan perbedaan atas kebutuhan konsumen, dan perbedaan perilaku
    dalam pemilihan produk yang sesuai manfaat yang dibutuhkan.
  2. Penetapan Target Pasar
    Adapun langkah selanjutnya setelah penentuan segmentasi pasar ialah
    penentuan targeting pasar. Langkah ini akan menjadi penentu target pasar
    yaitu sekelompok pembeli yang memiliki beraneka ragam kebutuhan dan
    karakteristik yang serupa yang akan dilayani oleh perusahaan.
  3. Penentuan Posisi Pasar
    Pada tahap ini perusahaan harus mempertimbangan dalam pemilihan
    posisi pasar agar bisa memasarkan produknya dengan tepat sesuai
    keinginan perusahaan. Positioning merupakan tindakan perusahaan
    mengenalkan produknya dengan memberikan informasi tentang manfaat –
    manfaat dari produk yang dijual agar tersampaikan ke konsumen, selain
    itu perusahaan juga mendapatkan citra tersendiri melalui kesan
    konsumen

Mekanisme Transaksi di E-Commerce


Pembeli yang akan berbelanja di toko online dapat menggunakan
fasilitas shopping cart. Shopping cartadalah sebuah software di situs web
yang mengizinkan pelanggan untuk melihat toko yang anda buka kemudian
memilih item barang untuk diletakkan dalam kereta dorong yang kemudian
membelinya saat melakukan check out. Konsep shopping cartini meniru
kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar
swalayan. Shopping cartbiasanya berupa formulir dalam web dan dibuat
dengan kombinasi CGI (Common Gateway Interface), database, dan HTML
(Hyper TextMarkup Language), dimana barangbarang yang dimasukkan ke
shoppingcartmasih dapat dibatalkan, jika pembeli berniat untuk
membatalkan membeli barang tersebut. Jika pembeli ingin mambayar untuk
barang yang dipilih, maka pembeli harus mengisi form transaksi. Biasanya
form ini menanyakan identitas pembeli. Setelah pembeli mengadakan
transaksi, barang akan dikirimkan melalui jasa pos/jasa pengiriman lain
langsung ke alamat pembeli(Suzanto, dan Sidharta, 2015:26).
Terdapat 3 metode pembayaran yangbiasa digunakan dalam transaksi
menggunakan e-commerce, yaitu :
a). Online Procesing Credit Cart
Metode ini cocok digunakan untuk produk yang bersifat retail dimana
pasarnya adalah seluruh dunia. Pembayaran dilakukan secara real time
(proses verifikasi saat itu juga).
b). Money Transfer
Cara ini lebih aman untuk menerima pembayaran dari konsumen
mancanegara, namun memerlukan biaya tambahan bagi konsumen
dalam bentuk fee bagi pihak penyedia jasa moneytransfer untuk
mengirim sejumlah uang ke Negara lain.
c). Cash on Delivery
Pembayaran dengan bayar di tempat ini hanya bisa dilakukan jika
konsumen berada dalam satu kota yang sama dengan penyedia jasa

Pengertian E-commerce


E-commercemerupakan suatu prosestransaksi barang atau jasa
melalui sistem informasi yang memanfaatkan teknologiinformasi. E-
commercemenurutO`Brien & Marakas, (dalam Tjiptono, 2007:65) “is
thebuying, selling, marketing, and servicingof products, services, and
informationover a variety of computer networks. Ecommerceis changing the
shape ofcompetition, the speed of action, and thestreamlining of
interactions, products,and payments from customers tocompanies and from
companies tosuppliers”. Sedangkan menurut Sutabri,(Sidharta
danSuzanto, 2015:25)e-commerceadalah penyebaran, pembelian,
penjualan, pemasaran barangdan jasa melalui sistem elektronikseperti
enternet atau televisi, www, ataujaringan komputer lainnya. E-
commeredapat melibatkan transfer danaelektronik, pertukaran data
elektonik,sistem inventori otomatis, dan sistempengumpulan data otomatis.
Sehinggadapat dikatakan bahwa e-commercemerupakan suatu pemasaran
barang ataujasa melalui sistem informasi yangmemanfaatkan teknologi
informasi.Ada beberapa pihak yang terlibat dalamtransaksi online ini.
Sesuai denganstandar protokol Secure ElectronicTransaction(SET),
menjelaskankomponen-komponen yang terlibatdalam e-commerce, yaitu
(Sidharta, danSuzanto 2015:26):

  1. Cardholder (pembeli)
    Dalam lingkup perdagangan elektronik, berhubungan denganpenjual
    melalui komputer PC. Pembeli menggunakan pembayaran dari kartu
    yang dikeluarkan oleh issuer, SET menjamin hubungan yang
    dilakukan antara pembeli dan penjual, menyangkut pula data
    nasabah, merupakan hal yang dirahasiakan.
  2. Issuer
    Merupakan lembaga keuangan dimana pembeli menjadi nasabahnya
    dan menerbitkan kartu pembayaran. Issuer menjamin pembayaran
    atas transaksi yang disetujui yang menggunakan kartu pembayaran
    sesuai dengan merk yang tertera pada kartu dan peraturan setempat.
  3. Merchant
    Merupakan pihak yang menawarkan barang untuk dijual atau
    menyelenggarakan jasa dengan imbalan pembayaran. Di dalam SET,
    penjual dapat menyarankan pembeli untuk melakukan transaksi
    dengan aman. Penjual yang menerima pembayaran dengan kartu
    kredit harus memiliki hubungan dengan.
  4. Acquirer
    Merupakan lembaga keuangan dimana penjual menjadi nasabahnya dan
    memproses otentikasi kartu pembayaran.
  5. Payment Gateway
    Merupakan sarana yang dioperasikan oleh Acquirer atau pihak ketiga, yang
    ditunjuk untuk memproses pesan-pesan pembayaran penjual, termasuk
    instruksi pembayaran penjual.
  6. Certificate Authority(otoritas sertifikat)
    Merupakan lembaga yang dipercaya dan mengeluarkan sertifikat-sertifikat
    dan ditandatangani secara digital oleh pengguna

Klasifikasi Motif


Motivasi yang dimiliki tiap konsumen sangat berpengaruh terhadap
keputusan yang akan diambil. Dari hal itu, maka motivasi yang dimiliki
oleh konsumen secara garis besar terbagi dua kelompok besar(Nugroho,
2013:35), yakni:

  1. Rasional Motif
    Rasional adalah menurut pikiran yang sehat, patut, layak. Motif
    adalah sebab-sebab yang menjadi dorongan. Tindakan seseorang jadi
    rasional motif adalah suatu dorongan untuk bertindak menurut
    pikiran yang sehat, patu, dan layak.
  2. Emosional Motif
    Emosional adalah penuh dengan perasaan, jadi emosional motif
    adalah motif yang dipengaruhi oleh perasaan.
    Adapu Metode/cara yang digunakan perusahaan dalam pemberian
    motivasi terdiri atas(Nugroho, 2013:37) :
    a. Metode Langsung (Direct Motivation)
    Motivasi langsung adalah motivasi yang diberikan secara langsung
    kepada setiap konsumen untuk memenuhi kebutuhan serta
    kepuasannya. Hal ini sifatnya khusus, seperti bonus, tunjangan,
    penghargaan, dan lain-lain.
    b. Metode Tidak Langsung (Indirect Motivation)
    Metode tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya
    merupakan fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah
    konsumen untuk melakukan pembelian. Adapun bentuk motivasi
    yang diberikan oleh perusahaan dapat dalam bentuk insentif positif
    maupun insentif negatif
    1) Motivasi Positif (Insentif Positif)
    Di dalam motivasi positif produsen tidak saja memberikan
    dalam bentuk sejumlah uang tapi juga bisa memotivasi dengan
    memberi hadiah, diskon, pelayanan yang optimum.
    2) Motivasi Negatif (Insentif Negative)
    Di dalam motivasi negatif produsen memotivasi konsumen
    dengan standart pembelian, maka mereka akan mendapatkan
    ganjaran. Dengan motivasi negatif ini semangat konsumen
    dalam jangka waktu pendek akan meningkat
    untukmelaksanakan pembelian karena mereka mempunyai
    kepentingan terhadap kebutuhan tersebut

Tujuan Motivasi Konsumen


Pada dasarnya, tingkah laku manusia itu bersifat majemuk.
Karena dalam tujuannya sering kali tidak hanya satu. Tujuan juga
menentukan seberapa aktif individu akan bertingkah laku. Sebab,
selain ditentukan oleh motif dasar, tingkah laku juga ditentukan oleh
keadaan dari tujuan. Berikut beberapa tujuan dari motivasi
konsumen(Nugroho, 2013:31) :
a. Meningkatkan kepuasan.
b. Mempertahankan loyalitas.
c. Efisiensi.
d. Efektivitas.
e. Mencipta suatu hubungan yang harmonis antara produsen
atau penjual dan pembeli atau konsumen.
Motivasi konsumen yang dilakukan oleh produsen sangat erat
sekali berhubungan dengan kepuasan konsumen (consumer
statisfaction) untuk itu perusahaan selalu berusaha untuk membangun
kepuasan konsumen (consumer statisfaction development) dengan
berbagai caradiantaranya(Nugroho, 2013:31):
a. Mengetahui nilai yang didapat oleh konsumen.
b. Meningkatkan penawaran dengan tiga cara:
1) Meningkatkan tata nilai konsumen (Perbaikan Manfaat dan
Pelayanan)
2) Menurunkan biaya nonmoneter (Tenaga kerja dan waktu)
3) Menurunkan biaya moneter (Bahan baku, produksi dan
pengiriman)
c. Meningkatkan harapan dan memenuhi harapan konsumen.
Tingkat kepuasan konsumen dapat diukur dengan mengetahui
respon konsumen terhadap kinerja perusahaan yang ditujukan
pada hasil outputnya

Motivasi


Menurut American Encyclopedia, motivasi adalah kecenderungan
(suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang
yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi faktor
kebutuhan biologi dan emosional yang hanya dapat diduga dari
pengamatan tingkah laku manusia.
Menurut Merle J. Moskowits, motivasi sebagai inisiasi dan
pengarahan tingkah laku dan pelajaran motivasi sebenarnya merupakan
pelajaran mengenai tingkah laku(Nugroho, 2013:26).
Jadi secara keseluruhan motivasi dapat diartikan sebagai
pemberdaya, penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar
mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala
upayanya untuk mencapai kepuasan. Perilaku yang termotivasi diprakarsai
pengaktifan kebutuhan atau pengenalan kebutuhan. Kebutuhan atau motif
diartikan ketika ada ketidakcocokan yang memadai antara keadaan aktual
dengan keadaan yang diinginkan. Karena ketidakcocokan ini meningkat,
hasilnya adalah pengaktifan suatu kondisi penggairahan yang diacu
sebagai dorongan (drive). Semakin kuat dorongan tersebut, maka semakin
besar pula urgensi respon yang dirasakan.
Menurut Setiadi, konsumen selalu dihadapkan pada persoalan biaya
atau pengorbanan yang akan dikeluarkan dan seberapa penting produk
yang dibutuhkan dan diinginkan. Adapun indikator dalam pengukuran
motivasi konsumen adalah sebagai berikut(Wahyuni, 2008:34) :

  1. Kebutuhan
  2. Harapan
  3. Prestise
  4. Efektivitas
    5.Efisiensi
    Oleh karena itu, konsumen akan dihadapkan pada persoalan motivasi
    atau pendorong. Jadi motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi
    seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan
    guna mencapai suatu tujuan(Alex, 2011:266).

Persepsi


Menurut Kotler menyatakan, “persepsi adalah proses yang
digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan
menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran yang
memiliki arti”.(Ramadhan, 2013:10).
Persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan dalam bentuk fisik,
tetapi juga tergantung pada rangsangan yang ada disekitarnya dan kondisi
yang ada pada seseorang dan persepsi lebih penting dibandingkan realitas
dalam pemasaran, karena persepsi yang dapat mempengaruhi konsumen
dalam berperilaku, selain itu orang bisa mempunyai persepsi yang berbeda
atas objek yang sama.(Fadila, 2013:45).
ada delapan dimensi persepsi seseorang terhadap
produk, Garvin(dalamRamadhan, 2013:12), yaitu:

  1. Dimensi Kinerja Produk (Performance)
    Kinerja merupakan karakteristik atau fungsi utama suatu produk.
    Hal ini merupakan manfaat atau khasiat utama produk yang kita
    beli. Biasanya ini menjadi pertimbangan pertama kita membeli
    produk.
  2. Dimensi Keterandalan Produk (Reliability)
    Keterandalan yaitu peluang suatu produk bebas dari kegagalan saat
    menjalankan fungsinya.
  3. Dimensi Fitur Produk (Feature)
    Dimensi fitur merupakan karakteristik atau ciri-ciri tambahan yng
    melengkapi manfaat dasar suatu produk. Fitur bersifat pilihan atau
    option bagi konsumen. Kalau manfaat utama sudah standar, fitur
    seringkali ditambahkan. Idealnya, fitur bisa meningkatkan kualitas
    produk kalau pesaing tidak memiliki.
  4. Dimensi Daya Tahan (Durability)
    Daya tahan menunjukkan usia produk, yaitu jumlah pemakaian
    suatu produk sebelum produk itu digantikan atau rusak. Semakin
    lama
    dayatahannyatentusemakinawet.Produkyangawetakandipersepsikan lebih
    berkualitas dibanding produk yang cepat habis atau cepat diganti.
  5. Dimensi Kesesuaian(Conformance)
    Adalah kesesuaian kinerja produk dengan standar yangdinyatakan
    suatu produk. Ini semacam janji yang harus dipenuhi olehproduk.
    Produk yang memiliki kualitas dari dimensi ini berarti
    sesuaidengan standarnya.
  6. Dimensi Kemampuan Diperbaiki (ServiceAbility)
    Sesuai dengan maknanya, disini kualitas produk ditentukan
    atasdasarkemampuan diperbaiki: mudah, cepat, dan kompeten.
    Produkyangmampu diperbaiki tentu kualitasnya lebih tinggi
    dibandingprodukyang tidak atau sulitdiperbaiki.
  7. Dimensi Keindahan Tampilan Produk(Aesthetic)
    Aesthetic atau keindahan menyangkut tampilan produk
    yangmembuat konsumen suka. Ini seringkali dilakukan dalam
    bentuk desainproduk atau kemasannya. Beberapa merek
    memperbarui wajahnyasupaya lebih cantik dimatakonsumen.
  8. Dimensi Kualitas yang Dirasakan (PreceivedQuality)
    Dimensi terakhir adalah kualitas yang dirasakan. Inimenyangkut
    penilaian konsumen terhadap citra, merek, atau iklan.Produk-
    produkyang bermerek terkenal biasanya dipersepsikan
    lebihberkualitasdibanding merek-merek yang tidak terkenal.
    Itulah sebabnyaproduk selalu berupaya membangun mereknya
    sehingga memilikibrand equity yang tinggi. Tentu saja ini tidak
    dapat dibangun dalamsemalam karena menyangkut banyak aspek
    termasuk dimensi kualitasdari kinerja, fitur, daya tahan,
    dansebagainya

Perilaku Konsumen Online


Internet berpotensi besar sebagai media atau sarana untuk
memahami perilaku konsumen online maupun offline, yang kemudian
dijadikan dasar dalam pengembangan strategi untuk menjalin hubungan
saling menguntungkan dalam jangka panjang. Dalam hal ini, model
prilaku konssumen e-commerce agak berbeda dengan model prilaku
konsumen biasa.
Diantara nya faktor faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
adalah (1) karakteristik pribadi, meliputi usia, gender, etnis, pendidikan,
gaya hidup, psikologis, pengetahuan, nilai, kepribadian, Motivasi, dan
Persepsi. (2) lingkungan, meliputi sosial, keluarga, komunitas/masyarakat.
(3) sistem pemasok, meliputi dukungan logistik(pembayaran, pengiriman),
dukungan teknis (desain situs, inteligent agent), layanan pelanggan (FAQ
= frequently asked questions, e-mail, call centers, one to one service) dan
(4) stimulus (pemasaran dan non pemasaran) (Fandy Tjiptono, 2007:158)

Pengertian Perilaku Konsumen


Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami “Mengapa
konsumen melakukan dan apa yang mereka lakukan”. studi perilaku
konsumen adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu
membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia
(waktu, uang, usaha, dan energi)(Schiffman,dan Kanuk, 2008:6).
Konsumen memiliki keragaman yang menarik untuk dipelajari karena ia
meliputi seluruh individu dari berbagai usia, latar belakang budaya,
pendidikan, dan keadaan sosial ekonomi lainnya. Oleh karena itu,
sangatlah penting untuk mempelajari bagaimana konsumen berperilaku
dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku tersebut.
Perilaku konsumen adalah studi bagaimana individu, kelompok dan
organisasi memilih, membeli, menggunakan dan menempatkan barang,
jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan
mereka(Kotler, dan Keller, 2008:214).Perilaku konsumen
menggambarkan cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan
sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli
barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi(Schiffman, dan
Kanuk, 2008:6). Dari dua pengertian tentang perilaku konsumen di atas
dapat diperoleh dua hal yang penting, yaitu: (1) sebagai kegiatan fisik dan
(2) sebagai proses pengambilan keputusan. Berdasarkan beberapa definisi
yang telah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen
adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong
tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli,
menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal
di atas atau kegiatan mengevaluasi.

