Pengertian Ekuitas Merek


Menurut David A. Aaker dalam Rudi Yanto Batara Silalahi (2019:1-2)
menyatakan bahwa ekuitas merek adalah seperangkat aset dan
liabilitas merek dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau
mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan
atau para pelanggan perusahaan.
Sedangkan ekuitas merek menurut penelitian Rudi Yanto Batara Silalahi
(2019:1-2) mengatakan nilai tambah yang diberikan oleh produk atau jasa. Nilai ini
bisa dicerminkan dalam cara konsumen berpikir, merasa dan bertindak terhadap
brand, harga, pangsa pasar dan profitabilitas perusahaan. Sehingga dapat
disimpulkan ekuitas merek merupakan nilai tambah dari sebuah produk atau jasa
tehadap merek yang mempengaruhi merek tersebut dimata pelanggan maupun
perusahaan.
Menurut penelitian (Jalal Hanaysha 2016:47) yang telah diterjemahkan
dari bahasa inggris mengusulkan definisi komprehensif tentang ekuitas merek
sebagai “Seperangkat aset dan kewajiban yang terkait dengan merek, nama dan
simbolnya yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan kepada
perusahaan dan atau kepada pelanggan perusahaan tersebut.”
Menurut David A. Aker dalam Rudi (2019:2) ekuitas merek yang di
dimensi-dimensi utamanya adalah kesadaran, asosiasi, dan loyalitas pelanggan.
 Kesadaran brand (Brand awareness), suatu aset yang sering diremehkan,
telah di tunjuk dapat mempengaruhi persepsi, rasa suka,dan bahkan tingkah
laku. Orang-orang menyukai hal yang familier bagi mereka dan cenderung
menganggap positif hal-hal yang sudah mereka kenal dengan baik. Lebih
jauh lagi kesadaran brand dapat menjadi isyarat keberhasilan, komitmen,
dan subtansi, atribut-atribut yang penting bagi para pembeli barang-barang
berharga mahal dan barang-barang yang tahan lama. Logikanya adalah bila
satu brand itu diingat kembali pada satu momen kunci dalam proses
pembelian dan apakah brand itu berada di antara merek-merek yang
dipertibangkan pelanggan
 Asosiasi brand (Brand associations) meliputi atribut-atribut produk (Crest,
desain (Calvin Klein, Apple), program sosial (Avon, Patagonia), kualitas
(Lexus, Southwest Airlines), pencitraan si pengguna (Mercedes, Nike),
keberagaman produk (Amazon, Marriott), menjadi global (VISA, Ford),
inovasi (3M, Virgin), solusi-solusi sistem (IBM, Salesforce.com),
kepribadian brand ( MetLife, Singapore AirLines), dan simbol-simbil
(kotak biru Tiffany, Golden Arches)… segala macam hal yang dapat
dikaitkan pelanggan pada suatu brand. Asosiasi-asosiasi ini dapat menjadi
landasan bagi hubungan pelanggan , keputusan pembelian, pengalaman
pengguna, dan loyalitas brand. Suatu bagian penting dalam pengelolaan
brand sebagai sebagai aset melibat penentuan asosiasi apa yang harus
dikembangkan, penciptaan program-program yang dapat meningkatkan
asosiasi tersebut dan menautkannya dengan brand yang dimaksud.
 Loyalitas Brand (Brand loyalty) adalah inti dari setiap nilai brand karena
begitu inti ini didapatkan, loyalitas itu akan bertahan. Keengganan
pelanggan untuk berpindah brand akan memberi keuntungan bagi brand
yang sudah memperoleh loyalitas. Akan sulit dan mahal bagi pesaing untuk
bisa mematahkan loyalitas tersebut. Pada hakikatnya, tujuan brand –
building adalah memperkuat ukuran dan intensitas dari setiap segmen
loyalitas dengan membuat landasan hubungan pelanggan itu konsisten dari
waktu ke waktu dan apabila memungkinkan, tetap kaya, mendalam dan
penuh arti.