3. Tahap hubungan manusiawi
Perkembangan berikutnya terjadi ketika organisasi menyadari bahwa produktivitas pekerja tidak hanya ditentukan oleh upah, aturan kerja, atau pengawasan. Faktor sosial, komunikasi, penghargaan, kepemimpinan, rasa memiliki, dan hubungan antarpegawai juga sangat memengaruhi perilaku kerja.
Elton Mayo melalui penelitian Hawthorne menegaskan bahwa pekerja merupakan individu sosial. Perhatian manajemen, interaksi kelompok, kondisi psikologis, dan perasaan dihargai dapat memengaruhi semangat serta produktivitas kerja. Mayo (1933) menjadi salah satu tokoh penting dalam pendekatan hubungan manusiawi (human relations approach).
Dalam tahap ini, organisasi mulai memberi perhatian pada:
- Kepuasan kerja
- Motivasi karyawan
- Komunikasi internal
- Kepemimpinan partisipatif
- Kerja sama kelompok
- Kesejahteraan pegawai
- Hubungan industrial
Perubahan ini penting karena menggeser pandangan bahwa pekerja bukan mesin produksi, melainkan manusia dengan kebutuhan ekonomi, sosial, psikologis, dan aktualisasi diri.
4. Tahap MSDM modern
Pada tahap modern, manajemen personalia berkembang menjadi MSDM. Perubahan istilah ini mencerminkan perubahan paradigma yang lebih mendasar: tenaga kerja tidak lagi dipahami hanya sebagai “personel” yang harus diadministrasikan, tetapi sebagai sumber daya organisasi yang perlu direncanakan, dikembangkan, dimotivasi, dan dipertahankan.
Cascio (2003) menekankan bahwa pengelolaan SDM harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan organisasi. Sementara itu, Anthony, Kacmar, dan Perrewé (2002) menempatkan MSDM sebagai pendekatan strategis dalam mengelola manusia agar organisasi mampu mencapai tujuan jangka panjang.pustaka.ut.ac
Pada fase ini, fungsi MSDM meluas mencakup:
- Perencanaan kebutuhan SDM
- Analisis dan desain pekerjaan
- Rekrutmen dan seleksi berbasis kompetensi
- Pelatihan dan pengembangan
- Manajemen karier
- Penilaian kinerja
- Sistem kompensasi dan penghargaan
- Keselamatan dan kesehatan kerja
- Hubungan industrial
- Pengembangan organisasi
- Manajemen perubahan
MSDM modern juga menekankan kesesuaian antara kompetensi individu dengan kebutuhan jabatan dan arah organisasi. Oleh sebab itu, organisasi tidak cukup hanya memperoleh karyawan yang memenuhi kualifikasi awal, tetapi juga perlu melakukan pelatihan berkelanjutan agar kompetensi pekerja selalu relevan.