E-Marketing


Perkembangan internet berimplikasi pada perubahan tekanan pada
masing-masing elemen bauran pemasaran tradisional: produk (identifikasi
kebutuhan pelanggan semakin cepat, tingkat kustomisasi produk semakin
besar, pengujian produk semakin cepat, dan siklus hidup produk semakin
singkat), harga (meingkatnya kompetisi dan standarisasi harga, serta
semakin dibutuhkannya approximate conversion rate bagi setiap negara),
promosi (komunikasi interaktif dan real-time dengan pelanggan,
berkurangnya biaya periklanan global, dan semakin diperlukannya direktori
untuk memandu setiap orang agar menngunjungi situs perusahaan), dan
distribusi (berkembangnya disintermediasi dan reintermediasi). Selain itu,
internet juga berdampak strategij pada berkembangnya paradigma
pemasaran internasional baru, yaitu internet marketing atau e-marketing Eid
& Trueman, 2002 (dalamTjiptono 2007:130). Internet marketing berbeda
secara signifikan dengan pemasaran tradisional dalam sejumlah dimensi
utama

Pengertian manajemen pemasaran


Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan, dan
pengendalian program-program yang dirancang untuk menciptakan,
membangun, dan mempertahankan pertukaran yang saling menguntungkan
dengan pembeli sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Proses
itu melibatkan lebih dari sekedar mendapat cukup pelanggan bagi output
perusahaan saat ini. Lebih dari sekedar merancang strategi untuk menarik
konsumen baru dan menciptakan transaksi dengan mereka, perusahaan
sekarang ini berfokus pada mempertahankan pelanggan saat ini dan
membangun hubungan jangka panjang melalui penawaran nilai dan
kepuasan yang unggul bagi pelanggan.
Perusahaan yang sukses saat ini besar atau kecil, pencari laba atau
nirlaba, domestik atau global benar-benar fokus pada konsumennya dan
berkomitmen pada pemasaran. Pemasaran adalah proses sosial dan
manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka
ingin dan butuhka melalui penciptaan dan pertukaran barang dan nilai
dengan pihak lain (Kotler,danArmstrong, 2007:200). pemasaran adalah
fungsi bisnis yang mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan yang belum
terpenuhi sekarang dan mengukur seberapa besar pasar yang akan dilayani, menentukan pasar sasaran mana yang paling baik dilayani oleh organisasi,
dan menentukan berbagai produk, jasa dan program yang tepat untuk
melayani pasar tersebut

Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian


Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan persepsi harga terhadap
keputusan pembelian konsumen adalah penelitian Dzulkharnain (2019),
Hasilnya adanya pengaruh positif antara persepsi harga dengan
keputusan pembelian konsumen. Penelitian dari Cahya dan Muchsin
(2018), hasilnya persepsi harga memiliki pengaruh positif yang
signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, Abdila dan Husni
(2018) mengatakan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan pembelian

Pengaruh Iklan Terhadap Keputusan Pembelian


Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan iklan terhadap
keputusan pembelian konsumen adalah penelitian Kuspriyono (2018);
Budi dan Setiawan (2019); Wahyuni et al (2016) : menyatakan bahwa
iklan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

Indikator Keputusan Pembelian


Menurut Kotler (dalam Firmansyah, 2022) terdapat beberapa
indikator dalam keputusan pembelian, yaitu :
a. Kemantapan pada sebuah produk
Dalam melaksanakan pembelian, konsumen memilah salah satu
dari sebagian alternatif yang terdapat. Opsi tersebut didasarkan pada
mutu, kualitas, harga yang terjangkau, serta faktor- faktor lain yang
bisa menguatkan keninginan konsumen dalam membeli produk apakah
produk tersebut benar- benar ingin digunakan ataupun diperlukan.
b. Kebiasaan dalam membeli produk
Kebiasaan konsumen dalam membeli produk pula mempengaruhi
terhadap keputusan pembelian. Konsumen merasa produk tersebut
telah sangat melekat di benak mereka sebab mereka telah merasakan
manfaat dari produk tersebut. Oleh sebab itu, konsumen merasa tidak
aman bila mencoba produk baru serta harus membiasakan diri lagi.
Mereka cenderung memilih produk yang telah biasa digunakan.
c. Memberikan rekomendasi kepada orang lain
Dalam melaksanakan pembelian, bila konsumen memperoleh
manfaat yang sesuai dengan suatu produk, mereka tentu
merekomendasikan produk tersebut dengan orang lain. Mereka ingin
orang lain pula merasakan bahwa produk tersebut sangat bagus serta
lebih baik dari produk lain.
d. Pembelian ulang
Pembelian ulang ialah pembelian yang berkesinambungan, setelah
konsumen merasakan kenyamanan atas produk ataupun jasa yang
diterima

Pengertian Keputusan Pembelian


Buchari Alma (2016:96) mendefinisikan bahwa keputusan
pembelian ialah suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh
ekonomi, keuangan, teknologi, budaya, politik, lokasi, harga, physical
evidence, promosi, process, dan people. Sehingga membentuk sikap
kepada konsumen untuk mengolah setiap informasi dan mengambil
kesimpulan berupa respons terhadap produk apa yang akan dibeli
Menurut Kotler dan Keller (2016:194) mengatakan keputusan
pembelian merupakan bagian dari perilaku konsumen yaitu studi tentang
bagaimana organisasi, kelompok, serta individu memilih, membeli,
menggunakan, serta bagaimana barang, jasa, ide dan pengalaman untuk
memuaskan kebutuhan juga keinginan konsumen.
Sedangkan menurut Tjiptono (2015:21) mengemukakan keputusan
pembelian konsumen ialah sebuah proses dimana konsumen mengenal
masalahnya, serta mencari informasi mengenai produk dan merek tertentu.

Indikator Ulasan Konsumen Daring


Menurut Lackermair & dkk, 2013. Ada beberapa indikator online
customer review, yaitu :
a. Kesadaran (Awareness), konsumen sadar akan pandangan dan
penilaian kembali serta menggunakan informasi secara sengaja dalam
proses pemilihan mereka
b. Frekuensi (Frequency), pembeli online atau konsumen sering sekali
menggunakan ulasan sebagai sumber informasi untuk mereka
c. Perbandingan (Comparison), hal ini dilakukan jika konsumen
membaca ulasan dengan cermat dan membandingkannya dengan
pendapat pengguna lain
d. Pengaruh (Effect), ulasan atau review dapat dianggap sangat penting
jika hal tersebut mempengaruh konsumen untuk memilih dan membeli
produk tersebut

Pengertian Ulasan Konsumen Daring


Ulasan Konsumen daring ialah salah satu bentuk Word of Mouth
Communication pada penjualan online (Filieri, 2014), dimana calon
pembeli mendapatkan informasi tentang produk dari konsumen yang telah
mendapatkan manfaat dari produk yang mau dibeli. Setelah konsumen
mengetahui hal tersebut, konsumen lebih mudah dalam mencari
perbandingan dengan produk sejenis yang dijual pada market place lain,
hal ini dikarenakan penggunaan yang pesat pada digital marketing yang
membuat konsumen merasa untung karena konsumen tidak harus
mengunjungi penjual yang berbeda secara langsung (Yasmin et al, 2015).

Indikator Persepsi Harga


Menurut Kotler dan Amstrong (2016) indikator persepsi harga
dalam sudut pandang konsumen, yaitu :
a. Keterjangkauan harga, sebelum melakukan pembelian konsumen
tentunya akan mencari produk yang terjangkau, seperti harga yang
terjangkau. harga yang terjangkau adalah harga yang sangat
diharapkan oleh banyak konsumen
b. Kesesuaian harga dan kualitas produk, kebanyakan dari konsumen
tidak mempermasalahkan apakah harus membeli dengan harga yang
relatif lebih mahal asal kualitas produk tersebut baik. Tetapi konsumen
akan tetap lebih memilih produk dengan harga yang murah dan
kualitas yang bagus.
c. Kesesuaian harga dengan manfaat, konsumen disini akan
membandingkan dari manfaat yang ditawarkan oleh produk. Apakah
sesuai dengan harga yang dikeluarkan untuk mendapatkan produk
tersebut seimbang dengan keuntungan yang diperoleh maka konsumen
akan tertarik untuk membeli. Tetapi Ketika konsumen menganggap
bahwa uang yang dikeluarkan lebih besar daripada manfaat yang
didapat dari produk tersebut, konsumen akan mengira bahwa produk
tersebut mahal dan konsumen akan berpikir lagi untuk membeli.
d. Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga, biasanya konsumen
akan membandingkan harga dari setiap pilihan yang tersedia dan
konsumen akan memilih lalu kemudian mempertimbangkan pada saat
akan membeli produk tersebut apakah harga yang diberikan lebih
rendah atau lebih mahal dari harga yang ditawarkan oleh pesaing.

Pengertian Persepsi Harga


Menurut Samsul Ramli (2014), pengertian persepsi harga adalah
nilai relatif yang dimiliki oleh suatu produk. Nilai tersebut bukanlah
indikator pasti yang menunjukkan besarnya sumber daya yang dibutuhkan
untuk menghasilkan produk.
Menurut Rangkuti (2015), persepsi harga adalah bagaimana cara
konsumen melihat harga sebagai harga yang tinggi, rendah dan adil.
Menurut Kotler dan Keller (2016), persepsi harga adalah bagaimana
konsumen memandang harga yang diberikan oleh perusahaan dan menilai
apakah harga yang ditetapkan perusahaan sudah sesuai dengan manfaat
maupun sesuai dengan produk yang dijual

Tujuan Manajemen Pemasaran


Tujuan manajemen pemasaran menurut Indrasari (2019:10-12) yang
menjelaskan beberapa point, yaitu sebagai berikut :
a. Menciptakan permintaan atau demand
Tujuan pertama manajemen pemasaran ialah untuk menciptakan
permintaan melalui berbagai cara, membuat cara terencana untuk
mengetahui preferensi dan selera konsumen terhadap barang atau jasa
yang di produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
b. Kepuasan pelanggan
Manajer pemasaran harus mengetahui permintaan pelanggan sebelum
menawarkan barang atau jasa apapun kepada mereka. Yang perlu
dipelajari ialah menjual barang atau jasa tidak sepenting kepuasan pelanggan yang didapatkan. Pemasaran modern saat ini sangat
berorientasi pada pelanggan, dimulai serta diakhiri dengan pelanggan.
c. Pangsa pasar atau market share
Memiliki tujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya, yaitu rasio
penjualannya terhadap total penjualan dalam perekonomian.
Contohnya, Tokopedia dan Shopee saling bersaing untuk
meningkatkan pangsa pasar mereka. Untuk itu, mereka telah membuat
iklan inovatif, pengemasan inovatif, kegiatan promosi penjualan, dan
lain sebagainya
d. Peningkatan keuntungan
Keuntungan yang cukup harus diperoleh sebagai hasil dari penjualan
produk yang memuaskan. Jika perusahaan tidak menghasilkan laba,
maka tidak akan mampu bertahan. Selain itu laba juga diperlukan
untuk pertumbuhan serta diversifikasi perusahaan.
e. Pencitraan yang baik di mata publik
Untuk membangun citra yang baik di mata publik itu adalah tujuan
manajemen pemasaran lainnya. Jika produk yang ditawarkan kepada
pelanggan berkualitas dan dengan harga yang wajar, tentunya akan
menciptakan citra yang baik pada konsumen
f. Menciptakan konsumen baru
Suatu bisnis dibangun untuk menjual produk atau layanan kepada
konsumen. Oleh karena itu, konsumen adalah dasar dari sebuah bisnis,
konsumenlah yang memberikan pendapatan kepada bisnis serta
menentukan apa saja yang akan dijual. Menciptakan konsumen baru
berarti mengeksplorasi dan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan
secara lebih luas. Jika suatu bisnis ingin berkembang dan bertahan,
menciptakan konsumen baru adalah hal yang sangat penting, karena
harus menganalisis serta memahami keinginan konsumen
g. Memuaskan konsumen
Menciptakan konsumen baru tentu saja tidak cukup, bisnis harus
mengembangkan dan mendistribusikan produk dan layanan yang
memenuhi ekspektasi konsumen untuk memberikan kepuasan bagi
mereka. Jika konsumen tidak puas, bisnis tidak akan dapat
menghasilkan pendapatan untuk memenuhi biaya dan untuk
mendapatkan pengendalian modal yang wajar. Konsumen yang puas
bukan berarti hanya membeli produk karena sesuai dengan kebutuhan
mereka, mereka juga akan melakukan rekomendasi kepada orang-
orang tedekatnya. Ini berarti produk dan pelayanan yang dihasilkan
akan lebih dikenal oleh banyak orang

Manajemen Pemasaran


Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan,
dan pengendalian terhadap program yang dirancang untuk menciptakan,
membangun, dan mempertahankan pertukaran dan hubungan yang menguntungkan bersama pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai
tujuan organisasi.
Menurut Kotler dan Keller (2017:6), Manajemen Pemasaran ialah
pasar sasaran untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan
konsumen dengan menciptakan serta memberrikan kualitas penjualan yang
baik
Menurut Assauri (2018:12), Manajemen Pemasaran ialah kegiatan
yang menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan
perusahaan untuk menghasilkan keuntungan
Marketing Management is the planning, direction and control of
the entire marketing activity of a firm or division of a firm. Manajemen
pemasaran adalah merencanakan, pengarahan dan pengawasan seluruh
kegiatan pemasaran (Shultz dalam Manap, 2016:79)

