Sebagai salah satu elemen bauran pemasaran, harga memiliki suatu
ukuran yang dapat mencirikan karakteristik harga tersebut. Indikator harga
yang dapat mencirikan suatu harga dikembangkan lagi oleh Kotler dan
Armstrong yang diterjemahkan oleh Bob Sabran (2014:52), menjelaskan ada
empat ukuran yang mencirikan harga yaitu keterjangkauan harga, kesesuaian
harga dengan kualitas produk, kesesuaian harga dengan manfaat, dan harga
sesuai dengan kemampuan atau daya saing harga. Empat ukuran harga yaitu
sebagai berikut :
a. Keterjangkauan harga
Konsumen bisa menjangkau harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Produk biasanya ada beberapa jenis dalam satu merek harganya juga
berbeda dari yang termurah sampai termahal.
b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Harga sering dijadikan sebagai indikator kualitas bagi konsumen orang
sering memilih harga yang lebih tinggi diantara dua barang karena mereka
melihat adanya perbedaan kualitas. Apabila harga lebih tinggi orang
cenderung beranggapan bahwa kualitasnya juga lebih baik.
c. Kesesuaian harga dengan manfaat
Konsumen memutuskan membeli suatu produk jika manfaat yang
dirasakan lebih besar atau sama dengan yang telah dikeluarkan untuk
mendapatkannya. Jika konsumen merasakan manfaat produk lebih kecil
dari uang yang dikeluarkan maka konsumen akan beranggapan bahwa
produk tersebut mahal dan konsumen akan berpikir dua kali untuk
melakukan pembelian ulang.
d. Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga
Konsumen sering membandingkan harga suatu produk dengan produk
lainnya, dalam hal ini mahal murahnya suatu produk sangat
dipertimbangkan. Berdasarkan pendapat diatas mengenai dimensi suatu
harga, maka dimensi harga ini merupakan bagian atau sub yang terdapat
dalam suatu harga yang dapat dijadikan suatu ukuran atau pertimbangan
dalam penetapan harga produk maupun jasa.
