Supply Chain menurut Council (2008) menggambarkan model SCOR terdiri
dari tiga tingkat (level) meliputi level atas, level konfigurasi, elemen proses dan
implementasinya di luar lingkup model SCOR tingkatan penerapan bervariasi dari
orang ke orang perusahaan.
- Level puncak (tipe proses)
Level ini mendefinisikan ruang lingkup dan konten model pecahan - Level konfigurasi (kategori proses)
Level ini adalah konfigurasi penyediaan rantai perusahaan proses inti - Tingkat elemen proses (deskripsi proses)
Tingkat ini mendefinisikan kemampuan perusahaan dapat berhasil dalam
persaingan pasar. Level ini meliputi yaitu mendefinisikan elemen proses,
masukan dan keluaran informasi elemen proses, atribut dan definisi
pengukuran kinerja proses, dan definisi praktik terbaik. - Rencana (plan)
Perencanaan dan manajemen permintaan/pasokan semacam
a. Menyeimbangkan sumber daya dan kebutuhan serta
membangun/komunikasikan rencana di seluruh rantai pasokan,
termasuk pengambilan proses eksekusi untuk pembelian, pembuatan,
dan pengiriman.
b. Manajemen aturan bisnis, kinerja rantai pasokan, pengumpulan data,
inventaris, aset modal, transportasi, konfigurasi perencanaan,
persyaratan peraturan, dan kepatuhan dan risiko rantai pasokan.
c. Menyelaraskan rencana unit rantai pasokan dengan rencana keuangan. - Sumber (Source)
Cakupan dari source meliputi yaitu persediaan produk pengadaan (sourcing
stocked), make to order, dan enginerr to order. Deskripsi aktivitas di sumber
antara lain:
a. Mengatur pengiriman, penerimaan, inspeksi, dan transfer produk,
otorisadi pembayaran vendor.
b. Mengidentifikasi dan memilih sumber pasokan.
c. Manajemen aturan bisnis, evaluasi kinerja vendor, dan pemeliharaan
data.
d. Manajemen persediaan, aset modal (barang modal), produk masuk,
jaringan vendor, persyaratan impor dan ekspor, perjanjian vendor, dan
risiko rantai pengadaan pasokan. - Buat (Make)
Proses mengubah produk menjadi produk jadi untuk direlisasikan permintaan
yang direncanakan. Serta beberapa aktivitas meliputi:
a. Mengatur proses produksi, pembuatan produk, perakitan hingga
distribusi produk akan dikirim.
b. Aturan tata kelola, kinerja, data, barang dalam proses, peralatan dan
fasilitas, kepatuhan terhadap transportasi, jaringan produksi, produksi
dan risiko rantai pasokan. - Kirim (Delivery)
Terkait dengan pergudangan, pengiriman, dan pemasangan produk yang
ditebar. Kegiatan pengiriman meliputi:
a. Memesan dan memproses pengiriman pelanggan untuk kutipan serta
mempersiapkan opsi pengiriman dan transportasi pengiriman.
b. Pengelolaan gudang.
c. Saat produk diterima dan diperiksa serta dipasang di lokasi pelanggan
membutuhkan. - Kembali (Return)
Pengembalian bahan baku dan menerima pengembalian produk jadi
a. Langkah-langkah pengembalian semua produk cacat diidentifikasi dari
sumber kondisi produk, disposisi produk, otorisasi permintaan
pengembalian produk, timeline pengiriman produk dan produk cacat
dikembalikan kemudian dikirim otorisasi pengembalian produk,
penerimaan program pengembalian, penerimaan produk dan dikirim
otorisasi pengembalian produk, penerimaan program pengembalian,
penerimaan produk dan transfer produk cacat.
b. Mengelola pengembalian aturan bisnis kinerja, pengumpulan data,
inventaris pengembalian, barang modal, pengiriman, konfigurasi
jaringan, persyaratan dan kepatuhan terhdapat peraturan, penghargaan
risiko rantai pasok