Tujuan Pemasaran


Menurut Gronroos dalam Tjiptono (2015:20) tujuan dari pemasaran
adalah untuk menjalin, mengembangkan dan menjalin hubungan dengan
pelanggan untuk jangka waktu yang panjang dengan sedemikian rupa
sehingga masing-masing pihak dapat terpenuhi. Selain itu ada beberapa
tujuan dari pemasaran, yaitu :
a. Menyampaikan informasi (promosi) serta menawarkan produk dengan
tujuan untuk menarik konsumen agar membeli produk tersebut.
b. Menciptakan pembelian
c. Menciptakan pembelian ulang, apabila konsumen puas maka akan
tercipta pembelian ulang yang akan menjadikan konsumen sebagai
pelanggan setia.
d. Menciptakan tenaga kerja secara tidak langsung, dalam memasarkan
harga serta jasa secara tidak langsung juga akan tercipta tenaga kerja

Konsep Pemasaran


Menurut Kotler dan Amstrong (dalam Priansa, 2017:8), Terdapat
lima konsep pemasaran yang sering dijadikan rujukan oleh perusahaan
untuk melakukan kegiatan pemasarannya, yaitu :
a. Produksi
Konsep produksi adalah konsep bisnis pertama yang dimana
konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas
dengan harga yang terjangkau
b. Produk
Konsumen akan menyukai produk yang menawarkan banyak
kelebihan. Konsep ini menunjukkan bahwa konsumen sangat
berpengaruh dalam menciptakan suatu produk
c. Penjualan
Konsumen dan perusahaan bisnis jika tidak benar dalam melakukan
penjualan maka, konsumen pada umumnya akan menunjukkan
penolakan untuk membeli
d. Pemasaran
Dalam konsep ini menjelaskan bahwa kunci untuk mencapai sasaran
organisasi adalah perusahaan harus lebih efektif dalam menciptakan,
menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai konsumen kepada
sasaran pasar yang dipilih.
e. Pemasaran Berorientasi Masyarakat
Konsep yang terakhir masyarakat menegaskan bahwa tugas organisasi
dalam menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar
sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih
efektif dan efisien. Konsep yang diterapkan ke masyarakat merupakan
suatu tugas perusahaan yang berhubungan dengan penentu kebutuhan,
keinginan, dan sasaran pasar yang mampu memberikan kepuasan yang
lebih dibandingkan dengan pesaing dalam meningkatkan serta
melindungi kepentingan konsumen

Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang membuat
individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta
inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk atau nilai
dengan orang lain. Pengertian diatas mengandung arti bahwa setiap
individu pertama kali harus merumuskan kebutuhan dan keinginan, baru
kemudian mengadakan hubungan dengan pihak lain agar kebutuhan dan
keinginan terpuaskan
Menurut Laksana (2019:1), Pemasaran ialah bertemunya penjual
dan pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa.
Sehingga pengertian pasar bukan lagi merujuk kepada suatu tempat tapi
lebih kepada aktifitas atau kegiatan bertemunya penjual dan pembeli
dalam menawarkan suatu produk kepada konsumen.
Menurut Kotler dan Keller (2016:26), Pemasaran ialah tentang
mengidentifikasi dan bertemu kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu
definisi terbaik dari pemasaran adalah pertemuan yang membutuhkan
secara menguntungkan.
Menurut Tjiptono dan Diana (2020:3), Pemasaran ialah proses
menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga
barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang
memuaskan dengan para konsumen dan untuk membangun serta
mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangku kepentingan
dalam lingkungan yang dinamis
Menurut Limakrisna dan Purba (2017:4), Pemasaran ialah salah
satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan
nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri adalah menentukan harga barang
8
dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi,
pemasaran, dan konsumsi.
Menurut Hery (2019:3), Pemasaran berhubungan erat dengan
mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan orang dan masyarakat. Salah
satu dari definisi pemasaran terpendek adalah memenuhi kebutuhan secara
menguntungkan. Dengan kecerdasan pemasaran, kebutuhan pribadi atau
sosial diubah menjadi peluang bisnis yang mampu menghasilkan laba.
Menurut Sunyoto (2019:19), pemasaran ialah kegiatan manusia
yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan
melalui proses pertukaran dan pihak yang berkepentingan dengan
perusahaan

Pengertian Pemasaran


Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang membuat
individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta
inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk atau nilai
dengan orang lain. Pengertian diatas mengandung arti bahwa setiap
individu pertama kali harus merumuskan kebutuhan dan keinginan, baru
kemudian mengadakan hubungan dengan pihak lain agar kebutuhan dan
keinginan terpuaskan
Menurut Laksana (2019:1), Pemasaran ialah bertemunya penjual
dan pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa.
Sehingga pengertian pasar bukan lagi merujuk kepada suatu tempat tapi
lebih kepada aktifitas atau kegiatan bertemunya penjual dan pembeli
dalam menawarkan suatu produk kepada konsumen.
Menurut Kotler dan Keller (2016:26), Pemasaran ialah tentang
mengidentifikasi dan bertemu kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu
definisi terbaik dari pemasaran adalah pertemuan yang membutuhkan
secara menguntungkan.
Menurut Tjiptono dan Diana (2020:3), Pemasaran ialah proses
menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga
barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang
memuaskan dengan para konsumen dan untuk membangun serta
mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangku kepentingan
dalam lingkungan yang dinamis
Menurut Limakrisna dan Purba (2017:4), Pemasaran ialah salah
satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan
nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri adalah menentukan harga barang
dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi,
pemasaran, dan konsumsi.
Menurut Hery (2019:3), Pemasaran berhubungan erat dengan
mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan orang dan masyarakat. Salah
satu dari definisi pemasaran terpendek adalah memenuhi kebutuhan secara
menguntungkan. Dengan kecerdasan pemasaran, kebutuhan pribadi atau
sosial diubah menjadi peluang bisnis yang mampu menghasilkan laba.
Menurut Sunyoto (2019:19), pemasaran ialah kegiatan manusia
yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan
melalui proses pertukaran dan pihak yang berkepentingan dengan
perusahaan

Fungsi Perantara (Intermediaries)


Fungsi perantara merupakan fungsi pemasaran yang ketiga, dimana
devisi pemasaran memiliki peran penting dalam penyampaian infromasi
produk dari produsen kepada konsumen hingga pada proses transaksi
pembelian produk berhasil dilakukan oleh konsumen yang tentunya selalu
memperhatikan nilai atau tingkat kepuasan konsumen sehingga dilain waktu
konsumen akan membeli produk itu kembali dan menggunakannya secara
terus menerus. terdapat fungsi tambahan yang mendukung fungsi perantara,
yaitu:

  • Informasi pasar (informasi mengenai harga dan sumber-sumber
    penawaran)
  • Penanggungan risiko (Pengusaha menanggung risiko sepanjang
    saluran pemasaran)
  • Standardisasi dan grading (Menentukan standar produk dan
    klasifikasi produk)
  • Pembiayaan (Pemasaran modern memerlukan modal (uang), kredit,
    dan lain sebagai

Fungsi Penyimpanan dan Pendistribusian (Storage and Distribution)


Penyimpanan dan pendistribusian merupakan fungsi pemasaran yang
kedua, dimana produk – produk yang telah di hasilkan oleh produsen perlu
untuk di simpan dalam waktu tertentu dan kemudian di distribusikan kepada
para agen – agen atau bahkan langsung kepada para konsumen, sehingga
waktu dan tempat merupakan hal penting untuk lebih di perhatikan. Fungsi
yang kedua ini meliputi :

  • Pemrosesan (Produk di proses (pengolahan dan pengemasan) untuk
    siap di jual kepada konsumen)
  • Penyimpanan atau Penggudangan ( Menyimpan produk yang telah jadi
    sampai pada saat siap untuk di salurkan kepada konsumen
  • Penganggkutan dan Distribusi (Pemindahan produk dari produsen
    kepada agen – agen atau langsung ke konsumen akhir)

Jenis – Jenis Pemasaran


Setelah di pahami alangkah baiknya pemahaman kita tentang pemasaran
(Marketing) tersebut dilengkapi dengan pemahaman fungsi_fungsi dari pemasaran
yang fundamental (dasar). Karna pemasaran itu sendiri meupakan aktifitas yang
kompleks dalam usaha untuk menyampaikan informasi produk atau layanan jasa,
penawaran dan negosiasi, penyaluran produk kepada konsumen, yang di lakukan oleh
suatu institusi atau badan usaha secara sistematis dan terencana, maka tentunya
terdapat fungsi – fungsi yang mendukung suatu konsep dalam pemasaran. Adapun
fungsi – fungsi pemasaran adalah sebagai berikut:

  1. Fungsi Pertukaran (Exchange)
    Produk yang telah di hasilkan oleh produsen haruslah terjual sekurang
  • kurangnya satu kali dalam proses pemasaran. Dalam fungsi pemasaran akan
    melibatkan beberapa kegitan yang meliputi pengangkutan dan pengalihan hak
    milik dari satu pihak kepada pihak lain yang ada di dalam sistem pemasaran
    tersebut.Dalam fungsi pertukaran, terdapat dua fungsi lain yang mendukung
    fungsi pertukaran, fungsinya :
    Fungsi Penjualan
    Esensi dari fungsi penjualan adalah mempertemukan penjual dan
    pembeli (permintaan dan penawaran) baik itu secara langsung maupun tidak
    langsung dengan melaui perantara seperti para agen, sales, dan
    lainsebagainya.Adapun fungsi tambahan dalam esensi fungsi penjualan adalah
    sebagai berikut:
  • Perencanaan dan pengembangan produk.
  • Mencari kontak (membuat kontak dengan para pembeli).
  • Menciptakan permintaan (Mendorong para pembeli membeli produk).
  • Melakukan negosiasi (Syarat serta kondisi penjualan harus
    dirundingkan).
  • Melakukan kontak (persetujuan akhir penjualan).
    Fungsi Pembelian
    Esensi dari fungsi pembelian yaitu seluruh aktifitas atau hal
    yang penting untuk di perhatikan dalam rangka mendapatkan produk
    atau layanan jasa yang sesuai dengan kriteria baik itu kualitas maupun
    kuantitas seperti yang di inginkan konsumen.Kemudian mengusahakan
    produk yang sesuai kriteria tersebut siap dipergunakan pada waktu,
    kondisi, dan tempat tertentu dengan harga yang kompetitif. Selain itu,
    terdapat fungsi tambahan yang mendukung fungsi pembelian, yaitu :
  • Perencanaan (Menentukan kritenia produk atau jasa)
  • Mencari kontak (Mencari penjual produk sesuai kriteria)
  • Assembling (Pengumpulan produk – produk)
  • Negosiasi (Syarat serta kondisi pembelian harus dirundingkan)
  • Kontak (kontrak jual beli dan perpindahan hak milik

Manfaat Pemasaran


Form, Place, Time, Informasi and Utility
Keempat tujuan diatas dapat tercapai apabila pemasaran memberikan konstribusi atau
manfaat. Agar keempat tujuan diatas tercapai, pemasaran harus memberikan manfaat
seperti dibawah ini:

  1. Kegunaan bentuk (form utility)
    Pada intinya, pemasaran bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
    individu, dan organisasi dengan cara menciptakan dan mempertukarkan nilai
    satu sama lain. Contohnya: kayu menjadi meja. Pemasaran mendorong
    terjadinya perubahan bentuk dari bahan baku maupun komponen menjadi
    barang jadi.
  2. Kegunaan tempat (place utility)
    Kegunaan ini diperoleh konsumen karena dengan pemasaran, produk dibuat
    pada tempat yang dapat didatangi.
  3. Kegunaan waktu (time utility)
    Ini berkaitan bahwa dengan kenyatan bahwa konsumen dapat memperoleh
    produk pada saat yang diinginkan.
  4. Kegunaan informasi (informasi utlity)
    Pemasaran melakukan promosi untuk menginformasikan produk kepada
    konsumen, membujuk konsumen agar membeli dan mengingatkan konsumen
    agar tidak melupakan produknya.Dalam tugas menginformasikan tersebut,
    konsumen memperoleh manfaat berupa pengetahuan mengenai produk
    maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan produk. Contohnya: iklan susu
    anlen. Dalam iklan tersebut disebutkan bahwa tulang akan semakin kropos
    sejalan dengan bertambahnya usia. Dari iklan tersebut diperoleh dua
    informasi, yakni efek negatif yang terjadi pada tulang bersamaan dengan
    semakin bertambahnya usia dan sesuatu yang dapat mencegah efek negatif
    tersebut.
  5. Kegunaan kepemilikan(possession utility)
    Kegunaan ini terjadi pada saat konsumen membeli produk dan kepemilikan
    dialihkan dari penjual kepada konsumen.

Pengertian Pemasaran


Marketing berasal dari kata market yang berarti pasar. Pasar adalah tempat
orang melakukan pertukaran, dikarenakan adanya demand yang didukung dengan
daya beli, dan juga adanya needs and wants yang berbeda-beda. Marketing berarti
memasarkan, yaitu upaya seorang manusia dalam mendapatkan apa yang diinginkan
oleh orang lain.
Pemasaran (Marketing) merupakan salah satu kunci keberhasilan bagi
perusahaan, dimana marketing bukan hanya prinsip mengenai untuk menjual saja,
tetapi bagaimana memberikan kepuasan kepada konsumen agar mendatangkan
keuntung bagi perusahaan. Dalam konteks perusahaan, marketing secara hanafiah
dapat diartikan sebagai upaya perusahaan dalam mendapatkan keuntungan, kepuasan
konsumen, atau loyalitas konsumen dengan cara memberikan apa yang diinginkan
oleh konsumen.
Menurut Kotler dan Keller (2016:27) Pemasaran adalah kegiatan mengatur
lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan
bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat
pada umumnya.
Menurut American Marketing Society dalam buku Kotler dan Keller (2016:27)
Pemasaran adalah proses sosial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa
yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan freering, dan
bebas bertukar produk dan jasa dari nilai dengan lain

Dimensi Keberhasilan Usaha


Samir (2005: 33) dalam (Nugraha, 2013) mengemukakan bahwa
indikator dalam mengukur keberhasilan usaha atau kinerja organisasi,
yaitu sebagai berikut :

  1. Produktivitas, yang diukur melalui perubahan output kepada
    perubahan di semua faktor input (modal dan tenaga kerja).
  2. Perubahan di tingkat kepegawaian (output, teknologi, cadangan
    modal, mekanisme penyesuaian, dan pengaruh terhadap perubahan
    status).
  3. Rasio finansial (mengurangi biaya pegawai dan meningkatkan nilai
    tambah pegawai).
    Beberapa indikator dalam menentukan keberhasilan usaha
    menurut Henry Faizal Noor (2007: 397) dalam (Nugraha, 2013) adalah
    sebagai berikut :
  4. (Laba/Profitability) Laba merupakan tujuan utama dari bisnis.
    Laba usaha adalah selisih antara pendapatan dengan biaya.
  5. Produktivitas dan Efisiensi Besar kecilnya produktivitas suatu
    usaha akan menentukan besar kecilnya produksi. Hal ini akan
    mempengaruhi besar kecilnya penjualan dan pada akhirnya
    menentukan besar kecilnya pendapatan, sehingga mempengaruhi
    besar kecilnya laba yang diperoleh

Faktor faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha


Menurut Suryana (2014: 67) Keberhasilan seorang wirausaha
ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:

  1. Kemampuan dan kemauan.
    Orang yang tidak memiliki kemampuan tetapi banyak kemauan
    dan orang yang memiliki kemauan tetapi tidak memiliki
    kemampuan, keduanya tidak akan menjadi wirausaha yang sukses.
  2. Tekad yang kuat dan kerja keras.
    Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat, tetapi mau bekerja
    keras dan orang yang suka bekerja keras tetapi tidak memiliki
    tekad yang kuat, keduanya tidak akan menjadi wirausaha yang
    sukses.
  3. Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada
    kesempatan

Keberhasilan Usaha


Hendro (2013) mengatakan bahwa enterpreneur yang sukses
merupakan entrepreneur yang bisa bertahan dalam keterbatasanya,
memanfaatkan serta menaikan kemampuan untuk memasarkan (tak
hanya menjual) peluang tersebut dengan baik serta terus menciptakan
reputasi yang membuat perusahaan itu berkembang

Mulut ke Mulut (Word of Mouth)


Mulut ke Mulut (Word of Mouth) Menurut Wulandari, et.al
dalam Atmariani Artanti, Hendri Hermawan Adinugraha (2021),
menyatakan bahwa pemasaran dari mulut ke mulut atau Word Of
Mouth (WOM) merupakan usaha strategi pemasaran dari konsumen
untuk mempromosikan, merekomendasikan produk, membicarakan
produk, dan menjual produk/jasa yang telah kita coba kepada
konsumen lainnya. Hal tersebut dilakukan karena membuat masyarakat
menjadi penasaran terhadap produk atau jasa yang direkomendasikan.
Semakin kita membicarakan produk atau jasa tersebut semakin
meningkat rasa ingin tahunya. Jadi masyarakat menjadi ketagihan dan
pembelian yang berulang akan terjadi terus menerus

Kualitas Pelayanan


Dengan adanya perkembangan akan membuat persaingan
perusahaan semakin ketat, dan adapula cara buat mampu
mempertahankan dan menerima sebuah pelanggan. menggunakan
memenangkan persaingan usaha yang ketat maka produk sebab
pelayanan yang berkualitas. berdasarkan Tjiptono (2016: 59), kualitas
pelayanan yaitu adanya sebuah tingkatan yang baik dan sahih supaya
bisa mencapai keunggulan buat mampu memenuhi atau kebutuhan
konsumen. Berdasarkan Parasuraman (2011: 198), kualitas pelayanan
mempunyai 5 aspek primer, sebagai berikut :

  1. Reabilitas (reliability)
    Hal ini mengacu pada kemampuan perusahaan buat menyediakan
    layanan yang akurat sejak awal serta menyampaikan layanan sesuai
    dengan waktu Yang disepakati.
  2. Daya tanggap (Responsiveness)
    Ini mengacu pada kemauan dan kemampuan karyawan buat
    membantu pelanggan serta menanggapi permintaan mereka, akan
    memberi tahu waktu layanan tersedia, dan lalu akan segera
    menyampaikan layanan.
  3. Jaminan sikap (Assurance)
    Perilaku yang dapat meningkatkan agama konsumen terhadap
    perusahaan serta perusahaan dapat membentuk rasa safety bagi
    konsumen. Keamanan pula berarti bahwa karyawan selalu sopan
    dan memiliki mampu adanya pelayanan yang berkualitas supaya
    pelanggan tertarik untuk membeli pengetahuan dan keterampilan
    yang diharapkan untuk menanggapi pertanyaan dan kekhawatiran
    pelanggan.
  4. Empati (Empathy)
    Bahwa perusahaan memahami persoalan pelanggan, bertindak buat
    kepentingan konsumen, merawat konsumen secara pribadi, dan
    mempunyai jam kerja yang nyaman.
  5. Bukti Fisik (Tangible)
    Daya tarik alat-alat fisik, peralatan perusahaan dan material yang
    bersih, dan penampilan karyawan yang terpelihara dengan baik.
    berdasarkan kelima aspek kualitas layanan tersebut, ini bisa
    disimpulkan bahwa bisa dipergunakan buat mengukur serta tahu
    kepuasan pelanggan sesuai 5 aspek kualitas layanan serta, sebagai
    hasilnya, buat menaikkan kualitas layanan bagi pelanggan pertama
    kali dan mereka yang berulang kali memakai layanan ini.

Faktor yang Mempengaruhi Pemasaran Langsung


Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam menerapkan strategi
pemasaran langsung yaitu :

  1. Cara Pemasaran Produk
    Cara pemasaran produk akan mempengaruhi keberhasilan dari
    pemasaran langsung itu sendiri. Cara yang digunakan seperti tatap
    muka dengan pelanggan, menggunakan suara (telemarketing), direct
    mail, memanfaatkan platform media sosial dan e-commerce
    menentukan keberhasilan pemasaran yang dilakukan
  2. Pemilihan sasaran Market
    Penjual wajib mempunyai sasaran market yang kentara agar
    pemasaran langsung yang dilakukan bisa berhasil. memiliki target
    market yang kentara dan spesifik akan membuat penjual lebih mudah
    dalam membentuk konsep promosi dan marketing plan produknya.
  3. Produk Harus “Dekat” dengan Target Market
    Dalam pemasaran langsung, produk juga harus mudah diingat dan
    ditemukan oleh target market. Penjual harus membuat kampanye
    yang unik, desain yang sulit dilupakan dan mempersiapkan jalur
    distribusi yang cepat dalam penjualan produk ke pelanggan.
  4. Cara Penyampaian Informasi
    Cara penyampaian informasi juga ialah faktor yang sangat krusial
    pada pemasaran eksklusif. isu yang disampaikan pada pelanggan
    harus jelas, terukur tetapi tidak berlebihan. dalam melakukan
    pemasaran, penjual harus menguasai produk yang dijual dan
    menggunakan kalimat yang bisa menarik perhatian pelanggan

Bauran Pemasaran


Suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus efisien
menjalankan konsep pemasaran agar keuntugan yang diharapkan dapat
terealisasi dengan baik. Ini mengindikasikan bahwa aktivitas pemasaran
pada perusahaan harus dikoordinasi serta dikelola dengan cara yang
labih baik.
Bauran pemasaran sering dilakukan oleh pengusaha untuk
menentukan seni manajemen Harga, promosi yang dibuat semenarik
mungkin dengan memanfaatkan teknologi masa sekarang buat memikat
pelanggan sehingga pelanggan merasa tertarik untuk membeli atau
memakai jasa yang telah ditawarkan oleh pengusaha. Dengan demikian
pengusaha mendapatkan pelanggan dan untung yang diharapkan untukt
mengembangkan usahanya.berdasarkan Kotler serta Armstrong
(2012:75), Bauran pemasaran ialah perpaduan alat taktis, yang terkendali
(produk, harga, tempat, dan kenaikan pangkat) yang dipadukan
perusahaan untuk membentuk respon yang diinginkannya di pasar
sasaran.
Menurut Sofjan Assauri (2013:12), bauran pemasaran (Marketing
Mix) yaitu sebuah kegiatan atau serangkain variabel untuk membentuk
dari inti sebuah sistem pemasaran, dan juga bisa dikendalikan untuk
mempengaruhi reaksi seorang konsumen atau pembeli.
Menurut Kotler dan Amstrong (2016) mendifinisikan bauran
pemasaran ialah “Marketingmix is the set of tactical marketing tools that
the firm blends to produce the response it wants in the sasaran market”.
(Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis yang dapat
dipadukan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar
sasaran).
Bauran pemasaran menurut Kotler dan Armstrong (2014) dibagi
menjadi beberapa veriabel yang sesuai dengan unsur-unsur dan
pengertiannya masing-masing, digolongkan menjadi 4 yaitu :

  1. Produk (Product)
  2. Harga (Price)
  3. Promosi (Promotation)
  4. Tempat (Place)
  5. Partisipan (people)
  6. Proses (Process)
  7. Bukti Fisik (Physical Evidence)

Pengaruh bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Pembelian


Pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap keputusan pembelian konsumen
yang didefinisikan Menurut Basu Swastha (2008:78), Marketing mix adalah
kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan
sistem distribusi.
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:75), Bauran pemasaran merupakan
seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus
mencapai tujuan perusahaannya di pasar sasaran.
Zeithaml (2006:29) yang dialihbahasakan oleh M. Yazid menyatakan
keterkaitan elemen-elemen bauran pemasaran dengan keputusan pembelian
sebagai berikut :
Elemen-elemen bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi,
bukti fisik, dan proses merupakan elemen-elemen yang dapat dikontrol oleh
perusahaan, yang ditujukan untuk memuaskan keinginan dan berkomunikasi
dengan pelanggan. Dengan begitu, elemen –elemen bauran pemasatan tersebut akan
mempengaruhi bagaimana pelanggan mengambil tindakan untuk memenuhi
keinginan melalui tahapan dalam proses pembuatan keputusan.
Selanjutnya bauran pemasaran dalam kaitannya dengan keputusan
konsumen yang akhirnya berpengaruh terhadap penjualan menurut Basu Swastha
dan Ibnu Sukotjo (2002:183) sebagai berikut :
“Bahwa penjualan merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena
menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju. Fungsi
penjualan merupakan sumber pendapatan yang diperlukan untuk menutupi ongkos-
ongkos dengan harapan untuk mendapatkan laba. Jika barang-barang diproduksi
atau dibeli untuk dijual, maka harus diusahakan sejauh mungkin agara barang
tersebut dapat terjual. Oleh karena itu perlu adanya berbagai macam cara untuk
memajukan penjualan, dianataranya dengan mengatur bauran pemasaran”.

Keputusan Pembelian


Konsumen mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena
kelangsungan hidup suatu perusahaan ditentukan oleh konsumen. Apabila sebuah
perusahaan memiliki jumlah konsumen yang melakukan pembelian memiliki nilai
yang besar maka kemajuan perusahaan tersebut akan semakin pesat. Beberapa hal
yang diperhatikan atau dipelajari apa yang mereka beli, mengapa mereka membeli,
bagaimana mereka membeli, kapan mereka membeli, dimana mereka membeli dan
seberapa sering mereka membeli.
Proses keputusan konsumen bukanlah berakhir dengan pembelian, namun
berlanjut hingga pembelian tersebut menjadi pengalaman bagi konsumen dalam
menggunakan produk yang dibeli tersebut. Pengalaman itu akan menjadi bahan
pertimbangan untuk pengambilan keputusan pembelian di masa depan (Ma’ruf,
2005:14).

Manajemen Pemasaran


Manajemen pemasaran artinya suatu usaha buat merencanakan,
mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan,
mengarahkan, mengkoordinir) dan mengawasi atau mengendalikan
aktivitas pemasaran di suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi
secaraefesien serta efektif. Pada fungsi manajemen pemasaran ada
aktivitas menganalisis yaitu analisis yang dilakukan buat mengetahui
pasar serta lingkungan pemasarannya, menjadi akibatnya bisa diperoleh
seberapa besar peluang untuk merebut pasar serta seberapa besar
ancaman yang harus dihadapi.
Menurut Kotler dan Amstrong (dalam Priansa, 2017:4)
menjelaskan manajemen pemasaran yaitu suatu upaya manusia untuk
mencapai hasil pertukaran yang diinginkan dan membangun hubungan
yang erat dengan konsumen dengan cara yang menguntungkan bagi
perusahaan.
Definisi pemasaran menurut Kotler dan Keller (2016:27)
marketing is a social process by which individuals and groups obtain
what they need and want though creating, offering and freely
exchanging products abd service of value with others, artinya adalah
pemasaran merupakan sebuah proses kemasyarakatan dimana individu
dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan ingin
menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk
dan jasa yang bernilai dengan orang lain.
Menurut Anssauri (2013:12), Manajemen pemasaran artinya
aktivitas menganalisis, merencanakan, melaksanakan dan
mengendalikan program-program yang disusun dalam pembentukan,
pembangunan, serta pemeliharaan keuntungan dari pertukaran/ transaksi
melalui sasaran pasar dengan harapan buat mencapai tujuan organisasi
perusahaan di jangka panjang

Komponen Bauran Pemasaran


Adapun pengertian yang dijadikan indikator dari bauran pemasaran (4P)
menurut Basu Swastha dan Irawan (2005:449) adalah sebagai berikut:

  1. Produk
    Produk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diaraba
    maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, prestise
    perusahaan dan pngecer, pelayanan perusahaan dan pengecer,
    ynag diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau
    kebutuhannya.
  2. Harga
    Harga adalah sejumlah uang (ditambah produk kalau mungkin)
    yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
    produk berserta pelayanannya.
  3. Promosi
    Promosi adalah arus informasi persuai satu arah yang dibuat
    untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan
    yang menciptakan pertukaran dalm pemasaran.
  4. Tempat/distribusi
    Terdiri dari seperangkat lembaga yang digunakan untuk
    menyalurkan produk dan status kepemilikannya dari produsen ke
    konsumen.
    Menurut Fandy Tjiptono (2005:31) dalam Danang Sunyoto merumuskan
    bauran pemasaran jasa menjadi 8P (Product, Price, Promotion, Place, People,
    Process, dan Physical Evidence, Customer Service).
  5. Product
    Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan
    untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan
    keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik
    yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada
    pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan dan keingina
    tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar
    untuk diperhatikan, diperoleh, dan digunakan atau dikonsumsi
    untuk dapat memnuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik,
    jasa, orang, organisasi dan ide)
  6. Price
    Bauran harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis
    seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan
    tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan.
    Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan
    seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan
    hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.
  7. Promotion
    Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu iklan, promosi
    penjualan, penjualan tatap muka, dan hubungan masyarakat.
    Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh
    perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.
  8. Place
    Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses
    terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk
    tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang
    memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh
    suatu produk.
  9. People
    Bagi sebagian besar jasa, orang merupakan unsur vital dalam
    bauran pemasaran. Dalam industry jasa, setiap orang merupakan
    part-time marketer yang tindakan dan perilakunya memiliki
    dampak langsung pada output yang diterima pelanggan. Oleh
    sebab itu, setiap organisasi jasa (terutama yang tingkat kontaknya
    dengan pelanggan tinggi) harus secara jelas menentukan apa yang
    diharapkan dari setiap karyawan dalam interaksinya dengan
    pelanggan.
  10. Process
    Proses produksi atau operasi merupakan faktor penting bagi
    konsumen high-contact service, yang kerapkali juga berperan
    sebagai co-producer jasa bersangkutan. Pelanggan restoran
    misalnya, sangat terpengaruh oleh cara para staf melayani mereka
    dan lamanya menunggu selama proses produksi.
  11. Physical Evidence
    Karakteristik intangible pada jasa menyebabkan pelanggan
    potensial tidak bias menilai suatu jasa sebelum mengkonsumsinya.
    Salah satu unsur penting dalam bauran pemasaran adalah upaya
    mengurangi tingkat resiko tersebut dengan jalan menawarkan
    bukti fisik dan karakteristik jasa.
  12. Customer Service
    Makna layanan pelanggan berbeda antar organisasi. Dalam sector
    jasa, layanan pelanggan dapat diartikan sebagai kualitas total jasa
    yang dipersepsikan oleh pelanggan. Oleh sebab itu, tanggung
    jawab atas unsur bauran pemasaran ini tidak bias diisolasi haya
    pada departemen layanan pelanggan, tetai menjadi perhatian dan
    tanggung jawab semua personil produksi, bak yag dipekerjakan
    oleh organisasi jasa maupun oleh pemasok. Manajemen kualitas
    jasa yang ditawarkan kepada pelanggan berkaitan dengan
    kebijakan desain produk dan personalia.
    McCarthy dalam Kotler dan Keller (2009:24) mengklasifikasikan
    aktivitas – aktivitas ini sebagai sarana bauran pemasaran dari empat jenis yang luas
    yang disebutnya sebagai empat P dari pemasaran: produk (product), harga (price),
    tempat penjualan (place), dan promosi (promotion)

Pengertian Bauran Pemasaran


Bauran pemasaran merupakan suatu perangkat yang akan menentukan
tingkat keberhasilan pemasaran bagi perusahaan, dan semua ini di tunjukan untuk
memberikan kepuasan kepada segmen pasar atau konsumen yang dipilih. Pada
hakekatnya bauran pemasaran (marketing mix) adalah mengelola unsur-unsur
marketing mix supaya dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
dengan tujuan dapat menghasilkan dan menjual produk dan jasa yang dapat
memberikan kepuasan pada pelanggan dan konsumen.
Kotler (2000:18) mendefinisikan bauran pemasaran adalah seperangkat
alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran di
dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran merupakan variabel-variabel terkendali
yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dari segmen
pasar tertentu yang dituju perusahaan.
Basu Swastha dan Irawan (2005:78) mengatakan bahwa “Bauran
pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan
yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, stuktur
harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi”

Pengertian Manajemen Pemasaran


Sebuah usaha akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh kegiatan
pemasaran yang tepat, namun kegiatan pemasaran tidak akan berjalan dengan baik
dan tepat apabila tidak didukung dengan adanya kegiatan manajemen pemasaran
yang baik dan tepat pula.
Philip Kotler dan Amstrong (2002:14) mengemukakan bahwa
“Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan
mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan
maksud untuk mencapai sasaran organisasi”.
Fandy Tjiptono (2002:16) mengungkapkan bahwa: Manajemen
pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi penentuan harga,
promosi dan distribusi barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran
dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.

Konsep dan Filosofi Pemasaran


Konsep pemasaran menurut Kotler dan Keller (2009:20) “Konsep
pemasaran beranggapan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi adalah
menjadi lebih efektif daripada pesaing dalam menciptakan, menghantarkan, dan
menkomunikasikan nilai pelanggan yang lebih baik kepada pasar sasaran yang
dipilih”.
Sedangkan konsep inti pemasaran menurut Kotler dan Amstrong
(2012:30) ada 5 (lima) konsep inti, yaitu:

  1. Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan (Needs, Wants and Demand)
    Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia dan harus ada
    sehingga dapat menggerakkan manusia sebagai dasar (alasan) berusaha.
    Keinginan adalah hasrat untuk memperoleh pemuas kebutuhan yang spesifik
    akan kebutuhan. Permintaan adalah keinginan akan produk tertentu yang
    didukung kemampuan dan kesediaan untuk membayar dan membeli.
  2. Penawaran Pasar-Produk, Pelayanan, dan Pengalaman (Market Offerings-
    product, Services, and Experiences)
    Penawaran pasar merupakan beberapa kombinasi dari produk, pelayanan,
    informasi, atau pengalaman yang ditawarkan kepada pasar untuk memenuhi
    kebutuhan atau keinginan mereka.
  3. Nilai Pelanggan dan Kepuasan (Customer Value and Satisfaction)
    Nilai pelanggan dilihat sebagai kombinasi antara mutu, jasa, dan harga
    (quality, service, and price) yang mencerminkan manfaat dan biaya berwujud
    dan tak berwujud bagi kosumen. Kepuasan merupakan penilaian seseorang
    dari kinerja yang dirasakan dari produk dalam hubungan dengan harapannya.
  4. Pertukaran dan Hubungan (Exchanges and Relationships)
    Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh sebuah objek yang diinginkan
    dari sesesorang dengan menawarkan suatu sebagai imbalan. Pemasaran
    terdiri dari tindakan yang diambil untuk membangun dan memelihara
    hubungan transaksi dengan target pembeli, pemasok, dan penyalur yang
    melibatkan produk, pelayanan, ide, atau benda lainnya.
  5. Pasar (Market)
    Pasar merupakan kumpulan semua pembeli sebenarnya dan potensial yang
    memiliki kebutuhan atau keinginan akan produk atau jasa tertentu yang sama,
    yang bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan
    kebutuhan dan keinginan tertentu.

Pengertian Manajemen Pemasaran


Pemasaran merupakan aktivitas penting bagi perusahaan dan merupakan
sistem keseluruhan dari kegiatan usaha. Pemasaran tidak hanya berorientasi pada
kegiatan menjual produk saja namun pemasaran memiliki tujuan yang lebih luas
yaitu untuk merencanakan produk, menentukan harga, mempromosikan, dan
menditribusikan barang atau jasa. Pemasaran merupakan ujung tombak
keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan laba melalui aktivitas penjualan
barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
Fandy Tjiptono (2002:7) memberikan definisi pemasaran adalah: “Suatu
proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran
segala sesuatu yang bernilai dengan orang atau kelompok lain.
Philip Kotler (2008:5) mengungkapkan definisi pemasaran bahwa:
“Pemasaran adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial.
Memenuhi kebutuhan dengan cara mengutungkan”.
Djaslim Saladin (2007:1) mengungkapkan bahwa “Pemasaran adalah
suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan,
menentukan harga, promosi, dan mendistribusikan barang – barang yang dapat
memuaskan keinginan dan mencapai pasar serta tujuan perusahaan”.

Analytical Hierarchy Process (AHP)


Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat dijelaskan secara sederhana
sebagai cara mudah dan fleksibel untuk mengakomodasi kreativitas dalam
pendekatan untuk memecahkan masalah. Analytical Hierarchy Process (AHP)
adalah teori pengukuran umum untuk penemuan skala rasio, dari perbandingan
berpasangan diskrit dan kontinyu. AHP menggambarkan multifaktor atau masalah
membagi multi-kriteria komplek menjadi hierarki. Hirarki didefinisikan sebagai
respresentase masalah kompleks dalam berbagai hirarki di mana level pertama
adalah taget, diikuti oleh level faktor, standar, sub-standar, dll. Disempurnakan ke
level resort terakhir. Dengan hirarki, satu masalah adalah kompleks dapat dipecah
menjadi kelompok-kelompok kemudian disusun dalam bentuk berlapis sedemikian
rupa pertanyaan akan tampil lebih terstruktur dan sistematik (Putri & Surjasa,
2018).
Untuk membuat atau menjadwalkan proses hirarki, tidak ada program tujuan,
kriteria dan kegiatan yang harus masuk dalam hirarki tersebut tetap perlu
dikembangkan sesuai dengan kompleksitas masalah yang dihadapi. Buat ide, draf,
dan daftarkan semua konsep yang relevan dengan masalah terlepas dari hubungan
atau urutan, itu dapat diperoleh melalui penelitian literatur. Jika pengguna memiliki
pemahaman yang baik tentang masalahnya, maka datanya juga bisa diabaikan.

Atribut Indikator Kinerja SCOR


Kinerja rantai pasok diukur menurut atribut indikator kinerja model SCOR.
Atribut metrik kinerja SCOR mengukur kinerja interproses SCOR (jadwalkan,
pengadaan, pembuatan, pengiriman, dan pengembalian). Penggunaan pengukuran
model ini memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan metrik standar.
Kesulitan jika ada standar pengukuran membandingkan kinerja antar organisasi
(Supply Chain Council, 2008). Atribut ukuran kinerja antar proses dalam SCOR
yaitu reliability, responsiveness, flexibility, cost, asset. Berdasarkan model SCOR
yang dikeluarkan oleh Supply Chain Council (2008), definisi indikator kinerja
utama meliputi:

  1. Reliability
    a. Delivery perfoemance (Kinerja pengiriman), yaitu jumlah produk
    produk yang diterima tepat waktu.
    b. Inventory inaccurancy (Persediaan tidak diperbolehkan), yaitu
    penyimpangan antara besaran fisik persediaan dengan catatan atau
    dokumen yang ada di gudang.
    c. Defect rate, yaitu tingkat pengiriman bahan cacat yang dikembalikan
    vendor aspek responsif.
  2. Responsiveness
    a. Waktu siklus perencanaan (planning cycle time), yaitu waktu yang
    diperlukan untuk mengembangkan jadwal produksi.
    b. Source item responsiveness, yaitu waktu yang dibutuhkan vendor jika
    variasi material bertambah, maka dapat memenuhi kebutuhan
    perusahaan permintaan dari pesanan awal.
  3. Flexibility
    a. Minimum order quanitity (kuantitas pesanan minimum), yaitu unit
    terkecil yang dapat diselesaikan vendor dalam setiap pesanan waktu
    pemesanan.
    b. Make volume flexibility (membuat volume transaksi fleksibel), yaitu
    presentase kenaikan yang memuaskan produksi dalam jangka waktu
    tertentu.
  4. Cost
    a. Defect cost (biaya cacat) yaitu biaya untuk mengganti produk yang
    cacat.
    b. Machine maintenance cost (biaya perawatan mesin) yaitu biaya
    perawatan mesin industri.
  5. Asset
    a. Payment term (jangka waktu pembayaran), yaitu perbedaan waktu rata-
    rata antara permintaan materi dan waktu dibayarkan kepada vendor.
    b. Cosh-to-cash time yaitu, saat perusahaan mengeluarkan uang
    pengadaan materail sampai perusahaan menerima pembayaran
    konsumen

Struktur Model Supply Chain Operation Reference (SCOR)


Supply Chain menurut Council (2008) menggambarkan model SCOR terdiri
dari tiga tingkat (level) meliputi level atas, level konfigurasi, elemen proses dan
implementasinya di luar lingkup model SCOR tingkatan penerapan bervariasi dari
orang ke orang perusahaan.

  1. Level puncak (tipe proses)
    Level ini mendefinisikan ruang lingkup dan konten model pecahan
  2. Level konfigurasi (kategori proses)
    Level ini adalah konfigurasi penyediaan rantai perusahaan proses inti
  3. Tingkat elemen proses (deskripsi proses)
    Tingkat ini mendefinisikan kemampuan perusahaan dapat berhasil dalam
    persaingan pasar. Level ini meliputi yaitu mendefinisikan elemen proses,
    masukan dan keluaran informasi elemen proses, atribut dan definisi
    pengukuran kinerja proses, dan definisi praktik terbaik.
  4. Rencana (plan)
    Perencanaan dan manajemen permintaan/pasokan semacam
    a. Menyeimbangkan sumber daya dan kebutuhan serta
    membangun/komunikasikan rencana di seluruh rantai pasokan,
    termasuk pengambilan proses eksekusi untuk pembelian, pembuatan,
    dan pengiriman.
    b. Manajemen aturan bisnis, kinerja rantai pasokan, pengumpulan data,
    inventaris, aset modal, transportasi, konfigurasi perencanaan,
    persyaratan peraturan, dan kepatuhan dan risiko rantai pasokan.
    c. Menyelaraskan rencana unit rantai pasokan dengan rencana keuangan.
  5. Sumber (Source)
    Cakupan dari source meliputi yaitu persediaan produk pengadaan (sourcing
    stocked), make to order, dan enginerr to order. Deskripsi aktivitas di sumber
    antara lain:
    a. Mengatur pengiriman, penerimaan, inspeksi, dan transfer produk,
    otorisadi pembayaran vendor.
    b. Mengidentifikasi dan memilih sumber pasokan.
    c. Manajemen aturan bisnis, evaluasi kinerja vendor, dan pemeliharaan
    data.
    d. Manajemen persediaan, aset modal (barang modal), produk masuk,
    jaringan vendor, persyaratan impor dan ekspor, perjanjian vendor, dan
    risiko rantai pengadaan pasokan.
  6. Buat (Make)
    Proses mengubah produk menjadi produk jadi untuk direlisasikan permintaan
    yang direncanakan. Serta beberapa aktivitas meliputi:
    a. Mengatur proses produksi, pembuatan produk, perakitan hingga
    distribusi produk akan dikirim.
    b. Aturan tata kelola, kinerja, data, barang dalam proses, peralatan dan
    fasilitas, kepatuhan terhadap transportasi, jaringan produksi, produksi
    dan risiko rantai pasokan.
  7. Kirim (Delivery)
    Terkait dengan pergudangan, pengiriman, dan pemasangan produk yang
    ditebar. Kegiatan pengiriman meliputi:
    a. Memesan dan memproses pengiriman pelanggan untuk kutipan serta
    mempersiapkan opsi pengiriman dan transportasi pengiriman.
    b. Pengelolaan gudang.
    c. Saat produk diterima dan diperiksa serta dipasang di lokasi pelanggan
    membutuhkan.
  8. Kembali (Return)
    Pengembalian bahan baku dan menerima pengembalian produk jadi
    a. Langkah-langkah pengembalian semua produk cacat diidentifikasi dari
    sumber kondisi produk, disposisi produk, otorisasi permintaan
    pengembalian produk, timeline pengiriman produk dan produk cacat
    dikembalikan kemudian dikirim otorisasi pengembalian produk,
    penerimaan program pengembalian, penerimaan produk dan dikirim
    otorisasi pengembalian produk, penerimaan program pengembalian,
    penerimaan produk dan transfer produk cacat.
    b. Mengelola pengembalian aturan bisnis kinerja, pengumpulan data,
    inventaris pengembalian, barang modal, pengiriman, konfigurasi
    jaringan, persyaratan dan kepatuhan terhdapat peraturan, penghargaan
    risiko rantai pasok

Supply Chain Operation Reference (SCOR)


Merupakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) yang dikembangkan
oleh sebuah lembaga profesional yaitu Supply Chain Council (SCC) di tahun 1996.
Model acuan berbasis proses yang sering digunakan dalam pengukuran kinerja
rantai pasok adalah model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Model
SCOR terkenal karena mampu menghubungkan business processes, performance
metrics, standard practices, dan people skills ke dalam sebuah struktur terpadu.
Menurut Pujawan (2005), model menginterasikan tiga elemen utama manajemen
yakni:

  1. Bussiness process reengineering pada dasarnya adalah menangkap proses
    yang kompleks sekarang sedang terjadi (as is) dan mendefinisikan proses
    yang diperkukan (to be).
  2. Benchmarking adalah kegiatan menangkat data kinerja operasional dari
    perusahaan sejenisnya. Tujuan internal kemudian ditentukan berdasarkan
    faktor-faktor performa terbaik di kelasnya.
  3. Process measurement digunakan untuk mengukur, mengontol dan
    meningkatkan proses rantai pasokan.
    Pengukuran kinerja dapat diukur dengan pendekatan dalam metode Supply Chain
    Operation Reference (SCOR) untuk mengetahui performansi supply chain
    (Setiawan dkk., 2020).
    SCOR diperbarui secara berkala untuk mencerminkan perubahan dalam
    proses bisnis rantai pasokan. Model SCOR terdiri dari proses rantai pasokan
    standar, atribut, dan indikator kinerja standar, praktik standar, dan keterampilan
    kerja standar. Pembaruan SCOR disusun dalam matriks, kriteria kinerja (reliability,
    responsiveness, agility, cost, manajemen aset) dan proses (plan, source, make,
    delivery, return, enable). Terlepas dari kesederhanaannya, model SCOR telah
    terbukti kuat dan berguna sebagai alat deskriptif, menganalisis, dan meningkatkan
    rantai pasokan. Dimana kinerja proses perusahaan dapat diukur secara objektif
    berdasarkan data yang diperoleh sehingga bisa melakukan evaluasi kinerja
    (Yusrianafi dkk,. 2021)

Hubungan Antara Produk, Harga, Lokasi, Promosi secara bersama Terhadap Keputusan Pembelian


Bauran pemasaran merupakan alat yang meliputi produk, harga, lokasi,
promosi. Proses tersebut salah satu alat yang digunakan perusahaan untuk mencapai
tujuan penjualan. Keempat unsur tersebut tidak bisa dipisahkan, karena unsur-unsur
tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya. Semakin baik pengaruh yang
diberikan oleh keempat unsur bauran pemasaran tersebut, maka akan semakin
meningkatkan keinginan konsumen untuk memutuskan pembelian. Hal ini
dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Roki Priyanto (2015:67) bauran
pemasaran yang terdiri dari produk, harga, lokasi serta promosi berpengaruh positif
dan signifikan terhadap keputusan pembelian

Hubungan Antara Harga Terhadap Keputusan Pembelian


Menurut (Amirullah & Hardjanto, 2016:145), harga merupakan penentuan
dari suatu produk yang merupakan titik pertemuan dari produk yang ditawarkan
dengan permintaan akan produk yang dimaksud. Harga adalah jumlah uang yang
dibebankan untuk suatu produk dan jasa, atau jumlah nilai yang dipertukarkan
konsumen untuk memiliki manfaat dari produk dan jasa yang dibeli (Kotler &
Armstrong, 2017:119)

Hubungan Antara Produk Terhadap Keputusan Pembelian


Menurut Kotler dan Keller (2016:562), produk dijadikan sebaga daya tarik
konsumen untuk memutuskan pembelian. Ketika konsumen akan memutuskan
suatu keputusan pembelian, produk merupakan pertimbangan paling utama, karena
produk merupakan tujuan utama bagi kosumen untuk memenuhi kebutuhannya.
Jika produk tersebut memberikan manfaat yang dibutuhkan konsumen, maka
kemungkinan besar konsumen akan mengambil keputusan untuk membeli produk
tersebut. Hal ini didukung dengan penelitian yang telah dilakukan Agustina dan
Parjono (2017:89) yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa produk
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Indikator Minat Beli Ulang


Perilaku pembelian terjadi karena adanya keinginan untuk membeli
sebelum adanya keinginan untuk membeli. Salah satunya disebabkan oleh
perolehan pengakuan bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang sangat baik
untuk dimiliki atau dikonsumsi. Menurut Hasan (2018:131), beberapa penjelasan
mengenai indikator dari minat beli, yakni:

  1. Minat transaksional, kebiasaan individu yang ingin membeli suatu produk.
  2. Minat referensial, kebiasaan individu yang menyarankan produk yang telah
    dikonsumsinya pada orang lain untuk ikut membeli dan mengkonsumsi produk
    tersebut.
  3. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang
    memiliki preferensi utama terhadap produk. Preferensi ini hanya dapat diganti
    jika terjadi sesuatu pada produk yang mereka suka

Pengertian Minat Beli Ulang (Repurchase Intention)


Menurut Hasan (2018:131) menyatakan bahwa Minat beli ulang
(Repurchase Intention) adalah perilaku konsumen yang berkaitan dengan kepuasan
pelanggan yang sebelumnya telah membeli produk dari produsen. Jika konsumen
tidak puas, maka konsumen tidak akan melakukan pembelian kembali di masa
mendatang.
Menurut Tjiptono (2015:386) minat beli ulang adalah berbeda dengan
loyalitas, loyalitas mewakili komitmen psikologis individu terhadap erek atau
produk tertentu, dan minat beli ulang hanya pada kepuasan konsumen yang ingin
membeli kembali, yang menunjukkan bahwa mereka selalu ingin membeli produk
dengan merek yang sama.
Menurut Kotler dan Keller (2016:141), minat beli ulang merupakan salah
satu perilaku konsumen setelah pembelian, yang terdapat kepuasan atau
ketidakpuasan konsumen terhadap produk setelah pembelian, yang memiliki
pengaruh yang berbeda terhadap pembelian selanjutnya. Kemungkinan, perilaku
pembelian ulang selanjutnya akan menimbulkan rasa keyakinan yang lebih tinggi.

Indikator Keputusan Pembelian


Menurut Philip & Kotler (2016:82) terdapat indikator keputusan pembelian,
yaitu:

  1. Tujuan dalam membeli sebuah produk
    Konsumen memutuskan untuk membeli produk berdasarkan dengan tujuannya.
  2. Pemrosesan informasi untuk sampai ke pemilihan merek
    Konsumen mencari informasi tentang bagaimana suatu produk akan dibeli
    selanjutnya, dan konsumen memutuskan produk mana yang akan dibeli.
  3. Kemantapan pada sebuah produk
    Konsumen membeli berdasarkan produk yang menurut mereka layak untuk
    dikonsumsi
  4. Memberikan rekomendasi kepada orang lain
    Konsumen merekomendasikan kepada orang lain mengenai
    produk yang sudah pernah di beli
  5. Melakukan pembelian ulang
    Konsumen akan kembali membeli suatu produk berdasarkan kepuasannya
    terhadap produk yang dibeli sebelumnya

Pengertian Keputusan Pembelian


Menurut Schiffman dan Kanuk (2016:182), keputusan pembelian adalah
suatu proses dimana konsumen membeli pilihan yang berbeda dan memilih produk
berdasarkan pertimbangan tertentu.
Menurut Sunyoto (2015:128) mendefinisikan bahwa keputusan pembelian
sebagai keputusan tentang apa yang akan dibeli, kapan membeli, dimana membeli,
dan bagaimana cara membayarnya.
Menurut Kotler & Keller (2014:184), keputusan pembelian adalah
keputusan akhir yang dibuat oleh mereka yang membeli barang atau jasa untuk
konsumsi pribadi

Indikator Promosi


Menurut Elliott (2016:56) Indikator promosi adalah sebagai berikut:

  1. Menarik konsumen untuk membeli untuk pertama kalinya.
  2. Memberitahu konsumen agar tetap loyal terhadap produk yang dibeli dengan
    membeli kembali produk yang dijual.
  3. Mengingatkan konsumen perihal manfaat produk yang dijual.
  4. Mendorong pengecer untuk selalu menjaga dan memiliki stok barang.
  5. Mendorong pengecer untuk membeli stok barang lebih banyak.
  6. Membujuk pengecer untuk menawarkan barang dagangan yang menawarkan
    tempat khusus

Pengertian Promosi


Menurut Alma (2016:181), promosi adalah jenis komunikasi yang
menggambarkan produk dan jasa yang dijual dengan tujuan untuk menarik,
mengingat, dan membujuk calon konsumen.
Menurut Suryadi (2016:181) Promosi adalah rangkaian kegiatan untuk
menginformasikan, meyakinkan orang tentang suatu produk yang dijual agar
konsumen membeli dan mengkonsumsi produk tersebut.
Sedangkan menurut Indriyo Gitosudarmo dalam jurnal Manajemen
Strategis (2016:215), promosi adalah kegiatan usaha yang menjual produk yang
dijual dengan cara yang mudah bagi konsumen yang berusaha membeli dan
ditempatkan pada situasi tertentu. Perusahaan yang menjual produk akan menarik
perhatian pembeli untuk membeli produk tersebut.
Menurut Agus Hermawan dalam jurnal Komunikasi Pemasaran (2015:127)
menyatakan bahwa promosi adalah kegiatan pemasaran yang menunjukkan nilai
tambah dari suatu produk dalam jangka waktu tertenty dan membangkitkan minat
konsumen. Kegiatan promosi meliputi periklanan, penjualan tatap muka, dan
memasang iklan.
Menurut Basu Swasta dan Irawan, dalam kutipan Modern Marketing
Managemet, Edisi Keempat (2002:76), menyatakan bahwa promosi penjualan
seringkali secara tidak terduga dapat membangkitkan minat konsumen. Banyak
perusahaan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh program promosi.

Indikator Saluran Distribusi


Menurut Tjiptono (2015:92) pemilihan lokasi fosok memerlukan pertimbangan
cermat terhadap faktor-faktor berikut:

  1. Akses, lokasi yang dilalui mdah dijangkau oleh sarana transportasi umum.
  2. Visibilitas, yaitu lokasi atau tempat yang dapat dilihat dengan jelas dan jarak
    pandang normal.
  3. Tempat parkir yang luas, nyaman dan aman baik untuk kendaraan roda dua
    ataupun kendaraan roda empat.
  4. Ekspansi, tersedianya tempat yang cukup luas apabila ada perluasan di kemudian
    hari.
  5. Lingkungan, yaitu daerah sekitar mendukung untuk produk yang ditawarkan.
  6. Persaingan, yaitu lokasi yang pesaing.
  7. Peraturan pemerintah.

Pengertian Tempat (Place)


Tempat merupakan sebuah lokasi yang dilakukan perusahaan untuk
membuat produk yang akan dipasarkan ke konsumen (Lamb, Hair dan McDaniel,
2016:182)
Menurut Swastha (2016:182), tempat adalah dimana suatu usaha atau
kegiatan usaha itu dilakukan.
Namun pendapat lain yang di kemukakan oleh Michael J. Etzel dalam
Danang Sunyoto (2015:172), menyatakan bahwa saluran distribusi yang melakukan
segala kegiatan yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan untuk dijual ke
konsumen

Pengertian Harga


Menurut Shinta dalam jurnal Pertiwi (2016:181), harga merupakan suatu
nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah yang digunakan untuk pertukaran atau
transaksi yang harus dibayar konsumen untuk menerima barang ataupun jasa.
Harga merupakan jumlah uang yang harus dibayar pelanggan untuk
memperoleh produk (Kotler dan Armstrong, 2016:181)

Indikator Produk


Dalam penelitian yang dilakukan oleh Marwa (2016:86) indikator yang
digunakan pada produk yaitu:

  1. Kepercayaan produk, yaitu bagaimana suatu produk tersebut dapat memenuhi
    kebutuhan konsumen secara modern.
  2. Manfaat produk, yaitu seberapa berharga produk tersebut dibandingkan dengan
    pesaingnya.
  3. Manfaat suatu produk yang ditawarkan suatu perusahaan kepada konsumen
    yaitu bagaimana produk tersebut mengandung manfaat nilai tambah dari produk
    itu sendiri sehingga menarik minat beli konsumen.
  4. Kekuatan nama pada merek produk, yaitu bagaimana kekuatan merek
    perusahaan dimata masyarakat.
  5. Kualitas layanan yang menyertai produk, yaitu bagaimana kualitas layanan
    yang diberikan oleh perusahaan ketika konsumen menggunakan produk
    tersebut.

Pengertian Produk


Menurut Kotler (2014:259) produk merupakan segala sesuatu yang
ditawarkan oleh penjual untuk dikenali, dicari, diminta, atau dipakai sehingga
konsumen memenuhi keperluan dan kemauan konsumen.
Menurut Lupiyoadi (2017:106), menyatakan bahwa pelanggan sebenarnya
bukan membeli barang atau jasa, tetapi pelanggan membeli manfaat dan nilai dari
produk yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.
Menurut M. Mursid (2006: 71), produk lebih bergantung pada aspek fisik
konsumen seperti masalah layanan, kepuasan pengguna, simbol status, aspek
artistik, dan masalah psikologis lainnya

Bauran Pemasaran


Menurut Kotler dan Armstrong (2016:75), bauran pemasaran merupakan
metode pemasaran yang terus digunakan perusahaan untuk memenuhi misinya di
pasar sasaran.
Menurut Buchari Alma (2017:205) bauran pemasaran merupakan rencana
yang digabungkan dengan kegiatan penjualan sedemikian rupa yang pada akhirnya
diperlukan kombinasi yang maksimal untuk menghasilkan produk yang diharapkan
konsumen meningkat.
Dari beberapa penjelasan para ahli diatas, maka peneliti menyimpulkan
bauran pemasaran yaitu konsep untuk mengembangkan strategi pemasaran dalam
suatu perusahaan guna mendapatkan target penjualan sehingga pemasarannya
memuaskan.
Bauran pemasaran memiliki rancangan yang terdiri dari 4P, yakni:

  1. Produk (Product), suatu barang yang ditawarkan perusahaan untuk menarik
    perhatian konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi, dan dapat memenuhi
    kebutuhan konsumen.
  2. Harga (Price) jumlah nilai yang ditetapkan penjual untuk suatu barang yang
    akan di beli dan dibayar oleh konsumen.
  3. Tempat (Place) lokasi yang disediakan perusahaan untuk membuat suatu
    barang yang akan dijual.
  4. Promosi (Promotion), suatu aktivitas yang dilaksanakan perusahaan untuk
    memberitahu pelanggan sebuah informasi mengenai produk yang dijual.
    Upaya pengembangan strategi pemasaran perlu menghadirkan pelayanan
    dan kepuasan pelanggan yang efektif, karena keempat konsep di atas memiliki
    hubungan dan pengaruh antara satu konsep dengan konsep lainnya.

Pengertian Manajemen Pemasaran


Manajemen pemasaran merupakan kegiatan yang direncanakan dan
dijalankan oleh perusahaan. Perencanaan membutuhkan strategi dan keahlian yang
tepat untuk menentukan rencana tersebut. Peran manajemen pemasaran dalam
sebuah perusahaan sangatlah penting, ini termasuk menyiapkan produk yang lebih
inovatif, dengan memilih pangsa pasar yang diharapkan perusaahan, dan
mempromosikan produk baru kepada pembeli yang potensial.
Menurut Kotler dan Keller (2017:6), manajemen pemasaran merupakan
pasar sasaran untuk menarik, mempertahankan, dan meningkatkan konsumen
dengan menciptakan dan memberikan kualitas penjualan yang baik.
Menurut Tjiptono (2016:63), manajemen pemasaran secara keseluruhan
yaitu cara perusahaan melakukan bisnis yang mempersiapkan, menentukan, dan
mendistribusikan produk, jasa, dan gagasan yang dapat memenuhi kebutuhan pasar
sasaran.
Menurut Assauri (2018:12), manajemen pemasaran merupakan kegiatan
menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan perusahaan
untuk menghasilkan keuntungan

Pengaruh Brand Image terhadap Keputusan Pembelian


Brand image merupakan faktor pendamping yang dapat memengaruhi
keputusan pembelian. Menciptakan merek yang menarik dan positif adalah
salah satu tanggung jawab penting perusahaan. Merek adalah salah satu elemen
penting yang membedakan suatu perusahaan dari yang lain. Dalam Putri (2022)
brand Image dapat didefinisikan sebagai pemikiran khusus tentang produk yang
terkait dengan suatu merek serta bagaimana konsumen menggambarkan produk
tersebut. Hal ini merupakan perasaan dan pikiran pelanggan saat melihat atau
mendengar nama merek. Brand image dalam hasil penelitian yang dilakukan
memiliki dampak positif dan berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian kosmetik halal oleh mahasiswi. (Zukhrufani, A., & Zakiy, M., 2019).
Brand image diduga berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk
kosmetik Wardah. (Devandri et al, 2023)

Pengaruh Beauty Influencer terhadap Keputusan Pembelian


Menurut Widiastuti et al. (2019) Beauty influencer atau yang sering disebut
sebagai Beauty Vlogger, aktif dalam menyebarkan informasi seputar riasan
wajah dan produk kecantikan melalui video tutorial atau ulasan yang menarik
dan informatif. Mereka menggunakan kemampuan presentasi yang hebat dan
visual yang menarik untuk memengaruhi para wanita agar tertarik untuk
mencoba produk kecantikan tersebut. Influencer berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan Ms Glow di Kabupaten Lamongan Dj, Y. R., &
Sustyorini, E. S., 2022). Menurut influencer memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian pembeli skincare Scarlett Whitening
(Anjani & Simamora, 2022

Indikator Brand Image


Pandangan terhadap suatu merek berkaitan dengan sikap dan pilihan pada
merek tersebut. Ketika konsumen memiliki persepsi yang baik terhadap suatu
cenderung untuk membeli atau memiliki niat untuk membeli produk tersebut.
Menurut Kristanti (2020), Identifikasi brand image didasarkan pada kriteria-
kriteria berikut ini:
a) Brand image berkaitan dengan produk sehingga pembeli dengan mudah
mengidentifikasi dan membedakan.
b) Ciri khas merek menciptakan identitas unik bagi merek yang
mencerminkan karakteristik tertentu sehingga konsumen dapat dengan
cepat membedakannya.
c) Sikap merek dan perilaku terkait dengan bagaimana merek berhubungan
dan berinteraksi dengan pelanggan untuk menawarkan kelebihan dan
nilai yang dimiliki produknya.
d) Asosiasi merek mencakup elemen-elemen tertentu yang selalu
terhubung dengan merek tertentu.
e) Keunggulan merek serta manfaatnya terkait nilai yang diberikan merek
kepada pelanggan.
Indikator brand image menurut Kristanti (2020) pada penelitian ini
menggunakan tiga dari lima indikator yang ada.

Manfaat Brand Image


Pemberian merek yang tepat akan memberikan manfaat terhadap pembeli,
penjual, dan masyarakat (Bancin, 2021).
a) Manfaat terhadap pembeli yang melakukan pembelian produk dengan
merek yang sama, diyakini bahwa merek tersebut memiliki kualitas
terbaik, sehingga pembeli akan selalu membeli produk dengan merek
tersebut.
b) Manfaat terhadap penjual dengan terciptanya citra merek yang positif di
dalam suatu produk membuat produk tersebut memiliki keistimewaan
(ciri khas) yang tidak mudah ditiru oleh kompetitor.
c) Pemberian merek memiliki keuntungan bagi masyarakat karena dapat
meningkatkan efisiensi penjualan dengan menyediakan informasi
tentang produk yang ditawarkan

Pengertian Brand Image


Brand Image merupakan anggapan yang muncul dari seorang pelanggan
terhadap merek tertentu melalui informasi berupa iklan atau rekomendasi dari
orang lain (Prihani & Manurung, 2021). Menurut Wildan & Albari, 2023
Brand image adalah semua informasi yang terkait dengan produk yang
dirasakan oleh konsumen secara pribadi saat menggunakan produk, serta
pandangan mereka terhadap perusahaan yang memiliki merek tersebut
(Devandri et al., 2023). Berdasarkan pendapat para ahli, brand image
merupakan pandangan atau impresi yang tertanam di pikiran seseorang
terhadap suatu merek. Hal ini merupakan keputusan yang dapat berpengaruh
terhadap keputusan pembelian

Tujuan Influencer


Pada umumnya, klasifikasi didasarkan pada 3 tujuan utama, yaitu:
a) To Inform (Menginformasikan)
Seorang influencer bertujuan sebagai menyampaikan informasi kepada
orang lain. Membantu audiensi untuk mendapatkan pengetahuan yang
belum mereka dapat sebelumnya.
b) To Persuade (Membujuk)
Influencer berfungsi untuk mengajak dan mempengaruhi orang lain.
Saat seorang influencer mencoba meyakinkan, mereka akan berupaya
untuk membuat audiensi menerima pandangannya atau meminta untuk
menerima perasaan dan perilakunya.
c) To Entertain (Menghibur)
Tujuan utama terakhir dari seorang influencer adalah memberikan
hiburan kepada para pengikutnya. Konten informasi serta periklanan
yang dapat mempengaruhi untuk ditujukan pada hasil akhir dari proses
beriklan, sementara hiburan berfokus pada kesempatan untuk menarik
perhatian penonton dengan presentasinya sebagai bentuk penyampaian
isi dari iklan tersebut.

Pengertian Social Media Marketing


Menurut Pratiwi (2022) Social media marketing memiliki kemampuan
untuk memengaruhi keputusan pembelian dengan tampilan konten yang
menarik seperti video, foto atau gambar, dan caption tulisan yang mampu
mendorong konsumen untuk memiliki produk yang dijajakan melalui media
sosial. Social media marketing pendekatan pemasaran yang dikembangkan
untuk memperkenalkan atau meningkatkan brand image, menciptakan brand
awareness, dan meningkatkan penjualan produk kepada konsumen melalui
platform media sosial. Menurut perusahaan, penggunaan social media dalam
pemasaran memberikan manfaat yang signifikan. Pemasaran melalui media
sosial dianggap efektif dan efisien dalam memperkenalkan merek dan
mengubah preferensi konsumen dalam pengambilan keputusan

Indikator Keputusan Pembelian


Berdasarkan yang disampaikan Thomas (2013) indikator-indikator
seseorang dalam keputusan pembelian (N. R. Yunita et al., 2019):
a) Sesuai Kebutuhan
Ketika pemasar berhasil merangsang kesadaran pembeli terhadap
masalah atau kebutuhan tertentu. Hal ini membuat pembeli mulai
menyadari kebutuhan atau masalah yang mereka hadapi.
b) Mempunyai manfaat
Kondisi di mana pertimbangan mengenai kebutuhan pembeli menjadi
faktor utama. Sampai akhirnya membuat keputusan apakah akan
membeli barang tersebut.
c) Ketepatan dalam membeli produk
Saat pelanggan yakin akan membuat keputusan pembelian, mereka akan
menerima produk sesuai dengan keinginan mereka.
d) Pembelian berulang
Saat pelanggan yakin bahwa keunggulan merek sesuai dengan harapan,
bahkan dapat lebih tinggi atau melewati harapan, hal ini akan
berdampak pada sikap atau perilaku pembelian di masa depan.
Indikator keputusan pembelian menurut Thomas (2013) pada penelitian ini
menggunakan empat dari empat indikator yang ada

Proses Keputusan Pembelian


Menurut Kotler dan Amstrong, konsumen melewati lima langkah dalam
proses pengambilan keputusan pembelian (Harinie, 2023), yaitu:
a) Pengenalan Masalah
Sebuah proses perolehan dilakukan saat pembeli menyadari adanya
masalah atau kebutuhan, yang mungkin dipicu oleh dorongan internal
atau eksternal.
b) Pencarian Informasi
Pencarian informasi bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu
heightened attention dan active information search. Tingkat heightened
attention adalah tingkat di mana konsumen secara lebih mudah
menerima informasi mengenai produk. Active information search
adalah tingkat ketika konsumen secara aktif menemukan informasi
dengan membaca bahan bacaan, menghubungi teman, menggunakan
internet, dan mengunjungi toko untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih mendalam tentang produk.
c) Evaluasi Alternatif
Evaluasi alternatif merupakan komponen tentang pelanggan
membandingkan produk yang berbeda dan akhirnya membuat
keputusan tentang pilihan yang akan diambil.
d) Keputusan pembelian
Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, konsumen pada akhirnya
perlu mengambil keputusan apakah akan melakukan pembelian atau
tidak.
e) Perilaku Pasca Pembelian
Semua hal yang memengaruhi perilaku dan langkah-langkah dalam
proses pembelian terjadi sebelum atau pada saat pembelian dilakukan.
Meskipun demikian, evaluasi perasaan konsumen pasca pembelian juga
berpotensi mempengaruhi pembelian ulang dan testimoni pelanggan
terhadap produk atau merek kepada orang lain.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian


Nandasari & Suyanto (2021) menyatakan terdapat tiga elemen yang
memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Tiga faktor yang memainkan
peran dalam menentukan pilihan konsumen dalam memperoleh barang atau jasa
adalah:
a) Keputusan pembelian barang atau jasa oleh konsumen individual
dipengaruhi oleh faktor-faktor internal yang mencakup kebutuhan,
persepsi, sikap, lokasi geografis, gaya hidup, dan karakteristik
kepribadian individu.
b) Ketika konsumen melakukan pembelian barang atau jasa, aspek
lingkungan menjadi faktor penting yang memainkan peran dalam
banyak pertimbangan, seperti tindakan meniru teman atau karena
tetangga sudah membeli sebelumnya. Oleh karena itu, interaksi sosial
konsumen dalam memilih barang atau jasa dipengaruhi oleh faktor-
faktor lingkungan sekitarnya.
c) Penerapan strategi pemasaran ini merujuk pada rangsangan pemasaran
yang diatur oleh pemasar atau pelaku bisnis.

Pengertian Keputusan Pembelian


Keputusan pembelian adalah komponen dari langkah-langkah dimana
konsumen mengambil proses tentang pembelian suatu merek. Hal ini sebagai
metode atau langkah yang harus dilalui oleh konsumen sebelum akhirnya
melakukan pembelian. Saat memulai proses pembelian, konsumen harus
membuat pilihan dari beberapa opsi yang tersedia. Dalam fase ini, konsumen
mengambil langkah-langkah untuk menentukan apakah akan membeli produk
berdasarkan opsi yang telah mereka kenali. (Kotler et al., 2022) mendefinisikan
keputusan pembelian merupakan proses evaluasi di mana pelanggan
menghasilkan preferensi di antara berbagai merek yang tersedia dan memilih
untuk dibeli.

Bauran Pemasaran


Untuk memahami elemen-elemen utama, pemasar dapat menetapkan
bauran pemasaran, yaitu faktor-faktor yang dapat dikendalikan oleh perusahaan
dan digunakan secara bersama-sama untuk memuaskan target pasar. Sebagai
mana disampaikan (Fakrudin et al., 2022), sebagai berikut:
a) Produk (Product)
Dalam strategi pemasaran, peran produk atau jasa memiliki kepentingan
yang sama dengan faktor promosi, produksi serta nilai jual.
Produk merupakan komponen penting dari strategi pemasaran, sehingga
barang memiliki peran yang sangat vital dalam strategi pemasaran.
Sebelum merumuskan strategi pemasaran yang lain, kita harus terlebih
dahulu menentukan jenis produk yang akan diproduksi dan dipasarkan.
Produk adalah hasil dari aktivitas produksi dan diperdagangkan oleh
suatu entitas bisnis.
b) Harga (Price)
Harga diartikan sebagai total nilai yang dikeluarkan seseorang untuk
membeli suatu produk tertentu, dan bisa ditetapkan dengan berunding
antara pihak pembeli dan penjual, atau dengan menetapkan harga tetap
untuk semua pembeli, transaksi dapat diselesaikan..
c) Distribusi (Place)
Saluran distribusi terdiri dari sejumlah lembaga yang bekerja sama
untuk memasok produk kepada konsumen atau pengguna industri.
Dalam hal kebijakan distribusi, perlu ditetapkan desain saluran yang
tepat.
d) Promosi (Promotion)
Promosi mengacu pada seluruh aktivitas yang dilakukan perusahaan
manufaktur untuk meningkatkan kualitas produk mereka dan membujuk
konsumen agar membelinya

Fungsi Pemasaran


Adapun fungsi untuk pemasaran yang menurut (Zainurossalamia, 2020)
adalah:
a) Pembelian (Buying)
Pembelian adalah kemampuan untuk melacak aktivitas, mencari dan
menyimpan barang-barang yang diperlukan dalam stok untuk
memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi. Pada dasarnya, fungsi ini
melibatkan mencari penjual dan merupakan bagian dari proses
penjualan. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memahami
aktivitas apa yang cenderung mengarahkan orang untuk melakukan
pembelian.
b) Penjualan (Selling)
Penjualan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk menarik minat
pembeli potensial terhadap produk yang ditawarkan dengan tujuan
untuk mendapatkan keuntungan. Melakukan penjualan adalah kebalikan
dari melakukan pembelian. Membeli tidak dapat dilakukan tanpa
menjual, dan begitu juga sebaliknya.
c) Transportasi
Transportasi ialah perjalanan atau pengiriman barang dari satu lokasi ke
tempat lain.
d) Penyimpanan
Fungsi penyimpanan produk yang dibeli dalam persediaan adalah untuk
menghindari risiko kerusakan.
e) Informasi Pasar
Fungsi ini memberikan informasi mengenai kondisi umum perdagangan
produk, harga yang diinginkan konsumen, dan kondisi pasar secara
umum.

Pengertian Manajemen Pemasaran


Menurut Philip Kotler et al. (2022) “Manajemen pemasaran adalah
kombinasi antara keahlian dan pengetahuan dalam menentukan target pasar
untuk memperoleh, mempertahankan, serta meningkatkan jumlah konsumen
melalui pengembangan, implementasi, dan komunikasi nilai yang unggul
kepada konsumen”. Dalam pengertian lainnya sebagaimana yang disampaikan
oleh Yulianti et al. (2019) Manajemen Pemasaran melibatkan penelitian,
perencanaan, implementasi, dan pengawasan strategi manajemen pemasaran
yang bertujuan untuk memperkuat, memperluas, dan mempertahankan
hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak dan pasar yang
menjadi target guna mencapai misi perusahaan. Manajemen pemasaran dapat
dijelaskan sebagai bentuk untuk menganalisis, merencanakan, melaksanakan,
dan mengawasi konsep, produk, dan layanan dengan tujuan untuk memberikan
informasi dan menjaga hubungan yang efektif dan efisien dengan konsumen.

Pengertian Pemasaran


Pemasaran ini dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan jual dan beli yang
dilakukan oleh perorangan maupun kelompok demi memenuhi kebutuhan,
kepuasan serta tujuan dari konsumen. Pemasaran mencakup semua departemen
yang berhubungan dengan pemasaran untuk menarik dan mempertahankan
konsumen. Menurut (Kotler et al., 2022) Asosiasi Pemasaran Amerika
memberikan suatu definisi resmi yang menyatakan bahwa “Pemasaran
melibatkan aktivitas, entitas, serta langkah-langkah untuk menciptakan,
mengomunikasikan, dan menyalurkan penawaran yang bernilai kepada
konsumen dan pemangku kepentingan lainnya”. Menurut (Zainurossalamia,
2020) Pemasaran adalah satu dari kegiatan utama yang dilakukan oleh
pengusaha untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka, meningkatkan
perusahaan, dan mencari keuntungan maksimal. Oleh sebab itu, peran
pemasaran begitu penting dalam pengembangan strateg

Indikator Harga


Sebagai salah satu elemen bauran pemasaran, harga memiliki suatu
ukuran yang dapat mencirikan karakteristik harga tersebut. Indikator harga
yang dapat mencirikan suatu harga dikembangkan lagi oleh Kotler dan
Armstrong yang diterjemahkan oleh Bob Sabran (2014:52), menjelaskan ada
empat ukuran yang mencirikan harga yaitu keterjangkauan harga, kesesuaian
harga dengan kualitas produk, kesesuaian harga dengan manfaat, dan harga
sesuai dengan kemampuan atau daya saing harga. Empat ukuran harga yaitu
sebagai berikut :
a. Keterjangkauan harga
Konsumen bisa menjangkau harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Produk biasanya ada beberapa jenis dalam satu merek harganya juga
berbeda dari yang termurah sampai termahal.
b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Harga sering dijadikan sebagai indikator kualitas bagi konsumen orang
sering memilih harga yang lebih tinggi diantara dua barang karena mereka
melihat adanya perbedaan kualitas. Apabila harga lebih tinggi orang
cenderung beranggapan bahwa kualitasnya juga lebih baik.
c. Kesesuaian harga dengan manfaat
Konsumen memutuskan membeli suatu produk jika manfaat yang
dirasakan lebih besar atau sama dengan yang telah dikeluarkan untuk
mendapatkannya. Jika konsumen merasakan manfaat produk lebih kecil
dari uang yang dikeluarkan maka konsumen akan beranggapan bahwa
produk tersebut mahal dan konsumen akan berpikir dua kali untuk
melakukan pembelian ulang.
d. Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga
Konsumen sering membandingkan harga suatu produk dengan produk
lainnya, dalam hal ini mahal murahnya suatu produk sangat
dipertimbangkan. Berdasarkan pendapat diatas mengenai dimensi suatu
harga, maka dimensi harga ini merupakan bagian atau sub yang terdapat
dalam suatu harga yang dapat dijadikan suatu ukuran atau pertimbangan
dalam penetapan harga produk maupun jasa.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga


Dalam menentukan penetapan harga suatu perusahaan diperlukan suatu
penganalisaan yang tepat dan tajam kedepannya. Hal ini dikarenakan dalam
suatu penetapan harga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi penetapan harga. Bagi suatu perusahaan yang menetapkan
harga tidak harus memperhatikan harga pokok produk dan target keuntungan,
tetapi juga harus memperhatikan faktor-faktor lain. Menurut Tjiptono, F
(2013:146), menjelaskan ada dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan
dalam menetapkan harga, yaitu faktor internal dan eksternal perusahaan.
Adapun yang termasuk kedalam faktor lingkungan internal perusahaan
adalah :
a. Tujuan pemasaran perusahaan
Faktor utama yang menentukan dalam penetapan harga adalah tujuan
pemasaran perusahaan. Tujuan tersebut bisa berupa maksimalisasi laba,
mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar,
menciptakan kepemimpinan dalam hal kualitas, mengatasi persaingan, dan
melaksanakan tanggung jawab social dan lain-lain.
b. Strategi bauran pemasaran
Harga hanyalah salah satu komponen dari bauran pemasaran (marketing
mix). Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang sinergis dan saling
mendukung dengan bauran pemasaran lainnya

Metode Penetapan Harga


Metode penetapan harga secara garis besar dapat dikelompokan
menjadi empat kategori utama, yaitu metode penetapan harga berbasis
permintaan, berbasis biaya, berbasis laba, dan berbasis persaingan. Menurut
Kotler dan Keller yang dialih bahasakan oleh Bob Sabran (2014:77) yang
menjelaskan metode metode penetapan harga sebagai berikut :
a. Metode penetapan harga berbasis permintaan adalah suatu metode yang
menekankan pada faktor-faktor yang mempengaruhi selera dan referensi
pelanggan dari faktor-faktor seperti biaya, laba, dan persaingan.
Permintaan pelanggan sendiri didasarkan pada berbagai pertimbangan,
diantaranya yaitu :
1) Kemampuan para pelanggan untuk membeli (daya beli).
2) Kemauan pelanggan untuk membeli.
3) Suatu produk dalam gaya hidup pelanggan, yakni menyangkut apakah
produk tersebut merupakan simbol status atau hanya produk yang
digunakan sehari-hari.
4) Manfaat yang dapat diberikan produk tersebut pada pelanggan.
5) Harga produk-produk substitusi.
6) Pasar potensial bagi produk tersebut.
7) Perilaku konsumen secara umum.
b. Metode penetapan harga berbasis biaya faktor penentu harga dalam
metode ini yang utama adalah aspek penawaran atau biaya bukan aspek
permintaan. Harga ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran
yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga dapat menutupi biaya-
biaya langsung, biaya overhead dan laba.
c. Metode penetapan harga berbasis laba metode ini berusaha
menyeimbangkan pendapatan dan biaya dalam penetapan harganya. Upaya
ini dapat dilakukan atas dasar target volume laba spesifik atau dinyatakan
dalam bentuk presentase terhadap penjualan atau investasi.
d. Metode penetapan harga berbasis persaingan selain berdasarkan pada
pertimbangan biaya, permintaan atau laba, harga juga dapat ditetapkan atas
dasar persaingan, yaitu apa yang dilakukan pesaing. Metode penetapan
harga berbasis persaingan terdiri dari customary pricing; above at, or
below market pricing; loss leader pricing dan sealed bid

Tujuan Penetapan Harga


Tujuan penetapan harga bisa mendukung strategi pemasaran yang
berorientasi pada permintaan primer apabila perusahaan meyakini bahwa
harga yang lebih murah dapat meningkatkan jumlah pemakai, tingkat
pemakaian atau pembelian ulang dalam bentuk atau kategori produk tertentu.
Tujuan penetapan harga menurut Suparyanto dan Rosad (2015:142), terdapat
beberapa tujuan ditetapkannya harga suatu produk, antara lain:
a. Mencapai keuntungan-keuntungan merupakan hasil perkalian antara omset
dan harga jual lalu dikurangi harga pokok produksi, biaya pemasaran, dan
biaya distribusi. Dengan demikian harga menjadi salah satu indikator
untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu.
b. Mencapai tingkat penjualan perusahaan dapat menetapkan harga tertentu,
misalnya dengan harga jual rendah diharapkan mencapai tingkat penjualan
yang tinggi.
c. Mencapai pangsa pasar pangsa pasar merupakan jumlah pelanggan potensi
yang dimiliki oleh perusahaan. Harga dapat dijadikan sebagai strategi
untuk mencapai pangsa pasar yang tinggi. Jika perusahaan menetapkan
harga jual yang paling rendah dibandingkan dengan semua harga produk
pesaing, maka diharapkan dapat mencapai omset yang besar.
d. Menciptakan good image konsumen tidak menutup kemungkinan
memberikan penilaian baik terhadap produk perusahaan. Pada saat
perusahaan menetapkan harga produk yang tinggi secara tidak langsung
memberikan informasi bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang
tinggi pula.
e. Mengurangi persediaan produk pada saat persediaan produk tertentu masih
menumpuk digudang padahal sudah mendekati waktu kadaluarsa, maka
perusahaan dapat menjualnya dengan harga lebih rendah supaya jumlah
persediaan tersebut dapat dikurangi dan perusahaan masih memperoleh
pendapatan.
f. Menjadi strategi bersaing pada umumnya konsumen lebih menyukai
produk dengan harga murah.

Penetapan Harga


Penetapan harga merupakan pemilihan yang dilakukan perusahaan
terhadap tingkat harga umum yang berlaku untuk suatu produk maupun jasa,
relatif terhadap tingkat harga para pesaing. Penetapan harga memiliki peran
strategik yang krusial dalam menunjang implementasi strategi pemasaran.
Menurut Indriyo (2014:268), penetapan harga merupakan harga produk yang
ditetapkan oleh perusahaan berdasarkan tiga dasar pandangan yang meliputi:
a. Biaya penetapan harga yang dilandaskan atas dasar biaya adalah harga
jual produk atas dasar biaya produksinya dan kemudian ditambah
dengan margin keuntungan yang diinginkan.
b. Konsumen penetapan harga yang dilandaskan atas dasar konsumen
yaitu harga ditetapkan atas dasar selera konsumen. Apabila selera
konsumen atau permintaan konsumen menghendaki rendah sebaiknya
harga.
c. Persaingan penetapan harga harga menurut kebutuhan perusahaan yaitu
berdasarkan persaingannya dengan perusahaan lain yang sejenis dan
merupakan pesaing- pesaingnya. Dalam situasi tertentu, sering terjadi
perusahaan harus menetapkan harga jualnya jauh di bawah harga
produksinya

Peran Harga


Harga memiliki dua peran penting terhadap konsumen. Pertama, harga
berperan sebagai sinyal kualitas produk dan yang kedua harga merupakan
suatu bentuk pengorbanan moneter yang harus dilakukan oleh konsumen
untuk memperoleh barang atau jasa tersebut Teas dan Agarwal (2015).
Pengaruh harga yang mengena sebagai berkenaan dengan kenyataan bahwa
isyarat harga (murah atau mahal dan atau tinggi atau rendah) ada pada semua
konsumen jumlah pengeluaran ekonomis yang harus dikorbankan untuk
terlibat dalam suatu transaksi pembelian. Selain itu harga adalah salah satu
faktor penting bahwa konsumen dalam mengambil keputusan untuk
melakukan transaksi atau tidak.
Menurut Tjiptono, F (2013:291), Secara garis besar peranan harga dapat
dijabarkan sebagai berikut:
a. Harga yang dipilih berpengaruh langsung terhadap tingkat permintaan dan
menentukan tingkat aktifitas. Harga yang terlampau mahal atau sebaliknya
terlalu murah berpotensi menghambat pengembangan produk. Oleh karena
itu, pengukuran sensitivitas harga amat penting dilakukan.
b. Harga jual secara langsung menentukan profitabilitas operasi.
c. Strategi penetapan harga harus selaras dengan komponen bauran
pemasaran lainnya. Harga harus dapat menutup biaya pengembangan ,
promosi, dan distribusi produk.
d. Berkurangnya daya beli di sejumlah kawasan dunia berdampak pada
semakin tingginya sensivitas harga, yang pada gilirannya memperkuat
peranan harga sebagai instrumen pendorong penjualan dan pangsa pasar.

Definisi Harga


Harga merupakan komponen penting dalam suatu pemasaran, dan harga
menjadi nilai ekonomis dari produk yang akan dijual. Sehingga harga yang
diberikan konsumen harus sebanding dengan apa yang didapatkan. Pengertian
harga menurut Indriyo Gitosudarmo (2014:271) harga merupakan ukuran
terhadap besar kecilnya nilai kepuasan seseorang terhadap produk yang
dibelinya.
Zakaria dan Astuti (2013:3) menjelaskan bahwa harga adalah sejumlah
uang yang dibutuhkan untuk mendapat sejumlah kombinasi dari barang
beserta pelayannya.
Lenzun et al., (2014:1239) menjelaskan bahwa harga adalah pernyataan
nilai dari suatu produk yang merupakan elemen bauran pemasaran yang
paling fleksibel.
Menurut Manus dan Lumanauw (2015:697) menyatakan harga
mempunyai peranan penting dalam proses pengambilan keputusan yaitu
peranan alokasi dari harga adalah membantu para pembeli untuk memperoleh
produk atau jasa dengan manfaat terbaik berdasarkan kekuatan daya belinya

Indikator Kualitas Produk


Menurut David Garvin yang dikutip kembali oleh Tjiptono, F
(2016:134) bahwa kualitas produk memiliki delapan dimensi, yaitu:
a. Kinerja, merupakan karakteristik operasi pokok dari produk inti (core
product) yang telah dibeli. Contohnya: kecepatan, kemudahan, dan
kenyamanan dalam penggunaan.
b. Fitur, yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap yang dimiliki suatu
produk sebagai daya tarik tersendiri. Contoh: layanan sekunder.
c. Kehandalan, adalah dimensi kualitas yang berhubungan dengan
kemungkinan sebuah produk dapat bekerja secara memuaskan pada
waktu dan kondisi tertentu. Contoh: kualitas jaringan sinyal pada cuaca
tertentu.
d. Kesesuaian dengan spesifikasi, adalah sejauh mana kinerja dan kualitas
memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Contoh:
standar karakteristik operasional.
e. Daya Tahan, daya tahan berkaitan dengan waktu penggunaan, yaitu
berapa lama produk tersebut dapat digunakan. Contoh waktu expired.
f. Kemampuan pelayanan, meliputi kecepatan, ketepatan, kompetensi,
kenyamanan, ketelitian, kemudahan direparasi, serta penanganan
keluhan dari konsumen secara memuaskan.
g. Estetika/Keindahan, daya tarik produk terhadap panca indera.
Contohnya: keindahan desain, keunikan, dan kombinasi.
Menurut Gregorius Chandra dalam Tuju dan Loindong (2018:1800),
dimensi kualitas produk terdiri dari:
a. Fitur (features)
Karakteristik pelengkap khusus yang bisa menambah pengalaman
pengguna produk, contohnya pemberian minuman gratis.
b. Kehandalan (reliabilitas)
Probabilitas terjadinya kegagalan atau kerusakan produk pada periode
waktu tertentu. Makin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan, makin
handal produk bersangkutan.
c. Konfirmasi (conformance)
Tingkat kesesuaian produk pada standar yang telah ditetapkan,
contohnya ketepatan waktu dalam berjanji kepada para pelanggan.
d. Daya tahan (durability)
Jumlah pemakaian produk sebelum produk berkaitan tersebut harus
diganti. Semakin besar frekuensi penggunaan normal yang
dimungkinkan, semakin besar juga daya tahan produk.
e. Estetika (aesthetics)
Berkaitan dengan penampilan produk yang bisa dinilai dengan panca
indra (rasa, bau, suara, dst).
f. Presepsi terhadap kualitas (perceived quality)
Kualitas yang dinilai berdasarkan reputasi penjual, misal BMW, SONY,
dll

Definisi Kualitas Produk


Produk merupakan inti dari sebuah kegiatan pemasaran karena produk
merupakan output atau hasil dari salah satu kegiatan atau aktivitas perusahaan
yang dapat ditawarkan ke pasar sasaran untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen. Pada dasarnya dalam membeli suatu produk, seorang
konsumen tidak hanya membeli produk, akan tetapi konsumen juga membeli
manfaat atau keunggulan yang dapat diperoleh dari produk yang dibelinya.
Oleh karena itu, suatu produk harus memiliki keunggulan dari produk-produk
yang lain, salah satunya dari segi kualitas produk yang ditawarkan. Kualitas
produk merupakan salah satu kunci persaingan diantara pelaku usaha yang
ditawarkan kepada konsumen.
Kualitas produk menurut Tjiptono, F (2016:105) menyatakan bahwa,
“Definisi konvensional dari kualitas adalah sebagai gambaran langsung dari
suatu produk seperti performasi, keandalan, mudah dalam penggunaan
estetika dan sebagainya. Dalam definisi stratejik, kualitas adalah segala
sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan
(meeting the needs of customer)”.
Kualitas Produk Menurut Wibowo (2014:113), kualitas didefinisikan
sebagai memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Berdasarkan Heizer dan
Render dalam (Wibowo 2014:113), mendefinisikan kualitas sebagai
kemampuan produk atau jasa memenuhi kebutuhan pelanggan.
Menurut Kotler and Armstrong dalam Putro et al., (2014:3) menyatakan
kualitas produk sebagai “the ability of a product to perform its functions. Its
includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease of
operation and repair, and other valued attributes” yang artinya kualitas
produk berhubungan erat dengan kemampuan produk untuk menjalankan
fungsinya, termasuk keseluruhan produk, keandalan, ketepatan, kemudahan
pengoperasian dan perbaikan, dan atribut bernilai lainnya

Produk


Produk merupakan elemen dasar dan penting dari bauran pemasaran
karena dengan produk perusahaan dapat menetapkan harga yang sesuai,
mendistribusikan produk mereka, dan menentukan komunikasi secara tepat
untuk pasar sasaran. Produk diciptakan dengan tujuan untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen. Banyak orang menganggap produk
adalah suatu penawaran nyata, tetapi produk bisa lebih dari itu. Definisi produk menurut Alma Buchari (2013:139) yaitu “Produk
adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk
di dalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang
menjual (pengecer), dan pelayanan pabrik.
Menurut Tjiptono, F (2016:231) “produk merupakan segala sesuatu
yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli,
digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau
keinginan pasar bersangkutan”. Berdasarkan perspektif konsumen, produk
adalah segala sesuatu yang diterima pelanggan dari sebuah pertukaran dengan
pemasar. serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna
memuaskan keinginannya”.
Pendapat lain menurut Kotler dan Keller (2016:389) yang menyatakan
bahwa “A product is anything that can be offered to a market to satisfy a
want or need, including physical goods, ser vices, experiences, events,
persons, places, properties, organizations, information, and ideas”.
Lain halnya menurut Kotler dan Armstrong (2018:244) menyatakan
bahwa “A product as anything that can be offered to a market for attention,
acquisition, use, or consumption that might satisfy a want or need”.